Sunday, August 29, 2004

Sinopsis Mars (2004) - Episode 14

Standard


Setelah tenang , Ling menuntut Qiluo untuk menyebut siapa pelaku pemerkosaan itu ? Apa sudah lapor polisi ? Kenapa ? Kau tahu dia siapa ?
Qiluo menjawab sambil menunduk bahwa pelakunya adalah ayahnya sendiri.

“Ayahmu ? Bukannya dia sudah meninggal ? ” tanya Ling.
“Orang seperti dia bukan ayahku . Dia pura-pura baik untuk mendekati ibuku , dan menghianati ibuku dan juga melakukan perbuatan laknat terhadapku.”
“Ibumu? Dia menikah lagi ? ”
“Saat itu aku baru kelas satu SMA . Sama sekali tidak mampu melawannya , dan juga tidak berani memberitahu ibuku. Aku takut dan hanya bisa menangis . Akhirnya ibuku tahu , dan dia membawaku untuk meninggalkannya , tetapi setiap malam aku tetap mimpi buruk , bahwa dia mencariku kemanapun aku bersembunyi. Makanya aku membunuhnya didalam mimpi , aku menggunakan cara yang paling sadis . Aku sangat membencinya , aku jadi membenci lelaki . “

Qiluo mulai menangis , dan Ling memandang prihatin.
(Sebuah kilas balik , Qiluo remaja ada di kamar ketika ayah tirinya masuk dan menutup pintu. Ayah tiri mengambil kuas dari tangan Qiluo . Qiluo yang polos memandang heran , namun ayah tiri mulai menggerayangi tubuhnya dan membuka bajunya. Qiluo tidak mampu melawan ketika ayah tirinya mulai memperkosanya. )
Kini Ling sendirian dalam ruang , merenungkan kisah kelam kekasihnya itu dengan wajah prihatin dan mulai menangis juga. Ling berusaha menghapus air mata .
***
Qingmei sedang magang kerja disebuah restoran ketika Qiluo menemuinya. Qiluo curhat bahwa kini tidak bisa bersama Ling lagi. Qingmei yang bingung memeluk Qiluo dan memintanya tenang.
Di rumah Qingmei , Qiluo terbaring diranjang bersama Qingmei.
“Manusia kelihatan tegar tapi sebenarnya lemah , tetapi dibilang lemah juga sebenarnya tegar , walaupun menangis sedih , saat tidur harus tetap tidur , dan juga merasa lapar,” lamun Qiluo.
Qingmei bangun dan menyapa selamat pagi , dan bertanya apa nanti Qiluo akan kuliah .
“Kau baik-baik saja ?” tanya Qingmei.
“Tidak apa-apa.”

Cinta Diantara 2 Abnormal

Dikampus , Qiluo kembali melamun : “ Hari ini sama seperti kemaren . Hari esok seperti sekarang . Sudah terjadi dan berlalu , berulang terus setiap saat , seperti tidak terjadi apa-apa.”
Sementara itu Ling masih di apartemen . Merenung sambil terbaring di lantai , menatap cahaya pagi di jendela .
Diruang kelas pak dosen memberi kuliah mengenai sastra klasik Su Shi  , namun Qiluo masih melamun .
Ling ternyata datang terlambat. Ling nyelonong masuk dan langsung menarik Qiluo pergi.
Dosen menegur namun Ling minta maaf karena ada urusan yang lebih penting dari kuliah , dan bersedia dimarahi nanti.
Ling membawa Qiluo pergi dengan sepeda motornya. Mereka menuju pantai yang indah ditengah hari yang cerah. Duduk di pantai menatap laut dan mulai berbincang.
“Kenapa kita harus putus ?” tanya Ling.
“Karena aku tidak pantar berpacaran , aku tidak normal , karena …kau tidak bisa melihatku seperti dulu .”
http://4.bp.blogspot.com/-jC9Xbz-PVkM/UmKMV0Qyr0I/AAAAAAAAPgc/JtZrGCqme5o/s1600/Mars+14-01.jpg
“Kenapa bisa kebetulan , aku juga bukan orang normal. Aku tidak pernah memperkosa orang , aku juga bukan perempuan , jujur saja , aku tidak begitu paham perasaanmu. Tetapi aku tidak memintamu untuk melupakan semuanya karena aku tahu melupakan itu tidak mudah. Orang yang menyuruh untuk melupakan adalah omong kosong. Yang ingin kukatakan adalah , apapun yang kau lakukan hari ini , apapun yang terjadi padamu , hatiku tetap sama , tidak akan berubah . Kita mulai dari tragedy sendiri , kemudian bertemu dan saling suka. Kecuali kita bergandengan tangan , kalau tidak , kita akan kehilangan keberanian dari tragedy , jadi , kenapa kita harus putus ?”
Qiluo menangis terharu dan Ling menciumnya . Qiluo bahkan menghapus air mata dengan kaus Ling sambil tersenyum.
Qiluo mengakui : “Kau adalah pria pertama yang tidak membuatku takut . Kau pasti sudah lupa , bahwa pertama kali kau masuk kuliah , kau pernah bicara denganku . “
“Aku?”
“Lihatlah gantungan kunci ini , kau pasti sudah lupa , saat itu hujan besar , aku tidak sengaja menjatuhkan kunci ini ke parit , ketika itu kau menghampiriku dan membantuku mengambilkan kunci ini. “
Ling mengeluh : “Kenapa aku bisa lupa yah ? Aku melakukan apa lagi saat itu ? ”
“Kau meminjam uang padaku 1000 NT .”
“Aku pasti belum mengembalikannya bukan , sungguh memalukan sekali ? ” tanya Ling sambil tertawa malu.
“ Kemudian kita sering berpapasan di koridor kampus , kau sama sekali tidak ingat , tetapi sejak itu aku memperhatikanmu , setiap kau bawa gadis yang berbeda , kesanku semakin buruk padamu. “
“ Mungkin karena kita bukan orang normal.”
Pada saat itu dikejauhan ada keributan anak kecil , dimana tiga anak yg lebih besar merusak istana pasir yang dibangun oleh dua anak yang lebih kecil.
Qiluo mendekati dua anak itu dan menghibur mereka , lalu meminta Ling untuk membantu membuat istana pasir.
http://1.bp.blogspot.com/-mDxmn140iPo/UmKMV2FnquI/AAAAAAAAPgU/lxiPgnXkZjU/s1600/Mars+14-02.jpg
Mereka mulai membangun istana pasir dengan riang. Qiluo juga mengikat rambut Ling agar lebih leluasa. Istana pasir itu mulai terbentuk , terlihat kokoh setinggi manusia.
Setelah istana pasir jadi , mereka menikmatinya. Qiluo berpura-pura memfoto dua anak itu , lalu menghabiskan waktu bersama , sampai orangtua anak kecil memanggil .
Dua anak kecil itu pamit dan berterimakasih. Qiluo dan Ling kembali berdua disamping istana pasir.
Qiluo menyimpulkan bahwa dua anak kecil tidak akan pernah lupa momen ini , walaupun istana pasir ini akan menghilang oleh air laut.
“Kalau hancur bisa buat lagi , asal kau mau , kita buat lagi , ” Kata Ling
Qiluo bermanja dibahu Ling yang bidang.

(Sebuah kilas balik memperlihatkan Qiluo berlindung dengan payung ditengah hujan lebat dan sedang melihat parit. Ling ketika itu mengangkat penutup parit dan mengambilkan kunci untuk Qiluo. )
Ling masih bersama Qiluo di pantai sampai menjelang sore , lalu pergi meninggalkan pantai dengan mesra.

***
Ling dan Qiluo kembali menghadap dosen , dan menerima hukuman dengan menulis surat pernyataan masing-masing. Qiluo bingung menulis apa sehingga Ling memberikan petunjuk.
Pak Dosen menyindir Ling sebaiknya membuat buku tentang surat penyesalan.
Pak dosen memeriksa dua lembar penyesalan , dan memperingatkan agar jangan mengulanginya lagi. Sang dosen juga mengingatkan bahwa ibu Qiluo sedang sakit jadi harap belajar dengan baik.

Baru saja keluar ruangan , Ling mengomeli Qiluo yang tidak becus membuat surat penyesalan , sambil becanda tentunya.
Belum lama melangkah , pak dosen keluar dari pintu dan menyindir Ling .
“Qiluo , aku lupa memberitahumu , bahwa kebahagiaan seorang wanita tergantung dari cara memilih pasangan ,” kata pak dosen.
Ling memasang wajah jengkel karena tersindir , dan pak dosen mengatakan bahwa Ling semestinya mengerti apa maksudnya.
Setelah pak dosen masuk ruangnya kembali , Qiluo mencandai Ling dengan ucapan yang sama , bahwa memilih pria memang harus hati-hati. Hahaha
***
Dirumah sakit , Qiluo terkejut mendengar ibunya pulang dengan cepat. Ibu Qiluo mengaku masalah keuangan dibantu oleh bossnya.
Qiluo menenangkan ibunya bahwa dia nanti akan berkerja sambil melukis.
***
Qiluo sedang bersama Qingmei di mini market. Qingmei mengajak jika ibu Qiluo sedang sehat , sebaiknya mereka kencan ganda , Qiluo-Ling dan Qingmei – Da Ye.
Pada saat itu Qiluo melihat seseorang yang mirip dengan Tongdao , tetapi ternyata bukan .
***

Bahagia Diatas Derita

Teringat hal ini , Qiluo mengunjungi Tongdao di panti rehabilitasi mental.
Qiluo menyapa : “Apa kamu baik-baik saja ?”
“Ya , walaupun membosankan , tetapi harus membiasakan diri. Aku tidak menyangka yang datang hari ini malah kau. Kau keliatan sehat . Apa sudah memberitahu Ling? “ tanya Tongdao.
Qiluo gelisah dan melihat sekitar ruangan termasuk kamera pengawas , namun Tongdao menenangkannya.
Akhirnya Qiluo berkata : “Aku sudah memberitahu Ling semuanya. “
Tongdao tersenyum : “Keliatannya kau mengatasinya dengan mulus . Makanya hari ini kau sengaja memberitahuku bahwa apapun yang terjadi hubungan kalian tidak bisa digoyahkan.”
“ Maksudku kedatanganku kesini untuk memberitahumu bahwa akupun muncul dari kegelapan , jika kita sungguh-sungguh mau berusaha maka..”



Tetapi yang terjadi Qiluo sedang diseret oleh Ling , Da Ye dan Qingmei di pantai untuk dijeburkan kelaut.
Qingmei dalam pikirannya : “ Walaupun ada kalanya hidup seperti mimpi buruk , tetapi asalkan berusaha , kita bisa memiliki kebahagiaan ini.”
(Sebuah kilas balik memperlihatkan kenangan indah diantara Ling , Qiluo , Qingmei dan Da Ye)
Pantai sudah menjelang sore dan mereka berempat masih ada disana. Ling dan Da Ye malah kembali bermain di pantai.
***

Mimpi Buruk Datang Kembali


Sayang sekali mimpi buruk masih ada .  Setelah Ling mengantarkan Qiluo pulang , mereka sempat terlihat bahagia saat berpisah.
Namun dirumah , Qiluo terkejut karena melihat ayah tirinya ada dirumah itu . Suasana hati Qiluo kembali berubah dan trauma itu muncul kembali .
Qiluo histeris , walaupun ayah tirinya mati-matian hendak menenangkan Qiluo didepan ibunya. Perkataan Tongdao di tempat rehab juga terngiang-ngiang kembali , bahwa kebahagiaan dibangun diatas penderitaan orang lain.
Ayah tiri berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Di meja makan mereka berunding , dan Qiluo tidak berani memandang ayah tirinya , entah karena muak atau takut. Ibu Qiluo menjelaskan bahwa suaminya itu ingin kembali kerumah dan sudah menyesali perbuatannya. Ayah tiri pula yang membiayai perawatan ibu Qiluo dirumah sakit.
***
Keesokan harinya , Ling yang memang sangat tampan itu mendapat surat cinta dari para penggemarnya. Ling menyambut dengan ramah dan menerima surat cinta itu.
Sementara itu Qingmei sedang bersama Qiluo , membahas apakah Qiluo sudah memberitahu Ling soal ayah tirinya. Qingmei menyarankan agar menanyakan pada Da Ye yang lebih paham watak Ling.
Da Ye ternyata mengatakan bahwa Ling tidak akan setuju , bahkan Da Ye juga mengaku tidak setuju kalau Qiluo hidup satu atap dengan ayah tirinya yang laknat itu.
Da Ye tidak ingin hati Ling terlukai lagi , karena menganggap Ling mirip dengan adiknya Da Ye.
***
Qiluo akhirnya memutuskan untuk mengikuti ibunya untuk pindah kerumah lama ayah tirinya . Ling belum tahu akan hal ini.

0 comments:

Post a Comment