Friday, September 19, 2014

Sinopsis : Inspiring Generation - Episode 23

Standard

Diruangan pesta , Jeongtae bangkit dari meja dan berkata pada para tetua Chirinbang , dan juga Ketua Seul , untuk meminta restu dari semua.  Ketua Seul tidak ada pilihan lain selain setuju .

UPDATE

  • Menambahkan rekap (April 06, 20:10 WIB)
  • Nantikan updatenya . Disarankan follow twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru.

Rekap

Generation Of Youth/Inspiring Of Age / Inspiring Generation / Age Of Feelings  / Episode 22
So So mendampingi Okryeon memasuki ruangan pesta.  Semua , terlebih Jeongtae , terpana dengan penampilan Okryeon yang cantik .

Jeongtae berkata pada Okryeon : Kamu telah menanti sejak lama. Aku tidak akan membiarkan kamu menungguku lagi . Aku tidak akan pernah lagi terlambat.  Okryeon : Aku juga berjanji tidak akan menangis lagi .  Terimakasih atas kedatanganmu .
Jeongtae : Aku cinta padamu .


Jeongtae mencium Okryeon dengan mesra dihadapan hadirin . Para hadirin bertepuk tangan meriah .
Tibalah saat Ketua Seul memerintahkan Baeksan untuk menyiapkan minuman perayaan .
***

Jeongtae dan Okryeon menghadap  memorial tablet mendiang ayahnya Jeongtae .
Jeongtae berkata : Ayah mengingat Okryeon bukan ? Aku akan menikahinya , dan akan menjadi ayah yang baik . Mohon saksikan kami .
***
Cawan arak untuk perayaan sudah disiapkan untuk kedua mempelai . Ketua Seul membuka tutup botol . Dan Okryeon teringat ketika malam kemaren mengintip Baeksan sedang menerima botol misterius itu . Okryeon tiba2 merasakan firasat buruk (bahwa minuman itu beracun) .
Seul tersenyum menyeringai ketika mempersiapkan minuman itu . Seul mengajak semua bersulang di hari bahagia ini .

Ketika Jeongtae dan Seul hendak bersulang , Okryeon tiba2 menarik cawan milik Jeongtae. Seul tersinggung apa mereka curiga minuman itu beracun . Seul mempersilahkan Jeongtae untuk minum agar bisa pergi membawa Okryeon .
Namun diam2 Okryeon menukar cawannya dengan cawan Jeongtae. Mereka bertiga pun akhirnya meminum cawan perayaan itu . Semua bertepuk tangan meriah .
Okryeon langsung mengajak Jeongtae buru2 pergi .  Seul menyeringai puas karena yakin Jeongtae akan mati .
***

Di mobil , Okryeon mulai merasakan gejala keracunan .  Ketika Jeongtae meraih tangan Okryeon dan tersenyum , Okryeon semakin memperlihatkan gejala keracunan .  Okryeon mengajak Jeongtae lekas pulang ke Dae Ha Restaurant.  Okryeon mulai terbatuk2 kesakitan .
***
Jeongtae membopong Okryeon masuk kedalam Daeha Restaurant , dan membaringkan Okryeon ke ranjang . Okryeon semakin ketakutan dan dadanya terasa berat.
Jeongtae bergegas hendak mencari dokter . Namun Okryeon mencegah dan berkata sudah terlambat. Okryeon berkata tidak mau menunggu Jeongtae lagi dan mati sendirian . Jeongtae mendudukkan Okryeon dan merangkul Okryeon diatas ranjang.
Okryeon merasakan kehangatan Jeongtae , dan berterimakasih atas segalanya dari sejak di Sinuiju hingga sekarang.  Jeongtae terisak pula dan bingung apa yang terjadi .
Okryeon : Karena aku tidak berada disini lagi , kamu tidak harus berkelahi sepanjang waktu . Harap bertempur dengan pertimbangan matang.  Bahkan jika kamu berkelahi , kamu harus menang , Jeongtae ku , siapa yang akan merawatmu jika kau terluka ?

Okryeon akhirnya menghembuskan nafas terakhir di bahu Jeongtae.
Jeongtae terisak seperti anak kecil menangisi kepergian Okryeon untuk selamanya.
***
Malam hari , Jeongtae keluar dari Daeha Restaurant . Segenap anak buahnya menunggu diluar dan mencegah Jeongtae yang akan pergi melabrak Hwangbang  .  Namun mereka tidak berhasil mengatasi Jeongtae yang kalap . Bahkan Ilhwa pun harus menerima tonjokan di wajah karena berusaha mencegah juga .
Jeongtae terus berlari menuju markas Hwangbang . Ilhwa memerintahkan segenap anggota Bangsamtong untuk mengejar dan mencegah Jeongtae.

Sebuah kilas balik . Ibunda Okryeon melabrak dan menegur Jeongtae waktu masih di Sinuiju  : Aku masih mengingat wajah ayah Okryeon dan suaranya.  Kamu tahu kenapa ? Karena dia tidak ada didunia ini lagi .  Aku tidak ingin melihat Okryeon hidup sepertiku , tanpa harus khawatir . Aku berharap dia dapat hidup normal ? . Dapatkah kamu melakukan itu padanya ? .
Jeongtae berlari seperti orang gila ditengah malam kota Shanghai .  Dari belakang para anak buahnya terus mengejar .
Jeongtae tiba di depan markas Hwangbang yang sepi karena sudah larut malam . Jeongtae dengan mudah merobohkan dua pengawal yang meronda di depan .
Jeongtae berusaha membuka pintu gerbang sambil memaki : Keluarlah kau , Seul Dooseung , dasar son of a b****h . Buka pintunya !!!
Jeongtae berusaha seperti orang kalap untuk mendobrak pintu dengan tangan kosong. Beberapa anak buah Hwangbang yang sedang melintas memergoki Jeongtae. Namun Jeongtae dengan mudah merobohkan mereka semua.
Para anak buah Jeongtae sudah tiba dan berusaha mencegah Jeongtae. Namun Jeongtae tidak peduli dan hendak kembali membuka gerbang . Tiba2 Jaehwa muncul memukul bahu Jeongtae dari belakang . Jeongtae terperanjat melihat Jaehwa muncul kembali .

Jaehwa mengomel : Lihatlah hyung kalian yang bodoh . Dia ingin masuk kedalam . Biarkan saja dia pergi . Dan kalian para idiot , apakah ingin mati bersama Jeongtae ? Bagaimana kalian bisa mencegah seorang pria yang hanya ingin mati ? Aigooo , bajingan moron . Aku pikir kamu akan menjadi "hyungnim" yang baik setelah kau menggulingkan aku . Tetapi apa yang bisa kau tunjukkan ?
Jeongtae : Yah itu benar , aku tidak bernilai , jadi jangan peduli bagaimana aku akan mati .
Jaehwa :  Ayahmu , apa kau tahu kenapa ayahmu meninggalkan kalian sekeluarga di Sinuiju . Itu karena Ketua Seul  , sebagaimana dia menyandera Okryeon , Ayahmu takut kalau kau , Cheong'ah dan ibumu dijadikan sandera. Karena itu dia merahasiakan keberadaan kalian disana. Apa kamu ingat foto yang kau temukan ?  Setiap pagi Ayahmu melihat foto itu dan menangis . Dimalam hari dia akan mengatakan akan melihat anaknya , Jeongtae dan Cheong'ah . Dia akan berlari seperti orang gila di kereta api . Dia akan kembali sebelum fajar tiba. Dia akan memegang foto itu , menangis hingga matahari terbit. Ayahmu itu khawatir kalau kalian sekeluarga akan dilukai Hwangbang.  Ayahmu yang merupakan orang besar , selagi menangis setiap pagi , dia melindungi orang2 di Bangsamtong . Tetapi sekarang kamu hendak membuang hidupmu yang berharga ?  Lihatlah disekitarmu , lihatlah para warga Bangsamtong .

Jaehwa dengan mata berkaca2 berlutut di hadapan Jeongtae seraya berkata : Walaupun kamu tidak bisa membuat mereka menjadi kaya raya , tetapi terhadap mereka yang mengandalkan kamu , paling tidak kamu harus menjadi tempat bersandar bagi mereka. Hyungnim .
Omelan panjang Jaehwa itu menyadarkan Jeongtae.   Segenap anak buah Bangsamtong ikut berlutut mendampingi Jaehwa seakan memohon pada Jeongtae.
Dan Jeongtae berlutut dan menangis mengatakan minta maaf pada segenap anak buahnya. Jeongtae mengakui kesalahannya.
Part 2 (of 3 )

Ketua Seul menerima kabar dari Baeksan bahwa Jeongtae masih hidup karena Okryeon menukar cawan perayaan itu .  Baeksan mengingatkan bahwa Jeongtae tidak akan tinggal diam dan membalas dendam atas kematian Okryeon .  Baeksan menyarankan Seul untuk menyerang duluan .
Seul berkata : Jangan dulu , orang yang tidak bisa menahan emosi adalah orang yang gampang dibunuh . Kita akan menyerang Jeongtae ketika dia sedang kacau pikirannya.  Tingkatkan saja penjagaaan dan keamanan .  Dan jika kamu merasa Jeongtae bersikap diluar batas , kamu tangani saja dia.
***

Klinik / Restoran Daeha . Jeongtae bertanya tentang racun apa yang digunakan Seul untuk menewaskan Okryeon .  Dokter Jung berkata bahwa itu racun yang sama yang ditemukan dalam jenasah ayahnya Jeongtae.
Jeongtae menyesali andai saja tahu lebih awal . Dokter Jung berkata Jeongtae tetap tidak bisa berbuat banyak jikapun tahu sejak awal karena racun ini adalah jenis racun mematikan .
Jeongtae memohon bantuan Dokter Jung untuk mendapatkan racun serupa.  Jeongtae juga bertanya apa Jaehwa tahu tentang jumlah pengawal di markas Hwangbang dan jadwal pengawal itu bertugas .  Jaehwa terdiam sesaat . Mala So So yang menunjukkan peta buatan Okryeon yang detail tentang markas Hwangbang.
Dalam peta itu digambarkan dimana pengawal ditempatkan , dan jam berapa pengawal berganti jadwal dan dimana saja lokasi yang aman .
Memikirkan hal ini , Jeongtae meminta bantuan Jaehwa.  Dan Jaehwa mempersilahkan Jeongtae memerintahkan apapun .
***

Jaehwa dan Dokter Jung berbincang di pekarangan luar.  Jaehwa berkata : Jeongtae kita , the big brother , kita tidak bisa membiarkan Jeongtae menderita seperti ini .  Dokter Jung mengenang : Seakan Okryeon masih berada disini dan memanggilku unni .
***
Baeksan mengabarkan kabar terbaru tentang Jeongtae kepada Seul . Baeksan melaporkan setelah pemakaman Okryeon , ada yang mengatakan Jeongtae menetap di Daehwa Restaurant selama seminggu .
Seul memerintahkan Baeksan memperketat penjagaan.  Baeksan berkata Seul tidak usah khawatir karena anak buah Baeksan sedang mengawasi gerak gerik Jeongtae secara bergantian .
Ketika Seul bertanya tentang kabar para tetua Chirinbang , Baeksan menjelaskan kalau Jeongtae mengirimkan kotak emas untuk memberi selamat pada Seul . Baeksan menjelaskan kalau Jeongtae telah memberikan emas2 jarahan itu pada para tetua dan kini memberikannya kembali pada Seul .
Seul tersenyum menyeringai seraya berseloroh bahwa mungkin mereka harus lebih sering menggunakan racun untuk memunculkan ketakutan di kubu musuh .  Seul memerintahkan sebagian emas2 itu untuk dikirimkan ke militer , dan sebagian lagi untuk perdaganan opium.
Seul juga mengungkap ide untuk memulai penjualan opium di Club Shanghai . Baeksan merasa hal ini lebih sulit sekarang karena para anak buah Jeongtae menjaga dengan ketat.

Tiba2 Do-Ggoo muncul dan menyuguhkan ginseng langka berusia tujuh tahun untuk mengucapkan selamat pada keberhasilan Seul .  Do-Ggoo membujuk bahwa minuman itu dapat memulihkan energi .
Seul merasa tersanjung dengan jilatan Do-Ggoo ini . Do-Ggoo mengungkap hasrat untuk menjadi Presiden Club Shanghai (menggantikan Jeongtae ) . Ketua Seul tersenyum dan meminum suguhan Do-Ggoo sampai habis dan berkata dengan lantang merasa muda kembali .
Salah satu anak buah menghadap melaporkan ada masalah serius di dapur.
Seul dkk segera ke dapur dan terperanjat melihat beberapa anak buah Hwangbang tergeletak tewas di lantai .  Seul sadar kalau dia telah diracuni dan menghajar Do-Ggoo yang memberikan minuman itu tanpa sadar itu adalah racun .
Seul panik dan bergegas meminta IPECAC untuk menetralisir racun .
***


Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 


Seul bangkit dan berlalu dari ruangan karena ada urusan bisnis . Baeksan berjanji akan membunuh Jeongtae.
Jeongtae - Baeksan siap bertarung dikala mereka tinggal berdua saja. Baeksan berkata telah menantikan saat ini dari sejak di Sinuiju . Jeongtae pun sesumbar akan membuat Baeksan menyesal karena telah membuat Jeongtae datang ke Shanghai .  Baeksan mengklaim dia sudah lama menyesal , dan jika membuat Jeongtae mati sekarang , alangkah melegakan .
Jeongtae meledek apa Baeksan takut ? . Baeksan menggerutu kalau Jeongtae semakin over pede .
Mereka akhirnya bertarung .  Pertarungan awal relatif seimbang namun diakhiri dengan pukulan mematikan Baeksan ke perut Jeongtae.  Namun Jeongtae yang sudah menguasai cara menetralisir hantaman tetap berdiri dengan tenang.
Jeongtae menerka Baeksan menggunakan jurus Cheulsajang (penetrasi kekuatan dalam ) . Baeksan mengeluh kalau menggunakan jurus andalan itu kepada Jeongtae sama dengan penghinaan terhadap ajaran gurunya.  Jeongtae balas meledek kalau Baeksan sedang menantikan bantuan dari para pengawal yang akan berganti shift.

Mereka kembali bertarung. Kali ini Jeongtae memperlihatkan dominasi dan melancarkan serangan mematikan ke tubuh Baeksan hingga Baeksan terkapar ke lantai tak berdaya dan semaput.

***
Disebuah kuil , Jeongtae menghadap meja duka dimana memorial tablet para rekan2 yang gugur disimpan disana. Jeongtae meminta maaf pada mendiang Ibunda Okryeon karena tidak bisa melindungi Okryeon .  Jeongtae berjanji akan membalas dendam .

Deguchi Gaya muncul disamping Jeongtae , dan meletakkan karangan bunga di depan memorial tablet Okryeon .
Gaya berkata : Okryeon pernah mengatakan padaku agar akau tidak melukai Jeongtae.  Setelah mengatakan itu , Okryeon malah membuat kamu lebih terluka dengan meninggalkan kamu duluan .
Gaya memberitahu Jeongtae bahwa Cheong'ah masih hidup . Jeongtae terperanjat dan mendesak Gaya untuk mengatakan Cheong'ah berada dimana sekarang.  Gaya tidak mau memberitahu , dan berkata nanti saja jika masalah konflik sudah beres.  Jeongtae tetap bersikeras hendak menemui Cheong'ah .

Deguchi Gaya melarang dengan alasan Jeongtae dalam posisi tidak bisa melindungi orang yang dicintai (sebagaimana Okryeon yang telah tewas) . Jeongtae akhirnya mengalah dan berpesan agar Gaya menjaga Cheong'ah baik2 untuk sementara waktu .
(Part 3 of 3)

***
Jeongtae muncul dihadapan para tetua Chirinbang termasuk Ketua Seul yang sedang berpesta .  Ketua Seul tentu saja terperanjat mengetahui Jeongtae masih hidup (padahal memperkirakan Jeongtae sudah mati ditangan Baeksan) .
Salah satu tetua bertanya bukankah Jeongtae sedang berduka atas kematian Okryeon ?


Jeongtae berkilah bahwa memberi selamat pada "ayah"-nya yakni Ketua Seul lebih penting untuk dilakukan . Jeongtae meniru cara Seul , dan menyuguhi minuman perayaan pada semua . Giliran Seul yang paranoid sendiri membayangkan racun .
Seul terpaksa menutupi senyuman dihadapan para rekan2 Chirinbang.  Jeongtae meminum sendiri minuman untuk meyakinkan minuman aman . Jeongtae berlalu dari hadapan mereka semua.
Seul lalu memanggil Do-Ggoo untuk dihubungkan telepon .
***
Seul meminta Do-Ggoo untuk membantu menghubungkan dengan markas Hwangbang.  Namun Do-Ggoo mengalami kesulitan menghubungi markas Hwangbang .
Seul mulai khawatir , merebut telepon dari tangan Do-Ggoo dan meminta operator untuk dihubungkan dengan Departemen Keamanan sekarang juga .
Begitu telepon terhubung , Seul meminta Tetua Heo  agar mengirim  orang2 ke Club Shanghai sekarang juga.  Tetua Heo menolak karena sedang berada dalam urusan penting dan berjanji akan menghubungi kembali .

Seul semakin panik dan bingung dan meminta Do-Ggoo untuk mempersiapkan mobil .
***

Beralih pada Tetua Heo yang ternyata sedang diancam todongan pedang dileher oleh seorang swordman Jepang . Deguchi Gaya pun sedang duduk santai diruangan itu .
Tak lama seorang perwira masuk ruangan membawa Aoki untuk dibebaskan . Swordman itu bersembunyi dibalik tembok untuk berjaga2 .

Tetua Heo berkilah pada Aoki : Aku memanggilmu karena aku punya sesuatu yang harus diperiksa.  Setelah perwira itu meninggalkan ruangan , Gaya langsung membebaskan ikatan tali ditangan Aoki .
Sang Swordman pun muncul dari tempat sembunyinya dan memperkenalkan diri sebagai Murada.  Aoki heran kenapa Murada datang menyelamatkannya . Gaya menjelaskan Murada punya informasi rahasia tentang musuh .  Aoki bertanya apa Murada sudah mendengar tentang kematian Denkai .
Murada membenarkan : Seorang swordman seperti kita akan mematuhi perintah dari pemimpin yang baru sebagaimana kita lakukan sebelumnya kepada pemimpin lama.
Aoki kini memandang tajam Tetua Heo . Dan Heo buru2 berdiri dan berkata urusan sudah selesai sejak Aoki dibebaskan . Namun Gaya mengambil pedang Murada dan menodongkan keleher Tetua Heo .

Gaya mengancam :  Ketua Heo , kamu telah mengambil uang milik kami , jika kamu membuat kesalahan yang sama lagi , aku tidak akan puas dengan hanya memberikan kamu peringatan saja .
Tetua Heo ketakutan dan mengiyakan .
Gaya mengajak Aoki berlalu pergi .
***

Seul meninggalkan ruangan untuk bersiap pulang . Namun Jeongtae sedang berdiri menunggunya.
Seul berkata : Jika kamu ingin membunuhku lakukan sekarang juga . Jika tidak , kamu tidak akan punya kesempatan lagi untuk membunuhku .  Jeongtae : Sudah aku katakan padamu , aku akan menghisap darahmu perlahan2 , dan membunuhmu perlahan2.  Seul : Membiarkan aku pergi hidup2 dari tempat ini , kamu akan menyesal nanti .
Jeongtae : Tetapi aku melihat cucu kesayanganmu yang bernama Ran Ran bukan ?
Seul langsung panik mengira Jeongtae sedang mengancam dengan menjadikan Ran Ran sebagai sandera.  Seul gusar dan mengancam balik akan membunuh dan mencabik2 Jeongtae jika berani mengusik cucunya , dan Bangsamtong juga akan dihancurkan .
Jeongtae bersikap santai menghadapi ancaman ini .
***
Begitu Seul pulang ke rumah , dia langsung mencari Ran Ran , dan merasa lega karena cucunya masih ada ditempat. Namun terror psikologis yang ditebar Jeongtae mulai mempengaruhi mental Ketua Seul .

Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 


Gaya dan Yamamoto terperanjat , artinya mereka semua tidak punya pilihan antara sukses atau mati .
***
Dengan bantuan So So yang bisa membaca aksara hanzi / kanji , Jeongtae mengetahui bahwa dokumen yang berada ditangannya adalah Mori Strategy  , sebuah persiapan sebelum perang , dan rencana untuk memalsukan uang Tiongkok untuk menggoyang perekonomian Tiongkok . Jika uang palsu itu mulai beredar maka uang Tiongkok tidak ada beda dengan kertas toilet yang tidak bernilai .
***
Seul yang stress memeriksa pedang , dan sangking tidak ada kerjaan menodongkan pistol kearah Do-Ggoo untuk main2.
Baeksan muncul setelah  keluar dari rumah sakit dan sudah sembuh kembali .  Seul masih mencerca Baeksan bisa kalah dari Jeongtae.
Seul bertanya apa dana untuk militer sudah dikirimkan ?  . Baeksan berkata bahwa cadangan emas sudah hilang entah kemana.
Seul menjadi geram karena dana itu penting untuk dana militer . Seul akhirnya memerintahkan Baeksan untuk memeriksa kondisi finansial di kasino dan bank milik Hwangbang.
Seul bertanya kapan kiriman opium tiba. Baeksan menjawab 4 hari lagi . Seul memerintahkan Baeksan untuk menahan diri dari konflik sampai Ran Ran berhasil diungsikan ke Hong Kong. Setelah Ran Ran aman , Seul merasa siap memulai pertempuran baru nan mematikan .

0 comments:

Post a Comment