Wednesday, September 7, 2016

Sinopsis: Moon Lovers - Scarlet Heart Ryeo: Episode 05 - Part 1

Standard

Para pangeran berdiri dengan pakaian resmi , sambil menyaksikan ayahanda raja dan para ratu memberi hormat kepada altar raja2 pendahulu. Semua pangeran tampak bersikap serius kecuali Eun yang berdiri terkantuk-kantuk.


Kali ini So berpakaian mewah , sebagaimana seorang pangeran , dan kini resmi sebagai bagian dari  kerajaan , bukan lagi bagian dari Keluarga Kang di Shinju.
Usai acara , Raja menatap penuh makna kepada So diantara barisan pangeran . Sementara Ratu Yoo menatap So dengan raut wajah tidak senang.
***
Diluar dugaan , Pangeran 4 So justru memilih tinggal di kediaman Astronom Choi , bukan di istana dengan segala fasilitas mewahnya.

Keruan saja Choi memprotes karena privasinya dilanggar.
So bersikap santai tak peduli , mengatakan bahwa bagaimanapun tempat ini menjadi bagian dari kerajaan, milik raja  , kenapa pula Choi berani mengklaim pemilik tunggal tempat ini .
Choi tetap bersikeras merasa  So seorang Pangeran tidak bisa menerobos kediaman orang seenaknya
So menatap langit berhiaskan bulan yang memang lebih nyaman dilihat dari tempat Choi.
***



Lady Hae membawakan bahan2 untuk membuat sabun . Haesoo kemudian memeriksa bahan2 herbal dengan antusias .

[Rekap dalam bentuk teks terpotong dan tersaji ulang dalam bentuk JPEG dibawah ini ]  
--------------------------------------------------------------------------------------------------------



[Rekap dalam bentuk teks terpotong dan tersaji ulang dalam bentuk JPEG diatas ini ]  
--------------------------------------------------------------------------------------------------------

Lady Hae mengungkap keinginan agar Haesoo terus berada disisi mereka untuk waktu yang sangat lama , keinginan untuk melihat Haesoo terus tertawa bahagia  . Wook tentu saja menyetujui pandangan ini dengan maksud yang lain .
Wook tersadar sang istri sedang memandanginya , sehingga Wook salah tingkah sendiri. Dan Lady Hae seakan bisa membaca pikiran suaminya .
***
Lady Hae memerintahkan Haesoo untuk menemuinya di perpustakaan . Namun ternyata hanya akal2an Lady Hae .

Haesoo malah menemukan Wook sedang diruang perpustakaan seorang diri. Wook menjelaskan istrinya sedang sakit batuk parah sehingga kembali ke kamar tidur, dan telah berpesan agar Wook mewakili untuk menuliskan sesuatu .
Haesoo yang risih berduaan dengan Wook , perlahan melangkah ke pintu untuk pergi diam2. Wook mengingatkan kalau tinta yang di minta istrinya ada dimeja. Haesoo terpaksa menghampiri meja dan mempersiapkan tinta agar Wook mulai bisa menulis .
Wook mulai menuliskan kaligrafi beraksara hanzi Tiongkok (selama ribuan tahun Korea menggunakan aksara hanzi Tiongkok) . Wook berhenti sejenak ketika menyadari Haesoo sedang melotot kearah kaligrafi yang sedang ditulis. Wook tersenyum dan menjelaskan kalau dia sedang menulis puisi karya pujangga Tiongkok , Tao Yuanming yang berjudul "Pulanglah Kerumah."
Wook bercerita ketika istrinya mengirim sebuah surat , biasanya disertai dengan sebuah puisi pula. Wook tiba2 bertanya apa Haesoo lebih menyukai puisi apa lagu ?. Haesoo menjawab tentu saja lebih menyukai lagu.
Haesoo tersenyum : "Hal ini tidak terduga sama sekali bahwa wanita dari kelas bangsawan sepertimu menyukai lagu yang lebih marak di kalangan rakyat jelata."
Haesoo menyadari kesalahannya , karena yang dimaksud awalnya secara naluri adalah musik2 abad 21 , sedangkan yang dimaksud Wook adalah musik era Goryeo. Buru2 Haesoo meralat kalau dia juga suka puisi. Wook berpikir sejenak kemudian menulis lembaran kertas kosong dengan puisi untuk diberikan pada Haesoo . Haesoo terperanjat ketika Wook meminta Haesoo membacanya dengan seksama.
*** 
Diluar ruangan , Haesoo mencoba membaca puisi namun tidak berhasil karena huruf hanzi (hanja , di abad 21 Haesoo terbiasa dengan hangul) . Haesoo dengan malu2 kucing berdusta pada Chaeryung bahwa amnesia membuatnya melupakan huruf . Haesoo berjanji akan belajar lagi , namun sekarang perlu bantuan Chaeryung untuk membacanya.
Dan tentu saja Chaeryung seorang pelayan juga tidak bisa membaca karya sastra seperti itu.
***

Keesokan harinya , Haesoo masih berusaha keras membaca puisi itu dengan menerka huruf hanzi satu persatu namun tentu saja menjadi rangkaian tanpa makna. Seperti diakui Haesoo dalam hatinya , bahwa dia sanggup membaca satu persatu huruf hanzi , namun seperti menghadapi bahasa alien ketika dirangkai menjadi puisi.
Haesoo mengeluh karena menyadari dirinya buta huruf di era Goryeo , dan makin merasa sulit hidup dijaman ini.
Walau demikian Haesoo mengakui kalau kaligrafi Wook sangat indah setampan wajah Wook sendiri. Baek Ah memergoki Haesoo , dan langsung menerka Haesoo buta huruf. Hahaha.
Baek Ah merebut kertas itu untuk membacakan puisi untuk Haesoo .
"....Hijau , oh hijaunya pohon willow itu. Tenang , setenang aliran . Dengar , dan aku mendengarkan sang sungai ..."
Baek Ah berhenti sejenak karena tak percaya bisa ada yang menuliskan puisi seperti itu untuk Haesoo.
Namun Lady Hae muncul untuk melanjutkan puisi :
" .......Di Timur , matahari terbit . Di Barat , gerimis terus menerus. Walaupun mereka berkata bahwa sang mentari begitu hampa. Bagiku , sang mentari sedang bersinar........."
Lady Hae berkomentar puisi itu sangat indah. Pangeran 13 Baek Ah yang piawai sastra mengetahui bahwa itu karya puisi Liu Yuxi yang berjudul "Lagu dari Ranting Bambu".
Baek Ah masih penasaran dan bertanya apa Haesoo tahu makna dari puisi itu. Haesoo dengan gaya meyakinkan mencoba menerka bahwa frasa " hijau , oh hijaunya pohon willow " bermakna tentang panorama alam yang indah .
Baek Ah memancing kalau puisi seperti ini tidak akan ditulis oleh seorang yang buta huruf.  Dan Haesoo terkena pancingan , mengira makna puisi sedangkal pemahamannya (tentang keindahan alam) , maka tak ragu Haesoo menyebut nama Pangeran 8 Wook yang telah memberikan puisi itu.
Baek Ah terperanjat menatap Lady Hae yang mencoba memaksakan diri untuk tersenyum. Baek Ah mengkonfirmasi kembali apa Haesoo buta huruf. Haesoo menegaskan sekali kalau dia buta huruf.
Lady Hae dengan tenang meminta Haesoo membalas kebaikan telah diberi puisi yang indah , dan mengingatkan Haesoo untuk bersiap menemui para ratu di Istana.
Haesoo kegirangan mendengar hal itu dan lekas berlalu untuk mempersiapkan diri.
Tinggallah berdua , dan Baek Ah menggerutu kalau abangnya , Wook , sudah tidak waras. Lady Hae berlagak bodoh , dengan ikut2an mengira itu puisi tentang keindahan alam. Namun Baek Ah yang menerima pendidikan tinggi sebagai seorang pangeran , yang juga menyukai seni , tahu bahwa itu adalah puisi cinta, lebih tepatnya puisi pengakuan cinta .

Dari gesture Lady Hae yang terdiam , Baek Ah paham kalau Lady Hae pun sudah tahu perasaan suami terhadap Haesoo. Lady Hae tetap tenang walaupun dengan wajah sedih , mengalihkan topik , dengan menagih lukisan dirinya yang sedang dibuat oleh Baek Ah , sebaiknya lukisan itu selesai hari ini .
Mata Baek Ah berkaca-kaca sedih.
***
Malam itu dikamar , Haesoo masih mencoba untuk memahami puisi dikertas itu . Hingga akhirnya menyadarkan diri untuk tidak berpikir hal-hal aneh lagi .
***

Haesoo tampak antusias diantar Lady Hae dan Wook yang berjalan sendirian didepan. Bagi Haesoo , istana dalam merupakan pengalaman baru seakan2 sedang tamasya .
Wook tersenyum melihat tingkah Haesoo yang polos.
***
Ratu  Sinmyeongsunseong menuangkan teh untuk menjamu Ratu Sinjeong. Ratu mengakui cukup terkejut dengan kunjungan sesama ratu .

Sinjeong menjelaskan kalau putranya , Pangeran 8 Wook hendak mampir berkunjung bersama istri dan sepupu istrinya. Sinjeong mengakui kalau menantunya sedang sakit2an dan berharap bisa mendapatkan pengobatan dari Ratu Oh.
Ratu  Sinmyeongsunseong  terheran kenapa begitu banyak orang mempercayai kemampuan Ratu Oh. Sinjeong tersenyum dan berganti topik menanyakan kabar Pangeran 14 Jung, yang kabarnya mendapatkan guru pribadi . Ratu  Sinmyeongsunseong  mengakui anak bungsunya itu perlu belajar dari guru tua  yang sangat berpengalaman . Saat ditanya mengenai Wook , Sinjeong menjawab anak sulungnya itu autodidak dan senang membaca , dan jika sudah mentok barulah bertanya pada seorang guru.
Perbincangan khas2 ibu2 rumah tangga ala ratu ini berhenti karena Wook dkk sudah datang. Haesoo memanfaatkan setiap waktu untuk melihat setiap detail istana yang mengagumkan. Wook dan istri memberi salam hormat pada Ratu  Sinmyeongsunseong  .
Ratu Sinjeong menyapa Haesoo yang baru dilihatnya setelah sekian lama , tersenyum memuji Haesoo sangat cantik. Haesoo dengan sikap manis menyapa Ratu Sinjeong (Ratu Hwangbo).
Pada mulanya Ratu  Sinmyeongsunseong  tampak tidak antusias saat diperkenalkan Haesoo , namun tersadar bahwa gadis ini yang sering dibicarakan Jung , terkait kasus memukul Pangeran 10 Eun.

Topik beralih ke hadiah sabun  buatan Haesoo . Ratu Shinjeong aka Hwangbo sangat menyukai hadiah yang dikatakannya sangat langkah dan indah.  Haesoo girang dan menjelaskan kalau sabun itu jika dipakai saat mandi akan membuat kulit semakin lembut.
Terlihat Haesoo memaksakan diri bertutur kata penuh etiket sehingga bibirnya menjadi kaku keseleo . Wook sibuk menahan tawa melihat tingkah lucu Haesoo. Ratu Shinjeong tersenyum dan berjanji akan menggunakan hadiah itu nanti.
Giliran Lady Hae mewakili Haesoo memberikan hadiah pada Ratu  Sinmyeongsunseong  . Ratu yang satu ini sikap angkuhnya sudah mendarah daging dan menerima hadiah dengan sikap tidak antusias , dan balik menyindir Lady Hae sebagai wanita mandul yang belum bisa memberikan anak untuk suaminya. Wook membela istrinya , mengatakan kalau anak sebagai anugrah besar yang tidak hadir dengan mudah.

Raja Taejoo mendadak datang membuat Haesoo terpukau karena melihat raja pendiri Goryeo dengan mata kepala sendiri , bukan dari aktor yang memerankan di sinetron TV abad 21.  Mata Haesoo membelalak penuh takjub hingga bertingkah aneh .
Namun Raja Taejoo segera menerka kalau Haesoo adalah gadis yang memukuli Pangeran Eun , dan mulai mempermasalahkannya. Wook berusaha membela kalau perkelahian itu hanya ibarat permainan diantara para remaja. Putra Mahkota pun bersimpati dan mengatakan tidak mungkin Haesoo yang imut dan cantik bisa terlibat dalam perkelahian.
Secara naluri , Haesoo bereaksi dengan membungkuk dihadapan raja dan meminta pengampunan. Dan tiba2 terbersit filosofi dalam pikirannya , bahwa seorang Tirani suka dengan sikap ketakutan , sementara seorang Raja bijaksana lebih menghargai nilai.
Raja bertanya apa Haesoo takut padanya ? . Haesoo bangkit menjawab bahwa dia tidak takut pada raja , melainkan mengakui rajanya itu baik dan bijaksana .
Raja Taejoo tampak puas untuk sementara , namun mendesak untuk diberi penjelasan , terkecuali Haesoo hanya sekedar memberi sanjungan kosong. Haesoo terpaksa berpikir keras sampai mengandalkan pengetahuan sejarah yang minim untuk menjawab sekenanya .
Haesoo mengungkap kehebatan Raja yang berhasil mempersatukan Korea , dari masa  Tiga Kerajaan (Balhae , Silla dan Goguryeo) , dan tidak melakukan persekusi diskriminasi terhadap daerah yang dikuasainya.
Raja Taejoo tertawa terbahak puas mendengar jawaban Haesoo yang jitu. Haesoo menarik nafas lega seraya bersyukur dan berterimakasih dalam hati terhadap guru sejarah SMP di abad 21. Raja Taejoo bahkan menghadiahkan karpet Persia yang bernilai sangat tinggi untuk Haesoo .
Wook mengingatkan dengan berbisik bahwa Haesoo harus mengucapkan terimakasih pada Raja. Lantas Haesoo menjatuhkan diri untuk berterimakasih seakan tampil dalam drama.
Ratu  Sinmyeongsunseong  tidak menduga bakal seperti ini , dan terlihat tidak senang .
***
Akibat ketegangan tadi , Haesoo bergegas mencari toilet karena perutnya sakit. Haesoo tanpa sengaja berpapasan dengan So . Haesoo tampak takjub dengan busana pangeran yang indah dalam diri So .
Haesoo menilai bahwa siapapun kini pasti tidak salah mengira jika So itu seorang pangeran. So berkilah telah jadi pangeran sejak lahir. So bertanya kenapa Haesoo berada di istana ? Apa hendak mematai2 orang mandi lagi ?
Haesoo menjelaskan sedang mempersembahkan hadiah untuk para ratu . Haesoo bertanya apa So baik2 saja di istana? . So membenarkan , seperti yang pernah Haesoo katakan , istana adalah tempat dimana ibu dan saudara2 So berada .  Haesoo merasa istana begitu luas , dan bertanya apa So bisa bertemu ayah dan ibunya setiap hari?
Pertanyaan ini jelas mengenai perasaan So . Dan pada saat itu Haesoo mendadak bersembunyi karena melihat  Ratu  Sinmyeongsunseong yang angker datang melintas.
Ratu  Sinmyeongsunseong  menyindir anak kandungnya yang sangat dibenciya : " Kamu memang tinggal di istana seperti yang kau inginkan , tetapi apa kamu berpikir bisa mendapatkan semua yang kamu inginkan? Aku mengirimmu untuk diadopsi Keluarga Kang sebagai wujud niat baik terhadap keluarga itu . Toh kamu tidak bisa bertahan disana. Kamu itu  benar2 tidak berguna. Kamu terlahir di tahun yang sama dengan Wook , tetapi kepandaianmu tidak bisa mendekati level Wook sekalipun ,terkecuali kepandaianmu dalam membunuh. Kamu tidak mengetahui banyak hal , jadi bagaimana kamu bisa bertahan di istana ?
So bersikap tenang dan berterimakasih atas "kepedulian" ibunya. So berjanji tidak akan menjadi beban bagi ibunya , dan akan mengerahkan segala kekuatan untuk memastikan.
***
Haesoo sendiri sudah berjalan menjauh sambil berpikir apa betul itu ibu kandung So ?. Haesoo mengeluh bahwa insiden So bertemu ibunya merupakan hal yang buruk untuk disaksikan.
***
Ratu Shinjeong menegur mantu tersayangnya yang tidak mempedulikan kesehatan sehingga batuk2nya semakin parah pula. Ratu semakin tegang saat melihat mantunya batuk darah , dan panik memanggil para pelayannya untuk mencari tabib.
Lady Hae buru2 berlutut dihadapan mertuanya dan berkata :" Ibu pernah mengatakan saat hari pernikahanku , bahwa aku adalah sumber kekuatan terbesar bagi Pangeran Wook. Ibu juga pernah berjanji untuk mengabulkan sebuah permintaan dariku."
Ratu terenyuh dan menanyakan apa permintaan Lady Hae ? . Lady Hae meminta Ratu menjadikan Haesoo sebagai istri Wook. Lady Hae dan Ratu sama2 tahu usia Hae tinggal sesaat lagi.
***
Haesoo berjalan bersama Wook didalam istana hingga berpapasan dengan Choi. Haesoo langsung mengenali wajah Choi yang persis sama dengan Si Gembel Abad 21 . (Episode 1) . Haesoo menghampiri Choi , mendesaknya agar mengaku mengenalnya .
Choi mati2an menegaskan tidak mengenali gadis muda ini . Choi bahkan meniru gerakan Haesoo yang sedang gemas dengan tubuh bergetar. Namun wajah Choi berubah ketika Haesoo berusaha mengingatkan bahwa dia adalah gadis yang berasal dari 1000 tahun di masa depan.
Choi menasehati Haesoo untuk berhati2 saat berbicara , terutama perihal istana dan tahta.  Choi menambahkan : " Jika kamu terpaksa harus berakhir dengan hidup disini , kamu harus mematuhi norma aturan yang berlaku disini juga. Hidupmu tidak bisa berubah hanya karena sekedar kamu menginginkannya."

Ucapan Astronom Choi persis sama dengan Si Gembel Abad 21 sebelum Haesoo terlempar ke masa Goryeo .  Astronom Choi mengedipkan mata sebelum berlalu .


0 comments:

Post a Comment