Tuesday, September 20, 2016

Sinopsis: Moon Lovers - Scarlet Heart Ryeo: Episode 08 - Part 1

Standard


Pangeran So menuntut Haesoo memperhatikan wajahnya yang cacat dengan seksama. So mengatakan betapa bencinya melihat cara Haesoo memandangnya , dan menambahkan bahwa dia tidak ingin melihat ekspresi cara menatap Haesoo seperti itu lagi .


Haesoo bingung bertanya apa maksudnya karena merasa tidak pernah menatap dengan cara berbeda  . So menegaskan bahwa dia tidak membutuhkan tatapan belas kasihan . Perlahan So melepaskan cengkraman , dan memperingatkan : “Enyahlah dariku , lain kali aku tidak tahu apa yang akan lakukan terhadapmu.” 

Wang So berlalu , dan Haesoo bersandar dalam bingungnya.

***

Baek Ah menemui abangnya , So , yang sedang menyendiri menatap bulan ditempat kediaman Astronom Choi . Baek Ah  meminta maaf karena tidak berusaha mencegah insiden yang membuat So terpaksa harus melepas kedoknya .  Baek Ah juga meminta maaf mewakili Pangeran 10 Eun .

Wang So mengungkit bahwa Baek Ah pun menutup mata saat insiden itu terjadi . Baek Ah mengkhawatirkan So akan kecewa jika dia membuka mata. 

Wang So menghela nafas bahwa pikiran manusia memang punya kompleksitas , disatu sisi  dia bisa murka terhadap orang yang melihat wajahnya , juga yang tidak melihat sekalipun .  Wangso meminta Baek Ah untuk menatap langsung tak peduli apa yang terjadi .

Baek Ah menjelaskan bahwa Haesoo pun terperdaya oleh tipu daya Pangeran 3 Yo . Wang So enggan mendengarkan penjelasan lebih jauh lagi .

EPISODE 8 RECAP
Sinopsis: Moon Lovers - Scarlet Heart Ryeo: Episode 08 - Part 1


***
Haesoo mendampingi Lady Oh untuk memeriksa kondiri Raja Taejoo termasuk merias wajah sang raja .  Raja menanyakan kabar Haesoo yang kini di Damiwon , dan berasumsi bahwa Haesoo masih saja bersama2 anak2 pangerannya.

Haesoo mengakui tidak bisa sering bertemu dengan para pangeran dibanding sebelumnya.  Raja menganggap Haesoo cerdas dan tahu posisi .

Haesoo meninggalkan ruangan ketika Lady Oh mulai mempersiapkan rambut sang raja.  Tak lama Ratu Yoo muncul melakukan interupsi , mengambil alih tugas merawat rambut raja , namun terkejut melihat sisir sederhana yang digunakan Lady Oh sebelumnya.

Raja mengatakan bahwa dia harus tampil sederhana karena situasi Negara sedang dilanda bencana kekeringan.
Raja mengajak Ratu pergi dengan sikap dingin . Dan Ratu menatap tajam Lady Oh sebelum berlalu .

***
Ratu Shinjeong memimpin acara perjamuan minum tea bersama segenap pangeran . Haesoo sendiri bertugas mempersiapkan tea .  Haesoo berhasil mempersembahkan tea yang berbeda untuk setiap tea favorit pangeran . Terkecuali So yang menolak mentah2 suguhan tea dengan dalih bukan waktu yang tepat mengingat suasana Negara sedang dilanda bencana .  Ratu pun membenarkan ucapan So , bahwa istana harus menunjukkan sikap sederhana .

Haesoo mengajak Baek Ah berbincang diluar , berusaha memastikan apa Baek Ah sudah memberikan informasi kegemaran setiap pangeran dengan tepat? . Baek Ah memberikan konfirmasi , bahkan agar tidak terlihat terang2an , juga memberikan informasi seluruh tea kegemaran pangeran. \
Haesoo menggerutu karena So telah menolak mentah2 , padahal untuk mempersiapkan tea bagi seorang buta huruf bukan hal yang mudah . Haesoo mengeluh bahwa So sudah bersikap normal terhadap saudara2nya , hanya kepada Haesoo saja yang berbeda. Baek-Ah mengkonfirmasi bahwa So juga sudah memaafkan Eun. 

Sebelum berlalu , Baek Ah dengan nakalnya memamerkan kedekatannya dengan Haesoo , hanya untuk memancing sentiment dari para lady di istana Damiwon . Alhasil setelah Baek Ah berlalu , para kolega langsung mengerjai Haesoo . Dan Lady Oh muncul menginterupsi .

Diruangan pribadi Lady Oh . Seperti biasa Lady Oh memberikan hukuman agar Haesoo berlutut sambil kedua tangan keatas menanggung beban berat berbagai buku klasik pengobatan Tiongkok . Menurut Lady Oh , semua kesalahan Haesoo adalah tidak menjaga jarak dengan para pangeran . 

Haesoo memprotes bahwa selama ini tidak pernah merayu ataupun menggoda para pangeran . Dan lagipula sudah kenal dengan mereka sebelum memasuki Istana Damiwon .

Lady Oh berargumen bahwa Haesoo bisa dengan mudah memutuskan hubungan dengan raja dengan melukai diri , dan semestinya lebih mudah lagi untuk memutuskan kedekatan dengan para pangeran . Lady Oh khawatir istananya akan kacau jika Haesoo tetap dekat dengan para pangeran.

Haesoo menurut , dan bertanya kenapa selama ini Lady Oh hanya makan bubur . Lady Oh berkilah jika makan masakan yang aneka rasa , akan menyulitkan untuk melihat berbagai rasa tea .

***
Putri sang Jendral Besar , Soondeok terus membuntuti Eun kemanapun . Walaupun tergagap , ada akhirnya dia berhasil membujuk kejenuhan Eun dengan menyiapkan perangkap kecil untuk seekor burung. 

Eun hendak berlalu ketika tidak seekor burung pun tiba . Namun akhirnya seekor burung kecil mendekat , Soondeok menangkan Eun yang tidak sabaran , dan berhasil menangkap burung itu pada waktu yang tepat.

Eun sangat antusias berhasil menangkap dan menerka2 apakah burung itu akan disantap . Namun Eun berubah jadi murka ketika Soondeok malah mematahkan leher burung yang malang itu . Bagi Eun hal itu terlalu keji untuk disaksikan , terlebih Soondeok memasang wajah polos dan bertanya berapa ekor burung lagi yang mau ditangkap ?

Eun memperingatkan agar Soondek jangan mendekat , dan berlalu dengan tergopoh2. 


Jendral Park ternyata menyaksikan dan hanya bisa ck ck ck ck . Ketika burung itu mulai dibakar , Jendral mengeluh bagaimana bisa Eun sebagai seorang pria tidak bisa menangkap seekor burungpun . Soondeok dengan tatapan kosong menjawab dia yang akan menangkap bagi Eun.
Jendral dengan jengkel bertanya bagaimana pria seperti Eun yang lemah itu bisa melindungi anak dan istri jika kelak menikah .


Haesoo segera menemui Wook di tempat yang dijanjikan . Dan mereka berdua mulai berbincang dalam suasana temaram yang hanya diterangi lilin . Wook paham bahwa Haesoo bisa meninggalkan istana dengan mudah melalui terowongan ini .

Haesoo mengaku sangat merindukan Chaeryung , ingin mengunjungi kuburan Lady Hae dan ingin berjalan2 ke pasar. Haesoo mengulangi ucapan Wang So , bahwa sulit untuk bersembunyi di Goryeo dari kekuasaan raja. Haesoo menenangkan bahwa dia cukup betah di Damiwon , dan ingin meninggalkan istana secara resmi dengan cara berkerja sebaik2nya di istana Damiwon.  Haesoo bertanya apa Wook tidak akan melupakan dirinya jika saatnya tiba ? 

Wook mengalihkan topic tentang acara ritual mengundang hujan yang akan digelar . Dan secara tradisi , jika hujan turun setelah ritual , raja akan mengabulkan permintaan untuk merayakan , termasuk pengampunan criminal , atau mengijinkan pernikahan yang melibatkan keluarga istana , termasuk mengijinkan court lady meninggalkan tugasnya. Wook berjanji akan meminta Haesoo diperbolehkan meninggalkan istana.

Haesoo tersenyum karena artinya bisa kembali kerumah Wook . Dan Wook juga menambahkan akan menemukan semua bahan herbal di ibukota , demi Haesoo . Haesoo Haesoo bercanda bahwa Yeonhwa pasti tidak akan suka kediaman mereka penuh dengan hal2 seperti itu . Haesoo menyandarkan diri ke bahu Wook , dan mereka berdua terlihat bahagia.

***

Haesoo diam2 memantau kondisi kesehatan Pangeran Mahkota , dihadapan Astronom Choi . Haesoo mengingatkan pangeran agar jangan menggunakan air dingin saat merawat sakit kulitnya.

Pangeran Mahkota menenangkan bahwa dia akan menjalani perjalanan dinas meninggalkan istana untuk mengatasi pemberontakan akibat bencana kekeringan . Jadi tidak ada waktu untuk membasuh diri .

Astronom Choi mengingatkan Haesoo agar menjaga rahasia sakit yang diderita Pangeran Mahkota.  Pangeran Mahkota memberitahu bahwa ada hadiah bagi Haesoo yang ditinggalkan di Damiwon .

Wangso muncul untuk memberitahu Pangeran Mahkota bahwa persiapan sudah selesai dan bersiap berangkat. Tinggalah Wangso berdiri terdiam , dan Haesoo berlalu dengan acuh tak acuh .

***
Dalam perjalanan kembali , Haesoo disergap para lady dan dipaksa menghadap Ratu dan Pangeran Yo . Haesoo dicurigai karena bersama Pangeran Mahkota , dan ada barang bukti berbagai barang berharga yang terlarang untuk berada diluar istana Damiwon . 

Haesoo berkilah hanya melepaskan kepergian Pangeran Mahkota. Ratu mendekat dan bertanya apakah Pangeran Mahkota sakit . Haesoo mulai ketakutan dan berdusta tidak tahu apa2.

Ratu kehilangan kesabaran dan menjambak rambut Haesoo . Wang So diam2 mengamati tetapi tidak bisa berbuat apa2 , sampai Lady Oh muncul untuk menyelamatkan Haesoo .
Lady Oh menjelaskan kalau Haesoo baru kembali dari istana Cheondeokjeon dibawah perintah Lady Oh , untuk menangani masalah cidera lutut baginda saat menjalani ritual hujan. Lady Oh menambahkan bahwa sebenarnya informasi terkait aktivitas yang melibatkan Istana Damiwon miliknya adalah rahasia . Lady Oh mengklaim memberikan informasi rahasia ini agar Ratu tidak salah paham lebih jauh lagi .

Ratu bertanya kenapa Lady Oh mengutus Haesoo . Lady Oh berargumen jika dia sendiri yang harus terjun akan menimbulkan kesalahpahaman yang lebih besar lagi . Lady Oh : “Jadi aku tanya anda lebih suka aku yang mendatangi baginda ? Dan tidak akan menimbulkan kesalahpahaman ?”

Ratu tidak bisa berkata apa2 selain memasang wajah angkuh sebelum berlalu .
Lady Oh menegaskan hak dan daerah kekuasaan di Istana Damiwon , yang tidak bisa dilanggar Ratu sekalipun . Ratu pun tidak bisa menanggapi selain meninggalkan Damiwon.

**
Haesoo mengucapkan terimakasih saat berjalan di koridor , dan malah mendapat tamparan dari Lady Oh . Lady Oh : “Aku sudah bilang agar kau menjauh dari Pangeran Mahkota !! Sungguh tidak ada batas dari arogansimu !! Aku menyesal telah menampungmu disini . ”

 Haesoo memprotes sedih : “ Kenapa ? Apa yang aku lakukan itu kesalahan besar ? Anda membuat obat herbal . Apa bedanya jika akupun membuat obat herbal untuk Pangeran Mahkota ? Aku tahu bagaimana cara menolongnya , dan kenapa anda terus mengatakan padaku untuk mengacuhkannya ? Anda terus saja mengkuliahi dan menghukumku lebih daripada court lady yang lain . Aku tidak bisa memahami , betapapun aku memikirkannya . “

Lady Oh : “ Kamu belum paham tentang istana !” . Haesoo : “ Kalau begitu kenapa anda tidak mengajariku ? Aku merasa ini tidak adil . Aku selalu berusaha keras dan kenapa anda begitu membenciku ?”

Lady Oh mulai merasakan sakit perutnya bertambah dan berkata dengan emosi : “ Kamu mengingatkan aku pada diriku sendiri , yang mempercayai orang , baik kepada orang lain , dan seorang gadis sepertimu tidak seharusnya berada di istana , karena akan mati dengan mudah .”

Pada saat itu pula Lady Oh ambruk pingsan karena sakit perutnya.

***
Lady Oh siuman dan Haesoo masuk ruangan membawakan bubur. Menurut Haesoo , dari analisa para tabib Istana , Lady Oh menderita sakit perut yang parah sehingga tak sadarkan diri.

Haesoo tersenyum menenangkan , bahwa rahasia Lady Oh yang hanya makan bubur sehingga lemah ini akan dia jaga rapat2. 

Haesoo menyuguhkan bubur kacang buatannya . Lady Oh meminta Haesoo meninggalkan ruangan . Haesoo bersikeras hendak menyaksikan Lady Oh menghabiskannya .

Haesoo tersenyum menambahkan : “ Percuma anda memerintahkan aku seperti itu . Aku tahu kenapa anda memperlakukan aku seperti itu karena khawatir aku membuat kesalahan dan mati . Toh anda juga lihat bahwa aku sanggup melukai tanganku sendiri. Anda bilang aku seperti anda , Lady Oh . Aku akan hati2 seperti anda sehingga bisa hidup dengan baik disini . Namun anda juga harus belajar bagaimana bergantung pada orang lain ketika sakit seperti ini .”

Haesoo mulai menyuapi , dan Lady Oh akhirnya bersedia , mulai bercanda , bubur macam apa ini .

***
Dalam suasana siang terik , Raja Taejoo yang terlihat tidak bugar  melaksanakan acara ritual meminta hujan , dan berlutut memohon pada Langit dan Leluhur agar mencurahkan hujan.

Astronom Choi menyarankan Raja untuk memilih salah satu pangeran untuk mengambil alih acara ritual ini .

Bersambung ke Part 2

0 comments:

Post a Comment