Tuesday, September 16, 2014

Sinopsis : Inspiring Generation - Episode 14

Standard

Jeongtae memberikan jawaban ngambang dan berlalu dari ruangan . Jeongtae menyusul keluar dan bertanya apakah ada alasan yang tidak boleh diketahuinya ? .  Jaehwa mulai sensi merasa Jeongtae mencurigainya.  Jeongtae mengatakan kalau untuk itu , harus wait and see , baru bisa menyimpulkan .

UPDATE

Rekap

Generation Of Youth/Inspiring Of Age / Inspiring Generation / Age Of Feelings  / Episode 14.

Jaehwa duduk dan menjelaskan : Ada hal yang menentukan kamu hidup atau mati di Bangsamtong , tergantung kamu berpihak pada siapa .  Keputusanmu itulah yang akan menentukan kamu hidup atau mati .  Jadi putuskan sekarang , apa kamu ingin berkerja denganku , atau dengan Ketua Seul dari Hwangbang ? Jika bukan diantara kami berdua , kamu berpihak pada cinta pertamamu , wanita Yakuza .
Jeongtae menukas : Kehidupanku sendiri , kenapa aku harus berpihak pada siapapun ? . Jaehwa mulai marah dan memaki2 Jeongtae , dan memerintahkan Mangchi dan Chi Gi untuk menghajar Jeongtae. Jeongtae dengan mudah mengatasi mereka . Kini Jeongtae menuntut laporan otopsi itu lagi .  Jaehwa berdiri dan berkata kalau laporan otopsi ada dijasnya , dan menantang untuk mengambilnya sendiri . Jaehwa dan Jeongtae bersiap untuk bertarung.

Seorang wanita masuk memberitahu ada sesuatu yang terjadi diluar. Jaehwa meminta agar tidak diganggu , tetapi wanita itu memberitahu warga Bangsamtong sedang mengalami masalah karena kedua pihak , Hwangbang dan Perancis memeriksa dokumen warga disaat bersamaan.  Jaehwa tidak percaya , tetapi teringat perkataan Ketua Seul tentang siapa "Pemilik Bangsamtong" yang sesungguhnya. Jaehwa dapat menerka itu ulah Ketua Seul .
Jaehwa bergegas keluar dan menyaksikan warga , pria - wanita , tua - muda ,  sedang digebuki . Jaehwa terpaksa menyogok satu persatu polisi . Jaehwa memerintahkan Chi Gi dan Mangchi untuk mengeluarkan uang dari deposit klub mereka.

Jeongtae pun keluar melihat kekacauan . Jeongtae panik dan berlari untuk mencari Okryeon .
Sementara itu Okryeon dan para warga mengungsi ke tempat yang aman dibawah panduan Old Man Fly.  Jeongtae tiba dan langsung menghajar polisi . Komandan yang duduk diatas kuda memerintahkan anak buahnya untuk membunuh Jeongtae.
So So - Old Man Fly - Dokter Jung dan dua warga berdiri menonton pertarungan ini . So So tampak cemas dan bertanya2 pada ayahnya apa sebaiknya mencegah Jeongtae. OMF berpendapat kalau sudah terlanjur terjadi sekarang.



Jeongtae dikepung sekitar belasan polisi . Jeongtae memanfaatkan formasi halangan empat meja yang mengelilingi untuk terlindung dari keroyokan .
So So mengomeli ayahnya yang hanya berdiri mematung dan menikmati tontonan pertarungan. OMF berkilah bahwa pertarungan itu adalah salah satu pertarungan terbaik di Shanghai selama ini .
Jeongtae melakukan lompatan indah dan menyundul salah satu polisi , kemudian mendarat dan langsung menyapu kaki polisi yang lain dan mengakhiri polisi malang itu dengan satu tendangan penalti hingga memuntahkan darah .
Komandan geram dan terpaksa turun dari kuda untuk menantang duel Jeongtae satu lawan satu . Hanya saja Komandan mengenakan pedang menghadapi Jeongtae.
Jeongtae mendominasi duel itu dan satu upper-cut dari Jeongtae mengakhiri perlawanan Komandan.

Warga Bangsamtong bergembira menyaksikan kemenangan Jeongtae.  Para polisi kembali mengepung Jeongtae.  Tiba2 Jaehwa muncul dan langsung membokong Jeongtae hingga terjatuh .
Jeongtae langsung di tangkap para polisi . Jaehwa mengomeli warga , termasuk mengomeli Old Man Fly yang hanya diam saja.  Jaehwa berkata jika karena insiden ini , Jeongtae akan masuk ke penjara dan mati , itu semua karena kesalahan para warga.
Jaehwa juga memerintahkan Mangchi dan Chigi untuk membawa polisi cidera ke rumah sakit.  Jaehwa berkata pada polisi , terserah mau memperlakukan Jeongtae bagaimana.
Jeongtae memprotes apa kesalahan hingga harus masuk penjara ? .  Jaehwa menghampiri dan berkata pada Jeongtae : Apa karena orang2 Joseon tinggal di Bangsamtong , lantas kamu pikir tempat ini adalah Joseon ? Dengar aku baik-baik , ini adalah Bangsamtong , dan kita hanya pengungsi dari Joseon , dan bukan warga Joseon maupun Jepang. ( Red - Joseon atau Korea dikuasai oleh Jepang) . Siapapun bisa membunuhmu , sebagai bukan siapa siapa , tanpa hak sebagai manusia. Dan kamu Jeongtae , telah memukul polisi yang dihormati .
Jaehwa berkata pada Komandan , menyerahkan pemuda yang masih ingusan ini pada Komandan .  Jaehwa mempersilahkan Jeongtae hendak diapakan , hidup atau mati . Komandan yang sudah bangkit kembali menghajar Jeongtae hingga pingsan.
Okryeon dkk tampak khawatir . Shinichi mengintai dari kejauhan . (Ternyata Shinichi sudah tiba di Shanghai )
***

Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 

Diatas ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 

Deguchi Gaya mendapat kabar dari Yamamoto kalau inspeksi dokumen warga dilakukan disaat bersamaan .  Gaya menerka kalau Hwangbang sedang "melatih" Jeongtae.  Gaya menjelaskan kalau ini kesempatan baru bagi Jeongtae dan Hwangbang.
Menurut Gaya , warga Bangsamtong yang mengalami persekusi akan menemukan figur pahlawan baru dalam diri Jeongtae , setelah wafatnya Sin Yeongchool.
Gaya bertanya pada Yamamoto :  Jeongtae menggebuki polisi didepan warga yang tertindas. Kalau kamu seandainya jadi warga Bangsamtong akan bagaimana ? . Yamamoto : Tentu saja aku akan merasa puas.  Gaya : Insiden itu tidak disengaja , tetapi ini adalah kesempatan bagi Jeongtae untuk menjadi pahlawan Bangsamtong. Wait and see , orang yang ingin menjadikan Jeongtae sebagai pemimpin Bangsamtong akan bermunculan satu persatu .
***

Jeongtae diikat dan disiksa oleh polisi . Komandan mengambil kesempatan ini untuk memukuli Jeongtae dengan tongkat kayu.  Komandan tahu kalau Jeongtae adalah anak dari "Pemilik Shanghai . Komandan bertanya apa Jeongtae berniat jadi pahlawan ? .
Jeongtae menatap tajam , sehingga Komandan kesal dan memukuli Jeongtae kembali hingga pingsan. Jeongtae diguyur seember air agar sadar kembali .  Komandan kembali bertanya apakah Jeongtae ingin jadi pahlawan ? . Jeongtae menjawab tidak .  Komandan mempertanyakan kenapa Jeongtae berani menyerang polisi dengan status sebagai orang tanpa warga negara.
Jeongtae menjelaskan kalau dia hanya ingin melindungi warga Bangsamtong . Itu saja .
Komandan berkata kalau mereka berdua sama2 orang tanpa negara yang tidak bisa melindungi apapun . Komandan kembali menghajar Jeongtae hingga semaput.
***

Okryeon dkk berunding untuk membahas masalah Jeongtae di penjara . So So merasa heran kenapa Jeongtae dipenjara karena memukul polisi ? .  Okryeon bertanya apa yang harus dilakukan untuk membebaaskan Jeongtae . Old Man Fly langsung ke inti permasalahan bahwa yang paling dibutuhkan sekarang ini adalah uang.
Okryeon langsung bangkit menuju kamarnya . Salah satu warga mengusulkan untuk menggalang dana bagi pembebasan Jeongtae.  Dua warga memberi contoh dengan memberi sumbangan awal sebanyak tiga lembar lima Won . Old Man Fly menyarankan agar penggalangan dana tidak hanya diantara mereka saja , tetapi segenap warga Bangsamtong.  Salah satu warga membenarkan , karena berusaha menyelamatkan anak mantan pemimpin , tidak ada orang yang menyalahkan jika sedikit menyeberangi perbatasan.  Dua warga bergegas pergi untuk menjalankan rencana ini .
So So menyusul ke kamar dan menyadari Okryeon mengambil seluruh tabungan.
***
Jaehwa bertanya pada Mangchi , bagaimana kalau memakai jasa gadis panggung asal Russia ? . Mangchi mengatakan tidak bisa karena gadis2 Rusia itu juga datang ke Shanghai sebagai pengungsi dari Vladivostok  . ( Red - Wilayah Rusia yang dekat dengan Korea dan menyinggung Samudra Pasifik ) .
Jaehwa semakin pusing harus menggunakan gadis penyanyi mana lagi sebagai penyanyi utama  . Jaehwa bertanya bagaimana dengan Mei Ling . Mangchi menjelaskan kalau Chigi sedang mengurus kontrak dengan Mei Ling . Namun tak lama kemudian Meiling muncul dengan pembatalan kontrak.

Jaehwa berusaha menahan kepergian Meiling : Kalau kamu pergi bagaimana kami membuka klub ? . Meiling : Kamu ingin membuka klub ? Maka tulislah kontrak dengan benar , jika kamu tidak ingin mendengar bahwa pertunjukkan ini diatur oleh gangster.  Meiling dkk lalu melempar surat kontrak yang batal itu , dan berlalu .
Jaehwa mengomeli Chigi , namun Chigi menjelaskan kalau mereka tidak punya uang lagi .  Jaehwa berpikir keras untuk meminjam uang selain dari bank milik Yakuza seperti German Bank .  Jaehwa juga memerintahkan untuk membuka audisi untuk memilih penyanyi baru bagi pembukaan Club Shanghai .
Mangchi & Chigi berlalu untuk melaksanakan tugas. So So - Okryeon tiba untuk menemui Jaehwa.
Part 2 (of 3)

***

Diruang Ketua Seul , Baeksan melaporkan telah mengatakan pada polisi untuk menyerahkan tahanan pada Hwangbang , namun karena Jeongtae telah disiksa .
Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 

Diatas ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh


(Red - Berarti setting tahun Shanghai ditahun yang sama atau lebih . Ini menjelang Sino-Japanese War II )
***
Jaehwa berjalan keluar bersama Dokter Jung . Jaehwa berterimakasih karena Jung mau berkencan . Dokter Jung menjelaskan dia tidak mengajak Jaehwa kencan . Dokter Jung menunjukkan ke arah kejauhan , dimana salah satu pentolan warga sedang menggalang dana untuk Jeongtae.


Jaehwa : Jung , apa kau mau aku donasi lagi ? . Jung : Itu penggalangan dana untuk Jeongtae. Hari dimana Jeongtae bertarung dengan polisi , apa kau melihat ekspresi para warga ? Itu adalah wajah2 dimana orang yang nyaris tak punya harapan setelah "Pemilik Shanghai" meninggal , dan untuk pertama kalinya mereka tersenyum . Hati para warga tersentuh oleh keberanian Jeongtae. Dan sejarang Jeongtae akan menjadi harapan baru bagi para warga Bangsamtong . Jaehwa , kamu ingin jadi pemilik Bangsamtong khan ? Maka dari itu kalahkan Jeongtae , jika tidak kamu tidak akan menjadi pemilik Bangsamtong.
Tak lama kemudian Ketua Seul - Baeksan tiba . Ketua Seul berlagak simpatik dan menyerahkan donasi besar . Old Man Fly terkejut dan memberitahu warga bahwa Ketua Seul mendonasikan 50 ribu won .
Ketua Seul menyapa warga dengan simpatik lalu masuk kembali ke mobil . Dimobil , Baeksan berkata bahwa peribahasa "Memukul Rumput Untuk Mengejutkan Ular" sangat cocok dalam situasi ini .  Ketua Seul tersenyum membenarkan , bahwa ini sekaligus memberi pelajaran bagi Jaehwa.
Kembali ke Jaehwa & Jung .  Jaehwa berterimakasih atas masukan Jung dan berjanji akan membalas budi . Jung berkata tidak perlu berterimakasih , karena Jung tidak melakukan demi Jaehwa.
***
Jaehwa merenungkan perkataan Jung diruang kerjanya .
Sebuah kilas balik .  Jung : Itu penggalangan dana untuk Jeongtae. Hari dimana Jeongtae bertarung dengan polisi , apa kau melihat ekspresi para warga ? Itu adalah wajah2 dimana orang yang nyaris tak punya harapan setelah "Pemilik Shanghai" meninggal , dan untuk pertama kalinya mereka tersenyum . Hati para warga tersentuh oleh keberanian Jeongtae. Dan sejarang Jeongtae akan menjadi harapan baru bagi para warga Bangsamtong . Jaehwa , kamu ingin jadi pemilik Bangsamtong khan ? Maka dari itu kalahkan Jeongtae , jika tidak kamu tidak akan menjadi pemilik Bangsamtong.
Sambil minum , Jaehwa bergumam sendirian : Dari segala gangster , ketika kami menyelamatkan mereka , orang2 tetap tidak memandang pada kami .
Jaehwa kemudian memainkan kacang di atas meja , seakan mengundi nasib Jeongtae : Mati , biarkan dia hidup , mati , biarkan dia hidup , mati , biarkan dia hidup.
Jaehwa mengambil kacang terakhir yang berarti "biarkan dia hidup" . Jaehwa meremas kacang itu .

***
Dipenjara , Jeongtae merenung kembali penindasan polisi terhadap warga.  Jeongtae merenungkan juga perkatan Jaehwa .
Sebuah kilas balik . Jaehwa menghampiri dan berkata pada Jeongtae : Apa karena orang2 Joseon tinggal di Bangsamtong , lantas kamu pikir tempat ini adalah Joseon ? Dengar aku baik-baik , ini adalah Bangsamtong , dan kita hanya pengungsi dari Joseon , dan bukan warga Joseon maupun Jepang. ( Red - Joseon atau Korea dikuasai oleh Jepang) . Siapapun bisa membunuhmu , sebagai bukan siapa siapa , tanpa hak sebagai manusia. Dan kamu Jeongtae , telah memukul polisi yang dihormati .
Jeongtae juga merenungkan pujian para rekan sel terhadap dirinya.  Jeongtae memikirkan mendiang ayahnya dan bertanya harus melakukan apa ? . Tiba2 seseorang mendekat dan berusaha nikam Jeongtae . Dan Jeongtae berhasil menghindar dan memukul orang itu hingga melarikan diri .
***
Ketua Seul keluar dari kediaman dan berkata kalau hari ini adalah hari yang baik untuk kebebasan Jeongtae , dan seorang pemimpin baru akan terlahir di Shanghai .  Jaehwa heran .
***
Mangchi membawa sekoper uang hasil pinjaman dari Standar Bank dengan tingkat bunga 2.5% .  Jaehwa keluar dan disambut oleh tepuk tangan para warga. Tampang Jaehwa terlihat heran .

So So menjelaskan : Kami diberitahu bahwa kamu akan membebaskan Jeongtae . Karena itu kami disini .
OMF menyerahkan sekoper uang hasil penggalangan dana dari para warga , pada Jaehwa . OMF  : Terimakasih , aku  selalu percaya bahwa suatu hari kamu akan melakukan hal yang besar bagi para warga. Kamu benar2 pemilik Bangsamtong yang sesungguhnya.  Okryeon : Terimakasih , kami tidak akan melupakan jasamu , dan akan membalas budi suatu hari nanti .
Jaehwa : Tentu saja kalian harus , dengan sorak sorai warga , dan bajingan Jeongtae , hingga kami membuka Club Shanghai , mari kita jalani dengan baik .
Jaehwa bersama para warga berarakan untuk membebaskan Jeongtae.
***
Di penjara / kantor polisi , Ketua Seul bertanya dengan heran kenapa ada orang lain yang juga meminta tahanan dilepaskan .  Ketua Seul menerka : Apakah Jaehwa ? . Petugas menjawab pemimpin Yakuza yang meminta Jeongtae dibebaskan .  Ketua Seul terperanjat menahan gusar .
Ketua Seul mengomel bahwa Jeongtae sudah dianggap sebagai anaknya sendiri , dan mempertanyakan salah satu petugas kenapa bisa menyerahkan Jeongtae pada Yakuza ?
Deguchi Gaya dkk tiba .  Gaya langsung berkata pada Seul : Jika anda melakukan apa yang kamu suka , bisakah otoritas ditegakkan ?  Melihat begini , aku dapat melihat bahwa anda berhubungan dekat dengan ayahnya Jeongtae.

Ketua Seul menyambut sindiran Gaya : Selama 20 tahun hubungan kami tidak terpisahkan .  Gaya tertawa : Kenapa aku tidak merasakan hal itu yah ? . Ketua Seul : Apa kamu ragu ? . Deguchi Gaya , karena kamu sudah mengungkitnya , aku ingin bertanya padamu sesuatu yang meragukanku . Kamu bilang kamu teman baik almarhum , tetapi kenapa lalai dengan kematiannya ?
Baeksan menegur kalau Gaya berkata sembarangan . Gaya curiga Hwangbang ada dibalik kematian almarhum .  Baeksan mulai gusar : Kamu pikir dengan memuntahkan kata2 membuatmu jadi benar ? Di hati masyarakat Shanghai .....
Gaya memotong : Hwangbang memangnya tidak membunuh orang juga ? Kita semua itu sama2 organisasi mafia.  Baeksan menegur betapa beraninya Gaya menghina Hwangbang .
Ketua Seul meminta Baeksan berhenti bicara. Ketua Seul membalas Gaya dengan mengungkit penyebab kematian Youngchool disebabkan oleh pendarahan oleh dua pisau seperti milik Gaya .
Gaya menyindir : Kalau ucapan anda benar , maka orang2 akan mengira akulah yang membunuhnya. Ketua Seul merasa diatas angin : Memangnya tidak ? Tempat Youngchool mati adalah Kwangpae , dimana kau berada disana bersama anak2 buahmu juga ada disana saat kejadian itu terjadi .
Gaya tersenyum dan membenarkan kalau dia yang mengakhiri nyawa Youngchool , dan itu karena permohonan almarhum untuk dibunuh agar tidak menderita.  Baeksan mengambil kesempatan dengan bertanya kepada Perwira Polisi Heo apa yang dimaksud Gaya itu bukankah suatu kasus pembunuhan ?
Gaya kembali memotong : Tentu saja hal itu mungkin , tetapi tujuannya adalah untuk mengurangi penderitaan almarhum .
Perwira Polisi Heo jadi bingung ditengah perdebatan dua petinggi kelompok mafia besar di Shanghai ini .  Gaya mengancam kalau dia juga punya hak (sebagai orang yang merasa dijebak) untuk menyelidiki kasus kematian Youngchool alias ayah Jeongtae.
Gaya kepada Ketua Seul : Seperti yang kukatakan padamu , tanpa pedangku juga almarhum tetap akan mati dengan luka memar hebat di dadanya , yang mungkin didapat dari serangan seseorang .
Ketua Seul tertawa untuk menutupi kegugupan . Gaya bertanya kenapa Ketua Seul tertawa . Ketua Seul berkilah kalau penjelasan Gaya adalah lucu .  Gaya bertanya memangnya apa yang lucu ? . Ketua Seul mengungkit dengan melihat penampilan Gaya , mengingatkan pada pemimpin Yakuza yang lain 20 tahun lalu yang bernama Ryoko . Gaya bertanya apakah yang dimaksud adalah Ibunya ? . Ketua Seul membenarkan .
Ketua Seul mengaku kalau dia juga tahu penyebab kematian Ibunya Gaya. Wajah Gaya berubah .  Ketua Seul mengundang Gaya untuk berbincang di rumah nanti . Gaya dengan ketus menyatakan kesediaannya. Ketua Seul berguyon bahwa temperamen Gaya persis seperti Ibunya.
Part 3 (of 3)

Ketua Seul membahas sudah saatnya mereka memutuskan nasib Jeongtae untuk dibebaskan . Gaya dengan menahan kesal mempersilahkan Ketua Seul .
***
Jeongtae duduk termenung di ruang penjara. Seorang polisi memberitahu bahwa Jeongtae sudah dibebaskan . Jeongtae dikawal untuk keluar penjara.  Diluar semua orang melihat kebebasan Jeongtae.


Okryeon dan segenap warga Bangsamtong , menyambut kebebasan Jeongtae . Okryeon menyambut dengan pelukan . Old Man Fly menyindir mereka bagaikan Romeo and Juliet.  So So dan segenap warga Bangsamtong tertawa saat OMF menyuapi Jeongtae.
Jeongtae juga melihat satu persatu Jaehwa dkk , Deguchi Gaya dkk dan Ketua Seul dkk dari kejauhan .  Gaya segera memalingkan wajah begitu Jeongtae menatapnya.
***
Dalam perjalanan di mobil , Baeksan meminta maaf karena telah membuat Gaya curiga. Ketua Seul menenangkan kalau hal itu menunjukkan Gaya tidak punya bukti kuat.  Baeksan bertanya bagaimana cara Ketua Seul menangani ini . Ketua Seul akan menggunakan isu kematian Ibu Gaya untuk mengacaukan hubungan Gaya dengan Denkai . Ketua Seul bertekad akan mengenyahkan Yakuza dari Shanghai .
Sementara itu Yamamoto bertanya apakah Gaya akan mengunjungi Hwangbang sendirian . Gaya menjelaskan hal itu demi menjaga muka Yakuza , karena sebelumnya Ketua Seul juga datang sendirian di pesta Yakuza.
***

Di kamar , Dokter Jung memeriksa luka Jeongtae . Dua warga datang  berebut memberi perhatian pada Jeongtae dengan makanan andalan masing2. Old Man Fly tak mau kalah dan memamerkan obat andalannya (tentu saja terbuat dari bahan2 jorok seperti tinja hewan) . So So jengkel dan menghalau para pria dari kamar.
Kini Jeongtae berdua saja dengan Okryeon .  Jeongtae mengajak Okryeon duduk disampingnya.  Jeongtae berkata kalau Okryeon banyak menderita karena Jeongtae. Okryeon menenangkan kalau dia tidak menderita , dan mengeluh kalau uang yang dikumpulkan dengan susah payah selama 4 tahun di Shanghai tidak bisa membantu Jeongtae.  Okryeon mengeluh tidak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan Jeongtae.

Jeongtae meraih tangan Okryeon . Okryeon mencium pipi Jeongtae.
***


Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 

Diatas ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh

Gaya dengan tak sabar meminta jawaban langsung siapa yang membunuh ibunya . Gaya mengancam akan menantang duel sekalipun berada di markas Hwangbang. Ketua Seul tersenyum meminta Deguchi Gaya untuk bersabar.
Baeksan menghadap karena ada masalah penting . Ketua Seul meminta Gaya menunggu sebentar karena harus berbincang dengan Baeksan .
***
Baeksan melaporkan bahwa Shinichi sedang bertarung dengan Jeongtae.  Baeksan khawatir kalau Jeongtae yang sedang cidera dalam bahaya.  Ketua Seul meminta Baeksan untuk turun tangan menyelamatkan Jeongtae.
Baeksan memerintahkan Do-Ggoo untuk pergi bersama . (Kenapa Do-Ggoo ? Apa Do-Ggoo sengaja memberitahu Baeksan , sesuai rencana Gaya ? )
***

Jeongtae jatuh bangun terkena hajaran Shinichi .  Shinichi mengkritik kalau Jeongtae malas latihan .  Jeongtae berkilah kalau Shinichi yang banyak kemajuan . Shinichi "menenangkan" walaupun Jeongtae akan mati tetapi telah membuat sesuatu yang baru .
Jeongtae bertanya : Apakah kamu melakukan hal ini demi Gaya atau Yakuza ? Jika kamu memang peduli Gaya , maka aku mohon .....
Shinichi memotong : Itu keputusan Gaya sendiri (menyemplung ke Yakuza) . Jadi khawatirkan saja dirimu sendiri .  Jeongtae menukas : Aku ? Sampai aku bisa membalas dendam kematian hyungnim-ku , aku tidak bisa mati .
Mereka kembali bertarung , dan tentu saja Jeongtae kembali jatuh bangun dihajar Shinichi .
Shinichi bersiap menghabisi Jeongtae , namun Baeksan muncul disaat yang tepat menyelamatkan Jeongtae.
Ketegangan terjadi diantara dua petarung kuat dari kelompok mafia yang berbeda ini . Shinichi menegur kalau Baeksan seharusnya tidak ikut campur. Baeksan berkilah bahwa dia hendak melindungi aset Hwangbang seperti Jeongtae .
Baeksan : Aku tidak tertarik untuk menyakitimu , tetapi jika kamu tetap bersikeras. Aku menganggapnya sebagai pernyataan perang terhadap Hwangbang.  Shinichi : Perang diantara kita sudah terjadi sejak 20 tahun lalu .  Baeksan : Kamu hendak menuntaskan pertempuran yang belum kita selesaikan ? . Shinichi : Ini bukan sebuah pertarungan pribadi , tetapi pertempuran bagi Yakuza.  Baeksan : Demi nama Hwangbang aku juga harus melindungi Jeongtae.  Shinichi : Jadi anda ingin konflik antara Hwangbang versus Yakuza ? . Baeksan : Yang kalah dalam pertarungan ini harus meninggalkan Shanghai .  Shinichi : Aku tidak ada pilihan lain .
Shinichi mengambil pedang kayu . Baeksan berkata : Saat ini , ditempat ini siapa sangka aku harus menghadapi pedang Yakuza ? Itu adalah sebuah kehormatan .  Shinichi : Shin Jungtae , lihatlah ,  setelah pertarungan ini selesai , aku akan membunuhmu .
Baeksan - Shinichi bertarung . Shinichi sempat unggul dan berhasil menendang Baeksan . Tetapi arah pertarungan selanjutnya menunjukkan Baeksan lebih unggul dari Shinichi .
Do-Ggoo tiba2 muncul disamping Jeongtae dan mendesak Jeongtae untuk memperhatikan jurus Baeksan .
Baeksan berhasil mendaratkan satu pukulan beruntun yang khas , dan mendarat telak di perut . Shinici terduduk dan muntah darah .


Jeongtae menyadari bahwa pukulan Baeksan menyebabkan luka yang sama dengan apa yang dialami oleh Ayahnya , Sin Youngchool.

0 comments:

Post a Comment