Wednesday, August 31, 2016

Sinopsis: Moon Lovers - Scarlet Heart Ryeo: Episode 02 - Part 1

Standard


Akibat kepanikan warga yang tunggang langgang saat Pangeran Wang So melintas menunggangi kuda , Haesoo hampir terjatuh tersenggol warga setempat . Namun Wang So pula yang menyelamatkan Haesoo , dengan meraih tubuhnya , mengangkatnya keatas kuda.



Haesoo memandang wajah So dengan mata bulat membelalak , dan untuk beberapa saat sampai So menahan kudanya , dan melempar tubuh Haesoo kembali ke tanah . Hahaha


Haesoo tentu saja mengerang kesakitan. Tidak terima dengan perlakuan kasar , Haesoo membentak So untuk menghentikan kudanya . Haesoo mulai mengumpat karena dianggap barang yang bisa dilempar begitu saja. So hanya tersenyum sinis dan kembali hendak berlalu .
Lagi2 Haesoo mencegatnya dan bertanya apakah  kuda lebih penting daripada manusia ? . So tetap memasang wajah angkuh , dingin dan sinis dan membuat kudanya berdiri , hingga kembali Haesoo terkejut dan terjerembab lagi .

So melajukan kuda dan berlalu .  Haesoo hendak mencari bantuan polisi . Namun seorang warga memberitahu kalau So itu Pangeran 4 Wang So , dan beruntung Haesoo masih bisa hidup . 
Haesoo menggerutu seorang diri sambil bertanya2 memangnya berapa banyak anak Raja Taejoo ?

Chaeryung datang tergopoh-gopoh dan Haesoo berusaha mengkonfirmasi So dari ciri2 fisik kepada Chaeryung .  Namun Chaeryung tidak mempedulikan pertanyaan , dan mengingatkan bahwa Putri Yeonhwa sedang mencarinya.

***
Putri Yeonhwa sedang bersama dengan kakak2 pangerannya , dan berkomentar bahwa Pangeran 4 So mungkin absen lagi . Pangeran Eun mengeluh kalau So itu kakak yang sangat menakutkan .

Dengan gaya jenaka Eun menirukan gaya So yang marah karena Eun  menginjak kakinya. Yeonhwa tersenyum melihat adiknya yang nakal. Jung buru-buru mengklarifikasi walaupun punya ibu sekandung dengan So , namun mereka jarang berkomunikasi. Jung mengaku tiap menyapa So tidak pernah ditanggapi .
Won berpendapat kalau So itu memang perusak suasana. Dan justru pada saat itu So masuk ruangan membuat suasana benar2 rusak. Pangeran yang lebih muda merasa ketakutan dengan kakaknya yang menyeramkan ini  . Hanya Yo dan Wook yang bersikap biasa karena usianya sepantaran , dan hanya Yeonhwa yang senang melihat kemunculan So.

Wook merasa tidak pernah mendapat kabar sama sekali , dan hampir mengutus orang ke Shinju untuk menemui So.  Yeonhwa tersenyum menyarankan So tinggal bersama para pangeran lain selagi di ibukota , dan Yeonhwa penasaran ingin mendengar kisah So selama di Shinju.
Yo dengan sinis menyarankan agar Wook jangan terlalu berusaha keras membujuk So , karena lebih mengerti bahasa hewan daripada manusia . So dengan ringan menyindir balik : "Aha , pantas saja aku dapat mengerti perkataanmu dengan baik ."
Yo gusar terkena serangan balik . Sedangkan Wook dan Yeonhwa tersenyum.
Para pelayan mulai mempersiapkan perjamuan . Haesoo berada diantara mereka dan terpaksa harus mengendap2 karena melihat kehadiran So . Namun justru Pangeran Eun yang menangkap basah , dan menuding Haesoo yang tempo hari memata2i para pangeran di kolam panas.
Semakin Haesoo menyangkal , semakin Eun berusaha keras menyamar dengan merubah bola matanya. Pada akhirnya Haesoo jengkel dan menepis tangan Eun. Akibatnya bahan sajian yang dibawa Chaeryung terjatuh ke lantai .
Haesoo malu dan bergegar kabur dari ruangan.
Baek Ah mengingat Haesoo dulu pemalu dan bersikap hati-hati , tidak seperti sekarang. Saat Baek Ah meminta konfirmasi , Wook mengaku tidak terlalu dekat dengan Haesoo , jadi sama sekali tidak tahu menahu. Putri Yeonhwa menduga Eun telah salah mengenali karena tidak mungkin Haesoo bisa memasuki area bathroom para pangeran.
***
Diluar , Haesoo sibuk menenangkan diri sampai kembali harus menghindar karena Eun menyusul keluar ruangan dan sibuk mencari Eun kesana kemari .

Haesoo terus bersembunyi sampai menyadari Eun tanpa sengaja mengintip Chaeryung yang sedang berganti pakaian. Chaeryung akhirnya menyadari sedang diintip dan berteriak . Eun melarikan diri , dan Haesoo mencegatnya , langsung menuding Eun atas perbuatannya.
Eun bersikukuh tidak bersalah dan Chaeryung pun tidak bisa memastikan kalau Eun pelakunya. Haesoo mengklaim melihat dengan mata kepala sendiri , mendesak Eun meminta maaf. Tentu saja Eun keberatan karena tidak ada hukumnya seorang pangeran menerima tuntutan untuk membungkuk dihadapan gadis jelata seperti itu.
Eun hendak berlalu tetapi dihalangi Haesoo yang menyebutnya pria tidak tahu malu . Eun menerobos , dan ber lalu . Haesoo dengan jengkel mengejarnya , terus mendesaknya untuk minta maaf. Eun mendorong Haesoo hingga tersungkur ke tanah .
Mulailah Eun dan Haesoo berkelahi seperti anak kecil , yang kegaduhannya terdengar ke ruangan pangeran2 yang sedang berkumpul.  Semua pangeran menyusul keluar kecuali So .

Perkelahian berlangsung seru , Eun dan Haesoo saling menyerang dengan cara anak kecil . Ketika Haesoo berhasil menindih tubuh Eun , masih pula keduanya saling menyerang dengan kata-kata.
Eun memperingatkan Haesoo tidak bisa lolos dari hukuman nanti. Haesoo mengumpat Eun sebagai pria mesum . Eun membalas Haesoo sebagai wanita cabul . Haesoo benar2 kehilangan kesabaran kali ini dan langsung melayangkan serangan  , dengan sundulan kepala ke wajah Eun.
Semua terpana melihat keberingasan Haesoo.
Haesoo belum puas dan kembali menggerakkan tangan untuk bersiap menghajar Eun .  Pada saat itu So mendadak muncul dan mencengkram tangan Haesoo , sekaligus menyelamatkan Eun .
Eun jadi besar hati dan bangkit , meminta kakaknya , So untuk jangan melepaskan Haesoo . Eun sendiri bangkit dan bersiap menghajar Haesoo . Giliran Pangeran Wook yang menghentikan Eun. Wook berkilah setiap orang sedang menyaksikan semua ini . Eun mengalah dalam gusar dan segera berlalu.
Haesoo masih meronta dan akhirnya lolos dari genggaman So.
***
Ditempat lain , Haesoo melabrak So terkait kasus dirinya dilempar dari atas kuda. Haesoo menuntut permintaan maaf. Namun So dengan sikap dingin mempertanyakan status sosial So , bisa bersikap kasar terhadap para pangeran.
Haesoo tidak kehabisan kata-kata menukas : "Apa kau akan mengabaikanku karena aku hanya seorang pelayan , dan akan meminta maaf padaku jika aku seorang putri kerajaan? Astaga ini memang lingkungan yang aneh . Semakin tinggi posisimu , kau harus semakin peduli dengan rasa keadilan. "
So : "Baiklah tetapi setelah kau mendengar permintaan maaf , maka kau akan mati . Apa tak masalah bagimu ? Kalau begitu ,maaaa....fkan ak...."

Justru sebelum So sempat menyelesaikan perkataannya , Haesoo berlari menuju Lady Hae yang baru melintas. Haesoo mendadak seperti anak kecil yang berlindung dibelakang Lady Hae.
Lady Hae memberi hormat pada So yang posisinya lebih senior daripaa suaminya sendiri. So pun membalas hormat.
***
Haesoo mendampingi Lady Hae ke halaman biara untuk berdoa. Lady Hae menasehati Haesoo bahwa apapun alasannya , memukul pangeran , yang merupakan anak bangsa Goryeo , akan menerima hukuman, bahkan mungkin Wook sendiri bisa ikut terkena hukuman.
Haesoo jadi khawatir mendengarnya , dan berjanji akan memberi penjelasan terbaik dihadapan raja . Lady Hae menjelaskan sangat tidak mudah bertemu dengan raja. Lady Hae mengeluh kalau Haesoo berubah sedemikian drastis.


Chaeryung mendadak menyusul dan menanyakan untuk apa Haesoo berada disini padahal cuaca sangat dingin.
Haesoo menanyakan apa Chaeryung sudah menyelidiki orang yang dicari Haesoo (maksudnya Astronom Choi) . Chaeryung menjawab tidak tahu .  Haesoo masih penasaran dengan tempat dimana dia pertama kali muncul di masa Goryeo , tempat pemandian . Chaeryung menghindar karena merasakan firasat buruk jika Haesoo kembali ke sana.
***
Astronom Choi dengan wajah jenaka memperhatikan Eun yang terluka. Bahkan Pangeran 9 Won dan Pangeran 13 Baek Ah tidak bisa menghindar untuk tertawa melihat penderitaan saudara tiri mereka . Hahaha.

Eun bangkit dari kursi dan bersumpah tidak akan membiarkan perempuan sialan itu lolos. Astronom Choi menggoda bahwa Haesoo itu gadis yang riang yang sulit dijumpai di masa ini . Won juga menggoda sangat sulit mengingat kembali wajah Haesoo yang baru bertemu tanpa sengaja , dan sangat sulit bagi seorang pangeran seperti Eun mendapat pengalaman langka dipukuli orang. Mungkinkah Haesoo itu jodoh Eun ?
Eun menampik godaan ini dengan ketus.
Baek Ah menggoda Eun yang dianggapnya belum berpengalaman tentang wanita. Baek Ah mencoba menjerumuskan Eun bahwa seorang wanita tidak akan mau menyentuh (memukul) seorang pria.
Eun yang bodoh langsung loncat pada kesimpulan kalau Haesoo mungkin tertarik padanya.
Baek Ah tersadar Eun termakan umpan , dan menghindar bahwa semua itu maybe yes maybe no. Baek Ah menahan tawa melihat kebodohan Eun.
Semua mendadak terdiam saat So memasuki ruangan dengan aura yang mengerikan.
 ***
So rupanya menerobos sebuah ruang dimana si bungsu Jung sedang bermanja bersama Ibunda Ratu Yoo . Suasana berubah menjadi tidak enak begitu So memasuki ruangan sekalipun So sudah mencoba tersenyum. 

Jung yang hendak menyapa abangnya pun dicegah Ibunda.
So memberi hormat pada Ibunda . Dan Ibunda berbasa-basi memang sudah waktunya bertemu dengan So. Dan entah kenapa hubungan ibu-anak bisa sedemikian dinginnya. Jung mencoba memecah suasana , dengan berkomentar bahwa So hyungnim sudah mahir bela diri sekarang ini. 
Yo interupsi bahwa semuanya hanya gosip saja. Namun Ibunda Ratu penasaran dan mencoba mengkonfirmasi langsung dari So .
So menyangkal . Ibunda berkata toh tidak ada gunanya So belajar hal seperti , toh keluarga Kang di Shinju bukan hendak membesarkan So menjadi harimau.
Yo memulai serangan verbal : Ibu pernah mendengar kisah anjing serigala di Songak ? Kata orang sangat mengerikan lebih buah dari serigala.
So membenarkan secara sinis bahwa anjing serigala itu berasal dari Shinju . Ibunda kembali mencoba berbasa-basi untuk mempersilahkan So menikmati kunjungan ke ibukota kali ini , bahkan sudah mempersiapkan hadiah untuk ibu angkat So di Shinju. Ibunda menutup dengan sinis bahwa So tidak perlu lagi menemuinya.
Ibunda mempersilahkan So pergi . So mempertanyakan kenapa Ibunda yang sudah dua tahun tidak bertemu malah menyuruhnya pergi?. Ibunda berkilah bahwa ibu angkat So sedang sakit di Shinju.
So mencoba menutupi kesedihan dengan berkata akan berencana tinggal lama di ibukota. Ibuna menukas bahwa hal itu tidak mungkin karena So sudah menjadi anggota angkat keluarga Kang , dan jika So berkeras , maka akan menimbulkan konflik antara dua keluarga besar.
So memprotes : "Katamu aku dikirim kesana untuk diadopsi . Tetapi disana aku menjadi sandera."
Yo tertawa terkekeh : "Lucu sekali kau ini , bagaimana bisa kau merasa sebagai sandera? Ibu hanya khawatir ibu angkatmu "
Ibunda membenarkan : "Kenapa juga aku mengutusmu kesana sebagai sandera."
So terpaksa berkata harus mempercayai ibunya sendiri , dan bersiap memberikan hadiah sebelum pergi . Namun So kalah cepat dengan Jung yang sudah memberikan hadiah serupa jepit rambut.
 Ibunda senang mendapat pemberian anak bungsu kesayangannya . Hal ini kontras dengan So yang mencoba mengais sedikit kasih sayang dari ibu kandungnya , namun terus mendapat penolakan.
So pamit untuk berlalu . Dan Yo masih sempat2nya menghina So begitu memalukan dan rendah sebagai seorang pangeran. 
So tidak berminat untuk membalas , dan tetap menerobos keluar pintu untuk menyadari adik2 tirinya , Baek Ah , Won dan Eun sedang menguping.
Ibunda berkomentar pada Yo untuk memastikan So segera kembali ke Shinju pasca ritual.
Jung yang polos mengungkap rumor bahwa Ibunda yang telah membuat wajah So menjadi rusak . Yo dengan galak memperingatkan adik bungsunya untuk tutup mulut jika tidak mau di usir dari istana.
Namun terlihat raut wajah Ibunda menjadi sedih mendengar celetukan Jung .

0 comments:

Post a Comment