Tuesday, September 16, 2014

Sinopsis : Inspiring Generation – Episode 11

Standard

Episode 11 kali ini diwarnai pergantian penulis serial drama ini . Dalam episode sebelumnya , Jeongtae mulai mendarat di Shanghai dan mengalami apa yang dinamakan small-world phenomenon , dimana di Shanghai dia bertemu kembali dengan Deguchi Gaya dan Okryeon .  Ketua Seul sebagai big-boss Hwangbang merencanakan untuk menjadikan Jeongtae pewaris Bangsamtong yang masih dikuasai Jaehwa .

Rekap

Generation Of Youth/Inspiring Of Age / Inspiring Generation / Age Of Feelings  / Episode 11

Anak buah Jaehwa mengepung Jeongtae. Mangchi bertanya apakah Jeongtae sengaja datang untuk mengambil alih Bangsamtong dengan beking kelompok Hwangbang ? . Jeongtae membantah dan mengaku tidak tertarik dengan Bangsamtong. Anak buah Jaehwa tidak mau mendengar alasan ini , dan mulai menyerang Jeongtae.



Jeongtae terpaksa membela diri dan menghajar anak buah Jaehwa satu persatu.  Dari kejauhan Jaehwa mengawasi pertarungan ini . Jeongtae menyindiri cara orang2 Bangsamtong menyambut tamu . Anak buah Jaehwa semakin marah dan mengepung Jeongtae kembali. Namun satu persatu anak buah Jaehwa tersungkur ditangan Jeongtae.
Sementara itu Okryeon menaiki sepeda untuk pulang sambil berharap cemas tentang Jeongtae yang sudah lama tidak bertemu. Okryeon tiba dan melihat Jeongtae sedang bertarung. Okryeon marah karena Jeongtae terus saja berkelahi . Chi Gi memanfaatkan kesempatan untuk memukul Jeongtae yang lengah. Okryeon terpaksa memasang badan untuk melindungi Jeongtae.
Wanita cantik keluar dari restoran kecil dan menyiram anak buah Jaehwa dengan air panas seperti menyiram kucing yang sedang berantem. Jaehwa terpaksa keluar dan membujuk wanita itu .  Wanita itu marah karena sudah pernah mengatakan agar jangan berkelahi didepan tokonya.  Jaehwa tampak tunduk pada wanita ini dan memerintahkan anakbuahnya untuk mundur.

Jaehwa dkk berjalan meninggalkan TKP . Mangchi memprotes kenapa membiarkan Jeongtae ?  Jaehwa kesal dan menghajar Mangchi agar diam dan memakinya sebagai idiot yang mirip tikus basah.
Jaehwa bertanya pada Chi Gi apakah tahu dimana kabar Hwa Ri , si tua pemungut mayat ? Chi Gi tersenyum dan mengatakan Hwari sedang sibuk karena banyak orang mati kelaparan di musim dingin .
Jaehwa memerintahkan Chi Gi untuk mencari Hwari .  Chi Gi dengan lugu bertanya apakah harus sekarang. Jaehwa kesal :  Apakah aku harus berkata padamu dalam Bahasa Inggris , “RIGHT NOW”.
***

Okryeon memandang Jeongtae di ranjang dengan wajah khawatir dan berusaha membangunkan Jeongtae. Wanita cantik itu ternyata dokter , Dokter Jung . Dia memeriksa kondisi Jeongtae dan menyimpulkan Jeongtae tidak apa2 , nanti juga siuman sendiri.  Okryeon mengucapkan terimakasih . Dokter Jung bertanya : Kamu terimakasih untuk apa ? Aku hampir memukul pria ini karena menggangguku . Dan apakah pria ini yang kau nantikan selama lima tahun ? . Okryeon dengan “jaim” bertanya memangnya siapa yang menantikan ? .

Setelah itu Okryeon dengan setia menunggui Jeongtae di samping ranjang sepanjang malam. Okryeon menitikkan air mata melihat kondisi Jeongtae .
***

Ketua Seul bertanya pada Baeksan mengenai perkembangan terbaru jenasah Youngchool (Ayahnya Jeongtae) .  Baeksan berkata mereka harus mengambilnya sebelum tetua Chirinbang tiba.  Baeksan pamit untuk pergi . Ketua Seul memerintahkan Baeksan untuk mendapatkan Jeongtae juga .  Ketua Seul berpendapat kalau Jeongtae akan mewarisi ayahnya dan melakukan berbagai hal penting nanti , dan memindahkan jenasah memang penting , tetapi menggerakan hati Jeongtae juga dianggap penting.
Baeksan undur diri untuk pergi berlalu.  Ketua Seul bergumam pada mendiang Youngchool ,  bahwa masa depan Club Shanghai berada di anaknya Youngchool . Ketua Seul memberi hormat tiga kali kepada meja duka Youngchool.
***
Dokter Jung masih mengurus Jeongtae yang masih belum sadarkan diri , ketika Jaehwa menghampiri diam2 kearah Dokter Jung . Jaehwa langsung memeluk Dokter Jung dari belakang , dan bertanya apa tidurnya nyenyak ?


Merasa terusik , Dokter Jung menyuntikkan sesuatu ke tangan Jaehwa. Dokter Jung : Jika kau menggangguku dengan tanganmu , dan tersuntik tanpa cairan , apa yang akan terjadi ? .
Tulisan dibawah ini dalam bentuk JPEG resolusi 600pixel  . Bisa dibaca dan tidak bermasalah untuk ukuran layar besar  untuk ponsel 5 inchi keatas , tablet , laptop dan pc. Jika tidak cobalah di zoom atau di rotate untuk ponsel ukuran kecil .



Okryeon berlalu dan Jaehwa muncul dari pintu.
Jeongtae terpaksa ikut Jaehwa untuk mengambil jenasah Youngchool.
***
Deguchi Gaya menerima kabar bahwa perkabungan Youngchool akan dilaksanakan di Hwangbang.  Asisten menjelaskan bahwa Hwangbang juga telah mengundang kelompok Chirimbang yang berkuasa.
Deguchi Gaya bertanya apa itu Chirimbang ? .
Asisten menjelaskan kalau Chirimbang adalah kelompok yang berkuasa untuk masalah public , yang terdiri dari para tokoh di bidang perdagangan , bank , pertanian etc , dan bagi masyarakat , keputusan Chirimbang adalah laksana Hukum.
Gaya bertanya apa yang terjadi jika menentang keputusan Chirimbang ? .
Asisten menjelaskan lagi bahwa siapapun akan diserang setiap saat , dan mereka tidak bisa protes , harus mati seperti seekor anjing.
Lantas Deguchi Gaya tersenyum dan menerka kalau kelompok Hwangbang ingin menggunakan Chirimbang untuk mengusir Yakuza dan mengambil alih Club Shanghai , dan kuncinya ada di jenasah Youngchool. Gaya juga bertanya dimana Sasaki ?
***
Sasaki berlutut menantikan nasib dari sikap Deguchi Gaya.  Yamamoto berdiri tegang karena takut Sasaki akan buka suara. Deguchi Gaya langsung menakuti Sasaki dengan mengiris kancing baju dengan pedang. Gaya bertanya siapa yang memerintahkan Sasaki untuk memprovokasi konflik antara Yakuza dan Hwangbang.
Merasa ancaman itu belum cukup , Deguchi Gaya mengancam akan mengirim kepala dan telinga-mata kepada keluarga Sasaki di Jepang. Sasaki mulai gentar dan Yamamoto semakin gugup.  Deguchi Gaya juga mengancam akan membunuh istri dan anak Sasaki .
Sasaki ketakutan dan akan mengatakan segalanya asalkan mengampuni keluarganya.  Yamamoto bersiap dengan pisaunya untuk bertindak , tetapi Gaya lebih cepat menghabisi Sasaki yang belum sempat menyebutkan nama.  Deguchi Gaya sudah tahu siapa dalang yang sebenarnya , kepada Yamamoto , Gaya mengatakan : Yamamoto-san , karena hanya ucapan seorang prajurit belaka , aku tidak mau menimbulkan syak wasangka diantara kita , karena itu aku membunuhnya. Apa kamu paham maksudku ?

Yamamoto berlutut ketakutan , merasa telah diampuni dan menantikan tugas dari Gaya.
***
Baeksan tiba di tempat Jaehwa – Jeongtae berada . Namun anak buah Jaehwa memberitahu bahwa Jeongtae – Jaehwa sudah pergi mengambil jenasah.  Baeksan memerintahkan salah satu anakbuahnya untuk melaporkan kepada Ketua Seul.
Baeksan sendiri langsung tancap gas menyusul Jaehwa.
***

Di mobil pickup , Chi Gi sambil menyetir bertanya pada Jaehwa , jika mengambil jenasah Youngchool , apa Bangsamtong bisa menang dari Hwangbang ? .
Jaehwa berkata pasti , apapun yang dilakukan Ketua Seul , jika aku berhasil membawa Youngchool Hyungnim , dan mengurus perkabungannya , maka Jaehwa masih memegang kendali atas Club Shanghai .
**

Asisten menjelaskan perihal Jaehwa kepada Deguchi Gaya. Asisten berkata : Jaehwa telah menjaga dan mengatur Bangsamtong ketika Youngchool tiada. Jaehwa mudah untuk bertarung dan secerdik ular dalam bernegosiasi .
Gaya : Tikus Tua Hwangbang dan Ular Bangsamtong . Hmm ini semakin menarik bagiku . Aku benar2 ingin tahu siapa yang akan (berhasil) mengambil jenasah Youngchool. Lalu bagaimana dengan Yamamoto ?
Asisten menjelaskan kalau Yamamoto aka menjaga jalan pulang. Deguchi Gaya tersenyum kalau begitu dia harus mempersiapkan secara pelan tapi pasti .
***

Jaehwa – Jeongtae disebuah rumah sakit untuk mengambil jenasah Youngchool.  Jeongtae ikut tegang juga melihat jenasah ayahnya yang tertutup kain .
Dokter membuka kain itu , dan Jeongtae melihat ada bekas luka di leher ayahnya.  Walaupun benci , Jeongtae tidak bisa menutupi kesedihan melihat kondisi jenasah ayahnya. Mata Jeongtae berkaca2.
Jaehwa mengajak Jeongtae untuk pergi berserta jenasah Youngchool. Jeongtae sebagai ahli waris memberikan cap jempol untuk mengurus administrasi . Petugas memberikan barang2 peninggalan Youngchool yang tersisa.
Nantikan updatenya . Disarankan follow twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru.
Part 2 (of 3)

Baeksan dkk muncul dihadapan Jeongtae . Baeksan : jenasah harus di pindahkan , kenapa belum pergi ?  Nanti orangku ini yang akan menemanimu .  Jeongtae : Tak perlu . Aku datang bersama rekan lain tadi . Baeksan : Karena itu aku mengatakan kamu perlu didampingi . Pergilah dahulu  . Ketua Seul juga sangat mengkhawatirkanmu .
Jeongtae diantar masuk ke mobil milik ke kelompok Hwangbang untuk diantar pulang.
***
Baeksan masuk keruangan peti mati Youngchool tersimpan . Chi Gi dkk sedang mengatur peti mati , ketika Baeksan tiba dan akan mengambil alih atas nama Hwangbang dan dukungan Chirinbang.  Jaehwa tampak gusar dan menghampiri Baeksan.
Jaehwa bertanya atas dasar apa Hwangbang mengambil alih mayat seniornya Jaehwa di Bangsamtom.  Baeksan mengingatkan agar Jaehwa mematuhi perintah Chirinbang .  Jaehwa mengaku tak tahu menahu siapa itu Chirinbang ,karena merasa yakin Chirinbang pun atas anjuran Hwangbang pula.  Tak lupa Jaehwa melemparkan kertas tanpa stempel dan melemparkan ke wajah Baeksan . Jaehwa mengatakan sebagaimana Ketua Seul , dia juga ingin mengambil jenasah Youngchool hyungnim , dan melanjutkan manajemen Club Shanghai .
Baeksan mengumpat Jaehwa tak lebih seekor anjing di Bangsamtong . Jaehwa geram dan berkata apa yang paling dibenci seekor anjing ? , yakni ketika makanannya disentuh .  Jaehwa menirukan ekspresi anjing liar , dan Baeksan menantang kalau begitu silahkan gigit kalau berani . Jaehwa ciut nyalinya dan memerintahkan anak buahnya untuk menghajar Baeksan. Jaehwa lupa kalau Baeksan seorang master bela diri . Anak2 Bangsamtong dengan mudah dihajar Baeksan.


Jaehwa menyindir kalau Baeksan tidak menjaga etika di depan jenasah , dan mengajak Baeksan bertarung diluar saja.
***
Dimobil yang sedang berjalan , Jeongtae membuka barang peninggalan ayahnya.
***
Jaehwa dan Baeksan berhadapan diluar .  Jaehwa lebih banyak bergaya daripada kemampuan yang tidak ada apa2nya. Jelas Jaehwa bukan tandingan seorang master Baeksan. Jaehwa hanya berhasil mendaratkan beberapa pukulan , dan Baeksan memberikan lebih banyak.  Jaehwa tersungkur oleh satu pukulan mematikan .

Baeksan kembali ke ruangan peti mati , dan mengambil alih jenasah Youngchool. Sementara Mangchi dan Chi Gi menghampiri Jaehwa diluar.
***
Ketua Seul memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan acara perkabungan untuk Yongchool.
***


***
Ketua Seul menerima kabar bahwa Deguchi Gaya akan menghadiri acara perkabungan Youngchool.  Ketua Seul mengira Gaya seorang wanita yang berani , dan tidak tahu apa itu Chirinbang hingga percaya diri.
Namun Ketua Seul teringat sesuatu dan memeriksa peta rute perjalanan dari luar kota  menuju Shanghai , dimana akan dilalui oleh Baeksan dkk.   Rute itu dikuasai oleh mantan pemimpin Yakuza cabang Shanghai , yakni Yamamoto.
Ketua Seul memerintahkan anak buahnya untuk mencari tahu siapa orang2 Hwangbang yang sedang berada didekat rute.
***
Iring2an mobil Baeksan dicegat Yamamoto yang mengenakan seragam petugas. Supir menyerahkan surat perjalanan , dan Yamamoto menolak karena itu surat perjalanan untuk area Perancis.  Supir memperingatkan kalau dalam mobil ada orang nomer dua di Hwangbang (Baeksan) . Namun Yamamoto tertawa karena justru itu yang diinginkan. Supir terluka (atau mati)  karena diserang tiba2 oleh Yamamoto . Baeksan berhasil meloloskan diri dari mobil dan bertarung dengan anak buah Yamamoto .
Master Baeksan dengan mudah melumpukan satu persatu anak buah Yamamoto , namun anak buah Baeksan tidak bisa bertahan , dan memberikan cukup waktu bagi Yamamoto untuk membawa kabur peti mati Youngchool. Baeksan melumpuhkan orang terakhir , dan Yamamoto sudah keburu kabur.
(Red – Heran sama Triad China yang jarang menggunakan senjata atau pedang , sehingga menghabiskan waktu dengan tangan kosong. Dibandingkan dengan Yakuza yang rata2 bermain pedang.)
Baeksan segera mengambil alih mobil dan mengejar.


***
Ketua Seul sudah mendengar kabar , dan memerintahkan agar anak buah Hwangbang dikerahkan . Ketua Seul bertanya apakah ini perbuatan Gaya.
Sementara itu Gaya , sudah mengenakan baju Qipao ala Chinese (di masa Qing) . Gaya memerintahkan Asisten Goichi untuk menyampaikan pesan pada Yamamoto , agar tidak mengusik sehelaipun rambut jenasah Youngchool , dan bawa jenasah ke tempat yang aman di Shanghai.
Goichi berlalu , dan Gaya bersiap menghadiri acara.
***
Part 3 (of 3)

Okryeon menemani Jeongtae berjalan menuju acara.  Okryeon tidak bisa mengantarkan lebih jauh karena sudah memasuki kawasan Perancis. (Ada rambu Rue De Edouard) .

(Shanghai adalah salah satu kota terpenting di China selain Beijing. Di era Republik Tiongkok (Chiang Kai-sek) , Shanghai masih terbagi2 dalam beberapa konsesi negara2 kuat seperti Perancis , Jepang , Inggris etc )

Anak buah bertanya bagaimana kalau ketahuan ? . Ketua Seul menjawab : Lupakan Club Shanghai , dalam satu malam Hwangbang akan musnah .
***


Baeksan mulai berduel melawan Yamamoto . Walaupun dengan tangan kosong , Baeksan masih terlalu tangguh bagi Yamamoto yang babak belur .
***

Ketua Seul menyambut tamu2 penting dari Chirinbang.
***

Jeongtae mempersiapkan busana tradisional Chinese.  So So muncul dan membaui tubuh Jeongtae.  Jeongtae bertanya apa yang sedang dilakukan ? . So So berkata kalau tubuh Jeongtae bau , dan mengira Jeongtae hanya anak palsunya Youngchool. Jeongtae bertanya apa So So idiot ? . So So mengomel bahwa bukan saja anak palsu melainkan kepala Jeongtae itu kosong tak ada isinya.
So So berkata bahwa semestinya acara berkabung Ahjusshi Youngchol dilakukan di Bangsamtong , bukan disini , di Hwangbang.  Jeongtae bertanya apa pentingnya acara berlangsung dimana ? .
So So mengatakan : Tentu saja sangat penting secara tidak semua orang bisa menghadiri acara karena terletak di daerah konsesi Perancis.  Ayahmu itu menjaga warga di Shanghai sepanjang hidupnya , bahkan setelah kematiannya , apa kamu ingin ayahmu mengurus orang2 itu lagi ? . Dan tidak membuat Bangsamtong sebagai kampung halamannya ? Apa kamu itu anak aslinya ? Dasar bajingan palsu .
So So berlalu . Jeongtae memandang cermin .
Deguchi Gaya tiba didampingi Goichi (Where is Shinichi ? ) . Deguchi dipersilahkan masuk ke ruang VIP dimana sejumlah tokoh Chirinbang berada.  Gaya memberi hormat pada semua tamu dan berterimakasih pada Ketua Seul.

Ketua Seul memperkenalkan Deguchi Gaya sebagai perwakilan Yakuza kepada para tetua Chirinbang.  Deguchi Gaya memperkenalkan diri dengan santun , dan berbasa-basi belum lama tiba di Shanghai , dan belum tahu etiket yang berlaku di Shanghai.
Ketua Seul diam2 berpikir kalau Deguchi Gaya sedang menggunakan racun dengan pesonanya.  Salah satu tetua memuji busana tradisional Chinese yang dikenakan Gaya sangat cocok. Deguchi Gaya berbasa-basi dengan ungkapan “Ketika di Roma , bersikaplah seperti orang Roma “  (Yang artinya mengikuti budaya setempat ) .
Gaya lalu mempersiapkan diri untuk memberi hormat pada jenasah , dengan hio tiga kali sesuai tradisi . “Aku dari Yakuza berharap anda Rest In Peace”.

Setelah itu Gaya berkata pada Ketua Seul : Bukankah dalam tradisi Tionghoa , harus melihat langsung jenasah ?  Bukankah begitu ?
Salah satu tetua membenarkan bahwa tradisi Tionghoa memang begitu . Tetua memuji Gaya mempelajari budaya Tionghoa dengan baik.  Suasana menjadi tegang ketika Gaya meminta ijin untuk melihat wajah jenasah.
***
Baeksan tiba dan memerintahkan anak buah untuk bergerak cepat .
***
Ketua Seul tidak ada pilihan lain selain mempersilahkan . Deguchi Gaya berlagak seperti wanita yang lemah , dan meminta bantuan siapapun untuk membuka tutup peti mati . Beberapa tetua tersenyum dan bersedia untuk membantu
***
Baeksan dkk mengangkat peti dan membawanya dengan cepat .
***
Peti mati dibuka dengan bantuan para tetua . Ternyata peti itu kosong. Para tetua menggerutu kenapa Ketua Seul menipu mereka semua ? . Ketua Seul berusaha menjelaskan dengan wajah tegang .
Pada saat itu Baeksan tiba dengan peti jenasah . Dan Baeksan meminta ijin mengganti peti mati palsu dengan peti mati asli . Wajah Ketua Seul menjadi lebih tenang.
Deguchi Gaya  memerintahkan Goichi untuk mendapatkan kabar mengenai Yamamoto .
Ketua Seul menjelaskan : Pertama , aku telah mengejutkan kalian semua para tetua dengan peti mati palsu . Aku dengan tulus meminta maaf .  Dan kau Deguchi Gaya , aku rasa pemahamanmu terhadap budaya kami masih ada kekurangan. Di Tiongkok , ada tradisi kematian (perkabungan) yang disebut Gaak-Gwan . Yakni sebelum memilih hari baik untuk berkabung , secara tradisi harus menjaga jenasah dirumah.  Jika suatu waktu tertunda dan khawatir jenasahnya membusuk .  Maka yang berkabung akan membuat peti mati palsu dan tetap menyimpan jenasah secara terpisah. Tetapi hari ini ada alasan lain . Bahwa orang yang merenggut nyawa almarhum , aku khawatir akan mengotori almarhum lagi . Jadi aku melindungi jenasah di peti mati yang lain .  Kenapa peti mati kosong , apa kau mengerti Gaya ?
Gaya tersenyum dengan tenang dan bertanya : Jadi apa di peti mati yang asli itu jenasahnya tersimpan ? . Ketua Seul menyeringai : Apa kamu ingin melihat ?
Baeksan membuka tutup peti mati itu dan wajah Ketua Seul langsung berubah karena bukan mayat Youngwool , melainkan orang lain .



Nantikan updatenya . Disarankan follow twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru.

0 comments:

Post a Comment