Tuesday, September 13, 2016

Sinopsis: Moon Lovers - Scarlet Heart Ryeo: Episode 06 - Part 2

Standard

Part 2
***
Pangeran 13 Baek-Ah meminta dukungan kakak tirinya , Pangeran 4 Wang So , untuk menggagalkan rencana pernikahan ayahanda mereka.  Wang So berpandangan hal ini tidak bisa dicegah oleh siapapun .

Wang So dengan tatapan curiga bertanya apa Baek-Ah memendam perasaan terhadap Haesoo. Baek Ah menukas sudah ada orang lain yang menyukai Haesoo , bukan dirinya . Baek Ah menjelaskan kalau Haesoo cukup spesial dihatinya. 

(Sebuah kilas balik di malam hari usai pemakaman Lady Hae. Baek Ah dan Haesoo mulai berbincang-bincang setiap hari sambil mabuk arak . Haesoo bertanya kenapa Baek-Ah tidak mengutarakan cintanya jika memang menyukai Lady Hae. Baek Ah dalam mabuknya menjelaskan kalau ibunya berasal dari keluarga bangsawan Kerajaan Silla yang ditaklukkan oleh Goryeo . Jadi tiap pangeran berada dilevel yang berbeda sesuai dari asal keluarganya. Menurut Baek Ah , Lady Hae berasal dari keluarga bangsawan pendukung Goryeo sehingga punya posisi lebih tinggi daripada keluarga taklukan seperti Baek Ah . Baek Ah merasa sulit dalam posisi itu mendapatkan Lady Hae.

Haesoo menganggap perkataan Baek-Ah itu omong kosong , di masa dimana semua orang memperlakukan orang lain seakan property. Haesoo melantur meminta Baek Ah menantikan 1000 tahun lagi dimasa dimana semua orang berposisi sederajat. Baek-Ah menganggap ucapan Haesoo itu berbahaya , subversive , dan memberikan isyarat agar Haesoo tutup mulut.

Sia2 saja , Haesoo yang mabuk terus menyuarakan kebenaran , bahwa bisa saja Baek Ah seorang pangeran , hidup layak dan tetap saja akan mati suatu hari nanti , jatuh dari langit , dan mengakhiri hidup di istana seperti ini . Haesoo menyarankan Baek Ah untuk hidup dengan mengikuti kata hati , lakukan apa yang hendak dilakukan.

Dan seperti biasa , setiap dialog berakhir dengan simbol2 aneh dari abad 21 , seperti tanda jari “oke” , yang membuat Baek Ah melongo , dan akhirnya mengikuti gerakan symbol jari yang sama )

Wang So menegur Baek Ah membiarkan Haesoo berbicara seenaknya seperti itu . Baek Ah menegaskan bahwa apa yang dikatakan Haesoo adalah sebuah kebenaran , relevan dengan kondisi social di Goryeo , dimana  orang menilai sesame dari latar belakang keluarga dan juga tampang. Baek Ah merasa mereka berdua yang berposisi pangeran saja mengalami perlakuan buruk dari hal tersebut, apalagi rakyat jelata diluar istana .

Ketika Wang So bertanya apa Baek Ah hendak duduk ditahta dan merubah Negara , Baek Ah menegaskan tidak berminat pada tahta , dan hanya ingin hidup bebas , sebagaimana So juga menginginkan hal itu . Baek Ah khawatir seorang gadis tanpa orangtua dan saudara seperti Haesoo bisa bertahan di Istana , jikapun menikah , akan sulit bertemu dengan raja (setelah malam pertama) , dan akan lelah hidup , mati mengenaskan di istana.


***
Di istana Damiwon , Haesoo dalam kondisi sangat galau menjelang pernikahannya nanti malam . Haesoo terus saja menolak setiap usaha Selir Oh , dan meminta waktu untuk menyendiri dan berpikir.

Ketika Selir Oh berlalu untuk memeriksa bathroom, Haesoo mulai berupaya untuk melarikan diri , dan teringat jalan rahasia yang pernah dilalui saat memasuki kolam pemandian istana.

Upaya Haesoo lari kesana kemari hanya berujung pada sia-sia , karena dipergoki oleh Selir Oh yang berdiri seperti ular yang menunggu mangsanya datang .

***

Berdasarkan laporan seorang pejabat , Raja Taejoo terperanjat saat mengetahui bahwa gadis yang akan dinikahinya itu adalah sepupu ipar dari Pangeran 8 Wook . Raja Taejoo mengeluh kalau Keluarga Hae sedemikian tamak . Saat abdinya bertanya apa Raja hendak menghentikan rencana pernikahan ini , Raja Taejoo tetap berminat untuk tetap menikah .

Sementara itu Haesoo sudah berbusana pengantin serba merah , dan resah dalam penantiannya di kamar mempelai.

Raja Taejo dihadang oleh Pangeran 8 Wook yang bersujud di koridor Istana , dan memohon kelancangannya telah memberanikan diri membahas pernikahan ayahanda raja. Raja Taejoo terkejut anaknya yang paling cerdas ini nekat melakukan hal itu . 

Wook berdalih bahwa dalam istana sudah terlalu banyak keluarga , dan mempertanyakan kenapa Raja Taejoo masih ingin menambah satu keluarga lagi kedalamnya.  Raja Taejoo mengajukan pembenaran bahwa Keluarga Hae diperlukan untuk menghentikan peperangan dengan Kerajaan Khitan.  Raja Taejoo bertanya balik apa Wook punya alasan yang kuat ?



Raja Taejoo tidak bisa berkata2 , dan kemudian tertawa terbahak2 mengagumi keberanian Haesoo yang melebihi kaum pria. Raja Taejoo berlalu seraya memerintahkan ajudannya untuk membawa paman2 Haesoo menghadap .  

Haesoo rubuh tak sadarkan diri karena tubuhnya mengeluarkan banyak darah . Wook bergegas menyambar tubuh Haesoo . 

Sementara itu diluar istana , Pangeran 9 Won , Pangeran 10 Eun , Pangeran 13 Baek Ah dan Pangeran 14 Jung sedang berharap2 cemas . Won mulai gentar membayangkan konseukuensi hukuman dan bergegas hendak pergi , sampai semua pangeran menyadari Wook didampingi So , membawa tubuh Haesoo yang tak sadarkan diri .


***

Haesoo mengalami mimpi buruk , kejadian tenggelam kembali terulang dan penglihatan wafatnya Raja Taejooo terungkap .  Jenasah Raja Taejoo tenggelam dalam air . Dan Pangeran yang menjadi Raja  (Raja Hyejong? Raja Jeongjong ? ) rubuh ke lantai dengan sebuah pisau ditangannya. Kekhawatiran mengenai Raja 4 Goryeo , Gwangjong sangat mengganggu dalam mimpi Haesoo . Sesosok pangeran dengan wajah tak terlihat berdiri menghunus pisau . Dia adalah Raja Gwangjong yang dalam sejarah diketahui membunuh saudara2 dan orang2nya. Siapa diantara pangeran yang menjadi Raja Gwangjong tersebut ? 


Haesoo siuman dan menyadari Selir Oh sedang merawatnya.  Selir Oh mengatakan bahwa Haesoo masih hidup dengan status belum menikah . Haesoo bertanya kembali apakah tempat ini adalah Istana ? . Selir Oh dengan sinis membenarkan bahwa Haesoo belum mati , jadi tentu saja masih di istana.  Haesoo bertanya : Apa anda mau bilang aku tidak bisa meninggalkan Istana kecuali aku sudah mati ?

Selih Oh memberitahu bahwa luka di tangan Haesoo cukup dalam dan parah , dan bertanya apa Haesoo benar2 membenci rencana pernikahannya dengan Raja? . Padahal harta dan kemakmuran siap menanti bagi Haesoo jika menjadi selir raja .  Haesoo menegaskan bahwa dimanapun dia berada , punya hak untuk memilih .
Selir Oh berkata memang demikian umumnya anak2 muda , dan toh Haesoo akan dihukum . Haesoo merasa tidak menyesal .  Selir Oh mempersilahkan Haesoo untuk beristirahat , dan berlalu dari ruangan dan melihat Wook sedang menunggu didepan pintu. Selir Oh mempersilahkan Wook masuk menjenguk Haesoo . 

Wook meraih tangan Haesoo yang terluka , dan menenangkan hati Haesoo , dan memberitahu bahwa Raja telah membatalkan pernikahan karena bekas luka di tubuh Haesoo , dan Keluarga Hae tidak bisa lagi memaksakan kehendak karena konspirasi dengan Khitan sudah terungkap .

Wook menyesali diri sebagai pria yang menyedihkan , telah berdoa bagi mendiang istrinya Lady Hae untuk mengembalikan Haesoo , dan untuk membalas budi kebaikan Lady Hae dengan mencurahkan segenap kasih saying pada Haesoo , yang selama ini bahkan belum pernah diperlihatkan pada mendiang istrinya.

Haesoo menangis terharu , dan mengaku sempat takut tidak bisa bertemu dengan Wook lagi . Wook menenangkan Haesoo , dan berjanji tidak akan membiarkan hal ini terjadi lagi .

***
Astronom Choi menyarankan Raja Taejoo untuk tidur karena pagi akan tiba . Pada kesempatan ini , Choi juga bertanya nasib Haesoo dari Keluarga Hae.

Raja Taejoo walaupun merasa tidak enak hati , namun tidak bisa mengabaikan fakta bahwa Haesoo telah mengabaikan perintah . Raja Taejoo berniat untuk menghukum Haesoo kedalam system perbudakan .

Choi membujuk raja bahwa Haesoo masih bisa menjadi court lady dan tetap di Istana karena para ratu juga membutuhkan . Raja Taejoo langsung menduga bahwa para pangeran berada dibalik semuanya dalam hal membujuk ibu2 mereka. Choi manambahkan bahwa  Selir Oh juga memohon agar Haesoo bergabung. Menurut Choi bakat Haesoo dan kolaborasi dengan Selir Oh bisa memberikan kontribusi bagi Goryeo . Mendengar hal itu Raja Taejoo berubah pikiran.

***

Haesoo sedang bersama Wook berjalan2 menikmati pemandangan taman istana yang indah . Mereka terlihat bahagia ketika Choi muncul untuk mengabarkan bahwa Haesoo akan bergabung menjadi bagian dari wanita Istana Damiwon .

Menurut Choi ini adalah pilihan terbaik daripada Haesoo harus dikirim menjadi budak . Haesoo pun tidak keberatan , karena selain mendapatkan gaji , juga tidak ada tempat tujuan . Choi menambahkan bahwa bagaimanapun Haesoo adalah wanita ningrat sehingga akan mendapat privilege walaupun berstatus court lady , bahkan jika berkerja dengan baik , Raja akan mengijinkan untuk menikah .

Wajah Wook mengeras karena tidak menyukai gagasan Choi , sekaligus lega karena Haesoo bebas dari hukuman. Haesoo tersenyum dan berjanji untuk belajar dan berkerja dengan tekun .  Wook menyerahkan hadiah , sebuah kertas dengan kaligrafi menyerupai emoticon dan kombinasi aksara Tiongkok (\ㅅㅁㅅ/) .  Wook bahkan menirukan ekspresi wajah dan tangan yang menyerupai emoticon tersebut. 

Tak lama para pangeran heboh muncul melepas kepergian Haesoo memasuki Istana Damiwon .  Tak lupa para pangeran menasehati Haesoo agar mewaspadai Selir Oh yang punya reputasi menakutkan . Para pangeran berjanji akan sering mengunjungi Haesoo nanti .

Haesoo terlihat senang melihat sahabat2 pangerannya , sekaligus khawatir teringat mimpi buruknya , berusaha menerka siapa pangeran yang kelak menjadi Raja keempat Goryeo , dan akan membunuh saudara2nya .

Choi yang berdiri disamping So , mengingatkan Haesoo untuk bergegas. Dan Jung menyemangati Haesoo dengan gesture “fighting” yang pernah diajarkan Haesoo sebelumnya.  Haesoo sempat menatap Wook dalam2 , dan memberi hormat pada Wang So .

****
Haesoo memasuki Istana Damiwon , melihat suasana ruangan dan para court lady yang berkerja didalamnya . Haesoo akhirnya menyadari bahwa penguasa Istana Damiwon , tak lain adalah Selir Oh yang sempat mempersiapkan dirinya dalam pernikahan tempo hari . 

0 comments:

Post a Comment