Tuesday, August 30, 2016

Sinopsis : Laurel Tree Tailors - Episode 01 (Part 2)

Standard

Sambdo bersiap menantikan Yeonsil yang sedang berjalan melewati koridor didampingi Mansol. Sambil berjalan Yeonsil mengenang betapa ayahnya sedang sakit keras dan pada debt collector bermunculan mengacau ruang pasien .

REKAP EPISODE 1 - PART 2
LAUREL TREE TAILORS - THE GENTLEMEN OF WOLGYESU SHOP TAILOR
Ketika itu Yeonsil dipaksa menandatangani surat perjanjian hutang , dan jika tidak membayar , diancam akan dijual organ tubuhnya. Pada saat itulah muncul sebagai penyelamat , dan berhasil membebaskan hutang , dengan mengambil kembali surat perjanjian hutang yang pernah diteken oleh Yeonsil.




  Sambil berjalan Yeonsil mengenang betapa ayahnya sedang sakit keras dan pada debt collector bermunculan mengacau ruang pasien . Ketika itu Yeonsil dipaksa menandatangani surat perjanjian hutang , dan jika tidak membayar , diancam akan dijual organ tubuhnya. Pada saat itulah muncul sebagai penyelamat , dan berhasil membebaskan hutang , dengan mengambil kembali surat perjanjian hutang yang pernah diteken oleh Yeonsil.
Resepsi pernikahan berjalan lancar sampai tibalah tanda2 buruk dengan tampilnya Sungjun sebagai wedding singer. Lagu yang dinyanyikan Sungjun malah bermakna tentang penderitaan cinta , kontras dengan suasana bahagia pernikahan yang seharusnya.

Semua hadirin termasuk sepasang mempelai memandang Sungjun sebagai orang aneh . Hanya Dongsook yang terus menerus mengagumi penyanyi idola masa remajanya itu. Gokji berkomentar Sungjun tidak waras. Sedangkan Dajung mengira Sungjun seorang psikopat.

Uniknya lirik lagu Sungjun seakan menjadi ramalan buruk . Tiba2 gedung pernikahan dikepung polisi yang hendak menangkap Gipyo.
Ruang resepsi mendadak kacau balau dan Gipyo melarikan diri kabur meninggalkan mempelai seperti lirik lagu Sungjun. Yeonsil melempar bunga ke lantai dan bergegas menyusul Gipyo entah kemana , begitu juga dengan Taeyang,

Lee Mansool ikut stressya. dan sempat rubuh sebelum di bantu berdiri oleh segenap keluarga.

Sungjun yang sudah menghentikan musiknya , berusaha menagih bayaran pada Ibu Gipyo tanpa hasil , kemudian bergegas pula mengejar mempelai untuk menuntut bayaran.
**
Gipyo tiba dihalaman luar gedung dalam usahanya melarikan diri . Dalam kepanikan dia melihat peluang ketika Bae Samdo baru tiba di TKP dengan mengemudikan mobil pickup yang penuh muatan ayam.
Gipyo dan Samdo berebut kemudi mobil , dan Gipyo membujuk akan mengganti biaya dan sedang membutuhkan mobilnya.
***
Terjadi pemandangan lucu dijalan raya ketika mobil pickup Samdo bersama Gipyo memimpin di barisan depan , dibuntuti oleh motor Taeyang - Yeonsil , beberapa mobil polisi  dan taksi yang ditumpangi Sunjung.
Polisi : Hentkan mobil
Sunjung : Bayar aku
Polisi : Hentikan mobil
Sunjung : Bayar aku !!

***
Rapat direksi Meesa Apparel . Semua sedang menantikan , hingga Han Eunseok ( Park Junkeum) dan anaknya Min Hyosang (Park Eunseok). Rapat direksi mengumumkan bahwa posisi presdir yang dijabat sementara oleh Lee Dongjin tidak bisa dibiarkan kosong , dan untuk itu yang menduduki posisi Presdir baru adalah .......diluar dugaan semua orang ...Min Hyosang.

Istri Dongjin , Min Hyojo meradang dengan amarahnya , menghardik ibu tirinya , Eunseok , sebagai dalang dibalik berubahnya surat wasiat yang ditulis oleh mendiang presir , ayah Hyojo. Dongjin pun gagal meredakan amarah istrinya , yang tidak terima Dongjin tergeser posisi sebagai presdir sementara. Eunseok pun gagal menenangkan anak tirinya . Malah Hyojo menuding ibu tirinya telah menikam dari belakang.
Dongjin segera meninggalkan ruangan , bergegas pergi menunggu dijemput supir pribadinya , namun berpapasan dengan mobil Samdo . Hyojo langsung melanjutkan usahanya untuk melarikan diri masuk ke gedung Meesa.
Dongjin mengomel tersenggol oleh Gipyo yang melarikan diri , namun mengenali Dongjin . Dan bersamaan dengan itu Yeonsil - Taeyang sudah tiba dengan motornya. Yeonsil pun langsung berlari mencari Gipyo , namun gaunnya terinjak Dongjin tanpa sengaja hingga terjatuh.
Mobil polisi datang , disusul mobil taksi yang ditumpangi Sungjun.
Sungjun langsung menagih bayaran pada Yeonsil . Kangtae mengalah , berjanji akan membayar , agar Yeonsil bisa lekas pergi .
Kangtae - Sunjung saling berdebat dengan mencengkram leher masing2. Samdo berusaha menengahi namun didorong oleh Taeyang untuk menjauh . Akhirnya Dongjin ikut campur dan empat pria itu saling bergumul dalam kemelut yang tidak jelas ini .
Satu pukulan telak dari Samdo mendarat di pipi Sungjun , yang langsung terjengkang , dan gitar pusakanya terlempar ke udara untuk kemudian rusak parah saat mendarat .
Dan Dongjin tanpa sadar menerima kain pengantin yang terbang melayang dari Yeonsil.

(Sampai saat ini 4 pria yang akan menjadi The Gentlemen of Wolgyesu Tailor dipertemukan oleh takdir yang aneh dan jenaka.)


Samdo menyesali dampaknya , dan berusaha menyangkal sebagai pelaku . Sunjung menuntut ganti rugi untuk gitarnya .

[Rekap dalam bentuk teks terpotong dan tersaji ulang dalam bentuk JPEG dibawah ini ]  
--------------------------------------------------------------------------------------------------------

[Rekap dalam bentuk teks terpotong dan tersaji ulang dalam bentuk JPEG diatas ini ]  
--------------------------------------------------------------------------------------------------------Mansool bersabda : "Mengenakan pakaian dengan baik juga merupakan suatu skill. Jika kamu berantakan , kamu tidak terlihat gagah . Kepercayaan diri seorang pria adalah saat mengenakan pakaian yang pantas. Dan kamu mungkin akan mendapat poin lebih selama wawancara kerja nanti."
Taeyang terharu dan mengucapkan terimakasih yang tulus dengan mata berkaca-kaca.
***

Dongjin berusaha mengalihkan pikirannya yang kacau dengan minum wine. Dongjin mengabaikan panggilan ponsel dari istrinya , dan terkenang ucapan ayahnya tadi siang perihal kebahagiaan dalam hidup.
***
Gipyo duduk diinterogasi oleh detektif polisi dengan tuduhan memalsukan produk Meesa Apparel yang lama , dengan mengganti label , agar terkesan produk baru. Detektif curiga bahwa ada orang lain yang berkerjasama dengan Gipyo .
Gipyo ragu2 dalam menjawab , malah bertanya kira2 berapa lama dia akan membusuk dipenjara. Detektif tentu saja tidak bisa menjawab hal ini , malah menyarankan Gipyo untuk bertanya pada jaksa dan hakim .
Yeonsil tiba , dan Gipyo langsung meminta maaf tanpa bisa menjelaskan , dan menyebut hanya Min Hyosang , seorang petinggi di Meesa yang bisa membantu menyelesaikan masalah ini.
***
Han Eunseok sedang merayakan keberhasilan putranya , Min Hyosang , sebagai presdir baru , dengan menikmati wine . Eunseok tersenyum licik , berkata bahwa Dongjin yang sangat mengharapkan untuk menikmati wine ini saat rapat direksi tadi . Menurut Eunseok , Dongjin tetaplah anak seorang penjahit yang tidak mengerti kualitas wine.
Min Hyowon muncul menimbrung , menimpali ibunya : "Memangnya ibu sendiri mengerti kualitas wine seperti apa ?"
Eunseok mengomel sambil setengah bercanda , bingung kalau putrinya berpihak kemana . Hyowon mengklaim kalau semuanya , termasuk Dongjin , adalah keluarga besar , jadi tidak perlu merasa berpihak pada siapapun.
Hyowon menyambut kedatangan saudara tirinya , Min Hyojo , yang dalam kondisi mabuk . Hyojo langsung menuding Eunseok dalang dibalik perubahan surat wasiat, juga telah menyuap dewan direksi dengan uang. Hyojoo mengancam akan melaporkan masalah ini agar semuanya dipenjara.
Eunseok bersikap santai karena tahu Hyojo tidak bisa membuktikan tuduhannya. Hyowon mengantarkan kakak tirinya yang mabuk kedalam kamar.
***
Hyojo terbaring diranjang dalam kondisi masih mabuk , dan meracau , agar Hyowon tidak usah lagi berpura2 baik dihadapannya.
Hyowon terlihat sedih dan bergumam kalau dia tidak berpura2 baik.
***
Kang Taeyang sedang berkerja di mini market , dan tiba2 Sungjun muncul dan tampak girang berhasil menemukan targetnya. Sungjun menuntut janji Taeyang yang hendak membayar fee wedding singer. Taeyang merasa sudah berniat membayar hanya saja Sungjung menolaknya.
Sungjun menggerutu kalau bayaran itu terlalu kecil. Taeyang membela diri kalau uang 30 dollar sudah berapa kali lipat dari upah perjamnya .
Sungjun mencoba membusungkan dada , memperkenalkan diri sebagai peraih Best New Artist Award 2000.  Sungjun mungkin tidak berdusta , tetapi popularitasnya sudah tertinggal belasan tahun lalu tanpa bekas . Dan Taeyang sama sekali tidak mengenal , mengira Sungjun sedang membual.
Alhasil Sungjun tidak mau rugi dan mengambil barang2 minimarket seenaknya , dan langsung mengkonsumsinya. Taeyang menuntut Sungjun untuk membayar . Sungjun menolak dan menganggap tindakannya sebagai bagian dari ganti rugi sampai dirasa cukup.
Saat bersiap mengkonsumsi instan , Sungjun menghubungi Samdo via ponsel. Samdo menggerutu menganggap Sungjun laksana lintah .  Samdo berdalih tidak menyentuh sama sekali gitar milik Sungjun. Sungjun menyanggah bahwa gitarnya bukan mahluk hidup yang bisa bergerak sendiri hingga jatuh ke tanah.
Samdo : "Bagaimana kamu bisa membuktikan gitarmu belum rusak sebelum kita bertemu? Dengar baik2 , kamu seorang penipu yang memalsukan kecelakaan untuk mencari uang khan ?"
Sungjun : " Sayang sekali , sebelum kejadian , aku menyanyi di pesta pernikahan , dan ada banyak orang yang bisa mendukung alibi ku."
Samdo kehabisan akal dan menutup ponselnya.
Walaupun kesal , Sungjun tetap melahap mie instant .
***
Sunnyeo bertanya pada Samdo , tentang apa yang sebenarnya terjadi . Samdo malas bercerita dan meminta istrinya untuk tidak ikut campur urusan lelaki.
Sunnyeo menawarkan bantuannya untuk menguliti pria yang mengganggu suaminya di ponsel tadi . Samdo kecewa istrinya selalu bersikap kasar dan tidak berkelas. Sunnyeo terkekeh dan berlagak akan bersikap classy , mulai menyodorkan masakan ikan lele , sambil mempermainkan suaminya dengan menyuapi dengan sumpit.
Sunnyeo mengingatkan karena sudah mempersiapkan lele , nanti giliran Samdo untuk tampil kuat dalam "pertempuran" mereka malam nanti. Samdo langsung kehilangan selera makan.
***
Sungjun masih nongkrong di minimarket tempat Taeyang berkerja. Kali ini dia mencari kopi instan favoritnya. Taeyang mulai mengomel bahwa Sungjun semakin keterlaluan.
Sungjun menganggap kopi itu belum seberapa , dan mengancam akan datang lagi , lagi , keesokan harinya , lusa , sampai merasa puas .
Kekesalan Taeyang beralih saat melihat di luar jendela Yeonsil sedang berjalan lunglai di hari bahagianya.
Taeyang mencegat Yeonsil dan menanyakan apa baik2 saja, menyodori cemilan , karena tahu Yeonsil kelaparan.
***
Yeonsil mampir di Wolgyesu Tailor karena melihat lampu toko masih menyala , dan bos Mansool masih menyeterika baju di larut malam .
Mansool menenangkan karyawan kesayangannya , dan tiba-tiba menyodorkan gaji dua bulan dimuka.  Mansool mengaku sudah mempersiapkan busana untuk anak2 panti asuhan , bahkan baju jas pada Taeyang barusan.
Yeonsil curiga bosnya hendak pergi jauh . Mansool berkilah kalau pria seusianya , bisa saja besok pagi tidak bangun lagi . Who knows ?
***
Dongjin berjalan lunglai meninggalkan bar . Seseorang mengejarnya dan menyerahkan jas yang tertinggal di bar. Dongjin menatap jas pemberian istrinya , made in Italy .
Dongjin teringat perkataan ayahnya , bahwa pria dengan mindset seperti dirinya sulit untuk mewarisi toko keluarga. 
Memikirkan hal itu , Dongjin membuang jas mahal Italia begitu saja ke jalan.
***
Dongjin turun dari taksi depan Wolgyesu Tailor milik keluarganya , bersenggolan dengan Yeonsil yang baru meninggalkan toko .  Yeonsil mengenali Dongjin sebagai pria yang telah menginjak gaun pengantin tadi siang .
Dongjin tidak dalam mood untuk menanggapi , dan berlalu untuk menuju Wolgyesu . Dongjin menatap ayahnya dari trotoar dengan wajah sedih.  Tak lama Dongjin berlalu begitu saja.
Sementara itu Mansool menulis surat : "Aku semakin tua , dan menyadari waktuku yang tersisa tidak banyak . Aku menjahit satu demi satu dan berakhir disini. Kini , hanya sedikit waktu tersisa. Aku tidak bisa membiarkan hal ini terbang seperti debu yang hinggap di pakaian2 itu . Oleh karena itu aku memutuskan untuk mengambil waktuku sendiri untuk sementara waktu . Aku ingin hidup bukan sebagai pemilik Wolgyesu , suaminya Gokji , ayahnya Dongsook dan Dongjin."
***
Pagi hari . Lee Mansool sudah berada didepan kereta api untuk bersiap berangkat .
***
Gokji membaca surat , dimana Mansool berjanji untuk segera kembali.
Narasi Mansool : "Aku dan ayahku menghabiskan hampir seumur hidup di toko jahit. Aku tidak sanggup untuk menjual toko dengan tanganku sendiri. Diskusilah dengan ibumu , dan mohon untuk menjual toko itu untukku . Aku akan segera kembali."

0 comments:

Post a Comment