Friday, September 19, 2014

Sinopsis : Inspiring Generation - Episode 22

Standard

Jeongtae mempersiapkan para anak buahnya untuk bersiap bertempur . Jeongtae berpidato laksana seorang jendral yang akan maju ke medan perang .

UPDATE

  • Menambahkan rekap (April 06, 20:10 WIB)
  • Nantikan updatenya . Disarankan follow twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru.

Rekap

Generation Of Youth/Inspiring Of Age / Inspiring Generation / Age Of Feelings  / Episode 22

Jeongtae : Dalam beberapa jam dari sekarang , sebuah perang akan meletus . Dan mungkin pertama kalinya bagi kita orang2 Joseon untuk mengumumkan perang . Tetapi sekarang , dengan hanya kekuatan kita , kita tidak bisa menghancurkan Hwangbang dan Yakuza. Jadi kita akan mengenakan seragam Hwangbang dan menyerang Yakuza duluan . Dan setelah kekuatan kita terkumpul , kita akan menyerang Hwangbang .

Para anak buah Jeongtae berteriak antusias : Kita akan menang !!!
***
Jeongtae menunggu kemunculan Seul di depan gerbang Hwangbang . Lalu mereka berdua pergi bersama dengan mobil untuk melayat Denkai .  Baeksan melepas kepergian Seul dengan sedikit khawatir.

Di mobil , Seul bertanya apa Jeongtae sudah mengamankan Club Shanghai  ? . Jeongtae membenarkan dan bertanya apa Seul sudah menyiapkan 300 anggota Hwangbang ? .
Seul berkata kalau dia bisa memobilisasi kekuatan Hwangbang dalam sekejab hanya dengan satu hubungan telepon saja.  Jeongtae lega mendengarnya dan menagih janji Seul untuk melepaskan Okryeon jika misi ini berhasil .  Seul meminta Jeongtae untuk menghancurkan Yakuza dulu . Jeongtae yakin bisa menang dan mengingatkan Seul untuk memegang janjinya.
Mereka berdua tiba di markas Yakuza .

Gaya melihat kemunculan Jeongtae dan menjadi khawatir . Gaya menarik Jeongtae dan berbisik agar Jeongtae lekas pergi agar bisa tetap hidup .  Jeongtae menjelaskan kalau dia bukan bertarung untuk Hwangbang , dan meminta Gaya untuk tidak usah khawatir.

Gaya mengingatkan Jeongtae untuk tetap hidup agar bisa bertemu dengan seseorang yang sangat Jeongtae nantikan . (Red - Maksud Gaya sepertinya adalah Cheong'ah , adik kandung Jeongtae yang sudah lama hilang) .
Melihat kemunculan Aoki , Seul lantas mempermasalahkan kenapa seorang direktur intelijen  Jepang seperti Aoki bisa punya ikatan dengan Yakuza ? .  Aoki berkilah hanya mampir karena mengenal Denkai sejak dulu .
Aoki bertanya balik apa maksud Seul hadir melayat ? . Ketua Seul berdiplomasi bahwa seorang musuh lama seperti Denkai bisa berubah menjadi teman , karena itu hendak memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Denkai .
Sebelum Aoki berlalu , Aoki berbisik selamat tinggal pada Jeongtae seakan Aoki yakin melihat Jeongtae untuk terakhir kali (akan mati )  .
Aoki berlalu .
Gaya mempersilahkan Seul dan Jeongtae masuk kedalam ruangan .

Jeongtae berbisik pada Seul bahwa gerbang depan telah ditutup . Seul khawatir Yakuza akan melancarkan perang disaat dia dan Jeongtae berada di acara perkabungan Denkai .
Jeongtae berkata kalau Yakuza akan melancarkan serangan langsung jadi tidak masalah bagaimana mereka berada sekarang . Seul bertanya : Kamu sudah tahu hal ini tetapi masih juga membiarkan aku datang kesini ?
Jeongtae berkata : Kamu dan aku kesini untuk menunjukkan bahwa Hwangbang dan Club Shanghai kosong melompong sekarang.  Segera setelah Aoki meninggalkan tempat ini , dia akan menyerang Club Shanghai dan Hwangbang bersamaan .  Sampai Yakuza memindahkan prajurit2 mereka , kamu dan aku bertanggungjawab untuk apa yang terjadi disini .
Jeongtae mengatakan hal itu sambil bersiaga penuh mengantisipasi serangan mendadak dari para anak buah Yakuza di ruangan ini .
Ahka muncul kedalam ruangan . Gaya mengumumkan perang telah dimulai .

Ahka mulai menghampiri Jeongtae - Seul dengan sikap mengancam . Ketua Seul ketakutan dan berlindung dibalik Jeongtae. Gaya mengumumkan perang telah dimulai .
Seul berbisik pada Jeongtae : Ayahmu (ayah angkat) dalam bahaya , Jeongtae .
Ahka memulai serangan , tetapi langsung dipukul mundur oleh Jeongtae.

Seul berbisik kembali pada Seul , tak mengira Seul begitu gugup menghadapi situasi ini .  Seul dengan jengkel berkata : Terimakasih kamu telah mengajari aku bagaimana berharganya hidupku .
Jeongtae berkata pada Ahka bahwa dialah lawannya.
Ketua Seul berpikir dalam hati : Dasar (Jeongtae) bajingan yang arogan. Jadi kalau aku tidak memegang janji , dia sedang mengatakan aku bisa mati disini .
Ahka bangkit kembali dan mengancam akan memenggal Jeongtae di altar kematian Denkai .
***


Aoki dan segenap pasukan mulai beraksi di Club Shanghai . Aoki dkk masuk ke dalam . Ilhwa dkk mengamati semua itu dan siap beraksi dalam misi yang lain .
Aoki memerintahkan para prajurit untuk memeriksa setiap inchi ruangan di Club Shanghai untuk menemukan dokumen Aoki yang dicuri Jeongtae.
***

Karena Jeongtae sedang berjuang di markas Yakuza , maka misi Bangsamtong dipimpin oleh Ilhwa sebagai second leader.  Ilhwa memerintahkan Chigi dkk untuk beraksi di tempat yang sudah ditentukan .
Sementara Ilhwa , Old Man Fly , So So dan Chigi menuju kantor telepon .
***
Asistennya Aoki bersama kawalan pasukan Jepang lain tiba di markas Hwangbang.  Baeksan menyambut kedatangan mereka . Asistennya Aoki memperlihatkan surat penggeledahan untuk mencari bukti opium .

Baeksan mempersilahkan mereka untuk memeriksa dimanapun , dengan satu syarat , kalau opium tidak ditemukan , maka kontingen Jepang akan terancam di pecat.

Bersamaan dengan itu , Baeksan memanggil para anggota Hwangbang yang bersenjatakan pedang . Hal itu selain memperlihatkan taring Hwangbang , Baeksan juga hendak mengerahkan anak buahnya untuk mengawasi penggeledahan ini agar tidak terjebak oleh siasat Aoki .

Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 


Mereka mulai beraksi . Ilhwa mempelajari peta bahwa kekuatan Yakuza bertumpuk di markas besar Yakuza itu sendiri . Tugas Ilhwa sekarang menjadi komandan misi untuk mencerai beraikan kekuatan Yakuza.
***
Ahka memaksakan diri bertarung walau posisi sudah kalah . Jeongtae menjadikan Ahka menjadi bulan2an . Jeongtae memberikan satu pukulan telak ke wajah Ahka . Jeongtae berlalu kembali kedalam ruangan karena sudah merasa pasti menang.
Seul tersenyum puas melihat kemenangan Jeongtae.
Jeongtae berdiri berhadapan dengan Gaya dkk . Ahka mencoba melangkah namun akhirnya muntah darah dan tubuhnya lumpuh tidak bisa bergerak lagi . Ahka tersungkur ke lantai .

Gaya menyimpulkan : Syaraf dalam tubuh Aoki lumpuh karena berulang kali menerima hantaman yang mengarah ke titik vital tubuh .
***

Ilhwa masih menunggu kabar dari Jeongtae.  Ilhwa menjelaskan : Strategi pertama adalah menceraiberaikan Yakuza . Sebelum kita menyerang Standard Bank , kita akan menyerang cabangnya duluan untuk memancing para anak buah Yakuza.  Kalian akan membuat sambungan telepon dari Standar Bank milik Yakuza ke markas Yakuza.
So So mulai beraksi sebagai operator.
***
Ketika Ahka sudah tidak bisa bertarung lagi . Anak buah Yamamoto datang melapor pada Yamamoto bahwa cabang Barat Yakuza menelepon dan mengaku telah diserang.
Yamamoto berlalu dari ruangan untuk mengurusi masalah ini .
Gaya memandang Jeongtae dan bertanya apa dia pelakunya ? .

Gaya mempersiapkan pedang kembarnya untuk bersiap bertarung dengan Jeongtae.
***
Yamamoto menerima telepon (dari So So sebagai operator ) bahwa cabang Utara menghubungi .  Tetapi So So mengalihkan telepon kepada telepon di meja yang sedang ditunggui oleh Chi Gi .


Chi Gi dengan akting yang meyakinkan sebagai voice actor memberi kesan panik bahwa cabang utara benar2 telah diserang .  Yamamoto panik karenanya. Ilhwa juga turut mendengar sambil memberi isyarat pada yang lain agar tidak tertawa.  Yamamoto bertanya memangnya para pengawal ngapain saja . Chigi berkata bahwa semua pengawal telah mati .
Ilhwa memberi isyarat pada Chigi untuk menutup telepon .
Yamamoto terkecoh dan mengerahkan dua unit team Yakuza untuk segera bertindak .
Step 1 berhasil . Ilhwa menggerakkan bidak di peta seakan sedang bermain catur.  Ilhwa memerintahkan sambungan telepon dari casino milik Yakuza ke markas Yakuza.
Di markas Yakuza , Yamamoto kembali menerima telepon dari Casino .  Kembali Ilhwa dkk berhasil membuat kesan bahwa Casino benar2 sedang diserang.
Part 2 (of 3)

Begitu tahu cabang Timur terletak lebih dekat menuju casino , Yamamoto berusaha menghubungi cabang Timur.  Sempat terjadi insiden kecil ketika So So sebagai operator salah mengalihkan telepon ke sebuah teahouse.
Ilhwa langsung stress melihat kesalahan So So . Untung saja rencana tetap berjalan lancar. Yamamoto tidak curiga , dan So So mengalihkan telepon ke pesawat telepon yang sedang ditunggui oleh Old Man Fly .
Yamamoto memerintahkan cabang Timur untuk mengerahkan seluruh kekuatan menuju Casino . Old Man Fly sebagai voice actor berkata dengan meyakinkan bahwa cabang mereka juga sedang diserang.
Yamamoto putus asa dan tidak ada pilihan lain selain mengerahkan dua unit lagi dari markas menuju TKP . Akibat dari keputusan Yamamoto , markas besar Yakuza kehabisan pengawal dan rentan untuk diserang.

Kini Ilhwa merencanakan tahap dua rencana besar ini , yakni mengerahkan anggota Bangsamtong untuk menjarah bank milik Yakuza yang tidak terjaga.
***

Mangchi dkk mulai beraksi di Standar Bank .  Mangchi sebagai komandan memerintahkan untuk mulai bergerak dengan mengenakan penutup wajah agar tidak dikenali .
***
Di Biro Telepon , Ilhwa dkk menerima kabar dari Standard Bank bahwa ada perampok muncul .  Pihak bank meminta mengabarkan hal ini pada polisi . Tentu saja kabar ini menggantung ditangan So So sebagai operator.
Ilhwa berkata bahwa sekarang tinggal menanti kabar baik dari Jeongtae.
***

Gaya dan Jeongtae siap bertarung . Tetapi Yamamoto muncul untuk mengabarkan bahwa bank milik Yakuza telah dirampok .  Gaya bertanya dimana para pengawal . Yamamoto mengakui bahwa dia telah mengerahkan seluruh kekuatan Yakuza untuk melindungi cabang2 Yakuza dan Kasino .  Yamamoto khawatir jika bank diserang dan dana dari Osaka dan Shanghai akan dalam bahaya.
Gaya memandang Jeongtae sesaat kemudian berlalu . Jeongtae seakan menyesal membuat Gaya dalam situasi sulit.

Seul tersenyum karena tahu rencana Jeongtae berhasil . Seul bahkan bertepuk tangan memuji strategi Jeongtae yang brilian .
***
Gaya dan Yamamoto memasuki ruang komando . Gaya bertanya dimana Aoki sekarang ?  . Yamamoto berkata Aoki mungkin sedang di Club Shanghai . Gaya memerintahkan untuk menghubungi Aoki .
***
Seul dan Jeongtae keluar hidup2 dari markas Yakuza dan memasuki mobil mereka.   Seul bertanya apa rencana Jeongtae selanjutnya ? . Jeongtae berkata mereka bisa mengatasi pasukan Yakuza yang sudah tercerai berai , satu demi satu .
***
Aoki kesal karena Club Shanghai kosong melompong dan penggeledahan tidak berhasil memuaskan . Salah satu anak buah melaporkan bahwa tidak ada dokumen sama sekali , yang ada adalah peta dimana lokasi2 Yakuza sudah ditandai .
Aoki memasuki ruangan Jeongtae yang kosong melompong. Aoki memandang peta dimana lokasi2 Yakuza sudah ditandai Jeongtae dkk .
Telepon berdering . Gaya memberitahu Aoki bahwa bank mereka sudah diserang , demikian pula dengan cabang2 yang lain .  Aoki terperanjat ketika mendengar bahwa markas besar Yakuza hanya menyisakan 12 pengawal .
Aoki meminta anggota Yakuza yang tersisa untuk melindungi markas utama . Gaya melarang Aoki untuk melibatkan pasukan militer karena akan berbahaya jika ketahuan terlibat dengan Yakuza. Gaya berjanji akan mengatasi hal ini .
***
Jeongtae bergabung dengan Ilhwa dkk di kantor telepon . Mereka membahas rencana berikutnya. Mereka menyimpulkan bahwa para Yakuza sudah lelah karena laporan palsu ini , sekarang giliran orang2 Hwangbang untuk beraksi .
Old Man Fly senang karena Yakuza dan Hwangbang saling bertempur , dan Bangsamtong tinggal mengambil keuntungan .  Jeongtae bertanya dimana Mangchi .
***

Mangchi dkk berhasil menjarah Standar Bank dan membawa kabur uang sedemikian besar.
***
Jeongtae mengirimkan orang2 Hwangbang (sebagaimana janji Ketua Seul untuk meminjamkan pasukan) untuk bertempur dengan orang2 Yakuza.

Tawuran besar pun terjadi dijalanan antara Hwangbang versus Yakuza.

Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 

Aoki tidak peduli jabatannya dan lebih mengkhawatirkan keselamatan Gaya dan Yakuza. Aoki tetap memerintahkan untuk mengirim tentara.

***
So So mendapat kabar terbaru tentang Aoki yang sedang menuju Standard Bank .  Jeongtae memerintahkan So So untuk melakukan telepon terakhir .
***
Gaya kewalahan menghadapi keroyokan orang2 Hwangbang yang berjumlah lebih banyak . Gaya terjengkang saat menerima hantaman dari seorang anggota Hwangbang . Gaya berada diujung tanduk , namun Aoki muncul menembaki para anggota Hwangbang.
Setelah itu Aoki mengeluarkan pedang dan menghabisi beberapa anggota Hwangbang.  Asisten Kuroda tiba bersama pasukan . Aoki memerintahkan pasukan untuk membunuh semua anggota Hwangbang yang tersisa.
Sebelum hal itu terjadi ,  Tetua Heo , salah seorang Tetua Chirinbang yang juga menjadi Kepala Keamanan / Polisi juga sudah tiba .  Tetua Heo menodongkan pistol kearah Aoki dan menuduh Aoki telah menggunakan pasukan militer untuk kepentingan pribadi .


Aoki menghampiri Tetua Heo .  Aoki berkata : Bukankah sudah cukup jika aku mengundurkan dari jabatanku ? . Tetua Heo bersikeras hendak menangkap Aoki demi pemeriksaan lebih lanjut.  Aoki menegaskan akan mengundurkan diri sekarang juga dan meminta dibiarkan pergi .
Tetua Heo kembali menodongkan pistol untuk mengancam Aoki agar bersedia ditangkap .  Aoki membela diri bahwa hampir semua petarung Yakuza gugur dalam pertempuran kali ini . Jika Heo bersikeras menangkap , bukankah Hwangbang yang lebih diuntungkan ?
Aoki mendesak Tetua Heo untuk melepaskan Gaya.  Tetua Heo menolak permintaan ini . Aoki mengungkit Tetua Heo yang menerima suap dari kubu Jeongtae agar dibiarkan masuk ke kantor telepon .

Tetua Heo tertawa akhirnya tetap menangkap Aoki , namun melepaskan Gaya.
Part 3 (of 3)

Jeongtae dkk kembali ke Club Shanghai dalam suasana riang karena kemenangan ini .  Mangchi dkk pun tiba membawa barang rampokan dari Standard Bank . Semua terperanjat karena nilai uangnya cukup besar , hampir setara pemasukan Club Shanghai selama lima tahun .  Mangchi mengatakan bukan saja uang , tetapi mereka juga berhasil mendapatkan peti2 berisi emas , dan Mangchi berkata dana itu akan cukup untuk membelikan rumah dan mendapatkan kartu id bagi semua warga Bangsamtong .

Jeongtae menganggap datar saja kemenangan ini . Mangchi dkk berkata bahwa ayah Jeongtae pun tidak sanggup melakukan ini . Mangchi berkata Jeongtae akan dikenang dalam sejarah Bangsamtong sebagai pemimpin terbesar.
Semua berharap untuk mengadakan pesta kemenangan . Jeongtae berkata nanti saja.  Ilhwa membujuk bahwa Okryeon memang penting , tetapi berharap Jeongtae mempertimbangkan warga Bangsamtong juga.  Jeongtae akhirnya bersedia .
***
So So melaporkan pada Okryeon bahwa Bangsamtong telah mengalahkan Yakuza tanpa meneteskan darah sedikitpun .

Okryeon bertanya bagaimana dengan Aoki ? .
So So menjelaskan Aoki terjebak oleh Jeongtae dan ditangkap polisi .  Okryeon senang karena Jeongtae berhasil membalas dendam pada Aoki , sang pembunuh Ibunda Okryeon dan Ahjusshi Choi .
Okryeon terkejut pula mendengar So So mulai menyebut Jeongtae sebagai Shin Daehyung ( The Big Brother Shin Jeongtae )
***
Baeksan melaporkan rekap korban pertarungan : Sekitar  70 anggota Yakuza tewas dan 100 mengalami cidera , dan sisa dari mereka ditahan oleh pemerintah.  Aku rasa anda dapat menyebut ini sebagai pembantaian .
Seul tersenyum puas : Akhirnya kita bisa menyingkirkan Yakuza ?  Lalu bagaimana dengan orang2 kita ?
Korban Jiwa versi Baeksan :
  • Yakuza : 70 tewas dan 100 cidera .
  • Hwangbang : 24 tewas dan 80 cidera.
  • Bangsamtong : 0 tewas dan o cidera.
Baeksan menambahkan bahwa Jeongtae (Bangsamtong) juga menambahkan uang dan emas jarahan yang besar setara dengan lima tahun penghasilan Club Shanghai . Seul jadi geram mendengar Bangsamtong mendapat keuntungan tanpa kerugian sedikitpun .
***
Di Club Shanghai . Jeongtae dkk sedang menikmati hiburan para penari yang pentas diatas panggung.  Hanya So So , Jeongtae dan Ilhwa yang tidak (terbiasa) menikmati pertunjukkan tersebut. Dikala hampir semua termasuk Old Man Fly dkk bergabung ikut menari diatas panggung , Ilhwa memberi isyarat pada Pyung'ae untuk tidak ikut2an .

***

Ilhwa dan Jeongtae merencanakan langkah selanjutnya.  Ilhwa sambil memegang emas2 hasil jarahan bertanya apakah Jeongtae tidak memberikan kata sambutan ?
Jeongtae berkata pertempuran belum berakhir sampai Ketua Seul mati .  Ilhwa dapat menerka Jeongtae akan mengundang Ketua Seul ke pesta dan menyerangnya.
***
Atas perintah Jeongtae , Chigi dan Mangchi mempersembahkan beberapa bagian emas hasil jarahan kepada Ketua Seul di markas Hwangbang . Seul tersenyum puas melihat emas2 itu , namun mengungkit bahwa rumor yang beredar mengatakan Jeongtae mendapatkan emas lebih banyak . Ini berarti Seul bermaksud meminta bagian lebih banyak .
Chigi mengatakan Jeongtae akan memberikan sisa emas asalkan Seul mau hadir ke pesta dengan membawa Okryeon bersama.  Seul langsung menerka Jeongtae sedang berusaha menjebaknya , dan menolak hadiah emas ini .
***

Setelah rencana awal gagal , Jeongtae kembali berunding dengan Ilhwa untuk membahas langkah alternatif . Jeongtae mencetuskan ide untuk pesta pertunangan dirinya dengan Okryeon . Jeongtae meminta bantuan Ilhwa untuk menyampaikan pesan pada para tetua Chirinbang untuk hadir di pesta ini .
Isi Pesan : Besok , Jeongtae pergi bersama Ketua Seul untuk duduk bersama di pesta pertunangan . Mohon datang dan memberikan selamat kepada kami .
Ilhwa dapat menerka Jeongtae hendak menggunakan para tetua Chirinbang sebagai bemper.  Jeongtae meminta Ilhwa menyampaikan pesan bahwa hasil jarahan emas dari bank milik Yakuza akan dibagikan rata pada para tetua Chirinbang sebagai iming2.
Jeongtae mengungkap bahwa dia tidak bisa menggunakan uang haram tersebut jadi lebih baik dibagikan saja pada para tetua Chirinbang.
***

Dokter Jung dan So So mengantarkan gaun penganten . Okryeon begitu antusias menerima gaun itu dan terus tersenyum berkata bahwa Jeongtae ternyata memegang teguh janjinya untuk datang .
***
Jeongtae juga sedang mencoba jas pengantennya.  Ingatan Jeongtae kembali pada beberapa tahun lalu , masa lampau di Sinuiju ketika Jeongtae gagal bertemu kencan dengan Okryeon , padahal Jeongtae sudah membelikan cincin ketika itu .
***
Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 

So So mendampingi Okryeon memasuki ruangan pesta.  Semua , terlebih Jeongtae , terpana dengan penampilan Okryeon yang cantik .

Jeongtae berkata pada Okryeon : Kamu telah menanti sejak lama. Aku tidak akan membiarkan kamu menungguku lagi . Aku tidak akan pernah lagi terlambat.  Okryeon : Aku juga berjanji tidak akan menangis lagi .  Terimakasih atas kedatanganmu .
Jeongtae : Aku cinta padamu .
Jeongtae mencium Okryeon dengan mesra dihadapan hadirin .

0 comments:

Post a Comment