Tuesday, September 16, 2014

Sinopsis : Inspiring Generation – Episode 09

Standard

Diluar markas . Mo Ilhwa dan asistennya melangkah dengan percaya diri didepan markas Yakuza di Shinuiju. Mo Ilhwa memberi isyarat pada asistennya untuk meneriakkan tantangan.




  • Nantikan updatenya . Disarankan follow twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru.

Rekap

Generation Of Youth/Inspiring Of Age / Inspiring Generation / Age Of Feelings  / Episode 9

Asisten melangkah mendekat pintu yang masih tertutup . Menjura dan berteriak : ” Kelompok dari Dandong meminta duel pada Yakuza.”
Asisten terus mengulang2 seruannya itu hingga terdengar oleh Shinichi dan Deguchi Gaya.  Shinichi menjelaskan kalau diluar , Mo Ilhwa menantang pemimpin tertinggi (Deguchi Gaya) di tempat ini untuk berduel.
Deguchi Gaya tidak takut dan hendak melangkah keluar. Shinichi menahan dan mengingatkan kalau yang akan dihadapi Gaya itu petarung tangguh Mo Ilhwa (yang Shinichi sendiri segan) . Gaya tidak peduli dan menemui Mo Ilhwa diluar.
Gaya dan Mo Ilhwa bertukar sopan santun basa-basi .
Gaya : ” Ketua Mo , sudah lama tidak berjumpa.” . Ilhwa : “  Apa kamu baik2 saja selama ini ?” . Gaya : ” Terimakasih , tetapi tantangan duel ini ?” . Ilhwa : “Ini tantangan duel yang sudah diumumkan didepan banyak orang. Aku menantikan keputusanmu. ”
Gaya : ” Apa yang hendak kau pertaruhkan ?” . Ilhwa : ” Apapun yang kau inginkan.”. Gaya : ” Apa termasuk Dandong ?”. Ilhwa : “Tentu saja.” . Gaya : ” Dan apa yang kamu inginkan ?”
Ilhwa : ” Shin Jeongtae. Tentu saja jika masih hidup . ” . Gaya : ” Baiklah , aku akan berduel denganmu .” . Shinichi : “Tuan Putri !”
Gaya tidak ingin Shinichi ikut campur . Gaya melangkah menghampiri Ilhwa. Shinichi memberi isyarat pada pengawal untuk meninggalkan tempat itu.


Ilhwa menjura sambil berbasa-basi minta petunjuk dari Gaya. Dan Gaya mengucapkan hal yang sama. Pertarungan akan segera terjadi , Mo Ilhwa dengan tangan kosong melawan Gaya dengan dua pedang pendek.
Dalam satu kesempatan , Ilhwa berhasil menghantam perut Gaya , namun Gaya berhasil melukai tangan Ilhwa dengan pisau.  Ilhwa memuji Gaya sebagai genius yang begitu cepat berkembang padahal baru saja belajar pedang.  Deguchi Gaya berkata kalau pujian Ilhwa terlalu berlebihan.
Ilhwa berkata kalau sekarang dia akan melakukan yang terbaik. Mereka kembali bertarung . Ilhwa menyarangkan beberapa pukulan mematikan , sementara Gaya berhasil menyayat beberapa kali tubuh Ilhwa dengan serangan pisau ganda.
***
Bongsik siuman di truknya dan heran kenapa bisa berada disitu . Bongsik meminta kunci truk pada Kkab-Sae yang duduk termenung .  Kkab-Sae mengaku sudah membuangnya.  Bongsik memaki son of a b***** sambil mencengkram kerah Kkab Sae dan meminta kunci.

Bongsik berlalu dengan tergesa tetapi Kkab-Sae menangis dan mencegahnya dan menyampaikan perkataan Poongcha yang terakhir agar Bongsik tidak minum2 lagi.  Bongsik menghardik dimana Poongcha ?  Kkab Sae berlutut dan menangis tidak bisa berkata apa2.  Bongsik merasakan firasat buruk dan berteriak dengan sedih .
***
Deguchi Gaya bertarung dengan sengit. Beberapa kali pedang hampir menyasar Ilhwa ( Gaya sengaja mengalah ? ) . Ilhwa bertanya apa Gaya mau melanjutkan pertarungan ? Gaya mengatakan pertarungan mereka belum berakhir.  Gaya bangkit lagi dan Ilhwa memukul perut Gaya bertubi2.  Gaya terjatuh tak berdaya dan mengaku kalah.
Ilhwa menaruh hormat pada Gaya yang punya skill luar biasa dan dapat menebak pergerakan Gaya.  Deguchi Gaya berpura2 bodoh tidak tahu apa yang dimaksud Ilhwa.
Ilhwa menerka kalau Gaya mencintai Jeongtae.  Ilhwa memberi hormat dan pamit untuk membawa Jeongtae.
***

Di tengah perjalanan di sebuah hutan , Ilhwa dan asistennya  di kepung sekitar puluhan Yakuza.  Mo Ilhwa yang cerdas dapat menerka kalau itu bukan perintah Gaya , melainkan Shinichi .  Para Yakuza mulai mengepung dan menuntut agar Jeongtae diserahkan.
Ilhwa berkata pada asistennya :  Gaya membiarkan pergi Jeongtae. Dan disini tidak ada Gaya maupun Shinichi .  Mereka bertarung tetapi sepertinya tidak peduli dengan hasil pertarungan. Ini berarti mereka pengecut dan mengabaikan etika Yakuza sendiri  . Jika kasusnya begitu , berarti  markas kita .......
***
Markas Ilhwa diserbu Yakuza. Anak2 buah Ilhwa sulit untuk mengimbangi karena kalah jumlah dan terlebih ada petarung Ahka yang memimpin penyerbuan ini. Denkai muncul dan puas melihat kehancuran markas Ilhwa , yang merupakan langkah utama Yakuza untuk menguasai Dandong.

***
Di tengah pepohonan tinggi menjulang , Ilhwa dan asistennya kesulitan mengalami keroyokan musuh sekian banyak.  Ilhwa mulai babak belur dan berhasil dilumpuhkan.  Ilhwa tertangkap dan hendak dihabisi , namun disaat yang tepat Bongsik bersama anak buah Dobi Nori datang membantu .



Bongsik pada Ilhwa : Maaf kami sudah berusaha secepat mungkin datang . Aku berterimakasih karena kamu menyelamatkan Jeongtae.  Ilhwa berkata terimakasihnya nanti saja karena musuh masih mengepung mereka.
Bongsik berseru pada anak buahnya : Berapa kali kukatakan bagaimana membalas musuh kalian ? . Anak2 Dobi Nori serentak berkata : 10 kali lipat.
Merekapun bertarung dan memukul mundur Yakuza.  Bongsik , Kkab Sae , Kang Gae masih terlalu tangguh bagi para Yakuza itu . (Sayang sekali Poongcha sudah tiada) .
***
Di markas Ilhwa yang sudah porak poranda.  Denkai , didampingi Ahka , memberikan pidato kemenangan kepada para yakuza yang berbaris.  Denkai : Kita telah mengambil alih Dandong , pintu gerbang untuk menguasai  China. Mengikuti perintah Amaterasu Omikami (Dewa Matahari , dewa tertinggi dalam pantheon Jepang) untuk mempertahankan negara kita dan berjalan di jalur yang benar untuk menguasai China.


***
Bongsik memeriksa luka Jeongtae dan tampak prihatin .  Ilhwa menjelaskan kalau yang terpenting bagi Jeongtae sekarang ini adalah mendapatkan kembali kesadarannya.
Bongsik : Aku juga tidak tega membunuhnya (untuk mengurangi penderitaan) , mohon padamu Ilhwa untuk menyelamatkan Jeongtae.
Ilhwa : Aku dan anak itu akan pergi ke Daeryeon. Yakuza kemungkinan sudah mengambil alih Dandong.  Kembali ke tempat itu sama saja dengan bunuh diri. Aku akan pergi ke Daeryeon dimana aku punya teman , dan perawatan Jeongtae akan dilakukan disana.
Bongsik : Bahkan kelompokmu telah hancur . Haruskah kita bersatu dan membalas dendam ? . Ilhwa menggelengkan kepala dan menepuk bahu Bongsik.
Ilhwa : Ini bukan waktu yang tepat.  Melawan sebuah banjir tinggal berenang adalah hal kekanak2an yang harus dilakukan. Untukmu dan aku , keduanya , lebih baik menghindari Yakuza untuk sementara.  Tujuan Yakuza adalah untuk menguasai Mainland China. Dan mereka akan mengincar Shanghai juga nantinya , kita harus menunggu sampai mereka tiba di Shanghai . Barulah kita bisa mengumpulkan kekuatan kita untuk meluncurkan perahu kita.  Itu adalah cara termudah untuk melawan arus yang dangkal.
***

Shinichi menegur Deguchi Gaya karena tidak membunuh Sin Jeongtae.  Shinichi : Kamu yang akan mencapai hal besar , dan Jeongtae akan kembali padamu seperti sebilah pisau.
Deguchi Gaya : Apa yang kamu takutkan ? Aku membiarkan Jeongtae pergi , tetapi Mo Ilhwa , kita akan cari cara untuk mengalahkannya.  Shinichi : Seorang pemimpin harus memerintah tanpa memandang bulu dan menghancurkan tanpa kesalahan sedikitpun.  Kamu sebagai pemimpin kami , telah bertindak ceroboh yang akan membahayakan Yakuza. Mohon ingat itu .
Gaya mulai kesal dan bertanya : Apa yang dimaksud ceroboh ? Apa kamu ingin aku menyembunyikan ekorku ketika seseorang datang menantang ?   . Shinichi : Jika Mo Ilhwa tidak meminta Jeongtae , tetapi kondisi yang berbeda , apa kau akan berlaku sama ?
Gaya marah : Shinichi !! Kamu berani mengajariku ?  Dan terlebih , aku tidak punya alasan untuk mendengarkan kritik dari bawahan , yang juga menyembunyikan niat terselubung kepada pemimpinnya.
Deguchi Gaya berkata kalau mereka akan pergi ke Dandong dalam dua hari mendatang, dan akan menantang Mo Ilhwa . Deguchi Gaya berjanji tidak akan kalah lagi kali ini . Shinichi memberitahu kalau Dandong sudah jatuh ke tangan Yakuza.
Gaya terkejut mendegarnya . Disaat bersamaan Denkai memasuki ruangan. Shinichi berlalu dari ruangan.

Denkai duduk di kursi utama , dan Deguchi Gaya menghadap Denkai sesuai hirarki organisasi . Denkai : Karena Sinuiju dan Dandong sudah jatuh ke tangan kita , berikutnya apa ? . Deguchi Gaya :  Manchuria berikutnya.  Denkai : Ya , buat Manchuria sebagai jalur opium . Aisin Gioro Puyi akan tiba di Manchuria untuk menjadi Kaisar Manchukuo.  Deguchi Gaya : Bukankah dia hanya menjadi boneka dari kaisar Jepang kita ?
Denkai tertawa :  Bagi orang Chinese , seorang Kaisar lebih penting dari nyawa mereka.  Orang yang mengutuk kaisar akan mati .  Jika kamu hendak menjadi penguasa , kamu harus memanage orang2mu dengan baik .
Deguchi Gaya mengerti , kemudian bertanya kembali : Sejak aku menguasai Sinuiju , harap jawab pertanyaanku . Denkai : Sebelum ayahmu mati , Sin Yeongchol muncul di Sinuiju , dan karena nama itu familiar , aku menyelidikinya dan Yeongchool muncul di Shanghai . Hari itu bersamaan dengan Ryoko Denkai , ibumu , terbunuh.
Part 2 (of 3)

Do-Ggoo mempersiapkan diri untuk menemui Shinichi di markas Yakuza.  Do-Ggoo berlutut dan berkata siap untuk mengabdi pada Yakuza dan melakukan apapun. Shinichi berlagak tidak kenal Do-Ggoo : Siapa dia ? Siapa dia yang menggonggong tanpa ijin ?
Do-Ggoo merasa heran : Apa yang anda katakan Shinichi-san ? Aku Do-Ggoo . Bukankah anda sudah berjanji membiarkan aku masuk Yakuza ?
Shinichi malah memerintahkan Kenjo untuk menyingkirkan Do-Ggoo.  Kenjo dkk mulai memukuli Do-Ggoo . Dan Do-Ggoo terus meneriakkan nama Shinichi.  Pemukulan berhenti sesaat.  Shinichi menegur Do-Ggoo sembarangan menyebut nama.  Do-Ggoo menegaskan dia harus masuk Yakuza.  Shinichi tersenyum menghina .
Do-Ggoo mencoba bernegosiasi dengan mengatakan tahu tentang rahasia adiknya Jeongtae , Cheong'ah . Do-Ggoo mengaku tahu dimana Cheong'ah berada.  Do-Ggoo menawarkan untuk membawa Cheong'ah kepada Shinichi.
Shinichi mendesak Do-Ggoo untuk mengatakan lebih banyak lagi.  Do-Ggoo tidak bodoh , dia hendak menemui Deguchi Gaya dulu sebelum mengatakan pada Shinichi nanti .
Shinichi dengan tatapan dingin memerintahkan Kenjo untuk memenggal kepala Do-Ggoo yang panik ketakutan. Shinichi mengibaratkan Do-Ggoo sebagai seekor anjing yang sudah tidak berguna karena perburuan sudah usai.  Kenjo bersiap mengeksekusi Do-Ggoo.

Untung saja disaat yang tepat Deguchi Gaya muncul dan menghentikan eksekusi.  Do-Ggoo menyembah dan menegaskan mulai sekarang akan menjadi anjing setia-nya Gaya.  Shinichi mengingatkan kalau Do-Ggoo sudah terlalu tahu banyak tentang rahasia Yakuza. Deguchi Gaya berkata perburuan belum usai.
***
Diatas perahu kecil yang sedang melintas sungai , Mo Ilhwa menjelaskan pada asistennya , Pyeong ,  kalau Dandong , Sinuiju , sudah jatuh ke tangan Yakuza jadi tidak ada pilihan lain untuk menghindar , dan alasan untuk menyelamatkan Jeongtae adalah karena bossnya Jeongtae , yakni Bongsik berhutang budi pada Ilhwa.
Ilwa menyimpulkan bahwa suatu saat hutang itu akan menjadi sebuah kekuatan baginya suatu hari.  Mo Ilhwa : Pyeong , alasan aku datang ke Sinuiju adalah untuk membayar hutang budi dua kali lipat ataukah membalas dendam kepada musuh 10 kali lipat .
***
Di penjara , Jjang-Ttol meringkuk dengan putus asa berharap pertolongan Jeongtae.
***

Mayor Doyama Aoki mendapat penghargaan militer atas jasa2nya kepada negara .
***


Do-Ggoo menjalani ritual inaugurasi Yakuza yang dipimpin oleh Deguchi Gaya sendiri. Do-Ggoo disuguhi minuman teh yang menyakitkan . Tanpa ragu Do-Ggoo meminumnya dan langsung memuntahkan darah.
Deguchi Gaya memberi perintah pertama pada Do-Ggoo untuk menemukan Jeongtae.
***
Shanghai China.
Kabar jatuhnya Dandong sudah tiba hingga ke Shanghai. Ayahnya Jeongtae , Sin Yeongchool sedang berdiskusi dengan seniornya , dan mengkhawatirkan nasib anaknya : Aku dengar Jeongtae sedang menjadi penyelundup di Sinuiju.  Apa dia tidak apa2? .

(Bagian teks dibawah ini dalam bentuk JPEG)

(Bagian teks diatas ini dalam bentuk JPEG)

Jeongtae memandang Ilhwa sesaat dan bertanya dimana tempat ini gerangan ? . Mo Ilhwa menjelaskan kalau Daeryeon ini tempat yang sangat jauh dari Sinuiju , dan bahwa Jeongtae hampir mati kalau tidak menerima perawatan dari teman Ilhwa yang punya skill luar biasa.
Jeongtae bertanya sudah berapa lama berlalu , dan bagaimana dengan Gaya ? . Mo Ilhwa : Satu minggu , Gaya mengambil alih posisiku di Dandong , dan aku mengambilmu dari tempat dia.  Jeongtae mulai bangkit dari ranjang dan berkata tidak ada waktu lagi .
Mo Ilhwa memberitahu kalau orang2 yang menunggu Jeongtae sudah tidak ada.  Jeongtae terpana dan menerima surat dari Bongsik.
Isi Surat : "Aku mengirim pesan ini melalui Ketua Mo . Setelah Cheong'ah menghilang , aku mengirim pesan dalam botol selama tiga tahun.  Sebelum botol2 itu hanyut kelautan , ada sebuah tempat dimana benda2 hanyut berkumpul dan aku belum pernah melihat tubuh Cheong'ah.   Jeongtae , ini pemikiranku saja , tetapi aku merasa Cheong'ah masih hidup.  Jangan menyerah. Dan walaupun kita terpisah sekarang suatu saat kita akan berjumpa lagi .  Mengerti ? Jangan terlibat dalam perkelahian tidak penting , dan teruslah hidup . Kamu harus membalas dendam untuk Poongcha. "

Jeongtae panik dan matanya berkaca2 menanyakan kabar Poongcha pada Mo Ilhwa : Poongcha Hyungnim , Apa yang terjadi padanya ?  Kenapa ? Kenapaaaaaaa ?
Mo Ilhwa hanya bisa terdiam. Jeongtae menangis semakin kencang dan berteriak sendiri karena kesedihan memikirkan Poongcha yang dia hormati .
♫<i>My longing that I can't bear, though it is mine.♫
♫<i>I watch you every day as time passes.♫
♫<i>Take only the love you left behind.♫
♫<i>In this lonely world, there was only you.♫
♫<i>That only thing I wanted to protect was you.♫
♫<i>No, no, no, no. ♫
Lima Tahun Kemudian . Daeryeon - Manchuria.
Hujan gerimis menerpa sebuah gazebo , dimana Jeongtae sedang duduk. Sementara diseberang pekarangan terlihat dua orang sedang berlatih tanding.  Seorang Manajer datang menegur Jeongtae : Kamu itu sparring partner bukan seorang fighter. Bagaimana kamu bisa menghajar seorang petarung seperti itu ? Apa yang harus kulakukan jika kau melakukan itu pada petarung kami ? .
Jeongtae : Bukankah kamu yang ingin aku sebagai sparring partner pada awalnya ? . Manajer : Aku tahu kamu benar dalam hal ini .  Tetapi aku tidak tahu kamu malah menghajar petarungku sedemikian parah. Petarungku jadi tidak bisa ikut kompetisi.  Jeongtae berkata dengan dingin : Apa alasan kamu menemuiku ? .
Manajer : Karena situasi sudah begini , kamu saja yang ikut kompetisi.  Jeongtae : Kamu ingin aku ke arena judi.  Manajer : Reputasimu cukup terkenal di Daeryeon , aku yakin akan banyak yang bertaruh .  Taruhannya mungkin kecil , tetapi aku berpikir kamu dapat mengumpulkan jumlah banyak.

Jeongtae : Okay .  Manajer : Aku tidak menyangka kamu setuju dengan semudah ini . Jangan katakan yang lainnya nanti yah .
Jeongtae berdiri dan berlalu sambil mengatakan minta bagian 60-40 .   Manajer mengira Jeongtae sedang becanda.  Jeongtae berkata kalau tidak mau yah sudah . Manajer menyerah.
***

Deguchi Gaya didampingi dua anak buahnya sedang menuju sebuah tempat. Gaya bertanya pada mereka darimana tahu Yeongchool berada disana ? . Salah satu anak buah menjelaskan kalau Yeongchool telah terluka oleh rekan2 lain ketika membuntuti Yeongchool sebelumnya.  Deguchi Gaya dengan satire mengatakan malam ini memang malam yang tepat untuk mati.
Part 3 (of 3)

Mereka mendekati sebuah rumah . Deguchi Gaya meminta dua anak buah untuk menunggu diluar.  Deguchi Gaya memasuki rumah yang gelap itu dengan kewaspadaan penuh.  Tiba2 Yeongchool menepuk bahunya . Deguchi Gaya dengan reflek melemparkan Yeongchoool hingga keruangan sebelah melalui jendela yang hancur.


Kita kembali ke awal Episode 1 dimulai .
Deguchi Gaya (Lim Soo-Hyang) mengikuti Yeongchool seperti mangsa yang siap dipermainkan apa saja.  Gaya menyebut nama2 tempat seperti Gaeseong , Giam , Unhae , Seolsan yang punya pemandangan indah , dan Deguchi Gaya berlutut untuk bertanya pria itu hendak dikubur dimana ?
(Bagian teks dibawah ini dalam bentuk JPEG)

(Bagian teks diatas ini dalam bentuk JPEG)
Yeongchool yang kepayahan : Apakah kamu Gaya ? Aku telah menantimu .  Gaya mengeluarkan pisau dan berkata : Aku akan bertanya untuk terakhir kalinya. Apakah kamu yang membunuh ayahku ? Apakah kamu yang membunuh ayahku ? .
Yeongchool : Bunuh aku .  Deguchi Gaya : Tentu saja aku harus membunuhmu . Aku telah menunggu sekian lama. Yeongchool : Kondisi inilah saat ayahmu mengajukan permintaan terakhir padaku . Deguchi Gaya : Apa maksudmu ? . Yeongchool : Ayahmu sama dengan kondisiku sekarang. Dimana semua darah dari tubuh berhenti mengalir , dan jantung dibanjiri darah tanpa mati. Ini menyebabkan penderitaan dan kesakitan .  Dan penderitaan ayahmu , aku yang mengakhirinya .
Gaya melongo : Apakah orang yang sama yang melakukan itu pada ayahku dan kamu .  Yeongchool : Aku selama 20 tahun punya determinasi tinggi untuk membalas dendam kematian rekan2ku .  Selama itu aku berkelana , dan tidak ada satupun . Aku merindukan tempat dimana anakku berada.  Rumahku.
Gaya terisak : Jadi yang membunuh ibuku juga bukan kamu ? . Yeongchool : Wanita yang sangat dicintai sahabat baikku , Ibumu ...arghh .  Deguchi Gaya : Jawab aku , mohon !! Ibuku , Ayahku dan Anda , siapa yang menyerang kalian semua ? .  Yeongchool menggelengkan kepala : Neraka ini , akan diakhiri oleh kami saja.  Gaya mendesak : Tidak bisa , katakan padaku siapa yang melakukan semua ini ? .
Yeongchool : Gaya , balas dendam akan membuat pembalasan yang lebih besar lagi . Sekarang , letakkan beban beratmu .  Aku tidak ingin menempatkan kalian berdua dalam neraka lain .  Deguchi Gaya : Tidak , kamu tidak bisa , katakan padaku . Katakan Ajusshi !!  Dan aku akan mengirimkannya keneraka dengan tanganku sendiri . Ahjusshi , kini pergilah dengan damai.
Yeongchool merasa kesakitan : Mohon bunuh aku !! .   Deguchi Gaya menangis : Ajusshi!!  Ayahku , dan pembunuh Ahjusshi , aku akan menemukannya .
Deguchi Gaya mengayunkan pisau untuk mengakhiri penderitaan Yeongchool.
Sementara itu Jeongtae ditempat lain seperti merasakan firasat tertentu.  Jeongtae berdiri melihat dirinya di cermin dan memperagakan beberapa tinju dengan cepat.
Kembali ke Gaya yang meninggalkan Yeongchool yang telah mati .  Tak lama setelah Gaya berlalu , terlihat dua bayangan misterius di jendela dekat jenazah Yeongchool.
Deguchi Gaya keluar rumah itu dengan wajah lesu , ditunggu oleh dua anak buahnya.  Gaya memerintahkan dua anak buahnya : Biarkan jenazahnya , biarkan semua dunia tahu bagaimana dia mati .
***

Jeongtae mulai bertarung melawan Ma Gang ditengah gemuruh penonton yang tamak untuk mempertaruhkan uangnya .  Ma Gang kelihatan diatas angin untuk sementara. Jeongtae bangkit dan balik .
Arena semakin di hiasi sorak sorai penonton yang sibuk bertaruh untuk siapa yang menjadi pemenangnya. Diantara penonton itu terdapat Wang Baeksan (Jung Ho-Bin) , orang kedua kelompok Hwang Bang .
Jeongtae bertarung , memukul dan juga menerima pukulan. Belakangan terlihat Jeongtae lebih unggul kemampuan teknis daripada lawan , bahkan lawan babak belur hingga tersungkur ke kerumunan penonton.

Jeongtae bersiap menang dan mengangkat tangan , sampai lawan dengan curang mengambil kayu dan membongkong untuk memukul kepalanya , dan berhasil memukul rahang Jeongtae hingga terjatuh dan dihitung .


Sementara itu Wang Baeksan ( Jeong Ho-Bin) mengawasi dan meninggalkan arena.



Usai pertarungan , Jeongtae membalut lukanya sendiri ketika manajernya datang .
Manajer mengelu2kan nama Jeongtae seakan Jeongtae pemenangnya , dan Jeongtae hanya membutuhkan dua hari untuk mengembalikan kondisi luka di dagunya  . Sebenarnya Jeongtae memang mengalah pada lawannya , Ma Gang ,  untuk mendapatkan bayaran kompensasi yang lebih besar. Jeongtae menuntut 1000 won lebih.

Manajer itu terlihat tambun , tamak dan curang dan mengatakan akan mendukung Jeongtae dari Dalian(Daeryeon) hingga ke Shanghai. Manajer itu menyanggupi permintaan Jeongtae , tetapi mengingatkan Jeongtae untuk menepati janjinya atau akan membayar denda dua kali lipat.
***
Sebuah musik piringan hitam berputar disebuah bar. Jeongtae sedang menikmati minuman wine seorang diri. Pelayan muda yang cantik menyapa kalau Jeongtae sudah tiga kali datang ketempat itu.
Lawan yang baru dihadadapi Jeongtae menemui Jeongtae di bar dan merampas wine yang sedang diminum Jeongtae untuk dituangkan ke rambut Jeongtae. Lawan itu berkata : “Kamu sepertinya cukup nyaman untuk menggunakan uang dari pertarungan dan minum wine ditempat ini , tetapi aku mendengar gosip tak sedap , bahwa setiap orang berkata kamu sengaja mengalah , membiarkan aku menang. Apakah itu benar ? ”
“Kenapa kamu selalu seperti ini , ketika kamu telah menang . Nikmati kemenanganmu dan jangan ganggu aku ! ” jawab Jeongtae sambil berlalu dari bar.

Lawan Jeongtae tidak melepaskan Jeongtae begitu saja , berteriak sambil mengancam pelayan muda , dan menampar pelayan yang malang itu. Sang lawan menuntut bajingan seperti Jeongtae untuk berhenti melangkah , dan memperlihatkan kemampuan yang sesungguhnya.  Jeongtae bertanya : ” Bagaimana kamu mengetahui kalau aku benci melihat orang memukul wanita ?”
Jeongtae segera melayangkan serangan kepada lawannya . “Lihatlah yang sebenarnya baru dimulai.”
Jeongtae mengerahkan kemampuan sebenarnya , menyerang dengan sistematis terutama bagian mematikan ke leher lawan , dan dengan cepat sang lawan terkapar di lantai bar.
Wang Baeksan muncul kembali dan mengatakan pada Jeongtae : ” Di utara Luoyang – Henan , terdapat gunung kecil. Gunung tersebut mungkin kecil saja , tetapi karena itu hanya satu2nya gunung disana. Dan setiap orang yang mati disekitar kota akan dikuburkan disana. Nama gunung itu adalah Bong Mang.  Dan ayahmu baru dikubur beberapa hari yang lalu disana , dan pihak Shanghai telah menyiapkan memorial untuk ayahmu , jika kamu tidak pergi kesana maka tidak bisa dilanjutkan.”

Jeongtae tampak terpengaruh secara emosional mendengar hal ini , tetapi Jeongtae bersikukuh : ” Aku tidak punya ayah. Enyahlah dari hadapanku.”
Baeksan juga punya kemampuan bela diri yang hebat sehingga membuat Jeongtae mundur beberapa langkah. Baeksan menyerahkan batu terukir berumbai dan meminta Jeongtae untuk bertemu di Shanghai .
***
Usai dari bar , Jeongtae berjalan dan seseorang tak dikenal dijalan memberinya surat dan berlalu .
Jeongtae membaca surat itu : " Jeongtae , apa kau masih hidup ? Ini aku Do-Ggoo.  Aku langsung saja , datanglah ke Shanghai , siapa tahu  kamu dapat mendengar kabar mengenai adikmu . "
***

Jeongtae menggunakan sebuah perahu untuk menuju Shanghai . Mata Jeongtae menjelajahi kota Shanghai dari perahu.
***


Dalam perjalanan kereta api , Deguchi Gaya menerima penjelasan dari anak buahnya mengenai peta Shanghai . Dalam peta itu terlihat pembagian kota Shanghai berdasarkan wilayah kekuasaan masing2 kelompok dan negara asing.
Anak buah : Kita mendapatkan wilayah diantara wilayah Inggris dan Amerika .  Kelompok Hwang Bang ada didekat Prancis sebagai pusat budaya , dan Bangsamtong (wilayah orang Joseon) berada disini juga.
Deguchi Gaya dengan dingin berkata dapat mengatasi itu . Anak buah menjelaskan kalau pemilik Bangsamtong adalah Jung Jaehwa (menjadi pemimpin setelah Yeongchool tewas.) yang merupakan orang penuh duri.  Deguchi Gaya berkata kita dapat mengatasinya , sementara Jaehwa sibuk mengusik Yamamoto.
Deguchi Gaya bertanya berapa lama lagi mereka sampai ke tujuan , dan mendapatkan jawaban bahwa masih ada dua hari lagi sebelum sampai ke Shanghai.
***
Jeongtae turun dari perahu besar bersama penumpang lain.  Jeongtae berjalan disekitar pelabuhan dan melihat ada gadis Joseon  sedang dianiaya orang Jepang .

Orang Jepang itu memaksa gadis itu memakan makanan anjing agar bisa menang taruhan.  Orang Jepang itu menjelaskan pada rekannya yang lain kalau gadis itu mencuri kue beras karena kelaparan .  Gadis Joseon itu menyangkal telah mencuri dengan wajah ketakutan.  Orang Jepang menampar gadis itu tanpa belas kasihan dan memaksa untuk memakan makanan anjjing , atau bayar dengan tubuhnya .
Jeongtae yang tidak bisa melihat wanita dianiaya memutuskan turun tangan dan menghajar dua orang Jepang itu dengan mudah.  Jeongtae menendang mangkok makanan anjing .
Dua orang Jepang memaki dan menyerang kembali , tetapi tentu saja bukan tandingan Jeongtae.
Gadis itu panik dan meminta Jeongtae untuk pergi sebelum Hiroshi datang. Gadis itu cemas kalau Jeongtae akan mati ditangan Hiroshi.  Jeongtae bertanya kenapa gadis itu gemetar , dan siapa pula Hiroshi ?
***
Jeongtae berjalan lagi dan berpapasan dengan seorang Jepang dengan pedang panjang.  Dia berkata : Kamu itu hanya seorang Joseon , dan kamu berani menyentuh seorang warga Korea di organisasi kami ? . Jeongtae , apakah kamu Hiroshi ? Diantara dua manusia , apa yang membuat manusia yang lain itu inferior ? . Hiroshi : Berhenti bicara , aku akan memotong kepalamu , aku akan menunjukkan apa yang terjadi jika kamu menyakiti warga Korea di Organisasi Jepang.
Hiroshi hendak menarik pedang , namun urung , dan masih percaya diri untuk berduel dengan tangan kosong. Dan Hiroshi tentu saja keroco Yakuza yang bukan tandingan Jeongtae. Hidung Hiroshi berdarah dan masih saja membual banyak hal .

Jeongtae mengkritik kuda2 Hiroshi yang tetap sama seperti semula ketika menyerang musuh.  Hiroshi membual tentang Miyamoto Musashi (petarung pedang Jepang yang legendaris dan memang pernah ada dalam sejarah Tokugawa Jepang.)
Jeongtae menukas : Aku tahu bagaimana kamu bertempur , dan bagaimana aku bertempur , dan aku akan keluar sebagai pemenang.
Mereka bertarung lagi , dan Hiroshi hanya menjadi permainan Jeongtae saja. Sudah jelas kalah masih belum mau menyerah .  Dua anak buah berpedang panjang segera turun tangan , dan Jeongtae menyindir kalau mengeroyok bukan jalan Samurai .  Hiroshi tersengat perkataan itu dan meminta dua anak buahnya mundur.
Hiroshi membuat bahwa membiarkan musuh hidup2 juga bukan jalan Samurai. Jeongtae menantang duel secara formal. Hiroshi masih saja terus membual dan memaki babi Joseon.
Dalam sekelebat , Hiroshi kembali terjatuh. Jeongtae mulai merasa bosan dan memutuskan kabur dengan menumpang sebuah truk yang sedang melaju.


Hiroshi dkk ingin mengejar namun tidak bisa , selain hanya bisa memaki babi Joseon. Didalam truk si supir tua bertanya sampah mana yang menumpang ini .  Supir tua itu menggeplak kepala Jeongtae yang pasrah karena merasa bersalah .  Supir : Jika kamu bertemu orang yang lebih tua dan lebih tampan darimu , kamu harus memberi hormat .  LOL .
Supir bercerita bahwa ini pertama kalinya orang hidup menumpang di truknya .  Supir menunjuk bak belakang dan ternyata ada beberapa mayat.  Supir : Jika kau tidak mengenalku , berarti kamu masih baru di Shanghai . Jika kamu ingin bersenang2 datanglah ke Hotel Parker. Jika kamu suka hal2 pria , datanglah ke Ilpoomyang .  Jika kamu suka menonton , datanglah ke Garden Bridge.  Omong2 jika kamu masih ingin terus hidup , tinggalkan kota ini  yang mirip jebakan mematikan .  Jeongtae diam saja mendengarkan.

Nantikan updatenya . Disarankan follow twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru.




0 comments:

Post a Comment