Sunday, August 29, 2004

Sinopsis Mars (2004) - Episode 16

Standard


Ibu Qiluo menelepon , dan Qiluo dengan terisak mengadukan perlakuan ayah tiri , tetapi ibu Qiluo mengaku sudah mendengar dari ayah tiri (dalam versinya tentunya) . Ibu Qiluo tidak percaya dengan Qiluo dan lebih percaya pada suaminya.


 Satu Atap

Qiluo kecewa karena satu-satunya keluarga didunia baginya , yakni ibunya , tidak mempercayai bahwa ayah tiri hendak memperkosa. Qiluo langsung menutup telepon begitu saja .  Qiluo menangis sejadinya di bahu Ling.
Ling mempersiapkan diri agar Qiluo nyaman tinggal di apartemen yang sederhana ini. Qiluo juga sedang mandi seadanya di shower yang tidak bertembok ini.
Saat mandi , trauma Qiluo kembali muncul dihantui perlakuan ayah tirinya yang laknat itu. Tetapi yang lebih sial lagi , Qiluo menyadari bahwa gelang jimat pemberian Ling hilang.
Ling tersenyum : “Aku kira ada masalah apa , tidak apa-apa , hanya gelang saja toh. Dan sebaliknya , apa kau mau merapikan dulu bajumu ?”
http://1.bp.blogspot.com/-jfQTiQZ1z2k/UmNZZsxdq6I/AAAAAAAAPjQ/8BuOkNaz70s/s1600/Mars+16-01.jpg
Qiluo baru sadar kalau dia keliatan bugil didepan Ling karena shower itu tidak ada penyekat tembok sama sekali. Hahaha
Selesai mandi , Qiluo terpaksa menggunakan baju Ling yang kebesaran . Ling pun minta maaf karena untuk sementara apartemennya begini dulu , dan Ling menjanjikan nanti Qingmei akan membawakan beberapa stel baju , demikian juga Ah Bing akan membawakan beberapa perabot rumah tangga.
Ling menenangkan Qiluo , bahwa hari ini Ling akan tidur bersama tetangganya , A Jian.
“Kalau ada maslaah , silahkan ketuk pintu kamar Ajian,” kata Ling.
Tetapi Qiluo mencegah kepergian Ling , karena takut sendiri. Ling menjelaskan bahwa bagaimanapun dia adalah lelaki , dan takut melukai Qiluo seperti ayah tirinya.
Qiluo memohon : “Bantu aku yah Ling , untuk mencari diriku yang asli  sebelum peristiwa laknat itu terjadi. Aku mohon .”
Mereka berciuman dengan penuh gairah dan pindah ke ranjang , namun trauma Qiluo seakan muncul kembali.
http://3.bp.blogspot.com/-EjTJ4FLXtT0/UmNZZlD8j5I/AAAAAAAAPjU/OJWW4DfrUrI/s1600/Mars+16-02.jpg
Ling menenangkan : “Buka matamu , lihat , ini aku .”
Mereka kembali berciuman dengan penuh gairah. Tetapi sekali lagi trauma Qiluo muncul kembali .
“Aku merasa kotor,” keluh Qiluo.
“Sudah tidak ada yang lebih suci dari dirimu sekarang ini,” hibur Ling.
Kembali mereka melanjutkan kegairahan mereka dengan lembut.
Dalam hati Qiluo berkata : “Hidup , ada kalanya berubah tanpa kita sadari , saat dengan berani kau menuju kesana , kau akan merasa kegelapan itu tak ada lagi .”
Qiluo mulai balas mencumbu Ling dan berkata : “Aku mencintaimu .”
***

Pengantin Baru

http://4.bp.blogspot.com/-rNVpVBgHlrQ/UmNZZonVAVI/AAAAAAAAPjc/0QO-Nhi3Nns/s1600/Mars+16-03.jpg
Pagi-pagi benar , Qingmei mengetuk pintu apartemen Ling dan mulai tidak sabar karena belum ada yang membuka pintu.
Akhirnya Ling membukakan pintu dan berkata : “ Ehem , kau antar baju yah , berikan padaku ! “
“Ini bajuku , biar kuberikan sendiri pada Qiluo ,” protes Qingmei.
“Biar aku saja .”
“Kenapa? Aku mau lihat sebentar ,” protes Qingmei diiringi rasa ingin tahu sambil berusaha mengintip kedalam  .
“Berikan padaku , berikan !”
“Kenapa begitu ? Bukannya aku sering datang .”
“Berikan aku saja ,” perintah Ling sambil tersenyum.
“Kenapa? Tidak punya baju ganti , atau tidak pakai baju ?” goda Qingmei dengan genit.
Walau demikian Qingmei berhasil menerobos hadangan Ling , dan masuk kedalam.
Qingmei menjerit penuh canda : “ Wowww , Qiluo tidak pakai baju .”
Ling panik dan segera menutup pintu.
***
Setelah Qiluo resmi tinggal satu atap , dia begitu rajun membangunkan Ling yang pemalas itu , agar lekas bekerja di proyek konstruksi. Demikian yang terjadi hari demi hari. Mereka terlihat bahagia seperti pengantin muda.
Suatu pagi , Qiluo membangunkan Ling seperti biasanya , kali ini dengan memberikan ponsel sebagai kejutan , dengan alasan agar mereka lebih mudah berkomunikasi.
Qiluo bahkan mendemokan ponsel itu untuk memotret Ling yang masih diranjang , dan mengomentari hasil jepretan fotonya jelek sekali. Qiluo mencoba sekali lagi dan merasa jepretan kali ini lebih bagus.
“Dasar gila ,” gerutu Ling.
Ling pun berangkat kerja dengan bekal yang sudah dipersiapkan Qiluo.
***
Di tempat kerja , Ling tersenyum membuka bekal buatan Qiluo. Ling menyantap dengan hati-hati masakan kekasihnya itu. Dia terus tersenyum . Alangkah bahagianya walau hidup sederhana dengan orang terkasih.
***

Mari Kita Menikah

Di rumah , Qiluo mengatakan pada Ling : “Almarhum ayahku sering bilang air dulu sangat jernih , banyak kunang-kunang yang berterbangan. Jaman yang sangat baik . Ayah bilang kita yang hidup dimasa sekarang sungguh kasihan . Tidak punya apa-apa , tetapi aku merasa dunia sekarang ini sangat indah. Jaman memang begitu , terus berubah , setelah kita tua , sampai bisa mengenang masa lalu , aku harap bisa seperti ayahku . Bilang bahwa kehidupan yang lampau lebih indah.
Ling tersenyum dan berkata : “Kita menikah yuk , yang tidak kita miliki dulu , kini jadi milik bersama , kita membentuk keluarga .”
Qiluo terharu dan tersenyum seraya memeluk Ling.
***
Di kampus , Ling sedang menatap keluar jendela kelas. Dua rekan mahasiswi masuk ruang kelas dan heran melihat Ling tumben-tumbennya masuk kuliah.
Tetapi Ling mengaku datang kekampus hendak mengambil barang dan mengaku bahwa kini dia merasa kampusnya sangat indah.
***
Ditempat kerja , Qingmei antusias berkata : “Benarkah , Ling melamarmu ?”
Qiluo menenangkan : “ Kecilkan suaramu , kau sedang kerja .”
Tetapi Qingmei sudah terlalu gembira mendengar kabar baik ini dan berkata : “ Aku jadi pengapitmu khan ? Kapan bisa coba gaun pengantin ?”
“Mau menikah pun harus menunggu Ling tamat kuliah ,” jelas Qiluo.
Qingmei terlalu gembira , sampai Qiluo harus mengingatkan agar Qingmei menyerahkan biscuit pesanan yang masih ditangan Qingmei.
“Ibuku tidak mencariku dikampus khan ?” tanya Qiluo.
Qingmei menggelengkan kepala pertanda tidak , dan bertanya : “Setelah itu kau tidak pernah menghubungi ibumu lagi ?”
“Aku tidak tahu harus bilang apa pada ibuku. Bagaimanapun yang dia pilih bukan aku .”
“Dan kau memilih Ling . Ehh bosku kembali , aku harus segera sibuk,” Qingmei kabur.
Saat itu Qiluo melihat Ling sedang berada diluar dengan seorang wanita . Entah apa yang dibicarakan.

***
Di rumah , Qiluo sedang mencuci piring bersama Ling. Qiluo memberitahu Ling bahwa nanti Qingmei dan Da Ye akan datang untuk pesta BBQ.
Ling mengingatkan agar Qiluo memberitahu Da Ye untuk menyumbang banyak bir.
Lalu Qiluo mengungkit tadi sore Ling pergi ke satu tempat ?
“Tidak.”
“Aku lihat orang yang mirip denganmu .”
“Salah orang kali .”
“Sudah selesai cucian kita.”
“Aku berhenti kuliah,” kata Ling tiba-tiba.
“Kenapa tidak beritahu aku ?” protes Qiluo.
“Bukan tidak mau beritahu  , tetapi aku sedang mempersiapkan untukmu. Aku yang dulu balapan hanya untuk naik motor tanpa peduli hasilnya. Aku hanya ingin lebih cepat dari orang lain. Tetapi sekarang aku memikirkan masa depan kita. Aku ingin jadi pembalap professional , karena itu aku harus berhenti kuliah , mengandalkan teknik balap yang professional , dan berharap mencari nafkah disana. Kau akan ikut denganku ?”
Qiluo tersenyum dan merangkul Ling sambil menjawab ya. Mereka kembali bermesraan dengan riangnya.
***
Dikampus , Qingmei mengeluh pada Da Ye bahwa sejak Ling berhenti kuliah , kampus menjadi gersang tanpa gairah.
Tetapi seorang mahasiswa memanggil Qingmei dan melaporkan bahwa ada telepon misterius terhadap para mahasiswa dari seseorang yang mengaku sebagai ayah Qiluo yang menanyai tentang Qiluo dan Ling. Dan mahasiswa itu heran karena hanya tahu bahwa ayah kandung Qiluo sudah meninggal.
Qingmei dan Da Ye mendengar hal ini dengan curiga.
***
Qiluo sedang menjemur baju ketika Ajian datang ketempat jemuran. Saat melihat Qiluo mendekati pagar atap apartemen tua ini , Ajian memperingatkan bahwa pagar itu berbahaya untuk didekati , dan tempat ini sudah lama tidak diperbaiki , dan malah akan dibongkar.
Qiluo mengeluh karena merasa sayang dengan tempat ini . A Jian bingung kenapa Qiluo suka dengan bangunan jelek ini. Qiluo menjelaskan bahwa tempat ini penuh dengan kenangan.
Pada saat itu , Qiluo melihat seorang wanita sedang berjalan mendekati tempat Ling. Qiluo keluar untuk menemuinya dan wanita itu juga mengenali nama Qiluo.
***

Wanita itu mengajak Qiluo kesebuah restoran untuk berbincang.
“Darimana kau tahu namaku ?” tanya Qiluo.
“Ling yang memberitahuku ,” jawab Zhongzhi.
“Apa waktu sore kemaren itu yah ?”
“Iyah .”
“Kali ini sangat gawat , dengan susah payah aku baru berhasil membujuk Ling untuk pulang menemui Zhongzhi , yakni Ayah Ling. “
“Jadi kau ini ?”
“Aku pacarnya Zhongzhi. Tebakanmu tidak benar , tetapi sebagai pacarnya aku tidak mendapatkan keuntungan apa-apa. Sama sekali tidak merasakan kesenangan menjadi pacar ayah Ling. Setiap hari harus membantu ayah yang malang itu untuk menyelesaikan masalahnya dengan anaknya. Sungguh malang , seorang ayah yang ditolak anaknya sendiri apakah tidak malang ? ”
“Bukannya yang menolak itu Ayah Ling khan ?”
“Zhongzhi adalah ayah Ling , kenapa harus menolaknya ? Kelihatannya Ling sudah menceritakan semuanya kepadamu . Benar , Ling memang bukan anak kandung Zhongzhi , tetapi dia memperlakukan Ling seperti anaknya sendiri . Kini Ling pulang karena ingin memutuskan hubungan ayah-anak dengan Zhongzhi . Alasan Ling hanya dua , balapan dan ingin menikah denganmu. ”
“Jadi menurut kalian , aku masalahnya ?”
“Bukan , kami hanya khawatir , tentu saja , menurutku berdua ingin mengandalkan diri sendiri untuk mendapatkan kesuksesan adalah baik adanya , tetapi apa kalian bisa menahan tekanan yang nyata ? Aku kesini bukan untuk mencari Ling , tetapi untuk memohon padamu , beritahu dia , jangan mengandalkan kekuatan sendiri untuk menyelesaikan masalah , kalau kamu yang bilang , pasti Ling lebih mendengarkan , dunia yang sekarang sama sekali berbeda dengan yang kalian bayangkan.”
“Numpang tanya , dimatamu , ayah Ling orang yang bagaimana ?”
“Dia pria tak berguna yang malang.”
***

Jalan Buntu

Qiluo kembali kerumah Ling dan sempat mengira Ling sudah kembali karena pintu terbuka , tetapi ternyata ayah tiri sedang menunggu didalam.
Ayah tiri memasang wajah munafiknya untuk tersenyum .
“Qiluo , ayah datang untuk menjemputmu .”
***
Ling masih di proyek konstruksi . Qingmei menelepon Ling melaporkan bahwa di kampus ada laporan ayah tiri Qiluo mencari informasi kesana kemari. Qingmei juga melaporkan bahwa Qiluo tidak mengangkat telepon sedari tadi.
***
Qiluo masih berdiri mematung di depan pintu , dan ayah tiri menghampiri sambil berkata : “Bagaimana ? Apa kau mau ikut ayah pulang ?”
Qiluo melarikan diri ke atap apartemen , dan ayah tiri munafik itu terus mengejarnya.
Sementara itu Ling melarikan motornya dengan kecepatan tinggi.
Qiluo berlari dipinggir atap dan mengancam akan lompat. Ayah tiri mencoba membujuk untuk mencegah Qiluo berbuat bodoh.
“Qiluo , kenapa kau menghindariku . Aku mencintaimu .”
“Itu bukan cinta , kau sama sekali tidak mencintaiku , kau hanya ingin memuaskan dirimu saja. Itu sama sekali bukan cinta , bukan apa-apa. “
Ayah tiri berhasil meraih Qiluo disaat yang tepat. Qiluo meronta dengan paniknya , dan ayah tiri munafik itu mengatakan bahwa Qiluo salah paham, kembali mengulang bahwa dia mencintai Qiluo sepenuh hati.
Qiluo meronta dengan hebatnya. Untung saja , Ling sudah datang dengan mata penuh amarah.
Ayah tiri menghampiri dan melabrak Ling yang dituduh telah membawa kabur anaknya.
“Singkirkan tangan kotormu !” perintah Ling dengan tenang namun pandangan matanya mengancam.
“Kembalikan putriku !!!” hardik ayah tiri yang mulai kalap.
“Kau tahu apa yang kau lakukan terhadap putrimu ?”
Ayah tiri tidak tahu siapa lawan , dan mencoba memukul Ling . Namun Ling adalah jagoan kampus yang dengan mudah mengelak dan menghantam balik pria tua cabul yang malang itu.
Ling menghardik :” Kau tidak pantas menjadi ayahnya !”
Ayah tiri jelas bukan tandingan Ling yang perkasa , yang sudah biasa berkelahi dengan siapapun.
Darah mulai mengucur dari hidung dan mulut ayah tiri Qiluo.
Ayah tiri belum menyerah dan berkata : “Semakin kau gunakan kekerasan , aku semakin beruntung, tahukah kamu ? Kau sudah melanggar hukum membawa lari anak orang . Sekarang ditambah dengan kekerasan , aku bisa menuntutmu, kau kuat juga , kau hanya lebih muda dariku saja , sebenarnya kau memikirkan hal yang kotor , kau pikir aku tidak tahu ? Apa hebatnya kamu , cuihh.”
Ayah tiri Qiluo benar-benar cari penyakit mengusik kemarahan Ling.
Ling kembali menghajar ayah tiri sampai babak belur. Ayah tiri terlempar secara tragis , ke bawah bangunan , untung saja , ayah tiri masih sempat meraih pagar tua itu.
Ayah tiri dengan kepayahan memohon agar diselamatkan dan meminta tolong Qiluo.
Tentu saja Qiluo sama seperti Ling , Qiluo sudah kerasukan emosi dendam dan mempersilahkan ayah tiri untuk mati saja. Sepasang kekasih ini sudah dalam mode psikopat .
Ling bersiap menghabisi ayah tiri , namun teringat ucapan Tongdao bahwa Ling pernah merasakan kepuasan membunuh seseorang , bahwa nyawa yang begitu berbakat kini punya pendamping.
Ayah tiri Qiluo semakin kelelahan menahan berat tubuhnya sendiri . Disaat yang tepat , kesadaran Ling pulih dan mengurungkan niat untuk menghabisi , malah meraih lengan ayah tiri untuk menyelamatkannya.

Ling mengeluh : “Kenapa pula aku harus menolong orang seperti dia ?”
Ling menarik ayah tiri dengan kedua tangannya. Pria tua cabul nan munafik itu terselamatkan dan terbujur dilantai seperti pecundang.
Tetapi ayah tiri itu tidak tahu diri dan mengancam Ling dengan pipa tua sambil berteriak ada pembunuhhh untuk mencari perhatian masyarakat sekitar.
Qiluo lekas mengajak Ling untuk melarikan diri.
***
Di kamar penginapan , Qiluo bertanya : “Bagaimana kalau ayah tiri benar-benar menghubungi polisi ?”
“Tidak akan , dia hanya menggertak saja.”
“Tetapi bagaimana kalau dia benar-benar melapor?” tanya Qiluo.

***
Pagi hari Ling terbangun dan menyadari Qiluo sudah tidak ada disampingnya. Ling kembali kerumah dan melihat Qiluo juga tidak ada disana.
Dia hanya menemukan surat terlampir di ranjang.
Isi pesan : “ Ling , jika kelak tragedy ini menjadi akhir dari hubungan kita , aku tidak bisa membiarkanmu disakiti olehnya. Jadi aku pulang , terimakasih Ling. ”
Ling berdiri lesu .
***
Menghadapi jalan buntu , Ling mengorbankan harga diri untuk mendatangi gedung kantor ayahnya yang besar dan modern .

Para satpam tidak mengenali kalau Ling itu anak direktur. Mereka mengeroyok Ling untuk menangkapnya . Ling meronta dengan hebat , dan baru berhenti setelah Miss Fang , kekasih ayahnya muncul menghardik para satpam untuk melepaskannya , dan memberitahu bahwa Ling adalah anak direktur.
Sifat anak boss kumat , Ling yang marah  meminta Miss Fang untuk memotong gaji para satpam . hahaha
Gedung kantor ini benar-benar besar dan megah. Ternyata Ayah Ling memang benar-benar sangat kaya.
Miss Fang menyampaikan pesan bahwa Ayah Ling sudah tahu anaknya datang , Miss Fang mengingatkan lain kali Ling kalau mau datang telepon dulu , jangan main kasar seperti tadi.

Ling menaiki tangga untuk menghadap ayahnya. Ruang kantor itu demikian besar hanya untuk dihuni oleh seorang bigboss , sehingga terkesan lengang dan sepi.
Ling masuk ruangan , dan ayah Ling langsung menegur : “Datang dengan cara menggemparkan , ini seperti kebiasaanmu . Tetapi gedung ini bukan tempat untuk berbuat onar , dan pada dasarnya kau sudah mengganggu jadwalku .”
“Maaf ,” sesal Ling yang berdiri mematung.
“Sikapmu hari ini membuat orang terkejut , katakan , apa yang bisa ku bantu ?” kata Ayah Ling.
“Selain kau , aku sudah tidak punya cara lain. “
“Benarkah ? Kau membutuhkan uang ?”
“Bukan , aku harap kau bisa meminjamkan semua milikmu .”
“Tadi kau bilang apa ?”
“Aku harap kau bisa menggunakan semua kekuasaanmu demi aku , untuk menolong seorang gadis .”

“Bulan kemaren kau bilang tidak membutuhkan bantuanku. Kenapa sekarang kau memohon padaku ? Kalau kau merasa membantumu adalah sebuah kewajaran , maka kau meremehkanku , kau anggap semua nasehatku sebagai angin lalu , sekarang kau meminta bantuanku , apa aku harus membantumu ? Apa dunia ini semudah yang kau bayangkan ? Pulanglah nak. ”

0 comments:

Post a Comment