Monday, September 15, 2014

Sinopsis : Inspiring Generation - Episode 05

Standard

Jeongtae (Kim Hyun-Joong)  juga sudah tumbuh menjadi pria dewasa. Seorang diri dia memasuki sebuah markas mafia , dan menghajar satu persatu dengan mudahnya. Jeongtae terus merangsek masuk hingga ke ruang utama dimana para pentolan gang sedang berkumpul.


Rekap

Inspiring Generation , Age Of Feelings , Inspiring Age , Generation Of Youth

Boss kelompok itu "memuji" kalau Jeongtae begitu berani datang kesini . "Tahukah kami ini siapa ?"
"Il Myung Sam Chi Gi . Karena kamu tidak bisa pergi jauh dengan perahu kecilmu , kamu menggunakan sebuah pulau sebagai basis penyelundupan , dan garam hanyalah kamuflasemu saja , dan jika kamu beruntung , kamu bisa menyelundupkan ginseng kepada bajingan rendahan.  Tetapi aku tidak peduli tentang aktivitas penyelundupanmu. Aku bahkan tidak ingin tahu tentang hal itu . "
"Dari keluarga mana kamu berasal ? Sebelum kamu terbunuh sebaiknya beritahu kamu ini siapa ,  " tanya pemimpin gang.
Jeongtae menjelaskan kalau dia datang kesini untuk memberi mereka pelajaran atas apa yang telah mereka perbuat , sehingga bisa menyesali apa yang telah mereka perbuat.
Pemimpin Gang tertawa : " Hahaha lihatlah anak jalang ini bicara . Jika aku memotong mulutmu kedalam beberapa bagian , aku akan mendapatkan sekitar 2 ons.  Hajar dia !!!!! "
Dia  memerintahkan anakbuahnya untuk mengeroyok Jeongtae. Namun Jeongtae berhasil mengatasi mereka dengan mudah hingga tersungkur semua. Sang Pemimpin mulai gentar juga melihat anak buahnya habis dihajar  Jeongtae.
Jeongtae menghampiri si pemimpin dan bertanya dimana anak2 itu disembunyikan. Pemimpin itu bertanya apakah Jeongtae melakukan hal ini semua untuk mencari anak2 itu ? . Jeongtae kembali bertanya dimana anak2 itu disembunyikan. Sang Pemimpin menjawab :  "Coba periksa lubang pantatmu , aku menyembunyikannya disana .! "
Sang Pemimpin memberikan perlawanan juga . Mereka bertarung cukup ketat terlebih saat si pemimpin sempat mengambil senjata tajam , namun Jeongtae memiliki kemampuan bertarung yang lebih baik.  Sang boss juga ambruk ke tanah dengan babak belur.

Malang bagi Jeongtae yang tidak waspada dan dibokong oleh anak buah .  Jeongtae langsung dilumpuhkan dengan di keroyok kembali.
Poongcha bersama Jjang Ttol (sekarang diperankan Shin Seung-Hwan)  tiba. Sang pemimpin mengenali Poongcha dan bertanya kenapa Poongcha datang ke tempat ini.  Poongcha menegur kalau dia sudah bertanya maka mereka yang harus menjawab. Poongcha langsung bergerak menghampiri mereka.
Poongcha yang lebih senior dari Jeongtae jelas bukan tandingan para gang itu. Jeongtae selamat dan menemukan apa yang dicarinya. Anak-anak kecil yang dikurung dengan mengenaskan. Jeongtae menghampiri anak2 itu : " Sekarang sudah oke ."

***
Okryeon (versi dewasa diperankan oleh Jin Se-Yeon) mengeluh kalau kondisi Jeongtae itu masalah . Okryeon membalut luka Jeongtae dibagian tangan. Okryeon tampak prihatin melihat Jeongtae terluka terus seperti ini , dan harus merawat Jeongtae seperti ini terus , sementara Okryeon sendiri mual kalau melihat darah.

Jeongtae meminta maaf . Okryeon kembali mengeluh : " Tampaknya aku akan keriput sebelum aku menikah .  Kamu membuatku menikah atau berhenti membuat masalah yang membuatku keriput. Kamu putuskan. "
Jeongtae bertanya : " Anak2 itu , akan baik2 saja bukan ?"
"Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan ku , malah menjawab dengan pertanyaan yang lain ?" keluh Okryeon.
"Tembok gelap itu bahkan diluar tembok , bagaikan neraka bagi anak2 itu."
"Aku tahu kalau hatimu membara . Tetapi aku khawatir kalau itu juga akan membakar tubuhmu juga." kata Okryeon dengan prihatin membujuk agar Jeongtae mau berhenti.
***
Do-Ggoo sedang menikmati masakan ketika Jeongtae diantarkan wanita berkimono untuk menemuinya. Jeongtae duduk di hadapan Do-Ggoo .
Mereka adalah musuh lama yang sering konflik beberapa tahun lalu , tetapi belakangan mulai dapat berkomunikasi dengan lebih santai.  Do-Ggoo menawarkan makanan dan menuangkan minuman untuk Jeongtae.  Do-Ggoo memamerkan pengalamannya dalam berbudaya Jepang , mencoba menjelaskan tentang makna sushi.  Jeongtae mengingatkan bahwa walau bagaimanapun Do-Ggoo adalah seorang Joseon . Do-Ggoo menukas bahwa Joseon sudah tumbang.
(Dinasti Joseon berlangsung enam abad di Semenanjung Korea. Perang Sino-Japanese War I membuat China melepaskan hubungan dengan Korea sebagai negara tribute. Dan tak lama Korea masuk dalam pengaruh Jepang , bahkan di aneksasi.)
Jeongtae mengungkit misi pertamanya sebagai anggota Dobinori (dimana ketika dia melompat dari kereta api yang sedang melaju kencang , dia disambut oleh sepasang orang setengah baya , dan menusuknya hingga terluka parah. ) Jeongtae menyimpulkan bahwa orang itu suruhan Do-Ggoo.
Do-Ggoo berkata : " Yah aku tahu kamu masih terus mengungkit hal itu.  Kamu dengar baik2 yah .  Karena kamu mengacaukannya , aku kehilangan 300 ribu won.  Dan Cheong'ah , aku melihatnya mengenakan bando berhiaskan kupu2 .  Tetapi aku melihat bajingan itu juga , jika kamu menemukan bajingan itu , maka kamu dapat menemukan Cheong'ah."
Jeongtae emosi dan menggebrak meja dengan keras hingga tangannya terluka oleh pecahan cangkir hingga berdarah. Do-Ggoo tampak terkejut dan takut melihat Jeongtae marah dan menuntut diberitahu siapa bajingan itu . Do-Ggoo membujuk agar Jeongtae duduk kembali.  Jeongtae menurut , dan Do-Ggoo mengatakan bahwa jalan satu2nya bagi Jeongtae adalah mengganti rugi 300 ribu won uang Do-Ggoo yang telah hilang.  Do-Ggoo kembali menawarkan minuman.
***

Di Jepang , Deguchi Gaya (Im Soo-Hyang) dan Shinichi  sedang menikmati pemandangan yang elok dari lantai atas sebuah bangunan tradisional Jepang. Shinichi bertanya apa Gaya pernah mendengar tentang railing di Kuil Kiyomizu ?
Gaya menjawab kalau dia sudah pernah mendengar cerita itu. Shinichi menjelaskan bahwa sudah ada beberapa orang yang mati karena terjatuh dari railing kuil ,  dan jika urung untuk melangkah maka dianggap pengecut dan leher akan ditebas sebagai hukuman , namun jika berhasil maka keinginan akan terkabul.   Itulah mitos yang berkaitan dengan kuil Kiyomizu.
Deguchi Gaya mendengarkan Shinichi sambil menggerakkan tangan di sekitar railing tembok sambil merasakan hembusan angin . Tiba2 Deguchi Gaya berdiri diatas raling dengan lincah .  Shinichi terkejut dengan aksi berbahaya itu karena jika terjatuh bisa mati . Shinichi menantikan Deguchi Gaya turun dari railing .

Ditengah railing , Deguchi Gaya sempat kehilangan keseimbangan. Dan Shinichi nyaris bergerak untuk menyelamatkannya. Namun Gaya mencoba mempertahankan keseimbangan dan terus berjalan .  Gaya berhasil sampai ujung railing dan turun.
Gaya berkata kalau Shinichi terlihat lebih takut daripadanya. Shinichi yang kesal menampar Gaya , dan memperingatkan agar jangan berbuat seperti itu lagi. Shinichi berlalu.
***

Boss Dobi Nori , Hwang Bongsik sedang berbincang sambil makan bersama Jeongtae.  Bongsik mengomeli kenekatan Jeongtae menyerbus markas gang  dan Jeongtae hanya terdiam.
"Apa yang kamu lakukan ? Apa tubuhmu terbuat dari besi ? Kamu bisa keburu mati sebelum menemukan Cheong'ah ,  Haishh  , ayo makan !! " kata Bongsik sambil mengetuk meja.
"Bongsik hyungnim , ketika Cheong'ah berusia enam tahun , ibu kami meninggal. Kami tidak punya apapun.  Aku pernah meninggalkan Cheong'ah , karena ku berharap dia dapat makan lebih layak.  Aku meninggalkan dia di sebuah penginapan yang menyediakan makanan. "


Sebuah kilas balik.  Cheong'ah cilik menangis menyerukan Oppa Jeongtae , karena ditinggalkan di sebuah penginapan , meminta si Nenek untuk mencari Jeongtae.  Jeongtae cilik hanya bisa memandang dengan iba dari kejauhan.  Jeongtae cilik berlari dan makan dengan uang hasil menjual Cheong'ah.  Tetapi Cheong'ah datang dan menemukannya , untuk itu Cheong'ah harus menempuh jarak sekitar 40 kilometer dan tampak lusuh.  Cheong'ah memberikan tiga permen.
Jeongtae bercerita kalau dia sangat menyesal telah meninggalkan adiknya , merasa sebagai bajingan dan menggunakan uang 10 sen dari hasil menjual adiknya untuk makan. Jeongtae merasa bukan manusia karena hal ini. Mulai saat itu Jeongtae bersumpah akan melindungi Cheong'ah. Tetapi sekarang , Cheong'ah masih menghilang. Sungguh bajingan aku ini , Sin Jeongtae. Jeongtae menangis dengan kencang.

Bongsik terdiam untuk mendengarkan . Jeongtae bercerita sambil menangis.
***
Shinichi memasuki ruangan bersama Deguchi Gaya . Shinichi membawa Gaya menghadap Denkai . Shinichi menjelaskan kalau Gaya harus melangkah tanpa bersuara , dan harus berlutut begitu nanti memasuki ruangan.  Jangan pernah berdiri , dan jawab pertanyaan dengan singkat. Pertanyaan tidak diperkenankan , dan minum teh tiga kali.  Gaya heran apakah dia akan berjumpah dengan seorang raja ? Shinichi mengingatkan agar Gaya mematuhi apa yang tadi sudah dikatakan.

Gaya bersimpuh dilantai seperti wanita yang patuh . Denkai menarush sesuatu dalam minuman teh dan bertanya apakah Gaya tahu makna dari menaruh sisik ikan kedalam minuman itu. Gaya mengaku tidak tahu.
Shinichi tampak prihatin mengira apa yang akan dilakukan Denkai pada Gaya. Seorang abdi menyodorkan minuman itu pada Gaya. Gaya meminumnya , namun tak lama darah keluar dari mulutnya. Gaya hanya pasrah menundukkan kepala dengan takut.

Denkai menjelaskan bahwa sisik ikan mempunyai sisi yang tajam , seperti sebuah pedang , dan maknanya adalah agar Gaya tidak melupakan penderitaan ini , bahwa untuk kesetiaan , sebuah minuman akan mengikuti , dan untuk penghianatan , maka sisik ikan akan mengikuti.
PART 2 (of 3)

Denkai memerintahkan Shinichi bahwa mulai sekarang Gaya adalah majikan Shinichi yang baru. Shinichi menghampiri majikan barunya ini , dan berkata bahwa mulai sekarang Shinichi akan mengabdi pada Putri Deguchi Gaya. Shinichi menyerahkan pedang kecil dan mengatakan bahwa dia hanya bisa mati oleh pedang itu.
Denkai mempersilahkan Gaya untuk melihatnya sekarang. Gaya mengangkat kepala , namun Denkai malah memalingkan pandangan . Gaya melanggar pantangan dengan mengajukan pertanyaan pada Denkai : " Mohon aku mengajukan pertanyaan , apakah orang yang telah membunuh ibuku ada di markas ini ?"
Denkai mengajak Gaya kesebuah tempat.
***
Okryeon tampil cantik dengan baju berwarna biru untuk dan cemas menantikan audisi. Maksool sibuk mencandai dengan menyentuh dada Okryeon.
Okryeon mengomel dan bertanya apa yang sedang dilakukan Maksool. Dan Maksool menjelaskan kalau dia bisa mendengar debar jantung Okryeon . dan menyemangati Okryeon.
Maksool mengatakan kalau Okryeon akan bernyanyi didepan ribuan orang , dan bertanya apakah Okryeon merasa kantor yang sedang ada dihadapan mereka itu begitu kecil  ?
Okryeon memberanikan diri memasuki sebuah ruangan besar dimana ada seorang pria setengah baya di kantor itu. Pria itu bertanya siapa Okryeon.  Dan Okryeon menjelaskan kalau dia akan mengikuti wawancara dan audisi.  Pria itu berpikir sebentar dan mengenakan jasnya.
***
Kereta api melaju melintasi ladang.  Didalamnya ada Kim Soo'ok (Kim Jae-Wook) , seorang pria perlente yang terlihat terpelajar . Disampingnya ada seorang wanita berbusana merah menyala.  Wanita itu berwajah biasa saja dan bertumbuh agak gemuk dan sedang menggelayut manja pada Soo'ok .

Wanita kaya itu berkata kalau dia ingin melihat wajah Soo'ok terus menerus.  Soo'ok dengan gombal berkata kalau dia juga merasakan hal yang sama , bahwa saat wanita itu disisinya , seakan seperti sebuah mimpi , tetapi Soo'ok merasa bersalah karena membuat wanita itu meninggalkan rumah demi dirinya.
Wanita itu menutup bibir Soo'ok dengan jemari , dan meminta Soo'ok jangan mengatakan hal yang membuatnya sedih.  Wanita itu memperlihatkan tas yang berisi uang ayahnya , dan merasa tidak menyesal sedikitpun karena merasa mencintai Soo'ok .  Wanita itu tak sabar ingin menikah dengan Soo'ok di Beijing.
Soo'ok tampak mulai terganggu namun tidak memperlihatkan hal itu . Soo'ok berkata "Je t'amie ( I Love You dalam bahasa Perancis) "  Wanita itu membalas dengan " Ich Liebe Dich " (I Love You dalam bahasa Jerman.)
Soo'ok sengaja menawarkan minuman ,  membuat wanita itu mabuk dan tertidur di pangkuan Soo'ok.
Terdengar pengumuman bahwa kereta ini akan segera tiba di Stasiun Shinuiju.
Soo'ok tersenyum namun merasa sulit mengangkat wanita tambun itu . LOL.
Soo'ok tiba diluar kantor (sambil membawa tas uang milik wanita itu) dan menyaksikan dari balik jendela . Didalam ,  Okryeon sedang menampilkan suara emasnya dalam lagu "Over The Rainbow.
Someday I'll wish upon a star
Wake up where the clouds are far behind me
Where trouble melts like lemon drops
High above the chimney tops
That's where you'll find me
Oh somewhere over the rainbow
Bluebirds fly
And the dreams that you dare to
Oh why, oh why can't I?

Usai menyanyi ,  Malsook bertepuk tangan dengan antusias dan pria yang duduk disamping Malsook menjadi terpana sesaat ,sebelum sadar ketika Okryeon berbicara. Pria itu berkilah kalau Okryeon hanya punya kemampuan menyanyi  lumayan saja. Malsook memprotes apakah telinga pria itu bermasalah ?  Pria itu berkilah lagi kalau maksudnya Okryeon bisa menyanyi dengan baik.
Pria itu berkata bahwa sebelum mereka membuat album , Okryeon masih harus belajar menyanyi lagi.  Soo'ok masuk ruangan dan membuat pria disamping Malsook menjadi terkejut.  Pria itu hendak melangkah untuk kabur. Namun Soo'ok menghentikan dan memukulnya.  Pria itu tersungkur , dan Okryeon terkejut.

Soo'ok mengulangi pendapat pria malang itu tentang Okryeon , yang dinilai hanya bisa menyanyi lumayan saja.
***
Denkai didampingi Deguchi Gaya dan Shinichi memasuki penjara dimana ada seorang tahanan ditutup kepalanya.  Denkai mengatakan bahwa tahanan itu bukan saja berhianat pada kelompok ini , namun juga menggelapkan uang , jadi tidak ada harapan tahanan itu akan hidup.
Denkai bertanya apakah Gaya pernah membunuh seseorang ?  Gaya menjawab belum pernah.  Denkai menyodorkan pedang pada Deguchi Gaya agar membunuh tahanan itu. Sementara itu tahanan yang masih mengenakan penutup kepala meminta ampun dan dibiarkan hidup.
Deguchi Gaya menerima pedang itu dengan ragu2.  Denkai berlalu , dan Shinichi mencoba menyusul diluar ruangan ,  dan membujuk Denkai kalau belum saatnya Gaya melakukan hal itu .
Denkai berkata bahwa dalam dunia ini tidak ada yang namanya terlalu dini , mungkin saja terlalu terlambat . Shinichi mengatakan bahwa Putri Gaya belum siap.  Denkai mengatakan bahwa orang harus hidup dari kematian. (Seperti tema film Jepang "Departure).
Denkai berkata lagi : " Bayi mengisap dada untuk hidup. Kita harus membunuh untuk hidup.  Itulah yang dinamakan Jalan Pedang."
Shinichi terdiam , Denkai berlalu.
***
Soo'ok terus mengikuti Okryeon dan Malsook yang sedang berjalan diluar. Soo'ok mencoba berbicara : " Apakah kamu terus di bodohi seumur hidupmu ? Kenapa kau tidak mempercayaiku ?"
Okryeon terlihat jengkel padanya dan berkata kalau dia hampir tertipu saat ini , sungguh aneh kalau sekarang mempercayai Soo'ok.  Okryeon berlalu bersama Mal Sook.
"Tunggu dulu ," kata Soo'ok , " Bisakah kau minum teh bersamaku , hanya 10 menit saja ."
Malsook tertawa dan nimbrung : " Lakukan , Okryeon , secara tidak ada hal yang kamu lakukan sekarang."
Okryeon meminta Malsook untuk tidak ikut campur.  Okryeon bertanya pada Soo'ok : " Apakah aku terlihat sebagai cewe gampangan ? Kamu terlihat seperti seorang playboy , dan kau telah salah memilih wanita . Lagipula aku sudah punya cowo , jadi hentikan , selagi aku masih berbicara dengan sopan. "
Okryeon mengajak Malsook berlalu. Soo'ok sempat berkata : " Aku terka cowomu itu belum pernah memberikan cincin padamu."
Okryeon berhenti melangkah sesaat untuk melihat jemarinya yang memang tidak bercincin , dan terus berlalu. Malsook sempat berkata pada Soo'ok kalau mereka akan berjumpa lagi.
Okryeon - Malsook tetap berlalu. Soo'ok bergumam sendiri mengagumi kecantikan Okryeon.

***
Kembali ke Gaya yang sedang menghadapi tahanan dengan kepala tertutup. Gaya menarik pedang , sementara itu para tahanan mencoba melepaskan ikatan.

Gaya menghampiri dengan pedang , dan tahanan itu mencoba membujuk Gaya untuk mengampuninya , dan berjanji akan mengembalikan uang yang sudah digelapkan , kalau perlu dua kali lipat . Tahanan itu bahkan mengatakan kalau dia masih punya putri  kecil balita yang harus dibesarkan.  Tahanan itu diam2 terus mencoba melepaskan tali pengikat.
Gaya terpengaruh dan mengatakan kalau tidak boleh seorang ayah mati saat putrinya tumbuh besar. Gaya menjatuhkan pedang . Tahanan itu berkata kalau Gaya mengampuninya , sang tahanan akan menghilang tanpa jejak.
Gaya membuka penutup kepala tahanan itu , dan bertanya siapa nama putri tahanan itu ?
Tahanan memandang sekilas sekitar , melihat pedang di lantai dan bergerak secepat kilat untuk meraih pedang , karena sudah berhasil melepaskan ikatan.  Disaat bersamaan Gaya tersadar dan juga bergerak cepat untuk mengantisipasi.

Gaya keluar ruangan dengan gontai , dan terlihat cipratan darah disekujur tubuhnya.  Shinichi yang menanti didepan pintu ikut prihatin. Gaya terus melangkah dengan wajah bernoda darah , dan matanya berkaca-kaca , menghadap Denkai yang sedang duduk menanti.
Denkai terlihat santai , sedangkan Gaya tampak emosional dan bertanya pertanyaan yang sama , apakah orang yang membunuh ibunya ada di organisasi ini ?  Denkai membenarkan.  Gaya bertanya siapa orangnya ?
Denkai malah memerintahkan Gaya untuk ke Shinuiju untuk mengembangkan organisasi disana. Denkai berjanji akan memberitahu jawabannya nanti.
Sesudah itu , seorang diri Gaya membersihkan noda darah dari tahanan yang tewas dibunuhnya . Gaya menangis menyesali nasibnya.
Sementara itu Shinichi berbincang berdua dengan Denkai. Shinichi bertanya : "Jika Gaya berhasil menguasai Shinuiju , apakah anda akan mengatakan yang sebenarnya ?"
"Shinichi , tahukah kamu , apa yang paling aku takuti ? Yakni kehilangan Gaya , seperti aku kehilangan ibunya , Ryoko . Aku tak bisa membiarkan darah dagingku mati lagi . "
"Jangan khawatir , itu tidak akan terjadi lagi , aku akan melindungi Gaya."
***
Ibunya Okryeon , Sungdeok sedang bercermin ketika menerima kedatangan pelayan , yang memberitahu kalau mereka sudah siap ke kuil. Sungdeok meminta untuk jangan dipanggil formal , namun wanita tua itu berkata kalau mereka semua selamat karena Sungdeok.
Sungdeok bertanya kenapa Malsook belum muncul  ?  Namun Sungdeok tanpa sengaja memecahkan cermin sehingga tangannya terluka.
***

Posoo bergaya seperti hitman dengan senjata laras panjang tengah mengincar targetnya , para politisi Jepang .  Sasaran tertembak tepat di kepalanya , dan dapat dipastikan tewas.
Baku tembak terjadi .  Posoo terluka namun lolos.
***

Di kapal yang membawanya menuju Joseon ,  Deguchi Gaya terkenang Jeongtae , dan memegang perban yang pernah digunakan Jeongtae ketika bertemu pertama kali dan menolong Gaya.  Gaya teringat Jeongtae saat remaja dulu. Shinichi menghampiri keluar , dan Gaya segera menyembunyikan perban itu.
Shinici berkata : " Kamu telah meninggalkan Shinuiju , dan sekarang kembali lagi sebagai orang yang berbeda. Sekarang kamu , kembali untuk menguasainya. Seperti kamu telah berubah , tempat itu pasti berubah banyak. "
"Seorang gadis miskin menjelma menjadi seorang putri. Dan lidahmu yang tajam berubah menjadi terlalu sapan ,  diterima dalam tiga tahun dalam organisasi , dan kini aku ditugaskan ke Shinuiju. Bahkan orang ketiga yang berkuasa di Yakuza , kini menjadi pengawalku.  Jadi orang itu (Denkai) adalah kakekku atau seseorang ? " tanya Deguchi Gaya.
Shinichi hanya bisa terdiam.

Gaya melanjutkan : " Kenapa kamu tidak terkejut , apa kamu telah banyak memikirkan tentang hal ini ? "
"Kamu sedang mengalami ujian , jangan berpikir hal yang tidak perlu ."
"Aku tidak akan menanyakan apapun padamu mulai saat ini . Aku akan mencari tahu sendiri . "
Part 3 (of 3)


Boolgoom sedang memantas di cermin ketika berbelanja jas.  Do-Ggoo mendampingi bossnya.
Boolgoom menjewer penjahitnya dan menegur : " Apakah telingamu terletak dibawah kakimu ? Lihatlah jas ini , terlalu ketat , bukankah aku sudah mengatakan padamu ? "

Penjahit itu berkilah kalau model ketat lagi trend. Boolgoom meradang , dan benar saja , jas itu sobek .  Boolgoom mengembalikan jas itu agar dibuatkan lagi.
Do-Ggoo bertanya pada bosnya apakah sudah mendengar kabar bahwa Yakuza akan tiba di Shinuiji ?  Do-Ggoo menganjurkan agar mereka mengambil kesempatan dari momentum ini .

Boolgoom berkata kalau mereka melakukan itu kaki mereka akan terpotong. Do-Ggoo berkata kalau kaki setiap orang dipotong , itu akan menjadi miliknya.  Do-Ggoo tersenyum manis bersama bossnya didepan cermin.
***
Poongcha menemani Bongsik untuk makan di kedai.  Bongsik tersenyum bertanya apakah Jeongtae akan mudah dihentikan oleh Poongcha ?  Poongcha juga tersenyum.
Bongsik berkata kalau dia sudah menemukan orang yang telah mencurangi Jeongtae.
***
Posoo , mengalami luka setelah menembak target tadi siang. Kini Posoo terpaksa merawat lukanya sendiri , dan mengeluarkan sendiri peluru yang bersarang di tangannya.
***
Okryeon sedang bersenda gurau dengan teman2nya di rumah gisaeng.  Mereka memperlihatkan cincin , dan berkata : " Aku tahu kalau sebuah cincin tidak bisa dibandingkan dengan kecantikan Okryeon yang masih muda."
Mereka mengenakan cincin pada Okryeon dan memuji kecantikannya ketika Jeongtae tiba.  Okryeon diam2 melepaskan cincin itu dan mengembalikan cincin pada teman2nya.
Okryeon pamit dan menghampiri Jeongtae , berkata agar mereka bergegas pergi karena sudah lapar . Mereka berjalan bergandengan tangan. Okryeon bertanya mereka akan makan apa ?
Jeongtae berseloroh bahwa kini sedang langka bahan makanan. Okryeon berkata bahwa bukan makanannya yang terpenting , tetapi makan dengan siapa itulah yang terpenting.

Jeongtae memeriksa jari Okryeon yang tak bercincin.  Okryeon menarik tangannya karena merasa malu.  Nereka kembali berjalan bergandengan tangan. Jeongtae menjelaskan kalau dia akan berangkat ke Dandong selama beberapa hari.
Okryeon berkata kalau dia ingin makan mie tipis yang panjang.  Jeongtae menyanggupi.
***
Shinichi - Deguchi Gaya berjalan ditengah keramaian kota Dandong .  Penampilan ala Jepang tentu saja berbeda dengan keramaian Dandong yang masuk wilayah China. Deguchi Gaya berkata kalau mereka seperti menarik perhatian sekitar.
Shinichi berkata kalau mereka memandang dengan penuh kebencian. Shinichi bertanya apakah Gaya takut dengan hal ini.  Deguchi Gaya menjawab kalau kebencian adalah cara seorang pengecut untuk menutupi ketidakberanian mereka , seperti para penggerutu yang tidak bisa melakukan apapun.
Mereka menghampiri seseorang yang sedang duduk di lorong jalan jembatan beratap di tepi sungai.  Shinichi menghampiri meja itu dan menantang orang itu bermain catur. Dan orang itu mengatakan Shinichi hanya punya kesempatan lima langkah.

Mereka bermain dan saling melangkah cepat. Shinichi berkata kalau dia harus menemui Ketua Mo.  Tiba2 orang itu memberikan isyarat pada orang sekitar yang segera mendekat dengan senjata.
Shinichi tetap tenang. Pecatur itu mengancam : " Sebelum aku memotongmu hingga beberapa bagian , segera pergi dengan rekan2mu itu."
Shinichi berkata bahwa itu ciri dari sebuah grup yang lemah , dan menyalahkan pihak lain untuk kelemahan mereka ," Apa kamu tahu siapa yang membuat Dandong menjadi makmur ?Itu karena pihak kami membuat jalur transportasi. "
Pecatur itu mengejek kalau Shinichi sebaiknya menjadi budaknya , dan membersihkan pantatnya.  Shinichi bangkit dan berkata kalau jalan telah tertutup. Deguchi Gaya berkata kalau dia akan membuka jalan itu.
Orang itu melemparkan biji catur kearah Shinichi , namun Shinichi berhasil menangkap. Pertarungan massal pun terjadi antara mereka.
Deguchi Gaya bahkan dengan sigap melukai beberapa orang sekaligus dengan pedang pendeknya .
Tiba2 seseorang pemuda misterius muncul dan menghabisi beberapa pengawal Gaya dengan kemampuan bela diri yang menakjubkan  . Setelah itu , sang pemuda berkata : "  Karena lima orangku telah mati , maka aku menghabisi dua orangmu , jadi tidak masalah khan ? "
Deguchi tetap tenang : " Sambutan ini begitu terlambat. Aku Gaya dari Yakuza. "

Pemuda itu memperkenalkan diri sambil soja : " Aku Mo Il Hwa , dan kita tidak bisa membiarkan para tamu tetap berdiri. Mari pergi . "
Pemuda itu berlalu. Gaya bertanya pada Shinichi : " Jika orang itu mengancamku , apa kamu bisa melindungiku ?"

Shinichi tidak menjawab langsung , dan hanya berkata kalau Gaya harus berhati-hati.
Mo Il-Hwa   , Gaya dan Shinichi  duduk semeja dan berbincang.  Mo Il-Hwa menjelaskan kalau teh yang lezat itu adalah teh Longjing , dan menyebut kalau Kaisar Qianlong (kaisar besar Tiongkok di era Qing) begitu menyukai aroma teh itu.
Gaya menambahkan kalau bersama air dari Pocheon sering dianggap sebagai yang terbaik didunia.  Mo Il-Hwa bertanya : " Kamu tahu tentang hal itu yah ?"
"Aku menyukai teh , tetapi tentu saja tidak bisa dibandingkan denganmu." jawab Gaya.
Mo Il-hwa tersenyum : "Ada pepatah bahwa seorang sahabat baik seperti poci teh dengan tehnya. Aku menerka sedang bertemu dengan sahabat. "
"Aku lega , kau bisa berpikir seperti itu."
"Tetapi apa yang membuatmu datang kesini ?" tanya Ilhwa serius.
Shinichi hendak menjawab , tetapi sudah keburu didahului Gaya : " Kami datang untuk meminta maaf dan mengajukan permintaan. "
"Sebuah permintaan maaf dan satu permintaan ? Mari kita dengar permintaan maafnya dahulu , " tanya Ilhwa.
" Ibumu dibantai oleh seorang prajurit Jepang , bukan ? " tanya Gaya.
"Putriii......." cegah Shinichi.
Ilhwa mulai terlihat emosi dan raut wajahnya menjadi menyeramkan. Ilhwa siaga mengambil pedang. Shinichi terus mengawasi gerak gerik pria itu. Deguchi Gaya saja yang terlihat tenang.
"Lalu kenapa ?" tanya Ilhwa.
"Aku dengar , kamu menyaksikan sendiri kejadiannya. Tidak ada yang bisa dilakukan , tetapi kami menawarkan satu permintaan maaf dan duka cita yang mendalam atas hal ini . "
Raut wajah Ilhwa masih menyeramkan , dan bertanya : " Lalu apa permintaannya ?"
Deguchi Gaya dengan tenang berkata kalau Shinuiju akan menjadi milik Yakuza , disusul oleh Dandong. "Jika kamu berpura2 tidak memperhatikan , maka tidak terjadi apa2 .  Tetapi jika kamu ikut campur , seluruh jalan di Dandong akan banjir darah."
Ilhwa tersenyum mendengar ancaman ini. "Banjir darah ? Itu mungkin saja , tapi darah itu akan mengalir dari pihakmu ."
"Kamu berpikir seperti itu ?" tanya Gaya .
"Tentu saja , darahmu akan menjadi yang paling merah . "
***

Jeongtae - Poongcha berjalan berdua untuk melacak apa yang sudah diceritakan Bongsik sebelumnya.  Poongcha menjelaskan kalau tempat ini bernama Ballo , dimana tingkat kriminalitas disini sangat tinggi , bahkan prajurit Jepang agak segan datang ke tempat ini.  Jeongtae bertanya kenapa mereka harus mendatangi tempat seperti ini.
Mereka memperhatikan toko daging dan Jeongtae seperti teringat sesuatu terhadap orang itu (orang yang mencuranginya ketika misi awal Dobinori bertahun2 yang lalu.)
Orang itu memperhatikan mereka dan berkata : " Aigoo , kalian sungguh beruntung , daging ini baru saja datang. Bagian mana yang kalian inginkan ? "
Melihat Jeongtae dan Poongcha terdiam , orang itu bertanya siapa mereka ?  Namun pria itu mendadak tersadar kalau mereka orang Dobinori. Seketika orang2 sekitar (termasuk wanita setengah baya yang mencurangi Jeongtae) mengambil pisau .
Jeongtae berkata : " Aku akan menanyakan sesuatu padamu . Jika kau menjawab dengan baik  , aku akan pergi dengan baik pula. Siapa yang memerintahkanmu melakukan sesuatu padaku ?  "
Pria itu berkata kalau dia memberitahu , maka aliran uangnya bisa terhenti  . Poongcha nimbrung , jika pria itu butuh uang , Dobi Nori bisa memberikannya.
Pria itu tersenyum : " Kenapa kalian tidak memahamiku ? Jika aku mengatakan siapa yang menyewaku , maka aku tidak akan mendapatkan apapun . Aku akan disiksa dan kelaparan sampai mati . Kamu sungguh beruntung , padahal aku menusukmu diperut.  Jika bukan untuk Ketua Mo , aku akan kembali padamu . Hehehe Aku tidak mengerti kau beruntung tidak mati , kenapa sekarang kembali untuk mencari mati ?  "
"Terakhir kali aku bertanya , berapa hargaku ?"
"500 won , tidak banyak untuk orang sepertimu . Sekarang , akankah aku mendapat bayaran untuk setengah lainnya ? "
Tukang daging itu tiba2 menyerang Jeongtae dengan pisau jagal . Poongcha hendak turun tangan , namun Jeongtae berkata bahwa tukang jagal itu bagian Jeongtae.
Mereka bertarung , namun Jeongtae menghadapi dengan tangan kosong. Jeongtae menang  dan memukuli tukang daging itu , dan bertanya siapa yang menyuruh  ?
Seorang rekan tukang daging hendak membokong namun sudah keburu di hajar Poongcha.
Si tukang jagal tetap tidak mau mengatakan , dan mempersilahkan Jeongtae untuk membunuhnya. "Bunuh aku , wahai anak Jalang !!"
Jeongtae memukul dan si tukang jagal pingsan.

Jeongtae bertanya pada Poongcha , siapa gerangan Ketua Mo ?
***
Deguchi Gaya - Shinichi yang baru meeting dengan Mo Ilhwa , pergi keluar , dan mereka berpapasan dengan  Jeongtae - Poongcha  . Gaya dan Jeongtae saling memandang.









0 comments:

Post a Comment