Tuesday, September 20, 2016

Sinopsis: Moon Lovers - Scarlet Heart Ryeo: Episode 08 - Part 2

Standard

Astronom Choi menerima papan nama para pangeran untuk dimasukkan dalam guci . Eun memohon Choi agar tidak disertakan dalam hal ini . Wook tersenyum geli mengatakan bahwa hidup itu tidak mudah .


EPISODE 8 RECAP
Sinopsis: Moon Lovers - Scarlet Heart Ryeo: Episode 08 - Part 2

Wook mengambil alih papan nama Eun dan memasukkannya ke guci . Jung membenarkan Wook bahwa kondisi Negara sedang darurat dan para pangeran harus memberikan kontribusi .

Eun menghampiri Jung : “ Kamu tidak tahu yang namanya ritual hujan yah ? Jika memang hujan turun tidak masalah . Lantas kalau hujan tidak turun ? “

Yoo menakuti2 yang lain : “ Maka kamu akan mati. Sebelum Negara ini berdiri , rakyat membunuh raja mereka sendiri , dan darah para raja sebagai bagian dari meminta hujan. ”

Eun yang pengecut meratap memohon Choi untuk menarik papan namanya. Choi tersenyum menenangkan Eun bahwa tidak ada seorangpun yang akan membunuhnya.

Tapi perkataan Yo telah membuat para pangeran khawatir. Pangeran 9 Won khawatir rakyat akan marah dan Istana tidak akan bisa bertahan .

Hanya Wang So yang terlihat tenang dan berkata : “ Hujan tidak akan turun karena ritual itu . Kamu harus melakukannya sampai hujan turun . Seseorang tidak bisa menggerakkan Langit . Maka kita yang harus membuatnya terlihat seperti itu . “

Dengan percaya diri Wang So bangkit , menyerahkan papan nama kepada Astronom Choi , seraya menyebutkan bahwa dia lahir di tahun ayam .


***
Raja Taejoo dalam lanjujan ritual hujan memohon pada Langit : “Aku telah lancing untuk datang mengajukan permohonan pada dewata Langit dan Bumi , juga para Leluhur. Aku sungguh tidak bernilai . Kesalahanku telah menimbulkan bencana berkepanjangan. Tetapi apakah rakyat sedemikian bersalah hingga layak menerima bencana ? Agar para dewata mendengar tangisan Negara ini . Aku dengan kesungguhan hati menawarkan suatu pengorbanan . Aku berharap para dewata mengijinkan aku untuk memilih seseorang yang bisa mewakiliku dengan baik dalam ritual ini.”

Astronom Choi menyerahkan guci berisi nama2 pangeran . Dan Raja Taejoo mengambil undi , menyebutkan Wang So yang terpilih memimpin ritual . Raja menegaskan bahwa ini adalah Kehendak Langit . Wang So terperanjat dan tidak ada pilihan lain selain menerima keputusan ayahnya.

Dan Wang So akhirnya memilih berdiri seorang diri mematung dihadapan kuil . Astronom Choi muncul menegur bahwa Wang So harus bergegas mempersiapkan acara ritual.  Wang So : “ Apa masuk akal jika aku yang terpilih ?” 

Choi menenangkan bahwa Langit yang telah memilih Wang So , dan tidak perlu khawatir lagi karenanya.

***
Acara ritual dilanjutkan , dan kini para pangeran hadir dengan pakaian serba putih . Sementara itu Wang So dari luar istana duduk di tandu didampingi Astronom Choi . Disepanjang jalan para rakyat turut memohon agar hujan turun .

Namun sikap rakyat berubah drastic menyadari Wang So , dengan reputasi buruk , berpenampilan menyeramkan , yang memimpin acara ritual . Rakyat menganggap figure Wang So tidak akan sanggup memimpin ritual . 

Begitu Wang So turun dari tandu dan mulai melangkah , rakyat mulai murka dan melempari Wang So . Maka Wang So melangkah dengan penuh tidak percaya diri , ditambah menerima lemparan berbagai benda dari rakyat yang marah . 

Wang So dengan hati hancur melanjutkan langkahnya menuju Istana dimana raja , ratu dan para pangeran menyaksikan kemarahan rakyat terhadap Wang Soo didepan istana.  Sungguh besar penghinaan yang harus diderita Wang So . Ratu memandang puteranya dengan tatapan menghina . Raja sendiri terpaksa harus menutup mata agar tidak melihat hal yang mengenaskan ini .

Haesoo yang berdiri diantara barisan court lady sangat mengkhawatirkan Wang So. 

Wang So menjatuhkan guci ritual dengan tubuh gemetar , langkah gontai dan meninggalkan acara. Baek Ah terlihat khawatir hendak menyusul sebelum dicegah Wook .  

***
Wang So kembali kediaman Astronom Choi , dengan gusar membanting jubah putihnya yang kotor karena timpukan rakyat.

***
Ratu Sinmyeongsunseong berunding dengan Yo membahas situasi Istana. Ratu menyarankan Yo mengambil kesempatan emas yang telah mereka nantikan selama ini . 



Menurut Ratu , ritual hujan ini merupakan waktu terbaik untuk merubah posisi Pangeran Mahkota.

Ratu menyarankan sekali lagi bahwa ini waktu yang tepat bagi Yo untuk mengambil alih kekuasaan di Goryeo.

***
Haesoo dengan khawatir terus mencari dimana Wang So berada. Akhirnya Haesoo menemukan Wang So sedang tertidur diatas perahu . Dalam usaha mendekati perahu , Haesoo malah terjatuh , dan Wang So tiba2 bangun menyelamatkan Haesoo dalam posisi sedemikian dekat hingga Haesoo risih .

Haesoo bangkit dan bertanya kenapa So bersembunyi disini padahal semua orang sedang khawatir . Wang So bersikap santai tidak mau diganggu oleh apapun. Haesoo membujuk So agar tidak mengambil hati atas insiden ritual sebelumnya.

Wang So bertanya : “ Apa kamu tahu alasan kamu terlahir didunia ini ? Berapa lama kamu harus hidup didunia seperti ini ? Pernahkah kamu mencoba mencari tahu ?”

Haesoo : “Aku telah mencoba namun tidak mendapatkan jawaban . Aku tidak terlahir seperti keinginan orang . Namun aku akan menentukan bagaimana cara aku hidup. Aku hanya tidak ingin sebuah kehidupan dimana aku dikendalikan oleh orang lain. Itulah yang aku putuskan . Memang tidak ada yang mudah dalam hidup ini , kamu mungkin belum sadar , bahwa setiap orang mengalami masa sulitnya. ”

Wang Yo : “ Kamu masih muda , jadi kamu pura2 tahu apapun tentang dunia ini. Dan itu sangat mengganggu .”

***
Malam hari , Haesoo masih belum bisa tidur karena pertanyaan berat Wang So tentang makna seseorang hadir didunia ini .  Haesoo mengeluh sulit tidur karena memikirkan hal ini .

Haesoo bertekad untuk menolong Wang So sekali lagi

***

Astronom Choi mengungkap kekhawatirannya pada So , bahwa Pangeran Mahkota belum juga kembali ke Istana . Wang So tidak antusias dan meminta Choi untuk bersabar. Choi menjelaskan bahwa rakyat tidak punya cukup kesabaran dalam bencana .

Choi bertekad mencari keberadaan Pangeran Mahkota , dan meminta Wang So untuk melakukan apapun untuk menenangkan rakyat.

Wang So menolak karena merasa sudah cukup melalui pengalaman pahit berjalan dihadapan rakyat.

Choi berpendapat , bahwa Wang So tidak punya masalah dalam skill membunuh , namun menjadi lemah karena masalah sepele . Menurut Choi , Wang So terus saja terganggu oleh  luka cacat di wajah , dan tidak akan menjadi sumber kekuatan bagi Pangeran Mahkota jika terus bersikap seperti itu , juga akan sulit mengatasi masalah Wang So dengan ibunya .

Wang So gusar menuding Choi telah sengaja membuatnya mendapat penghinaan dalam ritual hujan. So : “ Kamu pikir aku akan mengatasi hal itu jika kamu menempatkan aku dalam situasi terburuk ?”

Choi mendadak serius : “ Kamu tahu toh , kamu perlu rasa percaya diri . Dengan cara itu batu2 yang dilempar kepadamu akan berkurang jumlahnya.”

Wang So gusar : “Memangnya kamu pernah mengalami bagaimana dilempar batu , dan menyebutnya sebagai Kehendak Langit ? Kamu pikir aku kurang kecerdasan karena aku punya cacat di wajah ? Selagi saudara2ku diperlakukan seperti pangeran , aku diperlakukan seakan anak penjagal . Dan kini aku dipilih memimpin ritual , kecuali kamu memang butuh seorang budak untuk duduk di tandu hingga hujan datang ? Tidak mungkin aku bisa terpilih dari semuanya ”

Choi :” Jika hujan memang datang karena “budak” seperti argumenmu , maka budak itu akan menjadi seperti seorang raja.  Memangnya bagaimana Kehendak Langit ? Kamu harus berdiri tegak dihadapan semua orang . Dan demikian pula Pangeran Mahkota duduk di tahta . Aku tidak memaksamu melakukan hal ini . Aku mengerti bahwa kamu hanya sanggup sampai di tahap ini saja .“

Choi berlalu pergi mencari Pangeran Mahkota.
Wang So berpikir sebentar lalu mengeraskan tekad , mengambil jubah ritual serba putih . Pada saat itu Haesoo muncul mengklaim punya solusi untuk mengatasi masalah cacat wajah .

***

Haesoo mulai merawat wajah Wang So , membuka kedoknya perlahan dan tanpa ragu menatap wajah Wang So yang tabu selama ini untuk dilihat , bahkan menyentuh daerah cacat itu . Haesoo menyebut cacat wajah So tidak terlalu besar hingga harus membuat So tenggelam dalam kehidupan kelam seperti ini .  

Wang So bertanya apa Haesoo benar2 bisa dipercaya ? . Wang So dengan jujur mengakui dirinya masih meragukan Haesoo .  

Haesoo berucap : “ Jika anda mempercayaiku lebih dulu , aku tidak akan berubah duluan . Aku bisa menjanjikan hal itu.”
Wang So tersenyum : “Lakukan apapun yang kamu mau . Kini aku menjadi milikmu.”

Haesoo mulai merias wajah Wang So dengan seksama . Dengan jarak wajah sedemikian dekat , Wang So menjadi gugup . 


***
Dihalaman Istana , Raja Taejoo khawatir karena Pangeran Mahkota belum juga kembali ke Istana.  Astronom Choi menenangkan rajanya .

Sementara itu para pejabat tinggi , termasuk Jendral Park menerka bahwa Pangeran Mahkota mengalami kecelakaan dalam perjalanan , dan seharusnya pihak Istana mengirimkan pasukan bantuan.  Astronom Choi berkilah kalau bintang peruntungan Pangeran Mahkota belum jatuh , dan menegur agar para pejabat berhenti mengatakan hal yang bisa membawa sial. Salah satu pejabat merasa khawatir dengan kelangsungan ritual , menyarankan Pangeran 3 Yo untuk mengambil alih .

***
Pangeran 3 Yo bersiap untuk menaiki tandu . Dan astronom Choi berusaha mencegahnya. Wang Yo mengatakan apapun yang Choi lakukan , toh Pangeran Mahkota belum kembali , dan melewatkan kesempatan ritual ini . 





Pangeran Yo kembali bersiap menaiki tandu . Muncul Wang So mencengkram tangan Yo , dan menegaskan kalau dia dan Pangeran Mahkota yang punya hak menaiki tandu ini .

Wang Yo gusar dan menampar wajah adik kandungnya ini , hingga topeng kedok So terjatuh . Alhasil Wang Yo terperanjat melihat wajah mulus adiknya ini . Wang Yo tidak berkutik ketika So menaiki tandu dengan dukungan Choi yang mengatakan hal ini sudah Kehendak Langit. 

Wang So kembali menjalani ritual serupa dengan sebelumnya , turun dari tandu dan berjalan ditengah barisan rakyat menuju Istana. Kali ini rakyat terperanjat melihat wajah Wang So yang berubah mulus tanpa cacat . Mereka menganggap hal ini pertanda Langit , seakan legitimasi yang kuat bagi seorang pangeran yang terpilih . Rakyat kali ini percaya Wang So bisa mewujudkan keinginan mereka. Perubahan 180 derajat terjadi ketika rakyat ikut bersujud memberikan dukungan bagi Wang So .

Wang So secara perlahan tetapi pasti melangkah dalam ritual ini memasuki Istana . Raja , Ratu dan para pangeran sedang berharap2 cemas.

Wook memperhatikan Haesoo datang terlambat memasuki barisan court lady .

Pada saat Wang So menampakkan diri , semua terperanjat melihat dukungan rakyat yang menggebu2 , dan terlebih wajah So kali ini mulus tanpa cacat.

Wook memandang Haesoo dari kejauhan , seakan tahu bahwa Haesoo yang telah membantu Wang Yo .

Tidak bisa dilukiskan wajah Ratu melihat perubahan wujud anak yang sangat dibencinya. Ratu jelas khawatir dengan perubahan situasi yang sangat tidak menguntungkan Wang Yo ini. 

Wang So terus melangkah dengan penuh percaya diri menuju altar , menyerahkan guci ritual pada Choi dan berbalik memandang Haesoo dan tersenyum .

Haesoo membalas senyuman , namun mendadak mendapat penglihatan yang mengerikan .  Bahwa Wang So akan menjadi Raja Gwangso yang punya reputasi berdarah . Haesoo dilanda kecemasan akan masa depan Goryeo . 

Pertanda Langit seakan muncul dengan turunnya hujan . Setiap orang menyikapi hal ini secara berbeda .

Hampir semua senang , terutama Astronom Choi tentu yang paling senang karena rencananya berjalan dengan baik .

Kubu Wang Yo bersama ibu Ratu jelas kecewa.

Haesoo yang merasa khawatir akan visi masa depan Raja 4 Goryeo Gwang Jo . 

Dan memang tatapan Wang So kali ini sangat berbeda dari sebelumnya , selain lebih percaya diri , wajahnya semakin keras seakan menandakan ambisi terpendam dalam dirinya.

***

0 comments:

Post a Comment