Tuesday, September 27, 2016

Sinopsis: Moon Lovers - Scarlet Heart Ryeo: Episode 10 - Part 1

Standard


Wang So sedih bercampur marah , berjalan mendekat : “ Jangan bilang aku untuk pergi . Jangan bilang aku membawa kesialan . Jangan bilang aku seekor binatang liar. Paling tidak kau tidak bisa melakukan hal itu padaku , karena kamu itu adalah orangku . Kamu itu adalah milikku . Tanpa ijinku kamu tidak bisa pergi , dan juga tidak bisa mati . Kamu sepenuhnya milikku.”




Wang So mulai mencium paksa Haesoo , yang tidak berdaya selain menitikkan air mata. Wang So tersadar dan menarik diri terhuyung-huyung  , menyadari tangan Haesoo gemetar. Wangso seakan menyesali perbuatannya yang melukai hati Haesoo .

Sinopsis-Rekap:
Moon Lovers - Scarlet Heart Ryeo: Episode 10 - Part 1


Wang So menarik Haesoo , mengajaknya keluar dengan berkuda . Pangeran 14 Jung memergoki mereka .

***

Jung mengadukan masalah ini kepada Pangeran 8 Wook , yang tidak mempercayainya begitu saja . Wook mendadak emosi karena bagaimana mungkin seorang wanita istana seperti Haesoo bisa meninggalkan Istana . Jung merasa So bukan tipe orang yang mengindahkan aturan Istana , dan jika ketahuan maka Haesoo akan dihukum mati.

Wook hendak mencari sendiri dan  menolak Jung yang ingin ikut serta. Jung bersikeras tidak bisa berdiam diri karena tahu resiko hukuman yang menanti Haesoo jika ketahuan .  Wook meminta maaf karena masih menganggap Jung seperti anak kecil . Mereka berdua pergi bersama.


***
Eun memperingatkan istrinya , bahwa mereka memang sudah menikah , namun Eun tidak bisa mengakui Soondeok sebagai istri dan bersikeras tidak akan merubah gaya hidupnya.


Soondeok menyebut satu pribahasa bahwa seorang bangsawan , persahabatan dan cinta akan harmoni selama satu abad lamanya. Hal mana bahasa yang diungkap terlalu tinggi bagi Eun yang bodoh ini . Eun menggerutu dan naik ke ranjang seorang diri .

Soondeok mengamati wajah suaminya yang mulai tertidur , tersenyum seorang diri , dan mengalah untuk tidur dilantai . Eun terbangun dan melihat istrinya sedang tertidur diranjang , menggerutu kalau Haesoo telah berdusta karena pernah mengatakan bahwa Eun akan menemukan cinta sejatinya saat salju pertama tiba.


***

Haesoo dan So masih berada diatas kuda menyaksikan panorama matahari terbit . Dialog mereka lebih menyerupai dalam hati masing2. Haesoo berpikir bahwa tidak satupun dari mereka akan selamat sekarang . Wang So berpikir : "Apakah kita harus melarikan diri ? Jika kamu mau , aku akan melakukannya."


Mereka turun dari kuda , dan So menjelaskan kalau selama ini ingin membawa Haesoo ketempat ini . Haesoo hanya terdiam entah memikirkan apa. Wangso mengungkap bahwa dia masih belum mengerti kenapa dirinya harus pergi , karena tidak merasa membawa kesialan , juga tidak membunuh hewan hanya untuk kesenangan belaka , juga menggunakan senjata dengan hati2 .

Haesoo mulai berpikir bahwa penglihatan masa depan Wang So yang penuh darah hanya halusinasi belaka . Haesoo hanya berharap So dapat hidup dengan baik , dengan senyuman , tanpa menumpahkan darah .

Wang So bersedia asalkan Haesoo bersamanya .  Haesoo berkilah kalau dirinya adalah court lady yang tidak bisa meninggalkan Istana.  Mendengar hal ini Wang So pun menolak untuk meninggalkan Istana . Haesoo akhirnya mengutarakan hal yang sebenarnya bahwa dia menaruh perasaan terhadap seseorang di Istana.

Wang So : "Baek -Ah?" .


Haesoo berkata bukan Baek-Ah . Wang So berkata tidak masalah selama bukan Baek-Ah , karena dia akan membunuh siapapun pria yang dicintai Haesoo . Wang So menegaskan bahwa Haesoo adalah miliknya sejak Yeonhwa memukuli Haesoo dan Chaeryung tempo hari . Dan Wang So merasa tidak perluh memberikan penjelasan maupun alasan .

Wang So tidak percaya kalau Haesoo takut padanya : " Kamulah satu2nya orang disampingku . Karena itu aku tidak merasa bersalah untuk apapun , untuk menciummu , atau membawamu kesini , atau bahkan mengancammu agar tidak memendam perasaan terhadap pria lain. "

Wang So menyerahkan hadiah jepit rambut , dan Haesoo menggelengkan kepala ,  tiba2 berkata kalau dia hanya ingin membantu , bukan untuk mengambil hatinya . Wang So tersenyum mempersilahkan Haesoo untuk mencoba menjauh darinya kalau sanggup. Wang So kembali memberikan hadiah , dan mempersilahkan Haesoo untuk membuangnya jika memang tidak menginginkannya.

***


Wook dan Jung menemukan Haesoo dan Wang So diatas kuda dalam perjalanan pulang ditengah hutan. Haesoo terperanjat sekaligus khawatir pihak Istana sudah mengetahui insiden kabur ini , namun Jung menenangkan bahwa hanya mereka yang tahu .

Dan Wook tampak tidak suka melihat gadisnya berada dikuda bersama So . Jung mengajak Haesoo pulang , namun So malah mempererat pegangan terhadap Haesoo , dan mengklaim bahwa dia yang mengajak harus dia pula yang membawanya pulang. Wook memprotes jika orang Istana melihat So pulang bersama Haesoo akan menimbulkan pergunjingan . So kembali mengklaim bahwa Haesoo sudah menjadi miliknya atas restu Raja. Wook semakin tidak suka mendengar hal ini.

Namun diluar dugaan semuanya , Haesoo menyatakan pulang dengan So . Lantas So melanjutkan perjalanan pulang meninggalkan Jung dan Wook yang masih bengong. Wook bersumpah ini terakhir kali membiarkan hal ini.


***

Lady Oh dengan cemas menunggu kemunculan anak didiknya . So meminta Lady Oh tidak menyalahkan Haesoo , karena So yang telah mengajaknya. Lady Oh tetap menganggap bahwa kepergian seorang court lady yang merupakan hak raja adalah pelanggaran besar.


So bertanya apa Oh akan menghukum Haesoo . Lady Oh meminta Wang So lekas meninggalkan Istana Damijon . Namun So tetap mempercayakan Haesoo pada Lady Oh .

Seteleh So berlalu , Lady Oh menyalahkan Haesoo yang membuat Wang So lepas kendali , dan semakin merasa Haesoo tidak akan cocok tinggal di Istana. Ketika diminta pendapat , Lady Oh menyarankan Haesoo untuk menunggu perasaan Wang So reda .

***
Pangeran 4 Yo sedang berlatih panah dan hampir semua tembakannya tepat pada sasaran . Wook muncul ikut berlatih dan semua tembakannya meleset.


Yo memberikan saran memanah yang baik adalah membayangkan seorang rival untuk dijadikan sasaran tembak. Dan Yo memberikan contoh tembakan yang tepat. Wook menolak gagasan Yo dan kembali tembakannya meleset.

Bagi Yo , seorang pria yang tidak punya sasaran jelas seperti Wook , akan selalu meleset dalam memanah . Yo mengungkap bahwa Raja telah memerintahkan sebuah tugas yang sama saja berharap kematiannya , namun Yo bertekad akan kembali ke Istana hidup2. Yo meminta Wook mempertimbangkan sarannya saat nanti pulang , dan bukankah mereka punya musuh bersama ?

Yoo berlalu , dan Wook kembali menembakkan panah dan kali ini tepat pada sasaran .


***

Yeonhwa berpapasan dengan Yo yang bersiap berangkat meninggalkan Istana . Yo bersumpah akan kembali selamat ke Istana . Yeonhwa tersenyum sinis.

***
Woohee kembali berlatih tarian pedang dan menyadari Baek Ah sedang mengintipnya. Woohee menuding Baek-Ah dibayar seseorang untuk membuntutinya .


Baek Ah berkilah kalau dirinya datang kesini hanya untuk bermain musik bagi para penari, dan balik menuding Woohee yang selama ini membuntuti karena mereka sudah bertemu tiga kali . Baek Ah tidak mengira Woohee sebagai gisaeng , karena sebelumnya berpikir kalau Woohee itu wanita kelas atas.

Baek Ah meminta nama , dan Woohee menyebut nama samarannya , Boksoon , sebelum berlalu karena dipanggil atasannya.

***
Haesoo dan Wook kembali bertemu di terowongan rahasia . Haesoo menjelaskan bahwa dia hanya pergi melihat matahari terbit bersama Wang So , dan tetap memilih pulang dengan So untuk mencegah Wook terlibat dalam masalah .

Wook mengaku tidak marah , hanya kecewa karena selama ini terlalu sibuk mengkhawatirkan konsekuensi daripada membawa Haesoo pergi dari Damiwon . Wook berjanji akan meminta restu Raja untuk menikah dengan Haesoo .

Haesoo terperanjat , dan Wook menjelaskan kalau dia hampir saja kehilangan Haesoo saat hampir menikah dengan raja . Wook bertekad tidak ingin mengulang kesalahan yang sama . Wook mengakui sebagaimana Lady Hae pernah katakan , mengalami sulit tidur . Wook  mengklaim hanya Haesoo yang bisa membawa kebahagiaan dalam hidupnya . Wook ingin meninggalkan Istana untuk hidup bersama Haesoo sampai akhir hayatnya.


Wook bertanya apa Haesoo mau menikah dengannya ?

Haesoo mempertimbangkan dalam hati bahwa Wook bukan pria yang mudah berubah , dan yakin bisa hidup bahagia bersamanya . Namun Haesoo khawatir So akan membunuh Wook.
Wook yang tidak sabar menanti jawaban , mengira Haesoo sudah berubah pikiran , dan tidak mau bersamanya lagi . Haesoo membantah namun sulit menyebutkan alasan sesungguhnya.
Sebelum Haesoo memberikan jawaban atas lamaran ini , Lady Oh muncul memergoki dan menegur mereka berdua . Dan mengingatkan jika hal ini ketahuan , maka Haesoo menjadi orang pertama yang dihukum mati , sedangkan Wook akan dihapus dari posisi pangeran dan akan mendapat hukuman pula.


***



Namun Haesoo tetap keras kepala , dan yakin Wook bisa dipercaya , sebagai pangeran yang tidak berambisi atas tahta dan bisa membuatnya bahagia . Lady Oh hanya bisa menghela nafas .

***

Ratu Yoo meminta saran dari Mentri Park tentang bagaimana meregangkan hubungan antara Wang So dengan Raja Taejoo . Park memberikan saran untuk seolah pihak mereka harus memberikan dukungan palsu terhadap Wang So , sehingga seolah2 Wang So menjadi rival bagi Pangeran Mahkota itu sendiri .

Bahkan Pangeran 9 Won yang turut hadirpun , bersedia untuk berkonspirasi mendukung rencana ini. Ratu Yoo merasa puas karena mendapat kabar bahwa Yo yang berada dalam tugas diluar Istana kini ssedang bertemu dengan Wang Shik-Ryeom .

***
Malam hari , Haesoo memperhatikan hadiah dari So , dan entah apa yang ada dipikirannya toh Haesoo ternyata tidak benar2 membuang hadiah itu .

Keesokan harinya , Haesoo menyadari Wang So sedang menunggunya , kemudian mengajaknya masuk untuk perawatan wajah . Pada saat mulai merias , Haesoo mencoba untuk menjelaskan perbedaan antara teman dan kekasih , dan punya wujud kasih sayang yang berbeda.


Wang So meraih tangan Haesoo , dan mengatakan kalau dia tidak membedakan antara persahabatan dan cinta , yang dimatanya sama saja . Wang So bangkit berdiri dan mengatakan kalau dia tahu Haesoo sedang menjauh darinya , namun bagi Wang So cara seperti itu tidak akan mempan .
So bahkan meraih pinggang Haesoo untuk membuat wajah mereka semakin dekat , dan bersiap untuk mencium .

Haesoo lekas menutup bibir dengan tangan , dan Wang So menenangkan kalau dia tidak akan mencium tanpa mendapat ijin lagi .


***
Wook meminta dukungan Ratu Hwang Bo untuk merestui rencananya . Rencana Wook adalah meminta restu pada raja pada acara tanggal 9 bulan 9 mendatang untuk menikahi Haesoo , dan jika diijinkan Raja akan hidup bersama Haesoo di Hwangju.

Wook menyadari bahwa keluarga berharap tinggi padanya untuk duduk ditahta , namun Wook mengaku sudah muak dengan suasana politik di Istana. Yeonhwa yang paling tidak menerima mendengar hal ini .

Bagi Yeonhwa keputusan Wook sama saja dengan mencampakkan Yeonhwa dan Ibu untuk menjadi rakyat jelata. Wook menenangkan bahwa masih banyak cara untuk melindungi keluarga mereka tanpa harus Wook menjadi raja.


Dan Ratu Hwangbo yang bijaksana ini berkata selama ini toh tidak pernah mencegah Wook melakukan apapun , dan mendukung rencana Wook . Hanya saja Ratu mengingatkan Wook untuk waspada karena jalan yang dilalui tidak akan mudah . Wook mengucapkan terimakasih sebesar2nya pada Ibunda , dan berlalu meninggalkan ruangan .

Yeonhwa memprotes Ratu , seharusnya menentang rencana Wook . Ratu sendiri mengaku sudah lelah dengan persaingan politik Istana , dan meminta Yeonhwa memahami posisi sulit Wook selama ini  . Yeonhwa bersikukuh bahwa keluarga mereka akan terancam jika Wook menjauh dari persaingan tahta. Ratu Hwangbo menenangkan kalau Pangeran Mahkota Wang Moo bisa membawa negara ke arah yang berbeda.

Yeonhwa mengaku punya rencana sendiri , dan bersumpah tidak ingin menjadi sekedar adik atau putri raja , melainkan diatasnya lagi .

***


Hal pertama yang dilakukan Yeonhwa adalah mengunjungi rival ibunya , yakni Ratu Yoo . Walaupun Ratu terheran , namun Yeonhwa mengingatkan kalau Ratu pernah mengajaknya berkunjung untuk bercerita hal-hal seru .

Ratu pada akhirnya mempersilahkan dan menyediakan waktu untuk Yeonhwa.

***

Wang So berpapasan dengan Jung. Sejenak mereka bercanda seperti anak kecil , hingga Jung mengungkap kekhawatiran saat insiden kabur tempo hari . Haesoo menenangkan kalau kemaren itu hanya diajak Wang So untuk jalan2 menikmati udara segar.


Haesoo meminta Jung memaklumi Wang Soo yang kurang mendapat curahan kasih sayang sejak kecil . Jung berpendapat kalau kasih sayang juga tidak gratis , dan harus berjuang untuk mendapatkannya . Jung mengeluh kalau sikap ibu dan Yo , berubah sejak So kembali ke istana . Jung merindukan masa lampau ketika Haesoo masih tinggal di tempat Wook , masa2 yang menyenangkan .

***
Baek Ah mengunjungi Wang So dan bertanya mengenai insiden kabur dari Istana mengingat resiko hukuman mati yang mungkin akan diterima Haeoso .

Wang So mengaku bersalah dan menjelaskan kalau dia susah berinteraksi sosial dengan orang lain , namun tidak sengaja bertujuan untuk mempersulit Haesoo . Baek Ah berkata baru menyadari betapa pedulinya Wang So kepada Haesoo .
Wang So menepuk bahu adik tiri kesayangannya ini , dan berkata bahwa hanya ada dua orang di dunia ini yang paling dia pedulikan , yakni Haesoo dan Baek-Ah .

Astronom Choi muncul memberikan kabar buruk tentang Pangeran Wang Mo dimana ibunya dituduh menggelapkan uang pajak .
***

Raja Taejoo duduk resah di kursi tahta , menghadapi tuntutan para pejabat tinggi , terutama Mentri Park yang bersekongkol dengan Ratu Yoo . Mereka mendesak Raja agar gelar Pangeran Mahkota dicabut dari Wang Mo , sebagai gantinya mengusulkan Pangeran 4 Wang So untuk menggantikan posisi Pangeran Mahkota , karena dianggap menjadi pahlawan saat berhasil mendatangkan hujan .

Keruan saja perkembangan situasi ini meresahkan Wang Mo . Saat Mo berdiri merenung disebuah koridor Istana , adik tirinya , Wang Won muncul dan meminta maaf karena telah menimbulkan masalah , karena telah menyerahkan dokumen dari pamannya Mo kepada Wang So . Won mengira selama ini Wang So yang paling peduli terhadap Pangeran Mahkota. Manuver Won ini berhasil membuat Wang Mo mencurigai Wang So .

***

Perkembangan situasi semakin tidak menguntungkan bagi Wang So ketika Raja , dihadapan Astronom Choi dan Pangeran Mahkota , memerintahkan Wang So untuk kembali ke Shinju setelah acara tanggal 9 bulan 9 mendatang .
Wang So terperanjat , dan Raja menjelaskan kalau dia tahu bahwa ibu kandung So , yakni Ratu Yo , yang menjadi dalang untuk menggalang dukungan menjadikan Wang So sebagai Pangeran Mahkota.  Wang So menganggap keputusan ini tidak adil karena selama ini tidak berhubungan baik dengan ibunya .
Raja menjelaskan bahwa Wang So tidak bersalah , tetapi hati seseorang akan mudah digerakkan oleh keadaan , dan Wang So mungkin akan tergoda mendapatkan dukungan dari para petinggi , dan melupakan ketulusan hatinya.


Wang So teringat perkataan Ibunya bahwa Raja telah memperalat So untuk menjadi perisai pelingung bagi Pangeran Mahkota . Wang So memprotes Raja yang tidak mempertimbangkan perasaannya . Raja menjelaskan kalau dia ingin bersama So , namun kondisi politik tidak memungkinkan .

Dan Pangeran Mahkota yang biasanya membela Wang So pun kali ini hanya diam saja dengan memendam perasaan curiga.


***

Putri Yeonhwa melakukan penyamaran dengan memerintahkan seorang court lady untuk mengantarkan obat (racun) kepada seorang court lady yang lain . Yeonhwa meminta court lady itu untuk tidak memberitahu Ratu Yoo mengenai rencana ini .

Namun court lady tersebut diam2 menghadap Ratu dan membocorkan hal ini .



Dan Wang So muncul melabrak ibu kandungnya . Ratu Yoo dengan santai berkilah bahwa Wang So akan mendapatkan tahta jika segalanya berjalan sesuai rencana.  Wang So meminta Ibunya untuk berhenti berpura2 seolah2 melakukan segala sesuatu demi So belaka . Wang Soo bertekad tidak akan terseret dalam rencana busuk Ibunya.

Ratu Yoo mengungkap bahwa Pangeran Mahkota akan mati diracun pada tanggal 9 bulan 9 kalender Lunar.  Wang So berang : " Ibu pikir aku akan berdiam diri setelah mendapatkan informasi ini ?"

Ratu : " Memangnya bagaimana kau akan mengatakan tentang racun itu ? Jikapun begitu , aku akan mengatakan bahwa aku melakukannya demi membuatmu menjadi raja . Aku akan mengatakan kalau keluarga kita melakukan korupsi dan meracuni Pangeran Mahkota. Beginilah cara Istana berkerja , dimana setiap orang akan menyikut sesamanya . Silahkan saja kau menghentikan rencana itu jika kamu bisa . Karena sama saja kamu akan menjerat lehermu sendiri ."

Wang So masih yakin rencana ibunya ini akan gagal , dan berlalu dari ruangan . Ratu mengkritik Wang So masih saja belum mengerti bahwa Raja telah mendepak dirinya , padahal tinggal menanti seorang court lady menuangkan teh dalam acara nanti , maka Wang Mo akan mati dan Wang So akan memiliki segalanya. "

Wang So : " Bagaimana aku bisa mempercayaimu ?"

Ratu : " Bukankah kamu sendiri yang mengatakan jika kamu menjadi Raja , maka kamu tidak akan membunuh saudara2mu sendiri khan ? Aku percaya padamu , dan karena itu aku akan mendukungmu . "
***
Astronom Choi mengamati bintang dilangit dengan seksama , dan merasa heran kenapa bintangnya Pangeran Mahkota semakin pudar dan menghilang.

***
Mentri Park menemui Woohee yang menyaru sebagai gisaeng . Woohee mendesak Mentri untuk menggerakkan pemberontakan .


Woohee ternyata seorang mantan puti kerajaan Bakjae yang musnah oleh Goryeo oleh karena itu bertekad hendak membunuh Raja Taejoo, dan mengancam akan memberitahu para loyalis Baekje yang masih tersisa tentang penghianatan Mentri Park terhadap bekas negaranya yang telah hancur.


Mentri Park berkata bahwa dia bukan paman kandung Woohee , hanya terikat karena pernikahan , dan memprotes punya posisi apa Woohee hingga berani mendesaknya . Woohee mengeluarkan belati untuk mengancam Park .

Namun tiba2 Baek Ah muncul disekitar. Woohee lantas pura2 berlagak menjadi seorang gisaeng bersandiwara dengan pelanggannya . Mentri Park menyadari hal itu ikut dalam permainan Woohee dan segera berlalu meninggalkan tempat.


Baek Ah menanyakan Woohee apakah baik2 saja . Ketika Woohee hendak pergi mengabaikannya , Baek-Ah tersenyum memperlihatkan perhiasan Woohee yang tertinggal di hutan sebelumnya.

***
Wook mengunjungi makam istrinya , dan berjanji dalam hatinya untuk tidak melupakan hutang budi pada mendiang istrinya ini , dan berjanji untuk mencintai Haesoo .


***
Dalam acara keluarga Istana ini , Baek Ah memilih Jung untuk minum bersama . Jung memprotes bahwa sesama pria tidak boleh melakukan hal ini . Astronom Choi mencandai Jung , jika menolak akan mendapat kesialan . Jung dan Baek-Ah akhirnya bertukar minuman yang disambut gelak tawa semuanya.



Sementara itu perhatian Wang So terfokus pada cawan teh milik Pangeran Mahkota.

Permainan berganti dengan sajak berangkai disertai minum  , dimulai oleh Raja Taejoo di urutan pertama , kemudian Ratu Hwang Bo diurutan kedua , Wook diurutan ketiga , dan Baek Ah diurutan keempat .



Lagi2 Baek-Ah menyasar Jung untuk melanjutkan sajak diurutan kelima . Jung terbata2 tidak bisa menjawab sehingga Won merebut kesempatan untuk menjawabnya.

Raja tersenyum dan mengingatkan Jung untuk terus belajar walau kemampuan militernya menonjol . Ratu Yoo terlihat kecewa melihat anak bungsunya ini .



Dan kembali perhatian So , Yeonhwa , dan Ratu Yoo tertuju pada Pangeran Mahkota yang berulangkali hendak minum teh namun selalu tidak jadi . Yeonhwa memulai rencananya , meminta Lady Oh untuk menyuguhkan teh chrysanthemum untuk Pangeran Mahkota yang sedang tidak berselera ini .




 ***
Di dapur istana , seorang court lady yang menjadi konspirator , berlagak sakit dan meminta Haesoo yang menyuguhkan teh untuk Pangeran.  Dalam perjalanan mengantarkan teh , Haesoo berpapasan dengan Eun dan istrinya yang terlambat berangkat menuju acara.




Eun bersikap ketus pada Haesoo , dan memintanya untuk memalingkan wajah jika kelak berpapasan lagi di Istana . Eun mengaku kehilangan selera dan mengajak istrinya untuk pulang .


Ketika Eun berlalu , Soondeok bertanya jika Haesoo memang mempedulikan Eun kenapa tidak menerima tawaran untuk menjadi istri keduanya Eun. Haesoo mengagumi kebijaksanaan dan ketulusan Soondeok sebagai seorang istri dan memberi saran agar Soondeok mengawasi suaminya agar tidak terlibat dalam pertarungan Istana . Namun Soondeok merasa sedikit tersinggung , karena Eun adalah tanggungjawabnya kini sebagai seorang istri .

Sebelum sampai keacara , Haesoo menjalani pemeriksaan tes racun oleh para pengawal Istana .


Sementara itu So ketika bersiap hendak mengatakan sesuatu , terperanjat melihat Haesoo muncul dengan minuman teh . Wang So menyadari bahwa Haesoo dalam bahaya untuk dijadikan kambing hitam dalam rencana jahat klompotan ibunya , dan mengurungkan untuk bicara.

Sebagai gantinya Wang So mengaku telah menimbulkan berbagai masalah bagi Pangeran Mahkota , dan untuk itu hendak mendapatkan tiga kali cawan teh dari Pangeran Mahkota .


Yeonhwa dan Ratu Yoo mulai khawatir melihat perkembangan ini . Pangeran Mahkota memerintahkan Haesoo untuk menyerahkan tehnya kepada Wang So . Dan Wang So sengaja membuat cawan itu terjatuh saat giliran pertama .

Wang So meminta teh berikutnya , dan meminumnya tanpa gejala apapun . Pada minum pertama ini , Wang So mengucapkan harapan agar kakaknya ini panjang umur. Pada saat minum kedua kalinya So mengucapkan harapan agar kakaknya terus berjuang bagi Goryeo . Pada saat minuman ketiga , tangan So terlihat gemetaran , namun tetap  mengucapkan harapan agar kakaknya senantiasa beruntung dalam setiap peperangan .



Dan terlihat efek racun mulai berkerja , dan Wang So menahan sakitnya sambil sesekali menatap tajam kearah ibunya .



Pada saat minuman terakhir So berharap agar persahabatan dan persaudaraannya dengan Pangeran Mahkota bisa langgeng dan tidak berubah .  Pangeran Mahkota terharu dan membujuk Raja untuk membatalkan rencana mengirim Wang So kembali ke Shinju .


Sementara itu mata Yeonhwa semakin melotot karena tahu apa yang sedang terjadi . Pertahanan So semakin rapuh dan memaksakan diri berjalan meninggalkan acara . Pandangan matanya mulai blur ketika racun semakin mengganas. Dan darah mulai keluar dari bibirnya.

0 comments:

Post a Comment