Tuesday, September 16, 2014

Sinopsis : Inspiring Generation - Episode 12

Standard

Episode sebelumnya diwarnai dengan perebutan jenasah ayahnya Jeongtae , Sin Youngchool , yang menjadi simbol perebutan kekuasaan diantara tiga kelompok : Bangsamtong (Jangjaehwa) , Hwangbang (Ketua Seul) dan Yakuza (Deguchi Gaya) , dan faktor keempat , Kelompok Chirinbang yang merupakan penguasa de facto Shanghai .


Rekap

Generation Of Youth/Inspiring Of Age / Inspiring Generation / Age Of Feelings  / Episode 12.
Gaya tersenyum dengan tenang dan bertanya : Jadi apa di peti mati yang asli itu jenasahnya tersimpan ? . Ketua Seul menyeringai : Apa kamu ingin melihat ?
Baeksan membuka tutup peti mati itu dan wajah Ketua Seul langsung berubah karena bukan mayat Youngwool , melainkan orang lain .



***


Klinik Dokter Jung digedor oleh Chi Gi dkk . Setelah Dokter Jung membuka , Chigi , Mangchi dkk membawa peti mati itu keatas meja. Okryeon terkejut menyadari Ahjusshi Youngchool ada dalam peti mati itu. Lalu untuk apa Jeongtae datang ke acara Hwangbang ? .
Chi Gi menjelaskan bahwa bossnya ,Jaehwa , yang memerintahkan mereka.
***
Jeongtae merenungkan perkataan So So sebelumnya (Episode 11) .
Sebuah kilas balik . So So berkata bahwa semestinya acara berkabung Ahjusshi Youngchol dilakukan di Bangsamtong , bukan disini , di Hwangbang.  Jeongtae bertanya apa pentingnya acara berlangsung dimana ? .
So So mengatakan : Tentu saja sangat penting secara tidak semua orang bisa menghadiri acara karena terletak di daerah konsesi Perancis.  Ayahmu itu menjaga warga di Shanghai sepanjang hidupnya , bahkan setelah kematiannya , apa kamu ingin ayahmu mengurus orang2 itu lagi ? . Dan tidak membuat Bangsamtong sebagai kampung halamannya ? Apa kamu itu anak aslinya ? Dasar bajingan palsu .
Jeongtae melepaskan baju tradisional Chinese dan mengganti dengan baju semula. Dia keluar ruangan , diambut So So yang tersenyum menyebut Jeongtae bukan anak palsu seperti perkiraan semula. So So mengajak pergi , tetapi Jeongtae mengaku ada urusan dulu .

***
Diruang VIP perkabungan . Goichi melaporkan apa yang terjadi dengan Yamamoto yang dihajar Baeksan (dengan berbisik) . Gaya tidak percaya begitu saja dan merasakan firasat bahwa di peti mati itu tetap bukan Youngchool.
Asisten Hwangbang masuk keruangan VIP dan memberitahu Ketua Seul tentang pesan surat dari Jaehwa  : "Ketua , jika sudah melihat jenasah (palsu) itu , mari kita bicara."
Ketua Seul bertanya dimana Jaehwa. Asisten menjawab Jaehwa ada di kantor Ketua Seul sekarang.  Ketua Seul lantas memerintahkan Baeksan untuk melepas kepergian para tetua Chirinbang , karena Ketua Seul ada urusan penting. Gaya menolak untuk datang lain kali dan bersikeras untuk melihat jenasah dalam peti mati.  Ketua Seul tidak peduli dan tetap berlalu , demikian juga dengan para tetua Chirinbang yang diantar pulang oleh Asisten .
Tinggallah Baeksan versus Deguchi Gaya. Baeksan memperingatkan Gaya untuk mengakhiri sampai disini saja. Gaya tetap bersikeras sehingga terlibat dalam pertarungan singkat. Pada akhirnya Gaya berhasil melihat isi peti mati yang bukan Youngchool. (Waw betapa seksinya betis Deguchi Gaya ketika bertarung dengan baju Qipao yang seksi) .

***
Di klinik Dokter Jung , Chi Gi ketakutan akan serangan balasan dari Hwangbang , dan bertengkar dengan Mangchi. Si cantik Dokter Jung meminta agar mereka diam , karena sulit berkonsentrasi dalam proses otopsi jenasah.  Chi Gi terpaksa duduk diam sambil ketakutan dengan kaki gemetar.
Dokter Jung mengabadikan jenasah dengan kamera.  Dokter Jung menjelaskan pada Okryeon bahwa jenasah Ahjusshi menunjukkan ada sebuah arteri yang rusak dan menyebabkan pendarahan hebat yang menyebabkan kematian langsung. Okryeon sedih dan memperhatikan jenasah yang dalam kondisi masih baik seakan masih hidup.
Tak lama kemudian Dokter Jung menemukan kejanggalan lain . Bekas pukulan memar di daerah dada jenasah.  Dokter Jung terpaksa membedah jenasah dengan pisau untuk mencari tahu , yang mana hal ini membuat yang lainnya memalingkan muka karena ngeri melihat hal ini .
Dokter Jung menyimpulkan bahwa luka dalam jenasah ini sangat buruk , bahkan jika tidak terluka oleh pedangpun , jenasah akan tetap mati . Jadi ada dua penyebab kematian , langsung dan tak langsung .

***

Jaehwa menunggu di kantor Ketua Seul sambil memperhatikan luka didadanya didepan cermin.  Ketua Seul masuk ruangan dan menegur Jaehwa agar jangan telanjang dada , sopanlah di kantor orang lain.
Jaehwa menjelaskan bahwa Old Man Fly telah membantunya menukar jenasah itu . (Old Man Fly adalah kakek tua pengangkut jenasah  yang ditemui Jeongtae saat pertama kali tiba di Shanghai) . Jaehwa : Aku tidak tahu kau akan menyukainya atau tidak . HA HA .
Ketua Seul : Jadi kau bajingan yang menukar jenasah Youngchool ? .  Jaehwa menjelaskan bahwa dia berpura2 tidak bisa melindungi jenasah itu hingga terlepas kepihak lain (Baeksan versus Yamamoto) , sehingga mereka mengira memiliki jenasah yang asli .  Ketua Seul terpaksa tersenyum memuji Jaehwa yang semakin lihai saja .  Jaehwa berterimakasih atas pujian sinis itu , kamsahanida.
Jaehwa mengungkap keinginannya untuk tetap memanage Club Shanghai dibawah Bangsamtong dan mendapat pengakuan dari Chirinbang atas kepemimpinannya di Bangsamtong.  Ketua Seul benar2 terusik oleh Jaehwa sehingga cerutunya tidak dinyalakan sedari tadi , dan berkata bagaimana kalau dia tidak mau mengabulkan permintaan Jaehwa.
Jaehwa mengancam : Hwangbang yang kuat kehilangan jenasah pada seorang Jahwa yang hanya wong cilik diantara para pengungsi dan kaum papa di Bangsamtong .Jika rumor ini beredar apa jadinya ?  Apa anda bisa menahan malu ? Dan jika itu terjadi apakah anda bisa bertahan sebagai salah satu dari tujuh tetua Chirinbang ?
Ketua Seul tersenyum : Kau pikir klubmu itu akan aman ?



Jaehwa masih sempat melontarkan ancaman halus ketika akan pergi , bahwa Jaehwa akan mendampingi Jeongtae kembali ke Bangsamtong.  Ketua Seul mengatakan akan bersedia hadir dan membahas bersama Tetua Chirinbang  , tentang pengembalian Club Shanghai pada Jaehwa .
Jaehwa - Jeongtae berlalu . Ketua Seul bergetar tubuhnya menahan amarah , dan melampiaskannya dengan memotong2 cerutu.
***
Jaehwa - Jeongtae tiba di Bangsamtong , dan disambut dengan atmosfir kemenangan oleh para anak buah Bangsamtong. Chi Gi mengumumkan pada massa bahwa Jaehwa telah memenangkan pertarungannya dengan Ketua Seul , dan berhasil mengembalikan jenasah mantan ketua Bangsamtong .

Didepan warga , Jaehwa berpidato bahwa dia akan menanggung segala makanan dan minuman gratis  selama acara perkabungan nanti .  Chi Gi memberikan aba2 agar warga bertepuk tangan untuk Jaehwa . Warga dengan ragu2 (enggan) bersorak sorai untuk Jaehwa.
So So datang dan menenangkan Jeongtae bahwa dia sudah bertindak benar sebagai anak dari mendiang Youngchool.
Goichi mengawasi dari kejauhan dan melaporkan pada Gaya di mobil , bahwa Bangsamtong sedang dalam atsmosfer kemenangan.  Gaya memuji bahwa Jaehwa tidak bisa dipandang ringan seperti yang dipikirkan semula. Goichi bertanya bagaimana jika Hwangbang menuntut balas atas serangan Yamamoto ? .
Gaya menenangkan bahwa Hwangbang tidak akan bisa melakukan itu ,  karena takut Gaya akan menyebarkan rumor bahwa Hwangbang yang kuat tidak bisa mengurus jenasah dengan baik .  Gaya memerintahkan : Goichi , kirim pesan ke Osaka . Bahwa jenasah Youngchool ada ditangan Jaehwa , dan Yakuza bahkan belum mengerahkan pedang sama sekali .

***
Osaka - Jepang . Denkai menerima surat itu dan memamerkan senyum bangga pada Shinichi .
Shinichi membaca surat dan tahu bahwa pemenangnya untuk saat ini adalah Jaehwa (Bangsamtong)  , dan pecundangnya adalah Hwangbang.  Denkai membenarkan , bahwa reputasi Hwangbang akan menurun karena kekalahan ini  , sebaliknya reputasi Bangsamtong dan Jaehwa akan naik .
Shinichi bertanya bagaimana Deguchi Gaya ? . Denkai menjelaskan bahwa Deguchi Gaya bisa memanfaatkan hubungan (konflik) antara Hwangbang versus Bangsamtong.  Shinichi mempertanyakan masalah Club Shanghai yang juga akan jatuh ke tangan Jaehwa.

Denkai menjelaskan bahwa Deguchi Gaya dengan cerdik melihat situasi . Bahwa Club Shanghai adalah pusat bisnis , sekaligus simbol prestise dan harga diri bagi bangsa Chinese , dimana Jaehwa dan Bangsamtong (imigran Joseon , Non - Chinese ) mengganggu hal itu . Denkai menjelaskan bahwa Gaya langsung menyasar ke inti permalasahan , Club Shanghai . Denkai mengingatkan Shinichi atas pesan Gaya yang mengatakan pihak Yakuza belum mengeluarkan pedang sedikitpun , yang artinya wait and see ,  Jaehwa akan menemui kematian karena berani mengurus Club Shanghai . Denkai tersenyum dan bangga pada kemajuan Deguchi Gaya yang semakin matang.
Part 2 (of 3)

Jaehwa merayakan kemenangannya bersama tangan kanannya dan wanita2 cantik. Jaehwa yang mabuk bercerita bahwa dia dijual oleh orangtuanya pada usia 10 tahun , dan 25 tahun kemudian , hari ini , dia telah menjadi Boss Bangsamtong .

Jaehwa : Terimakasih pada orangtuaku yang telah menjualku senilai 50 won saja. (Jaehwa memeluk dua hostess cantik) Aku telah diperlakukan seperti seekor anjing oleh pemilik rumah . Dan aku menyembunyikan taring dan cakarku , untuk mendapatkan posisiku sekarang ini setelah 25 tahun . Aku , Jaehwa , hidup seperti seekor anjing selama 25 tahun.
Mangchi memperhatikan Dokter Jung tiba . Demikian juga dengan Jaehwa yang langsung tersadar dan menyingkirkan dua hostes cantik di sampingnya demi menjaga sikap didepan pujaannya , Dokter Jung yang cantik.

Jaehwa & Jung berbincang berdua membahas masalah otopsi . Jung menjelaskan bahwa jenasah tetap akan mati walaupun tidak ditusuk oleh pedang .  Jaehwa terperanjat menerima laporan otopsi itu . Dia teringat pertarungannya dengan Baeksan , dan curiga kalau Hwangbang ada dibalik kematian Youngchool.
Dokter Jung akan berlalu . Jaehwa menagih janji Jung yang akan berkencan jika Jaehwa sudah menjadi penguasa Bangsamtong. Dokter Jung mengatakan baru bersedia jika Jaehwa sudah menjadi penguasa yang real nanti . LOL.
(Red – jujur saja menurutku lebih cantik Dokter Jung daripada Okryeon dan Deguchi Gaya)
**
Bangsamtong under Jaehwa menyelenggarakan acara perkabungan untuk mantan boss Bangsamtong , yang juga ayah Jeongtae dengan suasana lebih sederhana dan intim , secara warga Bangsamtong menganggap almarhum seperti dewa penolong mereka. Jeongtae juga mengenakan baju berkabung .  Bahkan muncul pula para imigran Yahudi yang juga memberikan penghormatan terakhir.


Jeongtae terdiam seperti anak kecil dan menuruti masuk ke dalam ruang berkabung . Disana sudah ada Dokter Jung , Okryeon , So So , Old Man Fly ,  Jaehwa dkk.



Jeongtae melangkah dan memberi hormat dan pesan terakhir pada almarhum : Ayah , mohon pergi dengan damai sekarang . Aku tidak membencimu lagi ayah. Lupakan semuanya dan pergi dengan damai . Tentang hal yang menyedihkan , lupakan saja. Pergi dengan kenangan baik . Ayah . Apa kau punya kenangan baik terhadapku ? . Jika tidak . buatlah perkataanku ini sebagai kenangan terakhir , bahwa aku anakmu , putrimu , tidak pernah melupakan ayah . Kami sangat merindukanmu . Juga , kami sangat mencintaimu . Pergilah dengan kenangan ini .
Jeongtae menangis membuat hadirin di ruangan itu turut bersedih.  Jeongtae membungkuk dan bersujud didepan peti mati .  Old Man Fly lantas mempersilahkan warga Bangsamtong untuk memberikan salam perpisahan pada almarhum untuk terakhir kali.
Semua mulai berdiri , membungkuk , berdiri , membungkuk , untuk memberi hormat pada almarhum sesuai tradisi.  Old Man Fly bahkan ikut menangisi Jeongtae pula.
***
Keesokan hari , Okryeon menemani Jeongtae menebar abu jenasah ke lautan . Okryeon bertanya apakah lautan ini terhubung dengan Sungai Yalu ? ( Red – Sungai yang menjadi pembatas wilayah China dan Korea )  . Okryeon meminta ijin untuk ikut menyebar abu dan menitip pesan pada almarhum untuk menyampaikan pesan pada almarhum Ibu Okryeon (pertemuan di alam baka)  yang jenasahnya belum ditemukan hingga sekarang .  Jeongtae memberikan pot abu pada Okryeon .
Okryeon berkata pada almarhum :  Ahjusshi , ketika sulit ,  ketika tersakiti ,  , lupakan saja . Mohon pergi ke dunia yang lebih baik . Ketika anda pergi ke dunia itu , mohon jumpai ibuku dan sampaikan kalau aku hidup dengan baik .  Mohon katakan itu padanya . Aku belum bisa mengubur dan mengantarkan kepergian Ibuku . Mohon katakan itu juga bahwa putrinya mencintainya.


Jaehwa dkk , dan Ketua Seul dkk mengamati mereka dari kejauhan.
***

Diruang kantor Ketua Seul , Baeksan bertanya : Apa anda memintaku untuk mengumpulkan para tetua Chirinbang ?  . Ketua Seul : Iya  .  Baeksan : Apa artinya anda ingin membiarkan Jaehwa mengoperasikan Club Shanghai ? .  Ketua Seul : Itu hanya untuk sementara.  Baeksan : Ketua , ini kesempatan besar selama 20 tahun . Selama 20 tahun ini kita memiliki sebuah kesempatan untuk mengambil alih Club Shanghai , tetapi ……
Ketua Seul meradang : Sudah kukatakan kalau itu hanya sementara !!!  Baeksan juga meninggi : Ketika anda memberikan ijin manajemen kepada Youngchool juga anda bilang hanya sementara .
Ketua Seul kesal dan menggebrak meja : Apa anda sedang membantahku ? Ular Jaehwa itu telah mengetahui perbuatanmu di jenasah Youngchool.  Luka ditubuh Jaehwa , sama dengan luka yang ditemukan di jenasah Youngchool.  Dia telah menemukan hal itu .
Baeksan berkilah bahwa luka yang menyebab kematian Youngchool adalah ………..
Ketua Seul menegaskan : Sebuah rumor beredar maka akan menuju pada kebenaran , jika Jaehwa menyebarkan rumor itu , apa yang terjadi padamu nanti ? Sampai rumor reda . Aku sementara akan mengalihkan Club Shanghai kepada Jaehwa. Dan juga , jika ada orang yang mengetahui pertarunganmu dengan Youngchool , maka singkirkan saja dia . Jika hal ini terbongkar , habisi saja Jaehwa.
Baeksan bertanya apa itu artinya Seul akan membiarkan Jeongtae sebagai pemimpin Bangsamtong . Seul berkata kalau dia menyaksikan sendiri pertarungan Jeongtae dengan Sasaki , walaupun Jeongtae sedikit ketinggalan dalam skill , pada saatnya tiba , dia akan menjadi “Raja Baek Soo “ .
Part 3 (of 3)

Baeksan menukas bahwa Sasaki itu adalah samurai kelas tiga .  Baeksan bercerita telah menyaksikan pertarungannya di Dalian , dan kemampuan Jeongtae tidak pantas untuk dibicarakan .
Seul tersenyum , dan bertanya apakah Baeksan mau menguji Jeongtae, dengan alasan kalau Jeongtae tidak bisa mengalahkan Baeksan , bagaimana bisa mengalahkan Yakuza ?
Baeksan bertanya bagaimana kalau Jeongtae mati , apa tak masalah ? . Seul mengijinkan .
***
Sambil berjalan . Okryeon bertanya apa yang akan dilakukan Jeongtae sekarang.  Jeongtae berkata akan tinggal di Shanghai .  Okryeon bertanya apa yang akan dilakukan Jeongtae di kota Shanghai .
Jeongtae : Aku akan mencari pembunuh ayahku .  Aku memang tidak pernah dekat dengan ayahku . Aku malah membencinya . Aku sangat marah . Aku akan mengembalikan kepada si pembunuh , bagaimana rasanya kehilangan ayah . (Perasaan Deguchi Gaya juga begitu broer) .  Btw , apa aku bisa berkerja di tokomu ?  Aku ingin membantumu , dan juga butuh tempat tinggal.
Okryeon sedih dan berharap Jeongtae bisa melupakan dendamnya , karena hal ini akan menyulitkan diri sendiri.
Mereka kembali berjalan , tetapi saat itu muncul peluit polisi . Okryeon cemas dan mengajak Jeongtae cepat kembali ke Daeha Restaurant. Namun terlambat , sekumpulan polisi tiba dan melakukan persekusi terhadap warga Bangsamtong.

Jeongtae – Okryeon sembunyi disudut sebuah rumah terdekat. Sambil menyaksikan penyiksaan terhadap warga ,  Jeongtae mulai geram dan hendak turun tangan kalau tidak dicegah oleh Okryeon .  Seorang polis memperhatikan kearah tempat Jeongtae bersembunyi .  Okryeon mulai gelisah , tetapi untung saja peluit berbunyi dan polisi itu kembali bergabung dengan rekan2nya.
Okryeon baru menjelaskan kalau Bangsamtong dikuasai oleh Perancis dan Chirinbang .  Setiap bulan akan ada razia rutin terhadap warga . Setiap salah satu dari mereka datang , orang2 Bangsamtong akan menyembunyikan identitas dengan mengatakan yang sebaliknya.  Jika Perancis yang datang , warga akan mengatakan mereka anggota Chirinbang.  Jika pihak Chirinbang yang datang , warga akan mengatakan mereka dari sisi Perancis.  Jeongtae bertanya bagaimana jika ketahuan berbohong ?  Apa yang terjadi  ? . Okryeon tidak keburu menjelaskan karena tegang.
Jeongtae meraih tangan Okryeon dan bertanya apa baik2 saja. Okryeon hanya terdiam , tapi tak lama bertanya kenapa Jeongtae tidak mengirim kabar sama sekali , bahkan sejak meninggalkan Sinuiju .
Okryeon bertanya  : Apakah Malsook , Ibuku , dan Ahjumma tidak berarti bagimu ? . Saat menyeberangi sungai Yalu , setelah Ibuku mati , pria yang menyelamatkan aku juga mati . (Oh rupanya Kim Soo’ok juga mati) . Aku bahkan menguburkan pria itu dengan tangan kosong .  Aku mencarimu di Sinuiju , Rumah Gisaeng sudah diambil alih Jepang . Tidak ada yang menginginkanku , dan tidak ada tempat untuk dituju . Aku tidak punya apa2 , tetapi , selama 6 bulan aku diam di Sinuiju , berandai2 kamu kembali .
Jeongtae menghela nafas dan hanya bisa meminta maaf.  Okryeon : Selama aku menantimu , ketidakpuasan terhadapmu juga semakin banyak , jadi kamu seharusnya tidak berharap banyak dariku .  Okryeon berlalu meninggalkan Jeongtae sendiri.
***
Okryeon kembali ke Daeha Restaurant / Clinic . Dokter Jung bertanya apakah Okryeon sibuk hari ini . Okryeon berkata tidak ada bedanya hari yang lalu dengan hari ini , disaat bisa menghasilkan uang , harus berusaha walaupun hanya untuk satu sen .  Okryeon duduk berjongkok dengan sedih . Dia mulai membakar api penghangat ruangan.
Dokter Jung menatap khawatir dan menghampiri , memegang bahu Okryeon , dan bertanya apakah sakit hati ? . Okryeon mengangguk untuk membenarkan .  Dokter Jung menyarankan agar Okryeon berteriak atau melakukan sesuatu untuk meredakan hati , atau katakan pada Jeongtae.

Okryeon : Aku tidak bisa melakukan itu , bahkan darah yang mengalir dihatinya , seakan berada di tanganku . Aku merasa bersalah tentang itu . Bagaimana bisa aku melakukan itu ? .
Jeongtae mendengar semua itu dari luar ruangan. Dokter Jung menenangkan Okryeon dengan memeluknya.

Jeongtae diluar merasa galau .
***
Tiga orang supplier memasuki kantor Jaehwa . Salah satu supplier memarahi Chi-Gi dan memprotes pembatalan order.  Jaehwa muncul dan bertanya apa yang terjadi  ?
Supplier itu mengadukan kelakuan anak buah Bangsamtong pada Jaehwa . Dan Jaehwa meminta supplier itu untuk berhenti , mumpung diminta baik-baik .  Supplier menjelaskan kalau hal itu terjadi sejak era Youngchool.
Jaehwa menjelaskan kalau kebijakan Club Shanghai sudah berubah setelah Jaehwa resmi menjadi pengelola Club Shanghai dan boss Bangsamtong . Supplier tidak ada pilihan lain selain manut apa kata Jaehwa.
Jaehwa menegaskan kembali : Mulai sekarang , supply alcohol , appetizer atau bahkan gadis penghibur akan mengikuti metode kontrakku .
Kemudian Jaehwa dkk keluar melihat jalanan. Chi Gi memuji kehebatan Jaehwa .  Namun Jaehwa terkejut ketika melihat Jeongtae berkerja mengantarkan air , dan belum meninggalkan Bangsamtong juga . Mangchi menjelaskan kalau Jeongtae membantu pekerjaan Okryeon .
Didepan toko , So So memberikan alamat pengiriman barang . Jeongtae kurang fokus dan terus menatap kedalam .  So So menegurnya kalau Jeongtae tidak usah menunggu karena Okryeon tidak ada ditempat.  Jeongtae “jaim” dan siapa memangnya yang sedang menunggu.
Jeongtae berlalu dengan sepedanya .
Sementara So So menatap kepergiannya dengan curiga : “ Apakah dia menyukai Okryeon ? Kenapa bukan aku ? Apa kekurangan aku ? “

Ketika Jeongtae mengemudikan sepeda , ada seorang pria misterius bertopi yang mengintainya.
***
Jaehwa bertemu dengan Deguchi Gaya untuk mengembalikan uang pembayaran dalam perak , dan dengan ini Yakuza harus hengkang dari Club Shanghai.  Jaehwa berkilah bahwa sebagai operator baru dari klub ini , dan dengan mentalitas yang baru , maka harus merenovasi interior klub ini .

Gaya menawarkan tawaran baru , satu kotak emas , dan bertanya apa bisa tinggal setahun atau setengah tahun ? . Jaehwa berkata kalau Club Shanghai selesai dipugar maka nilai yang ditawarkan Gaya hanya cukup untuk nilai harian klub ini .
Jaehwa bertanya sambil mengerlingkan mata , kenapa Gaya tidak kembali ke Jepang saja ? . Gaya berkata : Daripada aku menambahkan ongkos perahuku , maukah kamu menjawab pertanyaanku ?  Aku dengar kamu sudah melihat jenasah (Youngchool) . Bagaimana cara almarhum mati ?
Jaehwa mulai mengkalkukasi kecurigaan di pikirannya , dan hanya memberitahu setengah saja , bahwa almarhum mati karena luka oleh dua pedang (padahal penyebab utama adalah serangan yang menimbulkan luka dalam) .
***
Jeongtae sedang membereskan barang disepeda ketika diserang oleh swordman misterius yang dari tadi mengintainya.  Akibatnya tempat air yang dibawa Jeongtae pecah .
Jeongtae berhasil lolos serangan , dan kini menghadapinya , bertanya siapa gerangan ? . Swordman ini hanya menjawab bahwa yang menang pertarungan ini yang akan tahu jawabannya.
Mereka bertarung kembali dan Jeongtae berhasil menendang perut Swordman . Jeongtae bertanya apa pria itu yang membunuh ayahnya ? . Swordman ini kembali menjawab bahwa yang menang pertarungan ini yang akan tahu jawabannya.
Mereka bertarung kembali , pedang versus tangan kosong. Swordman mulai terlihat unggul dan menyayat2 tubuh Jeongtae dalam setiap serangan.  Jeongtae mencoba mengingat saat menghadapi permainan pedang (seperti melawan Shinichi ) . Tetapi Jeongtae melihat tidak ada kesamaan antara permainan pedang pria aneh itu dengan Shinichi.
***
Kembali ke Gaya yang berkata bahwa almarhum Youngchool terluka oleh dua pedang , tetapi bukan itu penyebab kematiannya . Gaya bertanya (memancing) apakah Jaehwa tahu ada luka dalam jenasah almarhum ?
Jaehwa semakin curiga dan bertanya apa Gaya tahu siapa yang membunuh almarhum Youngchool ?
***
Jeongtae masih bertarung tetapi sudah penuh luka disekujur tubuh akibat terkena sabetan pedang.
***
Gaya menolak untuk menjawab pertanyaan dan akan berlalu . Sebelum itu Gaya mengucapkan selamat karena Jaehwa menjadi pengelola resmi Club Shanghai .

Ketika Gaya berlalu , Jaehwa memegang bahu Gaya , dan menuntut jawaban dari siapa orang yang membunuh Youngchool.  Gaya terprovokasi dan akhirnya menyerang dengan dua pedang . Jaehwa dengan tangan kosong sanggup menangkis pedang begitu saja karena ada baju besi ditubuhnya.
Jaehwa melihat dua pedang itu dan menyimpulkan kalau Gaya itu ……..
***

Jeongtae masih bertarung tetapi secara teknis sudah kalah .  Jeongtae berusaha memberikan perlawanan dengan menendang barang yang ada didekatnya kearah Mr Swordman .
Swordman menangis serangan sederhana itu dan perlahan menghampiri Jeongtae dengan pedang.
Nantikan updatenya . Disarankan follow twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru.

0 comments:

Post a Comment