Monday, September 12, 2016

Sinopsis : Laurel Tree Tailors - Episode 06 (Part 1)

Standard



Dalam kondisi hujan , Lee Dongjin mengantarkan Yeonsil kembali ke Wolgyesu Shop . Dalam perjalanan ,Yeonsil masih mengingat peristiwa memalukan dimana dia terpaksa harus turun ditengah jalan untuk buang hajat. 


REKAP EPISODE 6 - PART 1
LAUREL TREE TAILORS - THE GENTLEMEN OF WOLGYESU SHOP TAILOR

 Dongjin menolak menerima payung yang dipinjam , mengingat pernah dipakai Yeonsil untuk buang hajat. Yeonsil bergegas masuk ke Wolgyesu . Sementara itu diluar Dongjin di mobil mengamati gerak-gerik Yeonsil , sambil menggerutu bisa2nya Yeonsil mencoba mengembalikan payung yang bekas dipakai untuk buang hajat. 


***
Wolgyesu Shop , Yeonsil melihat kolega Ahjumma sedang membereskan barang2 karena toko hendak dijual dan harus dikosongkan dalam waktu sebulan .

Yeonsil khawatir , bossnya , Lee Mansol , akan bersedih melihat toko yang dirintisnya akan dijual . Kolega menyarankan Yeonsil untuk mulai mencari pekerjaan baru .

***
Lee Dongsook sedang merawat ibunya yang sedang stress berat. Gokji khawatir mendiang ayah mertuanya akan murka dengan keputusan menjual toko , begitu pula dengan suaminya , Lee Mansool yang entah sedang menghilang kemana.

Gokji mulai berniat untuk membatalkan transaksi , dan Dongsook mengingatkan kalau mereka sudah menerima DP pembayaran .

Kekesalan Gokji makin menjadi ketika Dongsook mulai membahas pembagian warisan dari hasil penjualan toko . Dengan wajah polos Dongsook menyarankan pembagian warisan dibagi rata , dan sudah lumrah dijaman sekarang anak perempuan mendapat bagian yang sama .

Gokji murka karena merasa disumpahi mati , berharap warisan sama saja berharap orang tua cepat mati . Dongsook baru menyadari hasil ucapannya membuat ibunya murka.

***
Di kafe milik Dongsook , Sungjun berharap2 cemas apa ibunya Dongsook memperbolehkan Sungjun kos . Dongsook menyarankan untuk mencari waktu yang tepat karena ibunya sedang bad mood.

Mengamati Sungjun melayani pelanggan dengan cepat , Dongsook terkagum akan bakat terpendam Sungjun . Dan Sungjun seperti biasa , membual kiprahnya selama merantau ke New York .

Dongsook menyarankan Sungjun untuk mengambil lebih banyak lagi waktu part-time di kafenya agar bisa membiayai sewa kos nanti . Sungjun belagak sedang sibuk merilis lagu terbarunya.

Sungjun (dalam hati ) : Kamu pikir hendak mengendalikan aku hanya dengan 400 dollar perbulan ? Aku tidak semurah itu !
Dongsook (dalam hati) :  Kamu terlalu banyak harga diri untuk seorang pria yang tidak punya apa2.

Sebagai gantinya , Dongsook mengusulkan untuk meminjamkan kafenya pada Sungjun untuk dijadikan kantor , baik untuk mengelola fans club , ataupun untuk deal kontrak .

***
Samdo mengalihkan kekecewaan dengan berakrab ria dengan seorang gadis muda . Mereka berdua terlibat dalam permainan teka-teki yang berlangsung dengan menyenangkan , hingga istrinya Seonnyeo yang galak muncul dan menghentikan permainan ini .

Gadis muda yang malang itu langsung dijambak rambutnya agar menjauh dari suami . Samdo menegaskan mulai saat ini akan melakukan apa yang diinginkan , hal itu sebagai protes karena Seonnyeo tidak mengijinkannya kembali terjun sebagai penjahit.

Samdo ngeloyor pergi meninggalkan tip di kantong celana si gadis muda . Dan Seonnyeo dengan brutal merampas uang tip itu , sambil mengulangi ancamannya agar gadis itu tidak mendekati suaminya.

***
Kegaduhan mulai muncul di Gedung Meesaa Apparel. Eunsook hampir pingsan ketika mendengar kabar gelombang protes buruh menuntut agar Lee Dongjin kembali ke tampuk Presdir . 

Eunsok mulai berunding dengan anaknya , Min Hyosang tentang antisipasi menghadapi Dongjin .

Ketika Dongjin muncul diruangan , Eunsook menuding Dongjin menikam dari belakang . Hal ini menggelikan bagi Dongjin yang justru merasa dirinya yang ditikam dari belakang.

Dongjin mendamprat adik ipar tirinya ini , yang telah memanipulasi label produk untuk mengumpulkan uang demi menutup pajak dari warisan , dan menyogok dewan direksi dengan uang. Dongjin menghardik Hyosang telah menyalahgunakan kekuasaan yang merugikan perusahaan hanya untuk keuntungan pribadi .

Eunsook merasa menantu tirinya sedang mengancam . Dongjin menjelaskan telah memberi cukup waktu bagi Eunsook dan putranya untuk berpikir.

Dongjin berlalu . Eunsook menggerutu Dongjin licik seperti ular .

***

Hyowon tiba di kantor dan melalui salah satu staff , mendapat informasi bahwa Taeyang tidak lolos seleksi . Staff itu menjelaskan bahwa kandidat yang tidak lolos seleksi akan dikirimi SMS . Hyowan mengambil alih nama Taeyang , dan berjanji akan menghubungi secara pribadi .

***

Hyowon menunggu di café , dan mulai menghubungi Taeyang via ponsel , dan mengabarkan tidak lolos seleksi . Taeyang yang sedang mabuk di warung tenda tidak antusias mendengarkan , dengan datar mengucapkan terimakasih dan hendak menutup ponsel .

Anehnya Hyowon tersinggung karena Taeyang tidak menunjukkan kekecewaan atas kegagalan . Hyowon menuding Taeyang melamar kerja hanya untuk main-main belaka.

Dua anak muda ini jadi berdebat kusir via telepon dengan saling memaki .  Taeyang menegaskan jikapun diterima kerja toh tidak akan hadir.

Masih di warung tenda , Taeyang yang mabuk masih mengingat kenangan pahit dari mantan pacarnya , Jooyoung yang bersabda bahwa bagi orang miskin , cinta adalah suatu barang mewah . Taeyang loncat pada kesimpulan bahwa CEO Meesa Apparel tentunya punya harta dan latar belakang keluarga yang hebat, sehingga punya hal untuk mencinta.

***
Di café , Dongjin masih mengenang perkataan pelanggan tua dan miskin dari  ayahnya yang diambang sekarat dan memandang tinggi baju jas karya ayahnya , dimana busana bagian menjadi harga diri dan punya makna sedemikian mendalam sehingga siap menjelang kematian dengan penuh kebanggaan . 

Dongjin membandingkan dengan apa yang pernah dikatakan ayahnya , Lee Mansool , bahwa profesi penjahit dalam membuat pakaian menjadikan seseorang menjadi hangat dan bahagia .

Lamunan Dongjin buyar ketika orang kepercayaannya mengabarkan bahwa Eunsook dan Hyosang mungkin akan menyerah kalah .

Dongjin bercerita ulang tentang makna sebuah busana bagi seorang pria pada orang kepercayaannya itu . Dan orang kepercayaannya tentu saja tidak bisa menangkap arti dari cerita Dongjin , menganggap Dongjin mulai bersikap aneh .

***

Usai menutup toko , Yeonsil menjenguk Gokji . Namun malah Gokji yang mengkhawatirkan karyawan kesayangannya ini yang terancam kehilangan pekerjaan . 

Hyojoo muncul untuk memperbaiki hubungannya dengan keluarga Dongji . Hyojoo berdalih hendak menemani ibu mertuanya yang kesepian ditinggal suami .  Hyojoo meminta ibu mertua untuk menyiapkan sajian makan malam karena Dongjin akan tiba .

Gokji dengan senang hati memasak dengan bantuan Yeonsil . Gokji mengambil kesempatan untuk memanfaatkan pengaruh Hyojoo yang kaya raya untuk membantu mencarikan pekerjaan bagi Yeonsil .

Mengetahui Yeonsil hanya lulusan SMA , Hyojo menyarankan untuk Yeonsil untuk berkerja di pabrik , sambil berjanji akan membantu mencarikan pekerjaan .

***
Sunnyeo semakin kecewa melihat Samdo melarikan masalah ke minuman di café dan dibar. Samdo tidak peduli sekalipun istrinya menghardiknya untuk kembali berkerja. 


Sunnyeo menganggap suaminya kekanak2an , namun Samdo menukas bahwa istrinya lebih kekanak2an karena berlagak membuat air seperti bensin .


Pengunjung di meja seberang kembali mengumpat dan meminta Samdo – Sunnyeo pulang kerumah untuk melanjutkan keributan . Pria itu menuding Sunnyeo yang suaranya paling berisik . 


Sunnyeo kehilangan kesabaran , dan melabrak pengunjung disebelah . Samdo terprovokasi untuk turun tangan saat istrinya didorong . Samdo menghampiri pria kasar dan menuntut permintaan maaf pada Seonnyeo .

Cengkraman Samdo terlepas saat pengunjung itu mulai memukul . Terjadilah perkelahian dua melawan dua , Samdo-Sunnyeo melawan dua pengunjung .

***
Pertengkaran itu berakhir di kantor polisi . Sunnyeo sibuk beradu berargumen dengan dua pria itu . Namun Samdo punya pemikiran lain . Begitu tahu konsekuensi hukuman , Samdo malah sengaja mengakui dirinya bersalah agar dikurung di penjara (agar terbebas dari istrinya) , daripada harus melanjutkan hidup sebagai penjual ayam goreng . Sunnyeo mengira suaminya sudah gila.

***

Dongsook pamit pada Sungjun karena ada acara makan malam keluarga. Dongsook berkata Sungjun bisa pulang dan beristirahat setelah pelanggan terakhir pulang. Sungjun meminta ijin untuk tidur di café malam ini . Sungjun mengajukan berbagai alasan bohong padahal memang tidak pernah tempat tinggal lagi setelah diusir dari motel .

Sungjun berlagak sedang sibuk mengarang lagu , dan harus berlatih , dan café ini cukup nyaman untuk tidur . Dongsook merasa sofanya terlalu kecil untuk tidur dan tidak ada tempat mandi . Sungjun merasa bisa membersihkan diri disauna setiap pagi .

Dongsook berjanji akan membujuk ibunya lagi agar bersedia menampung Sungjun kos dirumah . 

Dongsook akan berlalu sampai seorang pria tua botak muncul kembali mengganggunya , memaksa Dongsook untuk berkencan . Sungjun ikut campur karena tidak suka melihat pria memaksa wanita . Si pria botak pendek itu menanyakan status Sungjun apa hingga berani ikut campur .

Sungjun membanting buku dan bersiap mengatakan sesuatu kalau dia itu adalah ……

Disaat bersamaan , serempak Sungjun dan Dongsook berkata .

Sungjun : Aku adalah part-timer
Dongsook : Dia adalah kekasihku

Hahaha

Diluar Sungjun seperti anak kecil yang memprotes Dongsook telah sepihak mengklaim dirinya sebagai kekasihnya. Sungjun mengaku tidak bisa berkerja dalam situasi seperti ini . Dongsook menenangkan kalau tadi dia hanya becanda. Sungjun memprotes dirinya tidak bisa dijadikan bahan alasan . Dongsook mengalah dan meminta maaf.

Sungjun kembali berlagak seperti penyanyi terkenal yang takut terlibat skandal Dongsook kembali menenangkan .  Sungjun bergegas kembali karena terdengar ada pelanggan yang mau membayar.

Sementara itu Dongsook bertekad akan menaklukkan Sungjun .




0 comments:

Post a Comment