Sunday, September 25, 2016

Sinopsis : The K2 - Episode 01 - Part 1

Standard

Aksi Ji Changwook yang memukau dalam drama ini mengingatkan kita semua pada drama Healer dimana Changwook juga memperlihatkan kemampuan atletisnya dan kemampuan bertarung yang luar biasa.

Seorang gadis cilik turun dari ranjangnya dan mulai berdoa. Sebuah cahaya melintasi jendela dan wajah gadis itu menjadi cerah. Dengan riang gadis itu menuruni tangga untuk menyambut ayahnya. Namun tidak ada siapapun , dan pintu depan rumah terbuka begitu saja.



Gadis itu mengalihkan perhatian pada seberkas cahaya yang melintas dibawah pintu master bedroom. Dia berjalan perlahan dan hati2 , memanggil ibunya , namun tidak mendapatkan jawaban. Gadis itu membuka pintu dan melihat pemandangan mengerikan , dimana ibunya tergeletak dilantai tak sadarkan diri dengan obat pil yang berjatuhan dilantai .

Ditengah kebingungan , dia tidak menyadari ada sesosok pria misterius berdiri dibelakangnya . Pria itu menutup pintu perlahan . Dan sebuah jeritan terdengar.

Rekap Sinopsis : The K2 - Episode 01

Sebuah mobil melintasi jalan ditengah bukit nan indah di suatu daerah di Spanyol . Mobil itu memasuki sebuah biara tua , dan seorang wanita kaukasian membawa gadis cilik yang malang itu kedalam gereja.

Gadis itu diserahkan ke para biarawati, dan diajak melintasi sebuah koridor . Gadis itu menatap para biarawan yang bertudung yang sedang berjalan ke arah berlawanan . Wajah gadis itu terlihat sedih , lemah dan tidak berdaya.

Tahun berganti tahun , gadis itu telah menjadi seorang wanita muda yang cantik , Go Anna (Yoona SNSD) . Dengan mengenakan baju yang mirip seperti dulu , serba putih , Anna mengambil kesempatan melarikan diri dengan kaki telanjang .

Dari perbukitan , Anna berhasil melarikan diri ke kota terdekat. Kondisinya terlihat mengenaskan dengan baju kotor , kaki telanjang yang kotor. Anna terus berlari dan berlari dengan sporadis , melintasi kawasan jalan yang padat dengan pejalan kaki . Anna berlari sambil terus menerus melihat ke belakang karena rasa paranoid akan ada yang mengejarnya.


Anna bertabrakan dengan sesama pejalan kaki , menjatuhkan uang receh tanpa sengaja , dan terpaksa memunguti uang koin yang berserakan dijalan . Para pengemudi mobil menjadi marah dan membunyikan klakson karena Anna menghalangi jalan mereka. Namun Anna adalah seorang wanita muda yang abnormal , sulit berinteraksi , dan hanya menatap sekitar dengan wajah ketakutan.



Sementara itu , seorang pria terbangun dari kondisi tubuh berlumuran darah dan luka . Dia adalah Kim Jeha (Ji Chang-Wook) . Kondisi kamar terlihat semerawut , dan Jeha turun dari ranjang , minum sebentar , untuk kemudian berjuang untuk bangkit , berjalan kearah jendela , dan menatap jalan dibawah dengan nafas terengah2 dan sikap waspada.

**

Sore harinya , Jeha meninggalkan kamarnya , bagaikan seorang buronan yang berjalan melintasi kota dengan kepala bertudung , dan menghindari perhatian dari masyarakat sekitar , dan juga kamera CCTV yang tersebar dijalanan.

Hari semakin malam ketika Anna masih saja berlari secara sporadis hingga memasuki kawasan subway . Dua pria di mobil berhasil mendeteksi keberadaannya dan salah satu pria itu memburunya.
Anna bergegas menuju loket tiket , mengerahkan seluruh uang receh yang dimilikinya untuk membeli tiket. Anna bahkan mendesak pegawai tiket untuk bergegas , untuk kemudian menuju gerbang masuk dan bertabrakan dengan Jeha hingga terjatuh .

Anna secara naluri meminta maaf dalam bahasa Korea , dan tanpa dinyana mendapat respon dari Jeha dengan bahasa Korea pula. Anna terperanjat menemukan pria sebangsa di negara asing ini , dan memohon belas kasihan Jeha untuk menyelamatkannya.  Jeha menolak sekalipun Anna berulangkali memohon bahkan sampai merangkak.

Menyadari pengejarnya sudah mendekat , Anna tidak ada pilihan lain untuk bersembunyi dibalik pilar dalam suasana yang benar-benar mendebarkan. Anna nyaris berhasil lolos namun nafasnya yang terengah2 membuatnya gampang dideteksi keberadaannya .

Pria itu menyergap Anna yang hendak melarikan diri lagi . Jeha tiba-tiba muncul untuk intervensi dan meminta Anna untuk segera kabur.  Anna malah bersembunyi dibalik pilar karena khawatir melihat Jeha bakal berurusan dengan pengejarnya.

Duel berlangsung sengit . Sekalipun kondisi Jeha tidak fit karena baru mengalami cidera namun dapat menghadapi pria bule bertubuh tinggi . Jeha sempat terdesak pada awalnya sehingga pengejar itu mengambil kesempatan untuk kembali mengejar Anna.


Jeha berlari kencang dalam kejar-kejaran dan mencegat pria itu disaat yang tepat. Kembali terjadi duel jarak dekat . Terlihat skill bertarung Jeha masih jauh diatas lawannya. Ketika pria itu kalap dan mendorong dan berusaha mengangkat Jeha untuk membantingnya , Jeha mengambil kesempatan untuk melancarkan tendangan dengan siku lututnya yang mematikan .

Pria itu masih berdiri walaupun sudah kalah . Jeha mengakhiri pertarungan dengan memiting leher pria malang itu hingga tak berkutik . Jeha memeriksa dompet pria itu dan menyadari bahaya besar karena merobohkan seorang polisi .

Jeha berjalan pergi dan kembali dicegat oleh Anna yang memohon pertolongannya.  Anna meminta Jeha mengantarkannya ke Madrid dimana ayahnya sedang berada. Anna mengklaim kalau ayahnya akan memberikan hadiah besar.

Berulang kali Jeha menepis dan menolak untuk membantu , berulang kali pula Anna memohon . Jeha berargumen jika orang jahat dan polisi pun memburu Anna , maka seharusnya Anna yang berada dipihak yang jahat.

Dua polisi stasiun muncul , dan Jeha tidak menggubris Anna , malah memintanya untuk lekas pergi. Anna berlari kencang entah kemana , dan Jeha mengatasi perlawanan dua polisi itu dengan mudah.

Jeha pergi meninggalkan stasiun dan menyadari Anna sudah berada di mobil . Anna kembali memohon bantuan , namun Jeha sudah merasa cukup ikut campur . Anna terus meratap , dan Jeha memasuki mobil taksi dan meminta supir mengantarkannya ke bandara.


***
Enam Bulan Kemudian , Seoul , Korea Selatan .

Jeha kini berprofesi dibidang banner iklan. Dia sedang sibuk menyemprot cat di papan . Dia menyalakan musik untuk duduk beristirahat disebuah sofa yang terletak dihalaman . Jeha sempat memberikan ikannya kepada seekor kucing liar dan kembali menikmati istirahatnya.


Jeha ketiduran hingga sore ketika terbangun dan mendapatkan tugas dari boassnya untuk memasang banner iklan di sebuah gedung tinggi .Jeha memasuki gedung dengan membawa peralatan lengkap termasuk gulungan tali tebal .


Petugas keamanan di front office menolak Jeha karena sedang jam sibuk , dan terlebih Jeha tidak punya kartu identitas . Namun seorang nenek petugas kebersihan menegur petugas dan mengingatkan bahwa manajer telah memerintahkan banner itu diperbaiki .  Nenek mengenali Jeha memang petugas yang memasang banner sebelumnya.

Jeha akhirnya mendapat ijin dan berterimakasih pada si Nenek . Sang Nenek mengatakan kalau orang yang mendapat upah harian seperti mereka , setiap waktu benar-benar berharga.  Nenek khawatir Jeha menghadapi resiko bahaya karena cuaca sedang buruk dan berangin .


Jeha mulai menjalankan tugas yang sangat beresiko . Jeha memasang tali pengikat ala kadarnya ditubuhnya kemudian melompat bergelantung ke bawah gedung . Alhasil petugas keamanan yang mengawasinya pun ikut terpukau .

Sementara itu kelompok pria berpakaian serba hitam dan bertopeng biru menyusun rencana untuk memasuki gedung itu .


Jeha masih memperbaiki banner dengan bergelantung . Sebuah ruangan yang tak jauh dari posisi Jeha  , Sejoon (Jo Sung-Ha) membawa wanita muda yang menjadi kekasih gelapnya.  Sejoon menghentikan cumbuan mesranya untuk menonton acara TV dimana istrinya Choi Yoojin (Song Yoon-ah) sedang tampil dalam suatu talkshow.

Menurut host acara , Yoojin didaulat sebagai istri paling populer diantara kandidat presiden. Yoojin merendah kalau dia hanya sanggup menyediakan sarapan untuk suami . Yooji. n tersenyum dan mengklaim kalau suaminya , Sejoon , seorang pria pemilih , yang hanya mau menyantap masakan itrinya. 

Sejoon sendiri menonton acara istrinya sambil tersenyum sinis.

Kelompok pria berbaju hitam mulai bergerak memasuki gedung dan mengatasi para pengawal . Pemimpin mereka mengingatkan anakbuah untuk mengambil rekaman.

 Sementara itu Sejoon kembali bercumbu dengan kekasih gelapnya. . Mood Sejoon untuk bercinta hilang seketika karena melihat Jeha sedang bergelantung di jendela besar ruangan. Sejoon meminta selingkuhannya untuk menutup tirai jendela.


Namun Sejoon mulai hilang kesadaran karena minuman memabukkan yang ditaruh kekasih gelapnya.  Wanita itu mulai menyiapkan posisi Sejoon dan dirinya diatas ranjang bersiap untuk sebuah rencana .



Masih bergelantungan , Jeha melihat Nenek petugas kebersihan sedang berada dalam bahaya . Jeha berusaha memperingatkan namun suaranya terhalang kaca tebal . Seorang pria baju hitam bertopeng biru tanpa mengenal kasihan memukul nenek itu dari belakang hingga roboh dengan darah meluber kelantai.


Salah satu pria bertopeng menyiapkan kamera SLR untuk bersiap mengabadikan skandal Sejon . Dan salah satu petugas keamanan sempat membunyikan tanda bahaya .

Wanita selingkuhan Sejoon menjadi panik dan tidak bisa membuka pintu karena alarm secara otomatis menutup semua pintu . Seorang p.ria bertopeng berusaha mendobrak pintunya

Petugas keamanan yang berada difront office menyadari bahaya saat melihat rekaman CCTV dan menghungi atasannya yang sedang dalam perjalanan.

Jeha tidak bisa tinggal diam , dan mengambil ancang2 setelah melemparkan satu benda tajam kecil untuk meretakkan kaca tebal . Jeha sendiri mengayunkan tubuhnya dan menjebol kaca tebal . Jeha memeriksa kondisi si Nenek yang masih tak sadarkan diri , dan melampiaskan amarah dengan menghabisi kelompok bertopeng satu persatu .

Bersambung ke Part 2

0 comments:

Post a Comment