Tuesday, September 16, 2014

Sinopsis : Inspiring Generation - Episode 06

Standard

Deguchi Gaya – Shinichi yang baru meeting dengan Mo Ilhwa , pergi keluar , dan mereka berpapasan dengan  Jeongtae – Poongcha  . Gaya dan Jeongtae saling memandang.
"Kamu berubah banyak ," kata Jeongtae kepada Gaya. "Kamu juga," balas Gaya.
"Aku ingin meminta maaf," kata Jeongtae.

Rekap

"Aku akan menerima permintaan maafmu , tetapi kamu juga harus menerima permintaan maafku. Aku akan menca
Dan Gaya memotong : " "Aku akan menerima permintaan maafmu , tetapi kamu juga harus menerima permintaan maafku. Aku akan mencari dan menemukan ayahmu. Dan seperti yang telah dia lakukan , aku akan membunuh ayahmu didepanmu. Untuk itu , aku meminta maaf terlebih dahulu."
"Gaya........."
"Jika aku gagal membunuh ayahmu , aku akan menghancurkan semua orang yang kau cintai dan yang mencintaimu. Untuk itu aku meminta maaf dengan tulus terlebih dahulu. Dan kamu Shin Jeongtae , jika kau ikut campur dengan apa yang akan kulakukan , bahkan kamupun tidak akan selamat. "  ancam Gaya.
"Aku tidak peduli apa yang kamu ingin lakukan padaku , tetapi jangan sentuh bayangan orang yang kucintai.  Jika kamu menganggu mereka , kamu akan melihat sisi dari diriku yang belum pernah kau lihat sebelumnya , kamu akan menyesalinya."


"Menyesal ? Apa kau pikir aku masih punya perasaan seperti itu ? Ayahmu telah mengambil satu2nya orang yang kumiliki. Waspadalah , orang yang tidak punya lagi seseorang untuk dilindungi , tidak ada lagi beban , tidak takut kehilangan lagi ."
Deguchi gaya berlalu bersama Shinichi.  Dan Shinichi menegur Gaya : " Jika kamu tidak menyelesaikan dengan tuntas , kamu akan terus terkait seperti ini. Seekor ular dengan racun akan menunggu dengan rahang terbuka. "
"Jangan khawatir , satu2nya alasan untuk terhubung kembali adalah agar dapat melepaskan diri dengan kejam."
***
Jeongtae dan Poongcha memasuki kediaman Mo Ilhwa. Poongcha tidak diperkenankan masuk oleh pengawal , dan hanya memperbolehkan Jeongtae seorang. Jeongtae masuk kedalam ke tempat Mo Ilhwa disambut "hangat" dengan lemparan pisau yang nyaris mengenai Jeongtae. Rupanya itu salam kelas berat dikalangan dunia hitam. Jeongtae melemparkan kembali pisau itu kemeja Mo Ilhwa.
Ilhwa memberikan petunjuk agar Jeongtae berhati-hati dan tetap waspada . " Ada perbedaan antara sesuatu yang siaga dengan yang tidak siaga.  Seorang pembunuh harus memiliki raut wajah yang baik , dan suara yang menyejukkan , dan mendekati mangsa dengan sopan santun . Kamu harus melanjutkan kewaspadaan.  Jika kamu tidak waspada , kamu akan mengalami bahaya seperti yang dulu (ditusuk sepasang orang setengah baya)."
"Terimakasih atas nasehatmu ..... , tetapi.......," kata Jeongtae.

Mo Ilhwa memotong perkataan dengan melemparkan pisau kembali kepada Jeongtae dan hampir menyayat kupingnya. Kuping Jeongtae berdarah sedikit.   Ilhwa mendesah : " Tsskk , lihatlah , kamu tidak siaga. Tidak ada jaminan kalau aku tidak akan membunuhmu. Karena itu kamu harus selalu waspada dalam setiap sel tubuhmu. Tiga langkah , adalah jarak kehidupan , dalam jarak tiga langkah , akan sulit untuk menyerang bagian tubuh mematikan . Dua langkah , ini dikenal sebagai hidup atau mati.  Kamu bisa terbunuh atau membunuh.  Jika kamu melangkah selangkah lagi , ini disebut jarak kematian.  "
Ilhwa semakin dekat . Dan Jeongtae menyergah : "Aku kesini bukan untuk bertarung ."
Ilhwa mulai menyerang dan memukul tubuh Jeongtae , dan Jeongtae bereaksi . Ilhwa melihat hal itu dan berkata kalau itulah reaksi tubuh ketika diserang , dan itu saja bisa jadi alasan untuk bertarung. Jeongtae berkata kalau dia hanya ingin tahu apa yang terjadi tiga tahun yang lalu , dan meminta Ilhwa untuk berhenti berbicara tanpa makna.  Ilhwa menatap tajam dan menuding Jeongtae takut , hingga menciptakan alasan untuk menghindar, seperti seekor anjing tanpa ekor. Jeongtae terprovokasi dan mereka mulai bertarung.
Mereka mulai berlatih tanding (sparring) . Pertarungan berlangsung jarak dekat dengan didominasi oleh pukulan cepat dan terlihat Ilhwa masih unggul teknis dan pengalaman. Ilhwa mengkritik Jeongtae yang mudah terprovokasi.

Mo Ilhwa terus memberikan petunjuk berharga pada Jeongtae , seperti langkah awal untuk bertarung adalah dimulai dari bahu , dan lengan mengikuti.  Ilhwa mengkritik langkah Jeongtae yang terlalu besar , dan hal seperti itu tidak akan berhasil dalam pertarungan profesional.
Jeongtae berkata kalau Ilhwa terlalu banyak omong , dan mereka mulai bertarung kembali. Dalam akhir pertarungan , Ilhwa sebenarnya unggul dan terus mendaratkan pukulan sambil mundur sejauh 10 langkah ketika Jeongtae hanya mengandalkan kengototan dan menyerang sporadis .  Jeongtae habis , tetapi masih mencoba arogan dengan mengklaim Ilhwa mundur 10 langkah. Jeongtae tumbang .
***
Aksi pembunuhan pejabat Jepang yang dilakukan Choi Posoo telah sampai ke Denkai saat membaca koran.
Denkai memutuskan untuk mempercayakan anak angkatnya yang berkarir militer , Aoki untuk menangani masalah ini. Denkai mengatakan pada Aoki  : " Orang Joseon (Korea) seperti gulma , tak peduli berapa kali kamu melangkah pada mereka , mereka akan bangkit dan menegakkan kepala. Jadi kamu harus membuatnya membusuk dari dalam. Pasanglah akar yang membusuk kepada sebuah akar yang kuat. Maka semuanya akan membusuk.  Salah satu dari mereka , orang Joseon , ada yang tidak peduli kepada negrinya sendiri , seseorang yang bahkan akan menelan garis darahnya sendiri , jika kamu mempersenjatainya dengan sebuah senjata , dan seseorang yang tidak tahu malu. Kamu harus menggunakan orang2 seperti itu .  "

Aoki menjawab : " Aku akan mengingat pelajaran ini."
"Aoki , kamu adalah cahayaku , kamu harus mendaki puncak , dan aku akan menjadi bayanganmu . Pergilah ke Shinuiju , dan bukalah jalur untuk mendapatkan Mainland China. "
***

Poongcha membangunkan Jeongtae , dan berkata : " Hey , aku berani bertaruh kalau kamu adalah satu2nya dunia ini yang bisa mengorok setelah pingsan."
Jeongtae bangun , dan Poongcha menyerahkan dumpling dari China.  Jeongtae tersenyum menerima hal itu. Poongcha berkata kalau dia ingat bahwa wanita yang baru mereka temui adalah bekas rekan penyelundup bernama Gaya.
Jeongtae membenarkan. Poongcha mengatakan kalau Gaya telah menjadi pemimpin Yakuza di daerah ini. Poongcha mengemukakan firasat tidak enak tentang Shinichi.  Poongcha memberikan tiket bagi Jeongtae untuk pulang ke Shinuiju.
***
Okryeon dengan setia menantikan kedatangan Jeongtae di stasiun. Soo'ok melihat hal itu sebagai kesempatan untuk mendekati Okryeon. Soo'ok membayar tiga orang untuk berperan sebagai tiga penjahat yang akan mengusik Okryeon.

Kemudian Soo'ok duduk disamping Okryeon untuk mulai melakukan pendekatan.  Begitu duduk , Soo'ok mengeluh cuaca yang dingin dan mengajak berkenalan. Soo'ok bertanya sedang menantikan siapa gerangan. Okryeon dengan ketus menjawab kalau dia tidak tertarik padanya , dan meminta Soo'ok untuk berhenti memberikan perhatian dan pergi.
Soo'ok tetap nyerocos namun Okryeon tidak mempedulikan.  Soo'ok mengajak Okryeon masuk kedalam karena diluar dingin.  Okryeon berkata silahkan , siapa pula yang menyuruh dia menunggu.  Soo'ok berkilah kalau dia tidak bisa meninggalkan seorang wanita sendirian.
Okryeon bersikeras kalau dia (Jeongtae) akan tiba karena tidak pernah lebih dari dua hari di Dandong.  Soo'ok mulai frustasi karena merasa berbicara dengan tembok.  Tiga orang suruhan Soo'ok mendekat untuk mengusik Okryeon.  Diluar dugaan , Okryeon sama sekali tidak takut .
Okryeon dengan ketus mengatakan pada tiga orang itu : " Enyahlah , dia (Soo'ok) memang mengganggu , tetapi tidak terlalu mengganggu seperti kalian."
Soo'ok tersenyum mendengarnya. Tiga orang itu mengeluh kalau Okryeon cantik tetapi mulutnya kotor.  Salah satu dari mereka berkata kalau mereka akan mengurus anak ikan kecil (Soo'ok) baru akan bersenang2 dengan Okryeon semalaman.  Okryeon tersenyum mendengar hinaan itu.


Soo'ok pura2 kesal dan berdiri dan memprotes kenapa dia dihina seperti itu padahal tidak mengenal mereka.  Okryeon masih tersenyum dan berkata : " Ini peringatan terakhirku , cepatlah berlari , jika tidak mau tergeletak di jalan sampai pagi."
Tiga orang itu mengumpat , tetapi Okryeon menghitung satu dua dan tiga . Jeongtae muncul secepat kilat menghabisi mereka bertiga. Pada saat giliran Jeongtae hendak memukul Soo'ok , Okryeon mencegahnya.
Okryeon dengan riang mengajak Jeongtae pergi. Soo'ok meminta Jeongtae berhenti dan mendadak melayangkan pukulan setengah jalan (satu centimeter hampir mengenai pipinya) untuk membalas perlakuan Jeongtae yang hampir memukulnya.


Namun mata Jeongtae tidak berkedip sedikitpun. Soo'ok terkejut dan berkomentar kalau Jeongtae mengerikan karena mata tak berkedip sedikitpun. Jeongtae bertanya apa sebenernya yang Soo'ok lakukan ?
Soo'ok berkilah kalau dia hendak bertukar kasih sayang dengan bertukar tinju. Okryeon tahu kemampuan bertarung Jeongtae , dan berkata pada Soo'ok : " Selagi kamu mencoba untuk berbagi kasih sayangmu , kamu akan tercabik2."
Okryeon sempat berterimakasih pada Soo'ok karena menemaninya menunggu , lalu mengajak Jeongtae berlalu. Soo'ok menggerutu melihat mereka pergi , merasa cemburu pada Jeongtae.
***
Okryeon mengeluh kapan rasanya terakhir kali melihat wajah Jeongtae mulus tanpa terluka.  Jeongtae berkilah kalau pekerjaannya memang berat . Okyeon menyinggung luka permanen di wajah Jeongtae (terluka karena dilukai Deguchi Gaya saat pertama kali berkenalan) sebagai awal mula semua ini. Okryeon berkata kalau dia hendak menghapus bekas luka di wajah Jeongtae tersebut.
Jeongtae teringat Gaya , dan mengatakan kalau Deguchi Gaya telah kembali ke Shinuiju.  Okryeon khawatir , namun tetap memasang wajah riang. Dia menyerahkan kertas berisi rencana untuk merayakan ultahnya Okryeon besok hari (Okryeon tahu Jeongtae tidak akan ngeh kalau tidak diingatkan). Okryeon berlalu , dan Jeongtae sempat mengucapkan selamat ulang tahun pada Okryeon.
***
Okryeon kembali ke rumah gisaeng dan merasakan kejanggalan akan suasana yang sepi. Malsook menjelaskan kalau ada tamu militer Jepang disana. Malsook mengingatkan kalau orang Jepang menemukan kesalahan , orang Joseon akan di tendang ke pertambangan untuk kerja paksa tanpa diketahui siapapun.
Part 2 (of 3)

Diruangan lain di rumah gisaeng , Aoki berbincang dengan atasannya , seorang perwira Jepang.  Perwira itu khawatir apa maksud kedatangan Aoki ke Joseon , terlebih status Aoki yang merupakan perwira muda genius yang mendapatkan pengakuan dari kaisar Jepang.
Sang atasan merasa aneh kalau seorang perwira muda potensial seperti Aoki mau mengabdi padanya , karena tidak ada ruang gerak bagi Aoki untuk berkarir dan mencapai sesuatu yang besar disini.  Sang atasan tahu kalau Aoki di beking Yakuza dan meminta Aoki untuk menghilang diam-diam , seolah2 tidak pernah kesini.
Aoki dengan tenang membalas  : " Jika anda berhenti untuk menggelapkan dana militer , maka aku akan tenang , jika anda berhenti menggunakan prajurit untuk menggelapkan material , atau jika anda berhenti melakukan pungli , maka aku akan tinggal seolah2 aku tidak berada disini. "
Sang atasan tertawa mengatakan tuduhan Aoki tidak berdasar. Aoki menggebrak cawan minum ke meja dan berkata : " Ada satu pembunuhan di Hwawalbin khan ?  Walaupun Shinuiju daerah penting , tetapi keamanannya sangat buruk. "
Sang atasan berkilah karena banyak beban pekerjaan yang harus dilakukan. Aoki berkata : " Dengarkan aku , mulai sekarang , Shinuiju dan Dandong berada dibawah telapak kakiku . Tuan , anda bisa tetap tenang seolah2 kamu tidak ada. Dan aku akan membiarkan anda mendapatkan pangkat tinggi."

Aoki hendak berlalu dari ruangan. Namun sang atasan tidak menerima perlakuan junior yang dianggap kurang ajar. "Kamu pikir kamu akan selamat setelah mengancam atasanmu sendiri ?  Besok aku akan melaporkan kamu ke pihak pengadilan militer agar mendapatkan hukuman. "
Aoki berbalik dan memandang tajam atasannya : " Apakah anda sedang mengancamku ? Seperti yang kau katakan tadi , Yakuza membekingiku , begitu anda melaporkan hal ini , maka istrimu dan putrimu akan tercabik2 . Jika kamu tidak percaya silahkan saja , tetapi nanti kamu akan menangis dalam kolam darah keluargamu. Apa kamu takut ? Ini ancaman serius !! "
Aoki berlalu dari ruangan dan berpapasan dengan Choi Posoo.  Choi disambut oleh Sungdeok , sementara itu Aoki diam2 memerintahkan anak buahnya untuk mengawasi Choi , karena Aoki merasakan bau bubuk senjata dari tubuh Choi.
***

Didalam , Sungdeok merawat luka Choi Posoo. Sambil mengobati luka , Sungdeok mengeluh mau sampai kapan Choi Posoo terus membunuhi petinggi Jepang ? Sudah ada tiga peluru bersarang ditubuhmu dan belum bisa dikeluarkan. Berapa banyak lagi peluru yang kau mau ?  Terlebih tidak akan ada yang menghargai usaha keras Choi  .
Choi berkilah kalau harus ada seseorang yang melakukan , dan Choi bangga bisa melakukan hal ini. Sungdeok mengkritik memangnya hanya Choi saja yang kehilangan negara Joseon ?  Choi berkata bahwa suatu hari rakyat Joseon akan mengerti bagaimana perasaan kehilangan sebuah negara. (Okryeon mendengarkan mereka dari balik pintu.)
***
Keesokan paginya , Jeongtae memeriksa kertas "ultah" Okryeon. Dikertas itu tertulis Jeongtae harus berpakaian rapih ketika bertemu nanti karena hari ini adalah hari spesial bagi Okryeon. Jeongtae berpakaian rapih dan mengenakan topi sambil memantas didepan cermin.


Sementara itu di kedai restoran , Kang Gae mengeluh pada Bongsik , Poongcha dan Jjang-Ttol  bahwa dia tidak setuju Jeongtae menjadi anggota Dobi Nori karena terus menyeret kelompok ini kepada konflik dengan kelompok lain.  Kang Gae walk out dari ruangan.
Poongcha juga menambahkan kalau kelompok Ma Doo-Shik kembali mengumpulkan kekuatan.  Bongsik berkata bahwa mereka tidak tahu kapan Dooshik akan menyerang , karena itu harus banyak makan sehingga punya tenaga . LOL.  Kang Gae kesal karenanya , terlebih melihat tingkah konyol Jjang-Ttol.

Jeongtae terus mengalah , namun akhirnya terprovokasi ketika Kang Gae mengungkit soal nasib Cheong'ah yang menghilang.  Mereka mulai bertarung.
Hyungnim baik hati melaporkan masalah ini pada Bongsik dan Poongcha. Sementara itu Okryeon sudah menunggu Jeongtae disebuah tempat.
Kembali ke Jeongtae yang akan berduel dengan seniornya diluar ruangan. Jeongtae mencoba mengalah namun Kang Gae sudah terlalu gusar . Jeongtae sempat tersungkur dihajar Kang Gae.
(Okryeon terus menanti Jeongtae , dan mulai cemas dengan melihat jam .)
Jeongtae bangkit dan tanpa sungkan kali ini menghajar Kang Gae yang bukan tandingannya.

Pada saat itu Bongsik dan Poongcha sudah tiba. Bongsik langsung menghajar Jeongtae dan menghardik : " Apa kamu punya salah untuk memahami hirarki senioritas ? Dan siapa yang berani memukul senior ? Aku tidak membutuhkan hal seperti ini , enyahlah kamu !!! "
Jeongtae mencoba meminta maaf , namun Bongsik mengusirnya.  Bongsik kini menegur Poongcha dan berkata mulai sekarang jangan biarkan Jeongtae bergabung dengan Dobi Nori lagi.
***
Aoki sedang latihan menembak ketika Deguchi Gaya menemuinya.  Gaya menyapa , namun Aoki mengingatkan kalau seorang wanita tidak boleh memasuki arena menembak. Sudah lama mereka tidak bertemu , Aoki ingat persis sudah satu tahun dua bulan.
Gaya meminjam pistol , Aoki berseloron kalau dia akan diturunkan dari jabatan kalau memberikan pistol itu pada seorang wanita. Gaya menembakkan pistol ke papan latihan dan semuanya kena sasaran.
Gaya mengajak Aoki berbincang diluar. Gaya mengenang kalau ada penolong misterius yang memberikan jatah makanan kepada Gaya. "Aku menemukan makananku dua porsi , dan menyadari ada seseorang yang memberikan itu padaku , dan belakangan aku menyadari kalau yang lain mendapatkan satu porsi."
Aoki berlagak bodoh , namun Gaya bisa menerka yang menolongnya ketika menjalani latihan adalah Aoki sendiri.  Kini Gaya berbicara langsung tujuan dia datang adalah untuk mengajukan permintaan. " Pada tahun 1928 , 18 Oktober , berikan daftar orang yang mengunjungi Shinuiju , siapapun itu termasuk mata-mata sekalipun , dan orang2 yang mencurigakan."
"Apa alasannya ?" tanya Aoki .
" Karena aku tidak ingin menciptakan sebuah alasan untuk menyesal ," jawab Gaya sambil berlalu.
Shinichi ternyata mendengarkan mereka dari kejauhan.

***
Okryeon sudah diambang batas kesabaran dalam menunggu Jeongtae. Dia membuka kertas dan teringat keinginan untuk bermain ski bersama.
***
Soo'ok sedang asik menulis lagu sambil makan ketika pria gemuk yang pernah dipukul Soo'ok (didepan Malsook dan Okryeon) muncul dengan dua anak buahnya.  Si gemuk menggebrak meja : "Apa kamu punya bukti aku menggelapkan uangmu ? Lagipula bukan hanya sekali dua kali kamu juga membodohi orang untuk membayar dengan menjanjikan akan membuat album untuk mereka . Bahkan kamu mungkin sudah menelanjangi ratusan gadis ."
Soo'ok tetap tenang dan mengunyah terakhir kali makanannya , kemudian berkata : " Apakah kamu pernah mendengar sekilas rumor tentang Kim Soo'ok dari Gyeongseon yang telah menipu ratusan orang . Kamu pikir bagaimana bisa bertahan sejauh ini ?"
Si gendut jadi bingung sendiri dengan pertanyaan ini.  Soo'ok memberi tahu salah satunya adalah kemampuan berlari cepat . Soo'ok langsung berdiri dan secepat kilat menghantam salah satu anak buah si gendut.  Dan menghajar yang satunya lagi . Ketika tiba saatnya melayangkan tinju pada si gendut , Soo'ok ternyata hanya menakut2i saja , dan memerintahkan si gendut untuk mencari tahu siapa pacar penyanyi yang tempo hari itu (maksudnya Jeongtae pacar si Okryeon).
Namun pada saat itu Soo'ok menyadari Okryeon sedang berjalan disekitar itu .
***


Okryeon menuju hamparan salju dan berusaha menenangkan diri dari kesedihannya akibat menunggu Jeongtae yang tak kunjung datang. Tiba2 Soo'ok datang dengan mengangkut gramofon (piringan hitam) ke lapangan es , berlagak baru tahu dan bertemu Okryeon di tempat ini.  Masing2 bertanya kenapa mereka datang ke tempat ini.
Part 3 (of 3)

Soo'ok berkilah kalau dia datang untuk merayu gadis2 ditempat ini sambil menyalakan musik walz.  Mereka lalu bermain ski diiringi musik walz. Ternyata kemampuan ski Soo'ok lebih buruk dari Okryeon . Suasana menjadi lucu dan menggembirakan bagi Okryeon karena Soo'ok jatuh berulang2.  Soo'ok terjatuh tanpa malu dan bahkan memprotes kenapa Okryeon tidak membantunya berdiri. Okryeon tersenyum dan mengulurkan tangan untuk membantunya.  Mereka kembali bermain ski dengan riang.
Okryeon sulit bersikap ketus seperti biasanya , malah tersenyum terus menikmati acara mereka. Bahkan Soo'ok menggoda apakah Okryeon telah menyukainya. "Jangan mimpi," kata Okryeon.
***
Hari sudah malam , dan Jeongtae mencari Okryeon kesana kemari. Jeongtae memeriksa kertas dan tertera ajakan Okryeon untuk bermain ski. Jeongtae menyusul ke padang es namun Okryeon sudah tidak ada disitu.
***

Sementara itu dimobil , Deguchi Gaya dengan dingin bertanya apakah Shinichi tahu ayah Jeongtae berada dimana ? Shinichi mengaku tidak tahu menahu. Deguchi Gaya mengancam : " Aku harap kamu memang tidak tahu , jika tidak , lehermu akan menjadi taruhannya."
Shinichi hanya terdiam .
***
Ditempat lain Do-Ggoo masih terkena sindrom inferioritas , mencoba untuk mengunyah makanan Jepang yang tidak familiar. Anak buahnya hanya meringis prihatin melihat Do-Ggoo memaksakan diri melahap masakan yang tidak familiar.  Do-Ggoo memuntahkan makanan berkali .
Do-Ggoo melempar kacang ke anak buahnya dan menghardik apa otak anak buahnya seukuran kacang. Dia memerintahkan anak buah untuk memakan makanan itu di lantai seperti anjing. Kegalakan Do-Ggoo berubah begitu melihat Shinichi muncul meminta layanan rickshaw.
Anak buah yang tidak tahu siapa Shinichi , dengan ketus meminta Shinichi mencari tempat lain saja karena sedang tutup. Shinichi tergopoh2 menghampiri Shinichi dengan sikap hormat , bahkan menarik rickshaw untuk Shinichi sendiri.

Do-Ggoo terus menarik ricshaw sambil memohon agar Shinichi mau mengijinkannya bergabung ke Yakuza. Shinichi yang dari tadi melamun (ancaman Gaya tentang dimana ayah Jeongtae) mengabulkan , syaratnya mudah saja , Do-Ggoo harus membawa Jeongtae pada Shinichi.
***
Jeongtae terus menunggu Okryeon pulang di depan rumah gisaeng . Namun wajah Jeongtae berubah ketika melihat Okryeon diantar oleh Soo'ok dengan mobil .

Soo'ok bahkan memperlihatkan bagaimana bersikap sebagai seorang pria gentleman yang membukakan pintu mobil bagi wanita. Sebelum berlalu , Soo'ok mengingatkan kalau Okryeon harus datang untuk berlatih bernyanyi besok.

Soo'ok berlalu. Okryeon memasuki rumah tanpa mempedulikan Jeongtae (mengira Jeongtae absen dari kencannya karena berkelahi lagi) . Namun Jeongtae mengajak Okryeon untuk berkencan lagi. Okryeon agak sulit setuju , namun akhirnya menerima ajakan kencan dengan syarat Jeongtae tidak boleh terlambat lagi.
***
Keesokan hari. Jjang-Ttol tampak riang mempersiapkan acara kencan menonton bioskop dengan Malsook. Judul film itu adalah "Love Parade" .
Jeongtae jadi teringat ketika Deguchi Gaya mengajaknya berkencan menonton film tiga tahun lalu.  Ketika itu Jeongtae remaja menjawab Deguchi Gaya dengan ciuman.
Jjang-Ttol merasa Jeongtae sedang muram sejak dimarahi Bongsik .  Jjang-Ttol mengatakan agar Jeongtae tidak perlu khawatir : " Kamu tahu sendiri khan bagaimana perasaan Bongsik kepadamu ? Nanti juga dia akan memanggilmu kembali. "
"Bagaimana dengan Kang Gae ?" tanya Jeongtae.
"Aku tidak melihat dia disekitar ," jawab Jjang-Ttol.

Tiba2 Jjang-Ttol iseng dengan kedua tangan berlumuran minyak rambut , mencoba untuk menata rambut Jeongtae. Namun belum sempat terwujud , Jeongtae menghindar dan menendang jatuh sahabatnya . LOL.
Jjang-Ttol kesakitan terkapar di lantai. Jeongtae mendekat bertanya apa Jjang-Ttol baik-baik saja ?  Jjang-Ttol mendadak bangkit dan mengacak2 rambut Jeongtae dengan minyak rambut , sambil menggerutu kalau Jeongtae tidak bisa mengukur kekuataannya.
Sementara itu Okryeon mengeluh pada Malsook , bahwa baju yang dikenakan kemaren adalah baju terbaik , kini tidak ada baju lagi yang bisa diandalkan.
Malsook berseloroh : " Ah kalian khan waktu kecil juga sering telanjang di sungai . Bahkan Jeongtae tahu kalau kau punya tahi lalat kecil di pantatmu . Jadi kenapa kamu harus malu ? "
Tiba2 Malsook memperlihatkan baju indah pada Okryeon  yang dipinjam dari gisaeng lain , namun tidak gratis , karena Okryeon harus tukar pinjam dengan baju2 Okryeon yang tidak digunakan.
***

Jeongtae melihat cincin di toko perhiasan , dan membeli satu untuk Okryeon untuk menuju acara kencan.  Okryeon sudah tiba dahulu di restoran.
Sayang sekali Jeongtae bertemu dengan seorang gadis yang sedang diancam seorang gangster. Seperti biasanya Jeongtae ikut campur.  Gadis itu meminta bantuan Jeongtae . Pria itu mengancam Jeongtae dengan pisau , namun tentu saja pria itu bukan tandingan Jeongtae. Pria itu segera terkapar.
Dari gadis itu , Jeongtae mendapat informasi bahwa masih banyak anak2 lain yang disekap. Jeongtae yang terobsesi untuk menyelamatkan anak2 muda (berkaitan dengan mencari adiknya Cheong'ah) melupakan acara kencan , dan menuju TKP untuk menolong , bahkan memberikan jaketnya pada gadis itu.

Direstoran , Okryeon terus menanti seperti biasanya , sambil mengukur selama apa batas kesabaran menunggu.  Namun restoran harus tutup sesuai jam kerja , dan Okryeon terpaksa pulang.


Jeongtae tiba di TKP untuk menyadari tidak ada anak2 , malah kepungan para gangster yang sudah direncanakan Do-Ggoo.  Do-Ggoo merasa puas melihat Jeongtae begitu bodoh dan mudah dijebak.
Jeongtae tidak takut melihat kepungan itu dan mempersiapkan kain untuk membalut telapak tangannya dan siap bertarung.  Salah seorang dari mereka bertanya : "Kamu Shin Jeongtae yah ?"
"Iyah , ingat baik-baik namaku , nama yang tidak akan kalian lupakan ," jawab Jeongtae dengan santai.









0 comments:

Post a Comment