Tuesday, October 4, 2016

Sinopsis: Moon Lovers - Scarlet Heart Ryeo: Episode 12 - Part 1

Standard
 
Raja Taejoo memerintahkan Wang So untuk menjadi duta besar Goryeo di Dinasti Jin (Tiongkok - kelak ratusan tahun kemudian menjadi Dinasti Qing - Manchu) , sekaligus untuk mengamati kekuatan negara rival mereka itu  .


Wang So dengan mudah mematuhi walaupun ini sebuah tugas yang berat dan berbahaya. Tentunya dengan persyaratan , asalkan Raja membolehkan Haesoo tetap berada di Istana Damiwon. Bagi So , dia tidak bisa mencampakkan Haesoo begitu saja.

Raja mengabulkan permintaan ini , tetapi diam2 memerintahkan Astronom Choi untuk mengeluarkan Haesoo dari Istana , sehingga tidak seorang pangeran pun yang dapat berhubungan lagi dengan Haesoo. Dalam pandangan raja , jika anak tidak bisa mencampakkan seorang wanita , maka tugas ayah untuk mencampakkan wanita seperti Haesoo.

**


Astronom Choi menemui Haesoo dikamar mendiang Lady Oh  . Choi menjelaskan kalau mendiang Lady Oh punya harga diri setara seorang Ratu namun tidak ditakdirkan sebagai seorang Ratu .

Haesoo bertanya2 apakah itu sebuah keberuntungan atau malah kesialan , secara Lady Oh mati karenanya .

Choi  menenangkan Haesoo bahwa Lady Oh meninggal dengan tenang tanpa penyesalan . Dalam kesempatan ini , Choi juga memberitahu Haesoo untuk meninggalkan Istana dan tidak diperkenankan untuk pamit maupun terlibat dengan para pangeran .

***

Haesoo dengan jalan yang masih tempincang menemui Wang So yang sedang mengemas barang2 , termasuk kosmetik wajahnya ,  untuk kepergian dinasnya.

Mereka kemudian berjalan sambil berbincang , dan Wang So menyarankan Haesoo berkerja keras agar bisa melupakan segala kenangan pahit dan kesedihannya. Namun Haesoo pun meminta Wang So melupakan dirinya. Wang So tidak peduli , dan meminta Haesoo menantinya di Istana hingga dia kembali dari perjalanan dinas.

Haesoo mengembalikan jepit rambut pemberian So sebelumnya dan menyatakan tidak mau menunggu . Haesoo sadar bahwa Wang So mengalami kesulitan karena terus berusaha membantunya. Haesoo meminta Wang So bisa membedakan antara cinta dan persahabatan .

Wang So menarik Haesoo mendekat , bersiap mencium , sebelum Haesoo memalingkan wajah .  Wang So tersenyum karena pernah mengatakan akan meminta ijin sebelum mencium . Begitu Haesoo lengah , Wang So dengan cepat mencuri ciuman ke bibir Haesoo .


Wang So mengambil jepit rambut dan berkilah akan menjadikan ini sebagai jimat keberuntungan , dan berjanji untuk segera kembali.

Wang So berlalu , dan Haesoo berpikir dalam hati tidak akan menunggu kepulangan So , sekalipun So  telah mempertaruhkan hidupnya .  Wang So berbalik dan melambaikan tangan pertanda selamat tinggal dan tersenyum .

Haesoo terdiam dan kembali berpikir dalam hati , bertanya2 kenapa selalipun takut untuk bertemu tetapi tetap saja sulit mengabaikan Wang So begitu saja.

***

Wook melihat Haesoo sedang berjalan tertatih-tatih di Istana , tetapi tidak bisa berkata apa selain berdiri mematung.  Haesoo yang menyadari Wook sedang berjalan menjauh pun tidak bisa berkata apa2 .  Ketika Haesoo berlalu , giliran Wook yang mencuri pandang kearah Haesoo .

***

Haesoo dan anak buahnya bersiap pergi menuju Dinasti Jin – Tiongkok , dan dia kembali memasang topengnya seperti semula. Disaat bersamaan Haesoo meninggalkan istana dengan kegetiran dan kesedihan yang berbekas dalam dirinya.

Pangeran 14 Jung yang panik mencari Wook untuk memberitahu kepergian Haesoo . Wook terperanjat dan bergegas menuju kamar Haesoo yang sudah kosong.

Wook terpukul dan duduk dilantai kamar Haesoo , merenung , meratap , seorang diri , melihat barang2 peninggalan Haesoo . Wook berteriak histeris menyerukan nama Haesoo .


***

Ratu Yoo berkisah tentang sebuah mahluk sial , yang bukan lain dimaksudkan untuk mendiang Lady Oh , terhadap Yeonhwa. Ratu Yoo sadar bahwa Yeonhwa turut menjadi penyebab matinya Lady Oh , dan merasa Yeonhwa seakan putrinya sendiri (yang sama2 licik dan kejam) .


Yeonhwa tersenyum mengatakan hal itu tidak mungkin , karena mengingat bahwa ibunya telah dituduh membuat Lady Oh keguguran , padahal semuanya itu adalah perbuatan Ratu Yoo .  Yeonhwa mengklaim tidak ada seorangpun curiga karena ikut meminum racun .  Yeonhwa dengan tatapan tajam mengancam Ratu untuk tidak membuat ibunya berlutut lagi .

Yeonhwa berlalu dengan wajah penuh dendam . Pangeran 3 Yo keluar dari sembunyinya , dan mengatakan Yeonhwa telah berbeda , membuatnya makin menyukainya. Ratu Yoo menasehati Yo bahwa Yeonhwa itu berbahaya , dan seorang wanita yang lebih berambisi dari pangeran manapun.

Ditanya mengenai dukungan pamannya , Wang Shik-ryeom , Wang Yo menjelaskan kalau pamannya itu telah bersedia mendukung . Ratu Yoo tahu bahwa dukungan itu tidak gratis . Wang Yo membenarkan , bahwa pamannya itu menuntut ibukota dipindahkan ke Seokyeong (modern Pyongyang ,ibukota Korea Utara) .  Ratu Yoo terperanjat mendengar hal ini .

***
Satu tahun berlalu , Tahun ke 26 masa pemerintahan Taejo.

Raja Taejo semakin menarik diri dari pemerintahan . Yoo yang berjalan bersama para pendukungnya ,  berpapasan dengan Wook dan Jung , mengklaim bahwa dirinya mungkin naik tahta .

Jung geli mendengar klaim kakak kandungnya yang tamak ini . Yo mendengar bahwa Jung kini punya reputasi mengalahkan para bajak laut yang mengancam Goryeo . Yo menegur adik kandungnya tak pernah mengurusi ibu mereka yang sedang sakit , dan mengkritik Wook yang membuat Jung jadi berubah seperti ini.

Yo dkk berlalu . Jung berkomentar bahwa dia penasaran apakah Yo kelak akan menyakiti dirinya dengan keserakahannya itu .

***

Woohee dkk menari pedang dihadapan Raja Taejoo dalam acara kerajaan  , dan dalam satu kesempatan dia melompat dan menusuk dada Raja dengan pedang .


Namun tentu saja itu hanya khayalan belaka bagi Woohee yang sedang berlatih tarian pedang dihadapan Baek-Ah.


Yo bangkit dari meja dan menjelaskan bahwa dukungan tetap perlu agar menjadi Raja , namun setelah itu adalah masalah lain . Yo mengambil cincin dan meletakkannya di jemari Yeonhwa seraya mengklaim bahwa mereka adalah pasangan yang sempurna.


Wook muncul dan dengan terang2an keberatan dengan begitu seringnya Yo berkunjung ketempatnya yang hanya akan mengundang pergunjingan . Yo menanggapi dengan santai , dan mengatakan akan terjadi pergeseran politik , dan daripada menunggu dan akan semakin berbahaya jika Wang Mo naik tahta , lebih baik mereka menyerang Raja terlebih dahulu .

Wook menegaskan kalau dirinya masih bermoral , mana mungkin membunuh ayah mereka sendiri . Yo berkilah jika seorang ayah hendak membunuh anak2nya , kenapa tidak sebaliknya ?. Yo mengaku sedang becanda , dan mengingatkan Wook pernah berjanji untuk mendukungnya .

Yoo berlalu , dan Yeonhwa mempertanyakan abangnya kenapa tidak mengincar tahta itu sendiri . Wook menjelaskan bahwa siapapun yang menentang Pangeran Mahkota akan dianggap sebagai penghianat , sedangkan barang siapa yang menentang penghianat akan menjadi pahlawan .

Yeonhwa bertanya bagaimana jika Yo berhianat . Wook menatap cincin dijemari adiknya , dan menyindir bahwa cincin itu sangat cocok . Yeonhwa terperanjat dan bertanya apa Wook hendak menjadikannya sebagai sandera ? .  Wook dengan dingin berkata bahwa terserah hendak menyebutnya sebagai apa , tetapi mereka kakak – adik saling berhutang budi satu sama lain , dan sebesar itupula yang harus Yeonhwa pertaruhkan .

***

Haesoo kini melalui pekerjaan mengenaskan sebagai tukang cuci istana . Dimana rekan2 kerjanya adalah wanita kelas paling rendah di Istana. Mereka sedang bergunjing tentang pangeran2 idola masing-masing .

Haesoo acuh tak acuh menolak untuk bergosip , menasehati mereka untuk tidak bergunjing . Rekan2 kerja menjadi antipati terhadap Haesoo dan mulai membullynya , bahkan membuatnya tersandung , dan reputasi Haesoo kini adalah pembawa kesialan

Haesoo kehilangan kesabaran dan mulai melotot kepada rekan2nya . Salah satu rekan memprovokasi bahwa mereka telah mendengar Haesoo menjadi penyebab kematian Lady Oh . .  Sebagai puncak kekesalan mereka melempar cucian Haesoo ke sungai .

Jung dan Wook hanya bisa menonton dari kejauhan tanpa bisa berbuat apa2.


Di Istana , Wook melabrak Jung telah sengaja membuatnya melihat Haesoo . Bagi Wook , Haesoo kini berstatus tukang cuci , status wanita terendah di Istana . Jung merasa heran karena jelas2 Wook mencintai Haesoo .  Wook berkilah tidak bisa mati konyol karena perintah Raja yang mendepak Haesoo dari Istana , dan mengingatkan Jung untuk berhati-hati juga.

***

Malam hari , Haesoo duduk ditepi sungai menyantap makanan ala kadarnya.  Wook muncul dan menanyakan apa kaki Haesoo sudah baikan , secara tahu bahwa Jung diam2 mengirimi Haesoo obat.

Wook bertanya apa Haesoo kini membencinya? . Haesoo mengaku sangat merindukan Wook .

Ini membuat Wook semakin sedih dan menjelaskan bahwa selama ini tidak bisa menemuinya karena tidak bisa menjanjikan apapun kepadanya , menyesal tidak bisa berbuat apa2 untuk Haesoo , dan juga Raja sedih karena kasus kematian Lady Oh membuat Wook tidak berani membawa ide pernikahan kepada Raja.

Haesoo balik bertanya apakah Wook merindukannya selama ini . Wook menangis mengakui merindukan Haesoo sepanjang waktu .  Haesoo merasa hal ini sudah cukup memuaskan dirinya . Wook menenangkan bahwa segalanya akan membaik jika punya kekuasaan . Haesoo mengatakan agar Wook tidak mempersulit diri .

Wook berharap Haesoo bisa baik2 saja . Wook berlalu , meninggalkan Haesoo yang bersedih seorang diri .

***

Wang So telah kembali dari tugas dinasnya dan menjawab pertanyaan Raja tentang kondisi politik di Dinasti Jin . Wang So menjelaskan bahwa Raja Gaozu dari Jin telah wafat , digantikan keponakannya Yonghe .  Menurut analisa Wang So , Jin akan berperang dengan Khitan karena sengketa wilayah , namun kondisi Jin akan sulit karena masih bermasalah terhadap perebutan tahta kekuasaan .


Raja Taejoo lantas menyimpulkan kalau Khitan yang akan berganti mendominasi , dan berharap Wang So mau kembali melakukan perjalanan dinas ke Khitan . Wang So menolak dengan tegas karena menganggap Ayahnya ini telah melanggar janji untuk menjaga Haesoo tetap bertahan di Istana .

Raja gusar karena anaknya ini masih memendam perasaan untuk Haesoo , padahal seorang raja harus bersedia mengorbankan segalanya demi kepentingan Negara. Wang So menukas bahwa dia bukanlah Raja , dan juga tidak akan menjadi Raja karena itu pengorbanan semacam itu tidak berlaku bagi dirinya.

Wang So bahkan mengancam Raja , jika masih ingin Wang So menjadi sekutu Pangeran Mahkota maka jangan mempersulit dirinya. Wang So berlalu dari ruangan , membuat Raja semakin gusar dan menggebrak meja .

Jendral Park menenangkan Raja bahwa anak seringkali berperilaku seperti itu . Raja Taejo ternyata tidak kecewa terhadap Wang So , sebagai gantinya sangat puas dengan sikap Wang So . Menurut Raja , Wang So memang harus bersikap tegas seperti itu agar Raja bisa meninggal dengan tenang, dan Wang So tidak akan terkalahkan oleh siapapun .

Choi menenangkan bahwa bintang Raja masih bersinar terang di Langit . Raja berkata bahwa ada saatnya kamu mengetahui diri kamu sendiri lebih baik daripada Langit mengenalmu .  Raja meminta semua orang mempersiapkan diri .

Bersambung ke Part 2 

0 comments:

Post a Comment