Tuesday, September 27, 2016

Sinopsis: Moon Lovers - Scarlet Heart Ryeo: Episode 10 - Part 2

Standard



Wang So berpapasan dengan Jung. Sejenak mereka bercanda seperti anak kecil , hingga Jung mengungkap kekhawatiran saat insiden kabur tempo hari . Haesoo menenangkan kalau kemaren itu hanya diajak Wang So untuk jalan2 menikmati udara segar.



Haesoo meminta Jung memaklumi Wang Soo yang kurang mendapat curahan kasih sayang sejak kecil . Jung berpendapat kalau kasih sayang juga tidak gratis , dan harus berjuang untuk mendapatkannya . Jung mengeluh kalau sikap ibu dan Yo , berubah sejak So kembali ke istana . Jung merindukan masa lampau ketika Haesoo masih tinggal di tempat Wook , masa2 yang menyenangkan .

***
Baek Ah mengunjungi Wang So dan bertanya mengenai insiden kabur dari Istana mengingat resiko hukuman mati yang mungkin akan diterima Haeoso .

Wang So mengaku bersalah dan menjelaskan kalau dia susah berinteraksi sosial dengan orang lain , namun tidak sengaja bertujuan untuk mempersulit Haesoo . Baek Ah berkata baru menyadari betapa pedulinya Wang So kepada Haesoo .
Wang So menepuk bahu adik tiri kesayangannya ini , dan berkata bahwa hanya ada dua orang di dunia ini yang paling dia pedulikan , yakni Haesoo dan Baek-Ah .

Astronom Choi muncul memberikan kabar buruk tentang Pangeran Wang Mo dimana ibunya dituduh menggelapkan uang pajak .
***

Raja Taejoo duduk resah di kursi tahta , menghadapi tuntutan para pejabat tinggi , terutama Mentri Park yang bersekongkol dengan Ratu Yoo . Mereka mendesak Raja agar gelar Pangeran Mahkota dicabut dari Wang Mo , sebagai gantinya mengusulkan Pangeran 4 Wang So untuk menggantikan posisi Pangeran Mahkota , karena dianggap menjadi pahlawan saat berhasil mendatangkan hujan .

Keruan saja perkembangan situasi ini meresahkan Wang Mo . Saat Mo berdiri merenung disebuah koridor Istana , adik tirinya , Wang Won muncul dan meminta maaf karena telah menimbulkan masalah , karena telah menyerahkan dokumen dari pamannya Mo kepada Wang So . Won mengira selama ini Wang So yang paling peduli terhadap Pangeran Mahkota. Manuver Won ini berhasil membuat Wang Mo mencurigai Wang So .

***

Perkembangan situasi semakin tidak menguntungkan bagi Wang So ketika Raja , dihadapan Astronom Choi dan Pangeran Mahkota , memerintahkan Wang So untuk kembali ke Shinju setelah acara tanggal 9 bulan 9 mendatang .
Wang So terperanjat , dan Raja menjelaskan kalau dia tahu bahwa ibu kandung So , yakni Ratu Yo , yang menjadi dalang untuk menggalang dukungan menjadikan Wang So sebagai Pangeran Mahkota.  Wang So menganggap keputusan ini tidak adil karena selama ini tidak berhubungan baik dengan ibunya .
Raja menjelaskan bahwa Wang So tidak bersalah , tetapi hati seseorang akan mudah digerakkan oleh keadaan , dan Wang So mungkin akan tergoda mendapatkan dukungan dari para petinggi , dan melupakan ketulusan hatinya.


Wang So teringat perkataan Ibunya bahwa Raja telah memperalat So untuk menjadi perisai pelingung bagi Pangeran Mahkota . Wang So memprotes Raja yang tidak mempertimbangkan perasaannya . Raja menjelaskan kalau dia ingin bersama So , namun kondisi politik tidak memungkinkan .

Dan Pangeran Mahkota yang biasanya membela Wang So pun kali ini hanya diam saja dengan memendam perasaan curiga.


***

Putri Yeonhwa melakukan penyamaran dengan memerintahkan seorang court lady untuk mengantarkan obat (racun) kepada seorang court lady yang lain . Yeonhwa meminta court lady itu untuk tidak memberitahu Ratu Yoo mengenai rencana ini .

Namun court lady tersebut diam2 menghadap Ratu dan membocorkan hal ini .



Dan Wang So muncul melabrak ibu kandungnya . Ratu Yoo dengan santai berkilah bahwa Wang So akan mendapatkan tahta jika segalanya berjalan sesuai rencana.  Wang So meminta Ibunya untuk berhenti berpura2 seolah2 melakukan segala sesuatu demi So belaka . Wang Soo bertekad tidak akan terseret dalam rencana busuk Ibunya.

Ratu Yoo mengungkap bahwa Pangeran Mahkota akan mati diracun pada tanggal 9 bulan 9 kalender Lunar.  Wang So berang : " Ibu pikir aku akan berdiam diri setelah mendapatkan informasi ini ?"

Ratu : " Memangnya bagaimana kau akan mengatakan tentang racun itu ? Jikapun begitu , aku akan mengatakan bahwa aku melakukannya demi membuatmu menjadi raja . Aku akan mengatakan kalau keluarga kita melakukan korupsi dan meracuni Pangeran Mahkota. Beginilah cara Istana berkerja , dimana setiap orang akan menyikut sesamanya . Silahkan saja kau menghentikan rencana itu jika kamu bisa . Karena sama saja kamu akan menjerat lehermu sendiri ."

Wang So masih yakin rencana ibunya ini akan gagal , dan berlalu dari ruangan . Ratu mengkritik Wang So masih saja belum mengerti bahwa Raja telah mendepak dirinya , padahal tinggal menanti seorang court lady menuangkan teh dalam acara nanti , maka Wang Mo akan mati dan Wang So akan memiliki segalanya. "

Wang So : " Bagaimana aku bisa mempercayaimu ?"

Ratu : " Bukankah kamu sendiri yang mengatakan jika kamu menjadi Raja , maka kamu tidak akan membunuh saudara2mu sendiri khan ? Aku percaya padamu , dan karena itu aku akan mendukungmu . "
***
Astronom Choi mengamati bintang dilangit dengan seksama , dan merasa heran kenapa bintangnya Pangeran Mahkota semakin pudar dan menghilang.

***
Mentri Park menemui Woohee yang menyaru sebagai gisaeng . Woohee mendesak Mentri untuk menggerakkan pemberontakan .



Woohee ternyata seorang mantan puti kerajaan Bakjae yang musnah oleh Goryeo oleh karena itu bertekad hendak membunuh Raja Taejoo, dan mengancam akan memberitahu para loyalis Baekje yang masih tersisa tentang penghianatan Mentri Park terhadap bekas negaranya yang telah hancur.

Mentri Park berkata bahwa dia bukan paman kandung Woohee , hanya terikat karena pernikahan , dan memprotes punya posisi apa Woohee hingga berani mendesaknya . Woohee mengeluarkan belati untuk mengancam Park .

Namun tiba2 Baek Ah muncul disekitar. Woohee lantas pura2 berlagak menjadi seorang gisaeng bersandiwara dengan pelanggannya . Mentri Park menyadari hal itu ikut dalam permainan Woohee dan segera berlalu meninggalkan tempat.


Baek Ah menanyakan Woohee apakah baik2 saja . Ketika Woohee hendak pergi mengabaikannya , Baek-Ah tersenyum memperlihatkan perhiasan Woohee yang tertinggal di hutan sebelumnya.

***
Wook mengunjungi makam istrinya , dan berjanji dalam hatinya untuk tidak melupakan hutang budi pada mendiang istrinya ini , dan berjanji untuk mencintai Haesoo .


***
Dalam acara keluarga Istana ini , Baek Ah memilih Jung untuk minum bersama . Jung memprotes bahwa sesama pria tidak boleh melakukan hal ini . Astronom Choi mencandai Jung , jika menolak akan mendapat kesialan . Jung dan Baek-Ah akhirnya bertukar minuman yang disambut gelak tawa semuanya.



Sementara itu perhatian Wang So terfokus pada cawan teh milik Pangeran Mahkota.

Permainan berganti dengan sajak berangkai disertai minum  , dimulai oleh Raja Taejoo di urutan pertama , kemudian Ratu Hwang Bo diurutan kedua , Wook diurutan ketiga , dan Baek Ah diurutan keempat .

Lagi2 Baek-Ah menyasar Jung untuk melanjutkan sajak diurutan kelima . Jung terbata2 tidak bisa menjawab sehingga Won merebut kesempatan untuk menjawabnya.

Raja tersenyum dan mengingatkan Jung untuk terus belajar walau kemampuan militernya menonjol . Ratu Yoo terlihat kecewa melihat anak bungsunya ini .

Dan kembali perhatian So , Yeonhwa , dan Ratu Yoo tertuju pada Pangeran Mahkota yang berulangkali hendak minum teh namun selalu tidak jadi . Yeonhwa memulai rencananya , meminta Lady Oh untuk menyuguhkan teh chrysanthemum untuk Pangeran Mahkota yang sedang tidak berselera ini .

 ***
Di dapur istana , seorang court lady yang menjadi konspirator , berlagak sakit dan meminta Haesoo yang menyuguhkan teh untuk Pangeran.  Dalam perjalanan mengantarkan teh , Haesoo berpapasan dengan Eun dan istrinya yang terlambat berangkat menuju acara.




Eun bersikap ketus pada Haesoo , dan memintanya untuk memalingkan wajah jika kelak berpapasan lagi di Istana . Eun mengaku kehilangan selera dan mengajak istrinya untuk pulang .


Wang So meminta teh berikutnya , dan meminumnya tanpa gejala apapun . Pada minum pertama ini , Wang So mengucapkan harapan agar kakaknya ini panjang umur. Pada saat minum kedua kalinya So mengucapkan harapan agar kakaknya terus berjuang bagi Goryeo . Pada saat minuman ketiga , tangan So terlihat gemetaran , namun tetap  mengucapkan harapan agar kakaknya senantiasa beruntung dalam setiap peperangan .

Dan terlihat efek racun mulai berkerja , dan Wang So menahan sakitnya sambil sesekali menatap tajam kearah ibunya .



Pada saat minuman terakhir So berharap agar persahabatan dan persaudaraannya dengan Pangeran Mahkota bisa langgeng dan tidak berubah .  Pangeran Mahkota terharu dan membujuk Raja untuk membatalkan rencana mengirim Wang So kembali ke Shinju .

Sementara itu mata Yeonhwa semakin melotot karena tahu apa yang sedang terjadi . Pertahanan So semakin rapuh dan memaksakan diri berjalan meninggalkan acara . Pandangan matanya mulai blur ketika racun semakin mengganas. Dan darah mulai keluar dari bibirnya.

0 comments:

Post a Comment