Friday, September 19, 2014

Sinopsis : Inspiring Generation - Episode 19

Standard

Beralih keesokan harinya ketika Jeongtae menghadap Ketua Seul . Ketua Seul : Kemaren malam ada lebih dari 10 orang mati di Bangsamtong , jika pemilik tidak bisa melindungi warganya , apa dia masih punya hak ? Tentu dia harus mengundurkan diri  . Jeongtae : Lalu apa yang harus kulakukan ? . Ketua Seul : Apa maksudmu , sebagai pisau Hwangbang , kamu harus melakukan yang terbaik . Bunuh Jaehwa

UPDATE

  • Menambahkan rekap (March 22 , 13:10 WIB)
  • Nantikan updatenya . Disarankan follow twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru.

Rekap

Generation Of Youth/Inspiring Of Age / Inspiring Generation / Age Of Feelings  / Episode 19
Beralih keesokan harinya ketika Jeongtae menghadap Ketua Seul . Ketua Seul : Kemaren malam ada lebih dari 10 orang mati di Bangsamtong , jika pemilik tidak bisa melindungi warganya , apa dia masih punya hak ? Tentu dia harus mengundurkan diri  . Jeongtae : Lalu apa yang harus kulakukan ? . Ketua Seul : Apa maksudmu , sebagai pisau Hwangbang , kamu harus melakukan yang terbaik . Bunuh Jaehwa.
***
Jaehwa sendiri terperanjat kedatangan tamu seperti Aoki .Aoki berkata dia akan menawarkan sesuatu yang tidak bisa ditampik Jaehwa sebagai pemilik Bangsamtong dan pengelola Club Shanghai . Jaehwa memberi kesempatan Aoki untuk menjelaskan dulu .

Sebagaimana Seul kepada Jeongtae , Aoki menjadikan pembantaian warga kemaren malam sebagai topic utama , membandingkan dengan kasus 1927 ketika terjadi pembantaian yang serupa terhadap buruh2 Bangsamtong. Tentu saja Aoki secara samarr merujuk pada Seul dan kelompoknya sebagai dalang , dan Aoki menganggap hal ini bukan lagi pembunuhan , melainkan pembantaian.
Namun Jaehwa tidak tertarik dengan informasi Aoki , secara Jaehwa sudah mengetahuinya pula. Jaehwa hendak berlalu dengan sikap arogan .  Aoki menambah penawaran baru , jika Jaehwa mau berkerjasama maka hutang Jaehwa pada bank milik Yakuza akan dihapuskan .  Tawaran itu belum cukup menarik bagi Jaehwa .
Jaehwa bahkan meledek : Kamu sebagai seorang pejabat sepertinya punya uang yang keluar dari pantatmu .
Aoki menawarkan kesempatan bagi Jaehwa untuk meraih rasa hormat dan kepercayaan dari warga Bangsamtong , lebih daripada yang Jeongtae terima , tentunya dengan dukungan Yakuza . Aoki menawarkan Jaehwa akan mendapatkan 10% saham kasino milik Yakuza.  Dengan demikian Jaehwa (Bangsamtong) bisa bersatu padu dengan Aoki (Yakuza) untuk menghadapi Hwangbang.  Aoki menjamin Jaehwa bisa tetap menjadi pemilik Bangsamtong dan Club Shanghai untuk waktu yang lama.
***
Ketua Seul terus mendesak Jeongtae agar menggulingkan dan membunuh Jaehwa.
***
Jaehwa khawatir apa yang terjadi pada warga Bangsamtong jika Yakuza gagal dalam menyerang Hwangbang. Aoki tersenyum geli bahwa Jepang telah menyerang Tiongkok , dan hanya orang2 lugu yang tidak bisa melihat realita.
Aoki  : Kamu tampaknya belum memahami apa yang aku katakan . Aku dapat pastikan kamu akan digulingkan oleh Jeongtae didepan warga Bangsamtong.  Jadi kamu perlu bantuanku , jika tidak kamulah yang akan mati . Dan aku pikir Sun Woojin (Dokter Jung) akan menonton juga , dia khan seorang gadis Chinese yang cantik .
Jaehwa berang mendengar nama Dokter Jung . Aoki kembali menegaskan kalau Jaehwa perlu bantuan atau mati ? . Aoki meminta Jaehwa mempertimbangkan kembali dan menghubungi lagi nanti .
***
Usai bertemu dengan Seul , Jeongtae pergi keluar dan berpapasan dengan Okryeon dan So So .  Jeongtae bertanya apa Okryeon baik-baik saja ? .
Okryeon tersenyum berkata baik2 saja , terlebih ada So So yang mendampinginya.  So So berkata lebih aman di Hwangbang daripada Bangsamtong .  Okryeon meminta Jeongtae tidak perlu khawatir padanya karena akan hidup dengan baik di Hwangbang.

Okryeon – So So berlalu .
Do-ggoo muncul .  Jeongtae meminta Do-Ggoo menjaga Okryeon dengan baik .  Do-Ggoo : Kamu tidak usah khawatir . Tetapi apa kamu tidak terganggu ketika seseorang menaruh luka pada milikmu ? Okryeon adalah penyanyiku sebelum menjadi kekasihmu .
Jeongtae tersenyum dan berkata mempercayakan Okryeon pada Do-Ggoo . Dan Do-Ggoo berusaha memamerkan ilmu kungfu yang baru dipelajarinya. Jeongtae langsung mendaratkan satu pukulan ke perut Do-Ggoo seraya berkata posisi tangan Do-ggoo terlalu rendah.

Jeongtae berlalu . Do-ggoo mengomel kesakitan : Aku padahal hanya pamer , kenapa dia memukulku ?
***
Aoki dan Asisten berjalan meninggalkan Club Shanghai . Asisten bertanya apa Jaehwa akan menerima tawaran ini ?
Aoki mengibaratkan  : Jaehwa itu anjing tersasar di Bangsamtong. Ketika berpikir makanan mereka akan diambil , mereka akan menyerang apapun yang mereka lihat , terlepas mereka majikan atau musuh itu tidak masalah . Jaehwa pasti akan menghubungiku .

Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 


***
Jaehwa menghadapi keluarga korban pembantaian yang kecewa . Mereka menganggap Jaehwa tidak kompeten sebagai pemilik Bangsamtong untuk melindungi warga Bangsamtong . Jaehwa tampak terpukul oleh penderitaan warganya.

Jaehwa memerintahkan Mangchi untuk memperketat penjagaan . Mangchi mengeluh kalau anakbuahnya kelelahan karena harus siaga terus .  Jaehwa bersikeras memperketat pengawalan apapun yang terjadi agar tidak ada lagi warga Bangsamtong yang mati .
***
Denkai memimpin rapat Yakuza dan bertanya apa Aoki sudah melihat dokumen strategi Mori ? . Aoki membenarkan . Denkai meminta Aoki menjelaskan pada semua .

Aoki menjelaskan : Strategi Mori adalah berkaitan dengan pemalsuan uang . Dalam bahasa sederhana , kita harus memahami kondisi ekonomi pemerintahan Chiang Kai-shek  dulu . Barulah kita mengganggu perekonomian China dengan pemalsuan uang.
Denkai menambahkan : Seperti yang kalian dengar , untuk memalsukan uang , dan lokasinya adalah Bangsamtong . Dan segera , langit Shanghai akan penuh dengan pesawat pembom , disusul oleh angkatan laut Jepang . Sebelum itu kita harus mengambil alih Bangsamtong. Tetapi jika kita telah melakukan , itupun masih belum cukup . Dan apa yang kalian lakukan selama ini ? Gaya , apa yang kau lakukan dalam satu bulan terakhir !! Bukankah cukup untukmu mengambil alih Club Shanghai dan Bangsamtong.  Apa yang kau pikirkan sampai kau biarkan anak Pemilik Shanghai (Jeongtae) masuk ke ruang utama Yakuza ? Dan jika itu masih belum cukup , kamu membakar markas intelijen kita ?
Gaya menjawab dengan dingin bahwa itu karena dia mencintai pria Joseon itu (Jeongtae) .  Denkai terperanjat dan meminta Gaya mengatakan sekali lagi .
Gaya : Apakah anda tidak mendengarkan aku ? Aku mencintai Jeongtae , aku terbenam dalam cinta , dan benar2 melupakan tanggungjawabku terhadap Yakuza. Itulah yang aku katakan.
Denkai menuding Gaya hendak memberontak.  Gaya menukas : Baik masalah memberontak atau bukan , akankah anda menjawab pertanyaanku ? Jika aku mencintai pria Joseon , seperti anda memerintahkan kematian ibuku , apakah anda akan memerintahkan mereka untuk membunuhku ?
Denkai bertanya untuk memastikan : Apa betul kamu mencintai keparat Joseon itu ?

Shinichi khawatir dan berusaha mencegah Gaya untuk menjawab , terlebih karena Denkai sudah menodongkan pedang ke leher Gaya.
Gaya dengan wajah dingin menjawab : Aku memang menyimpan Jeongtae dalam hatiku selama ini dari sejak Sinuiju hingga sekarang , tidak pernah berhenti . Jadi apakah anda akan melakukan hal yang sama 20 tahun lalu kepada Ibuku ? Memerintahkan mereka untuk membunuhku ? Wanita Yakuza hanya melahirkan anak Yakuza . Aku , Deguchi Gaya , mengikuti jejak Denkai Ryoko untuk tidak mematuhi peraturan Yakuza.  Aku akan membunuhmu . Shinichi , bunuh diaa . Shinichii , aku memberikan perintah padamu !!!
Part 2 ( of 3 )

Shinichi tentu saja terdiam . Denkai tampak terpukul , demikian juga dengan Aoki .  Kemarahan Denkai memuncak , namun tetap tidak sanggup membunuh cucunya sendiri , sebagai gantinya Denkai memerintahkan Shinichi untuk membunuh Gaya .
Shinichi menolak perintah Denkai dengan alasan Denkai sendiri sudah memberikan Shinichi sebagai “pedang” bagi Gaya.  Kemarahan Denkai semakin meluap dan hendak membunuh Shinichi terlebih dahulu .

Shinichi menangkis pedang Denkai .  Shinichi mengingatkan karena Denkai sendiri yang telah memberikan Shinichi pada Gaya , maka hanya Gaya yang bisa mencabut nyawa Shinichi .

Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 

(Red -  Hideki Tojo adalah seorang jendral Jepang dan menjadi Perdana Mentri ke 40 Jepang dimasa Perang Dunia II .  Kelak Hideki Tojo yang memulai keterlibatan Jepang dalam Perang Dunia 2 dengan memulai serangan Pearl Harbour. )
Seul memerintahkan Baeksan untuk mencari tahu dengan cara apapun tentang Dokumen Mori .
***
Jeongtae sedang berjalan kembali ke Club Shanghai ketika Old Man Fly muncul menyerang Jeongtae untuk menjajal kemampuannya. Usai pertarungan singkat , OMF memuji Jeongtae semakin cepat gerakannya , sambil memuji diri sebagai guru yang baik bagi Jeongtae .
OMF juga memamerkan uang bonus dari Jaehwa seraya berkata : Kamu pasti iri khan ? . Jeongtae : Dia itu tidak punya uang .  OMF : Apa maksudmu ? Untuk orang sepertimu yang tidak pernah mendengar , tentu dia tidak punya uang untuk diberikan padamu . Dasar idiot , meskipun ayahmu itu adalah pemilik Bangsamtong , tetapi kini Jaehwa adalah pemiliknya. Kenapa kau kurang ajar padanya ? Kenapa ?
Jeongtae tidak menanggapi dan berlalu . OMF meledek kalau dia akan membela siapapun yang memberikan uang. LOL .
***
Jeongtae masuk ke dalam Club Shanghai dan menemukan Jaehwa sedang marah padanya . Jaehwa mempermaikan Jeongtae dengan melempar anggur dan gelas .
Jaehwa lalu memperkenalkan Aoki kepada Jeongtae.  Jaehwa juga berkata kalau semua orang tahu bahwa Jeongtae akan merampas Club Shanghai dengan dibekingi Hwangbang.
Jeongtae menyangkal : Itu tidak benar , jika kamu berubah pikiran , aku akan bersamamu .
Jaehwa : Jangan omong kosong , aku melakukan hal ini karena patah semangat tentang kamu dan Hwangbang. Karena itu aku kami akan bergabung dengan Yakuza mulai sekarang. Jika kamu tidak suka yah tinggal pergi dari sini .

Jeongtae : Apa kamu tahu orang seperti apa kelompok Yakuza ? . Jaehwa : Yakuza itu yang akan membuatku kuat , apakah betul ? Aku menjadi bermurah hati pada orang2 karena bantuan Aoki .  Jeongtae : No way , Bangsamtong harus berdikari tanpa bantuan siapapun .  Jaehwa : Memangnya siapa kamu hendak menentangku ?
Jaehwa kehilangan kesabaran dan menyatakan mulai sekarang Jeongtae tidak menjadi bagian dari kelompok Bangsamtong. Jaehwa juga menentukan besok hari sebagai tanggal duel .
Jeongtae berlalu .
Aoki berkata pada Jaehwa : Seperti permintaanmu , patroli sore akan dilakukan oleh polisi kami . Sebelum pertarungan , aku akan memberikan hadiah yang lain ,
***
Jeongtae pergi meninggalkan Club Shanghai . Ahka membuntutinya . Jeongtae sempat menyerang dan ditangkis Ahka .
Ahka meminta Jeongtae untuk mengikutinya , atau orang disekitar akan terluka. Jeongtae tidak ada pilihan lain untuk mengikuti Ahka kesebuah daerah sepi .
Setibanya di sana , Ahka langsung bertanya dengan arogan : Bagian tubuhmu mana yang ingin aku patahkan ? .
Setelah bertarung singkat untuk menjajal satu sama lain , Ahka mengeluh : Inikah pria hebat yang dicintai Gaya ? Aku jadi heran . Pukulanmu masih dibawah kemampuan ayahmu . Apakah kamu ingin menjadi pemilik Bangsamtong dengan kemampuan yang begitu saja ? Sungguh menyedihkan .  Aku akan menerima 10 pukulan darimu . Jika kau tidak bisa membuatku jatuh , kamu akan kubunuh .
Pertarungan berlangsung kembali . Jeongtae memang punya kecepatan , tetapi dia menghadapi Ahka yang tubuhnya kebal dari rasa sakit. Setelah Ahka menerima pukulan kesembilan , Ahka masih baik2 saja.
Jeongtae mengerahkan seluruh tenaga untuk mendaratkan pukulan ke 10 .  Ahka terjongkok lemas . Jeongtae mengira sudah menang , tetapi Ahka tiba2 melemparkan Jeongtae ke bawah lereng hingga pingsan .

Ahka mengangkat dan mencekik tubuh Jeongtae. Postur Ahka yang tinggi besar membuat Jeongtae seakan anak kecil yang berusaha meronta , dan memukul ke wajah Ahka . Namun tidak berhasil . Entah ini hanya imajinasi Jeongtae atau tidak , yang pasti dia melihat Jaehwa muncul dan memukul Jeongtae yang akhirnya pingsan .

*
Beralih malam hari . Jeongtae tersadar dan melihat Ilhwa sedang merawatnya.  Ternyata Jeongtae sudah 1 jam pingsan . Ilhwa mendengar bahwa musuh yang dihadapi Jeongtae itu tidak merasakan sakit.  Ilhwa juga menyimpulkan kalau Jeongtae dibiarkan hidup dengan luka di bahu dan perlu waktu lama untuk sembuh . Ilhwa meminta Jeongtae untuk mengundurkan duel dengan Jaehwa karena Ilhwa yakin Jeongtae tidak akan menang dengan kondisi cidera seperti ini .

Jeongtae bersikeras tetap bertarung .
Dokter Jung yang diam2 mendengarkan jadi khawatir dan segera berlalu (untuk melabrak Jaehwa ? )
***
Jaehwa merenungkan sesuatu ketika Chigi muncul . Jaehwa memerintahkan Chigi untuk mengambil senjata Jaehwa di Daeha Restoran (klinik Dokter Jung) .
Chigi tampak bergidik dan bertanya apa Jaehwa akan menggunakan senjata itu pada Jeongtae ?
Jaehwa terdiam . Chigi tidak ada pilihan lain untuk berlalu .
***
Baeksan mengabarkan duel mendatang antara Jeongtae versus Jaehwa . Ketua Seul tampak puas mendengarnya dan berseloroh apa harus ikut bertaruh ?
Ketua Seul mengingatkan Baeksan untuk memperketat penjagaan mengantisipasi maneuver Yakuza .

Okryeon – So So tiba untuk makan di restoran mewah milik Bangsamtong ini .  Seul menyambut mereka dengan ramah .  Belum sempat memesan , hidangan sudah tiba duluan .
Baeksan menjelaskan bahwa mereka sedang menjamu tamu yang orang2 Mongol dengan hidangan Mongol . Okryeon melihat meja seberang dan terperanjat karena mengenali tattoo dileher orang Mongol itu ( Red – Ketika insiden pembantaian Bangsamtong terjadi , Okryeon melihat dua orang pria mencurigakan)
Okryeon jadi khawatir dan ngeri , sekalipun Seul menghidangkan langsung makanan .
***
Okryeon berjalan mondar – mandir di kamar , sementara So So duduk di ranjang karena kekenyangan . Okryeon mengatakan sesuatu bahwa dia melihat dua tamu Mongol itu ketika malam pembantaian di Bangsamtong terjadi dua hari lalu .  So So terperanjat dan ikut panik . So So menduga apakah ada kaitan pembantaian itu dengan Hwangbang ?
Okryeon berkata mereka harus pergi untuk menginformasikan orang2 Bangsamtong.  Belum sempat mereka pergi , dua orang Mongol datang membawakan buah2an .
Part 3 (of 3)

***
Jaehwa memandang erat senjata tua yang sudah lama tidak digunakannya. Chigi dan Mangchi ikut memandang ngeri .

Dokter Jung muncul dan melabrak Jaehwa agar berhenti sampai disini . Mereka saling memandang sehingga Mangchi – Chigi tahu diri berlalu meninggalkan mereka.
Jung : Apa yang kamu katakan ketika kau menyerahkan senjatamu padaku dulu ? Kamu katakan tidak akan melukai orang lain lagi . Bahwa kamu akan hidup sebagai gangster sejati (bertarung tanpa senjata) . Kamu bilang tidak akan menggunakannya lagi .
Jaehwa : Mulai sekarang aku tidak akan memohon lagi . Aku juga inin seperti Jeongtae melindungi Bangsamtong dengan kemampuanku .
Jung : Walaupun aku tidak suka dengan apa yang kamu lakukan sebagai seorang gangster , tetapi tahukah kamu kenapa aku menerimamu ? . Karena kamu dijual orangtuamu hanya untuk 50 won saja .  Kamu kawatir jika seorang akan memukulmu . Aku ikut menyesal untuk itu . Ketika kamu membanggakan diri akan menjadi Pemilik Bangsamtong , aku merasa berterimakasih . Ketika kamu pertama tiba di Bangsamtong .  Kamu tidak memiliki apa2 , bahkan jika kamu bertarung tidak ada sesuatu yang harus dipertaruhkan . Apa kamu bisa kembali ke masa itu ?
Jaehwa : Aku punya banyak hal yang harus kupertaruhkan .
***
Old Man Fly duduk diatas meja sambil menggerakkan tangan menangkap lalat.  Jeongtae melanjutkan latihan mengangkat beban . OMF menasehati agar Jeongtae jangan melakukan , karena akan membuat cideranya semakin parah .
OMF : Anak bandel , dengan tubuh cideramu itu , kamu tidak bisa menang melawan Jaehwa.  Kudengar rumor bahwa Jaehwa akan kembali menggunakan senjata cakar besinya. Kapanpun Jaehwa menggunakan senjata itu , bocah tiga tahun tidak akan berhenti menangis karena terkejut . Jelek2 begitu , Jaehwa itu orang kedua setelah Ayahmu . Kamu pikir dia mendapatkan posisi itu hanya dengan bermain2 ?  Ayahmu dulu memarahi Jaehwa , dan Dokter Jung berhasil membujuk Jaehwa untuk menyerahkan senjatanya.  Julukan Jaehwa adalah Harimau Bangsamtong. Jika seseorang terkena senjatanya , tidak ada siapapun yang bisa selamat , dan hanya ada dua orang yang bisa mengatasi cakar besinya , yakni ayahmu dan aku .
OMF kesal karena Jeongtae tampak tidak percaya. OMF mengomel .
***

Dua pria keturunan Mongol masuk dan menjelaskan membawakan buah dari Ketua Seul sebagai dessert .  Setelah meletakkan buah2an , pria Mongol itu curiga melihat hiasan rambut milik Okryeon . Namun pria Mongol itu bersikap biasa dan berlalu dari ruangan .
Okryeon berkata pada So So bahwa apapun yang terjadi mereka harus pergi .
***
Jeongtae akhirnya meminta tip dari OMF untuk menghadapi cakar besi yang tajam dari Jaehwa.
OMF menjelaskan : Cakar besi itu setajam pisau , kecuali kamu menangkisnya dengan besi juga . Jika kamu menangis dengan tanganmu , maka tanganmu akan tercabik . Demikian juga jika kamu menendang dengan kakimu .
Jeongtae bertanya apakah bisa menangkis cakar itu ? . OMF tersenyum sinis dan mempersilahkan Jeongtae mencoba , sambil memaki Jeongtae idiot.
OMF mulai mencontohkan serangan tangan , dan Jeongtae menangkis dan menangkap tangan OMF .
Namun OMF mencontohkan bahwa masih ada ruang gerak bagi cakar Jaehwa .
***
Para  warga mulai bertaruh siapa yang akan menang , Jaehwa atau Jeongtae ?  . OMF dan Gwangpae datang melintas dan bertanya bagaimana kondisi staruhan . Seorang Bandar mengatakan Jaehwa di favoritkan untuk menang 6 berbanding 4 .

OMF hendak memasang taruhan juga dengan menyerahkan uangnya , tetapi dia ragu dan berulang kali menarik kembali uangnya , dan seterusnya , dan seterusnya , walaupun OMF condong memasang taruhan untuk kemenangan Jaehwa , OMF masih tetap ragu dan belum berhasil memutuskan .
***
Baeksan melaporkan pada Seul bahwa para warga sedang bertaruh untuk duel .  Seul menjelaskan cara pandang yang berbeda antara orang Joseon dan orang Chinese dalam berjudi .

Seul : Kita orang Chinese keranjingan berjudi . Tetapi bagaimana dengan orang Joseon (Korea ) ?  Mereka orang Joseon akan mematahkan tangan jika seseorang berjudi. Oleh karena itu mereka bertaruh dengan diam2 dan karena itu pula mereka mempertaruhkan hidup mereka juga ketika bertaruh . Tetapi kita orang Chinese bahkan bertaruh dengan sesame keluarga sejak muda , karena itu kita sangat menikmati ketika berjudi . Jaehwa datang ke China sejak 20 tahun lalu . Kini dia setengah Chinese , dan karena itu dia akan menikmati duel ini . Tetapi Jeongtae adalah orang Joseon yang masih murni (karena baru tiba di China) .  Karena itu Jeongtae akan mempertaruhkan hidupnya.
Baeksan : Bukankah ini keuntungan bagi Jeongtae ? .  Seul : Pemikiranku berbeda . Bagaimana bisa mengalahkan seseorang yang menikmati sesuatu ? . Baeksan : Jeongtae akan menjadi lawan yang kuat , apakah Jaehwa bisa menikmati pertarungan ini ? . Seul : Jaehwa mungkin akan melakukan trik sesuatu .
***
Gwangpae sedang membantu Jeongtae berlatih dengan menggerakkan tongkat kayu untuk dihindari Jeongtae.
OMF datang dan menjitak Gwangpae karena latihan seperti itu tidak akan berguna. Sebagai gantinya OMF membawa pedang anggar untuk melatih Jeongtae , menghadapi simulasi pertarungan yang sebenarnya dengan ujung pedang tajam – sebagaimana cakar besi Jaehwa.

OMF mulai menggerakkan pedang anggar itu seolah2 sedang bermain2 dengan sesuatu yang berbahaya. Jeongtae pada awalnya sulit menghindar dan pedang anggar terus menyasar tubuh Jeongtae. Untung saja ini cuman latihan , jika tidak tubuh Jeongtae akan tercabik2.
OMF juga mengatakan karena Jaehwa adalah tipikal petinju , maka Jaehwa akan menggerakkan cakar besi dari bahu .  Jeongtae akhirnya berhasil menghindari semua serangan OMF .
Latihan berikutnya adalah mengasah kemampuan Jeongtae dalam melihat objek bergerak dan pulih disaat bersamaan . Latihannya sederhana saja , Jeongtae berbaring dengan kepala menatap keatas.  Gwangpae bersiap meneteskan air tepat kearah mata Jeongtae.
OMF mengingatkan kalau Jeongtae tidak boleh berkedip matanya selama air menetes.  OMF berharap dengan latihan ini , maka Jeongtae dapat menghindari ujung dari cakar besi Jaehwa.  Jika Jeongtae berkedip maka setiap saat cakar besi Jaehwa bisa menghabisi Jeongtae.

Gwangpae mulai meneteskan air tegak lurus . Jeongtae berhasil menatap tetesan air tanpa berkedip .
Setelah itu Jeongtae dapat menghindari semua serangan simulasi tanpa mengedipkan mata.
***

Jaehwa juga berlatih sendirian dengan memukuli sarung sebagaimana layaknya petinju . Jaehwa terlihat cepat dalam melayangkan tinju . Tetapi lama2 Jaehwa kehilangan kesabaran dan mencabik2 sarung tinju dengan cakarnya.
***
Dua orang Mongol mengendap2 masuk ke kamar Okryeon dengan pedang terhunung . Suasana kamar gelap . Pria itu langsung menusukkan pedang ke ranjang Okryeon . Tetapi tidak ada siapa2 di ranjang itu .
Sementara itu Okryeon – So So mengendap2 keluar meninggalkan kediaman Ketua Seul .  Ditengah perjalanan mereka dicegat dua orang Mongol . Mereka langsung menyiapkan pedang untuk menghabisi So So dan Okryeon .

Okryeon tersudut karena di jepit dari dua arah. Untung saja Ilhwa dan Asisten muncul . Dengan mudah mereka melumpuhkan dua orang Mongol itu . Bahkan Ilhwa berhasil membekuk orang Mongol yang nekat mengeluarkan pistol .
Ilhwa tersenyum ramah dan bertanya apa Okryeon – So So baik2 saja ? Apa hendak diantar kembali ke Daehwa restoran lagi ?  . Okryeon tersenyum dan berkata akan kembali ke kediaman Ketua Seul .

Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 


Jeongtae dengan amarah memuncak berteriak kenapa dua penjahat melakukan hal itu ?  . Ilhwa mencegah Jeongtae untuk kalap : Ini sekarang terserah padamu .

***
Gaya sedang berlatih dua pedang kecil di ruangan yang terkunci untuk melampiaskan amarahnya.
Aoki muncul : Aku merasakan aura yang berbahaya dari pedangmu . Memangnya kau sedang membayangkan untuk membunuh siapa ?  Lagipula , sebuah pedang dalam ruangan terkunci itu seperti sebuah ironi .

Gaya : Dengan pedang ini , aku mengandaikan aku seharusnya melakukan bunuh diri .  Aku hendak meminta suatu hal dairmu , katamu kau akan membantuku membalas dendam .  Aoki : Tentu saja , walaupun itu adalah boss Yakuza maupun Kaisar China , jawabanku tetap sama . Tetapi aku juga meminta satu hal darimu . Jika aku membantumu membalas dendam , apa kamu akan memberikan apa yang aku mau ? . Gaya : Memangnya apa yang kau inginkan ? .  Aoki : Dirimu .

0 comments:

Post a Comment