Wednesday, February 20, 2013

Sinopsis : That Winter The Wind Blows – Episode 03

Standard


Di tempat pemberhentian kereta api Oh Soo berusaha memeriksa luka Oh Young. Pada saat itu Oh Soo menerima SMS dari Mochul .
”Kau punya adik yang kaya ? Gadis yang disampingmu itu ? Kau pasti sedang tergesa-gesa”
Oh Soo kemudian melihat kondisi sekitar mencari keberadaaan Mochul . Mochul malah kembali mengirim SMS :

“Apa kau pikir dia akan memberimu 7.8 miliar won ? Tetapi , Oh Soo , apa yang terjadi jika dia mati ?”
Setelah melakukan terror psikologis melalui SMS , Mochul meninggalkan tempat itu. Dan Oh Soo seperti memikirkan ide-ide yang tersirat dari SMS yang dikirim oleh Mochul. (Jika Oh Young mati maka Oh Soo akan mendapatkan warisan) .
Uniknya Oh Young pun mendadak memberikan “tawaran menggiurkan” pada Oh So :
“Jika kau memang kembali untuk mendapatkan uangku , ada satu cara mudah untuk bisa mendapatkannya. Sekarang saatnya , keretanya  …bila keretanya mendekat kau bisa dorong aku.”
Kereta semakin mendekat dan Oh Soo menjadi bimbang dengan perubahan situasi yang cepat ini . Antara memikirkan SMS Mochul dan tawaran Oh Young. Oh Soo tergerak untuk meraih tubuh Oh Young untuk menghindar dari bahaya kereta yang melaju kencang.
Pikiran Oh Soo berkelana tak tentu arah . Bagi Oh Soo yang punya semangat hidup apapun yang terjadi , pertemuan dengan Oh Young yang ingin mati ini sangat menggugah hatinya. Tiba-tiba Oh Soo untuk pertama kalinya merasa penasaran dengan seorang wanita.

***
Jinsung dan Heesun masih di cafe untuk memantau. Mereka melihat Sekretaris Wang marah-marah karena Mira sudah membiarkan Oh Young bersama Oh Soo.
Junghyun menjadi gusar karena menganggap Sekretaris Wang sudah keterlaluan . Menurut Junghyun tidak ada yang salah Oh Young bersama Oh Soo karena mereka adalah kakak adik. Joongtae membaca gelagat buruk karena biar bagaimanapun Sekretaris Wang adalah donatur cafe itu. Benar saja , Sekretaris Wang memperingatkan bahwa sekali lagi Mira melakukan kesalahan yang sama maka bantuan uang terhadap cafe itu akan dihentikan. Mira melakukan perlawanan kecil : “Memang aku saja yang melakukan karena uang ? Bukankah kaupun begitu?”
Jinsung dan Heesun menyimpulkan bahwa orang-orang disekitar Oh Young mendekatinya hanya karena uang.
***
Oh Soo masih berduaan dengan Oh Young setelah peristiwa mendebarkan hidup dan mati. Oh Young penasaran kenapa Oh Soo tidak mendorongnya . Oh Soo menyahut kalau Oh Young berkata seperti itu lagi maka dia tidak akan segan-segan untuk melakukannya. Oh Soo memperingatkan Oh Young agar berhati-hati dalam berucap.
Kali ini Oh Young bertanya apakah Oh Soo pernah berpikir tentang kematian. Pertanyaan itu membuat Oh Soo teringat atas kematian mantan kekasihnya , Heejoo. Tetapi Oh Soo mengalihkan pertanyaan dengan menjawab bahwa dirinya sedih karena adiknya yang sudah lama tidak bertemu kini meminta dia untuk membunuhnya. Oh Soo meminta maaf karena sebagai kakak sudah datang terlambat . Oh Young tampak tersentuh dan menangis.
***
Sudah waktunya makan malam bagi Oh Soo , Jinsung dan Oh Young . Sekretaris Wang kali ini tampak uring-uringan dan melampiaskan kekesalan dengan menyiapkan hidangan dengan kasar diatas meja makan. Oh Young menyampaikan bahwa dirinya sedang tidak punya selera makan dan ingin tidur saja.  Oh Soo mendukung keinginan Oh Young.
Sekretaris Wang tampak jengkel dengan ikut campur Oh Soo dan mengingatkan bahwa Oh Soo hanyalah tamu di rumah itu dan jangan melampaui batas jika dibandingkan dirinya yang telah bersama dengan Oh Young selama 20 tahun . Oh Young dengan sinis membenarkan bahwa secara hukum , Sekretaris Wang berhak untuk mengatur hidupnya.
Sekretaris Wang terus mendesak Oh Soo agar tidak sembarangan membawa Oh Young kemana-mana. Mendengar hal itu , Oh Young menelepon Pengacara Jang dan bertanya apakah dirinya bisa mengubah wali hukum dan surat kuasa jika dia menginginkannya ? Pengacara Jang mengiyakan dan Oh Young menutup kembali ponselnya. Oh Young dan Sekretaris Wang berdebat untuk sesaat dan Oh Young pun meninggalkan ruangan.
Giliran Jinsung yang bingung kenapa Oh Young bisa bersikap kasar kepada Sekretaris Wang yang mengasuhnya selama 20 tahun. Oh Soo mengatakan bahwa Oh Young tidak punya orang yang bisa dia percayai. Oh Soo malah melihat bahwa itu adalah kesempatan besar untuk membuat Oh Young mempercayainya.
***
Pengacara Jang yang baru saja menerima telepon dari Oh Young ternyata sedang bersama Myungho dan yang lainnya. Myungho tampak mengeluh mengenai kemungkinan suksesi kepemimpinan Grup PL yang tidak menentu. Pengacara Jang tentu saja masih meyakini Oh Soo. Tak lama kemudian Pengacara Jang meninggalkan mereka. Orang ang lain mengingatkan Myungho bahwa Sekretaris Wang terlihat sangat menginginkan Myungho menjadi presiden Grup PL dan bahkan sampai membunuh ayah Oh Young , Presiden Oh. Giliran Myungho yang memperingatkan balik untuk berhati-hati dengan ucapannya karena Presiden Oh meninggal dengan wajar.
***
Oh Soo mengunjungi Oh Young di kamarnya untuk mempelajari situasi. Oh Soo penasaran kenapa gadis buta seperti Oh Young memiliki begitu banyak lukisan dikamarnya. Oh Young menegaskan bahwa walaupun dia buta tetapi mengetahui seluruh bagian dari kamarnya . Benar saja , saat Oh Soo mengambil sebuah bingkai diatas meja , Oh Young memperingatkan Oh Soo agar meletakkan kembali ke tempatnya.
Oh Soo lalu menanyakan kenapa Oh Young begitu kasar pada Sekretaris Wang. Oh Soo tampaknya hendak mengorek informasi dan menakar hubungan antara Oh Young dan Sekretaris Wang. Tetapi Oh Young menegaskan agar Oh Soo tidak perlu mencampuri permasalahan yang bukan urusannya.
Kali ini Oh Soo mengalihkan topik pembicaraan pada sebuah buku dan mengatakan bahwa dia sangat menggemari buku tersebut. Pada saat Oh Soo mulai membacakan buku itu untuk Oh Young , pada saat itu Oh Young pun serasa mengenali suara yang mirip dengan suara pria yang ditemuinya setahun lalu. (Lihat Episode 1) .
Oh Soo terdiam mendengar dugaan Oh Young (yang sebenarnya tepat). Oh Soo berusaha mengelak bahwa Oh Young terlalu berimajinasi atau mungkin saja Oh Young tertarik dengan pria tersebut. Oh Young memperingatkan Oh Soo secara halus bahwa orang buta pun memiliki indra pendengaran dan jangan berpikir bahwa orang buta gampang ditipu. Oh Young pun memamerkan ketajaman pendengaran dengan menduga perasaan Oh Soo saat itu dengan hanya mendengar kertak gigi Oh Soo.
Walaupun sempat gugup Oh Soo mencoba menguasai keadaan dengan mengatakan bahwa tebakan Oh Young adalah tepat dan Oh Soo mengakui bahwa itu semua karena hendak membuat Oh Young menerima kehadirannya. Oh Soo kemudian menggulung baju dan terlihatlah luka bakar di lengannya. Oh Young secara refleks pun menyentuh lengan Oh Soo yang terlihat bekas luka bakar. Rupanya Oh Soo hendak memasangkan kalung hadiah untuk Oh  Young dilehernya.

Oh Young menegaskan bahwa dirinya tidak membutuhkan hadiah kalung. Oh Young mengingatkan bahwa dulu Oh Soo (yang asli) pernah berjanji untuk memberikan sesuatu pada saat mereka akan bertemu lagi. Oh Soo menjadi kaget mendengar perkembangan ini.
***
Di pagi hari Jin Sung tanpa sengaja mendengar pembicaraan antara Myungho dengan pelayan rumah yang menyerahkan pisau cukur. Rupanya Myungho hendak mencari benda pribadi milik Oh Soo untuk membuktikan keaslian identitas kakak kandung Oh Young. Jinsung menjadi cemas karena takut rencana Oh Soo terbongkar. Pada saat itu Oh Soo datang untuk menenangkan Jinsung. Mereka berdua mencoba untuk mengkontak Heesun untuk bantuan darurat.

Heesun pada saat itu sedang memberikan kursus merangkai bunga ketika seorang gadis muda menyelinap masuk ruang kursus dan kemudian merogoh dompet milik Heesun untuk mengambil uangnya. Heesun segera mengakhiri kursus dan segera mengejar gadis muda itu . Mereka saling berkejaran dan menghindar tetapi akhirnya gadis muda itu tertangkap. Rupanya , gadis muda itu adalah adik perempuan Jinsung. Kali ini Heesun mengampuni gadis itu karena menerima pesan darurat dari Oh Soo.
***
Jin Sung bergegas kembali ke rumah atap yang sedang di renovasi. Barang-barang lama ternyata sudah dibuang dan diangkut ke sebuah truk sampah yang mulai melaju di jalan. Jinsung dengan panik berusaha mengejar truk sampah itu. Sesaat kemudian truk sampah itu berhenti dan Jinsung terpana melihat betapa Heesun menjadi pagar hidup dengan membaringkan tubuhnya di jalan sehingga truk sampah itu berhenti.

Setelah berhasil menghentikan truk sampah , Jinsung dan Heesun mengobrak-abrik sampah itu untuk mencari benda peninggalan Oh Soo yang asli seperti sikat gigi dan pisau cukur yang rencananya akan ditukar dengan barang bukti yang dipegang Myungho.
Karena kegirangan tanpa sadar Heesun menarik kepala Jinsung dan menciumnya dan mendadak pula Heesun tersadar telah melampaui batas , terkejut , dan kemudian malah menampar Jinsung.
***
Di pagi hari berikutnya , Oh Young melakukan olahraga pagi didampingi Mira. Oh Soo mengikuti mereka dan bertemu dengan Moochul . Seperti biasanya Moochul menyindir dengan sinis bahwa apakah Oh Soo kini melihat Oh Young sebagai wanita dan bukan saudara kandung ? Oh Soo balas menukas bahwa dia akan bertahan hidup walau apapun yang terjadi.
(Ditempat lain , Sekretaris Wang mengambil kesempatan dengan menyelinap kamar Oh Soo untuk mencari barang bukti.)
Moochul tampak sengaja mengemudikan mobilnya dengan mengikuti Oh Young dan Mira. Moochul pura-pura menyalahkan mereka berdua telah berlari pagi di jalanan umum. Mendapat teguran tersebut lantas Oh Young berinisiatif meminta maaf kepada Moochul dengan alasan karena buta dan tidak bisa melihat. Moochul yang jelas-jelas tahu sejak awal pun berbasa-basi meminta maaf karena tidak tahu bahwa Oh Young itu buta. Oh Soo yang menyaksikan dari kejauhan menjadi marah dengan kelakuan tengil Moochul. Sebelum meninggalkan tempat itu Moochul sempat memberitahu Oh Young agar berhati-hati karena dunia ini begitu menyeramkan.
***

***
Sementara itu di rumah keluarga Oh  , Oh Young sedang berunding dengan Pengacara Jang mengenai wali hukumnya yang akan dirubah dari Sekretaris Wang kepada Oh Soo . Oh Young juga berniat memberikan opsi hukum apabila Oh Young meninggal maka warisannya akan diberikan pada Oh Soo. Pada saat itu Sekretaris Wang masuk ruangan mereka dan berusaha mencegah rencana Oh Young.
Sekretaris Wang mengingatkan Oh Young bahwa selama 21 tahun terakhir Sekretaris Wang sudah menganggap Oh Young sebagai putrinya sendiri walaupun dimata Oh Young barangkali Sekretaris Wang hanyalah wanita simpanan ayahnya , seorang sekretaris , perawat dan juga pegawai bayaran.
Emosi Oh Young pun terpengaruh oleh ucapan Sekretaris Wang
Oh Young : ” Aku mendengar Sekretaris Wang berkata seperti itu membuat aku seperti orang jahat yang memperlakukan orang lain yang sudah seperti ibunya sendiri dengan buruk . Begitukah ?
Sekretaris Wang : ” Jika aku menginginkan uang dari keluarga ini ………”
Oh Young : “Bagaimanapun engkau sudah melakukan sesuatu bukan ? Dengan kemampuanmu dan akupun mengetahui kemampuanmu . Aku bahkan tidak bisa berbuat apapun tanpa dirimu. Tanpa izinmu , aku tahu bahwa aku tidak akan bisa melakukan apapun. Tetapi aku juga tahu bahwa kaulah orang yang membuatku menjadi seperti ini. Ayah meninggal secara wajar ? Kau pikir aku percaya itu ? “
Pengacara Jang : ” Oh Young !!”
Sekretaris Wang : “Biarkan saja . Aku ingin mendengar apa yang ingin dikatakannya.”
Oh Young : “Aku menjadi buta karena tumor otak ? Kau pikir aku percaya dengan hal itu ? “
Oh Young tidak bisa mengendalikan emosinya dan hendak meninggalkan ruangan. Pada saat membuka pintu , Oh Young melihat Oh Soo ternyata sudah berdiri dibalik pintu dan mendengar pembicaraan mereka bertiga.
Di kesempatan lain , Sekretaris Wang berbicara dengan Pengacara Jang secara pribadi. Sekretaris Wang bernostalgia mengenai masa lampau ketika Oh Young masih terlalu kecil untuk memahami dunia. Sekretaris Wang mengingat bahwa Oh Young kecil memanggilnya ahjumma dan mulai saat itulah Sekretaris Wang merasa menjadi ibu bagi Oh Young. Sekretaris Wang juga memohon pada Pengacara Jang agar tidak membiarkan Oh Young menulis surat wasiatnya. Sekretaris Wang berjanji bahwa jika sudah meyakini Oh Soo datang kerumah keluarga Oh bukan demi uang maka Sekretaris Wang akan meninggalkan rumah kelak.
Sementara itu Oh Soo membawa Oh Young pergi dengan mobilnya. Pada saat itu Oh Young membahas mengenai surat wasiat yang akan dirubah untuk Oh Soo dengan opsi tanpa penyebab kematian Oh Young jika terjadi sesuatu yang buruk. Oh Young melontarkan gurauan yang aneh dan menantang Oh Soo untuk berjanji membunuhnya .
Oh Soo tampak kehabisan akal dan meladeni permainan Oh Young. “Baiklah , tulis saja wasiatnya dan aku akan membunuhmu. Berapa kali aku katakan bahwa aku menyayangimu dan kau terus saja percaya bahwa aku datang menemuimu hanya demi uang. ”
Oh Soo malas bersitegang untuk topik yang tidak keruan seperti warisan dan juga menghindari pertanyaan mengenai “hadiah yang sudah dijanjikan Oh Soo yang asli ” , sebagai gantinya , Oh Soo  malah mengajak Oh Young untuk bersenang-senang , terlebih lagi setelah mendengar bahwa Oh Young terkena tumor otak .

Di sebuah taman hiburan , Oh Young dan Oh Soo berada dikerumunan pengunjung yang padat. Oh Soo melindungi Oh Young agar tidak tertabrak oleh hilir mudik pengunjung dengan memeluknya dari belakang. Kemudian mereka berdua menuju stand permainan menembak berhadiah. Oh Soo sempat membimbing lengan Oh Young agar dapat membidik senapan mainan dengan benar. Kali ini Oh Young menembak dengan tepat dan kegirangan.
Mereka berdua melanjutkan ke permainan lain dimana wajah Oh Soo diletakkan pada sebuah lubang . Para pengunjung kemudian memberi petunjuk pada Oh Young untuk melempar balon air ke wajah Oh Soo. Permainan ini sederhana tetapi jenaka. Konsekuensinya wajah Oh Soo menjadi basah dan kedinginan. Oh Young kemudian mengambil sapu tangan dan membersihkan wajah Oh Soo. Pada saat itulah Oh Young teringat bahwa dia pernah melakukan hal serupa ketika mereka masih kecil dulu.

***
Di rumah sakit , Myungho bergegas membawa benda pribadi Oh Soo yang akan di test DNA. Heesun mengikuti Myungho dengan tujuan mengganti barang bukti. Bahkan Heesun sampai ikut masuk ke toilet pria dengan alasan toilet wanita sudah penuh. Myungho merasa tidak nyaman dengan kehadiran Heesun di toilet pria dan hendak bergegas meninggalkan toilet.
Heesun ternyata sudah mempersiapkan jenis amplop yang sama dan sengaja menabrak Myungho untuk menukar amplop barang bukti. Usaha Heesun gagal karena Myungho segera menyadari bahwa amplopnya tertukar dan mengejar Heesun untuk menukar kembali amplopnya.
***
Hari sudah malam dan Oh Soo bersama Oh Young makan malam bersama. Mereka melihat pula lonceng yang merupakan hadiah dari permainan menembak tadi siang. Oh Young penasaran kenapa ibunya tidak pernah melihatnya . Oh Soo menjawab bahwa ibu mereka sudah merencanakan tetapi selalu berkata nanti dan nanti sampai ibu meninggal dengan cepat.
Sekretaris Wang diruang lainnya tak sabar ingin mendengar hasil tes DNA . Myungho menjawab melalui ponselnya bahwa dia sedang menunggu hasil test keluar dan akan memberitahu Sekretaris Wang nanti.
Usai makan malam , Oh Young diam-diam meninggalkan bangunan rumah utama dan pergi menuju rumah kaca kecil yang berfungsi sebagai taman bunga indoor. Ternyata dalam rumah kaca kecil itu masih ada ruang rahasia . Oh Soo menunggu sampai Oh Young keluar kembali dari ruang rahasia tersebut. Oh Young ternyata memang keluar kembali dari ruang rahasia itu dan menguncinya .
Oh Soo menunggu sampai Oh Young meninggalkan rumah kaca itu dan membuka kunci dengan kawat tertentu. Oh Soo berhasil masuk ruang rahasia. Ternyata ruang rahasia itu berfungsi sebagai teater kecil tempat memutar rekaman video dokumentasi keluarga.
Oh Soo memutar salah satu video dan melihat rekaman video saat Oh Young masih kecil. Oh Soo tampak tersentuh dengan video tersebut dan memperhatikan dengan serius dengan raut muka yang tampak ikut bersedih melihat Oh Young kecil menangis dalam video tersebut.
***
Dirumah sakit , Myungho tak sabar membaca hasil tes DNA yang diberikan dan matanya memperlihatkan ekspresi terkejut.
***
Oh Young  tersadar bahwa loncengnya ketinggalan di ruang rahasia sehingga kembali lagi ke ruangan itu. Kali ini ternyata kunci ruangan itu sudah terbuka . Oh Young ternyata sudah kembali ke ruang rahasia dan Oh Soo kaget dan berusaha bersembunyi. Oh Young yang punya pendengaran peka merasa ada orang lain diruang rahasia itu. Pandangan mata Oh Young pun terarah pada tempat Oh Soo bersembunyi.  Oh Young tiba-tiba berkata : “Siapa kau orang yang berada diruangan ini ? “. Oh Soo makin panik mendengarnya .


Sinopsis Lengkap That Winter The Wind Blows (2013) [Episode 1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12] [13] [14] [15] [16-Tamat]


0 comments:

Post a Comment