Sunday, August 29, 2004

Sinopsis Mars (2004) - Episode 07

Standard




Ling kembali memacu motornya dengan kecepatan tinggi , sehingga pria yang didekat Da Ye dkk berkomentar bahwa kecepatan Ling menakjubkan , sementara itu Ming Gao di ruang pengawasan berkomentar bahwa perlombaan baru saja dimulai.


Pria bernama Tam itu didepan Da Ye dkk memuji Ling kembali sebagai pembalap yang hebat karena walau dicurangi tetapi bisa kembali bangkit ke posisi ke 10 . Pria itu merasa tidak sia-sia jauh-jauh dari datang dari Eropa untuk menonton Ling.
Ling terus memacu motornya dengan kecepatan tinggi, dan para rivalnya mengalami tabrakan beruntun. Ling tampaknya mengabaikan bendera kuning yang dikibarkan dan melewati rival-rival yang tersisa . Ling berhasil menempati urutan pertama  yang mencapai garis finish.
Da Ye – Qingmei – A Bing menyambut gembira kemenangan sahabatnya ini , tetapi karena melanggar bendera kuning , Ling terkena penalti dan posisinya turun ke urutan ketujuh. Da Ye dkk tampak kecewa namun Tam memberikan penjelasan bahwa Ling dikurangi karena melewati pembalap lain ketika bendera kuning dikibarkan. Tam juga menyampaikan salam pada Da Ye dkk untuk Ming Gao.
Jam 3:30 dan Qiluo masih melukis di atas kanvas sementara pertandingan sudah berakhir.
Ling sudah kembali dan berjalan menghampiri Ming Gao dan istrinya .
“Maaf” , kata Ling
Tanpa diduga Ling mendapatkan tepuk tangan meriah dari para penonton karena aksi brilian Ling di arena. Ling tampak terhibur atas kekalahannya dan tersenyum kembali , demikian juga dengan Ming Gao.

Ling pun menelepon Qiluo dan berkata : “Juara sudah hampir ditanganku tapi melayang begitu saja.”
“Tidak apa-apa , kau adalah juara dihatiku , dan kau selamat itulah yang terpenting , ” hibur Qiluo.

LUKISAN MARS

Ling kembali ke Taiwan dan Qiluo langsung mengajaknya ke pameran lukisan dimana karya Qiluo berada. Diluar gedung , Qiluo mempersilahkan Ling untuk masuk sendiri.
Ling mencoba santai demi Qiluo walaupun harus melihat lukisan wajahnya sendiri. Ling berjalan masuk gedung dengan ekspresi cemas. Namun demikian Ling mendekati lukisan itu , sempat menunduk sesaat , Ling kemudian menengadahkan muka dan melihat lukisan wajah dirinya dengan warna-warna merah yang penuh semangat.

Ling tersentuh oleh lukisan itu dan berusaha menyentuhnya . Seorang petugas menegur Ling karena menyentuh lukisan dengan tangan . Ling menoleh dan petugas itu terkesima melihat kemiripan wajah Ling dengan lukisan itu.

Ling termenung sesaat kemudian menghampiri Qiluo dan memuji karyanya sebagai dunia yang penuh dengan energi. Ling pun merasa wajah dalam lukisan itu lebih tampan dari dirinya. Mereka pun meninggalkan pameran dengan riang.
Setelah itu , seorang gadis menuruni tangga demi tangga .Dia melihat lukisan karya Qiluo seakan tidak percaya.

***
Qiluo sedang asik berbincang dengan Qingmei yang sekarang sudah menjadi sahabat baiknya. Qingmei melaporkan sekilas mengenai prospek karir Ling sebagai pembalap internasional.
Tetapi ketika itu Qiluo menerima telepon dari seorang pria bernama Li Zhuli dari Universitas Changxin yang menanyakan karya lukisannya di pameran.
“Karyamu berjudul Mars itu apakah modelnya adalah Chen Ling ?” tanya Zhuli.
“Kenapa kau tanya seperti itu ? Apakah kau teman Chen Ling ? ” tanya Qiluo kembali.

***
Qiluo sedang berbincang dengan Xiangzhi di tempat Ming Gao. Xiangzhi memberi selamat pada Qiluo yang baru saja memenangkan penghargaan. mengingatkan bahwa prospek Ling sebagai pembalap.
“Kelak Ling juga akan menjadi pembalap hebat. Ling semakin dekat ke ajang GP 500 , dan aku sangat berterimakasih pada Ling , karena telah menyalamatkan Ming Gao. Suamiku itu sulit meninggalkan dunia balap , tetapi setelah melihat penampilan Ling , suamiku dengan iklas meninggalkan dunia balap. Ling pasti bisa membantunya menyelesaikan impian suamiku Ming Gao.”
“Kau tidak balap lagi ?” tanya Qiluo

“Tidak , aku ingin berkonsentrasi menjadi istri Ming Gao dan mendukungnya. Kita berdua tampaknya sudah punya jalan baru . Jalan balap GP500 sangatlah panjang dan setengah hidup Ling bakal ada diluar negri , jadi kamu harus mempersiapkan diri , tunggu dia di garis finish , barulah dia bisa kembali dengan selamat ke sisimu.”

LELANG LING

Dosen dan para mahasiswa sedang membahas barang apa dari kelas itu yang akan dilelang. Qingmei mengusulkan lukisan karya Qiluo.Mahasiswa lain mengusulkan lelang naik motor sehari bersama Chen Ling. Ling tentu saja menolak gagasan itu.
Akhirnya ada yang mengusulkan agar Ling yang dilelang dan pemenangnya akan mendapatkan Ling selama sehari. Ling protes kenapa harus melibatkan dia , tetapi seisi kelas tampak setuju dengan ide itu.
Qingmei menengahi dan meminta pendapat Qiluo sebagai pacar Ling. Qiluo menatap bimbang , tetapi akhirnya berkata sambil tersenyum : ” Kalau begitu kami memutuskan untuk melelang Ling , dan hasilnya akan disumbangkan untuk sosial.”
Ling hanya bisa pasrah .
***
Di bazaar ini Ling menjadi barang lelang yang paling diminati , terlebih karena prestasinya di GP Jepang , dan terutama oleh para mahasiswi yang tertarik untuk ikut lelang.
Tetapi Ling sendiri malah ikut stand bola basket. A Bing yang hanya berhasil memasukkan satu bola mendapat permen dan Da Ye hanya memasukkan tiga bola. Jadilah A Bing menjadi bahan celaan Da Ye .

Tetapi mata Ling tertuju pada hadiah pertama , kalung berbentuk hati.
Tak jauh dari situ , para mahasiswi histeris mengikuti proses lelang Ling yang tidak ada ditempat. Qiluo dan Qingmei diam-diam mengamati sambil tersenyum.

Ling masih ikut stand bola basket dan berhasil memasukkan semua bola ke ring basket dan memenuhi syarat untuk mendapatkan PS2. A Bing sudah senang akan mendapatkan PS2 , tetapi Ling meminta satu kesempatan lagi untuk mendapatkan hadiah utama kalung berbentuk hati.
A Bing protes , tetapi Da Ye mendukung keputusan Ling (karena tahu kalung itu akan diberikan untuk Qiluo).
Sementara itu lelang untuk Ling sudah mencapai harga 20 ribu NT. Panitia di pelelangan Ling memberikan bocoran bahwa ada kemungkinan pemenang lelang akan mendapatkan Ling dan juga kalung berbentuk hati karena Ling sedang mengikuti kontes di stand lain untuk itu.

Para mahasiswi semakin bersemangat dalam menawar , 27 ribu , 28 ribu , 30 ribu , 50 ribu , 55 ribu dan seorang gadis muncul memberikan penawaran tertinggi 100 ribu NT. Tidak ada yang bisa menawar lebih tinggi lagi.
Qingmei dan Qiluo hanya bisa bingung dan penasaran dengan gadis itu.

Di taksi , Shashi tidak lagi pura-pura sakit kepala dan malah mengajak Ling kepantai. Ling pasrah karena Shashi memang pemenang lelang.
***
Zhuli berbincang dengan Qiluo sambil bercerita : ” Harus bilang apa , sebenarnya Shashi seperti anak kecil , tidak punya niat jahat tetapi mementingkan diri sendiri , dia juga gadis yang manis sehingga semua orang berusaha menghibur dan membantunya , dia adalah salah satu gadis manja disekolah kami ,”
Qiluo mengerti.
***
Shashi membawa Ling ke pantai . Shashi tampak riang namun Ling keliatan cemberut  .
Ling berkata : “Aku merasa terkejut karena kau masih saja seperti dulu.”
“Aku tadi benar-benar tidak enak badan ,” kilah Shashi.
“Kau sama sekali tidak berubah , tetap saja egois , mau menang sendiri .”
“Akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi , membawamu kesini , berpura-pura gembira , berpura-pura tegar.”
Ling mengulang kembali kenangan masa lampau ketika masih menyukai Shashi .


Sashi sejenak terharu dan memeluk Ling  dan berkata : “Apa kau masih menyukaiku ? Aku masih menyukaimu , walaupun Sheng masih hidup , aku tetap mencintaimu.”
Ling hanya bisa pasrah menghadapi cinta lamanya.
***
Zhuli masih bersama Qiluo . Zhuli heran kalau Qiluo belum tahu alasan Sheng bunuh diri.
Zhuli menjelaskan : “Sejak itu Ling berubah , tetapi kami mengira lukanya hanya sementara karena Ling orang yang tegar , kalau dipikir-pikir , saat kami tidak memperhatikannya , hatinya mulai hancur , sampai suatu ketika guru kami memberitahukan kalau Ling harus dikirim ke rumah sakit jiwa. Shashi hampir gila karenanya.”
Qiluo bergumam : ” Kalau Sheng tidak mati mereka tidak akan berpisah .”
“Rupanya kau benar-benar tidak tahu alasan Sheng bunuh diri,” tanggap Zhuli dengan prihatin.
“Apa bukan karena kekerasan di sekolah ?” tanya Qiluo.
“Ah , ternyata kau benar-benar tidak tahu , awalnya Shashi pacaran dengan Sheng , Ling merebutnya dari tangan Sheng , tak lama kemudian Sheng bunuh diri ,  ” jawab Zhuli
Qiluo tampak terkejut mendengar fakta baru ini.

Zhuli melanjutkan : ” Aku orang pertama yang melihat Sheng berdiri diatas gedung sekolah. Juga aku yang buru-buru pergi mencari Ling. Saat Ling berusaha naik keatas gedung , dan aku baru pergi mencari guru kami , hanya Shashi yang masih dibawah , ditengah kerumunan melihat Sheng diatas dan akhirnya melompat bunuh diri. Shashi tampak terkejut dan histeris. Tapi , yang membuatku tidak percaya adalah ucapan Ling. Saat itu Ling dengan langkah gontai kembali kebawah dan menghampiri jenasah Sheng . Ling mengaku telah mendorong Sheng. ”

0 comments:

Post a Comment