Wednesday, September 7, 2016

Sinopsis: Moon Lovers - Scarlet Heart Ryeo: Episode 05 - Part 2

Standard

Haesoo berjalan bersama Wook didalam istana hingga berpapasan dengan Choi. Haesoo langsung mengenali wajah Choi yang persis sama dengan Si Gembel Abad 21 . (Episode 1) . Haesoo menghampiri Choi , mendesaknya agar mengaku mengenalnya .

Choi mati2an menegaskan tidak mengenali gadis muda ini . Choi bahkan meniru gerakan Haesoo yang sedang gemas dengan tubuh bergetar. Namun wajah Choi berubah ketika Haesoo berusaha mengingatkan bahwa dia adalah gadis yang berasal dari 1000 tahun di masa depan.
Choi menasehati Haesoo untuk berhati2 saat berbicara , terutama perihal istana dan tahta.  Choi menambahkan : " Jika kamu terpaksa harus berakhir dengan hidup disini , kamu harus mematuhi norma aturan yang berlaku disini juga. Hidupmu tidak bisa berubah hanya karena sekedar kamu menginginkannya."
Ucapan Astronom Choi persis sama dengan Si Gembel Abad 21 sebelum Haesoo terlempar ke masa Goryeo .  Astronom Choi mengedipkan mata sebelum berlalu .
***
Part 2
Di hamparan salju yang tebal , Haesoo mengikuti Wook yang sedang berjalan didepannya. Seperti anak kecil , Haesoo melangkah diatas lubang salju , jejak dari kaki langkah Wook .  Wook tersenyum sampai Haesoo nyaris terjatuh , dan Haesoo enggan menolak uluran tangan Wook.
Wook bertanya perihal Astronom Choi. Haesoo berdusta kalau dia sempat mengira mengenal Choi namun ternyata salah . Haesoo memberikan sabun yang dibuat khusus untuk Wook sebagai ucapan terimakasih atas segalanya .
Wook menerima hadiah itu , dan bertanya perihal makna puisi .  Haesoo mengulang sepenggal puisi , tentunya dengan pemahamannya yang dangkal yang mengira puisi itu hanya sekedar membahas keindahan alam.
Wook kembali tersenyum karena tahu kalau Haesoo tidak memahami puisi itu. Wook meminta Haesoo untuk membalasnya dengan puisi pula , sebagai bagian dari etiket.
***
Haesoo berusaha keras untuk menyalin kaligrafi puisi dari sebuah buku , namun hanya sia2 belaka bagi yang tidak melek sastra seperti dirinya . Haesoo membuang kertas itu pertanda dari kegagalannya.
Tiba2 sebuah ide brilian muncul , dan dia mulai menulis sesuatu diatas kertas .
***
Haesoo mengendap2 memasuki ruang pangeran untuk meletakkan puisi balasan untuk Wook. Tiba2 para pangeran dan Yeonhwa muncul . Eun yang gede rasa mengira Haesoo datang mencarinya.Haesoo membantah , dan mengaku harus menaruh sesuatu diruangan itu.

Eun yang nakal menemukan surat balasan Haesoo untuk Wook. Haesoo panik dan berebut surat itu dengan Eun. Haesoo memberi sinyal mata terhadap Wook untuk menolongnya.  Wook menjelaskan kalau dia sedang mengajari Haesoo puisi , dan memintanya untuk menulis puisi balasan.
Wook mempersilahkan Haesoo pergi . Haesoo segera berlalu dan diikuti oleh Baek Ah .
Eun , disusul Jung , memeriksa surat itu , hanya untuk tidak mengerti sama sekali simbol yang ditulis Haesoo . Semakin dalam Eun dan Jung memeriksa dengan mata melotot , semakin sia-sia pula . Pangeran 9 Won mengumpat dua adiknya sebagai idiot , dan bergabung untuk memeriksa, dan mengalami nasib yang sama.
Won memperlihatkan surat itu pada Wook , dan Wook yang sedemikian pandainya  juga mengalami nasib yang sama . Eun memeriksa lagi sambil memutar2 arah  dan mencoba menerka2 apakah itu huruf atau gambar? .
Eun mencoba meminta pendapat So yang dari tadi terdiam dan sesekali tersenyum. So meminta Eun mengangkat tangan , dan membuat mulut menganga berbentuk bulat. Dan So mengatakan itulah jawabannya.
Won mengambil surat itu dan menyadari bahwa huruf (red - emoticon (\^o^/ di masa modern) persis menyerupai ekspresi Eun . HAHAHA
So tersenyum dan Wook tertawa kencang. So menjelaskan simbol itu adalah ekspresi rasa senang , dan So paham kalau Haesoo tentu sangat menyukai puisi dari Wook.
***

Baek Ah menemukan dan mencegat Haesoo , kemudian mengajaknya berbincang ditempat sepi.   Baek Ah menuding Haesoo tidak memahami rasa cinta Lady Hae yang mendalam pada Wook.
 Haesoo bingung sendiri tidak paham maksud Baek Ah. Baek Ah menjelaskan kalau Haesoo dan Wook saling mencuri pandang satu sama lain.
"Jika tanganmu mulai melukis , kamu berdua pun akan saling memikirkan selama berhari2 , seperti misalkan jenis makanan apa yang dia sukai , apa yang bisa membuatnya tersenyum dan tertawa. Hal ini tidak akan bisa meninggalkan pikiranmu "
Dengan ekspresi kesedihan mendalam terhadap Lady Hae , Baek Ah melanjutkan : " Apapun yang kamu pikirkan adalah tentang dia . Kamu pikir tidak ada seorangpun yang tahu . Akupun tahu , dan Lady Hae pun tahu . Dia tahu segalanya . Dengar baik2 , yang Lady Hae miliki hanya Wook semata , dia hanya memandang seorang pria saja seperti Wook . Namun jika kamu ....jika kamu melukai sepupumu itu ...Aku tidak akan tinggal diam jika kamu menyakitinya."
Baek Ah berlalu dan menyadari Wook sedang berdiri mematung . Baek Ah mengabaikan Wook dan terus berjalan.
***
Wook dan Haesoo berdiri mematung terdiam, sampai Wook akhirnya meminta maaf membuat Haesoo mendengar hal seperti yang Baek Ah tadi katakan.
Giliran Haesoo yang mengklaim dirinya bersalah , padahal sudah berjanji tidak akan menjadi beban.
Wook merasa bersalah karena berusaha memberikan puisi , dan menerima puisi balasan , dan juga berusaha membuat Haesoo tersenyum. Wook merasa itu salahnya.
Haesoo merasa bersalah karena tempo hari ketika pura2 tidur , namun keluar kamar dimalam hari menemui Wook. Sekali lagi Haesoo meminta maaf dengan wajah menitikkan air mata , berlalu dari hadapan Wook.
(Seperti acara pengakuan dosa hahaha.)
***
Malam harinya , Wook menyimpan hadiah sabun dari Haesoo seakan sebagai simbol usaha untuk mencoba mengubur perasaannya terhadap Haesoo .
Demikian pula dengan Haesoo yang menyingkirkan puisi cinta dari Wook dengan menyelipkannya dibuku.
***
Putri Yeonhwa berkunjung ke ayahanda raja untuk memberikan hadiah bantal sutera buatan sendiri. Raja merasa senang dan mengungkap sebuah pepatah kalau seorang ayah jika sedang bersama putri2nya akan mudah menjadi bodoh (seperti anak kecil) . Raja Taejoo merasa putrinya itu termasuk wanita cantik , dan bertanya kapan Yeonhwa mau dinikahkan ?

Yeonhwa tersenyum dan berkata ayahnya pasti akan memilih yang terbaik untuk putrinya. Raja mengungkap keinginannya untuk membuat Yeonhwa sebagaimana putri sulungnya , Putri Nak Lang yang sudah menikah dan bahagia , meninggalkan istana Goryeo .
Raut wajah Yeonhwa berubah , namun mencoba untuk tersenyum dan bertanya apa ayahnya ingin dia meninggalkan istana ? . Raja balik bertanya memangnya Yeonhwa tidak menginginkan hal itu ?
Yeonhwa kembali terpaksa tersenyum  : " Jika ada sebuah tempat yang ayahanda pilih , aku akan bahagia dimanapun berada. Aku akan menantikan Ayahanda mencarikan pasangan yang baik untukku."
Raja : "Semua perkataanmu membuatku bahagia . Kamu adalah sumber dari kebahagian terbesarku disaat aku tua."
***
Yeonhwa menjelaskan kalau dia mungkin akan dinikahkan. So penasaran bertanya apa raja sudah memilih pasangan untuk Yeonhwa.
[Rekap dalam bentuk teks terpotong dan tersaji ulang dalam bentuk JPEG dibawah ini ]  
--------------------------------------------------------------------------------------------------------

[Rekap dalam bentuk teks terpotong dan tersaji ulang dalam bentuk JPEG diatas ini ]  
--------------------------------------------------------------------------------------------------------So berlalu .
Yo mengomentari adik kandungnya , So , memang mirip hewan liar. Namun Yeonhwa menganggap hal itu sebagai tantangan yang menarik , betapa menyenangkan jika hewan liar bisa berubah wujud menjadi manusia.
***
Haesoo menemukan Lady Hae sedang membakar pakaian berharga dan benda2 lainnya . Haesoo jugaa menyadari sepupunya mengalami sakit semakin parah dengan batuk berdarah.
Haesoo panik memanggil2 Chaeryung tanpa hasil. Lady Hae tidak mau membuang2 waktu dan bertanya bagaimana perasaan Haesoo terhadap Wook.  Haesoo terdiam tidak bisa menjawab.Lady Hae menganggap suaminya dan sepupunya ini dua orang bodoh.
Lady Hae meminta Haesoo mendandaninya , demi Wook , agar Wook akan mengenangnya sebagai wanita cantik .
***
Haesoo mulai merias wajah sepupunya dengan wajah sedih . Lady pun dalam hati menaruh harapan tinggi untuk Haesuoo .
Dalam hati Lady Hae : "  Kamu hidup dekat dengan keluarga kerajaan. Berhati2lah dengan sikap dan perkataanmu selalu. Aku selalu khawatir atas temperamen mu yang tidak terkontrol. Dan tentang Pangeran , aku ingin kamu membuat sebuah bantal untuknya . Suamiku itu punya banyak kecemasan . Aku ingin suamiku bisa tidur nyenyak. Aku memintamu untuk menjaga suamiku."

Haesoo tetap merias wajah sepupunya ini , namun tidak bisa menahan air mata yang mulai menetes.
***
Haesoo mencari Wook kesana kemari , menyampaikan pesan jika Lady Hae sedang mencarinya.
Wook kemudian mendampingi Lady Hae jalan2 ditengah jalan bersalju. Haesoo walaupun risih terpaksa mengikuti mereka dari belakang atas permintaan Lady Hae.

Lady Hae mengungkap keinginannya selama ini untuk jalan2 melihat salju. Lady Hae bertanya apa Wook masih ingat saat pertama kali mereka berjumpa.

(Sebuah kilas balik , Lady Hae masih merupakan seorang gadis muda yang gagah diatas kudanya. Lady Hae tertarik sejak pandangan pertama pada Wook.)

Lady Hae melanjutkan : "Aku tahu kamu menemukan aku untuk menjadi sebuah beban. Namun aku masih keras kepala untuk tetap melangsungkan pernikahan denganmu. Kamu ketika itu berstatus pangeran yang terusir dari istana. Kamu itu seorang pangeran yang sayapnya patah . Aku ingin membantumu bangkit dengan tanganku sendiri."
Wook : "Kenapa kamu berpikir jika aku tidak mengetahui apa yang kamu rasakan , Lady Hae?"
Lady Hae menyentuh pipi suaminya , dan mengungkap keinginannya agar Wook bersama dan menjaga Haesoo kelak.
Lady Hae semakin parah kondisinya hingga harus digendong oleh Wook.  Dan Wook berjanji tidak akan melupakan apapun yang dikatakan istrinya tadi.
Wook : "Kamu tadi mengatakan aku tidak mencintaimu ... Lady Hae , Aku...."
Lady Hae memotong agar suaminya tidak mengatakan apa2 lagi . Lady Hae merasa puas sudah mencintai Wook . Setelah itu Lady Hae menghembuskan nafas terakhir.
Haesoo menangis . Wook meminta Haesoo untuk tidak membuat Lady Hae "terbangun".
Wook terus berjalan sambil membawa jenasah istrinya.




0 comments:

Post a Comment