Wednesday, April 2, 2014

Sinopsis : Empress Ki - Episode 43

Standard

Tahwan menebas sang Jendral dengan pedang Tal Tal . Belum merasa puas , Tahwan yang wajahnya berlumuran darah mulai mendekati para prajurit tersisa dengan pedang ditangannya.

UPDATE

  • Menambahkan rekap sementara ( April 02 ,  07.00 WIB)
  • Menambahkan rekap final part 1  ( April 04 ,  22.00 WIB)
  • Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru
Rekap
Empress Ki – Episode 43
NB : Rekap ini rekap sementara . Rekap final akan dirilis jika subtitle versi final Empress Ki dirilis 2-3 hari setelah episode ini ditayangkan .
Para prajurit yang biasa bertempur berani mati menghadapi musuh menjadi ngeri membayangkan harus tewas ditangan Kaisar mereka sendiri . Mereka gemetar , bergidik  dan memohon mereka diampuni .
Tahwan yang pikirannya terganggu melihat halusinasi dimana prajurit yang ketakutan berbalik tertawa terkekeh mencemoohnya sebagai Kaisar Boneka.  Giliran Tahwan yang melangkah mundur sesaat mendapat halusinasi dimana  para prajurit terus tertawa dan mencemoohnya sebagai kaisar idiot . Tahwan gemetar memegang pedangnya.
Tahwan dengan ekspresi tidak waras tampak gelisah dan menuduh para prajurit sedang menghinanya.  Tahwan menganggap mereka semua pantas mati dan bersiap menebaskan pedang kembali .

Bayan mencoba menghentikan . Tahwan bertanya tidakkah Bayan mendengar para prajurit sedang mencemooh dirinya sebagai bonekanya El Temur ? . Bayan memohon (menghardik)  agar Tahwan sadar.  Tahwan menghardik Bayan agar menyingkir dari hadapannya.
Tahwan terkekeh menuding : Apa kamu juga merasa aku pantas ditertawakan ? Kamu pikir aku tidak bisa membunuhmu ?
Tahwan menodongkan pedang ke leher Bayan .  Tal Tal mencoba menyelamatkan pamannya . Bayan mencegah Tal Tal , dan merasa lebih baik mengorbankan diri agar Tahwan pulih kembali kesadarannya.  Tahwan bersiap menghabisi Bayan juga.
Kali ini Seungnyang yang mencoba menghentikan Tahwan . Seungnyang memandang langsung mata Tahwan yang liar dan bengis , dan mencoba mengingatkan dirinya sebagai Seungnyang dihadapan Tahwan .

Sorot mata Tahwan melunak dan menyadari Seungnyang ada dihadapannya.  Tahwan menangis kencang sambil memegang pipi Seungnyang . Seungnyang juga berlinang air mata .

Kemudian Tahwan melihat mayat Jendral yang baru dibunuhnya dan terperanjat sendiri . Tahwan akhirnya pingsan dihadapan hadirin .
***
Golta berusaha mengawasi (menguping) Tahwan yang sedang berbaring di tangan Tahwan .  Tahwan berkata kalau dia takut dan tidak tahu apa yang terjadi . Seungnyang berkata agar Tahwan menarik pasukan .  Tahwan berkata kalau dia menghentikan perang , akan di cap sebagai kaisar pecundang .  Seungnyang menenangkan tidak akan ada yang berpikir seperti itu .
Tahwan menegaskan tidak akan ditertawakan oleh siapapun lagi , tidak oleh seorangpun .

Seungnyang meminta agar Tahwan paling tidak menjanjikan satu hal , agar tidak mabuk lagi .  Tahwan bersedia tidak mabuk lagi .  Seungnyang bertanya apa Tahwan kecewa pada dirinya ? . Seungnyang merasa sikap Tahwan juga mulai berubah padanya . Seungnyang meminta Tahwan untuk mengatakan jika ada sesuatu yang mengganjal pikiran .
Tahwan hendak bertanya apakah Seungnyang menyembunyikan sesuatu . Namun Tahwan mengurungkan niatnya dan tidak membahas lebih jauh  , dan memeluk Seungnyang sebagai satu2nya orang yang bisa dipegangnya. Seungnyang menepuk2 bahu Tahwan untuk menenangkannya.
***
Dangkise menerima laporan dari mata2nya di Il-Khanate.  Byeongsoo terperanjat saat Dangkise memperlihatkan laporan itu , yang mengatakan bahwa ada yang menjual belerang Goryeo pada Il-Khanate.
(Red – Kekaisaran Mongol pernah menguasai hampir sebagian dunia , dan kemudian terpecah kedalam beberapa kekaisaran / khanate / kaghanate , seperti  Chagatai Khanate , Il-Khanate dan Dinasti Yuan merupakan bagian dari Mongol Empire yang berdiri sendiri .  Didunia modern sekarang , Chagatai Khanate meliputi beberapa kawasan Kirghistan , sebagian kecil China , Uzbekistan , Tajikistan , Kazakstan , Afghanistan , Pakistan , Turkmenistan , Mongolia , Russia dan India. Il-Khanate meliputi beberapa kawasan Iran , Azerbaijan , Russia , Tajikistan , Syria , Georgia , Irak , Turkmenistan , Turki , Afghanistan . Dinasti Yuan dalam hal ini walaupun bagian dari kekaisaran Mongol , tetapi berdiri sendiri dan berkiblat pada sistem politik Tiongkok sebelumnya. Ciri utama kebijakan Tiongkok adalah sistem tribute daripada menyerbu dan menjajah ala Mongol  Jadi dalam fiksi ini , Bayan terlalu ambisius mendorong praktek ekpansionisme yang bukan naturenya Tiongkok . )
Dangkise bertanya kapan Byeongsoo akan bertemu dengan Yeonhwa ? .  Dangkise meminta Yeonhwa untuk membawa Dayang Seo . Byeongsoo bertanya apakah maksudnya Dangkise akan menemui Pangeran Maha ?
Dangkise memutuskan untuk memberitahu keterlibatan Wang Yoo kepada Ibu Suri . Byeongsoo heran kenapa Dangkise tidak melaporkan pada Kaisar .
Alasan Dangkise adalah Ibu Suri – lah yang merawat keponakannya , Pangeran Maha selama ini , dan hanya Ibu Suri yang bisa membuat Pangeran Maha semakin berkuasa.
***
Pangeran Maha adalah anak yang cerdas dalam pelajaran .  Maha sedang mengutip pelajaran didepan Ibu Suri dan Khutugh .
Maha : Ketika kebajikan runtuh , kejahatan berkuasa. Khutugh : Lalu apa artinya .  Maha menjekaslan : Kegagalan untuk memiliki pikiran yang baik itu sama saja dengan memberikan kesempatan pada kejahatan untuk mengambil alih .
Ibu Suri dan Khutugh tersenyum puas melihat hal itu .
Maha melanjutkan : Kebajikan seumur hidup tidaklah cukup . Kejahatan sehari saja terlalu banyak .
Ibu Suri memuji Maha banyak kemajuan dalam belajar.  Khutugh mengakui bahwa dia hanya mengajarkan Maha satu hal tetapi Maha mendapatkan 10 kesimpulan .

Maha ingin belajar bertarung , terlepas kelak menjadi kaisar atau tidak , yang terpenting adalah memenuhi harapan mendiang Ibunya (Tanashiri) . Tetapi Ibu Suri mencegah karena khawatir Tahwan menjadi marah . Khutugh juga menyarankan Maha agar bersabar untuk sementara waktu .
***
Sementara itu Seungnyang juga mulai mengajari Pangeran Ayu . Sebagaimana Tahwan yang agak pemalas dalam belajar , Pangeran Ayu juga seperti ayahnya , selalu mengantuk dalam belajar.

Hongdan tiba untuk mengabarkan sudah saatnya Pangeran Ayu memberikan salam pagi kepada Kaisar.
Ayushiridara senang mendengar hal ini  . Namun Seungnyang dapat menerka kalau Ayushiridara lebih tertarik untuk bertemu kakaknya , Pangeran Maha.
Bulhwa berpendapat kalau Ayu jangan berdekatan dengan Maha.
***
Pangeran Ayushiridara dan Pangeran Maha menghadap Tahwan  . Dan tentu saja Tahwan lebih menyukai Ayushiridara , buah hatinya bersama Seungnyang. Tahwan hanya memanggil Ayu ke sisinya , dan membiarkan Maha terus berdiri .

Pangeran Maha hanya bisa memandang Tahwan – Ayushiridara .  Ketika Ayu mengutip apa yang telah dia pelajari , Ayu mengalami kebuntuan hingga menggaruk2an kepala sehingga Tahwan tertawa.
Ayu mengatakan bahwa Maha lebih baik darinya dalam hal ini . Wajah Tahwan berubah mendengar hal ini .  Dayang Seo menjadi gugup . Ibu Suri muncul dan mengatakan dialah yang mengajari Maha selama ini , baik menulis maupun membaca. .
Tahwan menegaskan : Aku melarangmu , Maha , untuk belajar membaca dan bertarung .  Apa kamu lupa ? .
Maha memprotes keras kenapa dia tidak boleh belajar.  Tahwan berkata agar Maha jangan bertanya . Pangeran Maha bersikeras ingin tahu kenapa dia tidak boleh sedangkan Ayu boleh .

Tahwan menolak untuk menjawab dan menganggap Maha kurang ajar. Tahwan berkata tidak ingin melihat wajah Maha untuk sekarang ini . Pangeran Ayu sedih melihat kakaknya diperlakukan seperti itu .
Pangeran Maha berlalu dengan kesal bersama Dayang Seo .  Ibu Suri meminta Pangeran Ayu juga dibawa pergi . Pangeran Ayu berlalu bersama Hongdan .
Ibu Suri mulai geram : Kenapa kamu begitu kejam .   Tahwan : Apa anda tidak tahu ? . Ibu Suri : El Temur melakukan hal yang sama denganmu .  Kamu dilarang membaca dan bertarung .  Dan kamu dulu juga bersikap seperti Maha .
Tahwan : Anda pikir aku tidak tahu kenapa anda berdekatan dengan Maha ?  Ingin membuatnya sebagai kaisar boneka mu khan ? Sebagaimana yang El Temur lakukan kepadaku .  Ibu Suri : Absurddd !!!  . Tahwan : Anda berpartisipasi dalam kematian Tanashiri juga . Kenapa malah menolong Maha sekarang ?
Ibu Suri berteriak dengan lantang : Dia memiliki darahmu , anggota keluarga istana .
Tahwan enggan membahas hal ini lebih lanjut.
Ibu Suri menjerit memanggil Tahwan .  Dan Tahwan semakin muak mendengar hal ini .
(Red - Kalian harus menonton sendiri drama ini untuk melihat langsung akting Ji Changwook yang luar biasa )

***
Maha meninggalkan ruangan dengan gusar dan berpapasan dengan Seungnyang.
Seungnyang berusaha memberikan perhatian  dan bertanya kenapa Maha menangis . Maha menghardik : Kini aku tahu perasaan Ibuku (Tanashiri) .   Seungnyang : Apa yang terjadi ? . Maha : Kebohonganmu membuatku muak .

Seungnyang dengan tegas menasehati Maha : Kamu sudah melanggar batas . Kamu sudah cukup usia untuk membedakan mana yang benar. Aku tidak tahu apa yang dikatakan Ibu Suri kepadamu . Tetapi hati2lah dengan apa yang kamu ucapkan !!
bahwa semestinya sudah cukup besar untuk membedakan mana yang benar dan yang salah .  Maha sedang tidak dalam mood untuk menerima nasehat dari wanita yang sangat dibencinya ini . Maha berlalu dari hadapan Seungnyang .
Bulhwa berkomentar bahwa sorot mata Pangeran Maha benar2 berbahaya , dan bertanya2 mungkinkah Seungnyang mengungkap identitas Maha yang sesungguhnya ?
Tak lama kemudian Ibu Suri juga muncul dengan wajah kesal karena habis bertengkar sengit dengan Tahwan .

Khutugh bersama Yeonhwa mengamati dari jauh .  Khutugh berkata pada Yeonhwa : Lihatlah , aku akan memisahkan mereka  . Pertempuran ini akan semakin memburuk hingga salah satu dari mereka mati .
***
Yeonhwa membawa Dayang Seo bersama ketika bertemu dengan Byeongsoo . Byeongsoo tentu saja senang bertemu kembali dengan Yeonhwa setelah sekian lama.  Byeongsoo mempersilahkan Dayang Seo untuk bertemu dengan Dangkise di sebuah tempat . Dan Byeongsoo mencegah Yeonhwa mengikuti Dayang Seo .
Byeongsoo perlu melampiaskan kerinduan dengan menggoda dan memeluk Yeonhwa .
Yeonhwa meronta untuk menjaga gengsinya . Byeongsoo menggoda apa Yeonhwa menyukai emas pemberiannya .  Yeonhwa memamerkan senyumnya dan berkata wanita mana yang tidak menyukai emas .
Byeongsoo gemas karena Yeonhwa begitu menawan , lantas mencubit pipi Yeonhwa .

***
Dayang Seo akhirnya bertemu kembali dengan Dangkise . Dayang Seo menangis terharu bertemu dengan mantan keluarga majikannya.   Dayang Seo tidak pernah mengira bisa melihat Dangkise lagi .
Dangkise bertanya bagaimana kabar Pangeran Maha.  Dayang Seo mengatakan bahwa Maha hidup dengan menyedihkan  . Dayang Seo mengaku tidak tahan melihat penderitaan Maha.  Dangkise tampak emosi dan berkata sudah waktunya mengatakan pada Maha bahwa pamannya masih hidup .

PAGE 2 (of 3)

Dangkise juga memberikan surat pada Seo untuk diberikan kepada Ibu Suri . Dangkise mewanti2 jika ditanya sumbernya bilang saja dari kelompok pedagang dari kawasan Barat .  Dayang Seo tentu saja bersedia .

***
Pasukan Yuan kembali dengan kekalahan dan luka disekujur tubuh . Mereka tertunduk malu saat melintasi kerumunan rakyat di sisi jalan .

***
Bayan memberitahu bahwa ada banyak alasan kenapa Pasukan Yuan mengalami kekalahan , tetapi salah satu penyebab utama adalah bahan peledak . Bayan menyimpulkan Negara Il - Khanate mendapatkan suplai tidak terbatas .
Ibu Suri tidak melewatkan kesempatan ini untuk menyebut keterlibatan Goryeo dengan Il - Khanate  .

Guru Jang menyerahkan bukti keterlibatan Wang Yoo .  Bayan terperanjat melihat hal ini seakan tidak percaya Wang Yoo pelakunya.
Ibu Suri menjelaskan bahwa Yuan telah mengembargo jalur perdagangan maritim Goryeo dan Wang Yoo mengatasi hal itu dengan menjual belerang .  Menurut Ibu Suri , ketika rakyat menjadi bingung dengan berita kekalahan , maka harus ada kambing hitam untuk dipersalahkan , dan Wang Yoo adalah kandidat kambing hitam yang ideal.

Bayan berkata bahwa bukti belumlah cukup .  Ibu Suri berkata bahwa Yuan punya kolaborator2 di Goryeo yang bisa membantu . Bayan berkata bahwa pejabat Goryeo yang bernama Kim Sunjoo bisa membantu dalam hal ini .
Ibu Suri meminta Bayan untuk mengatakan pada Sunjoo agar memalsukan pembukuan mengenai kesepakatan Wang Yoo dengan negara Il Khanate.
Bayan tampak ragu . Ibu Suri meyakinkan Bayan : Toh kita tahu Wang Yoo memang pelakunya , tetapi yang diperlukan adalah bukti . Ketika Wang Yoo dilengserkan maka bukti sesungguhnya akan keluar.  Bayan bertanya apa Tahwan harus tahu mengenai hal ini . Ibu Suri membenarkan .
Bayan berlalu .
Guru Jang bertanya kenapa Ibu Suri tidak memberitahu kolusi antara Wang Yoo dan Seungnyang . Ibu Suri menjelaskan bahwa kata2 saja tanpa bukti tidaklah cukup , jadi harus tertangkap basah .
Guru Jang bertanya apa Ibu Suri punya rencana . Ibu Suri tersenyum licik .
***
Selagi Wang Yoo sedang asik berlatih panah didampingi Moosong , diam2 seorang pejabat Goryeo menulis petisi untuk Dinasti Yuan .
Isi Petisi : Kepada Kaisar Yuan yang mulia dari Mentri Goryeo bernama Kim Sunjo.  Raja Wang Yoo telah menyuplai belerang , batu , besi dan timah kepada musuh Yuan .  Beliau menggunakan keuntungan dari penjualan ini untuk membangun militer Goryeo dan berencana untuk kampanye militer ke utara (merampas kembali wilayah Goryeo yang diduduki Yuan) . Hambamu dari Goryeo ini memohon agar Raja Wang Yoo di copot sebagai raja .
Petisi itu dikirim ke Yuan melalui seorang kurir.
***
Seungnyang berpapasan dengan Ibu Suri .  Pangeran Maha mengambil kesempatan itu untuk memperingatkan  Seungnyang , bahwa terdengar kabar Wang Yoo menghianati Dinasti Yuan , dan malam ini petisi dari Goryeo akan tiba.
Seungnyang bertanya darimana Maha tahu ? . Maha berkata sudah wajar dia tertarik mencari tahu tentang orang yang terlibat dalam kematian Ibunya.

Setelah berlalu dari hadapan Seungnyang . Ibu Suri memuji Pangeran Maha . Ibu Suri berkata kalau memang Seungnyang berkomplot dengan Wang Yoo , tentunya Seungnyang tidak akan tinggal diam dan akan berusaha menyelamatkan Wang Yoo .  Dan jika itu terjadi Seungnyang pun akan terseret dalam masalah ini dengan kejahatan penghianatan .
Pangeran Maha berkata itu sudah seharusnya. Ibu Suri berjanji bahwa Seungnyang akan menjadi terhukum .
***
Seperti yang sudah diperkirakan Ibu Suri , Seungnyang melalui perantaraan Bulhwa mendapatkan petisi dan pembukuan palsu dari seorang pengawal istana . Guru Jang kebetulan memergoki hal ini .
Guru Jang melaporkan hal itu kepada Ibu Suri yang sedang bersama Bayan dan Tal Tal .  Ibu Suri berkata bahwa Seungnyang punya banyak pendukung didalam istana , sehingga sebuah dokumen nyaris tidak ada artinya .
Bayan berpendapat kalau Seungnyang akan segera memberitahukan Wang Yoo .
Bayan memerintahkan Tal Tal untuk menghambat Seungnyang.  Tal Tal terpaksa mengiyakan . Ibu Suri mengingatkan agar mereka semua waspada karena Seungnyang mungkin akan mulai bergerak malam ini .
Bayan memerintahkan Tal Tal , jika Seungnyang nanti bertemu dengan orang2 Wang Yoo , harap segera tangkap .  Tal Tal mengiyakan perintah pamannya.
Tal Tal berlalu dari ruangan dimana  Dokman berdiri mematung seperti biasanya . Tal Tal mengajak dua anak buahnya untuk mengikutinya.
Didalam , Bayan dan Ibu Suri masih berunding mengatasi masalah ini . Ibu Suri semakin yakin bahwa Seungnyang memang penghianat.  Bayan berkata ini sekaligus kesempatan baik untuk mengenyahkan pengaruh Goryeo di istana Yuan .
***
Seungnyang membaca petisi dan pembukuan itu . Seungnyang baru tahu ada perdagangan mesiu antara Goryeo dan negara musuh Yuan dan ada perbedaan catatan Kasim Bang dengan pembukuan dalam petisi itu . Bulhwa menerka itu pembukuan palsu . Seungnyang merasa ada yang tidak beres dalam hal ini .
Bulhwa berpendapat bahwa apapun yang terjadi , jika raja Goryeo ditangkap , Seungnyang bisa mendapat kesulitan juga. Seungnyang memerintahkan Bulhwa untuk memberitahu Kasim Bang. Tiba2 Hongdan muncul membisikkan sesuatu pada Seungnyang .
***
Seungnyang dkk berjalan keluar ditengah malam .  Diam2 Tal Tal mengawasi Seungnyang terus menerus.
***

Ibu Suri dan Bayan membawa masalah ini kepada Tahwan . Dan tentu saja Tahwan tidak percaya Seungnyang seorang penghianat , dan pasti ada kesalahpahaman .
Bayan : Dia memiliki pembukuan yang dikirim dari Goryeo .  Ibu Suri : Seungnyang akan menghapus bukti dan menghubungi Wang Yoo . Jika bukan penghianatan lantas apa namanya ?
Sebuah kilas balik .  Tahwan terus menerus menerima surat2 kiriman Wang Yoo pada Seungnyang (surat palsu buatan Dangkise dkk) melalui perantaraan Golta. Setiap surat2 itu muncul , Tahwan selalu memerintahkan Golta untuk membakarnya. 
Kini Tahwan merasa curiga juga . Ibu Suri mendesak mau sampai kapan Tahwan akan membiarkan Seungnyang ? .  Bayan berkata kalau sampai terbukti Seungnyang berkonspirasi dengan Wang Yoo , hukuman kematian pun masih terlalu ringan .  Tahwan gelisah sendiri dan menolak untuk membahas hal ini lebih jauh .
Namun pada saat itu Golta masuk kedalam dan mengabarkan Seungnyang telah tiba.
Seungnyang menghadap . Tahwan bertanya kenapa Seungnyang datang semalam ini . Seungnyang menyerahkan petisi dan pembukuan yang dimaksud pada Tahwan .  Seungnyang beralasan bahwa ini dokumen penting hingga menyerahkan secara pribadi kepada Tahwan .
Tahwan merasa lega mendengar hal ini dan gantian memandang Ibu Suri dan Bayan yang speechless.
***

Bulhwa berterimakasih pada Dokman karena telah memberikan informasi sebelumnya.  Bulhwa berkata berkat Dokman , Seungnyang terhindar dari bencana .
Dokman meminta Bulhwa jangan salah paham . Dokman tidak berniat membantu Seungnyang , melainkan ingin melindungi orang2 Goryeo di istana yang akan menjadi sasaran jika Seungnyang terbukti berkerjasama dengan Wang Yoo .
Dokman mendesak Bulhwa untuk menghentikan keterlibatan Seungnyang .  Bulhwa membela Seungnyang sudah bersikap tepat . Dokman menghardik Bulhwa , dan menegaskan akan menolong kali ini saja .
Ketika Dokman hendak berlalu , Bulhwa mengingatkan kalau Dokman juga orang Goryeo .  Dokman menukas bahwa itu salah besar , bahwa Goryeo telah mengabaikan dirinya (rakyatnya) dan Dokman juga merasa harus bersikap sebaliknya.
***


Tahwan marah besar setelah membaca petisi itu . Tahwan mengeluarkan dekrit lengkap dengan stempel kekaisaran , tentang menurunkan Wang Yoo dari tahta Goryeo .
Tal Tal merasa Wang Yoo bisa saja menolak keputusan ini sehingga masalah menjadi semakin rumit . Tal Tal mengusulkan agar mengirim utusan dan memanggil Wang Yoo kembali ke Yuan .
Tahwan tetap bersikeras agar Wang Yoo dilengserkan . Bayan berkata walaupun ingin menangani masalah Goryeo tetapi kondisi sekarang tidak memungkinkan .  Tahwan mempersilahkan Bayan untuk pergi dari ruangan . Bayan mematuhi dekrit ini dan berlalu .
Diluar , Bayan memerintahkan Tal Tal untuk mengawasi Seungnyang , dan juga grup dagang yang keluar masuk istana .
Didalam , Seungnyang mencoba membujuk Tahwan untuk mencari kebenaran dulu sebelum memutuskan untuk melengserkan Wang Yoo . Tahwan telah memutuskan dekrit ini dan berharap Seungnyang tidak campur tangan dalam masalah ini agar tidak dicurigai .
***
Seungnyang merasakan kondisi yang sangat genting dan meminta Bulhwa untuk memberitahu Kasim Bang.
Namun Bulhwa berkata kalau Seungnyang juga bisa dalam bahaya .
***

Ibu Suri terperanjat mendengar Pangeran Maha ingin ikut pergi ke Goryeo yang jauh  . Maha berkilah bahwa dia ingin menangkap sendiri orang yang terlibat dalam membunuh Ibunda , Tanashiri .
Guru Jang mengatakan kalau pangeran cilik ikut , mereka tidak akan dicurigai pihak Goryeo . Maha memohon Ibu Suri agar mengijinkan . Ibu Suri tersenyum dan mengabulkan permintaan Maha.
***
Guru Jang mendampingi Pangeran Maha menuju Goryeo .  Didalam tandu , Pangeran Maha teringat perkataan Dayang Seo bahwa paman Dangkise masih hidup dan akan menyambutnya dalam perjalanan ke Goryeo .

Kasim Bang , Jeokho dan Jeombakyi melihat Pangeran Maha dalam perjalanan ke Goryeo juga.
Bang dkk memutuskan untuk kembali ke Goryeo juga.
***
Dangkise dkk menghadap Big Boss Eagle House untuk melaporkan masalah Wang Yoo .  Big Boss mengangkat tangan tanpa bersuara . Asisten berkata kalau Big Boss sudah tahu.

Setelah itu Dangkise dan Byeongsoo berlalu . Mereka berdua tahu bahwa itu adalah tangan seorang wanita.  Mereka membahas ini kemudian , dan bertanya2 apakah Ibu Suri atau siapa wanita dalam istana , dan kenapa membantu mereka ?
***
Tal Tal dkk berpapasan dengan Seungnyang dkk di halaman luar .  Seungnyang mengakui memang hendak menemui Tal Tal .

Beralih pada perbincangan Tal Tal dan Seunngyang secara pribadi . Seungnyang bertanya : Guru pernah berkata akan selalu mengawasi bagaimana kami menggunakan harta karun itu ?
Tal Tal mengaku dia telah mengawasi gerak geraik Seungnyang selama lima tahun terakhir dan tahu bahwa Seunngyang menggunakan harta karun untuk menolong rakyat , namun juga untuk menyuap para pejabat agar berpihak pada Seungnyang.
Tal Tal bertanya apakah Seungnyang membantu musuh mereka (maksud Tal Tal  Wang Yoo ) ? .  Seungnyang membantah hal ini walaupun mengakui bahwa perdagangan Goryeo yang menjadi sumber uang untuk membantu Yuan .
Seungnyang berkata bahwa hidup mati dirinya berada ditangan Tal Tal , dan meminta bantuan Tal Tal .
***
PAGE 3 (of 3)

Guru Jang memberitahu Pangeran Maha bahwa mereka telah tiba di Goryeo .  Pangeran Maha tidak senang berada di tanah negara musuhnya.  Mereka langsung menuju istana .
Sementara itu Wang Yoo mendapat laporan dari Kasim Bang tentang kepergian Pangeran Maha ke Goryeo . Wang Yoo terkejut melihat pangeran cilik itu benar2 datang ke Goryeo .  Wang Yoo berkata tidak ada alasan bagi Maha untuk datang ke Goryeo .
***
Pangeran Maha dan Guru Jang dkk sudah tiba di Istana Goryeo dan mendapat sambutan hormat dari para pejabat Goryeo .  Pangeran Maha dipersilahkan masuk , tetapi memilih duduk di luar halaman dan menantikan Wang Yoo sendiri yang keluar menghadapnya.  Maha mengancam akan terus menunggu .
Wang Yoo dan Pangeran Maha saling bersikeras ditempatnya masing2 . Kasim Bang mencoba melunakkan hati Wang Yoo agar mengalah karena Maha masih anak2.
Hari menjelang sore , baik Maha maupun Wang Yoo  masih ngotot menjaga gengsi  di tempatnya masing2. Guru Jang mulai mengomeli para pejabat Goryeo .

Wang Yoo akhirnya melangkah keluar dan mempersilahkan Pangeran Maha untuk masuk .
Pangeran Maha duduk di tahta Goryeo sementara Wang Yoo berdiri bersama para hadirin .  Guru Jang mengumumkan bahwa Wang Yoo harus pergi ke Yuan untuk memberi penjelasan kenapa Goryeo menolak memberi dukungan militer dan tribute kepada Yuan setelah Wang Yoo kembali ke tahta Goryeo .
***

Malam harinya , Wang Yoo terus memandang Maha di meja yang sama .
Maha menegaskan kalau dirinya adalah Pangeran Yuan . Maha bertanya kenapa Wang Yoo berani memandangnya seperti itu . Wang Yoo berkata sering menggendong Maha ketika masih cilik . Wang Yoo mempertanyakan kenapa Maha ikut dalam rombongan Yuan ?
Maha menjawab dia ingin melihat seperti apa wajah pembunuh Ibunda Tanashiri .  Wang Yoo berkata dia juga menyesalkan kematian Tanashiri .
Maha bersumpah akan memberi pelajaran pada Goryeo jika nanti dia menjadi Kaisar. Wang Yoo berpendapat Maha harus belajar lebih banyak lagi .
***

Bisoo bermimpi buruk tentang Wang Yoo .  Bisoo berkeringat dingin saat terjaga.
Mimpi buruknya terbukti menjadi kenyataan ketika Jeokho dan Jeombakyi mengatakan Wang Yoo akan dilengserkan .
***
Wang Yoo sendiri sudah dalam perjalanan bersama Maha dan Guru Jang tanpa menyadari sedang dijebak .  Guru Jang memberitahu bahwa mereka semua akan beristirahat dulu dengan mendirikan kemah di perbatasan Yuan – Goryeo .

Pangeran Maha sibuk memperhatikan Wang Yoo dari balik tandu .  Begitu Wang Yoo memandang balik , Maha langsung menutup jendela tandu .
Malam harinya di kemah , Wang Yoo mengungkap kekhawatirannya tentang Maha yang masih cilik dan melakukan perjalanan jauh seperti ini .  Kasim Bang berkata agar Wang Yoo jangan mempedulikan Maha yang tidak punya hubungan dengannya.
***
Diluar kemah , Guru Jang sedang menantikan seseorang . Ternyata yang ditunggunya adalah Dangkise dkk .  Guru Jang memberikan kesempatan pada buronan nomer satu Yuan untuk menemui keponakannya kali ini saja.

Dangkise menemui Pangeran Maha dan mereka melepas kerinduan satu sama lain , satu2nya keluarga yang tersisa . Dangkise menangis terharu melihat keponakannya yang sudah tumbuh besar.  Dangkise menyatakan penyesalannya tidak bisa melindungi Tanashiri dan meminta pengampunan Maha .
Dangkise bertekad meringkus Wang Yoo dkk . Wang Yoo yang tertidur sempat melakukan perlawanan , tetapi tidak bisa berkutik menghadapi begitu banyak prajurit .
Wang Yoo berhasil diringkus .  Dangkise menampakkan diri sambil tersenyum culas .
Nasib serupa dialami Kasim Bang dan Moosong yang juga tidak berdaya dikepung begitu banyak prajurit .

Wang Yoo – Moosong – Kasim Bang berlutut dalam posisi terikat . Guru Jang membacakan dekrit Tahwan yang asli diumumkan bahwa Wang Yoo akan dilengserkan dari tahta Goryeo karena membantu negara musuh yang sedang berperang dengan Yuan .
***
Keesokan harinya Wang Yoo mulai disiksa Dangkise sepanjang perjalanan . Kasim Bang dan Moosong tidak tahan melihat raja mereka dianiaya .  Moosong meronta dan menghampiri Wang Yoo untuk menjadi perisai bagi cambuk Dangkise.


Kasim Bang memohon pada Maha agar menghentikan semua ini , atau Maha akan mendapat hukuman langit ( red – Kasim Bang tahu hubungan ayah anak antara Wang Yoo dan Maha ) . Maha bingung dan menutup jendela tandu .

Mereka akhirnya tiba ke ibukota Yuan , disambut rakyat Yuan yang marah karena menganggap Goryeo sebagai penyebab kekalahan Pasukan Yuan dari musuh2nya. Byeongsoo dan Jocham juga berada di tengah kerumunan rakyat untuk menjadi provokator.
Sedangkan Dangkise hanya bisa mengawasi diam2 semua itu karena dia buronan nomer satu Yuan .  Dan Bisoo – Jeombakyi dan Jeokho juga melihat semua ini tetapi tidak berdaya .  Bisoo hanya bisa menangis melihat pria yang dicintainya bernasib seperti itu .

Tal Tal mendampingi Wang Yoo memasuki istana . Tahwan keluar menyambut kedatangan Wang Yoo dkk . Disaat bersamaan Seungnyang juga pergi keluar untuk melihat situasi .


Tahwan mengambil pedang dan menghampiri Wang Yoo yang berdiri dalam posisi terikat.   Tahwan dengan pandangan bengis bersiap menghabisi Wang Yoo ditempat.  Seungnyang khawatir melihat hal itu dari kejauhan .

0 comments:

Post a Comment