Wednesday, August 31, 2016

Sinopsis: Moon Lovers - Scarlet Heart Ryeo: Episode 02 - Part 2

Standard
Astronom Choi mencegat So dan menyarankan untuk mandi sebagai persiapan menjelang ritual . Choi memerintahkan para pelayan untuk mendampingi So menuju tempat pemandian .
So berlalu .


Dan terlihat Eun , Baek Ah dan Won masih menguping , sambil bergosip mempertanyakan kenapa wajah So bisa rusak .
***

Malam itu Soo mencoba kembali ke tempat pemandian para pangeran untuk mencari jejak dari masa depan. Sambil berjalan memegang lampion Haesoo berpikir keras bahwa melihat orang yang sama (si gembel abad 21 dan astronom Choi) pasti bisa menjadi awal dari semuanya. Haesoo merasa sulit bertahan di masa Goryeo dan bertekad untuk mencari jalan keluar.
Sementara itu di tempat pemandian , So bersiap mandi air panas seorang diri setelah sebelumnya memastikan dengan celingak celinguk kanan kiri , memastikan bahwa tidak ada seorangpun yang bisa melihat wajahnya yang akan dibuka .

Saat So mulai merendam , kembali Haesoo muncul tanpa terduga dari bawah kolam . Mereka saling terperanjat.
So lekas menutup sebelah wajahnya dengan tangan namun kembali melepas tangan diwajahnya karena tersadar toh Haesoo sudah melihat wajahnya. So mencengkram leher Haesoo untuk memastikan apa Haesoo telah melihat wajahnya atau tidak.
Haesoo merengek minta dibiarkan hidup. So mengancam untuk melupakan apa yang dilihat Haesoo tadi atau....wajah Haesoo akan dibuat cacat juga.
So berlalu dan membiarkan Haesoo di kolam.
Haesoo menarik nafas lega dan menyadari ada barang So yang ketinggalan (hadiah jepit rambut yang tadinya dipersiapkan So untuk diberikan pada Ibunda.)
***

Haesoo kembali kerumah , menyadari segenap keluarga Pangeran 8 Wook , termasuk Lady Hae sedang menunggu diluar dengan khawatir. Haesoo berdusta baru membersihkan badan dengan mandi entah dimana.
Lady Hae menegur seharusnya Haesoo beritahu jika hendak pergi karena seluruh keluarga mengkhawatirkan.
Haesoo menatap rumah Wook erat2 dan untuk kali ini merasa rumah sendiri.
***

Di kamar , Chaeryung menegur bahwa sudah seharusnya Haesoo tidak nekat pergi ke kolam pangeran. Haesoo balik bertanya mengenai Pangeran 4 So. Chaeryung menasehati Haesoo untuk menghindari So , yang merupakan anak kandung Ibunda Ratu Yoo , sekaligus anak adopsi Keluarga Kang di Shinju. Lebih jelasnya So itu seorang pria yang mempunyai dua keluarga dan sangat terkenal kekejamannya.
(Dalam suatu adegan terlihat orang2 mencari keberadaan So di lereng bukit . Namun pemimpin rombongan pencari justru kecewa melihat So muncul , masih hidup . So terlihat menuruni bukit dengan memegang obor api .)

Chaeryung menjelaskan bahwa rumor mengatakan hobi So adalah berburu binatang sejak kecil. Dan rumor mengatakan bahwa So memburu setiap serigala yang ada di Shinju.
(Dalam kelanjutan adegan , terlihat So dengan beringas penuh kepuasan , melemparkan obor api ke bawah lereng bukit.)
Chaeryung memaparkan bahwa So bisa membunuh orang dengan mudahnya terutama orang yang pernah melihat bekas luka di wajah.
Haesoo terperanjat mendengarnya dan bersyukur masih tetap hidup. Chaeryung menjelaskan bahwa So tidak akan semudah itu menginjakkan ke ibukota jika bukan berstatus pangeran. Haesoo tersadar betapa di masa kuno Goryeo saja orang masih mempedulikan dan menilai segala sesuatu dari penampilan belaka.
***

Ratu Yoo sedang mandi seorang diri diruang pribadinya merenungkan pembicaraannya dengan si sulung Pangeran Yo. Mereka berbincang bahwa rencana harus dipercepat karena rumor berhembus raja akan turun tahta (abdikasi) dan menyerahkan tahta pada Pangeran Mahkota Wang Mo, dan saat yang tepat untuk menghabisi Mo adalah saat upacara ritual.
***
Para petugas mulai mempersiapkan acara ritual di pagi harinya.
***
Sementara itu Haesoo juga sedang didandani oleh para pelayannya.
***

Ibu Ratu Yoo juga sedang mempersiapkan diri dengan busana terbaiknya dibantu para dayang2nya.
Sambil menatap cermin , Ratu Yoo berujar bahwa tidak ingin ada satu wanita pun yang lebih berkilau daripadanya.
***
Rival utama Ratu Yoo , tak lain adalah Ratu Hwangbo , ibunda dari Pangeran Wook dan Putri Yeonhwa. Dan perjumpaan antara dua ratu ini seperti perang dingin walaupun saling bertukar pujian palsu .
Ratu Yoo berdiplomasi dengan pujian palsu bahwa Ratu Hwang Bo tampil lebih elegan hari ini. Sebaliknya Ratu Hwangbo memuji cantiknya Ratu Yoo.

Ratu Yoo pun tidak sungkan mengundang Putri Yeonhwa untuk berkunjung. Yeonhwa memaksakan diri tersenyum dan berkilah kemampuan berbicaranya tidak cukup baik untuk menghibur Ratu Yoo. Walau demikian Yeonhwa berjanji akan berkunjung kelak.
Wajah Yeonhwa berubah gusar ketika rombongan Ratu Yoo berlalu. Lady Hae yang memperhatikan mencoba merangkul tangan Yeonhwa yang terlihat kesal.
Ratu Hwangbo pun berkomentar bahwa dengan hanya berpapasan dengan Ratu Yoo , sungguh membuat suasana hati berubah. Yeonhwa khawatir kalau ibunya harus mengatasi persaingan politik istana sendirian , Wook harus secepat mungkin berpihak pada ibunya.
Giliran Lady Hae yang wajahnya menjadi muram dan mengingatkan agar Yeonhwa berhati2 menjaga ucapan diistana seperti ini. Ratu Hwangbo membenarkan ucapan menantunya , dan menganggap Yeonhwa masih belum siap .
Ratu Hwangbo menanyakan kabar Haesoo kenapa tidak diajak . Lady Hae berkata kalau sepupunya belakangan ini banyak melakukan kesalahan.
 ***

Kali ini Pangeran Mahkota turut serta dalam memimpin latihan tarian pedang . Pangeran Mahkota tampak puas dengan saudara2nya , dan yakin kalau ayahanda raja mereka akan bangga . Pangeran Mahkota berjanji akan mengadakan pesta besar pasca acara ritual nanti.

Pangeran 10 Eun bertanya pada abangnya , Pangeran 8 Wook , apakah Haesoo akan turut menyaksikan acara ritual nanti malam ? . Wook menjawab mungkin saja. Eun tersenyum senang mendengarnya .
Namun Pangeran 9 Won mulai meledek kalau Eun mau dipukuli lagi oleh Haesoo nanti karena menjadi penampil tarian pedang terburuk. Bahkan Yo pun meledek jika Eun mau matanya memar lagi di pukuli Haesoo.

Jung tentunya tidak ketinggalan untuk tertawa paling kencang meledek derita Eun. Dan seperti biasanya , Eun dan Jung saling berkelahi seperti anak-anak. Bahkan So yang dingin pun tidak bisa menahan tawa melihat adik2nya yang jenaka. Senyum So memudar karena jaim sedang diperhatikan oleh Wook.
Wajah Yo mendadak serius ketika sebuah kelompok bertopeng muncul sebagai bagian dari latihan. Yo tampaknya sedang merencanakan suatu hal yang jahat.

***
Pangeran Mahkota dan So bertukar kostum sebagai bagian dari rencana mereka mengantisipasi rencana pembunuhan.
***

Raja Taejoo duduk disinggasana didampingi Ratu Yoo dan Ratu Hwangbo.
So dengan kostum milik Pangeran Mahkota memasuki lapangan upacara untuk memulai tarian pedang.  Sebagian besar pangeran mengenakan kostum merah , terkecuali Yo.
Setelah formasi terbentuk , Astronom Choi mengumumkan para pangeran sudah siap melaksanakan acara ritual pengusiran roh2 jahat.

Para Pangeran mulai menari pedang dengan indah dan anggun dalam berbagai formasi , dan tentunya dibawah pimpinan So yang menyamar dengan kostum serba hitam yang seharusnya dikenakan Pangeran Mahkota.
Tim penari pendukung berpakaian topeng setan bergabung dalam pertunjukan sehingga tarian semakin menarik .
***

Sementara itu Haesoo didampingi Chaeryung sedang jalan2 di kota melihat berbagai pertunjukkan malam hari .
Terlihat Haesoo sangat menikmati acaranya.
***
Acara ritual tarian pedang mencapai puncak ketika Pangeran Mahkota (So yang sedang menyamar) berhadapan dengan peran yang dilakoni Yo .

Pada saat itu mendadak beberapa pria bertopeng melompat dari atas dan mulai menyerang.

Astronom Choi memerintahkan para pengawal untuk melindungi raja Taejoo.
 Wook yang merasa situasi sudah cukup aman , juga membawa pasukan untuk memburu pembunuh.
Raja dkk turun dari singgasana menghampiri Pangeran Mahkota yang terluka , hanya untuk terperanjat saat ditopeng dibuka ternyata So , bukan Pangeran Mahkota. Raja Taejoo terperanjat , tetapi perhatiannya beralih pada Pangeran Mahkota , yang ternyata sedang menyamar sebagai So , berkostum merah.  So tampak kecewa melihat sikap ayahnya yang lebih memprioritaskan Pangeran Mahkota.
Dan Ratu Yoo terpukul melihat betapa justru So , anak kandungnya yang telah menggagalkan rencananya.
So dengan mata berkaca-kaca pamit untuk memburu pembunuh . Pangeran Mahkota merasa tidak enak hati , mengambil pedang , untuk menyusul adik2nya memburu para pembunuh. Namun Raja Taejoo mencegah niat Pangeran Mahkota .
***
Haesoo masih bersama Chaeryung , bersenang2 di malam hari melewati berbagai atraksi malam hari , termasuk melihat berbagai lampion yang indah.
So sudah berada disekitar terus mengendus jejak para pembunuh. Bingung dengan keramaian warga kota , So naik ke atap rumah2 , dan berhasil melacak para pembunuh , dan kejar2an terjadi.
Secara kebetulan Haesoo melihat So dari kejauhan sedang terengah2 karena berlari terus menerus dan kehilangan jejak.
Saat So kembali berlari , Haesoo pun pamit pada Chaeryung , dan berusaha menyusul So kedalam hutan.
Di hutan , Haesoo malah tersasar menjauh dari So , mendekati posisi Yo (membelakangi dan tidak terlihat muka ) sedang bersama para pengawal , dan juga para pembunuh sedang berlutut dihadapan Yo.
Tiba2 para pengawal menghabisi dengan membokong para pembunuh dari belakang. Haesoo yang melihat semua pembantaian itu jadi ngeri ketakutan.
Haesoo berusaha melarikan diri dari tempat itu , dan sempat menimbulkan suara pelan yang membuat Yo curiga celingak celinguk takut ada yang mengintai .
***

Tak jauh dari posisi Yo , So sedang menghadapi satu pembunuh . So mengancam sekaligus membujuk , bahwa pembunuh itu tidak akan lolos dari maut , terkecuali memberitahu siapa dalang dari usaha pembunuhan ini. So berjanji akan meminta raja mengampuni jika pembunuh itu mau mengaku .
Pembunuh mulai ragu2 dan termakan omongan So , sampai lagi2 Haesoo muncul di waktu dan tempat yang salah.
Si pembunuh segera menyambar Haesoo dan menjadikannya sandera dengan menaruh pedang di leher Haesoo.  Namun So malah mempersilahkan Haesoo untuk dibunuh . Si pembunuh terperanjat . So menambahkan apa perlu dia sendiri yang membunuh Haesoo?
So mulai mengarahkan pedang ke wajah Haesoo . Dan Haesoo berusaha memelas pada So untuk diselamatkan.

So tersenyum sinis dan berkata terserah mau diapakan gadis malang ini . So mendesak sang pembunuh untuk berhenti mengulur2 waktu dan segera mengatakan siapa dalang dibalik semua ini.
Si pembunuh mulai bimbang , dan Haesoo mengambil kesempatan untuk menggigit lengan si pembunuh . Haesoo berhasil melepaskan diri untuk sesaat sebelum si pembunuh bereaksi dengan bersiap menghabisi Haesoo .
Disaat genting itu So juga bergerak cepat , namun sebuah pisau terbang melesat lebih cepat melakukan headshot ke dahi si pembunuh yang langsung roboh tidak bernyawa.
Rupanya Wook yang melakukan lemparan pisau secara jitu. Kembali Haesoo yang malang berada dalam situasi yang sama , ancaman pedang So siap merenggut nyawanya.

Wook tidak bisa diam melihat sepupu istrinya dalam bahaya dan menodongkan pedang juga ke arah So. Wook menuntut Haesoo dilepaskan karena tidak bersalah. So bermanuver dengan mengarahkan pedang ke arah Wook sambil tetap menyandera Haesoo.
So dan Wook saling berhadapan dengan keuntungan berada di pihak So yang memiliki Haesoo sebagai sanderanya.
So berteriak histeris karena gagal mendapatkan saksi hidup , secara si pembunuh sudah tewas. So melampiaskan kemarahannya pada Haesoo yang dianggap biang kerok .





0 comments:

Post a Comment