Tuesday, September 16, 2014

Sinopsis : Inspiring Generation – Episode 10

Standard

Begitu Deguchi Gaya tiba di Shanghai , yang pertama kali dilakukan adalah menemui perwakilan Yakuza di Shanghai , Mr Yamamoto.  Dan saat bertemu , Deguchi Gaya mengabaikan Yamamoto begitu saja.


Rekap

Generation Of Youth/Inspiring Of Age / Inspiring Generation / Age Of Feelings  / Episode 10
Yamamoto heran namun menyusul Deguchi Gaya untuk melangkah dan mengatakan akan memandu Gaya selama di Shanghai . Deguchi Gaya langsung to the point dengan menyinggung Yamamoto yang belum juga berhasil mengambil alih Shanghai .  Deguchi Gaya : Apa kegagalan itu karena keadaan yang belum terlihat ataukah kemampuanmu yang menyedihkan ?

Deguchi Gaya menyinggung tentang mitos di Kuil Kiyomizu (dimana Deguchi Gaya mendemonstrasikan berjalan di atas railing didepan Shinichi di beberapa episode sebelumnya. ) . Deguchi Gaya bertutur bahwa kuil itu dibangun diatas ketinggian 1000 kaki dan sejak lama Yakuza menggunakan kuil itu bagi anggota yang kurang keberanian atau yang pengecut , dan memaksanya berjalan di atas railing .
Ternyata Yamamoto tahu tentang hal itu . Deguchi Gaya semakin marah dan menampar Yamamoto . "Kenapa kamu bertindak begitu padahal tahu ? Hanya betul jika aku memintamu menghukum dirimu , tetapi untung bagimu tidak ada bukit atau kuil bagimu untuk terjatuh .  Dan kamu beruntung masalah diakhiri begitu saja sampai disini. Lain kali tidak akan begitu . "
Asistennya Yamamoto mengambil inisiatif untuk pendekatan pada Deguchi Gaya.  Asisten menawarkan untuk mengantarkan dengan mobil ke hotel. Deguchi Gaya hendak naik rickshaw karena dianggap cara terbaik untuk menikmati kota Shanghai.  Asisten mengingatkan kalau hal itu berbahaya. Deguchi Gaya tetap bersikeras.
***
Ditengah keramaian kota Shanghai , terlihat para warga mengenakan busana tradisional Tionghoa hilir mudik , sirkus jalanan juga mempertontonkan kebolehannya. Jeongtae sedang berjalan tanpa arah dan tujuan.

Disaat bersamaan Deguchi Gaya mendapat pengawalan ketat saat menaiki rickshaw menikmati kota Shanghai . Asisten-nya Yamamoto mengatakan akan ada pesta selamat datang bagi Gaya , sekaligus menunjukkan kekuatan Yakuza pada rival2 mereka.
Deguchi Gaya secara mengejutkan meminta untuk diantar ke kawasan Perancis (dimana kelompok Hwang Bang bercokol kuat didaerah itu.)
Asisten heran . Deguchi Gaya menjelaskan kalau dia akan mengirim undangan pribadi kepada Kelompok Hwang Bang.

Jeongtae sebenarnya tidak jauh dari posisi Deguchi Gaya , tetapi tidak melihat satu sama lain karena terlalu banyak orang. Yang ada seorang gadis menabrakkan diri ke Jeongtae dan mencopet uangnya.
Jeongtae dengan mudah menangkap pencopet itu . Gadis bernama So So (Kim Ga-Eun) itu terpaksa mengembalikan uangnya Jeongtae. Dan Jeongtae menawarkan uang pada gadis itu untuk mencarikan tempat penginapan.

Kembali ke Deguchi Gaya yang sudah dekat kawasan Kelompok Hwang Bang. Tanpa mengenal takut , Gaya meminta untuk berjalan seorang diri. Segera penampilan Deguchi Gaya yang ala Jepang itu menarik perhatian anak buah Hwang Bang.
Deguchi Gaya berjalan terus sampai para anggota Hwang Bang mengelilinginya , dan para warga sekitar ketakutan dan menghindar.  Deguchi Gaya tersenyum dan bertanya apakah tidak ada sambutan dari petinggi Hwang Bang.


Wang Baeksan muncul dan memperkenalkan diri .
Gaya juga memperkenalkan diri dan langsung menyampaikan maksudnya datang kesini : Jalan ini begitu besar dan semarak . Dikatakan bahwa Shanghai mendapat pengaruh dari (Arsitektur) Perancis, dan ternyata hal itu benar.  Tempat ini dikenal sebagai Paris Dari Timur .
Wang Baeksan bertanya apakah Deguchi Gaya iri ? . Deguchi tersenyum dan membenarkan kalau dia merasa iri , dan setelah melihat sendiri tempat ini memang benar2 cantik dan semakin iri.   Wang Baeksan berkata : Dalam kecemburuan itu , aku harap ketamakan tidak termasuk didalamnya.
Wang Baeksan akan berlalu , tetapi Gaya berkata : Karena kamu menyambutku seperti ini , aku akan membayarnya kembali . Besok malam , kami akan menggelar pesta di Shanghai Club.  Silahkan kalian datang.
Baeksan bersedia menemui Gaya di pesta itu. Gaya menyebut undangan itu bukan untuk Baeksan , tetapi untuk "pemilik" Shanghai , Ketua Seul Dosung.
***
Deguchi Gaya kembali ke jalan yang lain , dan berkata pada asisten-nya Yamamoto kalau Gaya akan mengirim undangan pribadi juga kepada kelompok Bangsamtong.
***
Baeksan menemui Ketua Seul yang sedang bermain bersama anaknya (atau cucunya) Lang Lang .
Lang Lang marah pada Baeksan karena acaranya di ganggu. Baeksan meminta maaf. Lang Lang berlalu .  Ketua Seul langsung memarahi Baeksan karena menganggu acaranya.  Baeksan melaporkan bahwa Putri Yakuza (Deguchi Gaya) telah datang.
Seul meradang : Kamu biarkan Yakuza mendatangi kawasan pusat Hwang Bang ?  . Baeksan : Dia datang sendiri . Seul menghardik : Kenapa kamu tidak memberitahu aku ?  Apa kamu ingin membuatku sebagai orangtua penakut yang menyembunyikan diri ? Terutama terhadap gadis itu ?


Baeksan meminta maaf pada bossnya dan mengaku salah. Ketua Seul meminta Baeksan untuk membalas penghinaan ini .  Ketua Seul bertanya dimana gerangan Jeongtae ? . Baeksan menjelaskan kalau Jeongtae akan tiba nanti.
Ketua Seul mengeluh kalau ketua Bangsamtong seperti menjangan , sedangkan Yakuza mengirim macan.  Baeksan menambahkan jika Bangsamtong colaps maka kekuatan Yakuza akan difokuskan untuk menentang Hwang Bang.
Ketua Seul berpendapat bahwa yang bisa melindungi hanyalah  kelompok Bangsamtong adalah Jeongtae.
***
Jeongtae tiba di tempat tinggalnya selama di Shanghai.  Jeongtae berkata kalau So So salah paham ucapannya. So So menukas kalau Jeongtae berkata butuh tempat tinggal , tetapi rumah penuh dengan kutu saja bernilai lebih dari 1 Won.
So So menyuguhkan kimchi untuk Jeongtae.  Dan Jeongtae merasa senang karena sudah lama tidak menikmatinya.  Sebelum sempat mencicipi , So So mengingatkan makanan itu bernilai 2 won. LOL.
Jeongtae memprotes kalau dia membayar penginapan saja 1 Won , tidak masuk akal jika Kimchi bernilai 2 Won.  So So meledek kalau dia tidak memaksa Jeongtae untuk makan.  Jeongtae kesal dan membanting sendok. So So sengaja membuat Jeongtae terangsang kelaparan.  LOL.
Jeongtae tidak ada pilihan lain selain memberikan 2 Won agar bisa makan. So So dengan kurang ajar mengatakan kalau harganya naik menjadi 3 Won.  Jeongtae terpaksa membayar sisanya.
***
Yamamoto menghadap Deguchi Gaya.  Dan Gaya merasa heran Yamamoto mengajak berbincang berdua seperti ini . Yamamoto mengatakan ada sesuatu yang pribadi , yang ingin disampaikan.
Ekspresi Yamamoto terlihat mencurigakan. Deguchi Gaya bangkit berdiri dan berkata : Karena kamu menganggapku sebagai gadis muda. Sangat wajar kalau kamu tidak puas.  Kamu pasti marah karena aku mempermalukanmu didepan anak buahmu.  Tidak ada siapapun disini , apapun di tubuhku. (Yamamoto diam2 mempersiapkan pisau) . Jadi ini mungkin kesempatan terakhirmu .  Apakah kamu akan menggunakan pisau itu padaku ? Atau apakah kamu mau menjadi pedangku ?
Yamamoto berpikir sesaat sebelum melepaskan pisau dan memilih untuk berlutut pada Gaya . Yamamoto : Mohon maaf atas kemalasanku yang membuat keadaan seperti ini . Aku akan menajamkan pedangku sekali lagi dan menjadi pedang yang tidak akan memalukanmu lagi.

Yamamoto bahkan mencium kaki Gaya sebagai pertanda takluk.  Gaya berbisik didekat telinga Yamamoto , mengatakan bahwa Yamamoto telah membuat keputusan yang tepat.  Jika kamu menggunakan pisau yang tersembunyi di bajumu maka kamu akan mati .
***

Keesokan harinya . So So  hendak pergi ketika Jeongtae terbangun.  Jeongtae menyusul keluar . So So mengatakan kalau dia tidak akan membebani biaya ekstra dan mempersilahkan Jeongtae tidur lebih lama lagi.
Jeongtae bertanya selain keahlian mencopet , So So punya kemampuan apalagi ?  Apakah bisa menjadi pemandu ? . So So yang mata duitan langsung mengajukan tarif 1 Won perjam atau 5 Won perhari.  Jeongtae terpaksa menyodorkan uang , dan So So kegirangan.
So So bertanya Jeongtae hendak kemana . Jeongtae berkata kalau dia akan pergi ke Seolrak.  So So membawa Jeongtae ke tempat tujuan.
***

Mereka berdiri didepan gerbang Seolrak . So So menjelaskan kalau tempat itu adalah tempat termahal di Shanghai.
So So mengira Jeongtae hanya melihat2 saja dan bertanya hendak kemana lagi. Jeongtae malah berjalan menuju gerbang.  Penjaga gerbang menghalangi Jeongtae karena ini tempat khusus untuk anggota saja. Jeongtae menyodorkan tanda (yang diberi Baeksan sebelumnya).  Penjaga terkejut dan tergopoh2 mempersilahkan Jeongtae masuk kedalam.
So So ikut kedalam dan terpana melihat koleksi barang antik mewah ditempat itu.  So So duduk dan mengambil cangkir. So So terpana karena cangkir itu terbuat dari emas murni.  Jeongtae memerintahkan So So untuk mengembalikan cangkir itu ke tempat semula (dan sendok juga) . So So terpaksa menurut.
Seorang pelayan membawa Jeongtae untuk menuju sebuah ruangan. Pelayan itu kembali dan memberitahu So So untuk pulang saja.  So So buru2 pamit  , namun pelayan itu meminta So So untuk mengembalikan barang yang dicurinya.  So So mengembalikan garpu emas dan pergi.
***
Part 2 (of 3)

Di meja sembahyang itu terlihat foto mendiang Sin Yeongchool. Jeongtae memberi hormat tiga kali dengan mengangkat hio sesuai tradisi. Ketua Seul datang dan berkomentar kalau Jeongtae tidak menangis sedikitpun : " Tidak akan menolong jika seluruh air matamu telah mengering karena kebencian. Tetapi kamu tidak perlu menahan air matamu . "
Jeongtae : "Alasanku datang kemari adalah dengan tujuan melupakan ayahku . "

Ketua Seul : "Melupakan dan menghapus kenangan  adalah tindakan seorang pengecut yang tidak mampu melindungi . Jika kamu melupakan ayahmu , kamu akan melupakan juga Sinuiju . Dan pada akhirnya apa kamu mau melupakan Cheong'ah ? "
Jeongtae berang : "Apa yang kamu tahu tentang Cheong'ahker ?!!! "

Belum sempat melampiaskan kemarahannya , Baeksan mencegah Jeongtae. Mereka bertarung sebentar dan kembali Baeksan memperlihatkan keunggulan dan pengalamannya dalam kemampuan bertarung. Satu pukulan mendarat ke perut Jeongtae.  Baeksan mundur kembali.
Ketua Seul berujar lagi : "Melupakan dan menghapus kenangan adalah pilihanmu , walau demikian memberitahu kebenaran adalah tugasku .  Ikuti aku , aku akan menunjukkan siapa ayahmu yang sebenarnya.
***
Ketua Seul , Baeksan dan Jeongtae datang ke kawasan Bangsamtong.  Sambil berjalan , Ketua Seul bercerita : "Dua puluh tahun lalu , ada konflik besar di Shanghai .  Kelompok kami , Hwang Bang dikepung oleh invasi Yakuza. Tiba2 muncul petarung Joseon dan membantai semua petarung Jepang , dan mengembalikan Shanghai dibawah kendali kami .  Orang itu adalah ayahmu.  Aku ingin membayar budi pada ayahmu . Aku berpikir bahwa aku harus memberikan apapun yang ayahmu inginkan.  Ayahmu terus menolak tawaranku , dan akhirnya dia menyerah dan mengajukan satu permintaan agar kawasan Bangsamtong diberikan padanya. Bangsamtong adalah tempat pelacur , penjahat dan gelandangan berkumpul. Disini adalah neraka bagi orang Joseon yang dipersekusi .  Dan ayahmu menghidupkan kawasan ini. Toko kembali dibuka dan ekonomi menggeliat kembali. Orang yang telah kehilangan negara mereka jadi punya harapan kembali. "
Di Bangsamtong , Ketua Seul memperkenalkan Jeongtae pada seorang nenek yang berjualan sebagai anak dari Sin Yeongchool. Nenek itu terharu dan menyerahkan kepeng uang pada Jeongtae.
Jeongtae menolaknya , namun Ketua Seul menjelaskan bahwa kepeng itu untuk menghormati ayah Jeongtae yang telah berjasa bagi masyarakat sekitar. Nenek itu memanggil warga sekitar  . Satu persatu warga menyerahkan kepeng pada Jeongtae.
Ketua Seul berkomentar bahwa walaupun Jeongtae membenci ayahnya , tetapi Jeongtae sangat mirip dengan ayahnya.
***
Jung Jaehwa adalah ketua Bangsamtong pasca tiadanya Yeongchool. Jaehwa sedang tidur bermalasan dengan beberapa wanita cantik. Tangan kanan membangunkan dan mengabarkan kalau putera dari Yeongchool telah tiba bersama Ketua Seul.



Deguchi Gaya tersenyum dan mempersilahkan Ketua Seul untuk masuk kedalam gedung.  Deguchi Gaya memastikan sikon didalam sudah aman terkendali.  Ketua Seul masuk dan Baeksan menunggu diluar.
***

Yamamoto memerintahkan anak buahnya untuk memicu konflik dengan melukai Ketua Seul untuk mengadu domba Deguchi Gaya dengan Ketua Seul. Jika hal itu terjadi akan berkobar konflik besar antara dua kelompok besar ini.
***

Jeongtae pun sudah tiba di Club Shanghai . Dia memandang sebentar dan mencoba masuk setelah menyerahkan kartu undangan. Didalam Jeongtae melihat suasana pesta yang meriah.  Jeongtae mencari Ketua Seul yang entah dimana.
Ketua Seul sedang duduk sendiri ketika anak buah Yamamoto menyerahkan secarik kain . Ketua Seul memeriksa isi kain itu , ternyata potongan rambut panjang (pigtail / bekas kuncir) berwarna merah .

Anak buah Yamamoto memprovokasi : "Aku dengar Hwangban awalnya dibentuk oleh para perampok . Karena mereka juga sering disebut sebagai Hong Uh-Ja (Men of Red) , aku pikir pigtail merah akan menjadi hadiah yang bagus untukmu ."
Ketua Seul menahan sabar dan berkata : "Jadi kamu ingin memanggilku Manusia Merah ? Disisi lain dengan memberikan pigtail rambut itu adalah penghinaan besar.  Apa kamu ingin memulai sebuah pertarungan ?  Siapa majikanmu !!?  Tidak mungkin Deguchi Gaya . Aku pikir dia tidak kekanak2an seperti itu.  Jika seseorang mendapat penghinaan dan tidak melakukan apapun , maka orang itu akan dianggap sebagai pengecut. Juga , kalau aku tidak bisa menahan kemarahan dan bertarung di depan publik maka reputasiku akan turun drastis. Tidak , aku kira leher orangtua ini akan hilang .  Tetapi karena salah satu takut mati , salah satu tidak bisa menjadi pengecut. "
Ketua Seul berdiri : " Dengar baik2 . Aku akan biarkan kamu hari ini , tetapi apapun yang terjadi padaku , anak2 buahku akan mencarimu dan majikanmu sampai dapat , dan ........."
Ketua Seul bersiap bertarung dengan melepas salah satu kancing jubah agar bisa bergerak leluasa . Jeongtae muncul dan mencegahnya. "Aku saja yang menghadapi mereka . "

Ketua Seul : " Ini pertarungan untukku !! "
Jeongtae : " Jika kamu bertarung dengannya . Tidak mungkin kamu bisa selamat.
Anak buah Yamamoto mulai menyerang dengan pedang panjang. Jeongtae menghadapi dengan tangan kosong. Tamu pesta menjadi panik dan berteriak disana-sini sambil menonton pertarungan.
Jeongtae pada awalnya menghindari pedang kesana kemari .
(Deguchi Gaya sedang membasuh tangan dengan air di baskom ketika menerima kabar ada keributan di pesta.)
Walaupun dengan tangan kosong , Jeongtae masih terlalu tangguh bagi anak buah Yamamoto yang tersungkur berkali2 hingga pedang terlepas . Kini pertarungan tangan kosong , dan Jeongtae semakin mudah mempermainkan dam melayangkan beberapa pukulan cepat.  Anak buah Yamamoto mengambil pedang di lantai dan menyerang , untuk tersungkur kembali .
Deguchi Gaya dkk tiba . Anak buah Gaya mengepung Jeongtae dengan pedang.  Gaya menginterogasi anak buah Yamamoto dan bertanya siapa yang menyuruhnya ?
Anak buah Yamamoto panik dan hendak melakukan seppuku (harakiri) . Deguchi Gaya dengan sigap mencegahnya. Yamamoto mengawasi dari kejauhan dengan gelisah.
Deguchi Gaya berkata : Melihatmu bisa menggunakan pedang , kamu pastilah salah satu prajurit. Karena ulahmu aku terganggu.  Besok aku akan menanyai kamu dan majikanmu atas dosa ini.
Deguchi Gaya memerintahkan agar penyerang itu disingkiran dari ruangan. Deguchi Gaya menghindari untuk memandang Jeongtae dan meminta maaf pada Ketua Seul atas gangguan ini . Deguchi Gaya memohon agar Ketua Seul tidak memasukkan ke hati atas insiden ini.
Ketua Seul berdiplomasi bahwa dia sudah biasa berurusan dengan hal seperti ini . Ketua Seul meminta Jeongtae dilepaskan karena Jeongtae telah membela harga diri Ketua Seul .  Deguchi salah tingkah dan ragu2 , memandang pria yang dicintainya itu , lantas memerintahkan anak buah untuk melepaskan Jeongtae.

Deguchi Gaya - Jeongtae saling menyapa untuk sesaat.  Deguchi Gaya mengalihkan perhatian dengan mempersilahkan pada para hadiri untuk melanjutkan pesta.
Part 3 (of 3)

Ketua Seul meninggalkan Club Shanghai dengan wajah kesal.
Sementara itu Gaya berpapasan dengan Jeongtae dilorong. Jeongtae mengungkit kematian ayahnya. Deguchi Gaya berkata : "Jika aku yang membunuh ayahmu , apa yang akan kau lakukan ?"
Gaya berlalu ,dan Jeongtae termenung.
Di mobil Ketua Seul marah dan bertanya sejak kapan Club Shanghai menjadi propertinya Yakuza. Ketua Seul meminta Baeksan untuk menuju ke Bangsamtong .

***
Jeongtae kembali ke tempat So So tetapi tidak ada orang didalam. Jeongtae membaca surat dari So So yang mengatakan sedang berada dirumah duka Namkyung-no .
Jeongtae bergumam seorang diri mengira acara berkabung sudah selesai.
***
Jeongtae mendekati rumah duka , dan disambut oleh So So .  Dan So So bertanya : Katamu tadi ke pesta , kenapa wajahmu lelah ? Apa kamu ingin minum ? Biar aku yang bayar.
Jeongtae menolak dan hanya meminta kunci rumah.  Jeongtae menerima kunci dan memandang foto ayahnya di meja duka.  Jeongtae bertanya pada So So : "Apa hubunganmu dengan pemilik Shanghai (mendiang Yeongchool , pemimpin Bangsamtong) ?
So So mengaku kalau Yeongchool adalah ayahnya.  Jeongtae menggerutu : " Sudah hobby yang besar  . Dia punya banyak anak dari Sinuiju ,  Joseon , Shanghai , China , dan tidak pernah bertanggungjawab.  Pria itu pastinya sudah gila."
So So tersinggung dan menampar Jeongtae. "Katakanlah aku banyak becanda disekitar . Tetapi apa yang kau ketahui tentang Ahjussi kami , dan kamu mengatai seperti itu ?"
Jeongtae : Apa ?
So So menghardik dengan mata berkaca2 : " Siapa memangnya kamu untuk berbicara menjelek2an almarhum ? Ahjussi Youngchool , bukan saja orang2 warga Bangsamtong , tetapi Namkyung-no , dia adalah ayah dari orang yang terpinggirkan. Apakah kamu tahu itu ?  Ketika anak kecil tidak punya seseorang , hanya dia yang mengulurkan tangan . Apakah kamu tahu ? "
Jeongtae : Aku tidak tahu .

So So : Kalau kamu tidak tahu kenapa berani mengatainya ?  Dan seorang bajingan sepertimu tidak punya tempat untuk tidur di rumah kami .  Berikan kunciku kembali . Dan enyahlah .
So So berkata pada foto almarhum Yeongchool : Ahjussi , mohon lupakan apa yang dikatakan bajingan itu. Aku akan meludahi dia untuk anda.
Jeongtae berlalu tanpa tempat tinggal sekarang , dan melihat kondisi masyarakat sekitar yang memang terpinggirkan. Ada gelandangan yang tidur di keranjang jalanan.

***
Jaehwa bersama dua tangan kanannya memandang penghasilan yang besar dari uang tael perak .  Si gendut Chi Gi berkomentar bahwa uang sewa Club Shanghai selama dua minggu setara dengan penghasilan dari Club Shanghai selama setahun .


***
Diluar , Ketua Seul bertanya bagaimana kondisi jenazah Yeongchool. Baeksan menjelaskan besok jenazah Yeongchool akan tiba.  Ketua Seul berkata besok akan menjadi acara publik pemakaman Yongchool.
Baeksan bertanya apakah Ketua Seul ingin mengurus Club Shanghai sendiri . Ketua Seul berkata Manajer yang baru Club Shanghai akan dialihkan pada Jeongtae.
***
Di sebuah resto kecil , seorang wanita cantik melepas kepergian Okryeon yang akan pergi dengan sepeda.  Dan disaat bersamaan Jeongtae tiba untuk mencari penginapan disekitar.

Wanita itu melihat anak buah Jaehwa sedang mengintai , lantas berkata tidak ada tempat untuk Jeongtae. Wanita itu memperingatkan agar Jeongtae lekas pergi.
***
Jaehwa terus mengamuk didepan dua tangan kanannya. Jaehwa memerintahkan Mangchi untuk memperketat pengawasan dan penjagaan secara tidak tahu kapan Hwangbang akan menyerang.
Mangchi berlalu .  Chi Gi menyerankan Jaehwa untuk mengembalikan uang Yakuza saja.  Jaehwa kesal dan menampar Chi Gi karena dianggap penakut. Saat itu Jaehwa menerima kabar kemunculan Jeongtae disekitar.  Anak buah juga mengabarkan kalau Ketua Seul telah membawa Jeongtae ke restoran.
Jaehwa menyimpulkan Ketua Seul sengaja membawa Jeongtae ke Shanghai untuk mengambil alih Bangsamtong dari tangan Jaehwa.
***

Okryeon berbincang dengan So So , bertanya siapa nama pemuda yang menghina mendiang Ahjussi Yeongchool.  So So menyebut nama Jeongtae.
Okryeon terkejut dan bertanya dimana Jeongtae sekarang berada ? . So So heran Okryeon mengenal Jeongtae.
***
Kembali ke resto kecil , wanita itu keluar dan melihat Jeongtae masih menunggu diluar. Jeongtae membujuk agar wanita itu memberikan tumpangan padanya , kursipun tidak mengapa. Wanita itu (melihat anak buah Jaehwa sedang mengepung) dan berkata pada Jeongtae bukankah tadi sudah bilang untuk pergi saja sebelum terlambat.  Wanita menutup pintu tempatnya.

Anak buah Jaehwa mengepung Jeongtae. Mangchi bertanya apakah Jeongtae sengaja datang untuk mengambil alih Bangsamtong dengan beking kelompok Hwangbang ?
Jeongtae membantah dan mengaku tidak tertarik dengan Bangsamtong. Anak buah Jaehwa tidak mau mendengar alasan ini , dan mulai menyerang Jeongtae.
Jeongtae terpaksa membela diri dan menghajar anak buah Jaehwa satu persatu.  Dari kejauhan Jaehwa mengawasi pertarungan ini .
Jeongtae menyindiri cara orang2 Bangsamtong menyambut tamu . Anak buah Jaehwa semakin marah dan mengepung Jeongtae kembali. Namun satu persatu anak buah Jaehwa tersungkur ditangan Jeongtae.
Sementara itu Okryeon menaiki sepeda untuk pulang sambil berharap cemas tentang Jeongtae yang sudah lama tidak bertemu.
Okryeon tiba dan melihat Jeongtae sedang bertarung. Okryeon marah karena Jeongtae terus saja berkelahi .
Chi Gi memanfaatkan kesempatan untuk memukul Jeongtae yang lengah. Okryeon terpaksa memasang badan untuk melindungi Jeongtae.

Wanita cantik keluar dari restoran kecil dan menyiram anak buah Jaehwa dengan air panas seperti menyiram kucing yang sedang berantem.
Jaehwa terpaksa keluar dan membujuk wanita itu .  Wanita itu marah karena sudah pernah mengatakan agar jangan berkelahi didepan tokonya.  Jaehwa tampak tunduk pada wanita ini dan memerintahkan anakbuahnya untuk mundur.

Jaehwa dkk berjalan meninggalkan TKP . Mangchi memprotes kenapa membiarkan Jeongtae ?  Jaehwa kesal dan menghajar Mangchi agar diam dan memakinya sebagai idiot yang mirip tikus basah.
Jaehwa bertanya pada Chi Gi apakah tahu dimana kabar Hwa Ri , si tua pemungut mayat ? Chi Gi tersenyum dan mengatakan Hwari sedang sibuk karena banyak orang mati kelaparan di musim dingin .
Jaehwa memerintahkan Chi Gi untuk mencari Hwari .  Chi Gi dengan lugu bertanya apakah harus sekarang.
Jaehwa kesal :  Apakah aku harus berkata padamu dalam Bahasa Inggris , "RIGHT NOW".

Nantikan updatenya . Disarankan follow twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru.
Part 2 (of 3)

0 comments:

Post a Comment