Friday, September 2, 2016

Sinopsis: Moon Lovers - Scarlet Heart Ryeo: Episode 03 - Part 1

Standard

Sampai episode 3 , eskalasi konflik mningkat dengan cepat antara Wang So yang punya ambisi pribadi ingin kembali ke istana dari pengasingannya di Shinju .Wang Yo yang punya ambisi menggantikan ayahnya sebagai raja padahal bukan di posisi Putera Mahkota. Dan Wang Wook yang punya kebajikan . Aku rasa empat pangeran ini yang punya potensi untuk menjadi raja.


Rekap - Sinopsis: Moon Lovers - Scarlet Heart Ryeo: Episode 03 - Part 1

Pangeran 8 Wook menghadapi saudara tirinya sendiri , Pangeran 4 So , yang sedang mengancam nyawa Haesoo . Wang So tampak sangat gusar karena saksi hidup yang diharapkan untuk tertangkap malah tewas gara-gara Haesoo .  Dua pangeran ini saling mengarahkan pedang , sementara posisi So diuntungkan dengan Haesoo yang menjadi sanderanya .




Wook tentu saja bersikeras membela Haesoo yang merupakan sepupu dari istrinya , dan berusaha menenangkan abang tirinya , bahwa Haesoo sama sekali tidak bersalah dalam hal ini .  Haesoo dalam gugup menjelaskan kalau dia hanya tersesat . So dengan ketus menyatakan tidak ada alasan untuk mempercayai gadis yang tidak dikenal .




Akhirnya Wook mengalah , menjatuhkan pedang , menjelaskan bahwa sebentar lagi para pasukan pengawal istana akan datang dan akan terbukti pula bahwa Haesoo tidak bersalah .  Wook terus membujuk So melepaskan Haesoo ,

So perlahan menurunkan pedangnya dan mendorong Haesoo mendekati posisi Wook . Dan Wook langsung menanyakan apa Haesoo baik2 saja.

Haesoo dengan terbata-bata karena masih ketakutan menjelaskan ada banyak orang terbunuh disekitar daerah itu , dan mengenakan seragam yang sama . So dan Wook langsung waspada.


***

Di Istana , Pangeran Mahkota menyesali telah menjerumuskan adik tirinya , So , dalam bahaya . Astronom Choi menenangkan bahwa itu pilihan So sendiri yang mengambil kesempatan emas menerima tawaran agar bisa bertahan di istana .

Tetap saja Pangeran Mahkota Wang Moo merasa bersalah .

(Dapat terlihat kualitas pribadi Pangeran Mahkota yang menyayangi saudara-saudaranya)

***
Di hutan , So , Wook dan Haesoo berserta segenap pasukan istana sedang memeriksa TKP . Wook masih terlihat gusar karena tidak ada barang bukti tersisa , termasuk satu jenazah pun , dan kembali gusar terhadap Haesoo .


Haesoo dengan gugup berusaha meyakinkan So , bahwa semua keterangannya adalah benar adanya , dan melihat dengan mata kepala sendiri pembantaian tersebut.  Semakin So mendesak dengan kasar , semakin frustasi pula Haesoo untuk menjelaskan .


Hanya Wook yang bersikap tenang , memeriksa TKP , dan dapat mengendus jejak petunjuk bahwa sang dalang pembunuhan telah membantai pasukan pembunuhnya sendiri .  So menggerutu bahwa pembunuh yang nyaris tertangkap jadi tewas sehingga penyelidikan semakin sulit.  Wook menegaskan bahwa apapun alasannya tidak bisa membiarkan Haesoo dalam bahaya.
So mulai merasakan sakit dari luka selama pertempuran. Wook dengan simpatik menyarankan So untuk berobat . Seperti biasa So selalu bersikap kasar dan menepis tangan Wook .  Sebelum berlalu , So menatap tajam penuh kebencian terhadap Haesoo .
Wook mengajak Haesoo pulang kerumah .  Haesoo hanya bisa menangis dan Wook sibuk menenangkan hati Haesoo . 

***


Ibunda So , Ratu Sinmyeongsunseong, sedang mandi dalam ruangan pribadinya dan terlihat kesal dengan gagalnya rencana pembunuhan Pangeran Mahkota. 
Yo masuk menemui ibunya yang baru selesai mandi
Ratu mengeluh pada Yo , bahwa So yang menggagalkan rencana , padahal seharusnya Yo tinggal selangkah lagi untuk menjadi Pangeran Mahkota.
Yo menenangkan ibunya , bahwa semua anggota tim pembunuh telah dihabisi . Ratu menghibur diri bahwa paling tidak Raja Taejoo tidak bisa turun tahta (abdikasi) untuk sementara waktu karena insiden ini .  Yo terheran kenapa So bisa berpihak pada Pangeran Mahkota .


Ratu pun tersadar bahwa ucapan putra bungsunya , Pangeran Jung , tempo hari ada benarnya , bahwa kini So sangat mahir ilmu bela diri dan sudah tidak mungkin Keluarga Kang di Shinju melatih sandera mereka sendiri . Ratu menduga Astronom Choi ada keterkaitan dengan So , jika betul begitu , maka Raja Taejoo pun pasti terlibat .
Yo menjelaskan bahwa mata-matanya di Shinju melaporkan bahwa tidak ada seorangpun yang pernah menemui So .
Ratu menyarankan agar Yo mendekati So , agar mengetahui motif So yang sesungguhnya , atau bahkan menarik So untuk berpihak . Ratu menegaskan bahwa tahta Goryeo harus jatuh kepada anaknya .

***



 
 Dirumah kediaman Wook , So mulai memeriksa luka di tangannya . Tak lama muncul Putri Yeonhwa yang hendak merawat saudara tirinya . So menolak dengan alasan bukan tugas seorang putri kerajaan merawat luka. Yeonhwa berargumen bahwa bukan tugas seorang pelayan pula merawat luka seorang pangeran .  Pada akhirnya So menyerah , dan Yeonhwa mulai merawat luka abang tirinya ini .
Yeonhwa hampir selesai dan mulai memasang perban di lengan sambil bertanya berapa lama So tetap tinggal di Shinju , dan menyayangkan seharusnya So tinggal di istana sebagaimana para pangeran lainnya.

So menjelaskan dirinya berbeda dengan Wook . dan lebih menyukai hidup berburu binatang di pegunungan .  Putri Yeonhwa tersenyum manis sambil mengatakan bahwa So semakin pintar menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya.
Ketika Yeonhwa mulai membersihkan wajah , So mulai gugup dan bangkit berdiri ketika kain pembersih mulai mendekati area topeng di wajah So .
Yeonhwa hendak berlalu ,dan So berkata bahwa dia penasaran menjadi wanita seperti apa Yeonhwa nanti .  Yeonhwa tersenyum tanpa banyak berkata , dan berlalu dari hadapan So .
***

Di ruangan lain Charyung sibuk merawat luka di leher Haesoo , dihadapan Lady Hae dan Pangeran 8 Wook .  Lady Hae khawatir dan mendesak untuk apa sepupunya ini gentayangan di tengah hutan ? . Wook diam-diam memberi sinyal pada Haesoo untuk berdusta.
Haesoo pun berdusta bahwa dirinya tersesat di hutan .  Pangeran Wook buru2 menambahkan bahwa ada kelompok misterius yang hendak membunuh Pangeran Mahkota . Jadi sudah patut disyukuri Haesoo masih kembali kerumah dengan selamat.  Haesoo pura-pura heboh bahwa untuk pertama kalinya dia merasa sangat beruntung . Pangeran Wook tidak bisa terhindar untuk tersenyum geli .
Lady Hae mempersilahkan Haesoo untuk beristirahat . Haesoo pun bergegas berlalu ditemani Chaeryung.
***


Lady Hae berterimakasih pada suaminya karena terus membantu Haesoo , sambil meminta maaf telah membebani Wook selama ini . Wook menegaskan bahwa dia tidak pernah merasa Haesoo sebagai beban , melainkan sebagai sumber kegembiraan . Wook merasa Haesoo berbeda dengan orang lain yang berada dikediaman mereka . Haesoo dinilai selalu berjuang untuk melakukan segalanya dengan kekuatan sendiri .
Lady Hae terpaksa tersenyum sambil mengucapkan terimakasih atas kepedulian sang suami terhadap sepupunya.
***
Dalam perjalanan menuju kamarnya , Haesoo terperanjat melihat SO sedang berada di halaman . Haesoo merasa gelisah dan berjalan cepat untuk menghindar.



Pangeran So mencegat , dan memberi sinyal pada Chaeryung untuk menyingkir.  Haesoo mulai gugup dan bertanya melantur kesana kemari apa yang diinginkan So , sambil menegaskan sudah menceritakan segalanya dari insiden di hutan . So mendekat perlahan , meraih wajah Haesoo dengan sikap mengancam , mendesak Haesoo untuk berusaha mengingat lebih detail lagi .


Wook muncul disaat yang tepat . Namun dikala So melangkah mundur , Haesoo tiba-tiba teringat hal yang lebih detail bahwa ketua pembunuh yang dilihat di hutan tempo hari itu mengenakan baju bulu .


Dari petunjuk yang sedikit itu , Wook dan So tersadar siapa dalang dari semua ini .  So betapapun benci , memperingatkan Haesoo untuk menghapus ingatan tentang insiden itu demi keselamatan diri Haesoo sendiri . Wook pun berkesimpulan sama .
 

Haesoo mulai kehilangan kesabaran ketika So memperingatkan jangan menunjukkan batang hidungnya lagi dihadapan So . Keberanian Haesoo bangkit lagi ketika So hendak berlalu .



Haesoo mempertanyakan : “Memangnya aku melakukan salah apa ? Kamu bilang ke pembunuh itu untuk membunuhku . Kamu bahkan bilang apa perlu kamu sendiri yang membunuhku . Lantas , apa aku harus diam saja ? Aku harus melakukan apapun untuk bertahan hidup .
So tertawa sinis sekalipun tidak bisa membantah . So berlalu .  Dan Haesoo mengumpat So sebagai bajingan.

 ***
Di kamar Haesoo , Wook menyarankan untuk tidur dengan lilin menyala , untuk mencegah mimpi buruk setelah melalui peristiwa yang menakutkan .


Giliran Haesoo bertanya apa Wook baik-baik saja karena telah membunuh demi Haesoo , dan mungkin mendapat mimpi buruk pasca trauma.
Pangeran Wook bercerita telah membunuh saat berusia 11 tahun, ketika seorang pencuri memasuki rumah dimana Ibu dan adiknya , Yeonhwa , berada . Saat itu Wook menggunakan senjata untuk membunuh sebagaimana apa yang dilakukan Wook saat menyelamatkan Haesoo di hutan.
Wook mengaku tidak mengalami mimpi buruk karena telah melindungi keluarga dengan tangannya sendiri , dan merasa bahagia, bahkan bangga. Jika seorang pangeran tidak bisa melakukan hal itu , apa baiknya menjadi seorang pangeran? .
Haesoo menerka Wook belum bisa melupakan , jadi bagaimana mungkin bisa merasa nyaman? . Menurut Haesoo , Wook jelas-jelas mencoba melalui kehidupan dengan kenangan buruk masa lampau .
Wook berujar bahwa itu sudah menjadi beban sejak lahir , dan harus bertahan.
Haesoo menenangkan bahwa dia tidak akan membebani Wook lagi dengan hidup sebaik mungkin .
Wook tersenyum, berkomentar ingatan Haesoo menghilang dan tergantikan oleh kepercayaan diri yang berlebihan. Dan Wook pun bertanya tentang bunyi aneh , kata-kata asing "stress" yang terucap Haesoo
***
Tahun 942 Masehi
Raja Taejoo berdiskusi tentang kelanjutan kasus usaha pembunuhan , bersama So , Pangeran Mahkota dan Astronom Choi .


[Rekap dalam bentuk teks terpotong dan tersaji ulang dalam bentuk JPEG dibawah ini ]  
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

[Rekap dalam bentuk teks terpotong dan tersaji ulang dalam bentuk JPEG diatas ini ]  
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Semua penasaran bagaimana So bisa mempunyai ilmu bela diri yang sedemikian tinggi dengan statusnya sebagai sandera di Keluarga Kang di Shinju.
Won yang memulai trending topic membahas kemampuan bela diri So yang menakjubkan di acara ritual tempo hari . Yo menjawab dengan asal2an bahwa kemampuan So didapat dari hasil interaksi dengan binatang liar.
Jung tetap merasa aneh , karena kemampuan So itu tidak mungkin dicapai dengan berlatih sendiri tanpa guru .  Yo ragu karena tidak mungkin pula Keluarga Kang melatih sandera mereka sendiri . Pangeran 10 Eun mengusulkan Pangeran 13 Baek Ah yang punya pergaulan luas untuk mencari informasi tentang asal muasal kesaktian So .
Baek Ah menolak dengan alasan bahwa tamu2 yang berkunjung kerumahnya kalau tidak seniman , pastilah kaum wanita.
Wook dengan hati-hati mengajukan pertanyaan pada Yoo tentang "alibi" ketika perburuan pembunuh terjadi tempo hari .  Yo berdusta dirinya tersesat dalam perburuan sehingga tidak menjumpai satupun pembunuh , bahkan seekor tikuspun. 


Raja Taejoo muncul menyapa anak2nya yang sedang berkumpul merayakan tahun baru . Taejoo mengkhawatirkan luka2 yang diderita anak2nya dalam insiden usaha pembunuhan tempo hari , menganjurkan mereka untuk berobat dan dirawat tabib.
Namun Taejoo mendadak gusar ketika menyadari wajah Pangeran 10 Eun mengalami luka memar (hasil perkelahian Eun dengan Haesoo ) . Eun gelagapan menghadapi ayahnya yang gusar. Bagi Taejoo sekedar luka memar yang dialami salah satu anaknya sama saja dengan rusaknya kehormatan kerajaan Goryeo .




 ***



Kediaman Pangeran 8 Wook . Haesoo gelisah dihadapan Chaeryung , menanti segala kemungkinan terburuk dari hukuman raja karena telah melukai wajah Pangeran Eun.  Chaeryung mengabarkan bahwa entah kenapa Pangeran Eun bersikeras hendak datang sendiri menuju kemari .

0 comments:

Post a Comment