Tuesday, September 6, 2016

Sinopsis: Moon Lovers - Scarlet Heart Ryeo: Episode 04 - Part 1

Standard


Wang So melangkah di kamar ibunya , Ratu Sinmyeongsunseong , bersama pedang terhunus berlumur darah para biarawan yang tewas ditangannya.  Aura kelam dan bengis terpancar dalam diri Wang Soo , bagaikan mimpi buruk bagi sang Ratu yang membenci anak kandungnya sendiri .


EPISODE 4 RECAP
Dengan tersenyum  So bertanya apa Ibunya tahu apa yang telah dilakukannya ? . Tentunya agar tidak ada seorangpun yang bisa menyentuh Ibunda , dengan membersihkan semua jejak .
Ratu semakin bingung , dan So menambahkan telah membakar semuanya dan tiada jejak yang tersisa lagi .

So seperti seorang anak kecil yang haus kasih sayang yang melaporkan prestasi (pembantaian) untuk mendapat pujian dari ibunda . Namun Ratu berkata : "Apa kamu berpikir aku akan mengatakan kamu telah melakukan pekerjaan yang bagus? Apa kamu ingin kamu bertanya apa kamu terluka ? Kamu itu seperti binatang . Pergilah !!! Kamu bau anyir darah dan aku jadi tidak bisa tidur !!!  "
So berusaha mengais sedikit kasih sayang . Itu semua demi Ibu , Ibu .
Dan semakin pula sang Ratu jijik terhadap anaknya itu , membuat bergidik dan kembali meminta So meninggalkan kamar .
Patah hati , So bertanya dengan rasa penasaran kenapa Ibunda tidak menyayangi anak kandung seperti dirinya ? Soalnya , seorang ibu seharusnya peduli jika anaknya sedang terluka . So mengaku sangat putus asa mengharapkan sang ibu peduli padanya.
Kembali Ibunda mengelak dengan mudahnya , bahwa So adalah anak (angkat) keluarga Kang di Shinju.
 
So terpukul mendengar hal ini sehingga melangkah mundur untuk sesaat.  Dan kembali bertanya apa sikap dingin Ibunda karena wajah anaknya yang cacat , sehingga tega mengirimkannya untuk diadopsi keluarga Kang , bukankah seharusnya Yo , kakaknya yang lebih tua.
So mendesak lebih keras lagi , bertanya lebih histeris lagi , apa karena wajah cacatnya ? . So memecahkan sesuatu di kamar Ibunda hingga terjengkang sendiri dalam kalapnya.
So bercerita selama jadi anak angkat Keluarga Kang , begitu penuh derita . Keluarga Kang bahkan mencampakannya ke serigala terbesar di kawasan itu , sehingga So sejak muda sudah menghabiskan malam bersama binatang liar , dan sampai perlu membakar satu gunung untuk membunuh semua binatang liar disana.

Lanjut So , selir di keluarga Kang juga jika sudah tiba gilanya kambuh , bisa mengurung dan memukuli So , menanyai kemana anaknya yang telah mati , dan itu bisa berlanjut 3-4 hari tanpa So mendapatkan air minum sekalipun , dan tidak ada seorangpun yang peduli.
Ibunda memotong : "Bagaimana jika begini , seorang ibu hanya mengenali seorang anak yang akan membuat ibunya bersinar gemilang ? Dan kau justru menjadi rasa maluku dan cacat diriku. Karena itu aku mengirimmu kesana . Untuk itu aku harus berterimakasih padamu. "
(Luar biasa akting Lee Junkie . Bravo)
So menyampaikan pesan terakhir : " Hari ini adalah sebuah hari yang akan kau ingat . Kamu telah mencampakkan aku , Ibu . Bagaimanapun , aku tidak akan pergi . Mulai sekarang kamu akan terus menatap hanya kepadaku ."
Ibunda mengumpat kalau So tidak masuk akal , seraya mengancam jika So berbuat seperti ini , maka So tidak akan pernah bisa menginjakkan kaki di ibukota Songak lagi.
So melangkah pergi dengan lunglai , putus asa.
***
So berada di depan biara dan melampiaskan kemarahan dengan merobohkan gundukan batu (tempat para ibu biasa mendoakan anak2nya.)



Dalam kemarahan yang meluap , So merubuhkan salah satu gundukan batu . Haesoo yang berada disekitar berusaha mencegah So bertindak lebih jauh , sampai Haesoo menyadari So berlumuran darah.  So dengan terang2an mengakui itu darah dari orang2 yang telah dibunuhnya.
So menunjuk batu doa , dan meratap bahwa ibunya tidak perlu datang kesini untuk berdoa , melainkan harus mendatangi So untuk memohon.
So kembali merobohkan batu doa , dan Haesoo mencoba untuk mencegahnya dengan menarik tubuh So dari belakang. So memandang tajam dan mengancam akan membunuh Haesoo .
Haesoo mengingatkan kalau So itu terluka , sambil menanyakan luka2 So yang lain. So mencengkram leher So , dan mengingatkan (mengancam) kalau tadi sudah mengatakan telah membunuh orang.
So menatap tanpa gentar (dan tulus) , kenapa So membunuh orang ? Apa demi kesenangan belaka ?
So menangis , melemah , dan meminta Haesoo pergi .

Sebaliknya Haesoo mulai ikut bersedih , dan bersimpati untuk So , dan memaklumi So harus mengandalkan pedang sejak masih kecil , harus membunuh untuk bertahan hidup , dan bukanlah kejahatan jika manusia ingin bertahan hidup.
Haesoo : " Kau mungkin tidak bisa dimaafkan , tetapi , tetap aku bisa memahamimu. Bagaimana perasaanmu sekarang , pastinya sangat menyedihkan. "
Haesoo berlalu membiarkan So menyendiri .
***
Tahun 942 Masehi
Para pangeran senior seperti Putra Mahkota Wang Mo , Pangeran 3 Wang Yo , Pangeran 4 Wang So , Pangeran 8 Wook  , berserta Ratu Sinmyeongsunseong , kini dihadapan Raja Taejo, membahas masalah usaha pembunuhan Putera Mahkota.

Wook melaporkan bahwa pengejaran di malam hari acara ritual tidak membuahkan hasil, dan orang yang menugaskan pembunuh justru telah menghabisi untuk mengubur rahasia . Pangeran Mahkota menambahkan bahwa biara yang menjadi markas telah jadi ajang pembantaian dan dibakar . Wang So menambahkan bahwa kebetulan pemilik biara itu adalah ibunya ,  Ratu Sinmyeongsunseong .
Ratu menatap So dengan sinis , apakah telah dituduh menjadi dalang pembunuhan?. So membenarkan bahwa setiap orang bisa berasumsi begitu.
Raja Taejoo langsung menanyai Ratu apa betul berencana membunuh Putera Mahkota ? .  Ratu membantah sekenanya . Wang Yo langsung berlutut untuk membela ibunya. Yo berkilah tidak pernah menyangka biara itu akan menjadi sarang pembunuh . Giliran Ratu Yo yang membela anak sulungnya, bahwa jika anaknya bersalah maka ibunya juga harus bertanggungjawab.
So tanpa terduga maju kedepan , mengklaim diri pelaku pembantaian di biara.
(Semua terperanjat)
Wook berlutut untuk meredakan suasana , berargumen bahwa para pembunuh tinggal dibiara milik Ratu untuk memperkeruh suasana dan menebar konflik internal keluarga istana.  So ikut berlutut untuk memperkuat dukungan Wook yang berusaha mendamaikan , dan meminta pengampunan untuk aksi pembantaian yang dia lakukan.
(Ratu Yoo terperanjat melihat pembelaan anak yang dibencinya ini .)
***

Lady Hae didampingi Haesoo melihat Chaeryung dan para pelayan lainnya sedang menghindar menerima tugas mengirim makanan untuk So.
Pada akhirnya Lady Hae dkk malah balik memandangi Haesoo , yang seharusnya mengantar makanan untuk So.
***
Haesoo yang malang harus menggerutu saat dalam perjalanan mengantar makanan untuk So yang sedang berada di atas bukit.

Haesoo tiba diatas bukit dan memandangi So dari belakang , sambil berkomentar seorang diri : " Dia itu kemaren sumber keributan , tetapi kini terlihat innocent dari belakang, dan kesepian pula. "
So risih saat Haesoo menyodorkan keranjang penuh makanan. So menyuruh Haesoo pergi . So menggerutu dan terpaksa duduk kembali karena harus menunggu So menyelesaikan makanan agar bisa membawa piring kosong .

So memperingatkan Haesoo agar berhati2 , jangan membahas dengan siapapun tentang masalah kemaren malam. Haesoo menenangkan bahwa dia sendiri banyak urusan daripada harus menggosipkan masalah So kemana2.
Haesoo mengeluh kalau So selalu saja diminta So untuk melupakan apa yang pernah dilihatnya.
Namun Haesoo tersadar kalau tempat makan yang dipilih So membuat istana dapat terlihat dengan mudah. Lagipula menurut Haesoo , istana akan menjadi rumah So pula. Lantas kenapa pula So harus menatap Istana sambil makan di tempat yang jauh ?
So berkata kalau memang istana adalah rumah , seharusnya juga memiliki keluarga didalamnya.
Mendadak Haesoo bertanya sebenarnya apa yang dilakukan So kemaren malam. So menjadi gugup , dan balik bertanya apa yang dilakukan Haesoo hingga menyelundup masuk area mandi istana?
Pertanyaan ini membuat So dan Haesoo tidak bisa saling menjawab . Impas. Dan dengan kocaknya , Haesoo mengalihkan topik bahwa menurut Chaeryung masakan ayam adalah yang terbaik.
***

So bersikap semakin ramah pada Haesoo saat mereka menuruni bukit untuk pulang di malam hari. Namun masih saja terlihat Haesoo sangat memprihatinkan , sebagai wanita bertubuh mungil yang harus membawa keranjang peralatan makanan yang cukup berat.
Bagaimanapun saat itu adalah era kerajaan , dan posisi adalah Pangeran.  Perubahan drastis pada diri So semakin terlihat ketika dia berulang kali hendak membantu mengangkat keranjang , namun berulang kali diurungkan pula niatnya.
So malah tersenyum sendiri .
***


Pangeran 8 Wook dan Haesoo terlihat resah menunggui Lady Hae yang sakitnya semakin parah.

 [Rekap dalam bentuk teks terpotong dan tersaji ulang dalam bentuk JPEG dibawah ini ]  
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------



[Rekap dalam bentuk teks terpotong dan tersaji ulang dalam bentuk JPEG diatas ini ]  
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Haesoo terdiam sambil menerima pasrah apapun yang dikeluarkan Eun dari kotak mainan. Namun Haesoo mengembalikan barang2 itu sambil menggerutu kalau Eun masih seperti anak kecil.
Eun kecewa , namun masih bersabar , menanyakan apa yang disukai Haesoo?

Haesoo mengusir Eun agar menjauh dan mempersilahkan main di tempat lain saja. Kembali Eun bersabar dan menyarankan Haesoo untuk berbagi beban dengan curhat padanya.
Eun berdiri dan membusungkan dada , mengingatkan kalau dia itu adalah Pangeran . Haesoo bertanya serius apa Eun pernah menikah ?  Punya rencana berapa istri ?
Eun mengklaim hanya ingin punya satu istri yang paling cocok , tidak mau seperti ayahanda raja yang punya banyak selir.
Eun berpikir akan ditanya mengenai kecocokannya sebagai calon suami . Haesoo mengajukan pertanyaan klise , apa Eun akan mengambil istri lagi jika istrinya kelak sakit parah. Tentu saja Eun yang polos menjawab dengan jawaban ideal , tidak akan menelantarkan istrinya yang sakit.
Haesoo menghela nafas dan berlalu .
Sedangkan Eun terkekeh sendiri , bangga , geer , kalau Haesoo melangkah  lebih cepat (pernikahan) daripada yang dibayangkan.
***
Chaeryung menaruh jepit rambut milik So diruang pribadi So . Hal itu atas instruksi Haesoo sebelumnya agar jangan ditaruh ditempat yang jelas agar tidak mudah ditemukan , dan kelak So tidak merasa ketinggalan.
Chaeryung sendiri terlihat gugup seorang diri mengingat reputasi So yang mengerikan.
Namun malah Putri Yeonhwa yang memergoki dan mengira Chaeryung sedang mencuri jepit rambut milik So. Chaeryung memang terlihat sangat mencurigakan dan gugup di mata Yeonhwa
***
Chaeryung diikat dan mendapat hukuman pukulan di punggung oleh anak buah Yeonhwa. Chaeryung yang malang hanya bisa mengerang kesakitan sambil terus diinterogasi oleh Yeonhwa. Chaeryung kembali menegaskan kalau dia tidak mencuri. Yeonhwa dengan sinis menukas tidak mungkin pula pelayan seperti Chaeryung memberikan hadiah kepada Pangeran.

Haesoo terperanjat ketika melintas disekitar , dan langsung membela Chaeryung . Haesoo menjelaskan kalau dia yang menyuruhnya. Yeonhwa menganggap argumen Haesoo tidak masuk akal.
Pada saat itu Pangeran Yoo , Wook , Eun dkk melintas dan turut menyaksikan insiden ini.
Yeonhwa kembali memerintahkan anakbuahnya untuk memukuli Chaeryung. Kali ini Haesoo pasang badan , dan rela untuk menggantikan dirinya untuk dihukum. Yeonhwa tentu saja tidak menolak kesempatan emas untuk menyiksa Haesoo. Yeonhwa tampak antusias untuk mengambil batang pemukul , bertindak langsung sebagai algojo.
Wook , dan tentu saja Eun mulai khawatir namun belum turun tangan. Yo malah menganggap kalau pelayan pantas dihukum.
Wook mulai mendekat untuk bertindak , namun keburu So yang muncul , mencengkram erat tangan Yeonhwa.

Yeonhwa memprotes , bahwa dia berhak menangani masalah rumah tangga dirumah kediaman Wook.  Dan So malah menatap tajam kearah Haesoo , dan tanpa ragu berkata kalau Haesoo adalah "miliknya" .
Haesoo sendiri terperanjat dengan mata membulat. Yeonhwa terbata2 bertanya apa So betul2 berkata seperti itu. So tersenyum dan berargumen kalau jepit rambut yang dipermasalahkan adalah miliknya , karena itu So merasa berhak memutuskan apapun yang berkaitan dengan kasus ini.

Giliran Eun yang pasang badan membela Haesoo dengan argumen yang asal2an . Yeonhwa semakin kecewa karena sebagian pangeran , termasuk Wook , membela Haesoo juga . Wook bahkan menghardik agar Haesoo dilepaskan.

Haesoo memapah Chaeryung dan berlalu dengan wajah gusar.
Wook menegur adik kandungnya telah bertindak terlalu cepat. Wook berlalu . Yeonhwa semakin kecewa . Hanya Pangeran Yo yang membela Yeonhwa.
Hampir semua berlalu , dan hanya So dan Yeonhwa yang berdua di situ.  So meminta Yeonhwa mengembalikan barang bukti.

Yeonhwa mengaku sangat kecewa karena sebagian besar saudara2nya sendiri malah membela Haesoo. Yeonhwa bertanya apa So menaruh perasaan terhadap Haesoo ?.
So tidak menjawab , dan malah meminta maaf telah tidak menghormati wibawa Yeonhwa barusan.
***
Tak jauh So melangkah , Wook rupanya sedang menunggunya. Wook mengingatkan  So bahwa tidak satupun dirumahnya yang menjadi "milik" dari So , baik itu Haesoo maupun Yeonhwa. Wook memperingatkan So untuk berhati2 jika menyangkut penghuni dirumah kediamannya.

Bersambung ke Part 2


0 comments:

Post a Comment