Monday, August 29, 2016

Sinopsis: Moon Lovers - Scarlet Heart Ryeo: Episode 01 - Part 1

Standard

Foto:

Drama ini berdasarkan adaptasi dari novel Tionghoa "Bu Bu Jing Xin" karya Tong Hua yang dipublikasi online pada tahun 2005 . Novel ini juga diadaptasi terlebih dahulu di Tiongkok menjadi serial drama yang sangat populer berjudul "Scarlet Heart" oleh Hunan TV.

Berbeda dengan versi Tiongkok yang mengambil setting Dinasti Qing (1644-1911) , versi Korea mengambil setting jauh ke masa lampau di masa awal  Kerajaan Goryeo pada tahun 941 , dimana raja pendiri , sekaligus raja pertama Goryeo berkuasa. (Goryeo merupakan asal usul nama "Korea" )

Tokoh utama dalam drama ini adalah Hae Soo (IU) , seorang wanita 25 tahun dari abad 21 yang terdampar ke masa awal Goryeo tersebut.  Hae Soo tidak saja mengalami krisis identitas , melainkan turut terjebak dalam pusaran politik perebutan tahta yang rumit diantara para pangeran dari keluarga Wang yang berkuasa di Goryeo .

Dan pahlawan dalam kisah ini adalah Wang So , meminjam karakter sejarah Goryeo yang merupakan Pangeran keempat , sekaligus urutan keempat dalam garis suksesi kepemimpinan berikutnya setelah Pangeran Mahkota.


EPISODE 1 RECAP

Korea abad 21 . Seorang wanita muda , Go Hajin (IU) sedang tenggelam dalam kesedihan mendalam sambil menatap hampa panorama alam sekitar. Bibirnya yang terluka tidak menyurutkan minatnya untuk minum soju .

Foto:
Foto:
Hajin tersadar ada seorang gembel lusuh (Kim Sung-kyun) yang tergiur dengan botol soju . Hajin menawarkan botol sojunya . Si gembel tentu saja tidak menampiknya , dan mulai menikmati soju . Hajin segera mencurahkan kegalauannya pada si gembel yang baru dikenalnya : "Tuan , pernahkah kau ingin tidur untuk seratus atau seribu tahun ?. Selalu ada kesalahan untuk mengatakan pada diri sendiri bahwa segala sesuatu akan menjadi lebih baik . Namun tetap saja ada hal lainnya yang tidak beres ."
Hajin menghela nafas : Aku lebih suka tertidur dan tidak pernah bangun lagi ".
Dari penuturan Hajin dapat dipahami bahwa ada  seorang pria telah menipunya , seraya meninggalkan banyak hutang , dan juga seorang gadis menipunya , juga melarikan bersama prianya .  Hajin terlihat sangat menyesal telah mempercayai mereka , namun percaya jika dirinya tidak berubah , maka orang yang dia cintai juga tidak akan berubah . Hajin menunduk sambil menangis penuh penyesalan kenapa hidupnya bisa berakhir seperti ini .
Si gembel yang sedari diam saja menenggak minuman mulai berujar bahwa Hajin tidak bisa merubah kehidupan dengan sekedar keinginan belaka , bahkan jika matipun , dan kembali , hidup tetap tidak berubah jika dirimu sendiri tidak mau berubah . Tak lama pun si gembel tertidur .
Hajin terus menghela nafas , lantas menyadari bahwa ada anak kecil  yang tercebur di kolam . Hajin yang lagi galau belum hilang jiwa sosialnya untuk bersiap meloncat ke kolam untuk menyelamatkan anak itu .  Namun melihat tempat itu penuh pengunjung , Hajin mengurungkan niatnya , bahwa toh akan ada banyak orang disekitar itu yang siap menolong .
Ternyata dugaan Hajin salah , karena para pengunjung sibuk dengan aktivitas masing-masing.  Hajin yang ragu-ragu terpaksa melompat ke kolam sambil menggerutu ; " Kenapa musti aku ?"
Ayah sang anak terlambat menyadari keadaan , langsung bergegas mengayuh perahu untuk menyelamatkan anaknya. Si Gembel terbangun dari tidurnya dan menyadari akan ada fenomena alam gerhana yang menelan matahari .
Hajin berhasil menyelamatkan anak kecil , dan mereka hendak ditarik ke perahu oleh sang ayah.  Anak kecil yang mendapat pertolongan pertama . Saat giliran Hajin hendak meraih tangan sang ayah di perahu , fenomena gerhana mencapai puncaknya.
Langit mendadak gelap karena matahari menghilang untuk sementara terhalang bulan dalam bulatan hitam raksasa di angkasa . Wajah Hajin terperanjat menatap langit , seakan kehilangan kesadaran dengan mata yang membelalak , perlahan tapi pasti tubuh Hajin terseret kedalam kolam.
Dalam kondisi antara hidup dan mati , kilasan peristiwa dalam ingatan Hajin muncul beriringan. Ada saat Hajin menampar seorang wanita , ada seorang pria ditengah pertengkaran , ada saat dimana Hajin dikejar sekelompok orang .
Demikian Hajin terus tenggelam bersamaan dengan gerhana total.
Foto:
Foto:
Foto:
***
Foto:
Foto:
Foto:
Di dunia lain gerhana total perlahan menghilang dan sinar mentari kembali menerangi dunia .  Seorang pemuda memacu kudanya untuk melajut dengan cepat menuju ibukota Goryeo bersama para penunggang kuda lain .
Memasuki ibukota , pemuda misterius itu menimbulkan kegaduhan dimana rakyat jelata yang berada dijalan tunggang langgang dan segera menyingkir penuh ketakutan. Kita bisa melihat bahwa wajah  pemuda yang dijuluki serigala ini  berbusana serba hitam itu tertutup topeng .
Dia adalah Wang So , pangeran keempat dari kerajaan Goryeo . Ini artinya cerita telah melalui perjalanan waktu yang mundur seribu tahun lebih , awal masa kerajaan Goryeo , tahun ke 24 masa pemerintahan Taejo , raja pertama sekaligus pendiri kerajaan Goryeo .
***
Di istana , dibangunan peristirahatan dengan kolam air panas , para pangeran berkumpul . Secara berturutan adegan menampilkan identitas para pangeran .
Foto:
Foto:
Foto:
Foto:
Foto:
Pangeran 10 Eun (Baekhyun) yang terlihat riang . Pangeran 14 Jung (Jisoo) yang terlihat akrab dengan Eun . Pangeran 13 Baek Ah yang juga terlihat riang. Pangeran 3 Wang Yo (Hong Jonghyun) yang terlihat berkharisma dan bengis . Pangeran 8 Wang Wook (Kang Haneul) yang terlihat tenang dan pencinta perdamaian . Pangeran 9 Wang Won (Yoon Sunwoo) yang sedang berolahraga . Untuk sementara yang terlihat baru enam pangeran .
Tanpa sengaja seorang pelayan menumpahkan air minuman ke lengan Wang Yo , sehingga Yo hendak menamparnya , namun Pangeran Wook memulai pembicaraan dengan membahas belum hadirnya Pangeran 4 Wang So untuk mandi bersama sebagai bagian acara ritual spiritual mendatang .
Wang Yo meremehkan pribadi So yang dianggapnya tidak tahu aturan , dan memandang kalau Wook buang-buang waktu saja memikirkan So . Wook berkilah bahwa So lahir di tahun yang sama dengannya sehingga harus memikirkan So juga .
( Beberapa pangeran ini punya ayah yang sama , Raja Taejo , namun terlahir dari ibu yang berbeda . Ini mungkin menjelaskan kenapa Pangeran 8 Wook berusia sama dengan Pangeran 4 So . Sebagai trivia , Wang Yo (3) , Wang So (4) dan Wang Jun (14) terlahir dari ibu yang sama) . 
Baek Ah menimbrung bahwa ini seharusnya acara pertama So bersama rekan-rekan pangeran dan Raja pasti punya alasan khusus untuk mengundang So datang.
Eun mulai mengajak Baek Ah bergosip tentang rumor keganasan Soo yang konon membantai keluargannya di Shinju . Dikatakan bahwa kebrutalan So seperti serigala . Tak lupa Eun meledek Jung akan berubah pula menjadi serigala karena masih sekandung dengan So .
Yo marah mendengar gurauan tidak lucu ini , sambil menegur : “ Akupun sekandung dengan So , apakah akan berubah menjadi serigala pula ?” . Yo menegaskan jika So hadir , akan segera kembali ke Shinju pasca ritual , juga memperingatkan para pangeran untuk menjaga ucapan saat berhadapan dengan ayahanda raja .  Wook yang penyabar , menenangkan Yo dan berjanji akan mendidik Jung nanti .
Eun mengganti topik pembicaraan dan mulai beraktivitas nyebur di kolam panas . Pada saat itu muncul seorang gadis secara misterius dari dasar kolam . Dia adalah Hajin dari abad 21 yang entah kenapa bisa terdampar dalam lorong waktu dan telah mengenakan busana tradisional Goryeo .
Eun dan Hajin sama-sama terperanjat dan berteriak . Eun berseru memanggil kakak2nya . Disisi kolam , seorang gadis lain , Charyung mendesak Hajin (mulai sekarang saya sebut sebagai Haesoo) untuk segera menyingkir dari kawasan itu .
Foto:
Foto:
Foto:
Para pangeran terperanjat sebelum menyadari Haesoo sudah menyingkir dalam tuntunan Chaeryung. Hanya Wook yang tampak mengenali dan bergumam menyebut nama Haesoo.
***
Chaeryung adalah seorang wanita pelayan , memandu Haesoo pergi melalui jalan pintas misterius . Kondisi Haesoo seperti tidak sehat dan juga kebingungan dengan semua pemandangan aneh bagi wanita modern abad 21 seperti dirinya. Haesoo bertanya apa dan kenapa Chaeryung mengenal dirinya , kenapa disebut Lady  dan sedang berada dimana mereka sekarang ini .
Giliran Chaeryung yang kebingungan melihat majikannya mengalami lupa ingatan , seraya menjelaskan bahwa mereka sedang berada di tempat pemandian terbesar di Songak , ibukota Goryeo .
Haesoo tetap merasa janggal melihat tempat pemandian penuh dengan orang-orang Goryeo dengan busana kuno sedang mandi disitu . Pandangan mata Haesoo semakin nanar dan terjatuh pingsan.
***
Foto:
Pangeran 4 So akhirnya tiba di gerbang istana . Pria yang berada disampingnya mengingatkan So untuk selekasnya kembali ke Shinju setelah acara ritual kerajaan selesai .  Pria itu juga mengingatkan So adalah anggota angkat keluarga Kang , dan sudah seharusnya menjaga nama baik keluarga yang mengadopsinya dihadapan raja nanti.
Kang menyindir bahwa dia lebih merasa sebagai sandera dalam keluarga Kang.  Setelah itu meninggalkan rombongan dan memasuki bangunan istana.  Baru saja turun dari kuda , wajah So mengeras , mengambil pedang , dan menghabisi kuda tunggangannya dengan bengis .
Para prajurit terperanjat dengan pemandangan horror dimana sang kuda menemui ajal dengan tragis .  Seorang prajurit senior mengingatkan So bahwa tidak diperkenankan menggunakan pedang di kompleks istana, juga menawarkan kuda pengganti untuk kepulangan So nanti . So menukas bahwa dia tidak akan kembali ke Shinju .
Dari kejauhan seorang pejabat (dengan tampang si Gembel abad 21) memandang dari kejauhan aksi bengis So .
Foto:
Foto:
Foto:
So berjalan seorang diri sambil menatap erat-erat istana , dan bersumpah tidak akan kembali dan membiarkan dirinya menjadi sandera di Shinju .
***
Haesoo siuman disebuah kamar , bangkit dari ranjang dan memperhatikan interior klasik dalam ruangan . Lady Hae menghampiri ranjang sambil memanggil nama Haesoo .
Haesoo masih bingung kenapa terus dipanggil nama seperti itu . Namun kemudian Haesoo tertawa menyadari bahwa dirinya mungkin sudah mati .
Chaeryung menegaskan Haesoo belum mati . Haesoo penasaran dan keluar kamar dan kembali menyaksikan suasana aneh dimana para pegawai hilir mudik dengan busana  tradisional Goryeo .
Ketika Haesoo meminta klarifikasi , Lady Hae menjelaskan bahwa dia adalah sepupu keenam .  Haesoo terpikir kemungkinan bahwa rohnya telah memasuki tubuh gadis lain .
Lady Hae mendesak Haesoo untuk berpikir keras , berusaha mengingat2 , bahwa mereka sedang berada di kediaman Pangeran 8 Wang Wook , tepatnya di ibukota Songak .
Haesoo tersenyum kecut sambil menerka bahwa ini adalah masa Goryeo (setelah era Tiga Kerajaan Goguryeo , Baekje , Silla) . Lady Hae senang karena merasa ingatan Haesoo mulai pulih . Terlepat dari keterkejutan Haesoo , Lady Hae menjelakan bahwa raja yang berkuasa sekarang adalah raja pendiri kerajaan Goryeo .  Dengan pengetahuan sejarah yang minim , Haesoo bisa menerka bahwa raja yang dimaksud adalah Raja Taejoo.
Foto:
Foto:
Foto:
***
Di istana , Raja Taejoo gusar dengan membanting barang bukti sangkar berisi bangkai burung yang menunjukkan ada yang berniat jahat terhadap sarapan Pangeran Mahkota . Taejoo memerintahkan agar pelakunya di buru .
Seorang pejabat angkat bicara , Wang Shik-ryeom (yang dari marganya sudah bisa diterka ada hubungan kerabat dengan raja) menganggap tidak ada gunanya menangkap pelaku , dan lebih menekankan kurangnya kompetens Wang Moo sebagai Pangeran Mahkota . Shik-ryeom juga mengangkat rumor bahwa Pangeran Mahkota punya penyakit yang tidak bisa diobati .
(Pangeran Mahkota sendiri sudah berjalan didepan pintu ruangan mendengarkan perdebatan dari luar ruangan dengan wajah muram) .
Foto:
Foto:
Foto:
Foto:


***
Wang Shik-ryeom melaporkan hasil pertemuan tadi kepada Ratu Sinmyeongsunseong (Park Ji-young) (yang merupakan ibu kandung dari Yo , So dan Jung) . Ratu menganggap Pangeran Mahkota sedang bernasib mujur bisa lolos dari pelengseran.
(Dapat terlihat bahwa Ratu punya ambisi untuk membantu anak kandungnya sendiri menjadi raja . Tentu saja ini intrik politik yang umum dalam setiap kerajaan. )
Mood Ratu berubah ketika mendapat laporan dari dayangnya bahwa ada tamu yang hendak berkunjung.  Ratu berkeberatan dan gusar sekalipun yang hendak menemui adalah anaknya sendiri , Wang Soo.
Sang dayang menemui Wang So yang sedang berdiri diluar seraya menghibur agar So mencoba datang lain kali karena Ratu sedang sakit.  Yoo berlalu dengan wajah dingin.
Foto:
Foto:
***
Dikamar , Haesoo merinding membayangkan dirinya mati tenggelam , dan betapa tubuh fisiknya itu tubuh fisik Haesoo yang sesungguhnya telah mati tenggelam dalam air juga.  Haesoo bertanya-tanya : “Aku ini Go Hajin ataukah Haesoo?”
Haesoo menghibur diri bahwa bagaimanapun merasa beruntung masih punya kesempatan untuk hidup . Walaupun Haesoo khawatir karena bukan Haesoo yang sesungguhnya , dan tidak tahu apa2 tentang kehidupan di Goryeo , dan bagaimana harus menjalani kehidupan sebagai orang lain . Bertolak belakang dari masa abad 21 , kini Haesoo lebih menghargai kehidupan dan takut mati .
Pangeran Wook pulang dan mendengar kabar musibah yang menimpa Haesoo . Dari penuturan Chaeryung dan Lady Hae , Haesoo yang asli ternyata mengalami kecelakaan , hidup dari kematian , dan lupa ingatan.  Lady Hae khawatir Haesoo akan melakukan tindakan yang berbahaya .
Wook memasuki kamar Haesoo dengan mendobrak pintu . Haesoo terlihat berlinang air mata . Wook terlihat sangat khawatir dan ikut bersedih , seraya menegaskan akan membantu Haesoo sampai akhir karena dia yang telah membawa Haesoo ke tempat ini .
Wook menjulurkan tangan dan meminta Haesoo mempercayainya . Haesoo menatap uluran tangan dengan keraguan , dan karena tidak ada pilihan lain , dan tetap harus hidup , Haesoo menyambut uluran tangan Wook .
(Bersambung ke Part 2)
Foto:
Foto:

0 comments:

Post a Comment