Tuesday, September 16, 2014

Sinopsis : Inspiring Generation – Episode 07

Standard

Dalam episode sebelumnya . Jeongtae berulang kali gagal memenuhi janjinya untuk berkencan dengan Okryeon. Disisi lain Soo'ok semakin mendekat pada Okyeon. Sementara itu Deguchi Gaya berubah menjadi wanita yang dingin dan tenggelam dalam dendam , cinta dan kekuasaan yang besar sebagai orang nomer dua di Yakuza.



Shinichi yang merasa terganggu dengan kompleksitas hubungan Deguchi Gaya - Jeongtae , memutuskan untuk memerintahkan Do-Ggoo untuk menemukan Jeongtae . Do-Ggoo menyanggupi dengan iming2 diterima masuk menjadi anggota Yakuza. (Do-Ggoo terkena sindrom inferior sebagai orang Korea yang lebih bangga untuk menjadi orang Jepang , yang kala itu memang sebuah negara yang kuat dan dominan.)
Do-Ggoo memancing Jeongtae dalam perangkapnya , padahal Jeongtae sedang menuju acara kencan dengan Okryeon.
NB : Disarankan follow twitter bentara agar bisa mengikuti update terbaru.

Rekap Age of Feeling / Generation Of Youth / Inspiring Generation / Inspiring Of Age - Episode 7


Jeongtae tersudut dan terkepung . Namun Jeongtae tidak gentar sedikitpun.  Jeongtae membalutkan tangannya bersiap untuk bertarung.  Jeongtae masih sanggup menghajar mereka satu persatu , tetapi musuh terlalu banyak dan dalam satu kesempatan kepala Jeongtae bercucuran darah di bokong dari belakang. Jeongtae masih mencoba melompat kesana kemari dengan lincah , dengan tangan kosong . Perlahan tetapi pasti Jeongtae merubuhkan musuh satu persatu , walaupun kondisi Jeongtae pun terluka parah dan sempoyongan. Pemimpin kelompok ini kagum juga terhadap Jeongtae : " Wow , jika aku tidak berhati-hati , kami juga akan terhempas olehmu."

Jeongtae yang wajahnya sudah bercucuran darah bertanya : " Siapa bajingan yang menyuruhmu ?"
Sang pemimpin meledek : " Aku akan menuliskan namanya di batu nisanmu. Jadi bacalah nanti kalau kamu membuka peti matimu , bajingan !!! Seranggggg !!! "
***
Okryeon yang malang baru saja menunggu sekian lama di restoran sampai restorannya tutup. Okyeon masih menunggu didepan gerbang restoran , bahkan pintu restoran sudah ditutup oleh para karyawan.
Jeongtae berjalan sempoyongan , bahkan terjatuh dan merangkak untuk menuju acara kencannya bersama Okryeon yang sudah sangat terlambat.

Okryeon terkejut melihat Jeongtae terluka parah . Okryeon berteriak meminta tolong. Jeongtae berkata apa Okryeon masih menunggunya sekian lama.
***
Di markas Dobi Nori , Bongsik tenggelam pada hobbynya yang kekanak-kanakan , yakni menyusun korek api hingga tinggi sekali. LOL.  (Betapapun seorang pemimpin mafia penyelundup , Bongsik tidak bisa luput dari yang namanya homo ludens , manusia mahluk yang suka bermain.)
Jjang-Ttol tiba untuk memberitahu sesuatu . Poongcha memberi isyarat agar Jjang-Ttol jangan berisik.  Poongcha menyusul Jjang-Ttol keluar markas.
Diluar Poongcha menerima kabar dari Jjang-Ttol : " Menurut Jeongtae , truk mereka memiliki plat nomer dari Pyeongyang , dan wajah mereka tidak dikenal sebelumnya. "

***
Okryeon dengan setia terus merawat Jeongtae yang terluka parah.  Okryeon tidak tahan melihat penderitaan Jeongtae . Dan Jeongtae memegang erat tangan Okryeon , seraya meminta maaf.
Okryeon menangis , dan mencium pipi Jeongtae.  Jeongtae meraih pipi Okryeon dan menarik tubuhnya . Jeongtae mencium Okryeon.

***
Bookgom didampingi asistennya sedang berjalan di jalanan. Bookgoom mengeluhkan makanan ikan yang menyelip di giginya , dan dengan menjijikkan memamerkannya ke asistennya. Sang Asisten berkata kalau dia merasa iri , karena tidak pernah melihat ikan sebesar itu .
"Oh kalau begitu kamu ingin mencicipinya yah ?" kata Bookgoom sambil menyodorkan paksa makanan yang sempat terselip di giginya . Double LOL . Jorok sekali .

Wajah Bookgoom berubah ketika menyadari  Poongcha muncul. Bookgoom berbasa-basi sarkasme : " Kamu masih hidup yah ?"
Poongcha langsung to the point : " Di tengah malam , anak2 Pyeongyang datang . "
Bookgoom : " Ah apa itu masuk akal ? Mereka akan dihajar menjadi bubuk di tempat ini ."
Poongcha : " Mereka kesini untuk menangkap Jeongtae. "
Bookgoom : " Loh , jadi kau anggap itu salahku ?"
Poongcha menghampiri  : " Coba kau katakan tidak , bahwa kamu dan Do-Ggoo tidak terlibat dalam hal ini ."
Bookgoom kehilangan kesabaran : " Poongcha , aku berpikir kamu telah melakukan kesalahan. Tahukah kamu siapa aku ? Aku tidak pernah meminta bantuan dari luar ."
Bookgoom mendorong Poongcha untuk menjauh dan berkata kalau Poongcha telah menghinanya dua kali. "Baiklah , aku anggap kamu itu memang kuat  , tetapi jika kamu menuduhku sembarangan , aku sangat kecewa !! "
Bookgoom membuka jas luar dan bersiap untuk bertarung.  Poongcha dengan santai berkata : " Kamu tinggal katakan saja , maka aku akan pergi ."

Do-Ggoo sudah tiba diantara kerumunan massa yang menonton pertikaian Poongcha dan Bookgoom.  Do-Ggoo mengawasi sambil bersembunyi diantara penonton , dan merasa heran kenapa mereka bertengkar.
Bookgoom bersiap untuk bertarung. Bookgoom sempat menghajar Poongcha hingga jatuh.  Poongcha membalas dan menghajar Bookgoom hingga terjatuh. Asisten ingin turun tangan membantu bossnya. Bookgoom melarang asistennya ikut campur karena merasa gengsinya dipertaruhkan.
Poongcha berkata : " Aku akan membuatnya mudah . Kamu tinggal berbalik dan pergi . "
Bookgoom masih tidak terima karena telah dituduh sembarangan oleh Poongcha. Dan Poongcha tertawa sinis. Mereka bertarung lagi . Sudah jelas Bookgoom bukan tandingan Poongcha yang merupakan petarung terkuat Dobi Nori .

Bookgoom babak belur. Poongcha mengancam : " Kamu pikir aku tidak tahu kalau kamu juga ada bisnis di Pyeongyang. Jadi kalau memang kamu atau Do-Ggoo , aku akan kembali lagi. Jika aku kembali , maka kau akan mati. "
Poongcha berlalu . Bookgoom meminta asisten mencari Do-Ggoo.
***
Do-Ggoo menerima kabar buruk kalau misi untuk menangkap Jeongtae gagal. Asisten datang dan memanggil Do-Ggoo untuk menghadap Bookgom.
Do-Ggoo dipaksa untuk berlutut didepan Bookg0oom.
Bookgoom bertanya apakah Do-Ggoo melakukan hal yang dituduhkan Poongcha sebelumnya ? Do-Ggoo berlagak pilon .

Bookgoom mengulangi : " Jeongtae , apakah kamu mencoba membunuhnya ?"
"Hyungnim , aku masih tidak mengerti apa yang kau katakan ," kilah Do-Ggoo.
Bookgoom mencekik Do-Ggoo dan mengancam Do-Ggoo untuk tidak omong kosong : " Jeongtae , apakah kamu mencoba untuk membunuhnya ?"
Do-Ggoo tetap diam , dan Bookgoom menghajarnya. Bookgoom membuka jas luar dan bersiap menghajar Do-Ggoo.
***
Okryeon masih merawat Jeongtae yang terluka. Namun betapa mengejutkan Okryeon , ketika Jeongtae mengigau : " Maafkan aku Deguchi Gaya !!"
Wajah Okryeon berubah begitu mendengar nama rival asmaranya disebut.  Malsook tiba dan mengingatkan kalau Okryeon begini terus akan ikut sakit seperti Jeongtae.
Okryeon menitipkan Jeongtae pada Malsook dan berlalu dengan cepat. Malsook memandang body telanjang Jeongtae dengan penuh kagum. LOL.

Malsook memandang sekeliling untuk memastikan tidak ada siapa2 dan mencoba untuk mencolek tubuh Jeongtae yang mengagumkan.  Secepat kilat Malsook mengerahkan kedua tangannya untuk menyentuh dada Jeongtae. LOL.
Malsook buru2 kabur.
***
Okryeon menemui Deguchi Gaya.
Gaya dengan puitis mengatakan : " Bahkan jika kamu memanaskan kembali teh yang sudah dingin , rasanya tidak akan kembali lagi. Itu karena aromanya ikut menguap seiring dengan waktu . Apa alasanmu untuk menemuiku. "
"Jeongtae , dia masih hidup ," kata Okryeon dengan tatapan yang menuduh .
"Apa artinya ?" tanya Gaya.
Okryeon ingin berlalu , tetapi Gaya menghentikannya.   Okryeon berkata : " Yah , aku telah memastikan bahwa bukan kamu pelakunya. Jadi lupakan saja. "
"Apa , apa yang terjadi dengan Jeongtae ?" tanya Gaya penasaran dan khawatir.

"Aku tidak tahu apa alasan Jeongtae berhutang padamu .  Tetapi aku tahu bahwa hutang itu adalah awal dari semua hal buruk ini .  Kamu tidak bisa menangkap hati seseorang dengan rantai yang telah menanggung hutang .  Ataukah aku harus mengatakan dengan cara yang lebih sederhana ? Jangan mencoba meninggalkan dirimu kedalam luka Jeongtae !! "
Okryeon berlalu . Deguchi Gaya masih terpana.
***
Shinichi memandang foto lama yang terdapat ibunya Gaya dan Shinichi remaja berfoto bersama.  Deguchi Gaya membuka pintu dengan raut wajah masam . Shinichi buru-buru menyembunyikan foto itu dan menyambut , memberi hormat kepada Putri Gaya.
"Aku sudah katakan kepadamu agar jangan melakukan hal itu , tak peduli untuk siapapun itu !! "
"Apa maksudmu ?" tanya Shinichi berlagak pilon.
" Jeongtae , dia adalah pria yang tidak bermakna bagiku . Dia adalah pria yang kulupakan , tetapi kenapa !! " hardik Gaya.
" Tidak ada kemarahan seperti ini , terhadap orang yang sudah dilupakan . Terhadap pria yang tidak lagi bermakna , tidak ada kesedihan seperti ini . Dan terhadap pria seperti itu , jikapun mati , kau harus menerimanya , " kilah Shinichi.
"Jeongtaee . Tidak mati . Simpan baik2 ini dalam ingatanmu . Aku tidak lagi mempercayaimu . "
Deguchi Gaya berlalu dengan kesal.
***
Jeongtae sudah mulai sembuh dan menghadap Bongsik - Poongcha.  Bongsik mengomel seharusnya Jeongtae menaruh pantatnya di ranjang , dan bertanya kenapa Jeongtae datang kesini .
Jeongtae : " Itu karena anda khawatir ." LOL.
Bongsik tergagap : " Khawatir ? Kamu beruntung masih bernafas."
Jeongtae tersenyum mendengar omelan Bongsik.  Poongcha berkata bahwa Bookgom atau Do-Ggoo pasti terlibat . Poongcha berjanji akan mengusut hal ini.

Dan diluar halaman markas Dobi Nori .............Bookgom menyeret paksa Do-Ggoo ke markas Dobi Nori , ketika Jjang-Ttol dan seniornya sedang memperbaiki mobil.  Jjang-Ttol sempat mempersiapkan alat bengkel untuk membela diri , namun tujuan Bookgoom memang lain.
Bookgom menyeret paksa Do-Ggoo ke kantor Bongsik , dan memerintahkan Do-Ggoo untuk berlutut kehadapan petinggi Dobi Nori. Do-Ggoo tidak ada pilihan lain selain menurut dan berlutut.
Bookgoom : " Aku tidak tega untuk membunuhnya , jadi aku terpaksa membawanya kesini.  Dan didepanku , silahkan pukul saja dia . "
Poongcha gusar begitu tahu Do-Ggoo yang terlibat.  Bongsik menghampiri Do-Ggoo dan berkata : "  Apa yang telah kamu lakukan ?"
Bookgoom : " Do-Ggoo , tundukkan kepalamu , dan jawab dia ! "
Do-Ggoo menundukkan kepada dan mengakui kalau dia yang berbuat.
Part 2 (of 3)


Bookgoom berkata : " Bongsik , aku tahu kalau aku menggunakan pihak luar , maka kesepakatan kita batal. Kita telah berjanji untuk tidak mengusik satu sama lain. Tetapi pihakku yang melanggar pertama kali . Jadi sekalipun Do-Ggoo di pukuli sampai mati disini , aku tidak keberatan , tetapi (menghela nafas) , demi reputasiku ,  bisakah anda pertimbangkan kembali  ......."
"Hyungnim ?" Do-Ggoo terperanjat melihat bossnya mau merendahkan diri seperti itu.
Bookgoom kembali memaki Do-Ggoo untuk diam.  Bongsik berpikir sejenak , duduk kembali , dan berkata pada Jeongtae : " Kamu akan menjadi hakimnya ."
Jeongtae memandang Do-Ggoo sebentar dan berkata kalau bukan Do-Ggoo pelakunya , tetapi ada orang lain dibelakangnya.
***
Okryeon pulang , dan Sungdeok bertanya bagaimana kabar Jeongtae ? Okryeon dengan wajah murung menjawab kalau Jeongtae sudah pergi keluar.  Sungdeok bertanya apa Jeongtae sudah sempat makan ?

Okryeon tidak sedang dalam mood yang baik , menjawab tak peduli Jeongtae sudah makan atau belum. Okryeon berlalu.
Sungdeok berkata : " Aku bertanya kamu sudah makan atau belum ? "
Okryeon tidak menjawab dan berlalu masuk kedalam.
Sungdeok tampak prihatin melihat putrinya seperti itu
***
Jeongtae pulang kerumah dan menemukan Sungdeok sedang menunggunya di beranda luar.

Sungdeok berkomentar bahwa benda2 metal di rumah ini termasuk paku sudah berkarat , dan rumah Jeongtae perlu untuk dirawat. "Aku hidup dengan satu kenangan. "Wajah dan suara dari ayah Okryeon , bahkan kakinya juga ada dalam ingatanku. Tahukah kamu kenapa . Karena dia tidak ada didunia lagi.  Aku tidak ingin Okryeon hidup sepertiku. Mungkin sekarang dia baik2 saja , tetapi entah nanti . Aku berharap dia hidup tanpa kekhawatiran.  Kamu bisa melakukan hal itu untuk Okryeon khan ? Jangan buat putriku seperti aku . Aku mohon padamu Jeongtae"
Jeongtae sedari tadi hanya terdiam karena merasa bersalah.
***

Di Jepang , Denkai menerima dari seorang pejabat tentang  sketsa wajah pembunuh (yang kita tahu adalah wajah Posoo) .  Pejabat meminta Denkai untuk turun tangan ke Joseon untuk membereskan masalah pembunuh ini.
Denkai tersenyum : "Ini masalah klasik . Sekarang aku hanya pria tua dibelakang layar. "
Pejabat : "Jadi kau ingin bernegosiasi yah ? Pertama , tangkap pria ini , dan aku akan mendengarkan apa yang kau inginkan. "
Denkai : " Kali ini aku akan bicara duluan. Lalu aku akan mendengar apa yang akan kamu katakan nanti. "
Pejabat : " Yakuza didirikan olehmu , tetapi aku yang memberikan kekuatan itu. Kamu seharusnya tahu kalau aku bisa menghancurkannya juga."


Denkai berdiri menghampiri pejabat : " Dan kamu mendapat posisi Menlu melalui pedang darahku . Bahkan jika pedang itu mendapat darah lebih banyak lagi. Tidak akan merubah apapun khan ? "
Pejabat menggebrak meja : " Kau berani berkata ingin membunuhku ?"
Denkai : " Jika kau mencoba untuk membunuhku , maka aku harus juga akan membunuhmu. Ini adalah sebuah pertempuran dimana satu pihak akan banyak ruginya . Apakah kau masih mau bertempur denganku ?  "
***
Posoo berdiri seorang diri sambil merokok ketika Aoki menyalakan korek api untuknya.  Aoki menyindir kalau aroma Posoo bukan seperti petani melainkan bau darah yang amis dan bau mesiu.  Posoo dengan tenang mengaku sudah gantung senjata (pensiun) . Aoki menyindir kalau bau mesiu masih begitu menyengat , dan semakin menyengat lagi ketika pakaian Posoo digerakkan .
Posoo menyindir balik kalau seekor anjing pemburu mencium tahi harimau ketika memburunya.  Posoo menyindir kalau hal seperti itu tidak cocok dengan status perwira tinggi seperti Aoki.
Aoki tersenyum : " Aku kira aku sedang terinjak."
Posoo hendak berlalu , namun Aoki menghentikannya. Dengan reflek tingkat tinggi sebagai seorang master , Posoo menangkis Aoki dengan cepat.   Aoki tersenyum dan berkata kalau mereka akan sering bertemu . Aoki berlalu.
***
Deguchi Gaya meninggalkan ruangan dengan telanjang kaki.Shinichi memperhatikan semua itu.  Deguchi Gaya menelusuri bekas tempat tinggalnya untuk mengenang masa lampau. Gaya teringat ketika Jeongtae menciumnya disaat remaja.

Gaya memperhatikan bekas rumahnya yang sudah tidak terawat . Gaya membuka pintu dan melihat pekarangan luar yang berantakan termasuk kuda2an buatan ayahnya. Gaya terkenang masa kecil ketika dia menangis karena teman2 mengejek namanya yang aneh.  Ayah menenangkan dan tidak bisa berbuat apa2 karena nama itu pemberian ibunya Gaya sendiri yang artinya adalah " Hidup dengan bebas seperti seekor burung " , dan karena itu Gaya harus  membumbung tinggi di angkasa.  Itulah makna nama yang diberikan ibunya. Ayah memperlihatkan kursi kuda , dan Gaya cilik menjadi riang bermain bersama ayahnya.
Gaya menitikkan air mata mengenang masa lampau.
***
Soo'ok menemui Okryeon dan menegur kalau Okryeon telah melupakan janji untuk latihan menyanyi.  Okryeon meminta maaf. Okryeon berkata kalau Okryeon merasa salah , datanglah dari jam 2 sampai jam 8 .  Soo'ok menarik tangan Okryeon untuk mengajaknya pergi.
Mereka makan bersama , tetapi Okryeon tidak berselera.  Soo'ok berkilah kalau dia tidak pernah makan berdua  selama 20 tahun terakhir. "Aku tidak bohong , di Jepang aku makan sendirian di sudut ruangan. Dan sialnya itu menjadi kebiasaan. Aku jadi iri dengan orang lain . (mata berkaca2) Aku terlalu deskriptif yah ? "
"Aku akan berempati denganmu ." sahut Okryeon.
Okryeon mengendap2 untuk mengambil mangkok besar berisi makanan , dan kembali kemeja untuk mengaduk makanan : " Kenapa kamu tidak berteman ketika kamu berada dimanapun.  Jika kamu tidak punya pasta pedas , datanglah. Aku akan memberikanmu banyak . Aigoo , kamu sepertinya berteman sepihak saja. Apakah kamu berteman dengan hanya menangis sepanjang waktu ?  "

Makanan sudah siap . Okryeon menantang Soo'ok dalam sebuah permainan untuk makan bersama . Jika Soo'ok menggerakkan kepala dari kepalanya Okryeon , maka Soo'ok kalah.  Keduanya tersenyum , dan mulai bermain untuk bertanding makan. LOL.
***
Deguchi Gaya kembali ke markas dimana Shinichi sudah menunggu.  Shinichi berkata : "Dalam bayanganmu aku berada."
"Tidak mungkin bagi seseorang untuk menghentikan sebuah bayangan. Jika aku melangkah , kamu melangkah . Jika aku berdiri , kamu berdiri. "


Part 3 (of 3)

***

Boolgoom berjalan seorang diri dijalanan. Sementara itu Shinichi masih kesal akibat pertengkaran dengan Aoki , kini sedang mengomeli Do-Goo . " Aku sudah katakan padamu untuk membawa Jeongtae kepadaku . "
"Shinichi-san , itu adalah kesalahanku. " Do-Ggoo mengakui.
"Itu pekerjaan yang buruk , segera akan menjadi kematian.  " omel Shinichi.
"Aku pantas mati , berikan aku kesempatan lagi , " jawab Do-Ggoo yang ketakutan.
"Jika kamu memang pantas mati !! Kenapa kamu belum mati ? Bagi kami , cara untuk menebus kesalahan adalah dengan bunuh diri (hara-kiri)  , tetapi kamu malah meminta kesempatan lain . Karena sikapmu......" hardik Shinichi.
Boolgoom mendadak muncul dengan membuka pintu dan memotong pembicaraan : " Apakah hara-kiri pantas dibanggakan ?"
Shinichi memandang Boolgoom dengan geram . Do-Ggoo semakin pusing seperti pelandung diantara dua bigboss.  Do-Ggoo memohon agar hyungnimnya pergi. Boolgoom mengomel kalau Do-Ggoo meninggalkan abu mengotori lantai saja. "Jika kamu kentut , aku akan membuat pantatmu hancur berkeping2.
Boolgoom meledek Shinichi dan Do-Ggoo , dengan menirukan gerakan harakiri (menusukkan pedang ke perut bawah) : " Jika dia melakukan hal ini , dia akan mati sendiri , bagaimana bisa satu kesalahan bisa ditebus begitu saja ? Apakah dosa atau kesalahan itu seperti air kotor atau sesuatu yang bisa kau tebus dan kau cuci bersih seperti itu ?  Tetapi lupakan saja , aku berpikir Shinichi memang melakukan segala keburukan dengan resiko nyawa , jadi aku memandang kenapa dia bersikap seperti itu . Tetapi ketika aku melihat hal ini , kamu sedang meyakinkan Shinichi .  Begitu banyak kentut yang berubah menjadi tahi.  Jika Do-Ggoo berubah menjadi tahi , semua orang juga akan berubah menjadi tahi. Dan pada titik ini , aku tidak akan membiarkan semua itu terjadi. Hahaha . Do-Ggoo , hentikanlah , dan keluar. "
Boolgoom memandang Shinichi dengan sinis sebelum berlalu. Shinichi sangat marah , dan memerintahkan Do-Ggoo untuk membunuh Boolgom agar Do-Ggoo dibiarkan hidup.
Sementara itu Boolgoom sudah keluar bangunan , dan menggerutu tentang son of a b*** Jap (Panggilan derogatif terhadap orang Jepang) .  Boolgoom dapat menerka kalau orang yang akan disingkirkan adalah dirinya sendiri.  Boolgoom bertekad untuk membersihkan semuanya dan pergi.
***



Bongsik menemui Deguchi Gaya.  Gaya berbasa-basi kalau tempat ini tetap sama. (Gaya pernah bergabung sebentar menjadi penyelundup Dobi Nori).
Bongsik mengenali Gaya : " Wow , kamu berubah banyak , aku hampir tidak mengenalimu ."
Gaya meminta waktu Bongsik untuk berbincang. Jeongtae khawatir dan menawarkan diri . Tapi Bongsik memilih untuk bertemu dengan Gaya secara pribadi.
***
Shinichi berdiri dekat mobil sambil mengawasi dari kejauhan dimana Bongsik sedang berbincang dengan Deguchi Gaya.
Gaya : " Sungai masih mengalir dua hari lalu , dan kini sudah membeku."
Bongsik : " Sungai ini memang punya kisah yang menyedihkan , membeku , mencair , membeku dan mencair lagi berulang2.  Karena membeku oleh kesedihan , maka wajar mengalir pula tangis dan kesedihan . "
Gaya : " Apakah jika membeku lagi , tidak akan mencair lagi sesudahnya."
Bongsik : " Apapun musim dinginnya , tidak akan bertahan lebih dari tiga bulan. "
Gaya : " Dalam tiga bulan , kalian semua akan terbunuh.  Ikut disisiku , maka kelompokmu akan semakin kuat. "

Bongsik : " Jadi mengabdi padamu ?"
Gaya : " Aku katakan disampingku."
Bongsik : " Jika kamu bukan seorang gadis , kepalamu akan hancur seketika. Aku berpura2 tidak mendengar apa yang kamu katakan hari ini . "
Gaya : " Aku pikir dapat membujukmu . Ini sebuah kekecewaan.  Aku akan memberi waktu 10 hari . Setelah itu , kamu akan melihat neraka . "
Gaya berlalu kembali ke mobil . Shinichi mengingatkan kalau Bongsik bukan orang yang dapat mengerti peluang , jadi Gaya harus bertindak cepat.  Gaya dengan dingin berkata kalau dia yang akan memutuskan , bukan Shinichi.
***
Boolgoom mabuk2an ketika asisten Ong menghadapnya.  Asisten meminta Boolgoom beristirahat.  Do-Ggoo terus mengawasi dan menunggu kesempatan baik.
Boolgoom diantar dengan mobil dalam keadaan mabuk.  Asisten mengemudikan mobil dengan wajah tegang.  Mereka tiba di tempat terpencil.  Asisten membangunkan Boolgoom bahwa mereka sudah tiba.  Boolgoom berlalu untuk pipis duluan.
Do-Ggoo muncul dan menyerahkan amplop uang pada asisten.  Asisten berlalu . Do-Ggoo menghampiri Boolgoom dan menusuknya dari belakang.
Boolgoom walaupun tidak melihat ternyata tidak benar2 mabuk , dan bisa menerka kalau dibelakangnya ada Do-Ggoo : " Kamu Do-Ggoo yah . Ini pengalaman pertamamu ? Jangan gugup , dan tikam aku dengan benar!!"

Do-Ggoo masih ragu2 . Boolgoom berbalik menghardik "Tikam Akuuu!" . Do-Ggoo tidak ada pilihan lain selain menusuk Boolgoom dengan pisau.  Boolgoom masih sempoyongan dan memerintahkan Do-Ggoo untuk menusuk sekali lagi. Do-Ggoo menurut dan menusuknya sekali lagi.
Boolgoom terbaring sekarat diatas tanah.  Boolgoom berkata : " Ingatkah kamu , rumah bordil Yongnampo ?  Dia meminta wanita itu untuk berbaring .  Wanita itu bengkak dari atas hingga kaki bawahnya.  Wanita itu terlihat seperti itu , tetapi tidak ada seorangpun yang datang menolongnya. Namun suatu hari. Mereka memadamkan lampu dan tidak menerima pelanggan.  Pria itu kutangkap . Bajingan itu , bajingan keparat itu , memukuli seorang wanita dengan kejamnya. Melihat hal itu aku kehilangan kesabaran dan mengambil batu yang lebih besar dari kepalaku , dan membunuhnya.  Aku masih 8 tahun ketika itu .  Wanita yang dipukuli sampai mati itu ibumu , dan pria yang memukulinya sampai mati , dan pria yang kubunuh adalah ayahmu. Aku tidak melakukan hal ini untukmu .  Itu bukan seperti aku seorang prajurit atau bagaimana , atau ayah dan anak. Bagaimana bisa aku membunuh mereka berdua ?


Do-Ggoo dengan pandangan mata yang menyeramkan sekaligus menangis bertanya : " Kenapa kamu baru katakan ini sekarang ?!!! "
Boolgoom : " Apakah bisa berubah , jika aku katakan padamu sekalipun ? Yakuza , Dobi Nori , jika kamu tidak berpihak pada salah satu dari mereka , kamu akan mati .  Aku yakin kamu pasti akan mati.  Tetapi , itu tidak akan terjadi , hal terkecil tentang harga dirimu . Do-Ggoo jika kamu melangkahkan kakimu bersama mereka untuk menyelesaikan masalah , itu bagus , itu bagus , tetapi kamu akan semakin terperosok dan mati.  Jadi tinggalkan saja mereka dan pergi.  Itu satu2nya cara kamu bisa tetap hidup. "
"Kenapa kamu memaksaku untuk berlutut dihadapan Dobi Nori ? Jika kamu tidak melakukannya , mungkin hal ini tidak akan terjadi ," tanya Do-Goo.
"Jika aku tidak melakukannya , mungkin kamu akan dibunuh oleh Poongcha. Kamu tidak akan bisa menghentikan Poongcha. Jangan sentuh orang2 Dobi Nori .  Kamu dan mereka ,  sama2 untuk mempertahankan diri . Iya khan ? "
"Bagiku , aku khawatir tentang masa sekarang dan bimbang akan masa depan . Jika aku bisa menghancurkan Dobi Nori .  Aku akan menghancurkan mereka, " tekad Do-Ggoo.
Boolgoom tersenyum diambang sekarat : " Kamu ini memang seekor belatung yang bodoh. Apa itu masuk akal ? "
Boolgoom akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Do-Ggoo dengan menangis mengatakan : " Hal itu masuk akal , dan akan membuktikannya. Ketika kamu mencapai langit , perhatikanlah aku. Aku akan menyingkirkan mereka . "
***
Shinichi mencegat Jeongtae dijalan.  Jeongtae menegur Shinichi : " Kamu yang berada dibelakang Do-Ggoo khan ?"
Shinichi tidak menyangkal , dan berkata itu demi melindungi Deguchi Gaya , dan itulah alasan satu2nya Shinichi untuk hidup. Jeongtae menghardik Shinichi untuk diam , dan menuding Shinichi telah meletakkan Deguchi Gaya dalam neraka.
"Jika hati wanita melemah karena cinta , tetapi jika Gaya melemah maka dia akan mati. Karena itu kamu harus mati."

Jeongtae dan Shinichi bertarung singkat. Shinichi mengambil ranting dan langsung menundukkan Jeongtae. Shinichi melempar ranting itu dan berkata : " Disini bukan tempatnya. Mari kita bertarung didepan Gaya. Aku akan mengajakmu bertaruh . Maukah kamu mempertaruhkan nyawa berduel denganku ? Kami mendapat perintah untuk menghancurkan Dobi Nori . Dan satu2nya cara agar Dobi Nori tetap hidup adalah kamu harus datang ke Yakuza ,  dan kamu bisa mati dihadapan Gaya.  Jika kamu menang , akau akan menentang perintah untuk menghancurkan Dobi Nori , dan aku akan mempertanggungjawabkan perbuatanku . Mengerti ? Sebagai sesama pria , aku membuat satu janji besar denganmu. "
Jeongtae : " Satu lagi , jika aku menang , kamu lepaskan Gaya dari Yakuza. "
Shinichi tersenyum : " Soal itu , keputusan ada ditangan Gaya sendiri. Aku tidak bisa membawa atau menahan Gaya di Yakuza. "
"Aku akan datang , tunggulah. Pada saat itu akan menunjukkan siapa diriku yang sebenarnya. " ancam Jeongtae.
***
Bongsik menemui Jeongtae di markas Dobin Nori , dan bertanya apa yang sedang terjadi ? Bongsik meminta Jeongtae untuk tidur dan masuk kedalam saja.  Jeongtae berkata : ” Yakuza sedang mengincar Dobi Nori , karena aku .”
“Siapa yang mengatakan itu ?” tanya Bongsik.
” Caranya aku harus menang melawan pedang . Bagaimana caranya ? Aku harus belajar melawan pedang  ” kata Jeongtae.



























0 comments:

Post a Comment