Tuesday, September 20, 2016

Sinopsis: Moon Lovers - Scarlet Heart Ryeo: Episode 09 - Part 1

Standard

Drama adaptasi Korea dari Bu Bu Jing Xin asal Tiongkok sudah memasuki episode 9 . Eskalasi politik semakin memuncak ketika terlihat kondisi Raja Taejoo semakin lemah digerogoti usia , Sementara itu ada tiga kandidat kuat yang siap mewarisi tahta ,


Pertama adalah Wang Mo sebagai Pangeran Mahkota incumbent yang mendapat dukungan kuat dari Raja Taejoo . Pangeran 3 Yo yang mendapat dukungan kuat dari Ratu . Dan Pangeran 4 Wang So yang selama ini dipandang rendah karena wajah cacatnya sebagai underdog seakan hanya mengandalkan takdir.Selain itu Pangeran 8 Wook juga punya potensi dengan tingkat kecerdasannya.

Wang So mendapatkan kesempatan sekaligus ancaman besar saat ditunjuk memimpin ritual hujan . Disisi lain dia mengalami kendala wajah cacat yang membuat rakyat jelata pun meremehkan . Wang So mendapatkan titik balik saat Haesoo berhasil mengatasi masalah cacat pada wajah , dan takdir mulai bergerak dengan menurunkan hujan disaat yang tepat . Momentum singkat ini memperlihatkan gesture Wang So yang semakin percaya diri , memperlihatkan potensi besar sekaligus ancaman karena temperamennya yang tidak terduga .


Rekap  Episode 9  : Moon Lovers - Scarlet Heart Ryeo

Wang So berhasil memimpin ritual hujan , dan hujan turun dengan lebatnya tepat ketika So mengakhiri ritual .  Raja , para petinggi , ratu , dan pangeran terpukau dengan keajaiban ini , turut histeris menyambut berkat dari langit ini .  Hanya Haesoo dan Ratu yang khawatir melihat perkembangan ini .


Perubahan drastic Haesoo dikarenakan ada visi masa depan yang muncul tiba-tiba , tentang visi Wang So akan menjelma menjadi Raja Gwangjong

Diluar istana , rakyat berpesta menyambut hujan yang akan mengatasi masalah bencana kekeringan yang berkepanjangan ini .

Bahkan Pangeran 9 Won , berkata pada saudara2nya bahwa pahlawan baru telah lahir , dan bertanya2 bagaimana mungkin luka di wajah Wang So bisa menghilang.  Jung dapat menerka jika hal itu dimungkinkan oleh sebuah skill kosmetik yang istimewa.

Wook memandang kearah Haesoo , karena paham bahwa Haesoo yang membantu Wang So secara diam2.

Baek Ah berkomentar bahwa Langit pasti punya alasan tersendiri telah memilih Wang So memimpin ritual ini .

Dan Wang So masih melanjutkan acara ritual dengan gerakan2 ritual .

Haesoo akhirnya yakin bahwa Pangeran 4 Wang So adalah Raja Gwangjong dimasa depan . Haesoo dalam hati : “ Saudara2nya , keponakan2nya , dan abdi2nya akan dibunuh olehnya .”

Memikirkan hal ini Haesoo memandang Wook dengan khawatir .


Wang So diarak kembali dengan tandu dan disambut hangat oleh rakyat yang bersuka cita , menganggap Wang So sebagai penyelamat.

Haesoo terus memperhatikan dengan seksama arak2 tandu . Haesoo khawatir : “Apa aku telah membantunya menjadi Raja ? Ah tidak , toh namanya sudah tercatat dalam sejarah . Dia akan menjadi raja dengan atau tanpa bantuanku . Tetapi apa Wang So akan …..”

Lamunannya buyar karena Wook menariknya menjauh dari hujan. Haesoo masih memperlihatkan kekhawatirannya dengan bergumam : “ Apakah mereka semua akan mati gara2 aku ? Bahwa orang itu akan menjadi seperti itu karena aku ? Anda harus selamat !”

Wook menyadari bahwa yang dimaksud Haesoo adalah Wang So yang sedang di tandu dalam arak2an .

***

Pangeran 3 Yo masih terpukul dalam kekalahan , menyangkal diri dari ucapan Astronom Choi bahwa Wang So terpilih atas Kehendak Langit.


Ratu muncul dan langsung menamparnya , karena telah menghilangkan kesempatan emas begitu saja. Ratu : “ Jika seseorang mengambil milikmu , kamu harus merobek2 lehernya untuk melindungi milikmu .”

Wang Yo membela diri bahwa dia juga bisa melakukan kesalahan . Ratu tidak mentoleransi satu kesalahanpun . Ratu : “ Jika aku menjadi ibunda Raja kelak , maka kamu harus kejam .”

Ratu bersumpah akan menghancurkan Damiwon , karena tahu bahwa Haesoo yang membantu Wangso , dan Haesoo terus menimbulkan masalah demi masalah .

Bahkan Yo pun seakan ngeri melihat sosok mengerikan dari ibunya ini .

***

Didampingi Pangeran Mahkota , Wang So menghadap Raja . Kali ini raja bersikap berbeda , memuji prestasi Wang So yang telah menyelamatkan Negara ini . Wang So merendah bahwa dia menggantikan posisi Pangeran Mahkota dalam menjalankan ritual hujan .


Raja menyemangati : “ Berapa tahun sudah sejak kamu memperlihatkan wajahmu ini pada ayahmu ? Kamu menyimpan lukamu sendiri selama beberapa tahun ini . Perlihatkan wajahmu pada dunia dan percaya diri lah . Baktikan dirium untuk membantu Pangeran Mahkota membangun Negara ini menjadi lebih baik . Kamu harus menjadi sumber kekuatan bagi kakakmu . Aku percaya padamu. ”

Wang So terharu dan untuk pertama kalinya menyebut Raja dengan panggilan ayah 

***

Haesoo masih bersama di Wook di luar istana , menantikan hujan reda. Wook bertanya apa Haesoo yang menyembuhkan luka di wajah Wang Soo . Haesoo mengangguk membenarkan .

Wook memberitahu bahwa Haesoo bisa mendapat masalah besar karena menyentuh wajah seorang pangeran . Walau demikian Wook memuji Haesoo sudah bersikap tepat telah membantu Wang So .

Wook berkata bahwa Wang So memang memimpin ritual hujan , tetapi tidak akan merubah keadaan .  Wook menenangkan bahwa pasca ritual , Raja akan merayakan hujan tiba , dan mungkin court lady akan dibebaskan . Namun Haesoo masih merasa cemas dan tergopoh2 pergi meninggalkan Wook .

***

Haesoo langsung bertanya pada Choi : “ Apa kamu tahu siapa yang akan menjadi raja . “

Choi tersenyum mengatakan bahwa sudah pasti Pangeran Mahkota , jika tidak ada perubahaan apapun .  Haesoo bertanya siapa raja selanjutnya ? . Choi mengatakan Raja Gwangjong sesuai apa yang dikatakan oleh Haesoo sebelumnya.


Haesoo menampik perkataannya sendiri , mengatakan dia waktu itu sedang tidak serius .

Astronom Choi bercerita kalau dia juga hampir mati tenggelam , bahkan sudah mati . Namun suatu ketika Choi bangkit dari kematian , Haesoo terperanjat melihat pengalaman Choi yang serupa dengan dirinya.


Dan pertanyaan yang benar2 terucap dari Haesoo : “ Aku harus melakukan apa? “

Choi buru2 menjawab kalau Haesoo tidak perlu melakukan apapun , bahwa apapun yang Haesoo lihat di masa depan , biarkan berjalan alami sesuai Kehendak Langit. Choi menyarankan Haesoo untuk tidak terlibat apapun .

Haesoo bertanya bagaimana jika dirinya sanggup merubah berbagai hal , merubah baik menjadi buruk , mencegah peristiwa terjadi .

Choi memotong bahwa Haesoo telah menyentuh wajah Wang So . Haesoo bertanya apa masa depan pangeran bisa berubah . Choi sendiri mengaku tidak tahu , dan tidak pasti , dan momen dimana manusia menyadari kehendak Langit , itulah yang dinamakan takdir , masalah berubah atau tidak , mana kita tahu ? Lebih baik kamu membiarkan apa yang seharusnya terjadi agar kamu selamat .

***

Wook sedang merenung seorang diri berteduh dari hujan . Yeonhwa muncul dan mengatakan bahwa Wang So kini menjadi favorit dan mendapat kepercayaan dari raja .


Yeonhwa mengkritik kakak kandungnya yang tidak mengambil kesempatan emas dalam ritual hujan kemarin .  Wang Wook  dengan tidak antusias mengaku dirinya tidak tamak , dan  mengatakan bahwa posisi itu sudah diberikan kepada Wang So . Yeonhwa berpendapat barang siapa yang mendapat kepercayaan Raja , maka ide2nya mudah untuk diwujudkan , dengan demikian mereka bertambah lagi satu orang yang harus ditakuti di Istana ini .

Wook mengakui bahwa Haesoo mengatakan Wang So akan berubah , dan menasehati Wook untuk berhati2 terhadap Wang So.  Yeonhwa terperanjat mendengar hal ini . Wook merasa So layak mendapat perlakuan istimewa setelah melalui kehidupan yang sulit selama ini .

Yeonhwa penasaran bertanya apa betul Haesoo berkata seperti itu ? . Wook mengakui bahwa Haesoo yang telah menyembuhkan wajah So , dan Haesoo pula yang khawatir Wang So akan muncul sebagai ancaman bagi saudara2nya .

Wook memperlihatkan dirinya tidak berambisi dan penasaran posisi apa yang kelak menanti dirinya .

***

Selagi berjalan lunglai melintasi Istana , Haesoo tiba berhadapan dengan Wang So yang memegang tangannya dan menarik untuk memeluknya . Secara naluri , Haesoo yang ketakutan langsung mendorong So untuk menjauh darinya.


So terperanjat namun berusaha tersenyum .  Haesoo terlihat berubah sikap , ketakutan , dan buru2 mengklarifikasi kalau barusan hanya kaget . So tersenyum dan mengatakan Haesoo tidak perlu minta maaf.

So sangat antusias bercerita bahwa untuk pertama kali menyebut raja sebagai ayahnya . Dan bagaimana raja telah bersikap baik padanya.  Wang So merasa bahagia dan luka batinnya selama ini hilang seketika , dan berjanji akan mendukung Pangeran Mahkota sesuai perintah raja . So senang karena setiap orang berterimakasih padanya , tidak lagi menganggapnya sebagai binatang liar. Wang So merasa Haesoo yang berjasa besar .

Haesoo berpikir dalam hati , mulai ragu apa sikap manis Wang So ini bisa menjelma menjadi raja yang kejam kelak . Haesoo mulai menasehati Wang Soo agar tidak sembarangan membunuh orang kelak .

Wang So tersenyum menikmati hujan dengan telapak tangannya. Dan Haesoo dalam hati meyakinkan dirinya sanggup merubah masa depan .

***

Raja Taejoo memandang anak2nya dari seberang , mengatakan dihadapan Jendral Park dan Astronom Choi , bahwa Lady Mong telah memohon untuk mencarikan pria yang cocok bagi Soon Deok , dan Raja mengaku sedang mempertimbangkan salah satu pangeran .


Choi menyebut Pangeran 14 Jung pertama , menyebut bakatnya dalam seni bela diri yang cocok untuk Soondeok . Park menyanggah bahwa pasangan suami istri seperti itu akan meruntuhkan rumah jika bertengkar.  Raja pun ikut tertawa mendengar penuturan Park .

Choi menyebut Pangeran 13 Baek Ah diurutan kedua , menyebutnya sebagai pangeran paling tampan dan memikat hati para wanita Goryeo . Jendral Park menyanggah kalau itu akan membuat putrinya dilempari batu oleh kaum hawa penggemar Baek Ah .

Raja menyebut Pangeran 4 Wang So yang pernah belajar bela diri bersama . Jendral Park kembali berargumen bahwa yang satu sibuk membunuh beruang , dan yang satu lagi sibuk membunuh serigala.

Choi mengajukan Wook yang sudah seharusnya menikah lagi . Park mulai mengomel2 , dan sebagai gantinya menyebut Pangeran 10 Eun . Choi tidak percaya Jendral Park bisa memilih mantu seperti Eun .



Eun sendiri saat itu sedang berkata pada Haesoo , mengatakan ingin memberikan sesuatu nanti.

Raja tiba2 muncul dan memuji kerja keras para pangeran , terutama Wang So . Raja menawarkan hadiah tanah bagi Wang So di ibukota . Namun Wang So mengajukan permintaan agar Haesoo diberikan kepadanya

Wook dan Eun terperanjat mendengar hal ini . Raja mengabulkan dan mempromosikan Haesoo menjadi first court lady , agar bisa langsung melayani Wang So .

Pada kesempatan ini Raja juga mengumumkan Eun akan menikah dengan Soondeok . Eun yang pandir ini terang2an menolak gagasan pernikahan ini , bahkan lebih rela mati daripada dipaksa menikah . Raja yang awalnya bersikap manis mulai murka dengan sikap penolakan ini .

Pangeran Mahkota yang melihat gelagat buruk , mendesak Eun untuk mengucapkan terimakasih pada Raja . Eun memandang Haesoo sekilas , sebelum bangkit , dan berterimakasih pada Raja .


Pada saat itu pula , kelereng berjatuhan  , kelereng yang tadinya hendak dihadiahkan untuk Haesoo .

***

Pangeran 9 Won berusaha menenangkan adiknya , bahwa semua wanita pada dasarnya sama setelah malam pertama . Bagi Won sendiri , bahkan masih bingung membedakan mana istri pertama dan kedua.  Eun merasa kehidupan yang dijalani Won tidak menarik .

Menyadari Soondeok sedang bertarung dari kejauhan ditengah para prajurit yang menonton , Won berusaha menghalang2i Eun .

Eun bersikeras menonton dan menyadari bahwa yang sedang bertarung adalah calon istrinya Soondeok dengan Jung .

Melalui pergulatan sekian lama , Soondeok akhirnya mengalahkan Jung . Soondeok disambut sorak sorai para prajurit yang merayakan kemenangannya .

Jung menghampiri Eun , memberikan selamat bahwa calon istrinya sedemikian perkasa. Hal ini membuat Eun makin kecewa dan berlalu pergi . Won mendamprat Jung yang bicara sembarangan .

***

Gadis cantik yang pernah dilihat Baek-Ah tempo hari kini sedang berbusana sutera terbaik yang  cantik . Gadis bernama Woohee ini sedang menari pedang dengan kecepatan yang luar biasa , namun berulang kali pula mengalami kegagalan hingga jatuh .


Gerakannya membaik setelah mendengar suara suling bamboo disekitar . Perlahan Woohee mendekati sumber suara dan menyadari Baek Ah sedang meniup suling menghibur anak2 kecil .

Tiba2 anak kecil itu melihat Woohee dengan pedang . Anak2 ketakutan bersembunyi dibalik Baek-Ah . Baek Ah memberikan sesuatu agar anak2 pergi , kemudian berbincang berdua dengan gadis ini .

Baek Ah mengenali gadis ini dan menagih hutang yang harus dibayar akibat Woohee merusak buku gambarnya tempo hari . Woohee hendak berlalu tak acuh . Baek Ah bersikeras menuntut ganti rugi , dengan usulan agar Woohee menari pedang untuknya.

Woohee mengejek Baek Ah sebagai serangga . Baek Ah bersabar seraya membanggakan diri bahwa siapapun penari ibukota tidak akan tahan untuk bergerak setelah permainan musiknya dimulai .  Woohee menolak menari dihadapan orang asing.

Baek Ah mengajak berkenalan . Woohee tahu popularitas nama Baek Ah , namun tidak yakin pemuda dihadapannya ini adalah Baek Ah . Woohee menuding Baek Ah sebagai penipu .

Sebelum Baek Ah membuktikan , Woohee sudah menghilang karena mendapat isyarat dari dua orang misterius. Baek Ah kecewa namun menemukan perhiasan Woohee yang tertinggal .


0 comments:

Post a Comment