Tuesday, September 16, 2014

Sinopsis : Inspiring Generation – Episode 16

Standard

Okryeon – So So masuk ke dalam Club Shanghai yang megah . Namun tak lama kemudian Okryeon bersembunyi karena Kelompok Bandit itu langsung berbuat ulah di dalam Club Shanghai karena tanpa penjagaan berarti . Hal ini terjadi karena anak buah Jaehwa sedang sibuk sendiri diluar .
Do-Ggoo sedang bertarung dengan Mangchi untuk menentukan hirarki di Bangsamtong.
Hanya tinggal Jeongtae dan Jaehwa yang tersisa menghadapi Kelompok Bandit .  Jaehwa dapat menerka kalau kedatangan perampok2 ini adalah ulah Ketua Seul yang menyebarkan rumor bahwa Club Shanghai adalah Gedung tak bertuan.
Jeongtae menghadapi para Bandit itu dan dengan tenang memintanya pergi . Pemimpin Bandit keberatan karena gedung ini tak bertuan , dan merasa sebagai owner gedung itu . Jeongtae bergerak secepat kilat menghajar pemimpin itu . Segera para bandit itu mengeroyok Jeongtae. Jaehwa pun ikut turun tangan membantu Jeongtae..

UPDATE

  • Menambahkan rekap (March 07 , 13:10 WIB)
  • Nantikan updatenya . Disarankan follow twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru.

Rekap

Generation Of Youth/Inspiring Of Age / Inspiring Generation / Age Of Feelings  / Episode 16


Duet Jaehwa dan Jeongtae masih sanggup menghadapi keroyokan itu . Namun salah satu bandit berhasil menemukan tempat persembunyian Okryeon dan Soo tanpa sengaja.
Dua gadis malang ini diseret . Jeongtae tidak bisa berbuat banyak karena ada barisan perampok yang menghadang . Jeongtae kehilangan konsentrasi sehingga kakinya tertangkap cambuk .
Tiba2 Mo Ilhwa muncul dan dengan mudah menghajar semua perampok .  Mo Ilhwa tersenyum dengan sopan kepada para wanita dan juga kepada Jeongtae.
Jeongtae dan Mo Ilhwa saling berpelukan seakan saudara sendiri . Jaehwa berusaha menyapa pemuda (Mo Ilhwa) , namun Ilhwa mengabaikan Jaehwa dan berkata kalau dia mampir untuk memberi hormat kepada mendiang ayah Jeongtae. Lebih tepatnya lagi Ilhwa telah meminta Ketua Seul untuk mempercayakan Club Shanghai ini kepadanya .  Menurut Ilhwa , Ketua Seul berkata "Chunha Gongmool" (Sebuah tempat tak bertuan) . Mendengar hal itu Jaehwa jadi menggerutu .
Ilhwa berkata kalau sebentar lagi "serigala2 lapar" akan datang ke Club Shanghai , dan bau anyir darah akan memenuhi udara ketika pertempuran meletus. Jeongtae bertanya apa artinya Ketua Mo Ilhwa juga akan bertempur memperebuhkan Club Shanghai .
Jaehwa jadi teringat siapa Ketua Mo Ilhwa , dan bertanya apakah berasal dari Dandong ? .  Ilhwa menjawab kalau Nandong sudah hancur , dan kini Ilhwa seorang pengelana saja.  Kembali Jeongtae menuntut jawaban dari Ilhwa apakah akan menyerang Club Shanghai ini juga ?
Ilhwa menjawab kalau dia akan datang di malam pembukaan , dan mengingatkan agar Jeongtae mempersiapkan diri dengan baik .
Ilhwa berlalu bersama asistennya.
Jaehwa mengomel tentang serangan para perampok yang tidak terduga ini . Jaehwa juga mengeluh dimana gerangan Mangchi dan Chigi ?
***

Diluar Club Shanghai , asisten bertanya : Karena Jeongtae orang nomer dua di Club Shanghai , mampukah kita mengambil alih . Ilhwa tersenyum : Apa kamu takut ? Shanghai dan jalan Bangsamtong , akankah menjadi tempat kita untuk hidup atau mati ?
Sebuah kilas balik : Jeongtae pernah mendapat bimbingan intensif dari Ilhwa dalam kemampuan bela diri . Jeongtae berlatih dalam segala hal termasuk pertarungan jarak dekat hingga melatih kekuatan tangan dengan memukul pasir panas , dan juga melatih kebugaran fisik . Setelah dirasa cukup , Jeongtae pamit dari Ilhwa . Mereka berpelukan dan Ilhwa melepaskan kepergian Jeongtae.



***
Jeongtae bermimpi berduel dengan Ilhwa .  Jeongtae terbangun dan merenungkan harus berbuat apa menghadapi mentor sekaligus seniornya sendiri .
***

Di Hwangbang . Ilhwa memberi hormat pada memorial tablet almarhum Ayah Jeongtae.
Ilhwa menegur Ketua Seul kenapa tidak memberitahu fakta bahwa Jeongtae bermarkas di Club Shanghai . Ketua Seul menyeringai toh Ilhwa mengetahui sendiri . Ketika Ilhwa mengatakan akan (terpaksa) menghadapi Jeongtae di Club Shanghai ,
Ketua Seul memasang wajah Joker berpura2 bukannya Ilhwa seharusnya menghadapi Jaehwa ? . Ilhwa mengatakan tidak ada pilihan lain .  Sang Joker Seul bertanya kenapa semua ini menjadi rumit ?
Ilhwa tidak kalah tajam dalam berkata2 : Aku umpamakan ini dengan menonton seorang pemburu yang sedang memburu gajah . Tetapi kamu takut terinjak oleh Gajah itu , dan tidak bisa mendekati dengan mudah . Dari kejauhan kamu melempar ratusan tombak dan darah mengalir . Gajah itu mati hanya karena gading.  Dan sang pengecut menunggu sampai gajah itu mati .
Ketua Seul berumpama : Dapatkah anak muda seperti kecebong berubah menjadi seekor Gajah ? . Ilhwa : Bagimu Ketua Seul , Jeongtae pastinya seekor Gajah bagimu . Baeksan : Leluconmu sedikit kasar.  Seul berkilah : Karena Jeongtae seperti anakku sendiri , tolong sedikit mengalah padanya.  Ilhwa : Apa maksudmu ? Jeongtae yang sekarang sudah berbeda dengan dulu .
Ilhwa berlalu .
Seul menerka Ilhwa ingin menetap di Shanghai . Seul mewanti2 agar Baeksan mengawasi dan mewaspadai Ilhwa.
***
Jeongtae menunggu kedatangan Ilhwa . Setelah Ilhwa muncul , mereka sparring dengan singkat.  Ilhwa memuji kalau Jeongtae semakin kuat . Jeongtae bertanya apa Ilhwa memang menginginkan Club Shanghai ?
Ilhwa bertanya apa Jeongtae mau menyingkir dari Club Shanghai ? . Jeongtae menjawab kalau dia harus menjaga tempat itu .  Ilhwa berkata kalau yang dia incar adalah Jaehwa. Namun Jeongtae berkata bahwa kini dia mengabdi pada Jaehwa.
Ilhwa menganggap tidak pantas Jeongtae mengabdi pada Jaehwa yang tak lebih anjingnya Ayah Jeongtae.  Ilhwa mengkritik kalau mata Jeongtae jadi buruk (dalam menilai orang) ketika datang ke kota besar seperti Shanghai . Ilhwa mengaku baru datang sehari di Shanghai sudah bisa membaca Jeongtae seakan sebuah buku .

Ilhwa mengaku tahu kepada siapa Jeongtae hendak membalas dendam pada siapa .
Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 

***

Jeongtae meminta pendapat dari seorang wanita penjual bunga , tentang bunga apa yang harus dibeli untuk pacarnya (OMG , Jeongtae kini merasa Okryeon pacarnya) .  Penjual memilihkan salah satu karangan bunga yang dirasa bagus.
Tiba2 Mangchi - Chigi tanpa menyebut "hyungnim" mengajak Jeongtae untuk mengikuti mereka.
***


Di sebuah jalan kecil dimana Do-Ggoo sudah terikat . Jeongtae langsung menghajar tiga anak buah Jaehwa dengan seketika .
Jeongtae kini bertanya pada Chigi : Apakah hal ini harus dilakukan ? . Chigi : Tentu saja , aku bisa mengikuti perintah Jaehwa hyungnim  , tetapi kamu bukanlah hyungnim dalam hatiku , dan si bajingan Do-Ggoo ini .  Jadi kita harus berduel paling tidak sekali dan dikalahkanmu agar aku bisa mengakui dirimu .
Jeongtae mengaku sedang sibuk dan mempersilahkan semua untuk maju sekaligus demi menghemat waktu. Kembali tiga anak buah Jaehwa yang tadi roboh , menjadi roboh kedua kalinya , dan ketiga kalinya. Jeongtae langsung menghampiri Mangchi - Chigi . Mangchi roboh seketika tak jauh dari Do-Ggoo yang sedang diikat .
Part 2 (of 3)

Jeongtae menyodorkan palu dan bertanya apakah "pecking order" sudah ditentukan ? . Chigi dan Mangchi akhirnya mengakui Jeongtae sebagai hyungnim .
Do-Ggoo langsung menendang Mangchi sambil berkata : Sudah kubilang khan , bahwa temanku Jeongtae berkuasa ketika di Sinuiju.  Jeongtae mengomel : Jangan kau sebut aku sebagai temanmu . Do-Ggoo : Aduh emosi sekali orang ini . Tetapi aku perlu hidup dan makan di Club Shanghai (minta dilepaskan dari ikatan tali ) .
Mangchi bertanya pada Jeongta : Hyungnim , apakah Do-Ggoo dibawah kami ? .
Jeongtae membenarkan . Lol Ekspresi Do-Ggoo semakin pecundang saja.
***
So So mencuri baju salah satu penyanyi dari gantungan baju dan memamerkannya kepada Okryeon yang sedang duduk diruang didressing room .  Okryeon heran dan bertanya So So yakin tidak jadi masalah membawa gaun yang indah itu ?
So So mengajak Okryeon ke ruangan pribadi  Meiling.  Okryeon khawatir bagaimana kalau ketahuan .  So So mengomel kalau Okryeon hanya tubuhnya saja yang bongsor tetapi otaknya kosong.  So So meyakinkan Okryeon untuk mencoba gaun itu .
(Sementara itu salah satu penyanyi , Jingjing , kesal karena gaunnya hilang. Sementara itu di luar Club Shanghai , Meiling sudah tiba dan disambut sendiri oleh Jaehwa. )

Kembali ke Okryeon yang telah berganti pakaian . So So hendak memake-up Okryeon . Pada saat itu Meiling masuk ruangan dan memergoki mereka. So So - Okryeon terkejut dan meminta maaf dan buru2 pergi meninggalkan ruangan Meiling.  Diluar ruangan , Okryeon mengomeli So So .
Kesialan Okryeon belum berakhir . Penyanyi yang bajunya hilang datang melabrak . (Meiling yang berada didalam ruangan bisa mendengarkan pertengkaran diluar) .  So So membela diri bahwa gaun itu tergantung begitu saja . Jing mendorong So So sambil memaki .

Okryeon buru2 meminta maaf bahwa itu kesalahannya.  Jingjing menampar Okryeon.
Okryeon menatap dengan geram namun tidak bisa berbuat banyak karena memang merasa salah .  Jingjing memaksa Okryeon untuk melepaskan gaun yang bukan miliknya ditempat ini juga. Okryeon menahan sabar menelan penghinaan ini , dan melepaskan gaun di tempat .
***
Gaya dkk terheran melihat seorang pria yan tak jelas wajahnya karena tertutup topi sedang menunggu. Dia ternyata Aoki , dan mengajak Gaya untuk dinner .

Mereka lalu dinner bersama untuk membahas perkembangan situasi terakhir.  Aoki berkata : Kawasan Manchuria sedang meletus peperangan antara Kwangtung Army dengan Chiang Kai-Sek . Dan Shanghai sebentar lagi akan menjadi pusat peperangan baru . Sebagaimana yang kamu tahu , Yakuza menjadi ujung tombak bagi Jepang. Dimana Kwantung Army tidak bisa mencapai atau melihat, Yakuza bisa menjadi ujung tombak atau pisau untuk mendapatkan Shanghai dan mengontrol ekonomi termasuk Club Shanghai dan kasino2 milik Hwangbang.
(Red - Setting drama ini menjelang Sino-Japanese War 2 . Jepang sudah lebih dulu menguasai Manchuria. Kwantung Army adalah pasukan elite Jepang yang ditakuti musuh2 Jepang hingga Perang Dunia 2 . Maksud Aoki adalah Kwantung Army yang seelit apapun tetap tidak leluasa untuk bergerak sebagaimana Yakuza , terlebih di Shanghai dimana ada hukum internasional dan kekuatan Barat yang bercokol di Shanghai .)
Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 

Jeongtae menyembunyikan bunga (yang sudah terinjak2 karena menghadapi Chigi - Mangchi) itu dibelakang punggung , tetapi Okryeon merampasnya dan mencium aroma bunga itu dengan riang.  Jeongtae : Biarkan aku memberimu lagi , kamu ingin bunga apa ? .
Okryeon : Dahlia merah yang maknanya "cintamu akan membuatku bahagia ". Red Geranium yang maknanya "karena aku bisa disampingmu maka aku bahagia" .  Jeongtae dengan wajah polos berusaha mengingat2 nama bunga itu . So So yang menguping jadi menggerutu kalau Jeongtae benar-benar kampungan.
***
Jeongtae teringat perkataan Ilhwa soal perumpamaan "berburu harimau" . Untuk mengantisipasi duel mendatang dengan Ilhwa , maka Jeongtae berlatih diri .

Malam2 Jeongtae berlatih sendiri meregangkan otot dan melepaskan pukulan , dan push-up dengan telapak tangan terbalik , kemudian mengangkat gentong seakan barbel .
Jeongtae mengingat semua gerakan Ilhwa yang diingatnya , kemudian berlatih pukulan seolah sedang menghadapi Ilhwa . Dalam visualisasi pertarungan itu , Ilhwa kembali menang dengan mudah .

***
Anak buah Jaehwa sedang menyiapkan acara grand opening Club Shanghai . Beberapa penyanyi juga ikut membantu menyebarkan undangan . Chi Gi dan Mangchi melatih anak buah untuk menghadapi tamu nanti , bagaimana menghormat dengan membungkuk 90 derajat. Pada saat itu Do-Ggoo muncul dan melintas begitu saja . Seolah2 semua sedang menghormat pada Do-Ggoo . LOL.

Sementara para penyanyi dan dancer juga berlatih dibawah pengawasan Meiling.  Mangchi- Chigi melanjutkan latihan pada anak buah tentang bagaimana menghadapi tamu yang reseh atau mabuk nanti dengan berbagai cara.
Jaehwa - Jeongtae mengamati semua itu dengan wajah puas.
***
Seul sedang berbicara via telepon dengan rekan bisnisnya . Seul berkata : Tentu saja , club dimana anakku berada , aku harus datang. Seul menutup telepon setelah itu lalu bertanya pada Baeksan apa ada kabar (undangan) dari Jeongtae ataupun Jaehwa ? . Baeksan menjawab belum .

Seul mengeluh : Dari para tetua Chirinbang hingga seluruh tokoh Shanghai meneleponku untuk mendapatkan undangan VIP , tetau aku sendiri belum mendapatkan undangan itu .  Apa yang sedang dilakukan Jaehwa - Jeongtae ? . Baeksan berkata mungkin mereka sibuk dalam mempersiapkan acara hingga tidak bisa merencanakan hal2 lain .
Part 3 (of 3)

Seul bertanya bagaimana kabar Ilhwa . Baeksan menjelaskan kalau Ilhwa sedang mempersiapkan diri untuk bertarung menghadapi Jeongtae.

***
Jeongtae masih sibuk berlatih . Old Man Fly muncul dan langsung berkata sinis : Haiya , belum lama jenazah ayahmu berlalu , kini aku harus mengambil jenasah anaknya pula.   Jeongtae heran : Apa maksudmu ? . OMF : Ilhwa khan yang akan bertarung denganmu ? . Jeongtae bagaimana kamu tahu ?

OMF : Hei , di Bangsamtong , jika kamu kentut , setiap orang akan tahu apa yang kamu makan disaat makan malam . Haruskah aku membantumu ? .  Jeongtae : Tidak , tetapi aku berterimakasih mendengarnya. OMF menggerutu : Anak ini melihatku seakan aku ini seorang gembel lusuh . Akan butuh waktu lama bagimu untuk memahami kawasan Bangsamtong . Tahukah kamu kenapa orang yang tidak beruntung dan para pengungsi memilih tinggal di Bangsamtong ?  Karena mereka bisa menyembunyikan diri dari masa lampau mereka. Para master bela diri aliran Bajiquan , Youngchoogwon dstnya pernah tinggal disini . Dan lihat dirimu , kamu masih tak percaya apa yang kukatakan .

OMF memanggil anak buahnya yang bernama Geumsang untuk memberi pelajaran bagi Jeongtae.  Geumsang diluar dugaan mampu memperagakan gerakan cepat ala Shaolin . OMF berkata kalau gerakan seperti Jeongtae itu mirip dengan Ilhwa. Jeongtae membenarkan .
OMF menjelaskan bagaimana cara untuk mematahkan jurus Shaolin .  Jeongtae penasaran bertanya apa itu ? . OMF berlagak ketus : Aku tidak akan memberitahumu biar kamu cepat mati .  Tanpa diduga , OMF dengan cepat memukul Jeongtae selagi berbicara. Plakkk
OMF bertanya : Kamu tentu tidak tahu bahwa aku akan memukulmu tiba2 khan ? Itu yang disebut Youngchoogwon .
OMF kembali menendang kaki Jeongtae tiba2 dan mengenai sasaran .  Jeongtae terkejut .
OMF bertanya : Kamu tentu tidak tahu bahwa aku akan memukulmu tiba2 khan ? Itu yang disebut Youngchoogwon , yakni menyerang tanpa persiapan dari pusat ke pusat lawan . Dengan jurus ini aku bisa menyerang dengan cepat karena memukul tegak lurus kepada musuh . Ini point utama dari Youngchoogwoon .
Geumsang kemudian menjajal Jeongtae . Pria setengah baya yang kelihatan lemah itu bergerak cepat membuat Jeongtae kewalahan .
OMF yang menonton langsung mengkritik : Hei nak , jika kamu tidak bisa tahan kecepatan Geumsang , bagaimana kamu bisa bertahan dari Ilhwa yang tiga kali lebih cepat daripada Geumsang ? Youngchoogwon itu bukan bertahan kemudian menyerang , tetapi ketika musuh menyerang , kamu harus memanfaatkan serangan lawan , dan tanpa persiapan langsung melangkah mendekati lawan .
Jeongtae semakin antusias dan hendak mencoba lagi .
Jeongtae terus berlatih sepanjang malam , dimana OMF dan Geumsang pun sudah tertidur.
Di pagi hari OMF terbangun dan menguap . OMF  bertanya bagaimana mungkin Jeongtae dapat mengalahkan petarung Shaolin yang berpengalaman bertahun2 dalam waktu semalam ?. OMF menganjurkan agar Jeongtae menyerah saja.  Jeongtae menolak untuk menyerah dan yakin pasti ada satu cara . OMF memberikan saran terakhir jika Jeongtae mau menang , harus mengorbankan setengah tubuhnya.

***
Aoki memeriksa data laporan dari asistennya tentang daftar tamu Club Shanghai dan Jeongtae. Asisten menyebutkan bahwa diplomat dan duta dari 20 negara juga akan hadir dalam acara ini .
Aoki antusias saat melihat foto Jeongtae untuk pertama kali .
Asisten mengungkap ada hal yang menarik , bahwa lima tahun lalu di Sinuiju , tentang kasus pembunuhan pejabat Jepang di Joseon , dimana dulu Ahjusshi Choi tertangkap dan tewas , gadis yang sedang bersama Jeongtae ada kaitannya dengan kasus lama itu .
Aoki semakin antusias mendapat informasi itu .
***

Jeongtae dan Okryeon bersiap untuk berangkat ke Club Shanghai untuk berkerja .  Okryeon memuji betapa tampannya Jeongtae hari ini . Mereka berdua saling memberikan semangat agar memberikan yang terbaik hari ini dalam pembukaan Club Shanghai .

Okryeon sempat2nya membalas dengan menepuk pantat Jeongtae (disaksikan So So dan Jung) . Okryeon kabur keluar dan Jeongtae menyusulnya . LOL .
So So iri memandang kepergian mereka : Sejak kapan angin romantis menerpa mereka ?  . Dokter Jung : Aku tahu .  So So bertanya pada Jung apa tidak datang acara malam nanti ? .  Jung berkilah sedang sibuk pekerjaan . So So berlalu . Jung menggerutu sendirian kenapa Jaehwa tidak memberikan undangan .
***

Sementara itu Jaehwa - Jeongtae dkk sudah bersiap memasuki Club Shanghai .
Di Club Shanghai , Meiling sedang memberikan semangat pada para penyanyi dan dancer untuk memberikan penampilan yang terbaik . Jing Jing , Okryeon dkk ikut antusias dan semangat.

***
Malam sudah tiba . Jaehwa menghitung mundur 3 2 1 dan memulai Grand Opening .  Anak buah Jaehwa merayakan awal pesta ini . Jaehwa menengadahkan tangan kearah langit , dimana kembang api menyala memeriahkan gelapnya malam .

Masing2 terkesima dengan kemeriahan ini ditempat masing2 , Gaya di kediamannya , Aoki yang masih di kantor , OMF yang masih di jalan , Ilhwa yang masih bersemedi , dan Ketua Seul yang masih di Hwangbang.

OMF berdoa menyebut nama Confucius , Mencius , Jesus dll untuk berdoa agar banyak yang mati dalam pertarungan itu sehingga pekerjaan membawa jenasah jadi kebanjiran order. LOL .
Ilhwa dan asisten mengamati kembang api dari kejauhan . Ilhwa memuji keindahan pesta kembang api . Tiba2 Baeksan muncul .
Sementara itu Aoki menonton kembang api dari balik jendela kantornya.
***

Jaehwa - Jeongtae - Doggoo dkk menyambut tamu yang terus berdatangan memadati Club Shanghai .  Fotografer pun sibuk mengabadikan even terakbar Shanghai tahun ini .
Jaehwa mengerling genit pada Dokter Jung yang juga hadir .  Jung berlalu dengan cuek memasuki gedung.
Jeongtae bertanya pada Chigi kenapa banyak orang berkerumun dan tidak memasuki gedung . Chigi menjelaskan kalau mereka itu jelata yang tidak mungkin masuk acara semewah ini , mereka itu datang karena mendengar desas-desus pertarungan Ilhwa vs Jeongtae.  Chigi menyemangati Jeongtae bahwa nasib Club Shanghai berada ditangan Jeongtae.
Lain halnya dengan Do-Ggoo yang terkejut dengan kedatangan Aoki yang membisikkan nama Gaya . (Aoki tampaknya tahu kalau Do-Ggoo itu agen rahasia Gaya) .
***

Didalam , Meiling memulai acara dengan sambutan dalam beberapa bahasa Mandarin , Jepang dan Inggris. Setelah itu acara dimulai , dan Meiling menyanyi mengisi acara.
Jaehwa mengawasi acara dengan serius. Sementara Okryeon - So So mengintip penampilan Meiling di atas panggung dengan terpesona.
***

Ilhwa bertukar sindiran dengan Baeksan .
Baeksan :  Karena kamu akan membantu mengambil alih Club Shanghai . Ilhwa :  Aku harus menyerahkan suplai Club Shanghai kepada Hwangbang bukan ? Bukankah itu yang diinginkan Seul ? .  Baeksan : Itu benar . Ilhwa : Termasuk suplai opium , benar kan ? . Baeksan : Aku tidak mengatakan apa2 . Ilhwa : Tidak ada yang harus dikatakan ? Kalau begitu katakan pada Seul kalau dia tidak akan mendapat jawabanku juga.  Trading Supply akan terjadi setelah aku mengambil alih Club Shanghai .
Baeksan : Aku dengar keluargamu ada ada di Qingdao (Shandong) (Baeksan secara halus mengancam nyawa keluarga Ilhwa) .
Mendengar hal itu Ilhwa jadi mengeras wajahnya sambil bersabar : Apa kamu ingin membuat satu kesepakatan dengan aku Mo Ilhwa ? .  Baeksan : Aku hanya menyampaikan pesan , tidak dalam posisi untuk bersepakat . Ilhwa : Lalu aku tanya padamu , apa yang kau inginkan dariku ? . Baeksan : Ambil alih Club Shanghai dan rute distribusi candu .  Ilhwa menatap tajam : Bagaimana jika aku menolak ? Apa kau akan membunuh seluruh keluargaku ? Apa itu pesan dari Ketua Seul ? . Baeksan : Jaga baik2 ucapanmu . Kita sedang berada di peperangan , belasan orang , hmm tidak , ratusan orang mati setiap hari .  Dan ingat , jangan coba2 mengalah dengan sengaja pada Jeongtae karena hal ini tidak bisa membuatmu melindungi keluargamu . Kamu hanya bisa menang dengan segala cara atau mati ditempat itu .
Senyum Ilhwa memudar ketika Baeksan berlalu .  Ilhwa berkata : Mereka itu bukan manusia . Asisten : Lantas kita harus bagaimana ? .  Ilhwa : Aku harus menang . Setelah aku menang , maka aku harus survive.

0 comments:

Post a Comment