Friday, September 19, 2014

Sinopsis : Inspiring Generation - Episode 17

Standard

Setelah melalui grand opening Club Shanghai nan meriah . Baeksan menemui Ilhwa untuk mengantisipasi pertarungan mendatang menghadapi Jeongtae.
Ilhwa : Lalu aku tanya padamu , apa yang kau inginkan dariku ? . Baeksan : Ambil alih Club Shanghai dan rute distribusi candu .  Ilhwa menatap sadis kali ini  : Bagaimana jika aku menolak ? Apa kau akan membunuh seluruh keluargaku ? Apa itu pesan dari Ketua Seul ? .

UPDATE

  • Menambahkan rekap (March 21 , 13:10 WIB)
  • Screencaps belum lengkap
  • Nantikan updatenya . Disarankan follow twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru.

Rekap

Generation Of Youth/Inspiring Of Age / Inspiring Generation / Age Of Feelings  / Episode 17


Baeksan : Jaga baik2 ucapanmu . Kita sedang berada di peperangan , belasan orang , hmm tidak , ratusan orang mati setiap hari .  Dan ingat , jangan coba2 mengalah dengan sengaja pada Jeongtae karena hal ini tidak bisa membuatmu melindungi keluargamu . Kamu hanya bisa menang dengan segala cara atau mati ditempat itu .
Senyum Ilhwa memudar ketika Baeksan berlalu .  Ilhwa berkata : Mereka itu bukan manusia . Asisten : Lantas kita harus bagaimana ? .  Ilhwa : Aku harus menang . Setelah aku menang , maka aku harus survive.
***

Di Club Shanghai . Meiling memulai acara dengan sambutan dalam beberapa bahasa Mandarin , Jepang dan Inggris. Setelah itu acara dimulai , dan Meiling menyanyi mengisi acara diiringi penyanyi .
Jaehwa mengawasi acara dengan serius , kemudian menyapa para tamu dalam berbagai bahasa termasuk Mandarin .
Jaehwa memanggil Jeongtae untuk diperkenalkan pada para tetua Chirinbang. Jeongtae membungkuk hormat.
Para tetua memuji kalau Jeongtae persis ayahnya di masa muda . Salah satu tetua bertanya kenapa Ketua Seul belum juga datang . Jaehwa berkilah kalau Seul pasti datang karena “anaknya” (Jeongtae) terlibat dalam grand opening ini .
Jeongtae mendelik kecewa pada Jaehwa karena melanggar kesepakatan mereka berdua.
Usai Meling pentas sebagai penampilan pembuka , kini giliran Jingjing yang akan tampil . Jingjing memperingatakan Okryeon agar tidak membuat kacau . (Okryeon penyanyi asli dibelakang layar , dubbing untuk Jingjing) .  Jeongtae sempat memeluk Okryeon untuk memberi semangat.
Sementara itu Aoki terus mengawasi panggung dari balkon atas. Aoki turun entah kemana (tentunya dengan niat buruk) .
Okryeon tetap memberikan suara terbaik walau dibelakang layar .  Jeongtae pamit pada Okryeon . Dan Okryeon sempat mencium pipi Jeongtae.

Jeongtae berlalu .  Dokter Jung & So So menonton Okryeon dari balik layar juga. So So terkagum bahwa Okryeon menyembunyikannya selama ini .  Dipanggung , Jingjing meliuk2 dengan seksi seolah bernyanyi (padahal didubbing Okryeon) .
Pertunjukkan usai , dan para hadirin bertepuk tangan . Okryeon – So So berlalu dengan riang. Aoki sudah ada dibelakang layar  dan terus mengawasi Okryeon .
***
Di Hall ,  Jeongtae terperanjat melihat Jaehwa sedang menyambut Ketua Seul . Padahal sebelumnya Jaehwa sudah sepakat dengan ide Jeongtae untuk mengisolasi (tidak mengundang) Hwangbang.
Ketua Seul ngeloyor masuk begitu saja tanpa mempedulikan Jaehwa. Jaehwa menyusul Ketua Seul , namun  Jeongtae menyusul Jaehwa.
Jaehwa berkilah kalau tidak ada urusan penting , Jeongtae bisa membicarakan nanti saja. Jeongtae menuntut mereka membahas hal ini sekarang juga.
***
Okryeon – So So tampak riang dengan awal yang baik ini . So So memuji suara Okryeon seperti embun di pagi hari , sungguh sempurna.  Okryeon bertanya bagaimana reaksi penonton secara Okryeon tidak bisa melihat dari balik layar.  So So berkata kalau penonton terkesima dan bertanya2 apa betul penyanyi itu (Jingjing) yang menyanyi ?
Jingjing muncul dengan wajah congkak seperti biasanya.  Jingjing meledek : Hanya karena kamu menyanyi dengan baik , apa kamu pikir mereka akan terkesima ? Mereka jelas menonton tarianku .

Tiba2 Do-Ggoo datang dan memberitahu Okryeon bahwa ada pihak produser rekaman yang hendak menemui Okryeon .
Jingjing mendengar itu dan mengeluh pada Meiling : Aku yang tampil (dipanggung) kenapa Okryeon yang mendapat kredit ?
***
Okryeon – So So bertemu dengan pihak perusahaan rekaman yang dimaksud Do-Ggoo  , yang tak lain adalah Aoki dan Asistennya .  Sungguh malang Okryeon yang tak menyadari jebakan batman Aoki .

Jaehwa : Aku tahu aku ini tamak dan kotor , tetapi orang2 Bangsamtong harus dilindungi . Karena harga diriku , aku tidak bisa membiarkan mereka mati kelaparan .  Jeongtae : Apa bukan karena itu kita ingin mendapatkan Hwangbang ? .  Jaehwa : Hei keparat , apa kamu pikir kita bisa mengalahkan mereka ? . Apa kamu tahu kalau Ketua Seul mendukung Chiang Kaishek secara finansial ?  Dia juga ketua Chirinbang , apa kamu ingin menghadapi orang seperti itu ? .  Aku tidak bisa melakukan itu walaupun aku mati . Cobalah pahami aku .
Jeongtae : Apa karena itu ayahku terbunuh ? Apakah karena ayahku berpikir secara berbeda ?  Apakah Seul dan Hwangbang membunuh Ayahku ?  .
Jaehwa membenarkan : Iya , karena itu ayahmu terbunuh . Karena itu , aku Jaehwa , daripada mati konyol seperti ayahmu , aku hanya mengoperasi . Itu memang memalukan , tetapi , aku memilih hidup sebagai seekor anjing bagi Hwangbang.  Jadi kuharap kamu bisa putuskan juga , apakah hendak seperti ayahmu , jika tidak yah seperti aku hidup seperti pengecut , jika tidak yah tinggalkan tempat ini .
Jeongtae : Aku tidak mau mati konyol seperti ayahku . Aku juga tidak mau hidup tanpa arti seperti mu juga .  Jaehwa : Jadi kamu akan pergi ? . Jeongtae : Tidak , aku akan membuat kawasan ini menjadi milikku , aku pasti akan menghancurkan Hwangbang , dan menunjukkan pada semua orang kalau aku akan membuat Bangsamtong sebagai milikku .
(Terdengar hiruk pikuk dari asisten Ilhwa diluar yang berteriak bahwa Ilhwa sudah datang . Ini terjadi juga ketika Ilhwa menantang Gaya untuk berduel .  Semua menantikan pertarungan Ilhwa dan Jeongtae) .
Jaehwa mengingatkan kalau masalah Hwangbang nanti saja , yang terpenting Jeongtae harus mengalahkan Ilhwa.  Jeongtae menepis tangan Jaehwa dan berlalu dari ruangan .
Jaehwa menggerutu betapa idiotnya Jeongtae.
***
Di meja Chirinbang , kepala Polisi berkata kalau Ilhwa adalah seorang master bela diri yang tangguh .  Dia bertanya : Seul , bagaimana kalau anak (angkat) mu terluka ? .
Seul tersenyum dan berkilah : Aku juga khawatir , tetapi harus bagaimana lagi untuk mendewasakan dia ?  Aku hanya berharap Jeongtae tidak terluka dan menang.
Jaehwa menghampiri meja para tetua Chirinbang dan mengatakan pertarungan akan segera dimulai . Jaehwa berkata kalau dia akan mendampingi mereka untuk mencari lokasi agar dapat menonton pertarungan dengan nyaman .
Para tetua Chirinbang mengikuti Jaehwa dari belakang sambil tertawa2 .
Jaehwa menggerutu dalam hati : Aku mempertaruhkan nyawa , tetapi kalian malah tertawa dasar jahanam terkutuk !!
***
Ilhwa – Jeongtae saling berhadapan . Entah apa yang terjadi dengan pertarungan antara senior (mentor) dan junior. Apakah Jeongtae akan menang menghadapi mentor mudanya itu ? .
***
Sementara itu Seul bertanya pada Baeksan apa yang terjadi dengan Ilhwa ? .
Baeksan berkata : Akan baik bagi Seul untuk tidak berharap apapun , karena alasan Ilhwa membenci Yakuza , karena Yakuza yang membunuh ibunya Ilhwa , dan juga Ilhwa sangat membenci opium . Orang2 Yakuza yang membunuh Ibu Ilhwa adalah dealer candu dari Yakuza.  Ketua Seul : Kalau begitu tidak ada yang bisa kita lakukan . Takdir kita tidak bersama dengan orang ini .
***

Ilhwa – Jeongtae saling berhadapan . Jeongtae bertanya apakah Ilhwa menjadi alat bagi Hwangbang ? .
Ilhwa membenarkan : Dalam sekejap aku telah menjadi anjing Hwangbang . Baik aku dan kamu , sama2 terbawa dalam sebuah pertarungan yang tidak kau inginkan .
Part 2 (of 3)

Pertarungan pun dimulai .  Setelah bertukar jurus , Ilhwa unggul sementara dengan mendaratkan satu pukulan .  Jeongtae – Ilhwa saling mengancam kemudian pertarungan singkat dimulai lagi . Ilhwa lagi2 unggul sementara dengan mendaratkan satu pukulan lagi , ditambah satu cekikan ke leher.
Anak buah Old Man Fly berteriak untuk mengingatkan tentang taktik yang sudah dibahas sebelumnya.
Sebuah kilas balik di malam sebelumnya . Old Man Fly memberi petunjuk pada Jeongtae : Hai nak , Youngchoogwan bukanlah masalah menyerang ataupun bertahan , tetapi kamu harus menyerang bersamaan dengan serangan lawan. Menyerang tanpa persiapan , dan kamu harus mengorbankan setengah tubuhmu untuk mencapai kemenangan .  Jika kamu tidak bisa menghindar serangan , cobalah pukul dan pukul lagi dan tunggu kesempatan bagus . Bahkan jika dia menahan seranganmu , sasaralah tempat paling dekat kearah ulu hati .

Jeongtae maju lagi menyerang Ilhwa , namun hanya menjadi bulan2an bagi Ilhwa.  Jeongtae mendapat hantaman dua tangan Ilhwa yang seakan sedang berdoa .  Jeongtae sempat membalas menghantam dada Ilhwa .  Pertarungan jarak dekat dimulai
Ilhwa yang muda namun pengalaman langsung menerka kalau itu jurus Youngchooghwan .  Ilhwa lebih serius daripada sebelumnya dan kembali mendesak pertahanan Jeongtae.  Ilhwa diatas angin lagi sekarang.
(Anak buah OMF khawatir kalau Jeongtae akan mati sebelum bisa mendekati Ilhwa. Old Man Fly yang menonton pertarungan lantas berkomentar bahwa sangat sulit bagi Jeongtae dalam semalam bisa mengalahkan musuh yang berlatih selama puluhan tahun . Menurut OMF satu2nya kesempatan bagi Jeongtae adalah mendapatkan kesempatan untuk mengerahkan seluruh energinya dalam satu pukulan. )
Jeongtae terus menanti kesempatan bagus walau terus menerus dihantam dan terdesak, dan kesempatan itu tiba ketika Ilhwa meloncat untuk melakukan tendangan akhir yang siap menghambisi Jeongtae.
(OMF sudah merasa Jeongtae akan kalah . OMF dengan sarkasme bilang ke anakbuahnya , siap2 saja mengambil jenasah Jeongtae. )
Ternyata Jeongtae memanfaatkan momentum itu dengan menyerang dengan satu hantaman telak ke dada Ilhwa.  Jeongtae mengakhiri Ilhwa dengan tendangan keras ke kepala Ilhwa.

Jaehwa tersenyum puas melihat kemenangan Jeongtae , dan memamerkan senyum mengejek kepada Ketua Seul yang sedang cemberut .

Ilhwa batuk darah dan akhirnya mengakui kekalahannya.  Jeongtae tetap mengkhawatirkan Ilhwa yang juga mentornya selama bertahun2. Jeongtae memberi isyarat pada asisten Ilhwa untuk memapah Ilhwa.
Jaehwa menghampiri Jeongtae dan memuji : Dasar keparat yang gigih , pekerjaan yang bagus.
Jeongtae menanggapi Jaehwa dengan dingin . Jaehwa menepuk2 pipi Jeongtae dan berkata lihatlah wajah si tua bangka Seul (yang seperti pecundang) .
***
Jaehwa berpapasan dengan Okryeon – So So yang sedang digiring paksa (tetapi samar ) oleh Aoki dan asistennya.  Jaehwa pada mulanya tidak curiga dan malah menggerutu kalau Okryeon seharusnya jangan pergi dulu , dan ikut bantu beres2 tempat usai acara nanti .
Jaehwa berlalu sambil bergumam ternyata Okryeon pintar “menjual diri juga” . Disaat berikutnya Jaehwa tersadar tak mungkin Okryeon yang kekasih Jeongtae akan berlaku seperti itu .
Jaehwa teringat pernah bertemu dengan Aoki sebelumnya (Aoki bersenggolan di jalan dengan Jaehwa beberapa hari yang lalu dan memperkenalkan diri dengan kartu nama Direktur Intelijen ) .
Jaehwa bergegas menyusul Okryeon – Aoki .  Jaehwa melabrak Aoki sambil menepuk bahu Aoki . Jaehwa berkata dia sudah tahu siapa Aoki .
Aoki menepis dan menyerang . Jaehwa secara reflek menghindar dan sempat melayangkan upper-cut mematikan ke dagu Aoki . Namun Aoki masih bertahan , bahkan tangan Jaehwa memukul pistol dibalik jas Aoki hingga Jaehwa kesakitan sendiri .

Aoki menodongkan pistol kedahi Jaehwa.  Dan Jaehwa tanpa takut malah semakin mendekatkan dahinya ke pistol Aoki , seolah2 hendak mengatakan tembak saja kalau berani .
Jaehwa tidak takut dan bertanya dengan tatapan tajam , betapa beraninya Aoki menodongkan senjata di daerah kekuasaan Chirinbang. Aoki tidak takut dan malah menghajar Jaehwa hingga pingsan .
***
Kembali ke arena pertarungan .  Jeongtae berbasa-basi menyapa “ayah angkatnya , Ketua Seul .
Ketua Seul dengan senyum joker mengungkapkan rasa kecewanya karena tidak mendapat undangan di grand opening.  Jeongtae berkilah bahwa dia sedang sibuk sehingga tidak sempat , dan berjanji tidak akan membuat kesalahan lagi .
Seul mengingatkan bahwa ada dua hal yang tidak boleh dilupakan oleh Jeongtae , pertama ini adalah kawasan Hwangbang , kedua , Seul punya hak untuk memutuskan siapa yang boleh menetap di kawasan Hwangbang ini .  Seul berkata , kalau Jeongtae tidak melupakan dua hal ini maka usia Jeongtae bisa lebih panjang dari ayah Jeongtae.
Jeongtae menahan geram dengan mengepalkan tangan , dan berkata penuh makna bahwa dia tidak akan melupakan perkataan Seul sampai mati .
(Demikin dalam dialog politik , adu argumen maupun dialog makna2nya berupa kiasan ,  sindiran , satire dsbnya )
Ketua Seul hendak berlalu ketika So So datang dan dengan panik memberitahu Jeongtae kalau Okryeon diculik .  Jeongtae segera berlari .
Ketua Seul juga memerintahkan Baeksan untuk mencari tahu apa yang terjadi .
***
Jeongtae berlari mengejar mobil Aoki namun tidak berhasil.

Didalam mobil , Aoki menodongkan senjata agar Okryeon diam .  Mangchi pun berlari menyusul Jeongtae untuk mengingatkan agar Jeongtae tidak melewati garis demarkasi yang memisahkan Bangsamtong dengan Shanghai .
***

Kembali ke Club Shanghai , Jeongtae berdiri diam ketika Jaehwa mengomel2 dan mengamuk terhadap anak buahnya yang sedang berlutut. Jaehwa menganggap berhasilnya Aoki menculik Okryeon di Club Shanghai sebagai penghinaan.  Jaehwa meninju satu persatu anak buahnya .
Dokter Jung dan So So hanya bisa berdiri menyaksikan semua itu . Jeongtae hendak melangkah keluar . Jaehwa bertanya mau ngapain ? . Jeongtae mengaku hendak menyelamatkan Okryeon  .  Jaehwa bertanya dengan dukungan (beking) apa Jeongtae hendak menyelamatkan Okryeon ? Dengan kekuatan apa Jeongtae mau menyelamatkan seseorang di kawasan konsesi asing ?
Jeongtae bersikeras tidak bisa berpangku-tangan begitu saja. Jaehwa menegaskan kalau dialah yang akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi di clubnya.  Jaehwa meminta Jeongtae untuk bersabar menunggu dan tidak menambah masalah .
Jaehwa berlalu .
So So menenangkan Jeongtae bahwa Jaehwa pasti punya rencana . Jeongtae tidak menggubris dan berlalu begitu saja.
Chigi mengeluh dimana Do-Ggoo saat semua dihukum dan dimarahi oleh Jaehwa ?
***
Di klinik , Ilhwa masih tak sadarkan diri saat dirawat oleh Dokter Jung . So So masih khawatir dan tak percaya Jaehwa yang licik bisa menyelamatkan Okryeon . Dokter Jung menenangkan So So bahwa justru karena licik itulah Jaehwa akan bisa menyelamatkan Okryeon .

Dokter Jung berlalu dan menitipkan Ilhwa untuk diawasi So So .  Dan So So mencoba memprotes , tetapi So So akhirnya malah menatap wajah tampan Ilhwa yang masih tak sadarkan diri .
***
Jeongtae berjalan sambil mengawasi keadaan tembok penjara kantor intelijen . Jeongtae memperkirakan tinggi tembok dengan jarinya . Setelah itu Jeongtae berlalu .

***
Jaehwa menemui Ketua Seul untuk mencari bantuan dalam menyelamatkan Okryeon .  Ketua Seul berlagak acuh tak acuh sambil membaca koran .
Ketua Seul mencibir Jaehwa datang mengganggu hanya karena seorang penyanyi pengganti (Okryeon) .  Jaehwa sangking kesalnya merampas koran yang sedang dibaca ketua Seul . LOL .
Jaehwa menekankan bahwa aksi Aoki adalah insiden pertama dimana senjata digunakan di zone netral seperti Club Shanghai . Lantas bagaimana yang terjadi jika semua orang berpikir dapat menciptakan masalah di Club Shanghai dengan senjata ? Tidakkah itu mengancam jalur suplai Hwangbang sendiri ? termasuk jalur candu ?
Jaehwa merasa sudah mengatakan apa yang harus dikatakan , dan pamit untuk berlalu , menunggu kabar baik dari Ketua Seul .
Ketua Seul walaupun berlagak acuh tak acuh tetapi menangkap point2 yang diajukan Jaehwa yang masuk akal . Seul khawatir karena Jaehwa tahu terlalu banyak . Seul mengatakan pada Baeksan bahwa Jaehwa harus disingkirkan jika Jeongtae sudah berpihak pada Hwangbang nanti .  Untuk itu Seul harus menyelamatkan Okryeon (sekaligus menjadikan “sandera”) untuk menundukkan Jeongtae agar mau patuh .
Beralih ke Do-Ggoo yang kini sudah menyeberang ke kubu Hwangbang. Seul menyeringai melihat Do-Ggoo , mungkin karena belum mengetahui kalau Do-Ggoo agen rahasia Deguchi Gaya ?
Seul bersiap menemui Aoki di wilayah konsesi asing.
***
Gaya mendengar kabar terbaru kemudian berkomentar pada Yamamoto : Aoki pastinya terlalu tergesa2 untuk mendapatkan hasil kecil dengan mengorbankan sesuatu yang besar. Jika kita tidak berbuat sesuatu sebelum campur tangan Chirinbang , Aoki akan berada dalam bahaya.  Segera hubungi dia.
***
Aoki mengawasi asistennya sedang menginterogasi Okryeon .
Asisten : Siapa yang bertugas dalam masalah suplai Club Shanghai ? Jeongtae khan ?.  Okryeon : Iya .
Asisten : Diantara para supplier , siapa supplier opium ? . Okryeon : Aku tidak tahu .  Asisten : Kamu tidak ada alasan untuk tidak tahu . Aku tahu kamu sedang menjalin hubungan dengan Jeongtae , jadi mulailah bicara.
Okryeon tidak takut : Bukankah anda yang sedang bicara omong kosong ?  Kenapa anda membawaku kesini ? Apa untuk menanyai tentang pembunuhan Gokubu di Sinuiju ?  Bukankah itu alasan anda membawaku kesini ?  Jadi kenapa tidak membahas masalah itu , malah membahas Jeongtae ?
Aoki yang semula diam langsung menghampiri dan duduk di meja . Aoki mengancam :  Ada sungai yang mengalir didekat sini , jika kamu tidak mau berakhir seperti Ibumu lima tahun lalu , lebih baik katakana apa yang kamu ketahui sekarang.

Okryeon tersadar kalau Aoki yang telah membunuh Ahjusshi Choi dan Ibunya.  Okryeon mencengkram leher Aoki dan mengancam tidak akan mengampuni Aoki .
Part 3 (of 3)

Asisten hendak turun tangan , tetapi Aoki memberi isyarat pada asisten untuk membiarkan saja.  Aoki memukul perut Okryeon hingga terjatuh . Aoki memberi restu pada asisten untuk menggunakan metode apapun agar mendapatkan informasi dari Okryeon .
Pada saat itu Aoki mendapat kabar ada telepon darurat dari Gaya.
***
Jeongtae dan Asisten Ilhwa khawatir melihat kondisi Ilhwa yang masih tergeletak di ranjang pasien . Jeongtae bertanya kondisi Ilhwa. Dokter Jung berkata kalau Ilhwa sempat siuman tetapi mengalami luka dalam . Dokter Jung memperingatkan Jeongtae agar tidak melibatkan Ilhwa dalam pertarungan sampai kondisinya pulih .
Jeongtae tiba2 bertanya apakah Dokter Jung kelahiran Tiongkok ? (Artinya apakah Jung warga negara Tiongkok ? ) . Jung membenarkan . Jeongtae meminta bantuan Jung untuk mencari tahu kondisi Okryeon di penjara (secara Jung adalah warga negara Tiongkok yang memiliki kebebasan lebih banyak ketimbang pengungsi2 Bangsamtong) .
Jung khawatir namun akhirnya bersedia membantu .
***
Aoki keluar dan dalam perjalanan melalui koridor  melihat Seul dan Baeksan , dengan salah satu tetua Chirinbang yang menjadi komandan polisi sebagai mediator.
Aoki – Seul pun berunding dalam satu perdebatan seru . Mungkin menjadi bagian terbaik episode ini selain pertarungan Ilhwa versus Jeongtae.
Dimulai dengan kepura2an Aoki yang mengaku tidak tahu kondisi Club Shanghai seperti apa (karena Aoki baru tiba di Shanghai belum lama ini ) .
Mediator Chirinbang : Lihat Seul , dia (Aoki) masih baru di Shanghai jadi belum tahu kondisi Shanghai . Dia hanya terlalu bernafsu , mohon maafkan dia .

Ketua Seul : Itu karangan cerita yang cerdas , tetapi sebelum itu , apakah kamu berpikir kamu mungkin sudah dipenggal duluan ?  Jika meletus perang , bagaimana mungkin kepala Direktur Intelijen masih menempel di leher .
Aoki : Jadi anda akan memenggalku ? .Ketua Seul : Bukankah sebuah cerita haruslah dianggap sebagai cerita ? . Aoki : Tentu saja , tetapi asal anda mau mengabulkan permintaanku , aku akan melepaskan gadis itu . Ketua Seul : Mari kita dengar apa mau anda . Aoki : Berikan Jeongtae padaku .
(Red – Ini bagian dialog terbaik sepanjang serial Inspiring Generation diputar. Betapapun antagonisnya Seul dan Aoki , keduanya memamerkan kemampuan politik dalam mengancam , menyindir , menangkis perkataan satu sama lain tanpa harus memaki – maki . Setiap ancaman itu menjadi lebih nyata dalam sifat yang tenang , sebagaimana melihat ikan hiu di air yang jernih . Dan tentu saja dialog ini akan lebih bermakna jika yang menonton serial ini memahami sejarah Tiongkok di era Republik .
Seul betapapun antagonis adalah sama2 ultra nasionalis sebagaimana Aoki . Mereka juga sama2 kejam untuk mencapai tujuan . Mereka sama2 cinta negara dimana Aoki mewakili Jepang dan Seul mewakili China – Nasionalis .  Aoki mengancam dengan telak seakan hendak membeberkan informasi pada kubu Komunis under Mao Zedong yang menjadi musuh bebuyutan Chiang Kaisek . FYI . Perang antara Jepang dan Tiongkok adalah bagian dari Perang Dunia yang paling memakan korban jiwa.  Puluhan juta rakyat dan jutaan pasukan dari kedua negara tewas sia-sia.  )
***
Jeongtae masih juga belum layak untuk menjadi petinggi Triad atau Mafia sebagaimana Aoki dan Seul . Jeongtae masih juga memikirkan cara yang lugu , menyelamatkan Okryeon dengan mengandalkan kekuatan fisik .
Kali ini Jeongtae hendak melatih memanjat tembok setelah sebelumnya melakukan observasi mengukur tembok penjara.  Jeongtae kini berlatih memanjat tembok rumah penduduk . Ilhwa sudah mulai pulih dan muncul dan bertanya apa Jeongtae hendak memanjat tembok ?
Jeongtae menyapa mentor lamanya ini dan bertanya apa tubuh Ilhwa sudah baik2 saja ? .  Ilhwa mencandai : Bagaimana bisa kamu bertanya seperti itu setelah menyerangku dengan kejam ? Apa kamu sengaja melukaiku lalu mengobatiku ?
Jeongtae meminta maaf .
Ilhwa meledek : Lagi , lagi dan lagi wajahmu itu mengatakan segalanya. Aku dengar dari Pyungae bahwa kamu melindungi keluargaku . Jeongtae : Tidak juga sih , aku meminta Seul untuk melakukan itu . Kamu harus berterimakasih pada Seul .
Ilhwa ingin membantu tetapi masih cidera sehingga menawarkan Jeongtae untuk meminjam asistennya , Pyungae .  Dan Pyung’ae memperagakan kemampuan memanjat tembok seakan Spiderman .

Tak lama kemudian Old Man Fly juga muncul dan menawarkan hal yang sama , meminjamkan asistennya , Gwangpae . Dan Gwangpae pun memperagakan kemampuan memanjat tembok sebagai mantan maling .
So So muncul dan mencoba menarik perhatian Ilhwa , namun dicuekin . Jung muncul dan mengatakan bahwa lokasi sel Okryeon adalah lantai dua nomer ruangan 4.
Ilhwa berjanji akan mempersiapkan hal ini . Ilhwa berlalu .
So So mengeluh kalau merasa dicuekin . Bukannya bersimpati , Old Man Fly malah menambah derita dengan mengatakan akan mencarikan pasangan So So , seorang pria pembawa ember ta*k . LOL .
***
Jeongtae berlatih dengan bantuan Gwangpae dan Pyung’ae . Walaupun berbakat dalam hal bertarung , Jeongtae terlihat bodoh saat berlatih melompat. Gwangpae jadi kelelahan sendiri dan ikut menderita.
***
Di club Shanghai , Jaehwa sedang badmood ketika Meiling menambah penderitaannya dengan mengungkit kemana gerangan Okryeon ? . Meiling mengancam akan berbuat seenaknya juga jika Jaehwa tidak menaruh perhatian pada masalah penyanyi.
Belum cukup dengan itu ,  Do-Ggoo muncul dan menyeringai seraya meremehkan Jaehwa , karena Do-Ggoo sudah pindah ke Hwangbang dan tidak perlu berbicara formal lagi pada Jaehwa sebagai mantan bossnya.
***

Deguchi Gaya mengungkap kekhawatiran kalau Aoki akan dipecat karena mendapat tekanan dari Hwangbang , dan hal ini akan mengancam Yakuza juga.
***
Aoki menenangkan bahwa dia memang sengaja melakukan itu untuk mempelajari semua pemain utama di Shanghai dengan menjadikan Okryeon sebagai umpan , dimulai dengan Jaehwa , kemudian Ketua Seul , dan juga Jeongtae.  Tentu saja Aoki berencana untuk menangkap Jeongtae via Okryeon .
Deguchi Gaya berkata kalau Jeongtae bukanlah musuh mereka , melainkan Hwangbang . Aoki setuju , tetapi lebih baik menghadapi Jeongtae lebih awal karena toh nanti juga akan menghadapi Jeongtae suatu hari nanti .
***
Sementara Jeongtae dkk sudah masuk ke bagian dalam penjara . Mereka merobohkan penjaga penjara dan menerobos masuk kedalam hanya untuk menemukan ruangan yang dimaksud telah kosong.  Begitu mereka keluar ruangan lagi , Aoki dkk sudah menanti dan langsung mengepung mereka.
Jeongtae tetap tenang dan memprovokasi Aoki apa takut bertarung dengannya ? .  Aoki terpancing harga dirinya , dan bersedia bertarung dengan Jeongtae diluar , dan mengancam Jeongtae akanmati karena hal ini .
Diluar , Jeongtae - Aoki mulai bertarung dan saling bertukar pukulan .  Aoki untuk sementara merasa diatas angin dan berkata : Kamu rupanya terlalu percaya diri karena kamu bertarung di jalanan beberapa kali , aku akan membunuhmu .

0 comments:

Post a Comment