Saturday, August 27, 2016

Sinopsis : Laurel Tree Tailors - Episode 01 (Part 1)

Standard
Drama ini sebenarnya cukup menakutkan untuk direkap , mengingat tayangan drama ini berlangsung dalam 50 episode dan baru berakhir awal tahun 2017 . Namun drama ini menawarkan sebuah nilai yang jarang ditemui , tentang jiwa luhur dalam sebuah profesi , yang tetap memiliki sebuah makna personil , harga diri , sikap profesional , kesetiaan dan manfaat bagi sesama.


REKAP EPISODE 1 - PART 1
LAUREL TREE TAILORS - THE GENTLEMEN OF WOLGYESU SHOP TAILOR

Tahun 1953 , Lee Mansol cilik membawa kain pesanan melintasi jalan dimana semua warga menyapanya dengan ramah . Mansol adalah pribadi yang ramah dan disukai warga . Di tahun 1970 , Mansol menjadi penjahit profesional yang sederhana yang kemanapun pergi dengan sepeda kumbangnya. Tempat usahanya bernama Wolgyesu Suits yang merupakan usaha keluarga turun temurun.

Dan kini tahun 2016 , Lee Mansol (Shin Goo) sudah menjadi seorang kakek tua yang masih saja antusias dalam menekuni profesi penjahit. Pengalamannya tidak diragukan dengan berbagai piagam yang terpajang di tokonya.  Betapapun antusiasnya saat berkerja , Mansol tidak bisa membohongi diri bahwa ketrampilannya mulai menurun seiring usia.


Lee Mansol mempunya putera bernama Lee Dongjin , seorang pria yang berprestasi dan menjadi figur pemimpin yang paling handal di Perusahaan Meesa Apparel. Bertolak belakang dengan ayahnya , produksi jas di perusahaan dia memimpin menggunakan mesin produksi massal.

Di markas besar Meesa Apparel , para staff bersiap merayakan pengangkatan Presdir baru Meesa Apparel . Lee Dongjin dkk turut memeriksa persiapan acara tersebut termasuk membatalkan wine yang tidak layak untuk disajikan kepada para direksi .  Sebagai gantinya wine produk terbaru itu dikirim ke kafetaria untuk menjadi bagian dari perayaan para staff .
Semua staff yakin kalau Lee Dongjin yang akan menjadi Presdir baru , setelah sekian lama menjabat presdir sementara.
***
Kakek Lee Mansol mengajak seorang nenek sebaya , seorang pengumpul barang bekas untuk mampir di Wolgyesu Tailor Shop , menikmati semangka di cuaca yang panas. Pada mulanya  itu merasa risih , kotor , dan berkeringat . Namun akhirnya sinenek bersedia juga.

Nenek bergabung dengan tamu lain yang juga turut menikmati semangka didalam tailor shop. Mansil mempersilahkan semangka untuk disantap dengan ramahnya.
Terlihat Lee Mansol memang  seorang kakek yang ramah dan disukai semua orang , baik anak kecil hingga manula yang sebaya dengan dirinya.

Lain halnya dengan sang istri , Choi Gokji (Kim Young-ae) yang mengeluh kalau tamu2 suaminya itu hanya menghabiskan waktu berjam2 di tailor shop , meninggalkan semangka dalam kondisi berantakan seperti anak kecil , dan tidak memesan jasa Mansol dalam menjahit pula.
Namun Mansol mempunyai cara jitu untuk meredakan omelan istrinya . Sebuah ciuman kilat Mansol mendarat di pipi Gokji . Dan Gokji seorang nenek yang mendadak bertingkah seperti gadis remaja yang malu-malu , takut dipergoki orang lain. Mansol tertawa senang, meledek istrinya seolah2 tidak menyukai ciuman suami.
***

Wolgyesu Tailor Shop memiliki karyawan wanita teladan bernama Na Yeonsil (Jo Yoonhee) . Yeonsil memiliki dedikasi tinggi terhadap pekerjaannya , dan tetap menjahit walaupun beberapa jam lagi pernikahannya akan dimulai.
Gokji pun menganggap Yeonsil sudah tidak waras karena masih berkerja padahal pernikahan tinggal hitungan jam. Sekalipun Yeonsil yakin akan tiba tepat waktu , Gokji seorang nenek berpengalaman menasehati bahwa pernikahan bukan seperti mengejar jadwal kereta , dan harus mengalokasikan waktu untuk rias dan gaun.
Yeonsil juga seorang wanita yang sederhana , dan menghemat biaya pernikahan dengan meminjam gaun milik putri bosnya , Lee Dongsook ( Oh Hyunkyung) dan didandani oleh cucu bos Lee Dajung (Pyeo Yejin)  . Gokji merasa waswas karena putrinya itu dua kali gagal dalam kehidupan pernikahan , sehingga khawatir akan membawa sial kepada Yeonsil.

Dongsook menampakkan diri dan memprotes celetukan ibunya yang menyakitkan. Dongsook jadi bertanya2 apakah dia anak pungut ? . Dan Gokji malah berpura-pura berlagak Dongsook itu memang anak pungut. Dongsook menjadi galau sampai Yeonsil membisikkan sesuatu pertanda Gokji berdusta . Dongsook lega dan langsung memeluk ibunya.
Yeonsi disisi lain mengamati bosnya , Lee Mansol , tiba2 menjadi kakek pemurung tanpa sebab yang jelas . Yeonsil tetap menawarkan bantuan ini dan itu sebagai karyawan yang rajin.
***
Kita diperkenalkan dan karakter kedua terpenting setelah Lee Dongjin , yakni Bae Samdo .  Lee Mansol tampak antusias menerima telepon dari bekas anak didiknya , seorang penjahit berbakat , Bae Samdo.
Bae Samdo meninggalkan bakatnya hanya untuk terjebak membantu istrinya berdagang ayamg goreng .  Sambil mengemudi mobil pick-up penuh dengan ayam , Samdo meminta maaf atas perlakuan istrinya saat Mansol berkunjung beberapa hari sebelumnya . Samdo berjanji akan mengunjungi Mansol yang sudah dianggap sebagai ayah dan gurunya dalam waktu sekitar 90 menit .Namun Mansol punya jadwal untuk menghadiri pernikahan Yeonsil hari ini .

Ponsel Samdo berdering kembali . Kali ini istrinya yang bawel Bok Sunnyeo meneleponnya . Sunnyeo seorang wanita dengan wajah dibawah standar Samdo , dan sudah terlihat seperti tante-tante. Samdo tidak dalam mood yang baik , dia mengemudi dengan bau ayam di bak belakang yang menyengat.

[Rekap dalam bentuk teks terpotong dan tersaji ulang dalam bentuk JPEG dibawah ini ]  
--------------------------------------------------------------------------------------------------------

[Rekap dalam bentuk teks terpotong dan tersaji ulang dalam bentuk JPEG diatas ini ]  
--------------------------------------------------------------------------------------------------------Dongjin menasehati ayahnya untuk menutup toko dan menjualnya agar bisa berjalan2 bersama ibu di hari tua . Dongjin menawarkan untuk memberikan uang 20 kali lipat dari penghasilan toko ayahnya.
Mansool jelas kecewa dengan sikap penolakan anaknya . Kesabaran Mansol semakin habis ketika menantunya muncul , Min Hyojoo (Goo Jaehee) . Dia seorang putri konglomerat berwajah cantik dan berpenampilan mewah , memamerkan jas yang dibelinya di Italia untuk suami menjelang acara pelantikan presdir.

Mansool menggebrak meja , mengutarakan kekecewaan betapa Dongjin mengabaikan reputasi mendiang kakek dan ayahnya yang penjahit ahli turun temurun dengan memesan jas ke pihak lain. Mansool memvonis kalau Dongjin tidak cocok meneruskan tradisi bisnis keluarga mereka. Mansool berlalu dengan kekecewaan .
Dongjin yang mengkhawatirkan ayahnya , dicegah oleh Hyojoo yang mengatakan kalau jas buatan ayahnya sudah ketinggalan jaman , dan mendikte seorang anak harus memakai jas buatan ayah sebagai sikap tirani . Dongjin membela kalau ayahnya seorang penjahit terbaik .
***
Dajung mendadani Yeonsil menjadi lebih cantik . Dongsook mengakui iri dengan Yeonsil yang akan menikah . Sementara Gongji mengeluh kalau karyawan kesayangannya akan menikah dengan gangster kelas tiga. Gongji berandai2 kalau anak kandungnya sendiri tidak akan dibiarkan menikahi pria seperti itu.
Mansool tiba , melihat Dongsook berwajah muram , yang mengakui iri pada Yeonsil yang meminjam gaunnya , membuatnya terkenang akan pernikahannya sendiri dimasa lampau. Gongji mengomel apakah Dongsook mau menjalani pernikahan ketiga setelah dua kali gagal. Dongsook kecewa dengan ucapan ibunya yang selalu ketus , dan Gongji kecewa dengan sikap putrinya yang tidak tahu aturan.
Dongsook berlalu . Dajung muncul memperlihatkan Yeonsil yang sudah dirias cantik. Mansool sebagai pendamping pria (pengganti ayah kandung) menemani Yeonsil berlatih berjalan .

***
Di kafenya , Dongsook melanjutkan hayalan yang indah tentang pernikahan . Seorang penggemar tua berwajah culun menyodorkan hadiah gambar sketsa wajah Dongsook . Namun Dongsook tidak antusias menerima hadiah dari seorang pria bertubuh pendek dengan wajah memprihatinkan seperti itu.

Dongsook akhirnya memasang wajah serius , dan harus mengatakan sesuatu hari ini , bahwa ... bahwa ....bahwa wig rambut pria itu bergeser . Hahaha
Dongsook melarikan diri ke masa lampau , bernostalgia memutar CD penyanyi bernama Sungjun yang dianggapnya maestro.
***
Kita diperkenalkan dengan karakter tokoh ketiga terpenting dalam kisah drama ini . Sungjun , seorang penyanyi yang melejit di era 90an sebagai rookie terbaik . Namun dia berkubang dalam pencapaian masa lampau menjadi bukan siapapun saat di New York. Sungjun masih membawa kepercayaan diri yang sia-sia , karena belasan tahun berlalu dan orang Korea sendiri sudah melupakannya.

Sungjun dalam pesawat karena dalam perjalanan pulang ke Korea Selatan setelah belasan tahun berlalu .  Seorang bibi sesama penumpang pesawat mengalami keram kaki dan terpaksa harus menumpangkan kakinya ke kursi yang dikiranya kosong. Ternyata, Sungjun memesan tiket khusus agar gitarnya bisa ditempatkan di kursi khusus.
Bibi itu mengomel karena kakinya dihalau dengan kasar hanya karena sebuah gitar.Sungjun menganggap gitar itu barang paling berharga , dibuat khusus , custom-made , oleh ahli pembuat gitar listrik.  Bibi kembali menggerutu kalau gitar itu penampilannya seperti barang loak , dan mengatai tampang Sungjun seperti sebuah tengkorak dan bertingkah seperti orang tolol.
***
Sungjun akhirnya tiba di bagian arrival bandara. Sungjun yakin para wartawan pasti sudah mengetahui kedatangannya , dan Sungjun mulai bertingkah sebagai mega-bintang , memperkenalkan dirinya . Tetapi tidak ada siapapun yang mengenalnya. Massa wartawan dan fans meledak ketika bintang yang mereka nantikan muncul , boyband Exo.
Still , Sungjun masih percaya diri saat menerima order via telepon. Sungjun kecewa karena seorang bintang seperti dirinya hanya mendapat order wedding singer.
***
Yeonsil sedang menantikan mempelai prianya dari lantai atas. Di halaman depan seorang pria berwajah biasa , keluar dari mobil limosin , dan disambut oleh anak2 buah gangsternya.  Dia bernama Hong Gipyo.

Sampai diruangan mempelai wanita , Gipyo disambut dingin oleh Yeonsil , yang langsung meminta calon suaminya menghalau anak buahnya dari gedung pernikahan. Yeonsil mengingatkan kalau dia mau menikah karena Gipyo sudah berjanji untuk berhenti menjadi gangster.  Gipyo  terpaksa menyanggupi dan berlalu dari ruangan.
Bersamaan dengan itu sahabat dekat Yeonsil , Kang Taeyang masuk keruangan.

(Taeyang adalah karakter keempat terpenting dalam drama ini , yang kelak menjadi bagian dari empat personil The Gentlemen of Gyeolsu Tailor . Selengkapnya : Dongjin , Samdo , Sungjun dan Taeyang)


Taeyang membujuk sahabatnya untuk mengurungkan niat untuk menikah dengan seorang pria bajingan seperti Gipyo . Taeyang bahkan sudah mempersiapkan motornya di halaman luar jika Yeonsil berminat untuk melarikan diri.  Namun Yeonsil mengungkap pernah berhutang budi pada Gipyo yang telah menebus hutang keluarganya, lagipula Gipyo tidak seburuk yang Taeyang kira.
Taeyang yakin bahwa Yeonsil tidak mencintai calon suaminya. Yeonsil berpandangan bahwa pernikahan tidak selalu didasari oleh rasa cinta. Cinta bermakna untuk berubah.
Yeonsil membalikkan topik dengan bertanya kemana teman mesranya , Jiyung ? Kenapa Taeyang datang sendirian? . Taeyang berkilah Jiyung sedang sibuk karena baru diterima berkerja. Yeonsil menggoda Taeyang , kapan menikah ? . Taeyang berkilah masih pengangguran dan belum siap untuk menikah.
***
Sambil berjalan menuju ruang resepsi ,  Lee Mansool memberitahu istrinya , kalau Samdo sebentar lagi akan mampir. Gokji mengeluh baru dikasih tahu sekarang , padahal ingin menyiapkan jamuan kimchi untuk Samdo .

***

Sambdo bersiap menantikan Yeonsil yang sedang berjalan melewati koridor didampingi Mansol.

Sambil berjalan Yeonsil mengenang betapa ayahnya sedang sakit keras dan pada debt collector bermunculan mengacau ruang pasien . Ketika itu Yeonsil dipaksa menandatangani surat perjanjian hutang , dan jika tidak membayar , diancam akan dijual organ tubuhnya. Pada saat itulah muncul sebagai penyelamat , dan berhasil membebaskan hutang , dengan mengambil kembali surat perjanjian hutang yang pernah diteken oleh Yeonsil.

Resepsi pernikahan berjalan lancar sampai tibalah tanda2 buruk dengan tampilnya Sungjun sebagai wedding singer. Lagu yang dinyanyikan Sungjun malah bermakna tentang penderitaan cinta , kontras dengan suasana bahagia pernikahan yang seharusnya.
Semua hadirin termasuk sepasang mempelai memandang Sungjun sebagai orang aneh . Hanya Dongsook yang terus menerus mengagumi penyanyi idola masa remajanya itu. Gokji berkomentar Sungjun tidak waras. Sedangkan Dajung mengira Sungjun seorang psikopat.
Uniknya lirik lagu Sungjun seakan menjadi ramalan buruk . Tiba2 gedung pernikahan dikepung polisi yang hendak menangkap Gipyo.

0 comments:

Post a Comment