Sunday, September 25, 2016

Sinopsis : The K2 - Episode 01 - Part 2

Standard

Petugas keamanan yang berada difront office menyadari bahaya saat melihat rekaman CCTV dan menghungi atasannya yang sedang dalam perjalanan.


Jeha tidak bisa tinggal diam , dan mengambil ancang2 setelah melemparkan satu benda tajam kecil untuk meretakkan kaca tebal . Jeha sendiri mengayunkan tubuhnya dan menjebol kaca tebal . Jeha memeriksa kondisi si Nenek yang masih tak sadarkan diri , dan melampiaskan amarah dengan menghabisi kelompok bertopeng satu persatu .



Host terus mendesak : " Jadi karena alasan itukah , ayahmu itu memutus tali keluarga denganmu juga ?"  .

Yoojin terus membiarkan pertanyaan host yang makin menyudutkan dan menekankan bahwa betapa pentingnya kesetiaan terhadap orang yang anda cintai.

Host melanjutkan : " Anda tentunya sangat mencintai suamimu. Jujur saja ,bahwa anda telah menyerahkan hak ahli waris demi suamimu ?"

Yoojin membenarkan dan mengakui masih menghormati pria itu.

***
Nenek dilarikan oleh ambulans . Sementara itu Jeha bergegas meninggalkan TKP .

Dan Ketua Jo mengawasi anak buah JSS dan mulai menyelidiki . Ketua Jo terpukau mendengar kabar seorang petugas pemasang iklan banner bisa menjebol kaca tempered yang sangat tebal itu.

***


Pertanyaan host semakin menyudutkan : " Anda tidak punya saham JB Grup lagi khan , tetapi aku mendengar kabar bahwa anda juga mendapat warisan , bahkan sebelum anda menikah ? " .

Yoojin terdiam sesaat , dan berkilah saham itu sudah disumbangkan . Host dapat menerka yayasan yang menerima sumbangan , dan ada hubungan istimewa antara Yoojin dengan ketua yayasan itu.

Sekretarisnya Yoojin memberikan aba2 pada seorang kru TV untuk menghentikan acara dan memunculkan jeda iklan komersial . Kru tersebut menghubungi PD , dan PD memberikan instruksi pada Host Jo untuk jeda iklan.

Dalam masa jeda iklan , Yoojin mematikan mic dan meminta Host Jiyeon melakukan hal yang sama.
Yoojin mengingatkan tidak menyukai pembahasan terakhir mereka ini . Host Jiyeon berkilah bahwa dia juga merasa sukar dalam menjalani tugasnya ini .

Yoojin mengingatkan kalau semua orang punya kelemahan , termasuk masalah yang menimpa anaknya Jiyeon. Wajah Jiyeon berubah mendengar hal ini . Yoojin mengajak Host untuk kembali ke topik semula ketika jeda iklan berakhir.

***
Setelah acara talkshow selesai , Yoojin mengucapkan terimakasih kepada seorang staff yang sedang meriasnya. Staff wanita itu terlihat sangat mengagumi Yoojin , dan semakin senang saat mendapat hadiah kue buatan sendiri . Staff itu mengabadikan kue dan bertekad untuk tidak memakannya , untuk menjadikannya sebagai koleksi kenang2an.

Staff itu berlalu meninggalkan ruangan. Sekretaris membisikkan sesuatu tentang insiden yang menimpa Sejoon. Mereka mengira bahwa Kandidat Park yang menjadi dalang dari insiden tersebut.

Diluar ruangan , staff wanita itu memamerkan foto hadiah dari Yoojin , dengan bangga , baik di sosial media maupun ke koleganya. Host Jiyeon tampak tidak senang melihat hal ini.


Didalam ruangan , Sekretaris memberikan riasan ringan ke bossnya , dan bertanya apa langkah mereka selanjutnya , terutama tentang "si gadis itu". Yoojin mengatakan untuk membiarkan Anna sementara , dan akan menggunakannya kelak .Yoojin mengamati keriput di wajahnya , pertanda usia yang menua. Yoojin tersenyum mendengar informasi dari sekretarisnya bahwa Anna kini berusia hampir 20 tahun.

Yoojin menerima telepon dari Sejoon . Sejoon langsung menyindirnya : " Tunggu , jadi apa aku akan menyantap sarapan bikinanmu mulai besok hahaha ? Pertunjukkan yang bagus kamu peragakan tadi . Oh yah mengenai petugas pemasang iklan itu , tolong jaga baik2 untukku, sepertinya anak itu melihat wajahku ."


Yoojin menghela nafas dan menyanggupi permintaan suaminya , dan langsung menghubungi Direktur JSS , dan menuduhnya telah menyembunyikan sesuatu darinya. Direktur JSS berusaha menenangkan dan manut perkataan Yoojin .

Usai hubungan ponsel , Direktur JSS mengeluh kalau Yoojin bisa segera tahu hal ini , juga mengeluh betapa seorang petugas pemasang banner bisa mengacaukan semuanya . Direktur JSS meminta Jeha ditangkap .


***
Jeha bersiap untuk berpindah ke tempat lain lagi pasca-insiden. Tak jauh dari sana rombongan pasukan JSS mendekati posisi Jeha.

***
Ketua Joo dari JSS memeriksa rekaman CCTV , terperanjat menemukan fakta bahwa petugas banner itu ternyata bekas anak didiknya .

Sementara itu Pasukan JSS turun dari kendaraan mereka dan bersiap mengepung posisi Jeha. Dan Jeha mengamati bahaya yang datang mendekat dari lantai atas gudang tempat tinggalnya.

Ditempat lain , Ketua Joo bergegas menghadap Direktur JSS , mendesaknya untuk menarik pasukan sebelum mati ditangan Jeha.


Direktur JSS tertawa mendengar hal yang dianggap menggelikan ini , secara pihak mereka sudah mengirim agen terbaik JSS.


Direktur berkata : "Ini seakan kamu hendak mengatakan bahwa pemuda itu adalah agen terbaik yang pernah kau latih? Aku tidak berpikir kamu cukup mengerti apa yang sedang aku katakan. Aku bahkan mengirim team ofensif terbaik untuk sekedar menangkap hanya seorang petugas pemasang banner. Ini adalah team penyerang terbaik JSS , sebuah perusahaan jasa keamanan terbaik di Korea.!!"

Ketua Joo kehilangan kesabaran dan berkata bahwa Direktur nanti akan menyadari sendiri apa yang telah dikatakannya.

Ketua Joo berlalu , meninggalkan Direktur yang jengkel terhadapnya.

***


Sesuai prediksi Ketua Joo , pasukan elite JSS tidak berkutik menghadapi Jeha  Personil JSS pertama roboh dalam pertarungan singkat dengan cidera dikepala yang dihantam lutut Jeha.

Dua personil lainnya roboh ketika disergap dalam ruangan yang mendadak dibikin gelap . Jeha sempat mempermainkan mereka dengan menyemprot cat , membuat mereka kebingungan dan tanpa sengaja menyakan sebuah tape , dan sebuah lagu klasik berputar. Jeha menghilang , dan membokong mereka.

Satu personil lainnya roboh terengkang ke lantai dasar. Dua personil lainnya disergap bagaikan elang  dengan sebuah lompatan spektakuler dari lantai atas.

Petugas JSS yang menunggu diluar tidak berhasil menghubungi satupun rekan2nya yang sudah roboh. Akhirnya personil JSS itu memberanikan diri masuk dan memeriksa seorang diri , hanya untuk kembali disergap oleh Jeha .

Jeha merampas senjata sengatan listrik itu dan mengeksekusi personil JSS itu dengan senjatanya sendiri. Usai beraksi , Jeha bergegas meninggalkan TKP dengan membuang ponselnya agar tidak terlacak.


Ketua Joo datang terlambat , memeriksa para anggota JSS sudah roboh . Namun Joo mengungkap rasa leganya , karena seluruh anggota masih hidup .


***
Sejoon tiba dirumah dan menemukan Yoojin sedang menunggu dirinya. Yoojin mengeluh akan tidur terlambat karena ada berbagai masalah .

Sejoon dengan sinis bertanya : " Apa ada masalah lain selain diriku?" .

Yoojin bangkit dari sofa dan menjawab kalau masalahnya adalah putrinya Sejoon , yakni Anna. 

Raut wajah Sejoon berubah , menghampiri dan menarik Yoojin untuk mendekat menanyakan kabar putrinya. Yoojin mengabarkan kalau Anna kembali melarikan diri.

Yoojin mengeluh kalau Anna seharusnya lebih bersikap dewasa karena sudah mencapai usianya , dan menerka mungkin memang buah tidak bakal jauh dari pohonnya .

Mata Sejoon mulai berkaca2 menunjukkan emosinya , dan Sejoon memperingatkan jika terjadi apa2 dengan Anna , maka perjanjian mereka berdua akan batal


***

Anna kembali melarikan diri di negara yang sama sekali asing baginya. Sementara itu ada acara peragaan busana yang memamerkan karya sebuah perancang busana .


Anna terus berlari dan berlari dan melintas penyeberangan jalan dalam paniknya , membuat mobil yang ditumpangi si perancang busana berserta dua modelnya terpaksa mengerem mendadak.


Anna gemetar dengan ketakutannya sebagaimana ingatan kelam dimasa kecilnya memperlihatkan dirinya menyerahkan obat tidur kepada ibunya .Anna menyangkal diri : "Tidak , tidak mungkin , tidak mungkin!"

0 comments:

Post a Comment