Friday, September 19, 2014

Sinopsis : Inspiring Generation - Episode 20

Standard

Club Shanghai mulai dijejali oleh para penonton yang menantikan pertarungan antara Jeongtae versus Jaehwa.  Mereka adalah para warga Bangsamtong , agen2 Yakuza termasuk Aoki dan juga para tetua Chirinbang . Old Man Fly bahwa kalau seandainya ditarik tiket masuk tentunya akan sangat menguntungkan.

UPDATE

  • Menambahkan rekap (March 22 , 13:10 WIB)
  • Nantikan updatenya . Disarankan follow twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru.

Rekap

Generation Of Youth/Inspiring Of Age / Inspiring Generation / Age Of Feelings  / Episode 20
***
Di Hwangbang , Ketua Seul terperanjat mendengar kabar menghilangnya dua orang Mongol itu . Baeksan menerka kalau tersangka utama adalah Mo Ilhwa.

Baeksan bercerita kalau Ilhwa pernah bertengkar dengan dua orang Mongol sebelumnya. Ketua Seul memerintahkan Baeksan untuk menyelidiki keterlibatan Ilhwa sampai dimana.
***
Club Shanghai semakin penuh oleh para penonton dari berbagai kalangan yang ikut bertaruh .  Ilhwa mengawasi Ketua Seul yang sudah tiba. Demikian juga dengan Aoki yang mengawasi dari lantai atas.
Ketua Seul tiba bersama Okryeon – So So . Seul langsung menyapa rekan2 Chirinbang.
Sementara itu Ilhwa memerintahkan Asistennya untuk mengatakan pada Jeongtae agar bersiap .
***
Jaehwa menjaga kebugaran fisik dengan melompat skipping.  Mangchi – Chigi masuk dan melaporkan Club Shanghai sudah dijejali penonton .  Jaehwa optimis : Ayo mari kita pergi dan perlihatkan pada mereka , siapa pemilik Bangsamtong sebenarnya.
Jaehwa meninggalkan ruangan dan berpapasan dengan Doker Jung. Jaehwa mencandai apakah Jung datang untuk menyemangati ? .
Jung : Mana bisa aku gembira melihat sesama orang Bangsamtong saling bertarung. Kau jangan sampai terluka parah .  Karena aku kehilangan obat penghilang rasa sakit , dan mungkin akan menjahit lukamu tanpa itu .
Jaehwa tersenyum dan sesumbar : Aku akan kembali tanpa terluka sedikitpun , jadi kamu persiapkan diri saja untuk kencan kita.

Jaehwa berlalu .
Dokter Jung bergumam sendiri : Dasar moron , kamu tahu hal itu tidak akan terjadi .
***
Jeongtae sudah tiba dulu di lokasi duel .  Para penonton mengelu2kan Jeongtae .

Jeongtae melempar pandangan pada Okryeon yang sedang bersama dengan Seul , dan melempar pandangan keatas pada Ilhwa yang sedang berdiri di balkon atas bersama para penonton lain .  Ilhwa memberi isyarat bahwa segala sesuatu lancar.
Tak lama Jaehwa pun tiba . Giliran para penonton mengelu2kan Jaehwa.
Penonton mulai hening ketika Jaehwa dan Jeongtae mulai berhadapan . Jaehwa mempersiapkan senjata cakar besinya.

Sementara itu Seul merasakan firasat buruk saat mengamati Ilhwa. Seul mengatakan pada Baeksan : Aku punya firasat bahwa Ilhwa memiliki dua orang Mongol itu . Ilhwa akan mengekspose keterlibatan pembunuhan usai duel berakhir.  Sebelum hal itu terjadi coba cari dua orang Mongol itu dan bunuh mereka.

Baeksan paham dan segera berlalu .  Okryeon mendengarkan hal itu tetapi tidak bisa berbuat banyak. Seul bahkan tidak memberikan kesempatan pada Do-Ggoo untuk beranjak dari situ .
Seorang MC mengumumkan :  Ladies and gentlemen , kalian telah menanti sejak lama . Semua taruhan sekarang ditutup . Dan pertarungan yang telah kalian nantikan , akan menentukan siapa pemilik Club Shanghai , entah Jeongtae atau incumbent Jaehwa.  Pertarungan harap segera dimulai .
Jaehwa – Jeongtae saling melangkah memutar untuk menakar lawan . Jeongtae terlihat cukup khawatir melihat cakar besi Jaehwa.

Jaehwa memperingatkan : Kita tidak akan ada belas kasihan , tidak akan ada yang menyerah juga , sampai salah satu diantara kita mati . Okai ?
Pertarungan dimulai , Jaehwa mengayunkan cakar besinya dan berhasil mencabik2 punggung dan kaki Jaehwa.  Okryeon ngeri dengan pemandangan itu memilih mengungsi keruangan dimana Dokter Jung juga sedang menunggu .
Sementara itu Jaehwa kembali menyasar perut Jeongtae .
***

Di sebuah kamar , Dokter Jung sedang duduk di ranjang dan menanti dengan gelisah .  Tak lama Okryeon – So So muncul bergabung dengan Dokter Jung .
Dokter Jung mengeluh kenapa kondisinya bisa seperti ini ? (Sesama Bangsamtong saling bertarung sendiri ) .
***
Kembali ke duel .  Jeongtae berusaha keras untuk menghadapi Jaehwa. Namun tetap saja sulit bagi Jeongtae yang cidera bahu dan hanya bisa menggunakan satu tangan untuk menghadapi Jaehwa yang bugar dengan senjata.  Jeongtae tersudut dan harus memblok cakar besi Jaehwa dengan tangan kosong.  Jeongtae terkapar ketika dihajar oleh tangan Jaehwa yang lain (tanpa cakar) .
OMF menghela nafas bahwa pertarungan sudah berakhir karena Jaehwa sudah menemukan cidera bahu Jeongtae.
Jeongtae tidak menyerah dan bangkit lagi . Lagi Jaehwa membulan2i Jeongtae . Punggung dan kaki Jeongtae kembali terkena sabetan cakar besi .  Jaehwa mengejar Jeongtae dan menancapkan cakar besi ke punggung Jeongtae.

Jeongtae mengerang kesakian dan Jaehwa melempar Jeongtae hingga meluncur sepanjang lantai .
Di balkon atas , Ilhwa sudah merasa ini waktunya untuk misi lain (berkaitan dengan tawanan dua orang Mongol yang entah di sekap dimana )
Jaehwa puas melihat Jeongtae tidak berdaya . Jaehwa berkata : Apakah dunia adalah tempat yang besar ? Dimana yang satu berlari dan yang lain terbang ? Jika aku tidak terlahir sebagai orang Joseon , aku akan menguasai dunia .
Jeongtae terluka parah sekarang dan mencoba mengumpulkan kekuatan kembali selagi Jaehwa mengoceh . Jaehwa kini bersiap untuk menghabisi Jeongtae , namun tiba2 berpikir untuk melepaskan cakar besinya. (Red – Mungkin Jaehwa sudah merasa pasti menang dan hendak mengakhiri pertarungan dengan cantik , dengan tangan kosong) .
Disaat itu Jeongtae bangkit kembali . Mereka berduel tangan kosong sekarang. Jeongtae punya peluang untuk bertukar pukulan .  Jaehwa masih diatas angin karena Jeongtae sudah terluka parah .
Jeongtae bangkit kembali dan kembali mereka bertukar pukulan . Jeongtae mulai sedikit unggul dalam duel tangan kosong . Jeongtae berhasil melayangkan tendangan ke kaki belakang Jaehwa. Ketika Jaehwa kembali memukuli Jeongtae , kembali Jeongtae melakukan tendangan sapuan ke kaki Jaehwa hingga terjatuh .
Pertarungan dilanjutkan dengan bertukar pukulan hingga keduanya kelelahan dan bertarung dengan kondisi tubuh yang semakin kelelahan dan terluka.
***
Ilhwa sepertinya sudah menerka kalau akan dibuntuti Baeksan dkk . Jadilah Ilhwa sengaja menggiring mereka ke sebuah tempat.
Ilhwa membuka salah satu penutup karung seolah2 dia mengurung dua Mongolian disitu . Baeksan dkk muncul , dan salah satu mereka mengancam Ilhwa dengan pedang.
Baeksan berkata : Anda telah berkerja keras Ketua Mo  , kini biarkan kami yang mengambil alih .

Diluar dugaan Ilhwa menurut dengan mudah , membuat Baeksan terheran . Ilhwa berkilah ini untuk “membalas kebaikan” Baeksan ( ketika Ilhwa bertarung dengan dua Mongol di daerah Hwangbang) .
Ilhwa segera berlalu .
Baeksan dkk menyadari bahwa karung itu tidak ada apa2.  Baeksan menggerutu kalau Ilhwa sangat licik . Baeksan memerintahkan anak buah untuk segera kembali ke Club Shanghai .
Baeksan dkk segera berlalu .
Ilhwa muncul kembali di TKP dan menyeringai dengan puas kepergian Baeksan .
***
Kembali ke duel . Dalam pertukaran pukulan ini terlihat Jeongtae lebih tahan menerima pukulan . Sedangkan Jaehwa mulai sempoyongan dan kehabisan stamina.
Jeongtae mendaratkan satu uppercut yang sangat menentukan membuat Jaehwa goyah . Jeongtae menyelesaikan pertarungan dengan satu lompatan sambil meninju .
Jaehwa tersungkur ke lantai bersama Jeongtae. Keduanya sudah benar2 kelelahan . Selagi Jaehwa menggelepar sekarat , perlahan2 Jeongtae kembali berdiri , menandakan dialah pemenangnya.
Mangchi – Chigi – Dokter Jung bergegas menghampiri bossnya dengan khawatir .
Di balkon atas , Aoki bertanya pada Asistennya apakah sudah memberitahu Jaehwa tentang cidera bahu Jeongtae ? . Asisten berkata sudah memberitahu . Aoki mengeluh : Dia tahu kelemahan Jeongtae , tetapi tidak memanfaatkannya ? Dasar keparat Joseon yang dungu .
Aoki berlalu dari Club Shanghai dengan wajah kecewa.
Okryeon – So So meninggalkan kamar dan melihat apa yang terjadi . So So tampak lega melihat Jeongtae menang.

Kondisi Jaehwa tampak memprihatinkan . Dokter Jung dengan panik memberikan pernafasan buatan dari mulut kemulut.  Jung kemudian memompa dada Jaehwa seraya berkata sambil terisak  : Jangan mati Jaehwa , kamu sudah berjanji padaku bahwa kau akan berkencan denganku .
Jung memerintahkan Mangchi – Chigi untuk membawa Jaehwa ke kliniknya.  Jung – Mangchi – Chigi berlalu dari Club Shanghai sambil membawa Jaehwa .
Bersamaan dengan itu Jeongtae memerintahkan Pyung’ae untuk membawa dua orang Mongol masuk .  Jeongtae memperkenalkan dua orang Mongol sebagai pelaku pembantaian warga Bangsamtong. Salah satu wanita membenarkan kalau merekalah yang membunuh suaminya. Wanita itu mengenali tattoo di leher orang Mongol itu .
Part 2 (of 3)

Jeongtae memberikan kesempatan pada warga Bangsamtong yang menonton pertarungan ini untuk menentukan nasib dua pembantai itu . Dan para warga menghendaki kematian dua pembantai itu .
Jeongtae meminta pendapat para tetua Chirinbang . Namun Ketua Seul bangkit untuk campur tangan memberikan perhatian palsunya pada nasib warga. Seul berlagak bijaksana bahwa darah harus dibayar dengan darah . Tentu saja tujuan Seul adalah agar dua pembantai itu mati sebelum buka suara.
Namun herannya , Seul malah mengalihkan nasib dua pembantai kepada Jeongtae kembali , padahal sudah jelas Jeongtae ingin membuka kedok Seul didepan publik seperti sekarang ini.
Ketika salah satu dari dua pembantai mulai berbicara , Baeksan muncul dan langsung mematahkan leher dua pembantai itu hingga mati . Baeksan berdalih dia melakukan itu karena dua pembantai itu adalah buronan komunis dari Manchuria dan ada poster buronan yang menyebutkan agar dua buronan ini dibunuh ditempat.
Para tetua Chirinbang tidak ada pilihan lain selain percaya karena bukti yang meyakinkan .  Ketua Seul juga mengumumkan bahwa Jeongtae adalah Big Boss Bangsamtong yang baru menggantikan Jaehwa .
Ketika Seul berjabat tangan dengan Jeongtae , dan mengangkat tangan Jeongtae seakan petinju yang baru memenangkan pertarungan , Seul membisikkan peringatan agar Jeongtae jangan mengulangi lagi perbuatannya . Seul memaafkan Jeongtae kali ini karena berhasil menjungkalkan Jaehwa .
Sebaliknya Jeongtae juga membisikkan peringatan agar Seul jangan mengganggu lagi warga Bangsamtong.  Seul memeluk Jeongtae seolah2 ayah yang peduli pada anak angkatnya , padahal Seul membisikkan peringatan keras bahwa dia akan mengamankan Okryeon sehingga jauh dari jangkauan Jeongtae.
Jeongtae hanya bisa pasrah ketika Seul berlalu bersama Okryeon .
Ilhwa menghampiri Jeongtae dan berkata : Bisakah Tembok Besar China hancur seketika ?  Perlahan tanpa terlihat , kita harus menjalankan rencana kita. Kemenanganmu hari ini akan diingat oleh para warga Bangsamtong.  Karena cakar harimau telah dikalahkan , maka seekor Elang Shanghai yang baru telah bangkit.
Benar saja , para warga Bangsamtong mengelu2kan Jeongtae .
***
Denkai tidak senang dengan kegagalan Aoki : Kamu katakan hanya masalah waktu saja sampai Club Shanghai jatuh ke tanganmu .  Namun Aoki tidak menyerah begitu saja dan menegaskan masih punya rencana lain . Shinichi pun masuk kedalam ruangan sebagai kartu / senjata Aoki berikutnya  .
Tentu saja Denkai marah karena Shinichi masih hidup , padahal sudah memerintahkan segenap anggota Yakuza untuk menghabisi Shinichi ditempat.  Denkai yang gusar mencoba memanggil Ahka.
Aoki meminta Denkai menenangkan diri dan menegaskan kalau Shinichi adalah senjata Yakuza berikutnya untuk menyerang Ketua Seul .
***
Ketua Seul sendiri sedang gusar memikirkan Jeongtae.  Baeksan bertanya kenapa tidak membunuh Jeongtae sekarang juga . Seul berkata walaupun dia memang ingin membunuh Jeongtae , namun siapa yang akan mengoperasikan Club Shanghai tanpa Jeongtae ? Dan siapa yang bisa menghentikan Yakuza ?
Baeksan menyarankan untuk menyingkirkan Aoki dan Yakuza dahulu , baru Jeongtae menjadi sasaran berikutnya .
***
Denkai ragu Shinichi yang terluka bisa mengusik Ketua Seul .  Aoki berkata dia menaruh mata-mata di Hwangbang . Maka masuklah Do-Ggoo ke dalam ruangan .  Shinichi berlutut disamping Shinichi dan memberi hormat pada Denkai .
Aoki menjelaskan kalau Do-Ggoo pernah mengabdi pada Shinichi dan akan menuntun mereka kepada Ketua Seul .  Denkai berkata resiko kalau Shinichi gagal akan memancing perang dengan Hwangbang , karena itu Shinichi harus membunuh diri dengan terhormat.
Sebagai gantinya , Shinichi meminta Gaya untuk dikembalikan pada posisi semula. Denkai berkilah akan mempertimbangkan permintaan Shinichi jika berhasil .
Namun setelah Shinichi berlalu dari ruangan . Denkai memerintahkan Aoki untuk memberikan hadiah bagi para gangster Shanghai yang bisa mendapatkan kepala Shinichi .  Aoki berkata Shinichi sedang cidera dan sedang dalam misi untuk menghabisi Ketua Seul .
Denkai tetap tidak peduli .
***
Aoki menemui Gaya yang sedang dikurung dalam sebuah kamar . Aoki mengatakan Gaya bukan saja dibebaskan , tetapi  telah dikembalikan posisi sebagai Perwakilan Yakuza cabang Shanghai .
Gaya heran apa alasan Denkai berubah pikiran .  Aoki mempersilahkan Gaya untuk keluar untuk mencari tahu sendiri . Namun Gaya punya firasat buruk tentang Shinichi .  Aoki kembali berkata kalau Gaya bisa mengetahuinya sendiri jika sudah keluar .  Aoki membantu memapah Gaya yang lemas .
***
Mangchi dan Chigi menghadap Jeongtae sebagai big boss yang baru .  Mereka menyerahkan sekantung besar berisi uang dari para penjudi yang kagum pada kemampuan bertarung Jeongtae.
Jeongtae mengambil segepok uang untuk diberikan pada Mangchi dan Chigi , dan memerintahkan sisa uang untuk diberikan pada keluarga korban pembantaian . Ketika Jeongtae hendak mengalokasikan seberapa bagian uang untuk membayar hutang , mereka mengatakan pada Jeongtae bahwa Jaehwa sudah membayar hutang hutang bank .  Jeongtae terkejut.
***
Jaehwa berjalan berkeliling melihat kawasan Bangsamtong bersama Dokter Jung.  Jaehwa berkata : Kenapa yah aku meresikokan nyawaku untuk tempat menyebalkan seperti ini .
Mereka berhenti didepan rumah teh  dimana dulu bertemu pertama kali . Dokter Jung tersenyum berkata ketika itu Jaehwa masih seorang gembel.  Jaehwa berterimakasih pada Bangsamtong yang telah membuatnya dari seorang gembel menjadi seorang manusia.
Dokter Jung bertanya apa Jaehwa bisa kembali seperti yang dulu ?  . Jaehwa bertanya : Apa karena aku mengatakan hal ini , apa kamu pikir aku menyesalinya ? Sungguh tidak ada penyesalan . Aku mengatakan hal2 karena aku merasa baik2 saja.
Walau demikian Jaehwa menyepak sesuatu di jalan sebagai bagian dari kekesalannya. Dokter Jung meraih tangan Jaehwa , dan bertanya apa Jaehwa akan kembali ?
Jaehwa melepaskan tangannya dari pegangan Jung dan berkata tidak mau kembali lagi karena muak berada di Bangsamtong.  Jung membujuk : Kamua adalah Bangsamtong dan Bangsamtong adalah kamu .  Jaehwa berkata hanya Jung saja yang berpikir seperti itu.  Jung menenangkan suatu hari nanti para warga Bangsamtong akan menyadari betapa Jaehwa mencintai warganya.  Jaehwa berkata hal itu tidak penting lagi secara semua sudah berakhir .
Ketika Jaehwa berjalan membelakangi dan akan berlalu , Jung berharap Jaehwa akan kembali nanti dan jangan pergi jauh .  Jung berkata akan terus menantikan Jaehwa.
Jaehwa : Aku sangat ingin melihat wajahmu , tetapi jika aku melihatmu , aku akan menangis seperti bayi.
Jaehwa menangis sambil membelakangi Jung , berterimakasih , kemudian berlalu dari hadapan Jung.
Jung juga terisak sambil memaki Jaehwa sebagai idiot yang telah kehilangan kesabaran.
***
Jaehwa terus berjalan dan berjalan hingga tiba di perbatasan kawasan Perancis yang ditandai dengan sebuah jalan bernama Rue De Edouard .  Jaehwa berjalan gontai , dan berbalik begitu Jeongtae menyebut hyungnim .  Para pentolan Bangsamtong , termasuk para dancer dan singer melepas kepergian Jaehwa.
Jaehwa menghardik mereka untuk berhenti  . Mereka semua berhenti seketika . Jaehwa mengomel bahwa ini adalah perbatasan dengan Konsesi Perancis . Jaehwa mengomeli Jeongtae apa hendak ditangkap dan disiksa oleh lagi oleh para polisi ?
Jeongtae malah maju selangkah .  Jaehwa berkata bahwa dia telah menyuap para pejabat untuk mendapatkan kartu identitas resmi yang memungkinkan siapapun yang memiliki untuk pergi ke tempat manapun di Shanghai .  Jaehwa menegaskan dia telah berusaha untuk itu tetapi hanya berhasil mendapatkan kartu identitas resmi untuk dirinya dan Jeongtae.
Jaehwa memberikan kartu identitas resmi Jeongtae yang tinggal ditempelkan pas foto saja .  Chigi bertanya bagaimana dengan dirinya ? . Jaehwa berkata kini sudah tugas Jeongtae sebagai pemimpin baru untuk mengusahakan kartu identitas resmi untuk segenap anggota kelompok Bangsamtong.
Jaehwa juga memberikan kunci brankas , dimana tersimpan berbagai bukti dokumen tertulis tentang Hwangbang didalamnya.  Jaehwa berkata bahwa Jeongtae bisa menggunakan dokumen itu jika hendak mulai membalas dendam terhadap Hwangbang.
Jaehwa memperingatkan Mangchi dan Chigi untuk mengabdi pada Jeongtae sepenuh hati , atau mereka akan mati jika Jaehwa mendengar kabar sebaliknya . Chigi dan Mangchi menyatakan kesediaannya.
Jaehwa mempercayakan Bangsamtong dibawah kepemimpinan baru , dan membungkuk 90 derajat kepada Jeongtae sebagai rasa hormat kepada sang pemimpin baru Bangsamtong.  Jaehwa dengan berat hati meninggalkan Bangsamtong . Para mantan anak buah Jaehwa juga bersujud untuk penghormatan terakhir pada Jaehwa.
Part 3 (of 3)

***
Shinichi berkeliaran di jalanan . Dia mengawasi dari kejauhan Gaya dkk yang sedang melintas dengan rickshaw (becak) .  Shinichi tidak bisa pamit untuk yang terakhir kali secara langsung dan hanya berharap dalam hati agar Gaya menjadi penerang bagi Yakuza.
Setelah itu Shinichi melangkah entah kemana dan dicegat oleh para pemburu hadiah yang tergiur dengan hadiah yang ditawarkan pada Denkai bagi siapapun yang bisa membunuh Shinichi .
Shinichi tampak gusar dan meminta mereka untuk menyingkir. Namun mereka bertekad menghabisi Shinichi , dan menuntut dokumen yang dicuri Shinichi diserahkan . Shinichi bingung dokumen apa yang dimaksud .
Shinichi akhirnya bertarung dengan kondisi masih cidera dan hanya bisa mengerahkan sebelah tangan saja. Shinichi masih terlalu tangguh bagi mereka . Pria terakhir yang masih selamat memberikan isyarat pada rekan2 terdekat untuk datang membantu .
Tiba2 Aoki datang membantu dan membawa Shinichi kesuatu tempat. Aoki menyerahkan dokumen yang diincar pemburu hadiah . Dokumen itu mencakup rencana besar Hideki Tojo untuk menguasai Shanghai .
Aoki mengatakan Shinichi bisa menggunakan dokumen itu untuk memancing Ketua Seul .  Shinichi menerima dokumen itu dan menganggap sebagai satu kehormatan besar bahwa ternyata dia tidak hanya melindungi Gaya saja , tetapi juga Jepang.
Shinichi merasa sedang melancarkan misi bunuh diri menghadapi Ketua Seul , dan  berpesan kalau dia mempercayakan Deguchi Gaya pada Aoki .
Aoki memberi hormat pada Shinichi sebelum berlalu .
***
Deguchi Gaya mandi di sebuah kolam mandi yang besar.  Tiba2 dia teringat sesuatu , dan masuk kamar melihat ada sebagian amulet milik Shinichi di atas meja bersama sebuah surat. Gaya mengambil sebagian amulet miliknya dan disatukan dengan amulet milik Shinichi . Tentu saja pas.
Gaya membuka surat dari Shinichi .
Isi surat : Ibumu , Putri Ryoko melindungi suaminya yang terluka , dan melompat di depan pedangku .  Setelah tragedi maut itu , setiap hari bagiku adalah neraka . Setelah aku menemukanmu , aku berharap dapat mencuci perasaan bersalahku . Dan juga aku merasa bahagia. Dan sekarang aku akan memberikan semuanya ketika kamu kembali ke posisimu . Mohon tetap bahagia .
Setelah membaca surat itu , Gaya menangis.
***
Shinichi di uber banyak orang yang berusaha membunuhnya demi mendapatkan hadiah uang.  Seul dan Baeksan sedang berada di mobil yang melaju disekitar ketika melihat Shinichi tersudut oleh keroyokan .
Seul memerintahkan Baeksan untuk menolong Shinichi . Baeksan menasehati Seul bahwa Shinichi mungkin melakukan trik . Seul mengabaikan nasehat ini dan memaksa Baeksan turun tangan .
Tentu saja Baeksan dengan mudah mengatasi para pengeroyok itu .  Shinichi pun selamat dan dibawa ke Hwangbang . Do-Ggoo sendiri yang membantu membawa Shinichi , sambil tersenyum seolah2 rencana berjalan lancar.
***
Deguchi Gaya menyiapkan pedang gandanya dan bersiap meninggalkan markas Yakuza .   Deguchi Gaya tidak mempedulikan para anak buah yang bertanya dia hendak kemana.
***
Selagi Ilhwa memeriksa dokumen , Jeongtae duduk termenung memikirkan ancaman Ketua Seul terhadap Okryeon .
Tiba2 muncul Chigi , Mangchi , Pyung'ae dan salah satu penyanyi mempersiapkan pesta kecil untuk merayakan Jeongtae sebagai pemimpin baru Bangsamtong.
So So mengklaim dia baru saja dari toko kue Perancis untuk membeli kue ini . Sang penyanyi cantik juga mengaku dia membawa champagne dari dapur.
Jeongtae tidak dalam mood untuk merayakan , dan meminta maaf , kemudian berlalu meninggalkan Club Shanghai.
***
Ketua Seul antusias mendengar dari Baeksan bahwa Shinichi memiliki dokumen Mori Strategi karya Hideki Tojo .  Seul pernah mendengar dokumen ini mencakup rencana Hideki Tojo untuk sebuah stategi menyebabkan chaos di Shanghai .  Seul tersenyum berkata bahwa dunia intelijen pun sulit mendapatkan dokumen rahasia ini , dan dokumen ini malah berada digenggaman Shinichi .
Seul langsung menghayal akan menjadi tangan kanan Chiang Kai-shek jika mendapatkan dokumen ini .
Baeksan memperingatkan Seul untuk berhati2 seperti pribahasa "periksa jembatan batu sebelum melintas" .  Seul menukas bahwa baik jembatan batu maupun jembatan kayu yang bobrok sekalipun tetap harus melintas untuk mengetahui .
Do-Ggoo tiba2 datang menghadap untuk membisikkan sesuatu yang penting berkaitan dengan dokumen itu .
***
Denkai mendengar kabar bahwa Gaya meninggalkan markas untuk menyelamatkan Shinichi yang sedang dalam misi membunuh Ketua Seul .  Denkai memerintahkan Ahka untuk mencegah Gaya dengan berbagai cara , kalau perlu dengan membunuh Gaya sekalipun .
Aoki merasa khawatir dan mencari alasan untuk pergi . Namun Denkai tahu bahwa Aoki hendak melindungi Gaya . Denkai meminta Aoki untuk tetap diruangan ini .
Denkai mencerca apa Aoki ingin meruntuhkan masa depannya hanya karena seorang wanita.  Denkai memperingatkan apapun yang dipikirkan Aoki , jangan sampai Denkai mengetahuinya , atau Aoki juga akan mati .
***
Baeksan mengamankan pedang Shinichi sebelum masuk kedalam ruangan untuk menemui Ketua Seul .   Shinichi memasuki ruangan menghadap Ketua Seul . Namun Shinichi merasakan firafat buruk ketika melihat senyuman Do-Ggoo . Shinichi merasa dia telah dihianati dan misinya sulit diwujudkan .
Shinichi berusaha bersikap tenang dan menyampaikan rasa terimakasih atas perawatan di Hwangbang .  Shinichi berlutut dan memperhitungkan setiap resiko dan kesempatan untuk membunuh Ketua Seul .  Shinichi melemparkan pisau kecil kearah Seul . Namun pisau terbang itu hanya melukai tangan salah satu pengawal Seul .
Shinichi sudah kepalang basah dan merangsek maju untuk menghabisi Seul . Namun anak buah Seul terlalu banyak untuk dihadapi Shinichi yang sudah terluka sebelumnya .
Seul merasa menang kali ini . Dia membandingkan usaha pembunuhan Shinichi dengan usaha pembunuhan terhadap kaisar pertama Tiongkok , Qin Shihuang . (Red - Alangkah konyolnya Seul membandingkan dirinya sebagai Qin Shihuang yang merupakan salah satu kaisar Tiongkok paling termashur dalam sejarah . Bahkan Seul pun masih dibawah Chiang Kai-Sek ketika itu ) .
***
Okryeon melihat peta Hwangbang untuk membantu Jeongtae dari dalam , sebagaimana yang dikatakan Ilhwa sebelumnya. Okryeon memanfaatkan kegaduhan markas Hwangbang dimana perhatian para pengawal Hwangbang tertuju pada Shinichi .
Shinichi sendiri akhirnya terpojok dan terkepung oleh para anakbuah Hwangbang.  Shinichi benar2 berada di ujung tanduk kali ini . Andai saja Shinichi dalam keadaan normal dan tidak cidera oleh Aoki sebelumnya , tentu Shinichi masih punya peluang karena hanya Baeksan yang bisa mengatasi Shinichi .
Disaat genting bagi Shinichi , Deguchi Gaya muncul dengan sepasang pedang kecilnya .  Gaya meminta agar Shinichi dilepaskan . Baeksan menukas bahwa Shinichi tidak bisa dilepaskan karena berusaha membunuh Ketua Seul .
Jeongtae merobohkan salah satu pengawal Hwangbang dan berganti pakaian dengannya. Jeongtae juga mengenakan penutup wajah agar tidak dikenali .
Nantikan updatenya . Disarankan follow twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru.

0 comments:

Post a Comment