Friday, September 19, 2014

Sinopsis : Inspiring Generation – Episode 24 (Tamat)

Standard

Inspiring Generation memasuki masa tayangan terakhir dalam minggu ini . Aku sedikit terlambat sejak episode 20 dua minggu lalu . Tetapi berusaha menyelesaikan hingga episode terakhir secara beruntun dalam episode 21 , 22 , 23 , 24 yang dirilis secara bersamaan rekapnya di blog ini .

UPDATE

  • Menambahkan rekap (April 06 , 21:10 WIB)
  • Nantikan updatenya . Disarankan follow twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru.

Rekap

Generation Of Youth/Inspiring Of Age / Inspiring Generation / Age Of Feelings  / Episode 24
Baeksan dkk mencoba mengungsikan cucu Ketua Seul , Ran Ran . Belum sempat memasuki mobil terparkir , mobil2 itu sudah meledak terbakar. Baeksan segera mengamankan Ran Ran .  Diam2 Chigi dan Mangchi mengawasi rencana mereka yang berjalan lancar.




Baeksan melaporkan insiden mobil terbakar pada Ketua Seul . Dan Seul memaki2 betapa dungunya orang2 Joseon karena tega mengincar anak kecil seperti Ran Ran . Baeksan mengusulkan agar menyerang Bangsamtong . Ketua Seul melarang karena prioritas utama adalah menjaga markas Hwangbang , lagipula Baeksan masih cidera dan tidak memungkinkan bertarung untuk sementara waktu .
Seul memerintahkan pertahanan berlapis untuk mengantisipasi setiap kemungkinan buruk serangan Bangsamtong.  Baeksan berkata bahwa pertahanan terbaik adalah menyerang . Seul memaki : Enak saja , keluargamu di Beijing , jadi kamu tidak merasakan bagaimana punya keluarga berada dalam situasi terancam sekarang ini !! Sampai Ran Ran selamat mengungsi ke Hong Kong , jangan lakukan apapun selain menjaga markas kita .
***
Penjagaan Hwangbang diperketat . Ilhwa mengintai semua itu dan berkata pada Jeongtae dan Jaehwa bahwa mereka punya waktu beberapa hari .  Jaehwa lega karena untuk sementara waktu Bangsamtong menjadi aman .

***
Jeongtae merencanakan hal serupa ketika menghadapi Yakuza. Jeongtae memerintahkan Mangchi dan Chigi untuk menjarah kasino dan klub2 milik Hwangbang.


Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 


***
Jaehwa dan Ilhwa mencegat mobil pengiriman candu milik Hwangbang  . Salah satu anak buah Hwangbang mengenali Jaehwa dari cakar besinya .

Mereka semua ketakutan .  Jaehwa berseloroh kalau dia cukup populer. Ilhwa tersenyum dan berkata karena itu dia harus mengenakan kedok . Jaehwa berkata untuk apa , toh Hwangbang'ers itu akan segera mati .
Tentu saja segelintir Hwangbang'ers bukanlah tandingan dari Ilhwa dan Jaehwa.  Mereka semua roboh terkapar.   Ilhwa tersenyum mempersilahkan Jaehwa untuk beraksi .
Jaehwa dan Ilhwa akhirnya membakar kiriman candu / opium milik Hwangbang.  Seperti kita tahu Jaehwa sangat membenci candu karena masa lalu kanak2 yang menyakitkan hatinya . Jaehwa tersenyum puas melihat candu itu terbakar.
***
Shanghai menghadap perwakilan Joseon di kantor Pemerintah Pengasingan Korea (Joseon).  Jeongtae tahu bahwa perang antara Jepang dan Tiongkok akan segera meletus . Jeongtae memohon agar Perwakilan Joseon itu membantu Bangsamtong untuk dijadikan safety zone saat perang meletus . Sang Perwakilan berkata bahwa hal itu bukan wewenangnya.
Jeongtae bertanya kalau begitu harus menemui siapa ? Chiang Kai-shek ? . Perwakilan berkata : Tentu saja jika kamu bisa menemui Mr Chiang , tetapi beliau itu orang yang sangat sibuk sebagai pemimpin nomer satu China , yang tidak bisa ditemui sembarangan hanya karena masalah kecil .
Jeongtae menitipkan pesan bahwa dia memiliki dokumen rahasia Mori Strategy sebagai bargaining power .  Jeongtae menyerahkan beberapa sampel dokumen sebagai bukti sebelum berlalu .

***
Baeksan menerima kabar bahwa Ran Ran sudah selamat diungsikan ke Hong Kong . Seul lega dan memuji kerja bagus Baeksan . Seul menyeringai seperti Iblis menganggap sudah saatnya untuk melancarkan serangan ke Bangsamtong .
***
Malam hari , Baeksan dkk tiba di Bangsamtong untuk menyapu bersih kawasan itu . Baeksan memerintahkan : Tidak peduli siapapun , bunuh siapa saja dan bakar apapun !!!
Namun tidak ada seorangpun yang dijumpai disetiap rumah yang digeledah . Baeksan menjadi bingung dibuatnya.

Tiba2 para anggota dan warga Bangsamtong bermunculan mengepung Baeksan dkk .  Pertempuran besar terjadi . Tentu saja keunggulan berpihak pada Bangsamtong , pertama mereka bertarung di kandang sendiri , kedua karena serangan dadakan lebih menguntungkan , dan ketiga paling tidak ada empat master di Bangsamtong yang harus dihadapi Baeksan . Mereka adalah Old Man Fly , Mo Ilhwa , Jaehwa dan Jeongtae.
Hasilnya sudah jelas , tinggal Baeksan yang menjadi orang terakhir Hwangbang yang masih berdiri . Jaehwa meminta ijin Jeongtae untuk menghadapi Baeksan .
Baeksan dan Jaehwa berdebat sesaat sebelum bertarung . Jaehwa lebih unggul dengan senjata andalan cakar besi menghadapi Baeksan yang belum pulih total karena cidera pasca pertarungan dengan Jeongtae.
Cakar Jaehwa mencabik2 tubuh Baeksan hingga sempoyongan . Jeongtae menghampiri Baeksan dan melayangkan pukulan mematikan ke perut Baeksan .
Baeksan pun tewas mengenaskan di tonton sedemikian banyak Bangsamtong'ers yang berpesta kemenangan .


***
Seul memandang jenasah Baeksan dengan penuh kesedihan mengingat Baeksan-lah yang melindungi Seul selama tiga puluh tahun terakhir .

Disamping jenasah Baeksan berjejer pula mayat2 Hwangbang'ers yang gugur .  Seul mengatakan pada Do-Ggoo dan Tetua Heo bahwa kondisi sedang genting dan menjelang tamat riwayat mereka . Seul memberikan contoh bahwa opium di rampas dan dibakar , kasino dijarah , dan hampir sebagian besar Hwangbang'ers gugur , terlebih lagi Baeksan yang menjadi andalan Seul juga telah mati .
Tetua Heo menyarankan agar Seul berhenti berkonflik lagi .  Ketua Seul yang harganya diri sudah terlampau terluka tidak mau menyerah begitu saja.  Tetua Heo mengeluh kalau dia juga dalam kesulitan karena dokumen yang bocor.
Seul bertanya apa Heo akan berpaling darinya ? . Heo terdiam .
Seul mengancam akan mengungkap jumlah suap yang diterima Tetua Heo selama ini , dan mengancam Heo akan mati jika tidak mau menuruti perintah Seul .
Seul bertekad akan menghabisi Jeongtae dan Bangsamtong.  Tetua Heo berkata untuk misi itu Seul perlu dana dan orang2 , padahal aset Seul sudah dijarah habis2an oleh Bangsamtong.

***

Keesokan hari , Seul dkk mulai menyiapkan serangan balasan . Tetua Heo merasa khawatir jika misi ini gagal akan kehilangan nyawa .  Seul menenangkan agar Heo tidak perlu khawatir.
Pyung'ae dkk mengintai bahwa Hwangbang'ers meninggalkan markas besar polisi dengan membawa muatan .
Part 2 (of 3)

Di tempat tertentu , Jeongtae - Mangchi dan Chigi mengintai iring2an itu dari mobil mereka.  Jeongtae tiba2 merasa curiga kalau muatan barang yang dibawa dalam iring2an itu terlalu sedikit . Jeongtae menyadari mereka dijebak .

Jeongtae segera memerintahkan  Chigi untuk mengemudikan mobil ke tempat Jaehwa - Ilhwa dkk sedang menunggu .
***
Jaehwa - Ilhwa dkk sedang menunggu kendaraan lain yang memisahkan diri sejak keluara dari markas polisi . Barisan paku ditebar dijalan untuk mengempeskan truk yang melintas.
Begitu truk itu kempes dan berhenti karena mogok . Jaehwa - Ilhwa menyerang truk itu dan melumpuhkan supir dan kenek Hwangbang .

Benar saja , Do-Ggoo dkk muncul dari tempat persembunyian dan mulai menembaki para Bangsamtong'ers .  Beberapa anggota Bangsamtong terkena tembakan dan terluka parah . Hanya Ilhwa dan Jaehwa yang luput karena dengan cepat bersembunyi .
Jaehwa dan Ilhwa mulai menyerang balik dan melumpuhkan semua pria bersenjata.   Do-Ggoo masih punya satu andalan , seorang master kungfu yang disewa untuk menghadapi Jaehwa dan Ilhwa.  Ilhwa terperanjat mengenalinya sebagai Master Park Chungga .
Master Park ternyata sangat tangguh karena mampu meladeni Ilhwa dan Jaehwa secara simultan bahkan memukul roboh keduanya.
Jeongtae tiba dan langsung keluar mobil , dan disambut tendangan dari Master Park .  Jeongtae menghindar dengan mulus dan langsung memeriksa keadaan Ilhwa dan Jaehwa .
Do-Ggoo berkata pada Master Park bahwa yang harus dibunuh adalah Jeongtae.  Do-Ggoo menganggap remeh Jeongtae , karena dinilai tidak akan sanggup menandingi skill Master Park . Jeongtae berkata bahwa dalam bertarung yang terpenting bukan skill melainkan keinginan untuk menang.


Jeongtae yang semakin tangguh bisa mengatasi Master Park dengan pukulan beruntun hingga roboh . Melihat hal itu Do-Ggoo lari ketakutan .
Tetapi tak lama kemudian Seul bersama pasukan polisi muncul dan mengepung Jeongtae dkk dengan ancaman senapan .

Seul berujar pada Jeongtae : Kemampuan bertarungmu adalah anugrah dari Langit . Aku tadinya ingin menggunakan skillmu , tetapi kamu dan ayahmu tidak tahu bagaimana berharganya hidup ini .  Aku ingin menghiburmu lebih banyak lagi tetapi aku harus pergi untuk menyediakan dana bagi militer.
Seul mengeluarkan pistol dan bersiap menembak Jeongtae.


Namun muncul pasukan Nasionalis Tiongkok dibawah pimpinan Jendral Boojoo .  Ilhwa tersenyum melihat perkembangan ini . Seul tidak bisa berbuat banyak dihadapan seorang jendral .
***
Seul menghadap Jendral Boojoo dan memberi hormat.  Jendral bertanya kenapa Seul berada didaerah ini ? .

Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 


Jeongtae berterimakasih atas kerjasama ini . Sang Jendral juga memerintahkan pada asistennya untuk mempersiapkan kartu identitas untuk para warga Bangsamtong.  Dengan kartu ini , warga Bangsamtong bisa mengungsi di safety zone ketika perang meletus.
Jendral juga mengingatkan agar Jeongtae memastikan penyerahan dokumen Mori jika keputusan Kuo Min Tang sudah ditetapkan .
Jendral Bojoo berjabat tangan dengan Jeongtae dan berharap agar Joseon (Korea) bisa lekas merdeka .
***
Semua warga Bangsamtong melangsungkan pas foto untuk melengkapi kartu identitas.  Semua tampak senang dan mengomentari pas foto satu sama lain .
Jeongtae tersenyum melihat kegembiraan mereka. Semua berterimakasih pada Jeongtae.
***
Ketua Seul , Tetua Heo dan Do-Ggoo di gelandang di jalan sebagai terhukum . Warga sekitar melempari mereka dengan batu .  Ketua Seul masih membual akan segera bangkit dari keterpurukan ini .

Tiba2 Jeongtae muncul dihadapan mereka. Seul berlutut dihadapan Jeongtae dan menyebut Jeongtae sebagai anaknya.  Jeongtae mendesak Seul agar mau meminta maaf didepan makam Ayah Jeongtae dan Okryeon .
Seul merasa tidak perlu minta maaf , dan tidak ada alasan untuk itu . Jeongtae menghardik apa Seul tidak punya penyesalan terhadap orang2 yang telah dibunuhnya.
Seul bangkit lagi dan berkata : Kamu ..tidak tahu apa hidup ini  . Hidup adalah mulai saat mereka memotong tali pusarmu hingga mati . Perang tidaklah berakhir antara mengambil dan diambil . Jika aku memenangkan perang , aku mengambil apa yang telah menjadi milikku . Lantas , apa aku harus mengakui kesalahanku dihadapan orang2 itu ?
Jeongtae mencengkram Seul dan menghardik : Itu adalah idemu sendiri tentang kehidupan yang menjijikkan  .  Tidak ada seorangpun yang terlahir untuk bertarung. Tetapi jika kamu membuat dunia ini menjadi zone perang , maka kami akan selalu menentanngmu .
Jeongtae menghajar wajah Seul hingga tersungkur berdarah .  Jeongtae bertanya apakah itu sakit ? dan berharap Seul dapat mengenang apa itu rasa sakit untuk selamanya.

Jeongtae hendak berlalu , dan seorang pemuda misterius bercaping menghampiri dan berbisik pada Jeongtae : Jika anda telah selesai , bisakah aku menghabisinya ?
Jeongtae mengiyakan dan kembali berlalu .
Pemuda misterius bercaping langsung menghampiri Seul , dan menudingnya sebagai dalang pembantaian 5000 jiwa di Dandong pada tahun 1927 . Pemuda misterius itu menebas leher Seul dengan pisau . Seul tewas seketika .
***

Jeongtae menghadap memorial tablet di kuil dan berkata pada mendiang ayahnya :  Ayah semua sudah berakhir sekarang . Tetapi sekarang adalah sebuah awal dari hal2 yang ayah inginkan untuk menjadi seseorang yang bisa diandalkan warga Bangsamtong.  Beristirahatlah dalam damai , Ayah .
Kepada memorial tablet Okryeon , Jeongtae berkata akan kembali lagi .
***
Gaya bertanya pada Aoki apa perang sudah dimulai sekarang ? .  Aoki membenarkan dan berkata akan mengambil alih Daeha Restaurant (red - tempat Dokter Jung dkk berada) .
Aoki : Kita akan mengambil alih Daeha Restauranat sampai resimen marinir tiba dipelabuhan . Itu adalah misi terbaru Yakuza.  Deguchi Gaya mengeluh : Aoki-san , komite internasional telah terbentuk di Shanghai dan mereka akan membuat Bangsamtong sebagai safety zone. Apa kamu belum mendengarnya ?
Aoki berkata akan mengambil alih Bangsamtong sebelum hal itu ditetapkan komite internasional dan akan menjadikan Bangsamtong sebagai markas militer .  Aoki mengingatkan Gaya bahwa jika misi ini gagal maka Yakuza akan dibasmi oleh pasukan mereka sendiri , pasukan Jepang.
Part 3 (of 3)

Aoki bangkit dan bertanya pada Gaya untuk terakhir kalinya , apakah Gaya mau bergabung dalam misi atau berdiam diri ?
***
Gaya mengendap2 untuk mencari kesempatan pergi (memberitahu Jeongtae) . Aoki mencegatnya dan bertanya  : Kamu hendak pergi kemana ?  Apa kamu begitu menyukai dia (Jeongtae) ? .

Aoki tampak sedih dan menghampiri Gaya dan memeluknya.  Aoki berkata : Dalam kehidupan kita mendatang (reinkarnasi)  jumpai aku duluan .
***
Keesokan hari di Bangsamtong . Dokter Jung sedang menuangkan air di guci merah besar. Tak lama Jaehwa keluar untuk membantu Jung.
Namun Jaehwa terkejut melihat Aoki dkk muncul .
***

Sementara itu ditempat lain para warga Bangsamtong sedang berdemo didepan kantor pemerintah pengasingan Joseon . Mereka menuntut kawasan Bangsamtong dijadikan safety zone selama perang nanti .
Perwakilan Joseon menghampiri Jeongtae dan berkata kalau Jendral Bojooo sebentar lagi akan tiba.
Benar saja , Jendral Bojooo tiba dan sempat melirik positif kepada Jeongtae , sebelum memasuki gedung kantor pemerintah pengasingan Joseon .
***
Akibat dari kesibukan warga berdemo ditempat lain , Jaehwa nyaris sendirian berhadapan dengan Aoki yang datang dengan belasan anggota Yakuza termasuk Yamamoto .

Aoki berbasa-basi menyapa bekas sekutunya . Jaehwa berkata kalau Bangsamtong akan menjadi safety zone pada hari ini . Aoki berkata sebelum itu terjadi akan mengambil alih Bangsamtong.
Aoki memerintahkan Jaehwa untuk ditangkap . Jaehwa menghardik para Yakuza untuk jangan maju atau akan dibunuhnya.  Jaehwa membaca gelagat buruk dan memerintahkan Dokter Jung untuk mengabarkan Jeongtae segera.
Jung tidak ada pilihan lain selain meninggalkan Jaehwa dan berlari untuk mencari Jeongtae.
Aoki membujuk Jaehwa : Aku tidak ingin darah tertumpah . Aku tidak bisa membiarkanmu tetapi aku akan memastikan kamu tetap hidup .
Jaehwa meledek : Kami tetap akan mati juga toh kalau Jap (red - panggilan derogatif terhadap orang Jepang) datang . Aoki murka karenanya.
Jaehwa berkata kalau dia punya nyali dan siap bertarung . Jaehwa dengan tangan kosong pun bertarung dengan para anggota Yakuza yang bersenjata pedang.
***
Jung terus berlari dan berlari namun disebuah gang dicegat oleh dua anggota Yakuza.  Tiba2 Deguchi Gaya muncul dan mempersilahkan dua Yakuza untuk pergi karena Gaya sendiri yang akan menghabisi Jung.
Jung pasrah . Deguchi Gaya menikam Jung dengan pisau . Tetapi Jung merasa aneh karena tidak merasakan apa2 . Rupanya Gaya berpura2 menikam dengan gagang pisau saja . Jung sama sekali tidak terluka . Gaya berbisik agar Jung tetap berpura2.

Dua Yakuza percaya Gaya telah menghabisi Jung dan segera berlalu .
Gaya lalu mempersilahkan Jung untuk pergi .
***
Jaehwa memukul roboh beberapa Yakuza , namun musuh terlalu banyak untuk dihadapi. Jaehwa mulai kewalahan dan terpojok , bahkan sampai menggunakan kursi untuk melawan .

Jaehwa berhasil merebut salah satu pedang dan melakukan perlawanan kembali .
***
Jeongtae terus berdiskusi diluar gedung dengan Perwakilan Joseon untuk membahas hasil pertemuan Jendral Boojoo didalam gedung.
Tiba2 Jung muncul dan mengabarkan Bangsamtong diserang dan Jaehwa dalam bahaya.
***
Jaehwa tberhasil melukai satu Yakuza lagi , tetapi akhirnya terpojok dengan terbaring di lantai dibawah ancaman pedang para Yakuza.
Aoki menghampiri Jaehwa yang sudah tidak berkutik . Jaehwa berseloroh bahwa cuaca hari ini baik .

Untung saja Jeongtae muncul dan langsung menghabisi para Yakuza yang tersisa dalam sekejap.  Jeongtae memeriksa keadaan Jaehwa. Seperti biasa Jaehwa tersenyum dan sesumbar kalau dirinya itu JAEHWA.

Jeongtae lega mendengarnya dan meminta Jaehwa beristirahat.
Jeongtae berhadapan dengan Aoki .
***
Para warga Bangsamtong masih menungguh hasil baik dari kehadian Jendral Bojooo. Mereka sangat mengharapkan Bangsamtong menjadi kawasan netral , safety zone yang akan menjamin mereka semua luput dari bencana perang.
***

Aoki dan Jeongtae bersiap untuk berduel .  Jelas Aoki bukan tandingan Jeongtae yang semakin tangguh . Jeongtae membuat Aoki babak belur. Aoki dengan harga diri tinggi memaksakan diri terus berdiri dan berdiri walaupun sudah dihajar berkali2.
Ketika Jeongtae bersiap melakukan tendangan mematikan . Gaya muncul memasang badan untuk melindungi Aoki .

Jeongtae menghela nafas dan mengajak mereka semua mengakhiri konflik ini .
Gaya bangkit dan menyatakan bersedia untuk mengakhiri konflik ini . Aoki hanya bisa terdiam karena luka parah .


Tiba2 para warga Bangsamtong kembali dan bergembira mengumumkan pada Jeongtae bahwa Bangsamtong ditetapkan menjadi kawasan safety zone.  Jaehwa juga ikut tertawa bergembira.
Jeongtae masih sibuk saling memandang dengan Gaya.
Tak lama kemudian barisan polisi muncul dan menegaskan kawasan ini dilindungi dari perang yang akan meletus antara China versus Jepang .
***
Jaehwa dan Jung sudah menjadi suami istri . Dan mereka pamit pada Jeongtae dan Ilhwa dalam suasana penuh haru .
Jeongtae bertanya Ilhwa akan pergi kemana ? . Ilhwa berkata akan kembali pada keluarganya . Ilhwa berlalu , dan So So kecewa melihat Ilhwa berlalu begitu saja.
Aoki muncul menemui Jeongtae.
***

Beralih ke sebuah tempat disisi pantai dimana Aoki - Gaya dan Jeongtae bertemu . Aoki kali ini bersikap lebih bersahabat dan bertanya : Berapa nyawa yang kau punyai hingga kau bisa bertahan hingga sejauh ini dalam masa paling sulit sekalipun .  Jeongtae menjawab : Orang2 yang kucintai , aku hanya ingin melindungi mereka saja.
Aoki tersenyum dan berkata mari bertanding lagi lain waktu . Aoki - Jeongtae berjabat tangan sebagai tanda perpisahan .
Aoki berlalu meninggalkan Gaya dan Jeongtae berdua .
Jeongtae bertanya pada Gaya kemana akan pergi ? . Gaya berkata :  Tidak ada orang yang menantikanku , tidak ada tempat yang bisa kutuju .  Aku jadi berpikir kenapa kita sempat bertarung terus menerus ?  Aku akan pergi kesebuah tempat.  Aku akan memulai hidup baru .

Mereka berjabat tangan . Gaya sempat memberikan sebuah amplop untuk dibaca Jeongtae.
Gaya berlalu dari hadapan Jeongtae dan kembali kepada Aoki yang menunggunya di depan mobil
Begitu mobil Aoki dan Gaya pergi , terlihat seorang wanita berdiri dengan kopernya , Cheong'ah !!
Jeongtae terpana melihat adik kandungnya yang sudah lama menghilang dan telah tumbuh menjadi wanita dewasa.  Jeongtae menangis terharu dan mereka berdua saling menghampiri dan berpelukan .


Sebuah narasi dari Jeongtae :  Sekarang tahun 1937 . Meskipun aku tidak tahu dunia akan berubah seperti apa . Kami hanya akan hidup dan mengerahkan segalanya untuk masa sekarang . Untuk melindungi orang2 yang kucintai .

Isi Surat Gaya pada Jeongtae : Peramal di Sinuiju mengambil Cheong'ah kepada seorang dokter misionaris Jerman . Setelah pembedahan sukses , aku bisa menemukan kalau dia itu adikmu , Cheong'ah . Demi kamu dan keselamatan Cheong'ah , aku merahasiakan hal ini dari Shinichi . Aku mengirim Cheong'ah ketempat terpencil di Jepang . Aku mengatakan pada Cheong'ah bahwa dia bisa bersembunyi disana untuk sementara. Dalam kehidupan kita yang mendatang aku berharap dapat hidup di era yang baru .

TAMAT .












0 comments:

Post a Comment