Tuesday, September 13, 2016

Sinopsis : Laurel Tree Tailors - Episode 06 (Part 2)

Standard
Dirumah , Dongsook merasa aneh Hyojo tidak ikut masak . Gokji merasa Hyojo memang tidak bisa masak dan tidak perlu direpotkan . Dongsook mengeluh kalau Hyojo mungkin satu2nya menantu di Korea yang membiarkan ibu mertuanya masak tanpa ikut membantu .


REKAP EPISODE 6 - PART 2
LAUREL TREE TAILORS - THE GENTLEMEN OF WOLGYESU SHOP TAILOR


Hyojo tahu cara memenangkan hati Dongsook , dengan menghadiahi tas bermerek yang membuat Dongsook langsung terpukau .

Taeyang berkeluh kesah panjang lebar akan nasibnya yang malang terlahir dikeluarga miskin . Taeyang mengaku belum rela lepas dari mantannya . Yeonsil menenangkan bahwa wanita memang lain bicara lain di hati , dan yakin pasti mantannya Taeyang menyesal , dan benar2 mencintai Taeyang dalam hatinya.

***
Sunnyeo menjenguk suaminya di penjara . Samdo melahap masakan istrinya . Sunnyeo meminta suaminya untuk tidak keras kepala sebelum timbul masalah besar. 

Samdo mengungkit masalah perlu uang besar dalam mendamaikan perkelahian tempo hari , dan menganggap istrinya lebih mencintai uang , dan tidak perlu berupaya membebaskan dirinya dari penjara.

Sunnyeo mengaku cinta uang , tetapi lebih mencintai suaminya. Samdo menganggap ucapan istrinya sebagai omong kosong . “Bagimu , uang lebih penting , karena itu kamu lebih rela membiarkan aku duduk memasak ayam goreng untuk seumur hidup padahal tahu aku sangat ingin menjadi penjahit.”

Samdo kembali demo dengan berlagak ngantuk , dan bermalas2an berbaring dilantai , seakan tidak berniat untuk keluar dari penjara.

Sunnyeo menimbang2 akhirnya mengakui kekalahan , dan rela Samdo kembali berkerja sebagai penjahit . Samdo bangkit dengan senang seketika , menuntut agar istrinya tidak menarik ucapannya.
Dengan penuh haru Samdo berjanji akan menyayangi istrinya lebih lagi . Samdo memberikan salam salut ala militer sebagai tanda hormat , hanya membuat Sunnyeo menjadi malu .

***

Di koridor ruang kantor polisi , Sunnyeo duduk merenung seorang diri , menarik ponselnya dan mencoba menghubungi Gokji sambil menangis.

***

Atas permintaan Sunnyeo , Gokji menelepon anaknya , Dongjin , untuk membantu membereskan masalah Samdo . Gokji mengingatkan anaknya , bahwa Samdo sudah seperti keluarga sendiri .

Dongjin menyanggupi dan bergegas meninggalkan gudang tempat kerjanya. Asistennya mencegat , membahas kemungkinan Dongjin akan kembali ke kantor pusat , dan memohon agar dirinya dibawa serta ke kantor utama , dan berjanji akan setia .

Dongjin tidak antusias menanggapi , hanya berjanji untuk mempertimbangkan dan pergi berlalu dengan mobilnya.

***
Hyojo menyindir ibu tirinya , Eunsook yang terus mengalami sakit kepala belakangan ini . Eunsook menyindir Hyojo semakin rajin mengunjungi mertuanya. Hyojo berkilah kalau mertuanya sedang stress dan sakit akibat ditinggal suami . Eunsook tahu Hyojo sedang diatas angin karena Dongjin sudah semakin dekat untuk mendepak Hyosang dari kursi presdir .

Eunsook terperanjat mendengar Wolgyesu Shop akan dijual  . (Eunsook pernah melalui masa muda dengan berkerja di Wolgyesu sebelum menjadi nyonya konglomerat.)

***
Di Wolgyesu , Yeonsil dan kolega sedang mengemas stok kain tersisa . Mereka sedih karena kain berkualitas tinggi itu bakal dijual dengan harga rendah .

Kolega ahjumma masih mengenali Eunsook yang tiba-tiba muncul dengan wajah angkuhnya. Masalah muncul ketika Gokji juga datang ke Wolgyesu . Suasana permusuhan masa lampau antara Gokji dan Eunsook meletus dalam perdebatan sengit.

Eunsook : Kenapa setiap orang seperti terkejut saat melihatku . Memangnya aku tidak boleh datang kemari ?  Aku dengar toko ini dijual , dan aku berpikir harus berkunjung untuk melihat.

Gokji : “Sebenarnya aku juga ingin berbicara denganmu . Hyojo mengatakan padaku kalau kamu berkomplot dengan anakmu mengjungkalkan Dongjin dari kursi presdir . Kenapa kamu bisa melakukan hal keji seperti itu pada keluargaku ?

Eunsook : “Sebenarnya hal itu yang hendak juga kukatakan padamu . Anakku berkerja dengan baik , dan aku jujur saja tidak bisa mengerti kenapa Dongjin berusaha keras untuk mengambil alih perusahaan .”

Gokji : “Menggelikan sekali , hentikan omong kosongmuj . Mendiang suamimu telah menganggap Dongjin sebagai anak sendiri , bukan sekedar menantu . “

Eunsook : “ Almarhum suamiku mungkin hanya basa-basi , dasar saja kamu saja percaya mentah-mentah.”

Eunsook dan Gokji dipaksa untuk duduk dikursi oleh para karyawan .

Gokji melanjutkan :”Kamu merayu seorang pria yang sudah menikah dan punya istri . Merebut suami orang bagimu masih belum cukup , dimana hati nuranimu ? Jangan serakah pada apa yang bukan menjadi hakmu ! “

Eunsook : “ Loh aku juga hendak mengatakan hal yang sama , bilang pada Dongjin untuk tahu tempatnya .”

Yeonsil muncul membawakan minuman .

Eunsook : “ Aku langsung saja , aku dengar toko ini akan dijual . Tawarkan padaku , dan aku akan membayar ekstra toko ini . Aku akan merubuhkan tempat ini dan membangun workshop yang baru . Mungkin aku akan mampir sambil menggambar dan mendengarkan musik . ”

Gokji meradang : “ Kamu pikir aku perlu uangmu . Diantara seluruh manusia dimuka bumi , kamu orang terakhir yang aku pertimbangkan .”

Eunsook : “Kamu itu lucu , kenapa tidak mau menjualnya padaku ?”

Gokji : “ Apa kamu masih punya nurani ? Setelah segala yang kamu lakukan ? Kamu hampir mengambil tempat ini 30 tahun lalu .  Lagipula sudah terlambat , toko ini sudah dijual pada orang lain .”

Eunsook : “ Oh , aku akan membayar pembeli toko ini dua kali lipat. Siapa tahu dia mau khan ? “ 
Eunsook mengancam akan melakukan apapun untuk mendapatkan toko ini dan menjadikannya sebagai workshop pribadi.

Amarah Gokji semakin besar. Percekcokan ini berakhir ketika Gokji melempar air jeruk ke wajah Eunsook . Dan Eunsook hendak membalas , namun Yeonsil buru2 merebut gelas dari tangan Eunsook .

Eunsook perlu dengan wajah penuh dendam .

Sementara Gokji kehabisan stamina dan hampir pingsan . 

Diluar , Dongsook sedang memberikan tip pada Sungjun tentang bagaimana memenangkan hati ibunya . Namun Sungjun terpukau pada sesosok wanita seperti Eunsook yang dianggap berkelas. Selagi mata Sungjun melotot , Dongsook mengenali Eunsook dari jauh dan khawatir ibunya baru cekcok .

Benar saja Gokji dalam kondisi kepayahan di sofa. Sungjun menawarkan tubuhnya untuk membopong tubuh Gokji . Lucunya ,  tubuh Sungjun yang tinggi tetapi kakinya berbunyi pertanda kepayahan ketika mengangkat tubuh Gokji yang kecil .

Sementara Yeonsil bertanya2 kenapa sosok seperti Eunsook yang pernah berkerja di Wolgyesu bisa bersikap kasar seperti itu ?

Karyawan Ahjumma pamit untuk pulang . Tak lama kemudian Taeyang muncul dengan wajah yang lebih riang daripada kemaren malam .
Taeyang menenangkan Yeonsil kalau dia sudah baik-baik saja . Yeonsil menawarkan  untuk menjadi menjadi mediator . Namun Taeyang menolak gagasan itu , mengklaim belum menyerah , hanya saja ingin lebih focus pada pekerjaan .

Taeyang menawarkan bantuan untuk membawa kain2 sisa yang masih berjumlah banyak . Taeyang pamit untuk membawa mobil van pinjaman agar bisa membawa kain2 sisa .


***

Disalon , Dajung sedang melayani Jiyun , mantannya Taeyang yang datang sebagai pelanggan .
Dajung diam2 benci melihat panggilan ponsel dari Taeyang diabaikan begitu saja oleh Jiyun , sementara panggilan telepon dari ID bernama Min Hyosang malah diterima . Terlebih Jiyun meminta Dajung untuk menjauh sejenak agar bisa berbincang lebih leluasa dengan ponselnya.

Dajung melangkah dengan sebal , dan menyadari temannya , Min Hyowoon datang berkunjung . Dajung bertanya kenapa Hyowon tidak berkerja . Hyowon mengaku sedang badmood , juga enggan dilayani oleh Dajung karena masih merasa tidak nyaman atas kejadian tempo hari .

Hyowon berbasa-basi menanyakan kabar Taeyang diterima atau tidak . Dajung terlihat percaya pada kemampuan Taeyang dengan bangga . Sampai Hyowon mengira Taeyang adalah kekasih.

Dajung mengakui menyukai Taeyang sejak setahun terakhir . Hyowon memberikan semangat pada Dajung agar beruntung dalam kehidupan asmaranya.
Hyowon berjalan menuju ruangan salon yang lain , melalui daerah dimana Jiyun sedang duduk . Tanpa sengaja Jiyoun mengganti silang kaki kiri dengan kaki kanan , membuat Hyowon tersandung , dan terjatuh kesakitan . 

Jiyun bukannya merasa bersalah malah memasang tampang angkuh . Hyowon memaki2 hingga Jooyoung terpaksa meminta maaf . Namun Hyowon menganggap permintaan maaf itu tidak tulus.

Dajung terpaksa menyeret Hyowon ke ruang keramas untuk menghindari percekcokan lebih jauh .

(Jiyun tidak tahu jika Hyowon adiknya Hyosang , andai saja dia tahu ) .

Dan diruang keramas , Hyowon teringat dan mengenali Jiyun sebagai reporter di perusahaannya.

***
Gokji mengungkap kekhawatiran atas niat jahat Eunsook hendak membeli Wolgyesu Shop . Gokji menilai ancaman itu tidak bisa diremehkan .  Dongsook merasa Eunsook tidak pernah berubah dari semenjak dahulu kala. 

Pada kesempatan ini , Dongsook terus membujuk ibunya agar membiarkan Sungjun indekost dirumah mereka. Merasa tidak enak hati karena sudah membantu membopongnya , Gokji mengijinkan Sungjun indekos dirumah ini , termasuk memangkas biaya sewa kos dengan alasan Sungjun masih membujang dan tidak akan membawa masalah .  Dongsook menambahkan alasan konyol bahwa mereka akan berinvestasi secara budaya untuk membantu artis Sungjun merintis karirnya.

Sungjun dengan lebaynya memberi hormat hingga membungkuk ke lantai kepada Gokji .

***
Sungjun tampak puas dengan suasana ruangan yang akan ditempatinya saat diajak Dongsook melihat2.
***
Dalam penyelesaian masalah kasus perkelahian , terlihat Dongjin sangat piawai dalam bernegosiasi . Dia tidak mengindahkan ancaman pria2 kasar itu dan malah balik mengancam akan mengajukan tuntutan balik jika pria2 itu masih ngotot meminta tambahan uang ganti rugi . Dongjin bahkan mengklaim punya barang bukti video . 

***

Setelah menyelesaikan perkara secara musyawarah , Dongjin menemani Samdo dan istrinya untuk makan siang bersama.

Dongjin masih terheran kenapa Samdo sempat bersaksi yang memberatkan diri sendiri saat kasus perkelahian itu . Samdo menjelaskan kalau istrinya sudah mengijinkan dia kembali berprofesi penjahit.

Terlihat Sunnyeo masih meringis tidak rela .

***

Yeonsil mendapat kabar mengejutkan dari supplier kain , bahwa Lee Mansool masih memesan kain dalam jumlah cukup banyak dari sebuah tempat asing , baru saja dua minggu berlalu .

Yeonsil bergegas memberi kabar pada Gokji . 


Dongjin yang juga mendengar kabar mengajak serta Samdo dan istri untuk langsung ke TKP . Sementara itu Kang Tae membawa serta Gokji , Dongsook , Yeonsil dan Sungjun untuk menyusul ke TKP .

***

Dongjin dkk tiba lebih dulu dibiara , disusul oleh rombongan mobil Taeyang.  Sungjun dan Sunnyeo masih menyimpan aroma permusuhan diantara mereka . 

Dongsook menyarankan semua untuk bergegas mencari ayahnya. Dongjin menyarankan agar mereka menghubungi kantor biara untuk mendapatkan informasi .

***

Didalam ruang gereja , Lee Mansol perlahan melangkah mendekati sesosok pria cacat yang sedang berdoa menghadap altar.  Mansool memperkenalkan diri sebagai pihak dari Wolgyesu Tailor Shop , dan mengatakan baju jasnya sudah siap .

Mansol mulai mengeluarkan jas karyanya kepada pria malang itu , yang langsung tersenyum bahagia menerima hadiah itu .

***
Dongsook dkk memperlihatkan foto Lee Mansol kepada seorang suster di kantor biara. Dan salah seorang staff kantor mengenalinya sebagai penjahit , dan suster menambahkan seharusnya tuan Lee menghadiri acara pernikahan .

***
Lee Mansol baru saja meninggalkan ruangan , ketika terdengar dari kejauhan seluruh kerabat keluarganya sedang mencari2 sambil  memanggil namanya.

Lee bergegas bersembunyi sambil mengamati keluarganya dari kejauhan .  



0 comments:

Post a Comment