Tuesday, August 30, 2011

Sinopsis : 49 Days (2011) – Episode 06

Standard


Begitu keluar dari café , Minho kembali bertemu dengan Jihyun tanpa sengaja. Minho jadi merenungkan perkataan Han Kang bahwa apa benar dirinya tertarik dengan Jihyun (dalam wujud Yikyung). Minho kembali bersitegang dan mempermasalahkan tatapan Jihyun yang penuh kebencian. Kali ini keributan mereka disaksikan oleh Injung yang baru saja datang ke café.

Minho menganggap bahwa Jihyun sangat menggelikan karena merasa mengenal dirinya dengan baik , sebentar perhatian , sebentar merasa takut , dan sekarang menatap dengan penuh kebencian. Minho dengan sinis memuji kehebatan Jihyun.
Minho mencengkram erat lengan Jihyun dan matanya terus menatap tajam. Keduanya tampak seperti musuh besar yang sudah kenal lama dan sedang saling mengukur kekuatan melalui sorot mata. Walau demikian , Jihyun tetaplah seorang wanita yang punya keterbatasan kekuatan fisik. Jihyun berusaha meronta tetapi Minho tak sudi melepaskan begitu saja.
Pada saat itu Han Kang keluar dari cafe dalam posisi sedang menelepon  dan Injung menghampiri mereka sehingga suasana panas tertunda untuk sesaat. Jihyun berbasa basi meminta maaf pada Minho dan berlalu untuk membuang sampah. Han Kang merenungkan dengan heran kejadian tadi .
Jihyun membuang sampah seperti tujuan semula sebelum bersitegang dengan Minho. Jihyun kesal melihat dua penghianat itu bisa datang bersamaan ke cafe. Jihyun menduga bahwa ini ada hubungannya dengan kegagalan mencari stempel yang telah diamankannya.
Jihyun teringat pesan Sang Penjadwal agar tidak membocorkan identitas baik melalui perkataan maupun emosi. Jihyun sadar bahwa dirinya harus lebih waspada sejak sekarang.
***
Han Kang menemani Minho dan Injung untuk makan malam bersama . Han Kang mengutarakan niatnya untuk membatalkan keterlibatannya dalam proyek yang sedang ditangani Minho. Minho kaget dan penasaran kenapa Han Kang batal untuk merancang proyek tersebut. Han Kang beralasan bahwa seperti biasanya , kalau tidak suka maka Han Kang tidak akan merancang sesuatu.  Han Kang meminta Minho untuk mengalihkan proyek itu kepada pihak konsultan lain.  Han Kang tidak lepas tangan begitu saja karena menjanjikan akan memberikan draft rancangan awal yang sudah dikerjakannya untuk menjadi referensi bagi perusahaan desain lain .  Han Kang kemudian meninggalkan meja untuk mengambil apa yang dia maksud.
Baru saja beranjak , Han Kang melihat Jihyun baru masuk ruangan. Han Kang menyuruh Jihyun untuk mengikutinya.

Injung penasaran dan menanyakan apa yang terjadi sebelumnya. Minho beralasan bahwa Jihyun melakukan kesalahan. Injung masih tidak mengerti kesalahan apa yang dibuat Jihyun sampaikan seorang Minho harus bertindak sejauh itu. Minho sadar bahwa seorang pelayan wanita mengawasi mereka sehingga Minho bersikap seperti tidak ada masalah berarti.
Di kantornya , Han Kang mengomeli Jihyun yang dianggap tidak belajar apapun untuk menangani pelanggan. Han Kang memberikan peringatan agar kejadian tadi tidak terulang lagi karena biar bagaimanapun Minho adalah teman sekaligus tunangan dari sahabat Han Kang.
Minho memperlihatkan ketidaksukaannya melihat Injung mendadak muncul di cafe. Injung beralasan bahwa dia ingin melihat wajah Minho.  Tak lama datanglah Han Kang memberikan draft rancangan awal seperti yang dijanjikannya.
Diluar dugaaan Injung ingin menumpang mobil Minho . Minho khawatir kebersamaan mereka ditempat umum akan menimbulkan kecurigaan banyak orang. Injung bersikeras bahwa Minho tidak perlu khawatir. Injung rupanya sudah bosan harus sembunyi-sembunyi berhubungan dengan Minho.
***
Dalam perjalanan pulang , Jihyun memeriksa kamera digital miliknya. Dia mulai menghapus foto-foto yang dianggap tidak penting seperti misalkan foto Minho. Jihyun tiba-tiba melihat foto bertiga antara dirinya dengan Seowoo dan Injung yang tampaknya sebuah momen untuk merayakan ulang tahun .
Jihyun masih sukar percaya bahwa Injung bisa menghianatinya dan terus bertanya-tanya mulai kapan Injung menghianatinya. Jihyun jadi menangis sedih . Air mata Jihyun menetes sehingga menyadarkan Jihyun akan sesuatu , bahwa dia butuh AIR MATA yang tulus.
Jihyun menelepon Sang Penjadwal untuk menanyakan apa ponsel yang diberikan Sang Penjadwal bisa digunakan untuk menelepon orang lain didunia ini. Sang Penjadwal : “Apa kau belum pernah menggunakannya sama sekali . Kau hanya membuatku frustasi saja. Aku tutup teleponnya !! ”
Begitu tahu ponsel itu bisa digunakan untuk umum , Jihyun aji mumpung menelepon semua teman-temannya dan membuat temu janji untuk membahas masalah kecelakaan Jihyun. Dikala sedang asyik , ibu kost datang memburunya untuk menagih sewa bulanan. Jihyun segera lari untuk menghindar.
Setelah bergegas menidurkan diri , Jihyun berusaha tertidur dan segera roh Jihyun terlepas dari tubuh Yikyung. Roh Jihyun berharap-harap cemas duduk disudut ruangan . Benar saja , Ibu Kost seperti predator yang sedang berburu mangsa. Tak lama kemudian pintu digedor dari luar.
Yikyung terjaga dan membuka pintu dengan wajah yang suntuk. Ibu Kost langsung menegur bahwa Yikyung harus segera membayar sewa kontrakan tempat tinggal. Ibu Kost juga merasa Yikyung telah melarikan diri darinya. Yikyung kembali bingung . Ibu Kost kembali melanjutkan tuduhannya bahwa dihari-hari sebelumnya , Yikyung juga telah lari setiap ditagih.
Yikyung seperti malas berbantah dengan Ibu Kost. Yikyung masuk kedalam untuk sesaat dan kembali dengan uang untuk membayar sewa. Ibu Kost belum cukup puas menerima uang , dia melanjutkan omelannya bahwa Yikyung terlihat seperti terkena gangguan jiwa.

Yikyung kembali masuk kedalam rumahnya seperti tidak terpengaruh banyak oleh omelan nyinyir sang Ibu Kost. Tetapi tidak seperti biasanya , Yikyung mulai memandang aneh rambutnya sendiri. Dia seperti merasakan keanehan dari perubahan misterius .
Arwah Jihyun mulai panik kalau Yikyung curiga. Jihyun menghubungi Sang Penjadwal melalui tombol darurat di ponselnya. Terlihat wajah Sang Penjadwal dilayar ponsel yang terlihat jengkel sekaligus jenaka. Sang Penjadwal merasa bahwa situasi yang dialami Jihyun belum bisa dianggap sebagai kondisi darurat. Jihyun pun kesal karena Sang Penjadwal mengabaikannya.  Kekhawatiran Jihyun tidak terbukti karena Yikyung kembali beraktivitas seperti biasanya.
***
Minho tampak gelisah memikirkan insiden yang terjadi di cafe Heaven dan juga memikirkan perkataan Han Kang yang dianggap menggelikan tetapi terus mengganggu pikirannya. “Apa betul aku suka pada Jihyun?”
***
Jihyun kembali berkerja di cafe seperti biasanya. Dia langsung menghadap Han Kang yang sedang diduduk di meja outdoor dan memintanya mengisi absen bahwa Jihyun datang jam 11 siang. Han Kang menjadi heran tetapi Jihyun menjelaskan bahwa itu adalah catatan kehadian sehingga Han Kang akan lebih mudah dalam merinci gaji yang harus diberikan pada Jihyun nanti.
Joonhee , si pelayan wanita yang sirik tampak menguping. Begitu Jihyun meninggalkan meja Han Kang, dia mencegat Jihyun dan menanyakan apa yang terjadi dan untuk apa catatan itu. Jihyun kembali menjelaskan bahwa dirinya memutuskan untuk berkerja paruh waktu dengan alasan harus pergi ke beberapa tempat.
***
Ibu Jihyun sedang bersedih di kamar Jihyun menatap gaun pengantin untuk pernikahan yang batal . Sang ibu memikirkan nasib Jihyun yang masih tak sadarkan diri dirumah sakit.
Ibu Jihyun akhirnya menuju rumah sakit sambil membawakan makanan untuk Ayah Jihyun. Sambil mengajak bicara pada Jihyun yang tak mungkin bisa membalas karena belum sadarkan diri ,  Ibu Jihyun bercerita pada suaminya bahwa ada teman Jihyun (Sebenarnya Arwah Jihyun yang masuk dalam tubuh Yikyung dan mengaku sebagai Jung-Eun) yang bilang bahwa Jihyun ternyata ingin seperti ibunya.  Ayah Jihyun menerima makanan sambil setengah mencandai istrinya yang datang hanya untuk pamer.
***

***
Jihyun mulai pergi keluar untuk menjalankan misinya mengumpulkan air mata. Pertama-tama dia mengunjungi sebuah galeri milik temannya. Jihyun beralasan hendak mewawancarai temannya sambil merekam video  untuk mengetahui hal-hal yang menjadi kegemaran Jihyun (yang asli) untuk kesembuhannya. Padahal maksud Jihyun adalah membangkitkan kenangan sehingga temannya akan sedih dan menangis untuknya.
Percakapan terus berlalu dan Jihyun melihat temannya masih belum menangis juga. Padahal dimasa lampau Jihyun pernah menolong teman yang sedang didepannya ini ke rumah sakit. Apapun yang diucapkan temannya tidak memuaskan hati Jihyun karena belum juga menangis .
Jihyun bertanya kenapa temannya tidak menangis. Temannya beralasan bahwa Jihyun toh belum mati. Jihyun semakin kesal ketika temannya membahas pertunangan dengan Minho yang kini menjadi pria yang paling dibenci oleh Jihyun sendiri. Jihyun kemudian meninggalkan temannya dengan kegagalan misi.
***
Han Kang mengunjungi Jihyun (yang asli) dirumah sakit . Disana Han Kang berbasa-basi terlebih dahulu dengan orangtuanya Jihyun. Setelah Ayah Jihyun pergi meninggalkan ruangan untuk mengantar istrinya , Jihyun mengeluarkan bunga kesukaan Jihyun untuk ditaruh diruang rawat.
Jihyun yang sendirian diruang itu bisa melampiaskan emosinya dengan leluasa sambil menatap Jihyun yang masih tak sadarkan diri di ranjang pasien. Mata Han Kang tampak berkaca-kaca melihat nasib wanita yang diam-diam dia cintai.
***
Jihyun mengunjungi Seowoo di toko roti. Jihyun melihat ekspresi muka penuh kesedihan di wajah Seowoo . Jihyun pun dalam hati ikut merasa sedih melihat ekspresi satu-satunya teman wanita yang masih bisa dipercayainya.
Seowoo lama-kelamaan menyadari kehadiran Jihyun yang sedang mengambil roti. Jihyun ketika masih dalam tubuh aslinya sebelum kecelakaan memang sering mengunjungi toko roti . Kali ini Jihyun (dalam wujud Yikyung) tentu mengambil roti yang sama sesuai kebiasaannya.
Seowoo melihat hal itu jadi teringat temannya (Jihyun yang asli) ketika sering membeli roti yang sama setiap minggunya. Jikyung terus menginterogasi Seowoo dengan hati-hati. Seowo tampak terusik dengan keingintahuan Jihyun , dan kemudian menghentikan pembicaraan dan mempersilahkan Jihyun untuk melanjutkan belanjanya.
***
Jihyun kembali ke café Heaven. Menjelang sampai ke lokasi , Jihyun melihat Han Kang sedang mengemudi mobilnya dengan posisi berdekatan. Jihyun kaget melihat kehadiran Han Kang. Pada saat Jihyun hendak mencoba menegurnya , Han Kang salah tingkah dan pura-pura melanjutkan mengemudi mobilnya dengan cepat.
Jihyun sampai juga ke lokasi café dan langsung bertanya pada Han Kang kenapa tadi ngeloyor pergi dengan mobilnya. Han Kang rupanya sedang tidak mood pada hari ini dan mengacuhkan Jihyun.
Jihyun masuk ruang kantor Han Kang dan mengaku sudah membelikan roti untuk Han Kang dan kolega kerja lainnya. Han Kang terus mengacuhkan perhatian Jihyun dan meminta Jihyun agar keluar dari kantornya.
Jihyun jadi penasaran dengan perubahan sikap Han Kang. Han Kang malah balik menghardik Jihyun yang bukan temannya , melainkan pegawainya. Han Kang kali ini benar-benar mengusir Jihyun dari ruang kantor.
Jihyun terpukul dengan sikap Han Kang. Dia akhirnya keluar dengan ekspresi sedih.
***
Sementara itu Injung mulai merasa perubahan sikap Minho yang mulai menghindarinya. Buntut dari kegalauannya , Injung akhirnya mengajak Seowoo untuk makan bersama di café Heaven.
Jihyun tentu saja kesal melihat kehadiran In Jung sementara Seowoo tersenyum melihat Jihyun.  Asisten Oh melihat Jihyun tampak lelah kemudian menyuruhnya pulang kerja lebih awal.
Seowoo tampaknya menyukai Han Kang diam-diam. Seowoo kecewa karena mengetahui Han Kang sedang tidak berada di café . Injung menenangkan Seowoo dengan berkata bahwa Han Kang mungkin sedang diruangan lain.
Seowoo tampak malu dengan desakan In Jung untuk mencari Han Kang. Tetapi akhirnya Seowoo bersemangat mencari pujaan hatinya.
Injung kemudian bertanya pada si Sirik Joonhee mengenai Jihyun (dalam wujud Yikyung). Dari Joonhe , Injung mendapat informasi bahwa Han Kang mungkin menyukai Jihyun dan membiarkannya melakukan apapun . Injung diam-diam kaget karena bukan kebiasaan Han Kang bersikap lembek seperti itu.
***
Jihyun sudah pulang kerumah dalam kondisi lemas. Jihyun menghubungi Sang Penjadwal agar mengambil uang yang telah dipinjamkan pada Jihyun sebelumnya. Sang Penjadwal rupanya sedang sibuk dan menolak untuk datang , lagipula Sang Penjadwal melontarkan dari segi etika bahwa orang yang meminjam harus datang dan mengembalikan pinjamannya.
Arwah Jihyun kemudian keluar dari tubuh Yikyung kemudian menyelinap keluar rumah pada saat Yikyung mulai beraktivitas. Arwah Jihyun mengucapkan selamat tinggal untuk jalan duluan pada Yikyung yang tak mungkin bisa melihat dan mendengarnya.
Pada saat Jihyun mulai meninggalkan lokasi , Yikyung tiba-tiba merasakan perutnya sakit dan kembali ke rumah untuk masuk toilet dan memuntahkan segalanya.

Jihyun sudah tiba ke sebuah klub. Disana Jihyun memperhatikan Sang Penjadwal sedang bermain musik dalam suasana ruangan yang remang namun bersorot cahaya. Sang Penjadwal ternyata pandai bermain musik dan bernyanyi . Setelah usai menyanyikan lagu , Sang Penjadwal tampaknya puas dengan penampilannya sendiri. Dia tidak sadar bahwa Jihyun sedang memperhatikannya.
Jihyun yang mengamatinya untuk sesaat kemudian memberikan tepuk tangan seraya memuji bahwa Sang Penjadwal memiliki banyak bakat. Sang Penjadwal tidak merasa tersanjung dan malah balik mengatakan bahwa Jihyun tidak tahu apa-apa. Sang Penjadwal juga mengaku bahwa dirinya adalah penyanyi sekaligus song-writer.
Jihyun cemberut dan mengomel bahwa dirinya justru tahu banyak. Jihyun menuju grand piano yang berada didekatnya dan mulai memamerkan kemampuannya bermusik. Sang Penjadwal masih tampak meremehkan Jihyun , bahkan tertawa terbahak-bahak ketika Jihyun mengaku ingin menjadi penyanyi juga.
Jihyun semakin cemberut dan menghampiri Sang Penjadwal seraya menuding bahwa partitur musik buatan Sang Penjadwal itu banyak salahnya. Jihyun kemudian memamerkan kemampuannya dalam olah vocal. Sang Penjadwal terkagum dan percaya bahwa Jihyun bukan sedang gertak sambal. Sang Penjadwal menanyakan kenapa Jihyun tidak jadi penyanyi saja. Jihyun mengaku bahwa ayahnya tidak mengijinkan dan hanya ingin agar Jihyun mencari pria yang baik untuk menikah. Sang Penjadwal dengan cepat menangkap itu untuk mencandai soal Kang Minho.
Jihyun jadi cemberut lagi mendengar nama pria yang kini sangat dibencinya. Jihyun mengeluh karena mengumpulkan tiga tetes air mata jauh lebih sulit dari yang dibayangkan.  Sang Penjadwal mengingatkan bahwa itu adalah bagian dari perjalanan 49 hari dan telah mengatakan sebelumnya mengenai itu. Sang Penjadwal malah balik mengeluh bahwa Jihyun lebih beruntung punya kesempatan untuk hidup kembali daripada Sang Penjadwal.
Sang Penjadwal mengaku bahwa dirinya berprofesi didunia roh itu atas dasar sukarela. Dia melakukan itu karena merasa masih meninggalkan hal penting didunia ini untuk dilakukan dan karena itu mengajukan diri untuk profesi ini. Pada saat Jihyun sedang asik curhat , tiba-tiba Sang Penjadwal kembali seperti semula , menghardik Jihyun agar cepat mengembalikan uang pinjaman.
***
Dokter Noh mencoba mengunjungi Yikyung di mini market tetapi mendengar kabar bahwa Yikyung tidak berkeja pada hari itu.
Yikyung memang jatuh sakit dan beristirahat dirumah. Arwah Jihyun pun tidak tahu dan terus menunggunya diluar rumah. Jihyun akhirnya kembali menghubungi Sang Penjadwal.
Sang Penjadwal datang dengan ekspresi kaget karena baru saja bertemu , Jihyun sudah menekan tombol darurat itu lagi.
Sang Penjadwal kemudian membawa Jihyun masuk rumah Yikyung. Mereka mengamati kondisi kesehatan Yikyung yang memprihatinkan. Wajah Yikyung tampak lemas dan bercucuran keringat dingin.

Sang Penjadwal meminta Jihyun agar masuk tubuh Yikyung dan pergi kerumah sakit. Jihyun akhirnya masuk tubuh Yikyung dan merasakan rasa sakit yang sama.
***
Han Kang gelisah melihat Jihyun tak kunjung datang ke café untuk berkerja. Han Kang menduga bahwa dirinya telah bersikap keras pada Jihyun kemaren.
Jihyun ternyata sedang berkonsultasi dengan dokter. Jihyun mengaku bahwa kemaren dirinya makan nasi , roti , pasta dan ramen seharian. Dokter bertanya apakah Jihyun memuntahkan semuanya. Jihyun tentu bingung menjawab karena tidak setiap saat dia berada dalam tubuh Yikyung.
***
Minho menghadap ayah Jihyun dirumah sakit dan melaporkan bahwa proyek mereka harus memenuhi syarat pendanaan dengan menyetorkan 20% saham perusahaan . Minho meminta pendapat ayah Jihyun , tetapi sang ayah tidak mood dan tidak bisa berpikir dengan baik.
***
Jihyun baru saja pergi dari ruang dokter. Tubuhnya masih lemah dan memaksakan berjalan sambil waswas melihat jam karena merasa terlambat kerja. Perasaan Jihyun tidak enak karena sikap Han Kang kemaren lain dari biasanya.
Jihyun mencoba jalan melalui zebra cross tetapi akhirnya terjatuh lunglai. Pada saat itu Minho kebetulan sedang menunggu lampu merah dan sedang dalam perjalanan menuju café.
Minho tampak hendak menolong tetapi ragu-ragu. Akhirnya Minho memarkirkan kendaraan dalam posisi siaga menyetir. Minho memperhatikan Jihyun diam-diam dari kaca spion mobilnya.
Minho akhirnya memberanikan diri menghampiri musuhnya ini karena kebetulan dirinya juga akan pergi ke café . Jihyun menolak tawaran Minho dan mengaku sangat membenci Minho.
Minho bingung karena telah melakukan kesalahan besar apa terhadap Jihyun hingga membencinya seperti itu. Jihyun dengan diplomatis menyahut bahwa orang bisa membenci tanpa alasan sebagaimana orang juga bisa mencintai tanpa alasan.
Minho tampak tidak terpengaruh karena lebih khawatir melihat kondisi Jihyun. Minho akhirnya menyeret paksa Jihyun ke mobilnya. Minho mengaku bahwa meskipun bukan Jihyun , dirinya bukan tipe pria yang meninggalkan orang sakit begitu saja. Minho meminta agar Jihyun tidak salah paham.
Setelah berada dimobil , Jihyun (dalam wujud Yikyung) memandangi foto dirinya sendiri dalam wujud aslinya sedang berfoto mesra dengan Minho. Minho memperkenalkan wanita dalam foto itu sebagai tunangannya. Jihyun semakin jengkel dan menyebut Jihyun dalam foto itu sebagai wanita yang bodoh. Minho terperanjat mendengar keketusan Jihyun (dalam wujud Yikyung).

Jihyun mengurai analisanya bahwa wanita dalam foto itu sebagai wanita yang menyukai seseorang dan mempercayainya tanpa syarat. Minho “membela” tunangannya bahwa dia adalah gadis yang polos , baik  dan ceria. Jihyun dalam hati berpikir sinis bahwa karena itulah Minho gampang menipunya.
Akhirnya tibalah Minho dan Jihyun di café. Han Kang seakan tidak percaya melihat mereka bisa datang bersama. Jihyun ngeloyor pergi tanpa basa-basi dan Minho memprotes bahwa Jihyun bahkan tidak mengucapkan terimakasih sedikitpun. Jihyun beralasan bahwa Minho-lah yang menyeretnya dan bukan kehendaknya.
Han Kang menegur Minho kenapa bisa semobil dengan Jihyun. Minho kembali bingung untuk apa Han Kang bertanya seperti itu. Han Kang menegur bahwa sebagai tunangan Jihyun (yang asli) yang sedang jatuh sakit kok bisa-bisanya Minho pergi berdua dengan wanita lain.
Minho menukas balik memangnya Han Kang itu siapanya Jihyun? Minho bertanya apa sikap Han Kang ini bukan karena Jihyun (dalam wujud Yikyung). Dua pria ini terus berdebat dan saling mengira satu sama lain sedang menyukai Jihyun (dalam wujud Yikyung).  Minho pergi meninggalkan ruang kantor Han Kang.
***

Kali ini Han Kang melampiaskan emosinya pada Jihyun yang datang menghadapnya. Han Kang benar-benar memecat Jihyun. Han Kang beralasan bahwa sudah memberikan keleluasaan banyak hal pada Jihyun tetapi malah bersama Minho yang sama sekali tidak bisa ditolerir karena merupakan tunangan teman , dan Han Kang merasa punya kewajiban untuk melindungi temannya (Jihyun yang asli).
Jihyun berusaha membela diri tetapi Han Kang tidak tertarik mendengar penjelasan Jihyun. Han Kang memberikan uang pesangon dan Jihyun menolaknya. Han Kang kembali marah karena merasa Jihyun sedang mengancamnya secara halus.
Jihyun menjelaskan bahwa dirinya tidak mengambil uang itu karena memang merasa tidak apa-apa dan berterimakasih atas kebaikan dan perhatian Han Kang selama ini padanya. Jihyun kemudian pergi . Yang paling senang mendengar hal itu tentunya si Sirik Joonhee.
Minho saat itu memang hendak pergi meninggalkan café dan mendengar Jihyun dipecat. Hati Minho merasa tidak enak karena “bantuan”nya pada Jihyun malah membuat Jihyun dipecat.  Minho menunggu Jihyun.

Pada saat Jihyun menampakkan diri , Minho langsung mencegat dan bertanya apakah dia dipecat karena dirinya? Jihyun tampak mengacuhkannya dan terus ngeloyor pergi.
Minho akhirnya berinisiatif menawarkan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga di tempat tinggalnya. Jihyun diluar dugaan meladeni tawarannya dan bertanya balik mengenai berapa besar gajinya .

0 comments:

Post a Comment