Monday, May 5, 2014

Sinopsis : Empress Ki – Episode 51 (Tamat)

Standard


Setelah hampir setengah tahun , serial drama “Empress Ki ” akhirnya berakhir juga . Sebuah drama kolosal sejarah bersetting Dinasti Yuan yang sedikit melenceng dari alur sejarahnya .  Aku akan mereview dalam tulisan terpisah nanti . Apapun , drama ini menarik karena kekuatan akting Ji Changwook yang terutama , dapat memerankan kaisar muda dengan baik .
Terimakasih atas perhatian para pembaca dan penggemar Empress Ki selama ini , baik komentar maupun dukungannya . Kamsahanida , Xiexie .
Tahwan mulai curiga tentang kehilangan sebagian ingatannya secara mendadak , terutama setiap mengkonsumsi obat yang dipersiapkan Golta . Ketika Tahwan memanggil Golta , seorang pengawal muncul dan mengabarkan kalau Golta sedang mudik pulang kampung karena Ibunya sakit .   Tahwan berpesan agar Golta mempersiapkan obat jika sudah kembali ke Istana .
***

Kasim Bang memberikan informasi kalau kelompok Eagle House akan mengadakan pertemuan pada malam ini .
Bulhwa menyarankan untuk membawa pasukan guna menggerebek pertemuan . Kasim Bang mengkhawatirkan kelompok Eagle House akan menghilang sebelum pasukan tiba .
Seungnyang memilih rencana untuk menyusup langsung dalam pertemuan itu .  Kasim Bang kembali khawatir Seungnyang bisa dalam bahaya .
Seungnyang mengambil dan memandang topeng yang biasa dikenakan almarhum Wang Yoo ketika menyaru sebagai Ketua Eagle House.
***
Pertemuan Eagle House kali ini berlangsung di ruang outdoor kali ini . Byeongsoo dkk memberi hormat pada Ketua yang kali ini mengenakan topeng . Namun tiba2 Golta muncul sebagai Ketua yang mengenakan topeng juga .
Byeongsoo dkk jadi bingung yang mana Ketua yang asli . Namun setelah suara Golta bertopeng terdengar , Byeongsoo langsung tahu mana Ketua yang asli . Byeongsoo dkk langsung merapat ke barisan Golta .
Golta menuntut “Ketua Palsu” untuk mengatakan siapa , yang berani menyamar .  Ketua Palsu membuka topeng. Ternyata Seungnyang .

Golta terperanjat sampai keceplosan menyebut “Yang Mulia ” .  Semua anak buah Seungnyang membuka topeng masing2 dan menyiapkan senjata , bersiap bertarung dengan Eagle House.
Seungnyang langsung curiga mendengar dirinya disebut Yang Mulia , seakan tahu dengan baik siapa Seungnyang .
Seungnyang bertanya siapa sebenarnya sang Ketua ? . Ketua (Golta) menjawab dengan memerintahkan anak buahnya untuk menyerang .

Pertarungan frontal antar dua kubu terjadi .  Seungnyang berdiri mengawasi pertarungan dan mulai menembaki musuh dengan panah . Seungnyang kali ini mengincar langsung Ketua Eagle House.  Namun Ketua sudah keburu menghindar dan menghilang dari lokasi pertarungan . Seungnyang memerintahkan Bulhwa dkk untuk mengejar .
***
Keesokan harinya , Seungnyang dkk membawa anggota Eagle House yang tertangkap kembali ke Istana dan berpapasan dengan Tal Tal dkk .
Tal Tal bertanya apa yang terjadi . Seungnyang berkata telah menangkap anak buah Eagle House . Tal Tal terperanjat Seungyang bisa beraksi sendiri .
Seungnyang : Aku harus bertindak dengan cepat dan ini hanya satu2nya cara.  Tal Tal : Lantas bagaimana dengan Ketuanya ? . Seungnyang : Dia meloloskan diri , tetapi aku yakin akan mendapatkan identitas dari para anak buahnya yang tertangkap .
Tal Tal dkk mengambil alih tahanan Eagle House dari kubu Seungnyang .
Dari kejauhan , Namu menenangkan Golta bahwa tidak ada seorangpun yang tahu identitas Golta sebagai Ketua Eagle House. Walau demikian Golta memerintahkan Namu untuk menyebarkan perintah pada para anggota Eagle House lain untuk bersembunyi sementara waktu ini .,
***

Seungnyang merubah busana kedalam busana hanbok Goryeo (red – Sebenarnya hanbok juga berasal dari hanfu Tiongkok ) .
***
Sementara itu Ibu Suri semakin tidak senang mendapat laporan dari Guru Jang bahwa Seungnyang dan para wanita istana lain mulai mengenakan busana hanbok ala Goryeo . Guru Jang menambahkan bukan hanya busana Goryeo tetapi tradisi Goryeo juga mulai menyebar seperti wabah penyakit.
Ibu Suri mengasumsikan Seungnyang sedang membuat olok2 untuk seluruh negara Yuan .
***
Seolhwa dkk dengan bangga dan riang mengenakan busana tradisional hanbook ala Goryeo juga .  Rekan2 memuji Seolhwa tampak serasi dengan busana hanbook .
Ibu Suri muncul dan semakin badmood saat melihat dengan mata kepala sendiri  para selir juga mengenakan hanbook ala Goryeo .
Ibu Suri mengomeli para selir  : Kalian mengenakan busana Goryeo di Istana (Yuan) ?. Apa kalian tidak punya norma kesopanan ?
Seolhwa dkk meminta maaf .
Ibu Suri memerintahkan mulai sekarang siapapun yang mengenakan busana Goryeo akan berurusan dengannya .
Seungnyang muncul memasuki ruangan membuat suasana menjadi tegang .

Ibu Suri : Aku diberitahu pihak Dapur Istana sedang membuat masakan ala Goryeo .  Bukan itu saja , mereka bahkan mengadopsi budaya Goryeo . Jika itu bukan hasutan , lantas disebut apa ?
Seungnyang menjawab dengan tenang : Goryeo pun mengadopsi budaya Yuan (Tiongkok) juga . Para mempelai menggunakan pemerah dan menindik telinga mereka . Itu adalah hal alami dalam pertukaran budaya . Kenapa anda begitu menentang segala sesuatu yang berkaitan dengan Goryeo ?


Seungnyang bahkan meminta Dokman untuk mengirim busana hanbook terbaik  kepada Ibu Suri . Seungnyang merasa yakin Ibu Suri akan mengenakan busana hanbook dalam acara sembahyang besok hari .
Ibu Suri dengan jengkel berkata : Langkahi dulu mayatku , Yuan tidak akan pernah menjadi Goryeo .  Seungnyang tersenyum : Jika begitu aku sarankan anda pensiun dan menjadi biarawati .  Aku tidak akan menghentikanmu .
Ibu Suri kehabisan kata2 dan berlalu dari ruangan .
Seungnyang tersenyum puas .
***

Para anggota Eagle House yang tertangkap kini sedang disiksa dengan besi panas yang ditempelkan ke paha mereka . Akibatnya uap panas memenuhi ruangan hasil dari kulit dan darah yang terbakar . Mereka dipaksa untuk mengaku dibawah pengawasan Tal Tal dkk .

Tiba2 Seungnyang mengunjungi penjara dan bertanya hasil interogasi pada Tal Tal .
Tal Tal memberitahu Seungnyang bahwa para tahanan menjawab hal yang sama , dan benar2 tidak tahu apapun informasi tentang Ketua mereka .
Para anggota Eagle House memohon agar perkataan mereka di percaya (dan tidak disiksa lagi) . Seungnyang menghampiri para tahanan yang duduk terikat di kursi , dan berkata sangat yakin kalau mereka pasti tahu sesuatu , seperti nama , usia ataupun lokasi .
Satu2nya informasi berharga didapat ketika seorang tahanan mengakui bahwa Ketua mereka berkerja di Istana.
***

Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 


Namu muncul untuk melaporkan pertemuan Ibu Suri dengan para pejabat yang diharapkan mendukung pengusulan Kaisar yang baru .
Golta dan Namu berlalu dari kamar Tahwan .
Tahwan sendiri ternyata pura2 tidur , dan tetap menjaga kesadaran dengan melukai tangan sendiri dengan pecahan keramik yang di ambil sebelumnya.

Tahwan mengepalkan tangannya yang berdarah dengan kemarahan dan kesedihan menjadi satu , memikirkan betapa kasimnya ternyata menghianatinya , dan ternyata Ketua Eagle House juga .  Tahwan bangkit dari ranjang dan bertanya2 kenapa Golta tega melakukan hal ini ?
***

Di biara , Ibu Suri bersama Guru Jang menemui Bolud Temur . Bolud memperkenalkan para pejabat eks pendukung Bayan . Byeongsoo menjelaskan para pejabat ini akan membantu Ibu Suri untuk mengangkat Kaisar yang baru .
Ibu Suri berkata : Aku senang bertemu kalian disini . Negara Yuan ini sedang dalam kriris . bahwa mereka harus mengatasi Kaisar dan Ratu yang telah menghancurkan Negara Yuan ini .  Sampah Goryeo itu sedang menggunakan kaisar kita yang sakit demi kepentingan sendiri . Aku membutuhkan bantuan kalian untuk menyelamatkan negara ini .
Semua hadirin menyatakan kesediaannya mengabdi untuk Ibu Suri .
Ibu Suri tersenyum dan menanyakan kesediaan “Yang Mulia Pangeran Bolud” .
Pangeran Bolud berdiplomasi : Anda telah menempuh kesulitan untuk menempatkan aku di Tahta , bagaimana bisa aku tidak melakukan bagianku ? .  Byeongsoo menjelaskan rencana dari versi Eagle House : Pertama , para pendukung Empress Ki harus disingkirkan . Kita akan melihat dekrit kaisar dikeluarkan .  Pangeran Bolud : Bagaimana kondisi Tahwan ? .
Guru Jang : Cukup serius kalau dilihat dari keadaannya.
Ibu Suri dan Byeongsoo tersenyum licik memikirkan agenda masing2.
***
Dokman merawat Tahwan dengan tulus dan bergumam harapan agar Tahwan lekas pulih . Tahwan tiba2 membuka mata dan memanggil Dokman . Tahwan bangkit dari ranjang dan meminta Dokman mendekat.

Tahwan membisikkan sesuatu kepada Dokman yang terperanjat.  Tahwan bertanya apakah Dokman bersedia melakukannya .
Dokman yang terperanjat langsung menyatakan kesediaannya.
Tahwan mulai terbatuk2 dan kondisinya semakin parah .
***
Byeongsoo berbincang dengan Ibu Suri . Byeongsoo menjelaskan bahwa muntah darah akan menjadi pertanda maut bagi Tahwan .
Ibu Suri bertanya siapa sebenarnya Ketua Eagle House.  Byeongsoo menjawab nanti juga Ibu Suri akan segera tahu .  Guru Jang masih merasa sangat sulit menyingkirkan Seungnyang dari Istana .  Byeongsoo menjelaskan kalau Ketua Eagle House akan mengatasi masalah ini .
***
Tahwan menatap sendok makan dan melihat indikasi racun dalam makanannya .  Golta menenangkan agar Tahwan bersabar . Golta berjanji akan mencari tahu siapa yang meracuni Tahwan .
Dalam hati Tahwan bertanya2 : Golta , kenapa kamu melakukan ini padaku ?

Namu masuk ruangan dan melaporkan pelayan dapur ditemukan telah tewas dan hal ini ada kaitannya dengan Bulhwa .  Golta berpura2 menghardik Namu , dan berkata tidak mungkin Empress Ki dkk melakukan hal ini .  Namu meminta maaf karena hanya melaporkan fakta saja .
Dalam hati Tahwan bertanya2 : Mereka sedang menjebak Seungnyang , tetapi siapa yang mereka harapkan duduk di tahta ?
Golta berkata pada Tahwan kalau informasi yang disampaikan Namu mungkin tidak benar . Golta berjanji akan menyelidiki kembali masalah ini .  Tahwan mengatakan tidak perlu , karena masalah klasik tentang perebutan tahta sangat tidak heran kalau ayah membunuh anak dan sebaliknya.
Golta berpura2 prihatin , padahal semakin yakin Tahwan sudah terperdaya .
Seungnyang tiba2 muncul memasuki ruangan dan menanyakan kabar Tahwan ? .  Tahwan menjawab dia baik2 saja , bahkan bersikap ketus meminta Seungnyang untuk meninggalkan ruangan .
Seungnyang berkata jika punya kesalahan , silahkan Tahwan mengatakan saja .
Tahwan menegaskan  : Tahta adalah milikku . Anak2 membunuh ayah2 mereka untuk itu .  Aku telah lupa bagaimana ambisinya dirimu ini .  Seungnyang : Kenapa kau mengatakan hal seperti ini ? .  Tahwan : Kau menjemukan aku. Enyah dari hadapanku !!!
Seungnyang berlalu dengan perasaan kecewa.
Golta terlihat puas melihat Seungnyang “diusir” .
***
Seungnyang bertanya pada para anak buah2nya apakah punya pemikiran yang bisa menjelaskan kenapa Tahwan mendadak bersikap kasar padanya .
Seungnyang mengeluh pasti ada kesalahpahaman lagi dengan Tahwan .
Dokman memantau Seungnyang diam2 , dan ikut menghela nafas .
***

Dokman menghadap Tahwan , dan melaporkan tentang racun dalam obat yang diberikan Golta .  Dokman berkata kalau racun itu mematikan dan tidak ada pemunahnya .  Dokman bertanya apa gejala Tahwan ?  . Tahwan menjawab kalau dia mengalami insomnia hingga sakit kepala , dan bahkan hingga muntah darah .
Dokman terperanjat saat mengetahui Tahwan mengalami muntah darah , karena itu indikasi Tahwan telah keracunan akut .
Tahwan : Jika aku meminum obat dari Golta , tiba2 ingatanku ada yang hilang dan mengantuk . Apa tidak ada cara untuk melawan efek obat itu ?  . Dokman : Apa Yang Mulia hendak terus mengkonsumsi ?  . Tahwan : Jawab pertanyaanku , bagaimana aku bisa tetap sadar setelah mengkonsumsi obat dari Golta ? .
Dokman akhirnya mengalah dan menyebutkan ada obat untuk menetralisir efek mengantuk . Tahwan meminta Dokman menyediakan penetralisir yang dimaksud . Dokman menolak karena obat itu tidak bisa menghentikan racun , dan hanya sanggup membuat Tahwan tersadar.  Tahwan mengatakan sebagai perintah yang harus di patuhi Dokman .
Dokman hanya bisa pasrah sekaligus khawatir dengan nasib Kaisarnya ini .  Tahwan meminta Dokman untuk tidak mengatakan pada Seungnyang .  Dokman bertanya memangnya apa rencana Tahwan ? .
Tahwan mengungkap ingin mengenyahkan semua ancaman bahaya bagi Seungnyang dan Ayu sebelum mati .

Part 2

Dokman menyarankan Tahwan untuk memberitahu Seungnyang .  Namun Tahwan merasa Seungnyang tidak akan setuju dengan rencana ini .
Walaupun dengan sedih dan berat hati , Dokman terpaksa membantu rencana Tahwan kali ini .
***
Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 


Tahwan :  Aku akan menyingkirkan mereka . Seungnyang telah berusaha membunuhku , dan para pendukungnya juga sama saja.  Aku akan mengeluarkan dekrit .
Golta berlalu dengan wajah puas .
***
Tahwan berjalan terhuyung2 menuju singgasana di ruang Tahta.

Tahwan duduk di singgasana dan bersabda : Ada yang selalu menghambat jalanku sejak aku naik tahta . Sekarang mereka harus dibayar . Perdana Mentri Tal Tal kamu di berhentikan .
Seungnyang terperanjat dan mencoba memprotes .
Tahwan melanjutkan : Bukan Taltal saja , tetapi Tiga Paduka juga akan diberhentikan , kalian semua diberhentikan .
Ibu Suri tersenyum menikmati kemenangan .
Seungnyang kembali mencoba memprotes namun tidak digubris oleh Tahwan . Guru Jang membacakan dekrit Kaisar yang menyatakan dan mengangkat Ibu Suri sebagai Wali Kaisar.

Seungnyang memilih untuk walk-out untuk menunjukkan rasa kecewanya . Tahwan berusaha menghentikan dengan memanggil  Seungnyang yang terus melangkah .  Namun tiba2 kondisi Tahwan memburuk didepan para hadirin . Seungnyang berbalik dan khawatir melihat kondisi Tahwan .
Ibu Suri memerintahkan Tahwan untuk dibawa kembali ke kediamannya.
***
Ibu Suri menghadap Tahwan , dan heran kenapa Tahwan bukan beristirahat malah berada di ruang kerjanya . Tahwan menjelaskan kalau dia memikirkan abdikasi , dan meminta rekomendasi dari Ibu Suri tentang nama2 potensial untuk menggantikan posisi Kaisar . Ibu Suri tidak sadar , keburu senang , dan terpancing untuk menyebutkan nama Pangeran Bolad Temur sebagai calon potensial .
Tahwan jadi sadar bahwa Pangeran Bolad yang digadang2 kubu Golta dan Ibu Suri selama ini .  Tahwan berpura2 puas dengan pilihan Ibu Suri , dan mulai menulis dekrit secara langsung saat itu juga .

***
Seungnyang terperanjat mendengar kondisi Tahwan dari Dokman . Seungnyang menegur kenapa Dokman baru memberitahu sekarang .  Dokman menjelaskan kalau Tahwan melarang keras .
Tal Tal muncul dan ternyata sudah mengetahui pula kondisi Tahwan . Taltal mengaku mendapat perintah rahasia dari Tahwan .  Tal Tal membisikkan sesuatu pada Seungnyang , dan meminta Seungnyang untuk tidak melakukan apapun untuk sementara waktu ini .
***
Kasim Bang dan Jeokho diam2 mengintai tempat dimana Bolud berada . Pangeran Bolud muncul dan siap dengan jubah kebesaran . Byeongsoo mulai menjilat bakal Kaisar baru dengan menyebut “Yang Mulia” dan meminta Bolud untuk tidak melupakannya jika sudah jadi Kaisar.
Bolud tidak menolak sama sekali , bahkan mempersilahkan Byeongsoo mencapai keinginannya . Byeongsoo mengaku berkarir militer sebelumnya dan ingin kembali berkarir sebagai Komandan atau Jendral . Bolud bersikap kooperatif karena menganggap Byeongsoo berjasa.
Bolud berlalu menuju istana untuk bersiap mendengarkan pengumuman Dekrit Kaisar.
Setelah Bolud pergi , Byeongsoo berkata kalau dia tidak pernah merubah kesetiaannya pada siapapun , namun hanya berganti arah untuk bertahan hidup . Byeongsoo – Jocham tersenyum puas , dan tertawa terbahak2 .
Kasim Bang dan Jeokhoo mengintai dengan geram dan jijik kepada Byeongsoo .
***

Tahwan memasuki ruang tahta , dan kali ini dipapah oleh dua pengawal . Seungnyang memandang dengan prihatin .  Ibu Suri yang kini diatas angin memandang tajam kearah Seungnyang , seakan siap menamatkan Seungnyang kapan saja .
Seungnyang teringat perkataan Dokman bahwa Tahwan sedang menghadapi kematian untuk menyingkirkan setiap ancaman terhadap Seungnyang dan Pangeran Ayu . Seungnyang menitikkan air mata mendengar pengorbanan Tahwan .
Ibu Suri pura2 khawatir dengan kondisi kesehatan Tahwan , dan mendesak agar Tahwan lekas membacakan Dekrit saja .
Tahwan mengambil dekrit dan membacakan hal yang jauh dari abdikasi  :  Para penghianat , kalian telah mengancam nyawa Kaisar dan Ratu kalian , berusaha mengambil alih tahta . Sekarang tiba saatnya untuk menjawab kejahatan kalian .
Golta , Ibu Suri dan Guru Jang terperanjat dan mulai khawatir .
Tahwan memanggil Tal Tal (yang sudah dipecat) .  Tal Tal muncul memasuki ruangan dengan para pasukannya .  Tahwan memerintahkan Tal Tal untuk menghabisi para penghianat yang menjijikkan .

Tal Tal langsung mengeksekusi Pangeran Bolud di tempat .  Tal Tal lantas memerintahkan para anak buah untuk membunuh para pendukung Ibu Suri .


Guru Jang juga mati konyol di eksekusi ditempat .  Ibu Suri semakin panik , menangis melihat kematian orang paling setia .

Setelah hampir semua di eksekusi , Tahwan berdiri didampingi Seungnyang , meminta penjelasan dari Golta dan Ibu Suri kenapa berhianat ? .
Ibu Suri menjawab : Andalah yang menghianatiku aku duluan .  Tahwan : Aku menghianatimu ? . Ibu Suri : Apa kau hendak menyangkalnya ? Setelah apa yang aku lakukan , kau meminggirkan aku demi beberapa orang Goryeo .  Tahwan : Itu bukan gara2 aku , tetapi karena kau mengincar kekuasaanku , dan merencanakan penghianatan ketika kau tidak mendapatkan apa yang kau ingingkan .  Ibu Suri berkilah : Kuasa , tentu saja , hanya itu satu2nya cara untuk bertahan di Istana . Aku memberikan kekuasaan kepadamu , dan kau memberikan kekuasaanmu kepada Seungnyang . Apakah itu bukan penghianatan namanya ? . Seungnyang angkat bicara : Cukup dengan kekotoranmu itu .
Tahwan kini bertanya pada Golta apa alasan berhianat ? .
Golta menjelaskan : Aku dari awal tidak benar2 mengabdi pada anda  , melainkan mengabdi pada harta , harta saja , kuasa bisa berhianat , tetapi harta tidak .
Tahwan semakin terpukul dan sedih dengan perkataan Golta . Tahwan menghampiri Golta .
Golta berkata lagi : Ketika seekor keledai terhuyung2 , maka akan ada yang menggantikan . Aku hanya mengganti seekor keledai dengan keledai lain yang sesuai dengan kebutuhanku .

Tahwan mulai emosi : Aku paham , kamu dan hartamu , dan Ibu Suri dan tahta kekuasaan . Dan aku , adalah seorang bodoh . Aku percaya ada hal yang lebih daripada sekedar Tahta dan Harta dalam hidup ini .
Golta merasa tidak bedanya dengan Seungnyang . Tahwan lebih emosi jika Seungnyang disinggung . Tahwan menghardik Golta untuk diam .  Golta tetap nyerocos : Apakah Seungnyang akan memberikan hatinya padamu jika kamu tidak punya apa2 ?  Kamu itu seorang bodoh , bebal dan kekanak2an .
Tahwan kehilangan batas kesabaran dan langsung menikam Golta .  Namu panik melihat Ketuanya di tikam . Tal Tal langsung mengeksekusi Namu ditempat .


Tahwan menangis dan mencabut pisau dari tubuh Golta . Golta juga menangis disaat terakhirnya dan masih menyebut Tahwan sebagai Yang Mulia .
Tahwan menangis histeris  .

Kemudian Tahwan berganti kemarahannya pada Ibu Suri . Namun Tahwan batuk darah , dan Seungnyang langsung menghampiri .
***

Di kamar , Tahwan berdusta bahwa dia akan membaik dan akan bersama selamanya bersama Pangeran Ayu . Namun Seungnyang mengaku sudah tahu semuanya dari Dokman .  Seungnyang memeluk Tahwan dan berjanji untuk mengerahkan segala upaya agar Tahwan bisa pulih kembali .

Part 3

***
Ibu Suri duduk seorang diri di kediamannya , tersenyum sebelum meminum sesuatu di cawan . Seungnyang muncul dan mengatakan Ibu Suri pantas mati , tetapi diampuni untuk mengucilkan diri di Biara . Ibu Suri menolak meninggalkan istana , dan tak sudi dipaksa keluar oleh seorang wanita Goryeo rendahan seperti Seungnyang .
Seungnyang : Jangan meminta mati , aku tidak begitu bermurah hati .  Ibu Suri : Arwahku akan menghantui Istana ini . Istana Dalam adalah milikku .

Tak lama Ibu Suri muntah darah , dan mati di tempat duduknya . Mati penasaran  .
Seungnyang memerintahkan Dokman untuk membakar jenasah Ibu Suri .
***
Bulhwa dkk menggerebek tempat Byeongsoo dkk . Byeongsoo melarikan diri dan memilih bersembunyi di Desa Goryeo sambil menantikan Jocham .
Byeongsoo bersembunyi dan tampak lega mendengar Jocham muncul . Namun Jocham muncul karena di bawah ancaman Kasim Bang dan Jeokhoo . Byeongsoo tidak sempat memberikan perlawanan dan keburu tertangkap .

Jeokhoo mencerca Byeongsoo yang bisa2nya bersembunyi di desa Goryeo yang telah Byeongsoo hianati .
***
Byeongsoo di giring diikuti rakyat yang marah . Para pengawal mencegah dan membentengi Byeongsoo dari rakyat marah .
Seungnyang muncul dan mencerca Byeongsoo telah menjual saudara sebangsanya sendiri .  Byeongsoo membela diri kalau orang kelaparan maka akan melakukan apa yang harus dilakukan (bertahan hidup) .  Seungnyang mempertanyakan apa Byeongsoo menolak mengakui kejahatannya ?
Byeongsoo menuding balik : Dan kamu sendiri , apa yang kamu lakukan hingga mencapai posisi setinggi sekarang ? Kamu punya mahkota sedangkan aku tidak . Apa bedanya kita ? Apa kejahatan aku ? Takdir tak peduli padaku , jadi aku terlahir di Goryeo (yang lemah) dari segala negara yang ada. Hanya itu kejahatanku .  Apa yang kulakukan hingga aku pantas mati .
Rakyat semakin marah dan hendak membunuh Byeongsoo . Karena sulit menembus pengawalan , rakyat mulai melempari Byeongsoo dan Jocham dengan batu . Byeongsoo bukannya takut malah mengejek rakyat sebagai orang2 bodoh .

Pengawal tidak bisa lagi membendung kemarahan rakyat , dan akhirnya rakyat menerobos dan memukuli Byeongsoo dan Jocham sampai mati .
Diluar dugaan Seungnyang menitikkan air mata . Kasim Bang bertanya kenapa Seungnyang harus membuang airmata untuk seorang seperti Byeongsoo ?
Seungnyang berkata bahwa bagaimanapun jika Goryeo negara yang kuat dan bisa melindungi rakyatnya , maka Byeongsoo mungkin akan menjadi ayah yang baik bagi keluarganya .
Tak lama kemudian Seungnyang dkk melihat para wanita Goryeo digiring ke Istana sebagai budak tribute . Bulhwa menjelaskan kalau beberapa pejabat masih mempraktekkan tuntutan tribute kepada Goryeo . Seungnyang memanfaatkan kekuasaannya untuk mencegah hal itu , memerintahkan agar para wanita Goryeo dikembalikan ke negaranya .
Beberapa Tahun Kemudian .

Seungnyang bertindak sebagai Wali Kaisar sekarang . Seungnyang mendapat laporan dari Bulhwa bahwa Raja Goryeo , Gong Min telah membunuh saudara2 Seungnyang di Goryeo .
Seungnyang geram dan memutuskan untuk mengirimkan pasukan sebagai hukuman bagi Goryeo .
***
Seorang utusan dari medan perang membawa kabar bahwa Tal Tal gugur di medan perang menghadapi pasukan pemberontak (kelak menjadi pasukan Dinasti Ming) .
Seungnyang menitikkan air mata , bersedih atas kematian Tal Tal .

Sebuah kilas balik : Tal Tal sempat pamit kepada Seungnyang sebelum maju ke medan perang . Tal Tal mewanti2 jika gagal kembali dari medan perang , dan  kondisi negara semakin parah , dan laju pemberontakan tidak bisa dibendung , serta Ibukota terancam , maka Seungnyang disarankan mengungsi ke utara , Mongolia yang luas dan sepi untuk memulai hidup baru .
***
Seungnyang mengunjungi Tahwan yang masih sakit dan batuk2 seakan sudah tua . Tahwan bertanya tentang kabar penanganan pemberontakan . Seungnyang berdusta bahwa Tal Tal berhasil mengatasi pemberontakan , dan meminta Tahwan untuk tidak usah khawatir .
Seungnyang membahas perjalanan ke Utara , Mongolia . Tahwan seakan mengerti bahwa Dinasti Yuan sudah terancam ambruk , dan setuju atas usulan Seungnyang .
Tahwan tersenyum , lantas mengeluh kalau kupingnya gatal .  Seungnyang meminta Tahwan berbaring di pangkuannya .
Sambil merawat kuping Tahwan , Seungnyang mengungkap bahwa dia teringat saat pertama kali mengabdi pada Tahwan sebagai pelayan Istana , pada saat itu kuping Tahwan gatal juga.
Tahwan sempat mengatakan cinta pada Seungnyang . Seungnyang juga membalas dengan mengatakan cinta.

Tangan Tahwan terkulai lemas dan menghembuskan nafas terakhir di pangkuan Seungnyang .
Seungnyang meratapi kematian Tahwan . Seungnyang mengakui bahwa dia benar2 mencintai Tahwan .
EPILOG
Wang Yoo berkuda menyusul Tahwan – Seungnyang yang sudah memarkir kuda di pinggir pantai . Seungnyang bersujud ketika Wang Yoo mengomel kalau para pembunuh sedang mengancam . Tahwan membela Seungnyang , mengatakan ini karena perintah Tahwan .

Tahwan dan Wang Yoo bersiap dengan kudanya kembali . Mereka berdua mendesak Seungnyang untuk ikut kuda masing2. Seungnyang bingung memutuskan .

1 comment: