Tuesday, September 16, 2014

Sinopsis : Inspiring Generation - Episode 13

Standard

Jeongtae sedang berkerja menuangkan air ketika seorang swordman muncul dan langsung menyerangnya. Akibatnya tempat air yang dibawa Jeongtae pecah . Jeongtae berhasil lolos serangan , dan kini menghadapinya , bertanya siapa gerangan ? . Swordman ini hanya menjawab bahwa yang menang pertarungan ini yang akan tahu jawabannya.

UPDATE

Rekap

Generation Of Youth/Inspiring Of Age / Inspiring Generation / Age Of Feelings  / Episode 13.

Mereka bertarung kembali dan Jeongtae berhasil menendang perut Swordman . Jeongtae bertanya apa pria itu yang membunuh ayahnya ? . Swordman ini kembali menjawab bahwa yang menang pertarungan ini yang akan tahu jawabannya.

Mereka bertarung kembali , pedang versus tangan kosong. Swordman mulai terlihat unggul dan menyayat2 tubuh Jeongtae dalam setiap serangan.  Jeongtae mencoba mengingat saat menghadapi permainan pedang (seperti melawan Shinichi ) . Tetapi Jeongtae melihat tidak ada kesamaan antara permainan pedang pria aneh itu dengan Shinichi.
***
Gaya menolak untuk menjawab pertanyaan dan akan berlalu . Sebelum itu Gaya mengucapkan selamat karena Jaehwa menjadi pengelola resmi Club Shanghai .


Ketika Gaya berlalu , Jaehwa memegang bahu Gaya , dan menuntut jawaban dari siapa orang yang membunuh Youngchool.  Gaya terprovokasi dan akhirnya menyerang dengan dua pedang . Jaehwa dengan tangan kosong sanggup menangkis pedang begitu saja karena ada baju besi ditubuhnya.
Jaehwa melihat dua pedang itu dan bertanya : " Apa kamu yang membunuh hyung kami ? " . Gaya menukas : " Apa seorang yang membunuh pria yang menderita bisa disebut sebagai pembunuhan ? atau malah wujud kebaikan ? " . Jaehwa : " Berhentilah menggunakan kata2 yang sulit pada seorang yang tidak pernah sekolah . Jadi kaulah yang membunuh hyungnim-ku. "
Tahu kalau Jaehwa tidak percaya , Deguchi Gaya mempersilahkan Jaehwa untuk memberitahu semua orang . " Katakan pada dunia kalau Gaya membunuh Sin Youngchool " . Mereka kembali bertarung dan kali ini Gaya mengatasi Jaehwa tanpa berniat membunuhnya . Gaya hanya menggoda Jaehwa yang berdiri mematung dengan menggoreskan pisau ke jas-nya Jaehwa.
Gaya hendak berlalu . Jaehwa belum merasa puas tetapi segera anak buah Yakuza memblokade Jaehwa dengan pisau . Anak buah Jaehwa hendak turun tangan juga . Suasana menjadi tegang . Jaehwa berkata : Selamat Putri Gaya , anda telah membuat setiap orang di Bangsamtong menjadi musuhmu .
Jaehwa hendak berlalu , dan giliran Gaya yang meledek : Tampaknya kamu masih belum mengerti situasi juga . Siapa yang bilang kamu pemilik Bangsamtong ? Apa ketua Hwangbang yang mengatakan padamu ? Yang benar itu pemiliknya adalah Jeongtae.
Jaehwa kesal dan berkata akan menunjukkan pada Gaya siapa pemilik Bangsamtong dan Club Shanghai .
***
Jeongtae masih bertarung melawan swordman misterius.  Jeongtae berpikir keras bagaimana cara mengatasi swordman ini . Jeongtae berpikir : Aku pelajari cara menghadapi pedang dari Ahjusshi , dan aku bertarung dengan Shinichi dan Sasaki . Tetapi orang ini berbeda.Ini bukan pertama kali buatku , tetapi sungguh sulit menghindari pedangnya. Bagaimana Shinichi menyerangku ?  Teknik Shinichi tetap saja berbeda. Tetapi orang ini bisa menikam dan menebas dari segala arah . Aku harus membuatnya dalam jarak dekat.
Swordman menghampiri dengan pedang perlahan2 . Jeongtae mundur perlahan2 juga.  Mereka bertarung lagi . Jeongtae menghindari pedang tetapi masih terkena sabetan juga . Jeongtae menunggu dengan sabar , dengan berdiri membelakangi dia menunggu musuh menusukkan pedang , dan secepat kilat Jeongtae menghindar dan memanfaatkan momentum gerak maju musuh dengan berputar 360derajat untuk menghajar musuh dengan telak .  Swordman tersungkur ke tanah dengan pedang terlepas.




Diluar , So So berkata pada Okryeon : Dokter Jung memintamu membantu proses pembedahan Jeongtae . Okryeon berkilah : Apa kamu tidak melihat aku sedang sibuk ? . So So : Apa kau tidak khawatir , bukankah kalian pernah berkencan . Okryeon : Berkencan ? Kapan ? So So kamu hentikan ini dan masuk kembali kedalam . Aku tidak tahu banyak hal , tetapi Jeongtae sudah sering terluka dan survive sejauh ini . Jika dia akan mati hanya karena luka pedang , dia sudah mati dari dulu kala.
Okryeon berlalu , mengantar barang dengan sepeda dengan wajah muram , bahkan mengabaikan Old Man Fly yang berpapasan di jalan .
***

Old Man Fly memeriksa luka Jeongtae di klinik , yang malah membuat Jeongtae meringis kesakitan . So So mencegah ayahnya menyakiti Jeongtae.  Old Man Fly mengeluarkan sebuah obat untuk di konsumsi Jeongtae , bernama "Baekgoshi" yang dianggap manjur untuk menyembuhkan luka dan darah . So So mengomel kalau Baekgoshi adalah tahi anjing yang sudah dikeringkan bersama alkohol.
Dokter Jung tampak keberatan pasiennya diberi obat aneh itu . OMF malah menawarkan obat itu pada Dokter Jung : Kalau kamu tidak mau memakan obat ini , harap diam .  OMF mencoba obat itu pada Jeongtae , namun Jeongtae menolak . OMF terpaksa mendemokan sendiri dengan memakan obat itu . So So menahan untuk tidak muntah karena merasa jijik.
OMF menyodorkan obat berikutnya yang bernama Pahkwantang (literal = obat untuk menembus peti mati jenasah ) . OMF menjelaskan obat itu sangat mujarab dan bahkan bisa membangunkan orang mati . Jeongtae bertanya pada Soso terbuat dari apa obat itu . So So menjawab dengan jijik bahwa Pahkwangtang terbuat dari tahi manusia.
OMF menenangkan : Kenapa setiap orang anti dengan obat ini ? Tahi bukanlah sesuatu yang kotor. Kalian dan aku juga punya tahi besar. Cobalah memahami dari sudut pandang tahi . Kalian buang air besar dan menganggap tahi itu kotor.  OMF mulai membuka tutup kendi obat itu dan menyodorkan pada So So dan Dokter Jung . Dua gadis itu langsung jijik dan kabur.
OMF mencoba obatnya sendiri , dan akhirnya malah jijik sendiri karena menerka itu tahi orang Jepang.  Jeongtae heran dan mencoba untuk menahan agar tidak muntah.
***
Deguchi Gaya memeriksa foto otopsi ayahnya , dan menyadari persamaan luka dengan Ahjusshi Youngcool.
Aku tampilkan lagi kilas balik Episode 1 & 8 , dimana Deguchi Gaya bersama Youngchool yang sekarat.

Sebuah kilas balik . Yeongchool : Ayahmu sama dengan kondisiku sekarang. Dimana semua darah dari tubuh berhenti mengalir , dan jantung dibanjiri darah tanpa mati. Ini menyebabkan penderitaan dan kesakitan .  Dan penderitaan ayahmu , aku yang mengakhirinya .
Deguchi Gaya jadi teringat bahwa penderitaan seperti ini adalah ciri khas Yakuza . Gaya memanggil Yamamoto ,  dan memerintahkan untuk membawa Do-Ggoo ke Shanghai .
***

Jeongtae diam2 mengawasi Okryeon yang sedang berdoa dengan hio menyala diatas dua mangkok nasi  untuk mengenang Ibunya yang sudah meninggal.
***

Ketua Seul bangga mendengar kemajuan Jeongtae dalam bertarung , setelah Baeksan melapor.  Ketua Seul : Dia akan semakin hebat seperti ayahnya dan akan menyapu habis siapapun termasuk Yakuza.  Baeksan celetuk : Karena itu aku mengatakan padamu , apakah ayah Jeongtae bisa dilatih (diatur) ? Pada akhirnya , bukankah kita harus mengotori tangan kita untuk menyingkirkannya ? Bangjoo (Pangcu / Ketua) , anda harus memutuskan .
Ketua Seul merasa ini bukan saatnya. Baeksan bertanya bagaimana jika Jeongtae tahu siapa pembunuh ayahnya . Ketua Seul menjawab kalau itu terjadi maka Jeongtae akan mati .
Part 2 (of 3)

***
Okryeon pulang dari mengantarkan barang dengan sepeda. Okryeon memanggil So So tetapi tak muncul juga.  Malah Jeongtae yang muncul dan membujuk Okryeon untuk pergi bersama dengan sepeda.  Okryeon akhirnya bersedia. Jeongtae bahkan menggerakkan tangan Okryeon untuk memeluk Jeongtae saat bersepeda.

Mereka tiba di kelenteng . Disana ada papan nama Ibu Okryeon , Kim Sungdeok  , Ayah Jeongtae , Sin Youngchool , dan Kim Soo'ok (tanpa nama) .

Okryeon terharu . Jeongtae bertanya pada almarhum Ibu Okryeon  : Ahjummoni , apa anda baik2 saja bersama ayahku ? Mulai sekarang kami akan mengurus memorial tablet untuk anda. Walaupun aku tidak terlalu mengenal pria itu , aku akan menjaga orang yang menyelamatkan anda juga . Mulai sekarang aku akan melindungi Okryeon . Selama lima tahun kami saling merindukan satu sama lain. Sekarang berdiri didepanmu , aku ingin hidup , dan mendengar kamu bernyanyi , Okryeon . "
Jeongtae meraih tangan Okryeon dan berkata : Mari kita hidup bersama selamanya sampai mati .  Okryeon menangis dan Jeongtae menciumnya.

***




***
Malamnya Jeongtae sulit tidur dan teringat perkataan Do-Ggoo
Sebuah kilas balik . Do-Ggoo berkata : Hei Jeongtae , coba berpikir jernih . Dibandingkan Sinuiju , Shanghai itu 10 atau 100 kali lebih besar. Tetapi kenapa gadis itu ingin menjadi pemimpin di kota ini ?  Karena dia telah membunuh ayahmu  , Pemilik Shanghai .

Jeongtae membalut luka di perutnya dan bersiap untuk pergi melabrak Deguchi Gaya.  Okryeon mencegat Jeongtae dan memaksa Jeongtae untuk berjanji pulang kembali .  Jeongtae tersenyum dan berjanji akan kembali .
Jeongtae masuk ke Club Shanghai dan mengalahkan beberapa anak buah Yakuza , di entrance , lobby , tangga , koridor , sebelum sampai ke ruangan Deguchi Gaya.  Mereka saling berpandangan diantara benci dan rindu.

Jeongtae menuntut Gaya untuk menunjukkan dua pedang pendek yang digunakan untuk membunuh Ayah Jeongtae.  Anak buah Yakuza sudah berkumpul di depan ruangan Deguchi Gaya , tetapi Gaya memerintahkan mereka untuk keluar.
Jeongtae : Aku datang kesini untuk mencari tahu apakah kau membunuh ayahku dengan dua pedang itu ? . Deguchi Gaya : Sin Jungtae , apakah kau melihatnya dengan matamu sendiri ? . Jeongtae : Aku melihat luka di jenasah ayahku . Gaya : Jadi kau menyimpulkan aku membunuhnya karena itu ? . Jeongtae : Jika kamu memang tidak membunuhnya tinggal katakan saja tidak .
Gaya : Jika aku mengatakan tidak , apa kamu akan percaya padaku ?  Aku melihat ayahku terbunuh oleh pedang ayahmu dengan mataku sendiri . Walaupun aku melihat fakta yang tidak terbantahkan , aku memilih percaya padamu daripada mataku sendiri . Tidak , bahkan aku mempercayainya kalau ayahmu bukan pelakunya . Aku bahkan masuk neraka Yakuza demi membalas dendam dan mencari pelaku yang sebenarnya . Ketika aku kembali ke Sinuiju , kamu berjanji akan menangkap pembunuh ayahku dan membawanya padaku .


Sebuah kilas balik . Jeongtae remaja berkata pada Gaya didepan kereta api : Aku akan menemukan pelakunya . Jika aku lemah , aku akan mendapatkan kekuatan . Jika aku butuh rekan , aku akan mendapatkannya  .Ketika kamu kembali , pria pembunuh ayahmu , aku akan membawanya kepadamu .
Gaya dengan wajah sedih berkata lagi : Jeongtae , aku bertanya sekali lagi padamu , apa kamu akan percaya apa yang kukatakan ? .
Melihat Jeongtae terdiam , Gaya mengeluh : Aku percaya padamu , tetapi aku merasa kamu tidak percaya padaku . Kamu tidak percaya padaku , bahkan tidak merasa bersalah . Baiklah , aku membunuh ayahmu .  Jeongtae terkejut : Apa ?!!! . Gaya : Bukankah aku tadi katakan , aku mengakhiri hidup ayahmu .
Jeongtae marah dan membanting meja kecil , kemudian mencengkram leher Deguchi Gaya . Dan Gaya dengan reflek , mengeluarkan dua pisau kearah leher Jeongtae. Mereka saling mengancam satu sama lain dan saling menatap tajam .  Gaya akhirnya mengalah dan menaruh kembali pisaunya , dan Jeongtae pun melepaskan cekikan .


Gaya berkata : Pergilah , Jeongtae. Kamu belum cukup matang untuk terbunuh oleh dua pedangku . Jika kamu ingin membalas dendam , dewasalah , dan kembali . Jika begitu , kamu akan melihat dengan jelas kemana pedangmu harus mengarah .
Jeongtae : Lalu , apa kamu sedang mengatakan kalau kamu tidak membunuh ayahku ? . Gaya : Walaupun bukan oleh pedang kembarku . Ayahmu tetap akan mati juga , sebagaimana ayahku .  Jeongtae hampir menangis : Apa yang kau katakan ? .Gaya : Jeongtae , mengungkap bagaimana ayahmu mati adalah kewajibanmu . Kenapa kau bertanya padaku ? Pertama yang harus kau lakukan adalah menjadi pemilik Bangsamtong . Barulah kamu bisa membalas dendam . Jeongtae , jadilah lebih kejam , barulah kamu dapat mewujudkan balas dendammu .Jeongtae : Baiklah , jika aku sanggup melakukannya , sebanyak kamu , oh tidak , jika aku kembali menjadi lebih jahat dan bengis daripadamu . Dan hal yang kujanjikan padamu tidak bisa kupertahankan , bahkan jika aku berkata kalau itu toleransiku .Jeongtae berlalu , tetapi saat tiba di depan pintu , Jeongtae berkata : Bukan kamu yang melakukannya , aku berharap dapat membuktikannya sendiri.Jeongtae membuka pintu dan dihadang oleh para anggota Yakuza . Jeongtae melumpuhkan salah satu anggota Yakuza , sampai Deguchi Gaya memerintahkan anakbuahnya untuk membiarkan Jeongtae pergi .
Part 3 (of 3)

Shinichi menerima kabar bahwa Do-Ggoo sudah tiba di Shanghai . Shinichi menyimpulkan kalau Gaya tidak akan memanggil Do-Ggoo tanpa sebab .  Anak buah melaporkan Do-Ggoo membawa serta laporan otopsi .
Tak lama Aoki muncul dan uring2an : Ketika Jeongtae memaksa masuk ke ruangan Gaya , apa hanya itu yang bisa dilakukan Yamamoto ?  . Shinichi menjelaskan kalau Yamamoto terluka parah saat bertarung dengan Baeksan .  Aoki mempertanyakan apa karena itu membiarkan Jeongtae masuk dan keluar  begitu mudah , setelah Jeongtae menghajar anggota2 Yakuza ? . Shinhichi menjelaskan pasti Gaya ada alasan tersendiri .

Aoki mempertanyakan apa alasannya . Shinichi menegur agar Aoki jangan berbicara tergesa2.  Aoki menerka Gaya mencintai Jeongtae.  Shinichi mengatakan itu tidak mungkin . Aoki berkata : Shinichi-san , tahukah kamu apa yang paling ditakuti Denkai ? Sebagaimana Miyoko , Denkai takut kehilangan Deguchi Gaya. Jika Denkai tahu Gaya mencintai Jeongtae , Gaya bisa mati . Aku akan segera ke Shanghai dan melindungi Gaya.
Shinichi menyarankan agar Aoki jangan terlibat dalam hal ini , dan Shinichi berjanji akan mengatasi masalah ini . Aoki menegaskan kalau dia telah meminta dipindahtugaskan ke Shanghai .
***

Dipinggir sungai . Jeongtae merenungkan perkataan Gaya untuk menjadi pemimpin Bangsamtong .
***

***

Siang hari , Okryeon menunggu kedatangan Jeongtae yang tak kunjung pulang . So So muncul dengan menaiki sepeda dan berkomentar : Sudah dua hari berlalu tetapi Jeongtae entah kemana.  So So menyarankan Okryeon kembali ke Daehan Restaurant karena banyak pekerjaan disana. ***Jeongtae mengunjungi Jaehwa di Club Rome .
***
Sementara itu polisi Perancis mulai melakukan razia di sebagian wilayah Bangsamtong.
***
Jeongtae masuk kedalam Club Rome dan melihat Chi Gi sedang menyanyi . Kepada Mangchi , Jeongtae berkata ingin menemui Jaehwa Hyungnim . Didalam kantor , Jaehwa menyambutnya sebagai "sepupu" .  Jeongtae langsung bertanya laporan otopsi ayahnya.
***

Razia para polisi terjadi disebagian wilayah Bangsamtong . Sebagian warga ketakutan dan berlari ke arah kawasan lain.  So So heran kenapa hari ini terjadi Razia Perancis.  Para warga mulai dipukuli polisi , So So hendak turun tangan , namun Old Man Fly mencegahnya.  OMF mengajak putrinya untuk kabur.Ditempat lain Okryeon terkejut melihat para warga berlari . Okryeon pun terbawa massa.***Jaehwa : Laporan otopsi ? . Jeongtae : Iyah , ketika kamu ingin memverifikasi kematian ayahku , kamu menerima laporan otopsi atas namaku khan ? . Jeongtae : Kenapa kamu tiba2 menanyakan hal ini . Jeongtae : Aku hanya ingin tahu penyebab kematian ayahku . Jaehwa : Di Eropa mulai meletus perang , dan di Manchuria , Chiang Kai-Sek sedang berperang dengan Komunis , sekarang kamu bertanya bagaimana ayahmu mati ?  Apakah aku harus mengatakan padamu ? Di Shanghai , ada lebih dari seribu orang yang ingin membunuh ayahmu , dan ada puluhan ribu alasan kenapa ayahmu harus mati .  Memang bagi warga Bangsamtong , dia dianggap pahlawan , tetapi jika kamu melintasi perbatasan , ayahmu itu dianggap sebagai pencuri  lahan . Jadi kamu malah menanyakan siapa yang membunuh ayahmu ?

Jeongtae memberikan jawaban ngambang dan berlalu dari ruangan . Jeongtae menyusul keluar dan bertanya apakah ada alasan yang tidak boleh diketahuinya ? .  Jaehwa mulai sensi merasa Jeongtae mencurigainya.  Jeongtae mengatakan kalau untuk itu , harus wait and see , baru bisa menyimpulkan .
Jaehwa duduk dan menjelaskan : Ada hal yang menentukan kamu hidup atau mati di Bangsamtong , tergantung kamu berpihak pada siapa .  Keputusanmu itulah yang akan menentukan kamu hidup atau mati .  Jadi putuskan sekarang , apa kamu ingin berkerja denganku , atau dengan Ketua Seul dari Hwangbang ? Jika bukan diantara kami berdua , kamu berpihak pada cinta pertamamu , wanita Yakuza .
Jeongtae menukas : Kehidupanku sendiri , kenapa aku harus berpihak pada siapapun ? .
Jaehwa mulai marah dan memaki2 Jeongtae , dan memerintahkan Mangchi dan Chi Gi untuk menghajar Jeongtae.
Jeongtae dengan mudah mengatasi mereka . Kini Jeongtae menuntut laporan otopsi itu lagi .  Jaehwa berdiri dan berkata kalau laporan otopsi ada dijasnya , dan menantang untuk mengambilnya sendiri . Jaehwa dan Jeongtae bersiap untuk bertarung.

0 comments:

Post a Comment