Tuesday, September 16, 2014

Sinopsis : Inspiring Generation - Episode 15

Standard

Baeksan - Shinichi bertarung . Shinichi sempat unggul dan berhasil menendang Baeksan . Tetapi arah pertarungan selanjutnya menunjukkan Baeksan lebih unggul dari Shinichi .
Do-Ggoo tiba2 muncul disamping Jeongtae dan mendesak Jeongtae untuk memperhatikan jurus Baeksan .

Baeksan berhasil mendaratkan satu pukulan beruntun yang khas , dan mendarat telak di perut . Shinici terduduk dan muntah darah .
Jeongtae menyadari bahwa pukulan Baeksan menyebabkan luka yang sama dengan apa yang dialami oleh Ayahnya , Sin Youngchool.

UPDATE

  • Menambahkan rekap (March 06 , 13:10 WIB)
  • Nantikan updatenya . Disarankan follow twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru.

Rekap

Generation Of Youth/Inspiring Of Age / Inspiring Generation / Age Of Feelings  / Episode 15


Baeksan masih diatas angin , namun Shinichi masih berdiri dan sanggup melakukan perlawanan .

Pertempuran mereka terhenti ketika Kazuki dkk tiba untuk membawa perintah dari Gaya agar Shinichi pulang. Shinichi bersikeras hendak melanjutkan pertempuran dengan Baeksan.  Dan Kazuki bersikeras hendak membawa Shinichi pulang atas perintah Gaya. Shinichi akhirnya manut dan berlalu dari pertarungan.
Baeksan menghampiri dan menenangkan Jeongtae bahwa sudah tidak ada masalah lagi sekarang. Raut wajah Jeongtae memperlihatkan kecurigaan .  Jeongtae menepis tangan Baeksan : Hutang hari ini akan kubayar suatu saat. Aku tidak akan melupakannya .

Baeksan berkata kalau Jeongtae tidak perlu berhutang karena kelompok Hwangbang selalu ingin melindungi Jeongtae. Kembali , Jeongtae mengatakan pasti dia akan membayar hutang ini .
( Red - Maksud dibalik perkataan Jeongtae adalah "membalas dendam" atas kematian ayahnya. Tapi tentu saja Baeksan belum ngeh )
Jeongtae berlalu dengan langkah gontai .
***

Ketua Seul mempersilahkan Deguchi Gaya mencicip sebuah hidangan .  Gaya mengambil dengan sumpit , menatap dan kemudian menerka nama hidangan ini adalah "Seo Shi Seul" .  Ketua Seul membenarkan , dan masakan itu berkaitan dengan legenda  seorang penyihir wanita yang terjun ke sungai dan mati atas perintah Ratu Wol . Penyihir itu berubah menjadi semacam kerang karena ketidak adilan ini .
Deguchi Gaya menerka bahwa Ketua Seul berusaha menjelaskan kematian Ibunya Gaya dengan kisah legenda itu .  Ketua Seul memuji kecerdikan Gaya .
Deguchi Gaya menuntut jawaban siapa yang membunuh ibunya . Ketua Seul tersenyum .
***
Deguchi Gaya kembali ke Club Shanghai yang sepi di malam hari .  Deguchi Gaya merenungkan perkataan Seul .



OMF berlalu sambil menggerutu .
***

Jeongtae mandi di bak yang hanya dikelilingi partisi . So So tiba2 membuka partisi sehingga Jeongtae merasa tidak nyaman dan meminta So So menjauh . Tak lama kemudian Okryeon tampil cantik dengan busana rapih untuk pergi ke audisi .  So So membual kalau dia akan menjadikan Okryeon sebagai penyanyi top di Shanghai .
Dokter Jung nimbrung dari jauh : So So kamu jangan beri harapan palsu . Jika setiap orang ingin jadi penyanyi dan sanggup menjadi penyanyi maka setiap orang bisa jadi penyanyi didunia ini .
Okryeon tetap riang dan bertekad melakukan yang terbaik.  So So menemani Okryeon berjalan ke tempat audisi . Ditengah perjalanan So So tersenggol hingga hampir jatuh , namun ditolong oleh seorang pria.

So So terpukau dengan pria itu dan mengucapkan terimakasih . Pria itu tersenyum dan berlalu .
(Red - Walaupun dalam adegan wajah pria itu tidak terlihat jelas tetapi dapat diterka pria itu adalah Mo Ilhwa.)
So So - Okryeon berjalan kembali . So So mengungkap rasa senang karena insiden tadi .
***
Aoki meeting dengan para tetua Shanghai , termasuk diantaranya adalah Ketua Seul . Aoki memperkenalkan diri sebagai Denkai Aoki , Direktur Intelijen yang baru . Aoki mulai mengumumkan rencana perubahan keamanan mendatang . Dan untuk mengatasi disiplin yang kendor , aku menyarankan struktur yang berbeda.

Ketua Seul menaruh cangkir dengan kasar sebagai sikap tidak setuju . Ketua Seul berpendapat bahwa tradisi selama 20 tahun tidak bisa dirubah begitu saja. Ketua Seul mencibir bahwa Aoki yang baru bertugas selama beberapa hari , bisa2nya menginginkan reformasi ? .
Aoki berkata kalau tradisi itu tidak cocok dengan usianya (yang masih muda) . Aoki meminta petunjuk dari para tetua. Ketua Seul berdiplomasi bahwa bukan maksudnya mengajari Aoki , dan meminta Aoki jangan marah .
Aoki mengaku tidak marah dan ingin belajar dari para senior. Aoki berkata kalau implementasi dari rencananya akan mulai dijalankan , dan Ketua Seul ditunjuk untuk bertugas. Ketua Seul berkata kalau dia bersedia berkerjasama . Walau demikian Ketua Seul memandang kearah Aoki dengan kebencian .
***
Aoki menghukum salah satu anak buahnya untuk melakukan seppuku (bunuh diri dengan pisau) sebagai ganjaran akan kesalahan. Namun Aoki batal menghukum dan memilih memberikan kesempatan .
***
Di Club Rome , audisi untuk pengisi acara pembukaan Club Shanghai dimulai . Jaehwa duduk sebagai juri didampingi Meiling. Peserta audisi mempertunjukkan keahlian (kebodohan) diatas panggung , pesulap api gagal sehingga membakar tangannya sendiri , penyanyi wanita yang membosankan dan membuat Mei Ling mengantuk .
Bahkan Old Man Fly ikut audiri dengan sulap menusuk seseorang didalam peti . Sulap OMF gagal total dan melukai sukarelawan . LOL .

Jaehwa semakin frustasi dibuatnya. Meiling mengingatkan kalau acara pembukaan tinggal beberapa hari lagi . Disaat krisis , Okryeon - So So tiba . Jaehwa menganggap remeh bahwa mereka lebih baik kembali berkerja mengantarkan air saja. Namun Meiling memberikan kesempatan bagi Okryeon untuk audisi .
Okryeon naik ke panggung untuk membawakan lagu favoritnya , Somewhere Over Rainbow.
Somewhere over the rainbow
Way up high
And the dreams that you dream of
Once in a lullaby
Oh somewhere over the rainbow
Bluebirds fly
And the dreams that you dream of
Dreams really do come true
Someday I'll wish upon a star
Wake up where the clouds are far behind me
Where trouble melts like lemon drops
High above the chimney tops
That's where you'll find me
Oh somewhere over the rainbow
Bluebirds fly
And the dreams that you dare to
Oh why, oh why can't I?

Jaehwa , Meiling menjadi senang dengan kemampuan Okryeon .
Part 2 (of 3)

Deguchi Gaya memberikan penghormatan pada mendiang ayah dan ibunya  , Ryoko dan Shinjoo. Saat meninggalkan kelenteng , Jeongtae sudah menunggu didepan .
Jeongtae bertanya : Bagaimana ayahku mati ? Apakah dia menderita ? . Gaya : Iya benar . Jeongtae : Dan juga bagaimana dia ? . Gaya : Dia memintaku untuk membunuhnya karena sangat menderita menahan sakit yang tidak tertahankan .


Gaya membenarkan dengan tatapan bersimpati atas kesedihan Jeongtae yang senasib dengannya , sama2 kehilangan orangtua.
Jeongtae kembali bertanya apakah Gaya "melepas" kepergian Ayah Jeongtae tanpa membuatnya menderita. Gaya kembali membenarkan.
Jeongtae berterimakasih pada Gaya.
Gaya menyarankan Jeongtae untuk meninggalkan Shanghai jika dirasa sulit , bersama seseorang untuk pergi kesuatu tempat.  Dengan ragu2 Gaya mengingatkan kalau dirinya adalah pemimpin Yakuza di Shanghai , dan akan mengenyahkan siapapun yang menghalangi jalannya , sekalipun itu Jeongtae.
Gaya berlalu menuju mobilnya.
***
Ketua Seul dan Baeksan sedang berjalan keluar dari kediaman untuk menemui Jeongtae yang sedang berlutut bersama memorial tablet ayahnya.  Baeksan merasa heran karena telah mempersilahkan Jeongtae masuk , tetapi Jeongtae memilih bertemu diluar. Ketua Seul berkata dia akan mencari tahu maksud dengan menemui Jeongtae diluar.

Diluar , Jeongtae sedang berlutut sambil membawa memorial tablet almarhum ayahnya.
Begitu melihat Ketua Seul muncul , Jeongtae memberi hormat : " Pemilik Shanghai" Shin Youngchool , dan anaknya Shin Jeongtae. "
Ketua Seul berbasa-basi kalau diantara mereka tidak perlu formalitas seperti ini . Jeongtae mengajukan dua permintaan pada Ketua Seul , pertama adalah memorial tablet almarhum ayahnya ingin diletakkan di Hwangbang.
Ketua Seul bertanya apa alasan Jeongtae .

Jeongtae menjelaskan : Bahwa dunia senantiasa berubah , tetapi ayahku , paling tidak di Hwanbang , anda akan senantiasa mengingatnya sebagai "Pemilik Shanghai" , karena itu aku mengajukan permohonan. Apakah anda bersedia mengabulkannya.
Seul berbasa-basi bahwa itu sebuah kehormatan bagi dirinya. Baeksan mengambil memorial tablet ke dalam kediaman Seul .
Seul bertanya apa permintaan kedua. Jeongtae menyatakan ingin diangkat anak Ketua Seul , dengan alasan datang ke Shanghai untuk menghadiri pemakaman ayahnya , dan kini yatim piatu. Jeongtae berkilah bahwa dia ingin berbagi kasih sayang dengan ketua Seul sebagai ayah , karena belum sempat melakukan hal itu dengan almarhum ayahnya.
Tidak ada pilihan bagi Ketua Seul untuk menerima permohonan Jeongtae , mengingat peristiwa itu disaksikan massa. Ketua Seul menyatakan kesediaan , dan itu disambut sorak sorai massa.
***
Jaehwa sedang mengawasi latihan para penyanyi dan penari di klubnya. Do-Ggoo membawa kabar akan berkoalisinya Jeongtae - Ketua Seul sebagai alasan untuk menjadi anak buah Jaehwa.
Jaehwa semakin pusing karena banyak hal yang harus diurus menjelang pembukaan akbar Club Shanghai . Jaehwa menenangkan anakbuahnya bahwa dia masih punya kartu truf untuk mengancam Hwangbang , pertama adalah hak operasi Club Shanghai yang sah , dan kedua adalah laporan otopsi yang akan menghancurkan Hwangbang jika diperlukan.
***
Bagaikan menganalisa satu pertandingan besar , Gaya berdiskusi dengan Yamamoto tentang kabar peresmian hubungan ayah - anak antara Jeongtae dan Ketua Seul . Yamamoto menerka kalau karena hubungan ayah - anak itu akan membuat Bangsamtong dan Hwangbang semakin dekat dan membahayakan Yakauza.
Deguchi Gaya lebih cerdas analisanya . Gaya merasa kalau hubungan ayah - anak itu hanya pura2 saja.  Gaya menjelaskan kalau dalam budaya Chinese adalah hubungan yang tidak boleh terpisahkan .
***
Dikediaman Ketua Seul , berlangsung ritual peresmian ayah - anak , antara Ketua Seul dan Jeongtae.   Mereka saling mengangkat cawan tiga kali , pertama terhadap Langit , kedua terhadap Bumi dan ketiga terhadap hubungan ayah - anak .

Jeongtae melakukan beberapa kali  kali penghormatan . Pertama atas rasa terimakasih pada Ketua Seul yang bersedia mengikat hubungan ayah dengannya. Kedua atas hutang budi yang harus dibalas. Setelah itu mereka berdua membanting cawan kelantai hingga pecah sesuai tradisi .
Pemimpin ritual meresmikan hubungan Ketua Seul - Jeongtae menjadi ayah - anak.  Even ini disambut dengan tepuk tangan para saksi .
***
Ketua Seul berjalan mondar - mandir diruang pribadi dengan gelisah karena berusaha menerka apa maksud tersembunyi Jeongtae.
Sementara Baeksan juga kehilangan kesabaran dan menggerutu menerka2 maksud Jeongtae.  Ketua Seul berang dan bertanya apa Baeksan sedang mencoba mengajarinya .  Baeksan mengulang perkataannya sejak dulu bahwa Jeongtae bukan orang yang bisa dibina .
Ketua Seul menegaskan kalau merekalah yang meminta agar Jeongtae menjadi "Pemilik Bangsamtong" . Baeksan mengingatkan bahwa sejak peresmian hubungan ayah - anak ,  jika Seul membunuh Jeongtae , maka Ketua Seul akan dipandang sebagai orang tak bermoral .
Ketua Seul muak dengan ocehan Baeksan untuk hal yang sudah dimengertinya . Ketua Seul berkilah kalau dia tidak bisa berbuat apa2 karena Jeongtae sengaja memohon didepan massa. Ketua Seul menyebut hal itu sebagai penyebab kenapa dia mengabulkan permohonan Jeongtae.
Seul menjelaskan kalau dia menolak permintaan Jeongtae , maka masyarakat akan memandang rendah hubungan Seul dengan almarhum ayah Jeongtae , dan akan dicap sebagai pria tua yang tidak berguna.  Baeksan mendesak agar Seul memerintahkan Baeksan untuk membunuh Jeongtae . Seul mengatakan tidak mungkin karena hubungan ayah - anak sudah diresmikan dan diketahui masyarakat luas. Baeksan berjanji tidak akan merusak reputasi Seul .
Perdebatan Seul dan Baeksan terhenti ketika Jeongtae muncul untuk pamit pada "ayah baru"nya ini . Seul memasang senyum ramah nan palsu .  Jeongtae pamit untuk kembali ke Bangsamtong . Seul berbasa-basi kalau Hwangbang masih luas untuk ditempati Jeongtae.
Jeongtae beralasan sejak menjadi anak Seul (bigboss mafia besar di Shanghai) tidak ada alasan lain untuk takut pergi kemanapun . Jeongtae berkata dia adalah "Pemilik Bangsamtong" dan akan mengabdi pada Jaehwa untuk belajar menangani Club Shanghai .
Jeongtae keluar meninggalkan kediaman Seul sambil menatap sinis .
***

Gaya melanjutkan analisanya pada Yamamoto : Jika Jeongtae membunuh "Ayah Seul" , maka Langit tidak akan memaafkan , demikian juga sebaliknya. Ini adalah kepercayaan kuno di Tiongkok . Karena Seul adalah musuh yang telah membunuh ayahnya. Aku penasaran bagaimana langkah Seul selanjutnya.
***
Aoki - Shinichi berbincang di sisi sungai , tentang bagaimana masa depan Deguchi Gaya , dan kaitannya dengan rencana pembunuhan Jeongtae.
Shinichi mengingatkan walaupun Jeongtae dibunuh , Deguchi Gaya belum tentu berubah dan malah bisa marah dan bertempur dengan Denkai , dan kasus yang terjadi pada Ryoko (Ibunya Gaya ) bisa terulang kembali .

Denkai menyindir Shinichi melakukan itu demi Gaya atau Denkai ? . Shinichi membalas dengan menyindir apakah Aoki melakukan hal ini demi cintanya pada Gaya ?
Aoki menukas apa ada alasan kenapa dia tidak bisa mengharapkan Gaya ? . Aoki mengungkit hubungan Shinichi dengan Almarhum Ryoko , bagaimana ketulusan Shinichi tidak bisa melindungi Ryoko .
Shinichi menganggap Aoki terlalu arogan .  Shinichi menyerang Aoki seketika . Mereka bertarung singkat saja.  Shinichi memperingatkan Aoki , bila Denkai tahu Aoki menyukai Gaya , maka walaupun Aoki adalah anak angkat Denkai  tetap tidak akan diampuni oleh Denkai.
Aoki sesumbar bahwa Yakuza akan di bentuk dengan cara baru , tentu saja bagi yang mampu dan ingin melakukannya.
Aoki berlalu .
Shinichi bergumam sendiri bahwa perang baru akan dimulai gara2 Aoki .
***
Jaehwa sedang mengumpulkan keberanian untuk melabrak Hwangbang. Setelah berpikir sesaat , dia memerintahkan Mangchi dan Chigi untuk mengumpulkan orang2 , dan bersiap melempar bom (surat otopsi yang membuktikan keterlibatan Baeksan dan Seul dalam kasus pembunuhan Ayah Jeongtae) . Jaehwa berkata kalau tidak ada pilihan lain selain agresif duluan.
Tiba2 Jeongtae muncul .
Jaehwa menyindir kalau Jeongtae begitu cepat beraksi hendak menyerang setelah mengikat hubungan ayah - anak dengan Ketua Seul . Jaehwa mengomel karena Jeongtae diam saja .

Diluar dugaan Jeongtae menyebut Jaehwa sebagai hyungnim dan ingin mengabdi dan belajar dari Jaehwa .
Jaehwa tentu saja curiga dan menyindir : Baru saja kamu membuat hubungan ayah - anak dengan Ketua Seul . Apa kini kamu ingin ikatan saudara denganku ?
Jaehwa tersenyum , mengambil sebuah botol dan memecahkan sebagian hingga menjadi brang tajam .  Jaehwa to the point mempertanyakan kenapa Jeongtae yang telah memiliki "ayah baru" seorang big boss besar Shanghai , kini malah hendak bergabung ke Bangsamtong ?

Jaehwa curiga Jeongtae disuruh Seul untuk bergabung ke Bangsamtong , untuk kemudian mengkudeta .
Jeongtae membantah .
Jaehwa menuntut penjelasan yang lebih masuk akal agar bisa mempercayai Jeongtae.
Jeongtae mengungkap bahwa dia telah menemukan siapa pembunuh ayahnya , dan ingin membalas dendam , memperkuat diri selagi mengabdi pada Jaehwa. Jeongtae mengingatkan kalau Jaehwa sendiri pernah bilang , bahwa hidup mati seseorang tergantung berpihak ke siapa , Hwangbang , Yakuza or Hwangbang.  Jeongtae menegaskan kalau dia telah memilih untuk mengabdi pada Jaehwa , dan menyerahkan kembali pada Jaehwa untuk memutuskan .
Part 3 (0f 3)

Jaehwa masih penasaran kenapa Jeongtae tidak mengabdi pada Yakuza atau Hwangbang yang lebih besar dan kuat. Jeongtae melontarkan alasan kuat bahwa paling tidak Jaehwa tidak menikam Ayah Jeongtae dari belakang.
Jaehwa menerima penjelasan yang masuk akal ini , kemudian mengajukan syarat bahwa Jeongtae harus patuh padanya , berhenti melakukan perkelahian yang tidak perlu , dan jangan membalas dendam tanpa ijin Jaehwa.
Jeongtae menyanggupi semua itu . Namun sebelum itu Jeongtae harus menjalani tes.
***
Beralih pada ring tinju .  Chi Gi menyiapkan sarung tinju untuk Jeongtae dengan memberi petunjuk yang salah (pertarungan yang seharusnya kick-boxing yang menggunakan kaki dan tangan , disebut sebagai boxing yang hanya hanya menggunakan tangan) . Jeongtae bertanya kenapa harus begitu . Chigi gelagapan menjawab.

Jeongtae naik ke ring tinju . Jaehwa berkata kalau dia ingin tahu Jeongtae masuk kategori "soojin" atau "sanjin" (liar dan tidak terlatih) .
Pertarungan tinju dimulai . Pada awalnya Jeongtae kesulitan karena tidak boleh menggunakan kaki . Lawan berhasil mendesak Jeongtae dengan pukulan bertubi2.  Namun Jeongtae adalah petarung berbakat yang cepat belajar dan segera menguasai pertarungan dan akhirnya menang dengan menggunakan kaki .
Usai pertarungan , Jeongtae bertanya kalau dia seharusnya tidak boleh menggunakan kaki khan ? . Jaehwa melongo dan bertanya memangnya siapa yang bilang , wong ini pertarungan kick-boxing . Alhasil Jeongtae memandang Chigi sesaat.
Jaehwa menegaskan kalau cara bertarung ala Bangsamtong adalah gaya bebas yang mementingkan kemenangan diatas segalanya , tidak ada aturan , yang penting menang.  Jaehwa lalu mengatakan pada Chigi dan Mangchi bahwa mulai sekarang Jeongtae adalah orang nomer dua (2nd hyungnim) di Bangsamtong setelah Jaehwa. Dengan demikian posisi Jeongtae yang masih muda lebih tinggi dari Mangchi dan Chigi .
Tak lupa Jaehwa memberikan uang agar Jeongtae dapat membeli jas yang rapih .
***
Baeksan mendesak Ketua Seul untuk segera memutuskan .  Seul akhirnya memutuskan kalau Club Shanghai akan diberikan pada Jaehwa. Baeksan heran kenapa bukan Jeongtae ? .
Ketua Seul menjelaskan bahwa mereka harus membuat Jeongtae sadar bahwa mengabdi pada Jaehwa tidak ada artinya.  Ketua Seul menegaskan : Bahkan jika Jeongtae menggunakan pisau ke leherku , sebagai seorang tetua dan ketua , tanpa ketabahan , mana bisa mendapatkan respek sebagai seorang ketua , dan sebelum mengetahui maksud Jeongtae yang sesungguhnya , itu belum terlambat.
Baeksan bertanya siapa yang hendak dikirimkan untuk Jaehwa ?
***
Okryeon merayakan keberhasilan audisi dengan minum bersama Dokter Jung dan So So . Okryeon dengan rendah hati mengakui kalau dia masih menjadi penyanyi latar , bukan penyanyi utama .  Jung memberi selamat pada Okryeon .

Tiba2 Jeongtae pulang dengan mengenakan setelan jas lengkap . Jung dan Soso terperanjat dengan penampilan baru Jeongtae.  So So memberitahu kalau Jeongtae nanti akan berkerja di tempat yang sama dengan Okryeon .  Jeongtae bertanya apa Okryeon lulus audisi ? .
Jeongtae memberi selamat pada Okryeon . So So menyindir kalau Jeongtae seharusnya memberi selamat dengan bunga , bukan dengan perkataan saja , seperti misalkan bunga .  Jeongtae pun berlalu .
So So mengomel Jeongtae sebagai pria bodoh , dan lihat saja kalau besok berani muncul dengan tangan hampa .
***
Jaehwa dkk berdiri dengan antusias memandang gedung Club Shanghai yang megah , karena hari ini Club Shanghai resmi berada ditangan Jaehwa. Jaehwa berpidato singkat pada anak buah dan para penyanyi bahwa mulai sekarang Club Shanghai menjadi rumah mereka.
Jaehwa merangkul Jeongtae untuk masuk bersama.  Do-Ggoo menebar senyum , membuat Mangchi dan Chigi yang lebih senior merasa terpinggirkan .

Sebelum masuk , Chi Gi berkata : Mulai sekarang Club Shanghai adalah wilayah kita. Tetapi aku tidak merasa senang sama sekali , karena aku tidak rela harus menyebut Jeongtae sebagai hyungnim . Dan yang lebih menyebalkan lagi Do-Ggoo sialan yang bertingkah seperti Jeongtae.  Jadi sebaiknya sebelum acara pembukaan , kita harus menentukan "pecking-order" .
Didalam , Do-Ggoo terpana mengagumi luasnya Club Shanghai .
Sementara itu Deguchi Gaya terpaksa harus mengakhiri tinggal di Club Shanghai . Deguchi Gaya menegaskan pada Jaehwa : Sampai aku kembali , aku serahkan Club Shanghai ini ketanganmu .
Jaehwa meledek secara halus , berapa lama harus menunggu ? . Gaya kesal dan berlalu , dan berpapasan dengan Jeongtae.  Gaya meminta bantuan agar Jeongtae mau menjaga .....
Belum sempat Gaya selesai berbicara ,  Jeongtae langsung memotong dan  berjanji untuk melindungi ruangan Ibunya Gaya .  Deguchi Gaya mengucapkan terimakasih .
Dijalan , Gaya - Shinichi berpapasan dengan Okryeon - So So.  Gaya menyapa sudah lama tidak berjumpa .  Okryeon memuji busana Gaya yang cocok .


Gaya berkata dengan sinis : Bagi setiap orang ada satu kehidupan yang sesuai . Seperti aku yang memilih Yakuza karena aku anak Yakuza , dan seorang anak gisaeng (Okryeon) memilih menjadi seorang penyanyi. Okryeon : Jangan mempersulit Jeongtae.  Gaya : Apa yang kamu bilang ? Apa yang kamu pikir aku lakukan terhadap Jeongtae ? . Okryeon : Aku tahu bahwa Yakuza sedang mengawasi Club Shanghai dan Bangsamtong.  Gaya : Aku punya satu permintaan padamu , jika kau tidak suka dengan apa yang dilakukan Jeongtae , kamu bisa pergi darinya. Jeongtae adalah anak "Pemilik Shanghai" yang telah memutuskan untuk menjadi seorang petarung. Itulah takdir Jeongtae.
Okryeon pake jurus "sing waras ngalah" dan berlalu untuk memasuki Club Shanghai .
***
Shinichi hendak menceramahi Gaya . Namun Gaya mengingatkan ada hirarki atasan dan bawahan . Gaya mengancam akan menindak jika Shinichi berani menceramahi atasannya sendiri.
Shinichi dengan cerdik memilih jalan aman dengan menggunakan perumpamaan , orang yang menanggung beban batu yang berat wajahnya akan kemerahan.  Dengan meletakan batu itu (Jeongtae)  barulah ada hirarki atasan - bawahan .

Gaya : Batu berat yang aku bawa bukanlah Jeongtae , apa kau pernah berpikir tentang hal ini ? Jika aku kewalahan dengan batu itu , maka kamu harus membunuhku .
Shinichi berkata itu tidak akan terjadi .
Gaya - Shinichi masuk mobil dan berlalu . Bersamaan dengan itu sekumpulan bandit memasuki Club Shanghai .
***
Okryeon - So So masuk ke dalam Club Shanghai yang megah . Namun tak lama kemudian Okryeon bersembunyi karena Kelompok Bandit itu langsung berbuat ulah di dalam Club Shanghai karena tanpa penjagaan berarti .
Hal ini terjadi karena anak buah Jaehwa sedang sibuk sendiri diluar . Do-Ggoo sedang bertarung dengan Mangchi untuk menentukan hirarki di Bangsamtong.
Pertarungan mereka benar2 tidak menarik dan liar . Mangchi unggul dalam hal skill bertarung dan sempat membulan2i Do-Ggoo hingga babak belur . Namun Do-Ggoo punya kelicikan yang bisa membalikkan situasi dengan serangan balasan dan berhasil membuat Mangchi babak belur .
Do-Ggoo langsung bertingkah seperti anjing rabies , menegaskan kalau dia berada di posisi ketiga setelah Jaehwa dan Jeongtae di kelompok Bangsamtong , baru setelah itu Chi Gi , dan kemudian Mangchi . Chigi berdiri menahan jengkel .
Melihat Mangchi sempat bangkit lagi , Do-Ggoo kembali menghajar dengan tongkat . Chigi mengomel kalau Do-Ggoo menggunakan senjata. Do-Ggoo mengingatkan kalau Jaehwa sendiri bilang dalam pertempuran yang terpenting adalah kemenangan , apapun caranya.
Selagi Do-Ggoo sesumbar , Mangchi membalas dengan membokong Do-Ggoo dengan tongkat. Mangchi akhirnya menang , dan memerintahkan Do-Ggoo untuk diikat. Sasaran mereka selanjutnya adalah Jeongtae.

Kembali kedalam Club Shanghai . Hanya tinggal Jeongtae dan Jaehwa yang tersisa menghadapi Kelompok Bandit .  Jaehwa dapat menerka kalau kedatangan perampok2 ini adalah ulah Ketua Seul yang menyebarkan rumor bahwa Club Shanghai adalah Gedung tak bertuan.
Jeongtae menghadapi para Bandit itu dan dengan tenang memintanya pergi . Pemimpin Bandit keberatan karena gedung ini tak bertuan , dan merasa sebagai owner gedung itu . Jeongtae bergerak secepat kilat menghajar pemimpin itu . Segera para bandit itu mengeroyok Jeongtae. Jaehwa pun ikut turun tangan membantu Jeongtae..

Disarankan follow twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru.

0 comments:

Post a Comment