Friday, September 19, 2014

Sinopsis : Inspiring Generation - Episode 18

Standard

Okryeon akhirnya dibebaskan dari penjara terpisah dimana Aoki selama ini menyembunyikannya. Dan diluar dugaan yang menjemput Okryeon adalah Do-Ggoo yang kali ini bertindak sebagai agen Hwangbang. Do-Ggoo memamerkan senyum manisnya.

UPDATE

  • Menambahkan rekap (March 21 , 13:10 WIB)
  • Nantikan updatenya . Disarankan follow twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru.

Rekap

Generation Of Youth/Inspiring Of Age / Inspiring Generation / Age Of Feelings  / Episode 18

Do-Ggoo kemudian mengajak Okryeon makan di restoran .  Okryeon bertanya dimana gerangan Jeongtae ? . Do-Ggoo berkata agar Okryeon makan saja untuk memulihkan energi .  Do-Ggoo juga menyerahkan surat kontrak untuk ditandatangani Okryeon sebagai cara satu2nya bagi Okryeon untuk menemui Jeongtae.
Okryeon terheran apa maksudnya .  Do-Ggoo berkata bahwa dia akan membuat Okryeon sebagai penyanyi .  Okryeon berkata dia tidak membutuhkan kontrak itu , dan hanya ingin menemui Jeongtae.  Okryeon tak sabar dan ingin berlalu .
Do-Ggoo menggerutu : Memangnya kau pikir aku berada disini karena punya waktu luang ?  Dan memangnya siapa yang bisa membebaskanmu sebagai seorang tersangka pembunuhan ? Apakah Jeongtae punya pengaruh sekuat itu ? Jadi berhentilah mengatakan hal yang tidak berguna.  Kontrak ini bukan sekedar kontrak , tetapi juga menentukan hidup matinya Jeongtae.

Beralih pada Do-Ggoo yang membawa Okryeon dalam mobil melihat dengan kepala sendiri dimana Jeongtae dkk sedang memanjat tembok gedung penjara intelijen  . Okryeon terheran namun akhirnya menyadari Jeongtae sedang berusaha menyelamatkannya
Do-Ggoo mencegah Okryeon untuk turun tangan  , dan meminta Okryeon tetap diam demi keselamatan Jeongtae sendiri , karena kepanikan Okryeon malah akan memperkeruh suasana dan membuat penjaga penjara terjaga , dan mengancam keselamatan Jeongtae sendiri. Okryeon terpaksa pasrah .
Bersamaan dengan itu Deguchi Gaya tiba memasuki gedung intelijen dengan mobil melalui gerbang utama.

Sementara Jeongtae dkk sudah masuk ke bagian dalam penjara . Mereka merobohkan penjaga penjara dan menerobos masuk kedalam hanya untuk menemukan ruangan yang dimaksud telah kosong.  Begitu mereka keluar ruangan lagi , Aoki dkk sudah menanti dan langsung mengepung mereka.
***
Sementara itu Gaya sedang menanti disebuah ruangan dan menerima laporan dari Yamamoto bahwa Jeongtae dkk memang sedang berada digedung ini .


Gaya melihat keluar jendela , bahwa diluar halaman , Jeongtae dan Aoki saling berhadapan . Gaya khawatir dan ngeloyor keluar ruangan , dan meminta Yamamoto untuk tidak mengikutinya.
Beralih pada Jeongtae dan Aoki yang siap bertarung diluar.  Jeongtae menakar kemampuan Aoki dalam hati : Dia begitu percaya diri bahwa dia kuat , dan semua serangannya itu langsung. Jadi kelemahan dia adalah harga dirinya.
Jeongtae kembali memprovokasi Aoki : Aku pikir kamu itu hebat , menjadi direktur intelijen di usia semuda ini. Kamu belajar bertarung hanya dari teori , pengalaman satu2nya bagimu adalah memukuli anak buahmu .  Aoki menukas : Kamu baru bertarung beberapa kali dijalanan saja sudah membuat kamu terlalu percaya diri .
Dalam pertarungan sengit , Jeongtae kembali berpikir dalam hati : Jika aku sengaja menerima pukulan beberapa kali , maka peluangku menang semakin besar.
Bahkan Gwangpae dan Pyung’ae juga tidak bisa membaca taktik Jeongtae yang sengaja mengalah duluan. Mereka khawatir Jeongtae terus menerima pukulan .
Seperti perkiraan Jeongtae , Aoki akhirnya menerima pukulan mematikan dari Jeongtae. Aoki tersungkur ditanah. Aoki tersadar bahwa dia telah terprovokasi Jeongtae.  Aoki mengenakan kembali seragam militernya menandai pertarungan sudah berakhir
.
Jeongtae meledek : Kamu menyerah toh ? . Aoki : Sebelum kau mati , aku ingin memberi pelajaran padamu bahwa pertarungan tidak selalu terlibat (dalam kemenangan) .
Aoki memberi tanda bagi para penembak jitu untuk mengarahkan senjata dari rooftop kearah Jeongtae.  Pyung’ae dan Gwangpae jadi khawatir karena mereka juga terancam akan mati ditembak,
***
Baeksan melaporkan aksi nekat Jeongtae memanjat penjara  pada Ketua Seul. Dan Seul tertawa karena sudah menerka pikiran Jeongtae yang sederhana (sebagaimana ayahnya) . Ketua Seul merasa rencana mereka berjalan lancar.

(Rupanya  ketika Seul berdebat sengit dengan Aoki tentang masalah pembebasan  Okryeon , Seul menerima tawaran Aoki untuk membebaskan Okryeon asalkan Jeongtae diserahkan.  Dan karena itu Jeongtae masuk dalam “Jebakan Batman”. )
Alasan Seul menerima kesepakatan dengan Aoki  adalah untuk mengukur seberapa tajam Aoki sebagai andalan Yakuza , dan sebagai umpan untuk dilahap Jeongtae .  Disisi lain , Seul juga mengetahui bahwa titik lemah Jeongtae adalah Okryeon.  Mereka kini paham untuk mengendalikan Jeongtae adalah dengan mendapatkan Okryeon.
Baeksan bertanya bagaimana kalau Jeongtae tidak kembali dengan selamat ? . Seul mengeluhkan Baeksan yang terlalu curiga pada Jeongtae .  Seul masih merasa yakin kalau Jeongtae adalah tipe orang yang sekalipun dilemparkan ke neraka akan tetap hidup , dan Jeongtae  akan menjadi senjata mematikan bagi Hwangbang (untuk menghadapi Yakuza) .
***

Gaya sengaja menimbulkan kebakaran di lokasi penjara untuk menyelamatkan Jeongtae.
Jeongtae sendiri sedang berada dalam bahaya karena diancam pistol Aoki dan juga para sniper.  Jeongtae mencoba memprovokasi dengan mengatakan Aoki pengecut.  Aoki tanpa malu mengatakan bahwa sejarah ditulis oleh pemenang , dan memberikan tanda agar para penembak jitu menembak Jeongtae ditempat.
Disaat genting ini , taktik Gaya untuk membuat kebakaran berhasil menarik perhatian Aoki .
Aoki terpaksa harus mengatasi kebakaran itu , dan sempat berkata pada Jeongtae , bahwa Jeongtae sedang beruntung dan lain kali tidak akan membiarkan Jeongtae hidup.
Jeongtae masih sempat2nya bertanya  dimana Aoki menyembunyikan Okryeon ? . Aoki yang kesal menodongkan senjata lagi dan siap menembak Jeongtae jika dia mau .



Melihat Yamamoto diam saja , Shinichi menodongkan pedang untuk memaksa Yamamoto memberikan jawaban.  Yamamoto berkata sudah terlambat karena Denkai sudah mengetahui segalanya.
Deguchi Gaya muncul dan mengatakan kalau Denkai sudah tahu karena diberitahu oleh Gaya sendiri.  Gaya pun memerintahkan Yamamoto untuk keluar karena hendak berbicara berdua dengan Shinichi .
Yamamoto berlalu .
Gaya berkata dengan dingin bahwa dia ingin tahu bagaimana reaksi Denkai ketika tahu kalau cucunya menyelamatkan seorang pria Joseon (Jeongtae) dari bahaya.. Gaya juga memberitahu bahwa Seul sudah mengatakan segalanya ketika Gaya mengunjungi Seul di Hwanbang.  Gaya tahu bahwa Shinichi lah yang membunuh  ibunya , dan siapa yang memerintahkan Shinichi (tentu saja Denkai , sebagai pucuk pimpinan tertinggi di Yakuza) .
Gaya mengklaim bahwa dia menutupi hal ini selama ini demi menyembunyikan dosanya , sebagaimana ibunya dulu , mencintai seorang pria Joseon .
Karena sudah ketahuan , Shinichi berlutut dan  menawarkan pedangnya pada Gaya , pertanda Gaya bisa mencabut nyawa Shinici saat ini . Gaya berkata bahwa hanya Denkai yang berhak memutuskan siapa yang akan hidup ataupun mati .

Shinichi berkata bukan hanya dirinya yang mati .  Gaya mengaku tidak takut mati .  Shinichi bertanya bagaimana kalau Jeongtae terbunuh ? . Shinichi mengingatkan bagaimana ayah Gaya dulu menghadapi kematian karena mencintai putrinya Denkai (ibunya Gaya) . Shinichi berkata kalau Jeongtae akan mati karena Gaya mencintainya.
Part 2 (of 3)

Shinichi berkata akan mengatakan segalanya tentang mendiang Ibunya Gaya , asalkan Gaya mau mengkambinghitamkan Shinichi (yang rela menanggung kesalahan Gaya) agar Gaya luput dari hukuman Denkai .

Deguchi Gaya tidak menggubris permohonan Shinichi.
***
Chigi sedang mempersiapkan uang setoran kepada Hwangbang dan beberapa bank . Chigi mengeluh bahwa mereka hanya kebagian sedikit karena hampir semua diserahkan pada Hwangbang.
(Sementara Jeongtae ada diruangan dan sedang duduk dengan badmood di meja kerjanya)
Chigi membujuk Jaehwa untuk mengambil sedikit demi Bangsamtong.  Jaehwa pun mengaku tidak menyukai hal ini , tetapi Jaehwa mengingatkan Chigi bahwa si tua bangka Seul akan membuat masalah baru jika kurang satu sen pun .  Jaehwa berujar : Kamu akan kehilangan banyak hal ketika mencoba meraih sesuatu yang besar.
Jaehwa melihat Jeongtae tidak bersemangat akhirnya tidak tega juga. Jaehwa mengambil segepok uang dan dilemparkan ke meja Jeongtae , sebagai gaji bulanan Jeongtae. Namun Jeongtae tetap saja murung.
***
Jaehwa dkk membawa uang itu menuju Hwangbang , dan berpapasan dengan Okryeon – Doggoo .  Jaehwa heran dan memanggil Okryeon sebagai “gadis pengantar air” . Jaehwa memuji penampilan keren Okryeon hari ini .  Doggoo memperkenalkan Okryeon pada Jaehwa sebagai penyanyi utama dalam perusahaan rekaman Hwangbang.

Jaehwa berkata karena ini permintaan Hwangbang , maka akan membiarkan Okryeon bernyanyi , tetapi jika Okryeon mengacaukan panggung , maka Do-Ggoo akan menjadi orang pertama yang mati .
Do-Ggoo mengompori bahwa kemaren Okryeon sudah tampil di klub milik Hwangbang dan mendapat sambutan meriah dari para penonton pria yang memberikan karangan bunga pada Okryeon .
Diam2 asisten Aoki mengawasi mereka semua.
***

Aoki dkk sedang membahas rencana besar berkaitan dengan seluruh tokoh utama Shanghai dalam denah dipapan tulis , ada Jeongtae , Seul , Okryeon , Baeksan , Jaehwa  dsbnya.
Asisten Aoki mengatakan belum bisa menangkap Jeongtae karena Jeongtae bersembunyi hampir seminggu di klub Shanghai .  Aoki mengatakan tidak perlu lagi karena sudah membahas hal ini dengan ketua Seul .  Aoki memerintahkan asisten untuk menutupi kasus kebakaran kemaren malam juga.
Aoki kecewa dan mengeluh ketika melihat Shinichi datang karena itu sama saja dengan mengungkap jelas hubungan rahasia Aoki (sebagai perwira militer)  dengan Yakuza .

Shinichi meledek kalau Aoki tetap tidak bisa menangkap Jeongtae walaupun sudah menyiapkan perangkap .  Shinichi merasa Jeongtae tetap lebih kuat daripada Aoki .  Namun Shinichi menganggap itu pengalaman bagus bagi Aoki yang kurang pengalaman dan hanya menghadapi Ahka saja. Shinichi berkata  Jeongtae sudah melalui berbagai jenis pertarungan , dan terus bertambah kuat ketika semakin sering bertarung.
Shinichi berkata bahwa Aoki tidak akan punya kesempatan lagi untuk menangkap Jeongtae , karena Denkai akan segera tiba di Shanghai . Aoki terperanjat mendengar Gaya sudah melaporkan segalanya tentang perkembangan di Shanghai pada Denkai.
Shinichi paham bahwa insiden kebakaran yang disebabkan Gaya yang telah menyelamatkan Jeongtae.  Shinichi bertanya apakah Aoki masih mencintai Gaya ? .
Aoki membenarkan . Shinichi mengandalkan Aoki untuk menyelamatkan Gaya  . Aoki berjanji tetapi dengan menggunakan metode sendiri untuk menyelamatkan Gaya dari amarah Denkai .
***
Jaehwa menyerahkan hasil keuntungan Club Shanghai kepada Ketua Seul
Dapat diterka bahwa Seul sengaja menaikkan setoran untuk memaksa Jaehwa tunduk padanya. Seul dapat mengkalkukasi bahwa tidak ada uang yang tersisa bagi para warga Bangsamtong .
Seul menganjurkan Jaehwa untuk menemukan satu cara agar dapat hidup lebih baik . Jaehwa paham betul kemana arah pembicaraan Seul , yakni peredaran candu .  Seul berkilah itu ide buruk (padahal itu yang diinginkan ketua Seul )

Jaehwa berkata dengan sinis : Maafkan aku , tetapi aku tidak akan berurusan dengan candu , aku memang banyak kekurangan , dan tidak bisa membuat warga Bangsamtong sejahtera. Ada seorang bayi yang meminum susu dari seorang ibu yang kecanduan opium dan akhirnya memasuki rumah lain untuk mendapatkan lebih banyak lagi susu yang terkontaminasi opium , dia tidak mengenali orangtuanya lagi dan berakhir dengan membunuh kedua orangtuanya dengan pisau . Seseorang menjadi seekor anjing adalah seperti itu . Aku tidak tahan kalau harus melihat hal itu lagi .

Baeksan menegur Jaehwa telah berbicara kasar. 

Jaehwa menghardik kalau ucapannya tidaklah kasar.  Jaehwa berkata bahwa ayah Jeongtae tidak menyadari ketika menerima segala sesuatu dari Ketua Seul , dan untuk itu Jaehwa harus melihat penderitaan warga selama 20 tahun terakhir.  Jaehwa berkata siapa bajingan bodoh yang akan mengambil candu lagi ? . Jaehwa berkata lebih baik mengambil uang dari bank Yakuza dan menafkahi warga Bangsamtong.

Jaehwa pamit dengan ketus : Kamu Bajingan Wang , dan Ketua Seul , silahkan beristirahat.
Jaehwa berlalu .

Ketua Seul berkata pada Baeksan : Jaehwa sedang mengatakan kalau dia akan berpartner jika kita tidak menyesuaikan persentase keuntungan ? . Baeksan : Betul , tetapi kita tidak dalam posisi untuk itu , karena Direktur Aoki telah mengajukan satu audit terhadap keuanganmu . Jika anda tidak mengisi dana yang kau gunakan untuk berurusan dengan opium , maka posisimu di konsesi Shanghai ini akan berbahaya.
Baeksan menegaskan tidak ada pilihan lain untuk segera menjadikan Club Shanghai sebagai basis penjualan candu , dan untuk itu Jaehwa harus disingkirkan .  Ketua Seul kali ini setuju .
***

Kedatangan Okryeon ke Club Shanghai , termasuk sahabatnya sendiri , So So dan juga rivalnya , penyanyi Jingjing yang menuduh Okryeon telah menjual diri kepada Hwangbang .
Jeongtae muncul menarik Okryeon keluar dan bertanya apa yang terjadi . Okryeon tersenyum berlagak bodoh dan bertanya apa Do-Ggoo tidak menghubungi Jeongtae ketika Okryeon dibebaskan minggu lalu ?

Jeongtae terperanjat begitu Okryeon menyebut Seul (ayah angkat Jeongtae) yang membebaskan dari penjara. Okryeon tidak ada yang memberitahu Jeongtae , apakah memang hendak membuat satu kejutan ? .


Do-Ggoo berusaha mencegah , tetapi malah mendapatkan bogem mentah Jeongtae.
Part 3 ( of 3)

***
Di mobil , Jeongtae mengakui kalau dia tidak tahu harus membawa Okryeon ketempat mana yang aman .  Jeongtae juga menyerahkan cukup uang untuk biaya hidup Okryeon ketika bersembunyi .  Jeongtae berjanji akan kembali setelah membalas dendam kematian ayahnya.
Okryeon bersikeras tidak mau pergi :  Kita ini pengungsi , tidak ada tempat yang aman didunia lagi .  Jeongtae : Kamu sendiri yang mengatakan padaku bahwa ada bunga bermekaran di Sinuiju . Jadi kita harus hidup bersama . Okryeon : Itu benar , tetapi kamu juga bahwa tidak ada tempat bagi kita untuk kembali . Jadi tinggallah saja disini , walaupun menakutkan dan berbahaya , mari kita mencoba bertahan . Aku akan mencoba hidup dengan baik dan tidak membebanimu .
Jeongtae bersikeras sampai matipun tidak mau mengembalikan Okryeon ke Hwangbang.  Okryeon mengajak Jeongtae melihat realita , status Okryeon sendiri sebagai tersangka utama pembunuhan pejabat Jepang di Sinuiju (Korea Utara) .
Okryeon : Apakah setiap kali aku ditangkap , kamu mau terus menerus naik tangga ? . Jeongtae : Walaupun ratusan kali ataupun ribuan kali , jika kamu berada disini , aku akan tetap mencarimu .
Okryeon mengeluhkan kebodohan Jeongtae , dan karena Jeongtae , Okryeon merasa tidak bisa melakukan apapun juga. Okryeon juga mengeluh tidak bisa hidup dengan baik karena khawatir Jeongtae akan mati . Okryeon berkata akan hidup baik di Hwangbang . Jeongtae kembali bersikeras tidak mau Okryeon di Hwangbang.
Okryeon mengingatkan bahwa Aoki adalah orang yang membunuh Ahjusshi Choi dan Ibunya Okryeon . Jeongtae terperanjat.  Okryeon mengatakan bahwa Aoki telah memburu dari Sinuiju hingga Shanghai .

Tiba2 seorang Ahjusshi dari Bangsamtong terluka parah dan mengetuk jendela mobil untuk meminta pertolongan Jeongtae dalam menyelamatkan anak – istrinya.  Jeongtae terperanjat dan meminta Okryeon untuk tidak kemana2 dan diam dimobil dulu .  Jeongtae langsung berlari menuju TKP .
Di jalan terlihat seorang pria tengah menusuki warga di tengah gelapnya malam.  Jeongtae memergoki dan langsung menghajarnya . Bandit lain menembak kearah Jeongtae namun luput.

Sementara itu Okryeon masih di mobil ketika dua bandit mendekati posisi mobil . Okryeon menyembunyikan kepala dan sempat melihat tattoo di leher salah satu bandit.  Bandit itu hampir memergoki dan membuka pintu mobil . Untung saja ada bunyi peluit polisi di kejauhan .  Dua bandit itu segera menjauh .
Setelah dirasa aman , Okryeon keluar dari mobil dan terperanjat melihat para warga terluka atau tewas bergelimpangan di jalan . Okryeon langsung memeluk Jeongtae untuk menenangkan diri .
***
Dokter Jung merawat Okryeon yang stress . Setelah itu Dokter Jung keluar kamar dan menenangkan Jeongtae bahwa Okryeon hanya perlu makan obat dan beristirahat , dan kondisinya akan membaik setelah bangun tidur nanti .

Do-Ggoo tanpa risih berkata kalau jadwal Okryeon sangat padat  malam ini . Jeongtae tak habis pikir Do-Ggoo bisa mengatakan hal seperti itu . Do-Ggoo berkilah kalau Okryeon luput jadwal , maka bukan saja Do-Ggoo yang akan rugi , tetapi juga karir Okryeon juga akan terancam .
***
Bukan saja Jeongtae , tetapi juga So So ikut terperanjat melihat pembantaian ini . Dokter Jung menjadi ekstra sibuk merawat begitu banyak korban yang masih selamat.

Jeongtae menemui Ilhwa yang sedang berdiri diluar , dan bertanya bagaimana bisa Hwangbang melakukan kekejian seperti ini ? . Ilhwa lebih tenang dan merasa belum ada bukti akan keterlibatan Hwanbang. Walau demikian Ilhwa mengatakan bahwa ini modus operandi Hwangbang , seperti saat Ketua Seul menjadi dalang dibalik pembantaian ribuan buruh di Sinuiju .
Jeongtae bertanya kenapa Hwangbang memilihnya . Ilhwa berkata itu takdir Jeongtae , sebagaimana almarhum ayah Jeongtae juga.
Ilhwa berlalu bersamaan Jaehwa yang sudah tiba. Jaehwa terperanjat dan bertanya apa yang terjadi pada Jeongtae.
Jeongtae berkata bahwa Hwangbang yang melakukan itu .
***
Dua orang bandit bertubuh kekar itu sedang minum arak sambil menari . Ilhwa berhasil mengendus jejak hingga ke kawasan Hwangbang ini , dan mengamati dua bandit itu dari kejauhan .

Ilhwa berkata pada Asisten Pyung’ae bahwa dua bandit itu sedang menari setelah pertarungan usai , dan akan menyeka darah dengan liquor sebagaimana tradisi orang Mongol.
Ilhwa akhirnya menghampiri dua bandit itu dan bertanya :  Kapan kamu datang dari Mongolia ?  Apa anda lewat Manchuria ? Apakah anda mampir ke Dandong ?
Salah satu bandit mengambil pisau dan mulai menyerang duluan. Tetapi Ilhwa adalah seorang Grandmaster kungfu yang tentu dengan mudah mengatasi mereka.  Ketika bersiap menghabisi salah satu bandit itu , tangan Ilhwa dipegangi oleh Baeksan yang muncul tiba-tiba.
c
Ilhwa akhirnya melepaskan mangsanya dan menatap tajam pada Baeksan .
Baeksan bertanya apa yang dilakukan Ilhwa disini (di kawasan Hwangbang) .  Ilhwa berkilah kalau dia hendak mengucapkan “terimakasih” karena Baeksan sudah menyelamatkan keluarga Ilhwa di Dandong.  Ilhwa mengambil “Mongolian Steak” dan memperlihatkannya pada Baeksan untuk meledek .

Ilhwa mulai menyerang duluan . Kedua master ini bertarung singkat namun ketat dan berimbang.  Pertarungan pun berakhir . Baeksan bertanya apa Ilhwa hendak mengajak perang dengan menyerang Baeksan dan dua tamu Mongolia itu ?
Ilhwa meledek : Bagaimana kalau kau anggap aku sedang berjalan2 dibawah indahnya sinar rembulan .
Ilhwa menjelaskan kalau dua orang Mongol itu yang menyerang duluan ketika ditanya baik2.
***

Jaehwa ,  Jeongtae dan Ilhwa tentang daerah kekuasaan Hwangbang :  Disini adalah Club Shanghai kita , dan diseberang sana itu ada klub2 dan lounge Perancis , dan dua kasino besar serta tiga pacuan kuda yang berada didaerah kekuasaan Hwangbang.  Dari salah satu kasino itu saja , keuntungannya dua kali lipat Shanghai . Seul mendanai pasukan Chiang Kai-shek , dan karena itu butuh uang tak terbatas untuk biaya militer , dan karena itu butuh Club Shanghai yang strategis untuk peredaran candu . Jika Club Shanghai menjadi pusat peredaran candu , maka akan menyebar luas keseluruh tempat dan menghasilkan permintaan tak terbatas sampai orang yang kecanduan itu mati .
Jeongtae kini paham kenapa ayahnya mati mengenaskan di tangan Seul dan Baeksan . Jeongtae bertanya kenapa Seul tidak menjalankan sendiri saja Club Shanghai ?
Jaehwa menjelaskan bahwa Seul harus menjaga reputasi sebagai tetua Chirinbang sehingga tidak mau terang2an berbisnis candu .  Karena itu Seul membutuhkan orang yang loyal untuk menjalankan Club Shanghai .
Beralih keesokan harinya ketika Jeongtae menghadap Ketua Seul .
Ketua Seul : Melihatmu datang menemuiku lagi , apakah kamu sudah memutuskan menetap di Bangsamtong ? .  Jeongtae : Karena pemikiranku yang sempit aku telah menyebabkan masalah bagimu ayah , maafkan aku ayah ? .
Seul merasa lega seakan menemukan kembali anak yang hilang.  Seul : Lalu sebagai ayah bolehkah aku mengajukan permintaan padamu ? . Jeongtae : Yah silahkan .
Ketua Seul : Jeogntae , mulai sekarang kamu harus menjadi sebuah pisau dan perisai bagi Hwangbang . Apakah kamu bisa melakukan itu ? . Jeongtae : Iya ayah .  Ketua Seul : Mulai sekarang kamu akan menjadi Pemimping Club Shanghai .
Jeongtae pura2 terkejut : Aku ? Menangani Club Shanghai ? . Seul : Tentu saja , kamu khan anakku ? . Jeongtae : Lalu bagaimana dengan Jaehwa hyungnim ? .
Ketua Seul : Kemaren malam ada lebih dari 10 orang mati di Bangsamtong , jika pemilik tidak bisa melindungi warganya , apa dia masih punya hak ? Tentu dia harus mengundurkan diri  .
Jeongtae : Lalu apa yang harus kulakukan ? . Ketua Seul : Apa maksudmu , sebagai pisau Hwangbang , kamu harus melakukan yang terbaik . Bunuh Jaehwa.
***
Jaehwa sendiri terperanjat kedatangan tamu seperti Aoki .
Aoki berkata dia akan menawarkan sesuatu yang tidak bisa ditampik Jaehwa sebagai pemilik Bangsamtong dan pengelola Club Shanghai .

0 comments:

Post a Comment