Thursday, September 15, 2016

Sinopsis: Moon Lovers - Scarlet Heart Ryeo: Episode 07 - Part 2

Standard

Baek – Ah kembali pada hobbynya melukis keseharian dalam masyarakat . Kali ini objeknya adalah kaum miskin dalam keseharian . Baek Ah yang baik hati sempat memberikan cemilan pada dua anak miskin .

Seorang wanita cantik memergoki dan merampas buku gambar , dan merobek2 beberapa halaman gambar. Wanita cantik dengan wajah kotor oleh debu itu memprotes bahwa Baek Ah menggambar rakyat miskin seolah , binatang hiburan .
Wanita itu adalah bagian dari kerajaan yang dikalahkan Goryeo dan tertimpa bencana kekeringan . Baek Ah menjelaskan kalau dia menggambar karena ingin menunjukkan pada semua pihak akibat bencana kekeringan .  

Wanita cantik berkata ketus : “Cukup dengan segala kebangsawanan Goryeo yang hidup mewah . Aku mendengar bahwa orang2 Goryeo menganggap hal2 kotor dan rendah sebagai suatu seni . Dan kamu itu salah satunya , membuat penghinaan dari penderitaan rakyat. Kamu menjual harga dirimu kepada pemerintah . Kamu itu serangga hina .!”
Baek Ah tidak bisa berkata2 dan wanita itu berlalu .
Namun terlihat wanita itu bukan wanita biasa . Dua orang pria mencurigakan muncul dan menyapanya sebagai tuan Puteri .
Sementara itu Baek Ah berusaha mencari kembali wanita itu namun tidak berhasil menemukannya.
***
Semua pangeran termasuk Pangeran Mahkota dan Yeonhwa ikut bersantap bersama untuk merayakan ultahnya Pangeran 10 Eun .

Wook terlihat tidak focus dan matanya sibuk celingak-celinguk mencari dimana Haesoo berada . Demikian pula dengan Wang Soo .
Pangeran Mahkota memberikan selamat ultah dengan menuangkan arak pada adik tiri mudanya ini. Walaupun terlihat Pangeran Mahkota berkonspirasi dengan Jung dkk untuk mencekoki Eun hingga mabuk.
Eun yang mulai mabuk bertanya kenapa Yeonhwa terlibat langsung mempersiapkan ultah.  Yeonhwa mengaku hal itu menyenangkan , dan belum tentu sempat melakukan hal yang sama kepada para saudara jika nanti menikah dan meninggalkan istana.

***
Wang Yo memaksa Yeonhwa untuk berbicara diluar membahas pernikahan . Yo langsung mengatakan bahwa Yeonhwa adalah miliknya dan kelak bisa menjadi Ratu Goryeo . Yo mengaku tidak tahan mendengar Yeonhwa hanya akan berstatus Nyonya dari sekedar keluarga yang berkuasa .
Yeonhwa : Memangnya seberapa jauh mimpimu ?
Wang Yo : Kau ini masih ingin berdebat walaupun kondisimu tidak menguntungkan . Mimpiku adalah Goryeo !!


Yeonhwa tersenyum geli menganggap Yo tidak kenal takut. Yo mengingatkan bahwa sekalipun Wook yang menjadi raja , tetap saja Yeonhwa hanya seorang putri kerajaan , kecuali jika mau menikahi Yo , tentunya bisa menjadi Ratu .
Yeonhwa menukas bahwa bagaimanapun statusnya bukan menjadi istri pertama Yo yang sudah menikah . Yeonhwa menantang apa Yo bisa mengorbankan istrinya , demi Yeonhwa.
Yo menegaskan tidak akan menyerahkan apa yang telah menjadi miliknya hanya untuk mendapatkan seorang gadis .  Yo mulai memaksa Yeonhwa untuk berdekatan dan bersiap mencium.
Wang So datang menginterupsi , seraya mengejek Yo sebagai seorang pria pengecut. Dan Yo yang jengkel  bergegas untuk berlalu .
Yeonhwa mengucapkan terimakasih atas bantuan So , dan memintanya untuk tidak memberitahu Wook .  Wang So meminta Yeonhwa untuk mempertimbangkan Yo . Dan sebaliknya Yeonhwa menantang apa So punya opsi yang lebih baik ? Apa So mau mempertimbangkan Yeonhwa ?
***
Haesoo mulai mengajak Eun untuk merayakan ultahnya secara khusus. Jung terlihat antusias melihar gambar dirinya (gaya anime modern) . Haesoo mengucapkan terimakasih karena telah menjadi teman pertamanya di Goryeo .
Dan Haesoo mulai menyanyikan lagu Happy Birthday dalam bahasa Korea untuk Eun , dan Haesoo mulai menari sambil bernyanyi .

Tarian dan lagu Haesoo yang kocak membuat So yang sedang berjalan bersama Yeonhwa ikut tertawa , terlebih ketika melihat Eun menirukan gerakan Haesoo . Namun Yeonhwa tentu saja iri melihat kedekatan Haesoo dengan para pangeran .
Segenap pangeran muncul memergoki , dan pura2 memprotes kalau Eun hendak menyimpan Haesoo sendirian . Haesoo sendiri malu tertangkap basah dan terus menutup muka.
Pangeran Mahkota juga berlagak memprotes kalau dia juga harus kebagian , secara telah meminta ijin Lady Oh hingga Haesoo bisa bergabung dalam acara.
Pangeran 9 Won keceplosan bahwa kemampuan Haesoo lebih baik daripada seorang gisaeng (geisha) . Keruan saja semua pangeran memprotes perkataan kotor Won .
Eun meratap kalau para saudara telah merusak hadiah dari Haesoo .  Dan Haesoo mulai menuruti permintaan dari pangeran untuk mulai bernyanyi .

Lagu itu bertema tentang persahabatan yang sedemikian menyentuh , terutama bagi So . Wang So pun berlalu meninggalkan Yeonhwa , dan Haesoo yang melihat Wang So pergi menjauh jadi ikut kecewa.
Eun mulai digiring saudara2nya  kembali ke tempat untuk menerima kado . Yeonhwa mengambil kesempatan dikala saudara2nya menjauh , untuk meninggalkan acara. Dengan sinis Yeonhwa berkata bahwa peran Haesoo sebagai court lady yang memeriahkan acara ultah sudah cukup .

Haesoo menegaskan bahwa apa yang dilakukan bukan sebagai court lady , melainkan sebagai teman . Yeonhwa menganggap hal ini menggelikan . Haesoo membalas tatapan tajam , dan mengingatkan kalau Yeonhwa masih belum berubah sejak insiden pemukulan Chaeryung , masih memandang seseorang berdasarkan status .
Yeonhwa tertawa sinis sebagai seorang putri yang merasa tidak perlu berubah. Yeonhwa mengklaim sudah mencoba bersikap lunak karena memandang mendiang Lady Hae.
Pangeran Mahkota muncul membela Haesoo , mengatakan bahwa Eun senang jika bersama Haesoo . Bagi Pangeran Mahkota , Eun ibarat kado yang bisa diberikan sebagai kakak sulung dari Eun .
Yeonhwa memaksakan diri tertawa , pertanda kecewa bahwa Pangeran Mahkota pun bersimpati pada seorang court lady . Yeonhwa menatap sinis Haesoo kemudian berlalu .
Haesoo mengucapkan terimakasih pada Pangeran Mahkota . Wang Moo berkata : “Kamu sudah melihat aku dalam kondisi terburuk , paling tidak ini yang bisa kubantu .”
Haesoo berjanji untuk tidak membocorkan rahasia penyakit yang diderita Wang Moo selama ini . Wang Moo juga meminta Haesoo suatu saat membantunya .
***
Eun mulai menerima dan membuka kado dari saudara2nya . Namun Eun berlagak menggerutu ketika menerima kado buku dari Jung . Eun mengomel siapa pula yang mau membaca buku tersebut , dan mengancam akan menembak Jung dengan ketapel yang baru didapatnya .

Semua terlihat riang , dan Haesoo pun ikut tersenyum melihat keakraban para pangeran .  Eun masih menikmati hadiah ketapel yang dianggap paling bernilai baginya , hingga sebuah tangan dari sesosok beruang hitam menyentuh bahunya .
Eun terperanjat dan secara naluri langsung memeluk Jung. Haha. Seorang gadis muncul di balik kulit beruang menyapa Eun . Dan Eun tidak mengenalinya , sambil menduga2 , hingga akhirnya Jung membuatnya  teringat bahwa gadis itu adalah putri dari Jendral Park , Soondeok .

Soondeok menyodorkan kulit beruang sebagai hadiah , dan Eun menggerutu bahwa setiap tahun selalu saja Soondeok melakukan hal yang sama , memberikan kulit beruang sebagai hadiah .
Setiap Soondeok melangkah untuk mendekat , Eun dkk mundur gemetar. Dan Eun pun jengkel karena Soondeok bicara patah-patah tanpa maksud yang jelas. Eun menolak hadiah itu mentah2 , dan Soondeok berlalu dengan wajah sedih . \
Yo mulai mengail di air keruh dengan bertanya pada Eun apa hadiah dari So yang masih belum menampakkan diri . Namun bagi Eun , Wang So hadir dalam acara saja sudah sebuah kejutan yang menyenangkan .
Yo mengatakan ada hadiah unik yang bisa diberikan Wang So kepada Eun .  Dan Yo membisiki sesuatu pada Eun . Namun Eun merasa tidak mungkin Wang So memberikan kado seperti itu .
***
Wang So sedang menyendiri disisi sungai kecil , sambil melempari air dengan batu . Wang So masih mengingat2 Haesoo ketika bernyanyi untuk Eun .
Baek Ah muncul menyapa kakak tirinya . Wang So meminta Baek Ah kembali ke acara , dan membiarkannya menyendiri disini . Baek Ah bagaimanapun berhasil membujuk Wang So kembali ke acara ultah .
Ketika ditagih kado , Wang So menjadi kikuk dan mengaku belum siap . Wang So mempersilahkan Eun meminta sesuatu . Eun memastikan apa Wang So benar2 akan memberikan apapun permintaan ? . Wang So mengkonfirmasi .
Eun dengan wajah polos meminta So untuk melepas kedoknya . (Ternyata itu yang dibisiki si jahat Wang Yo pada Eun.)
Semua menjadi tegang mendengar hal ini . Haesoo hendak ikut campur mencegah namun Wang Yo menghardik agar seorang court lady jangan ikut campur . Pangeran Mahkota menegur Eun terlalu lancang meminta hadiah seperti itu .  Baek Ah berbisik pada Wang So agar jangan memberikan apa yang diminta Eun .
Bagaimanapun , Wang So memegang janji dengan perlahan membuka kedok . Semua merasa ngeri melihat wajah Wang So yang terluka . (Sebenarnya tidak parah2 amat , tapi entah kenapa bagi orang jaman itu terlihat menakutkan . Tetap saja wajah So terlihat rupawan) .
Yeonhwa yang akrab dengan So pun tidak bisa menyembunyikan rasa takutnya. Baek Ah yang berdiri disampingnya terus menutup mata. Melihat reaksi hal itu Wang So tahu diri dan bergegas meninggalkan ruangan setelah menatap Haesoo .
Wang Yo tanpa malu menertawakan nasib adik kandungnya yang malang . Yeonhwa menegur Eun telah melakukan kesalahan besar. Eun memprotes Yo yang telah membuat kacau seperti ini .  Wang Yo tanpa malu berkata : Aku toh tidak bohong , bahwa kamu akan mendapatkan hadiah yang tidak akan kamu lupakan .
Pangeran Mahkota kehilangan kesabaran dan menegur semuanya , terutama Yo , yang dipandang tidak bersimpati pada penderitaan Wang So akibat cacatnya itu . Wang Yo dengan fasih membela diri , bahwa Wang So sebenarnya tidak perlu membuka kedoknya .
Wang Moo berpendapat semua orang punya kelemahan , dan menegur Yo selalu mencari kelemahan orang lain .  
Wang Yo menukas : “Oh , jadi ketika aku membahas keluarga istrimu yang rendah itu kamu masukkan ke hati pula yah ? “
Wang Moo : “Kamu itu selalu berbicara lancang . Haruskah aku memberi kamu pelajaran? “
***
Haesoo berhasil menyusul Wang So.
Wangsoo masih gusar : “ Kamu ingin aku kembali melihat mereka terus mempermalukan aku ? “
Haesoo berusaha menjelaskan bahwa Wang So salah paham , dan Eun kehilangan kesempatan untuk meminta maaf dan hubungan sesama pangeran akan semakin renggang.

Haesoo membujuk dengan halus . Wang So menyudutkan Haesoo , dan memintanya melihat wajah dengan baik2 ,
“Lihat aku baik2 , dan lihat pandangan dari matamu , aku begitu membencinya hingga membuatku gila.”

0 comments:

Post a Comment