Monday, September 26, 2016

Sinopsis : The K2 - Episode 02 - Part 1

Standard
Anna berdiri dalam tubuh gemetar dan nafas terengah di tengah jalan dimana dia hampir saja tertabrak .




Kedipan lampu mobil mengingatkannya saat masih kecil dibawa ke kantor polisi menyusul kasus kematian ibunya. Anna yang malang dibombardir oleh lampu blitz para wartawan yang tamak akan berita.

Rekap Sinopsis : The K2 - Episode 02 - Part 1

Didalam kantor polisi , seorang psikiater berusaha membantu Anna menjawab pertanyaan detektif. Sang detektif mulai frustasi karena tidak mendapatkan informasi dari gadis cilik.

Anna cilik terus terdiam dan ingatannya mengembara ketika ibu kandungnya memberikan isyarat agar Anna memberikan obat tidur . Ingatan kelam ini membuat Anna terkencing2 di kantor polisi , dan pada akhirnya meratap histeris bahwa dia telah membunuh ibunya.


Dan kini , Designer itu terpukau dengan kecantikan natural dari Anna , mengabaikan dua model disampingnya , dan mengklaim bahwa Anna adalah bidadari barunya.

Anna dengan tubuh gemetar menyangkal diri bahwa dia tidak membunuh , tidak membunuh . Seorang nenek baik hati membimbing Anna kembali ke trotoar. Dan Anna masih saja bergumam kalau dia tidak membunuh. Nenek bule memandang prihatin sambil membentuk tanda salib di dada , mendoakan Anna.

Anna berlalu seorang diri .


***

Kali ini Jeha mencuri seragam seorang tentara di toilet untuk menyamar dan keluar tanpa menimbulkan kecurigaan.


Sementara itu Yoojin mengkritik kegagalan JSS dalam menangkap seorang petugas pemasang banner belaka. Walaupun Direktur JSS itu meminta maaf , Yoojin dengan sinis mengatakan bahwa orang tidak berbakat selalu dibatasi oleh skill yang terbatas pula.


Direktur meminta waktu , namun Yoojin berargumen bahwa Jeha bisa bisa saja menemui reporter atau menjual informasi kepada rival capres lainnya untuk mendapatkan uang belaka.



Ketua Joo mengutarakan pendapat bahwa menangkap Jeha adalah hal yang mustahil , dan lebih baik menarik Jeha kepihak mereka. Yoojin tersenyum sinis seakan tak percaya : " Jadi kamu hendak mengatakan bahwa JSS tidak punya kompetensi , dan bahwa dia itu terlalu kuat ?"

Ketua Joo menambahkan bahwa Jeha dipecat dari Pasukan Khusus dengan tidak adil , kemudian bergabung dengan pasukan swasta elit seperti Black Stone ,bahkan Jeha menjadi pasukan bayaran terbaik di Irak , dan ada rumor berhembus bahwa Jeha dikabarkan bergabung dengan ISIS , dan ternyata Jeha berada di Korea.


Yoojin khawatir Jeha sedang berada dalam misi . Ketua Joo menjelaskan bahwa Jeha dalam masa pelarian dan tidak mungkin sedang menjalankan misi. Yoojin menampik gagasan Joo , dan mengkritik seharusnya Joo lebih mempedulikan tugasnya dalam menjaga capres Sejoon.

***
Capres Sejoon meledek Direktur dan Ketua JSS yang baru saja meninggalkan ruang kerja Yoojin. Sementara itu Yoojin dari balik jendela mengamati keberangkatan suaminya , berkeluh kesah kepada Sekretaris Kim bahwa suaminya tidak pernah merasa bersalah . Yoojin mengingatkan Sekretaris Kim untuk berhati-hati terhadap Jeha yang berbahaya.


Sekretaris dengan ragu2 memberitahu masalah baru , bahwa foto Anna yang sedang berdiri di jalanan Spanyol yang menjadi viral karena diunggah oleh seorang fashion designer terkenal , Jean Paul Lafelt .



Pada kesempatan ini Joo memberitahu kondisi Anna , dan menyarankan Sejoon untuk menemui putrinya . Sejoon menolak karena kondisi pemilu yang akan datang sama sekali tidak memungkinkan .


Sejoon berkata bahwa dia memang ayah yang menyedihkan , dan juga tahu bahwa Joo adalah anak buahnya Yoojin , namun Sejoon menawarkan kemungkinan bagi Ketua Joo untuk menjadi pemimpin pengawal istana jika Sejoon nanti terpilih sebagai presiden.

Karena itu Sejoon menambahkan , hanya bisa mempercayakan keselamatan Anna kepada Ketua Joo. Sejoon sadar bahwa Anna akan sangat membencinya , namun Anna lah satu2nya alasan yang membuat Sejoon selama ini mematuhi istrinya. Sejoon meminta Ketua Joo untuk menyampaikan peringatan , jika sandera (Anna) mati , maka yang menyanderanya akan mati juga. Sejoon bersumpah jika terjadi sesuatu terhadap Anna , maka usaha yang dibangun Yoojin akan hancur seketika.

Ketua Joo juga bersumpah akan menjaga keselamatan Anna baik2 , apapun yang terjadi.

***
Jeha tidak berhasil mendapat tumpangan dari mobil yang lewat disebuah daerah yang sepi . Jeha malah menolong sepasang kakek nenek yang menghadapi masalah mobil pick-up tua yang sedang mogok .

Pada awalnya si kakek ragu dengan kemampuan seorang pemuda asing seperti Jeha , namun akhirnya memberikan sarung tangan dan membiarkan Jeha memperbaiki mobilnya.

Direktur JSS mengunjungi Kepala Polisi di kantornya untuk mendapat bantuan informasi demi memburu Jeha . Kepala Polisi berlagak pilon dan mempersilahkan Direktur JSS untuk mengikuti prosedur.

Direktur menawarkan keuntungan politis dengan informasi bahwa Sejoon punya peluang bagus untuk terpilih sebagai presiden walaupun sebagai calon independen, terlebih dengan bocoran bahwa Sejoon juga akan merangkul partai politik untuk memperbesar peluang.


Melihat peluang menarik , Kepala Polisi langsung tertarik untuk membantu dan memperhatikan foto2 aksi Jeha yang didapatnya dari Direktur.

***

Jeha berhasil memperbaiki mobil , dan menumpang mobil sepasang kakek-nenek di bak terbuka hingga tiba di area perkebunan.

Jeha menawarkan diri untuk membantu pekerjaan merawat perkebunan , namun kakek itu dengan ketus mengatakan tidak punya uang ntuk mengupahnya. Jeha menegaskan tidak butuh uang , dan tetap saja kakek itu menolak untuk dibantu , hanya memberi waktu sehari bagi Jeha untuk tinggal .

***

Berkat akses yang diberikan Kepala Polisi , Direktur JSS dapat memerintahkan anak buahnya untuk melacak keberadaan Jeha . Diketahui dari pelacakan terakhir Jeha ditempat dimana dia mencuri baju tentara sebelumnya.

***


Anna dibawa terbang kembali ke Seoul . Sang pramugari merasa khawatir karena Anna terlalu lama tidur dan belum makan. Gadis yang mendampinginya berkilah bahwa Anna sendiri terlalu banyak minum dan  meminta dibangunkan jika sudah tiba.

Gadis itu kemudian memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan Anna untuk memastikan bahwa Anna tetap tidur. Namun terlihat sebuah alat suntik terjatuh dibawah kursi Anna.

Anna sendiri sedang bermimpi ketika masih cilik , Sekretaris Kim menjemputnya dari rumah sakit dan berdusta bahwa ayahnya sedang menantikannya. Namun saat dibandara , Anna tahu kalau dia sedang dibohongi oleh Sekretaris Kim , dan menolak minuman yang diberikan kepadanya , menuntut untuk dibawa kepada ayahnya .Sekretaris Kim sendiri mengakui dan malah mengambil foto Anna dengan kamera SLR . Lagi2 blitz menjadi gangguan konstan bagi Anna. Dan pada akhirnya Anna dibawa ke Spanyol seperti episode awal drama ini .



Anna sendiri dalam tidurnya meneteskan air mata karena mimpi buruknya ini.

***
Si kakek membawakan makanan untuk Jeha , dan meminta maaf karena hanya bisa memberikan makanan seperti ini. Jeha sendiri tak mengapa. Si kakek kemudian meminta maaf karena bersikap ketus sebelumnya.

***
Jeha sendiri mengalami mimpi buruk ketika masih menjalani profesi sebagai tentara bayaran. Unitnya terpaksa melalui lahan pertambangan dan mendapat kabar bahwa mereka akan memasuki daerah sipil.

Terjadi kontroversi apakah unit team ini akan melanggar daerah sipil dan membahayakan warga sipil ataukah harus menerima tawaran seorang sipil yang terluka , dan sudah tidak sanggup lagi berjalan , dan menawari bayaran tiga kali lipat . Jeha pada akhirnya memilih terus lanjut dan terjadilah pertempuran singkat namun mematikan , dan roboh karena sebuah peluru menembus dadanya.

Bersambung ke Part 2

0 comments:

Post a Comment