Tuesday, August 30, 2016

Sinopsis: Moon Lovers - Scarlet Heart Ryeo: Episode 01 - Part 2

Standard


So dalam kesendirian di luar bangunan istana . Sebuah kilas balik masa kanak2nya ketika So cilik sedang bersama abangnya , Pangeran Mahkota Wang Moo . Ibunda So sedang bertengkar hebat dengan Raja Taejoo karena putra sulung sang Ratu meninggal dunia. Ratu mempertanyakan kok bisa2nya Taejoo menikah dalam kondisi sedang berkabung.

Taejoo berusaha menjelaskan bahwa wilayah selatan Goryeo sedang dalam krisis dan memerlukan political marriage untuk tujuan perdamaian .  Ratu yang masih muda tentu saja tidak mengerti maneuver politik seperti itu dan terus mendesak kenapa seorang ayah tidak berkabung ketika anaknya meninggal.
Ratu mengambil So dan mendesak Taejo untuk memilih antara tetap menikah atau nyawa So (Ratu menggenggam belati di leher anaknya) .
Sebelum Ratu hendak bunuh diri bersama So , Raja Taejoo bergerak cepat menggenggam erat lengan Ratu .


Usaha sang raja hanya setengah berhasil karena belati sang Ratu sempat melukai wajah So hingga rusak parah . (Ini sebabnya So hingga dewasa menggunakan topeng untuk menutupi cacat wajahnya. )

Selagi So tenggelam dalam ingatan kelam seorang diri , Raja Taejoo sedang berjalan disekitar bersama Astronom Choi . Mereka memandang So dari kejauhan .
Choi bertanya apa sang Raja sengaja mengundang So ke istana untuk berpihak pada Pangeran Mahkota ? . Raja Taejoo sendiri ragu apakah So akan menjadi pelindung Pangeran Mahkota atau malah jadi pedang yang mencabut nyawa Pangeran Mahkota kelak .


***
Dikediaman Pangeran 8 Wook , Haesoo dengan wajah riang sedang berkeliling ditemani Chaeryung .  Haesoo mulai mempelajari keadaan sekitar istana . Chaeryung menjelaskan kalau Haesoo dulu suka bermain panah dan bertaruh .

Chaeryung yang menjelaskan berbagai hal masih tetap kecewa oleh “amnesia”-nya Haesoo .  Dan memang “amnesia” menjadi alasan paling mudah bagi Haesoo gadungan ini untuk menghindar .  Chaeryung menerka kalau majikannya ini hanya pura-pura belaka karena mungkin sedang menjalin hubungan gelap dengan seorang pria , atau malah terlilit hutang .
Giliran Haesoo sendiri yang penasaran apakah betul dirinya seperti itu ? . Chaeryung semakin penasaran karena seolah2 Haesoo sedang membicarakan orang lain . Dan semakin yakin bahwa Haesoo memang sedang benar-benar sakit ingatan.
Haesooo tersadar harus tutup mulut sebelum orang mengira dirinya gila jika mengakui dirinya bukan Haesoo yang asli .
Perhatian Haesoo beralih pada fisiknya , memegang2 wajah dan pipinya , yang ternyata lebih segar tanpa keriput , begitu pula dengan jemarinya yang bersih terawat. Haesoo menebak bahwa wanita2 Goryeo sangat merawat diri dan banyak makan sayuran . Chaeryung semakin prihatin melihat hal itu , semakin yakin majikannya ingatannya terganggu .
***

 
 Di Istana Cheomseongdae , Astronom Choi sedang memeriksa teknologi teropong ciptaannya. Diruangan lain para pangeran takjub dengan berbagai teknologi ciptaan Choi .  Ketika perhatian tertuju pada sebentuk layang-layang beroda , Choi muncul dengan wajah riang untuk menjelaskan bahwa itu adalah pesawat , dan potensi masa depan yang bisa diraih dengan teknologi itu , seperti berpergian ke luar negri untuk berlibur.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
[Rekap dalam bentuk teks terpotong dan tersaji ulang dalam bentuk JPEG dibawah ini ] 

[Rekap dalam bentuk teks terpotong dan tersaji ulang dalam bentuk JPEG diatas ini ]   
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bahkan menurut rumor , para prajurit yang berada di TKP mengambil cuti karena pemandangan horror perbuatan So tempo hari . Semua pangeran , terutama Yo tampak antipati dengan So , kecuali Wook yang berusaha memahami bahwa So adalah pangeran yang paling menderita dari siapapun ,dan bagaimanapun So tetaplah saudara mereka sendiri .


 
Kebetulan So saat itu menampakkan diri dalam ruangan . Semua terdiam dan gentar terkecuali Yo yang memang lebih tua dari So , dan Wook yang sepantar usianya. Dialog singkat terjadi antara Yo dengan So . Sementara yang lain gemetar menahan nafas.


***
Dikediaman Pangeran 8 , Wook sedang bersama istrinya Lady Hae.  Haesoo menatap kemesraaan itu dari jauh , dan Chaeryung menjelaskan bahwa Wook adalah pria terbaik di Goryeo , dan bahkan pantas untuk menjadi pangeran utama . Haesoo dengan pengetahuan sejarah yang minim berusaha menerka apakah Wook yang kelak menjadi Raja Gwangjong.

Haesoo terus menatap dari kejauhan sambil mengingat kemaren malam ketika Wook menerobos masuk kamar . Haesoo merasa bahwa Wook memang seorang pria yang bisa dipercaya .  Sementara itu Wook pun sadar bahwa Haesoo sedang mengamati .
Putri Yeonhwa muncul dan menyadari Haesoo sedang menatap kakaknya , Pangeran Wook – Lady Hae .  Yeonhwa menegur Haesoo tidak sopan karena mengintip kehidupan pernikahan orang lain .
Yeonhwa terus menatap tajam sampai Chaeryung teringat untuk membungkuk menghormat tuan putri. Chaeryung mengingatkan Haesoo untuk ikut memberi hormat.  Namun tentu saja Haesoo belum tahu kebiasaan dan etika istana , membungkuk dengan mata melotot sambil mengamati tuan putri.


Putri Yeonhwa terpaksa tersenyum sambil menyindir kalau kisah amnesia Haesoo sudah tersebar dan berusaha memaklumi bahwa etika sopan santun pun turut hilang dari ingatan Haesoo .
Haesoo dengan wajah polos menatap dengan mata bulatnya seraya berpikir bahwa tuan putri suka meremehkan orang lain .  Yeonhwa memperingatkan Haesoo untuk tidak lagi mengintip kehidupan pernikahan orang lain , dan lain kali akan bertindak tegas walaupun Haesoo berstatus sepupu dari kakak iparnya (Lady Hae merupakan kakak ipar dari Putri Yeonhwa) .
Namun Haesoo tidaklah sepolos penampilannya , telah melalui masa sukar di abad 21 dan dengan mudah dapat membaca gesture tubuh Yeonhwa . Haesoo tersenyum sinis : “ Jika kau tidak suka padaku , katakan saja !”
\Yeonhwa mulai gusar menyebut Haesoo wanita jalang . Namun sebelum pertengkaran dimulai , Pangeran Wook menampakkan diri .
***
Diruang perpustakaan , Pangeran 8 Wook menduga Haesoo telah lupa menyapa orang setelah mengalami amnesia .  Haesoo tersadar dan lekas membungkuk memberi hormat.  

 Wook menerka Haesoo tidak mengingatnya dengan baik juga karena amnesia. Wook bertanya apakah Haesoo memata-matai para pangeran yang sedang mandi tempo hari itu sebelum atau sesudah amnesia ? . Lagi2 Haesoo tidak ingat dengan jelas.  Wook menghela nafas sambil bertanya apa yang hendak Haesoo lakukan sekarang sambil berjanji akan membantu mewujudkannya.
Wook menjelaskan ketika istrinya , Lady Hae , membawa Haesoo ketempat ini , Wook telah berencana untuk membantu Haesoo . Tetapi Haesoo bertanya kenapa Wook menempuh berbagai kesukaran demi Haesoo yang cuman berstatus sepupu ipar. Haesoo berjanji akan mengatasi masalah .   Wook bingung dengan bahasa yang diungkapkan Haesoo .
Wook mulai berkeliling mencari buku dalam ruang perpustakaan . Sementara Haesoo menjelaskan bahwa yang dimaksud akan menjalani kehidupan dengan baik dirumah Wook , berjanji akan mempelajari segala sesuatu dengan baik . Haesoo bertekad untuk menjadi orang yang kapabel dan dibutuhkan di rumah tangga Wook .,

Wook yang berjalan hilir mudik tiba-tiba muncul dibelakang Haesoo . Mereka saling berpandangan dalam jarak dekat.  Wook berkata bahwa Haesoo sudah seperti orang asing dari cara berbicara hingga tindakan. Wook mengatakan itu tidak masalah asalkan tidak membuat Lady Hae khawatir .
***
Wang So sedang menelusuri buku2 koleksi perpustakaan milik Astronom Choi dan menemukan kitab erotis . So tersenyum sendiri dan membuang kitab pertama untuk kembali menemukan kitab erotis sejenis di kitab kedua yang diambilnya.

Astronom Choi muncul mendadak dari belakang dan menggoda So apakah mau meminjam kitab koleksi terbaru itu .  Wang So langsung menanyakan apa tujuan Astronom Choi mengajaknya bertemu ?
Choi menjelaskan bahwa pelayan istana yang bertanggung jawab atas insiden sarapan beracun Pangeran Mahkota ditemukan telah gantung diri . Kematian misterius yang dibuat seolah bunuh diri ini membuat Choi yakin pelakunya masih anggota keluarga kerajaan , atau bahkan salah satu dari pangeran .
Astronom Choi menyarankan So untuk mencari pelakunya .
Wang So menukas dengan sinis apakah Choi menganggap So sebagai seekor anjing seperti julukan orang2 kepadanya.
Choi bertanya apakah So membunuh kuda untuk bersenang2 belaka ataukah sebagai wujud tekat kuat untuk berhenti menjadi sandera dan tinggal di ibukota sebagaimana seorang pangeran yang sesungguhnya. So menjelaskan bahwa memburu pelaku dibalik sarapan beracun adalah kesempatan besar bagi So untuk kembali menginjakkan kakinya di istana.
Wang So tersenyum sambil menunjuk2 Choi , dan menegaskan dirinya bukan anak kecil yang gampang tertipu . Sebelum Soo berlalu , Choi menjelaskan bahwa itu adalah rencana Pangeran Mahkota.
Wang Moo muncul dihadapan So . So memberi hormat kepada Pangeran Mahkota. Choi menjelaskan bahwa ada rencana jahat untuk membunuh Wang Moo sebagai pangeran mahkota pada saat acara ritual kerajaan mendatang.
So menerka bahwa dirinya harus menjadi tumbal dan menyamar sebagai abangnya ini dalam acara ritual sambil bertanya imbalan apa yang bisa diberikan abangnya sebagai balas budi ?

Wang Moo berjanji akan akan melakukan apapun permintaan So sebagai imbalannya. Tanpa pikir panjang , So mengutarakan keinginannya untuk tinggal di ibukota sebagai harga yang harus dibayar.
***
Para wanita di kediaman Pangeran 8 Wook sedang membuat lampion berbentuk bunga . Haesoo tentu saja tidak mahir seperti figur Haesoo yang asli sehingga mengalami kesulitan . Yeonhwa tersenyum getir sambil mengeluh bahwa tampaknya lampion indah hasil buatan Haesoo seperti tahun-tahun sebelumnya akan sulit untuk diwujudkan di tahun ini .

Haesoo berkilah karena dirinya amnesia . Yeonhwa memaklumi bahwa Haesoo bukan sengaja untuk tidak bisa karena mengalami amnesia.  Sambil tersenyum Yeonhwa mempersilahkan Haesoo untuk beristirahat.  Haesoo bersikeras ingin membantu , dan Yeonhwa akhirnya menugaskan Haesoo untuk membuat lem .
***
Wajah Haesoo tampak kotor saat membuat lem . Rupanya pekerjaan ini sejenis pekerjaan yang kotor dan melelahkan . Haesoo yang bertubuh pendek harus naik kursi untuk bisa  mengaduk lem dalam guci raksasa  Haesoo mengeluhkan Yeonhwa yang bersifat seolah2 peduli namun menjerumuskannya.
Sejenak Haesoo turun dan melakukan senam singkat untuk tubuhnya yang mulai lelah . Wook yang sedang melintas mengamati Haesoo .
Haesoo tersadar sedang diamati segera berbalik dalam guci lem dalam sikap jaim , berusaha menampilkan citra wanita pekerja keras. Haesoo menjelaskan bahwa itu adalah tugas yang diberikan Yeonhwa.

 
Wook menyemangati seraya menyindir dengan mengulang ucapan Haesoo sendiri , untuk berkerja keras menjalani kehidupan dengan baik . Wook tidak bisa menghindar untuk tersenyum geli melihat Haesoo yang wajahnya kotor berjelaga .
***
Diantara para pangeran yang sedang berlatih pedang untuk acara ritual , hanya Pangeran 10 Eun yang paling berantakan dan nyaris menyerah ditengah latihan . Ditengah masa istirahat , Pangeran 9 Won bertanya2 apakah ayahanda raja akan mengabdikasi diri dan menyerahkan tahta pada Pangeran Mahkota.  

Giliran loyalis macam Astronom Choi yang terperanjat dalam rasa penasaran karena dia tidak menahu sama sekali .  Astronom Choi segera pergi untuk memastikan , dengan berkilah hendak menemui Pangeran Mahkota sebagai bagian dari persiapan ritual .
Setelah Choi berlalu , Wook menegur Won karena berkata sembarangan . Yo membela Won bahwa siapapun penasaran dengan hal ini .
***


Haesoo tepar bukan kepalang dalam kelelahan fisik , bangkit untuk berjalan dan melihat Astronom Choi . Haesoo terperanjat karena wajah Choi sangat mirip dengan si Gembel abad 21
Haesoo yakin bahwa Choi lah yang dapat memberikan jawaban atas kondisi misterius yang dialami (perjalanan waktu) .  Haesoo berusaha mengejar Choi yang terus berjalan menjauhi bangunan istana .
Haesoo terus mengejar sampai area public dan kehilangan jejak ditengah hilir mudik rakyat jelata.
Disaat bersamaan So sedang memacu kudanya , dan seperti biasa rakyat jelata tunggang langgang menyingkir dengan kemunculan “serigala “ ini .
Haesoo yang masih penasaran belum menyadari kepanikan rakyat jelata dan masih berdiri di tengah jalan , sampai menyadari kuda So makin mendekat . Tanpa sengaja So tersenggol tas panggul milik warga dan terjatuh .
   
Disaat bersamaan So meraih tubuh Haesoo naik keatas sambil menunggang kuda . Mereka saling menatap untuk sesaat ditengah kuda yang sedang melaju dengan cepat.


0 comments:

Post a Comment