Wednesday, April 30, 2014

Sinopsis : Empress Ki – Episode 50

Standard

Tubuh Dangkise seakan tanpa nyawa dan tanpa makna . Misi balas dendamnya pun tak tercapai . Sebuah akhir yang tragis jika di tarik betapa ayahandanya , El Temur pernah menjanjikan Dangkise akan mewarisi harta dan posisi El Temur .  Sebelum hal itu terwujud , El Temur keburu tamat riwayatnya.

Rekap

Entah kenapa Tahwan tiba2 tertarik untuk menghampiri dan memeriksa tubuh Dangkise. Diluar dugaan , Dangkise masih bernyawa , dan mengerahkan tenaga terakhirnya untuk mencengkram kerah jubah Tahwan . Wajah Tahwan pun terpolusi oleh cipratan darah Dangkise .
Dangkise sempat mengatakan identitas Maha yang merupakan putra Wang Yoo - Seungnyang .  Dangkise menganggap Tahwan sebagai kaisar yang menyedihkan dan senantiasa di nomerduakan oleh Seungnyang .  Tahwan tak percaya dengan perkataan Dangkise , namun terpengaruh juga .  Tahwan dengan histeris mencengkram balik Dangkise , menyatakan apa yang dikatakan Dangkise sebagai hal yang tidak mungkin .
Seungnyang terperanjat menghampiri dengan mata berkaca2 . Tahwan memandang Seungnyang dengan tatapan marah .  Wang Yoo pun sudah kembali dan melepaskan cadar wajahnya .
Dangkise yang sekarat masih sempat2nya mengatakan bahwa Seungnyang akan mati ditangan Tahwan berkaitan hubungngannya dengan Wang Yoo ..........

. Namun sebelum Dangkise menyelesaikan perkataan , Tahwan menebas pedang ke tubuh Dangkise , yang akhirnya tewas tersungkur ke tanah kembali . Tahwan membuang pedang yang berlumuran darah ke tanah .
Tahwan kembali memandang tajam ke arah Seungnyang yang terpana .
***
Tahwan kembali kekediaman dan menyatakan ingin menyendiri . Seungnyang berusaha mengatakan sesuatu , namun Tahwan beralasan sedang lelah . Seungnyang bertanya apa Tahwan marah karena kemunculan Wang Yoo ?
Tahwan menutupi perasaan dengan menyatakan tidak akan melupakan kontribusi Wang Yoo yang telah menyelamatkan Seungnyang .Tahwan menganggap keselamatan Seungnyang lebih penting . Tahwan tersenyum mempersilahkan Seungnyang untuk kembali ke kediaman dan beristirahat.
Tahwan masuk ke kamar .
Diluar , semua orang menerka ada apa gerangan dengan sikap Tahwan yang tidak seperti biasanya .
***
Golta memberanikan diri memasuki kamar Tahwan dan bertanya apa ada sesuatu yang terjadi ? .  Tahwan pada mulanya menolak untuk mengatakan , bahkan meminta Golta keluar kamar . Namun Tahwan akhirnya memerintahkan Golta untuk mencari Dayang Seo .

Dalam hati , Tahwan bertekad untuk menutupi rahasia identitas Maha , apapun resikonya .
***

Seungnyang baru mengetahui bahwa Tal Tal yang mengampuni nyawa Wang Yoo . Tal Tal mengatakan pula bahwa Wang Yoo lah yang menyelamatkan Tahwan - Seungnyang , demi mendapatkan tahta Goryeo kembali . Seungnyang menghela nafas dan menitikkan air mata , seakan tahu bahwa bukan itu saja alasan Wang Yoo bertindak .
***
Dayang Seo dibawa Golta dkk untuk menghadap Tahwan yang sedang menunggu disebuah daerah terpencil .  Tahwan meminta semua pergi agar bisa berbicara pribadi dengan Dayang Seo .
Setelah berdua saja , Tahwan berusaha mengkonfirmasi apakah yang dikatakan Dangkise tentang identitas Maha itu benar adanya ? . Dayang Seo membenarkan bahwa Maha adalah anak Wang Yoo - Seungnyang .  Dayang Seo juga menjelaskan kalau Wang Yoo pun semula tidak tahu , dan baru tahu belakangan .
Mata Tahwan berkaca2 menahan tangis setelah mendapat kepastian ini . Tahwan menyadari rupanya motif kematian Maha menjadi alasan kuat bagi Seungnyang untuk membalas dendam .   Tahwan mengetahui bahwa selain Dayang Seo dan Dangkise , maka tinggal Wang Yoo dkk yang mengetahui rahasia ini .
Tahwan meminta Dayang Seo melangkah untuk mendekat .  Dayang Seo menurut , dan menghampiri Tahwan .  Tahwan mengingatkan Dayang Seo untuk tidak memberitahu siapapun . Setelah itu Tahwan menikam Dayang Seo .
Dayang Seo sekarat dan bertanya kenapa Tahwan tega melakukan hal ini ? . Tahwan bergumam sendiri , bukan hanya Dayang Seo saja yang akan mati , tetapi Wang Yoo juga .

***
Ibu Suri terkejut saat menerima kiriman hadiah dari Boss Eagle House ( Golta ) , berisi emas dan kura2 emas.  Setelah para dayang berlalu dari ruangan , Guru Jang memperlihatkan surat rahasia dari Boss Eagle House tentang cara untuk menyingkirkan Seungnyang .

Ibu Suri membaca surat itu dan setuju untuk bertemu secara rahasia di biara . Namun yang muncul malah Byeongsoo yang mengaku di utus Boss Eagle House.  Ibu Suri lebih tertarik untuk menanyakan langsung cara untuk menyingkirkan Seungnyang .  Byeongsoo menjawab bahwa hal termudah untuk menyingkirkan Seungnyang , dengan menyingkirkan Kaisar Tahwan , dan tanpa Tahwan maka Seungnyang seperti layang2 putus .
Guru Jang terperanjat mendengar rencana pemberontakan ini . Ibu Suri meminta penjelasan lebih detail .  Byeongsoo menjelaskan bahwa almarhum Dangkise punya rencana untuk meletakkan Bolud Temur untuk menjadi Kaisar menggantikan Tahwan .  Byeongsoo berharap Ibu Suri bisa melanjutkan rencana ini , sementara Tahwan tidak akan bertahan lama karena "sakitnya" .

Sementara Golta terus memberikan racun dalam wujud obat untuk di konsumsi Tahwan .
***
Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 



Mata Wang Yoo pun berkaca2 melihat kepergian Seungnyang.
***
Malam sebelum pelantikan Seungnyang , Tahwan menghabiskan waktu dengan berlatih memanah sambil menantikan Golta .  Kemampuan memanah Tahwan terlihat ada kemajuan dan menembak sasaran dengan tepat .
Golta muncul . Tahwan memerintahkan Golta mengirimkan dekrit rahasia  kepihak militer .  Golta bertanya kenapa Tahwan hendak mengerahkan pasukan ? . Tahwan mengungkap rencana untuk menghabisi Wang Yoo pasca pelantikan Seungnyang .
Tahwan menembakkan panah sekali lagi ke papan sasaran . Bidikan Tahwan kembali menemukan sasaran yang tepat.
BACK TO EPISODE 1
Seungnyang sedang didandani sebagai Ratu yang baru kemudian di tandu menuju halaman besar Istana Yuan yang sangat megah .
Tahwan menantikan Seungnyang dkk yang sedang menaiki tangga.
Seungnyang - Tahwan berdiri berhadapan dan disambut sorak sorai hadirin , wansui , wansui , wansui  , wansui ..........





Seungnyang - Tahwan saling tersenyum dan berpegangan tangan .   Tiba2 terlihat Wang Yoo sedang berdiri . Seungnyang memandang sedih dan menitikkan air mata . Sementara mata Wang Yoo berkaca2 menahan tangis .
Wang Yoo berlalu menjauhi .
***
Part 2 (of 3)

Ibu Suri meradang dan membanting keramik2 didekatnya ke lantai . Guru Jang sibuk menenangkan Ibu Suri .

Ibu Suri histeris dan kesal karena  tidak bisa menerima kenyataan bahwa wanita rendahan (asal Goryeo) bisa menjadi First Empress .  Ibu Suri dengan geram berkata jika saatnya tiba jangan salahkan dirinya . Ibu Suri bersumpah akan membuat Tahwan membayar kesalahannya , dan Ibu Suri juga menyalahkan Seungnyang yang telah membuat Tahwan terpesona .
***
Wang Yoo dkk masih berada di Desa Goryeo , mengucapkan selamat tinggal pada warga desa sebelum kembali ke Goryeo .

Jeombakyi merasa senang membayangkan akan menjadi seorang Jendral di Goryeo nanti . Kasim Bang juga tersenyum membayangkan Moosong akan menjadi Mentri Pertahanan .
Wang Yoo berpesan pada Kasim Bang dan Jeokho untuk segera kembali ke Goryeo usai menuntaskan tugas menyelidiki Eagle House.
Wang Yoo didampingi Moosong dan Jeombakyi berlalu dari Desa Goryeo .
***



Tahwan - Seungnyang melangsungkan ritual malam pertama pasca pelantikan Seungnyang sebagai First Empress. Tahwan dan Seungnyang saling melepaskan jubah dan atribut kebesaran .
Tahwan dan Seungnyang duduk di ranjang bersama . Seungnyang berkata seperti merasa mimpi . Tahwan berkata ini bukan mimpi , dan sudah lama menantikan saat Seungnyang dilantik sebagai Ratu . Tahwan berkata ini adalah kebahagiaan mereka berdua .
Tahwan mencium dahi Seungnyang dan memeluknya . Namun pikiran Tahwan melayang entah kemana (rencana membunuh Wang Yoo ) .
Dilarut malam , Tahwan terbangun dan membelai2 wajah Seungnyang , berharap Seungnyang tidak membencinya terhadap apa yang akan Tahwan lalukan . Tahwan merasa itu semua demi melindungi Seungnyang .
***
Diruang Tahta , Tahwan sudah siap berangkat bersama para pasukan .  Tiba2 Tal Tal muncul dan mempertanyakan untuk apa Tahwan bersama pasukan?
Tal Tal menerka kalau Tahwan hendak membunuh Wang Yoo , dan berusaha menasehati Tahwan untuk tidak melakukan hal itu , terlebih Tahwan sudah mengeluarkan dekrit lebih awal yang mengembalikan tahta Goryeo pada Wang Yoo .
Tahwan menjelaskan kalau Wang Yoo tidak dibunuh maka Seungnyang dalam bahaya , dan hanya dengan cara membungkam mulut Wang Yoo barulah Seungnyang bisa selamat. Tal Tal memohon penjelasan Tahwan yang lebih bisa dipahami . Tahwan meminta Tal Tal tidak usah banyak bertanya.
***
Di markas Eagle House , Golta sebagai Boss Eagle House berasumsi bahwa Wang Yoo lah yang menyaru sebelumnya , dan selama ini telah merenggut aset Eagle House .  Golta juga menjelaskan kalau tangan Tahwan akan membalaskan dendam untuk mereka .
Untung saja ada Suri bercadar berada di tengah2 mereka dan mendengar langsung informasi ini .
***
Jeokho mendapat kabar dari Suri , kemudian bergegas membangunkan Kasim Bang , dan mengabarkan bahwa Kaisar Tahwan telah membawa pasukan untuk membunuh Wang Yoo .
Kasim Bang terperanjat .
***
Dalam mimpinya , Seungnyang berjalan di ruang Tahta , mencari2 Byul aka Maha .  Seungnyang melihat Maha berdiri di pintu dan tersenyum .
Tiba2 Wang Yoo muncul dan memegang bahu putranya .  Seungnyang terperanjat dan bahkan menyebut Wang Yoo sebagai rajanya .
Seungnyang tersenyum ketika Maha menyebut Ibu , dan berkata kalau Ayah ( Wang Yoo) sibuk mengajari seni beladiri dan menunggang kuda .
Wang Yoo pun berkata  : Aku tidak punya kesempatan menjaga anakku ketika aku masih hidup , tetapi mulai sekarang aku akan menjaga anakku . Apa kau masih membenciku ? . Seungnyang : Jika bukan demi anda , aku tidak akan berada disini . Wang Yoo : Mulai sekarang tanpa diriku , kamu akan dapat mengatasi semuanya . Walaupun takdir kita sudah berakhir , aku tidak menyesal . Itu karena cinta sejatiku padamu . Ini perkataan terakhir yang hendak kukatakan padamu .

Seungnyang terperanjat dan penasaran apa yang dimaksud perkataan terakhir . Seungnyang berusaha menggapai tangan Wang Yoo , namun Wang Yoo tiba2 menghilang.
Seungnyang terbangun dari mimpi buruknya dan makin merasakan firasat buruk karena melihat Tahwan sudah tidak ada lagi di ranjang.
***
Tal Tal mengatakan pada Seungnyang bahwa nyawa Wang Yoo berada dalam bahaya .
***
Keesokan hari , Seunngyang memacu kudanya dengan kencang . Seungnyang bergumam dalam hati berharap Wang Yoo bisa meloloskan diri dari bahaya , dan berharap Wang Yoo lekas kembali ke Goryeo .
***
Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 



Mendengar hal ini , Wang Yoo jadi bimbang dan menjatuhkan pedangnya . Wang Yoo memohon agar dibunuh saja . Tahwan menginginkan pertarungan yang adil . Wang Yoo mengakui Seungnyang sudah berulang kali menyelamatkan , dan mempertanyakan apa yang telah Tahwan lakukan selama ini untuk Seungnyang ? Apakah membunuh Wang Yoo itu sebagai bukti cinta Tahwan kepada Seungnyang ? .



Tahwan menarik pedang dan menikam Wang Yoo .
Wang Yoo muntah darah dan masih terus memandang Tahwan , memohon Tahwan untuk tidak lagi melukai Seungnyang .
Wang Yoo sekarat dan berkata walaupun mati akan melindungi Seungnyang sampai akhir .
Tahwan pun menitikkan air mata dan menarik pedang dari tubuh Wang Yoo .
Wang Yoo tersungkur sekarat ke tanah . Disaat terakhirnya , Wang Yoo menatap langit yang cerah seraya menyerukan nama Seungnyang .
Wang Yoo menghembuskan nafas terakhir.
***
Sore hari , Kasim Bang - Jeokhoo meratapi kematian raja mereka .  Tak lama kemudian Seungnyang muncul dan menatap sesaat jenasah Wang Yoo .  Seungnyang memegangi tangan Wang Yoo yang sudah dingin dan mulai menangis .

Seungnyang teringat perbincangan dengan Wang Yoo pasca Seungnyang menjadi selir (Lihat Episode 30 - Page 2) .

Part 3 (of 3)


Seungnyang terus memegangi tangan Wang Yoo , kemudian memangku kepala Wang Yoo .  Seungnyang merasa kematian Wang Yoo sebagai kesalahan Seungnyang sendiri .

Seungnyang berharap Wang Yoo tidak menyisakan perasaan sedikitpun , dan pergi dalam damai (RIP) , berharap Wang Yoo dalam kehidupan berikutnya (konsep reinkarnasi) tidak mengingat Seungnyang lagi , melainkan sebaliknya , Seungnyang ingin dalam kehidupan selanjutnya , dan selanjutnya terus mengingat dan membalas budi atas kebaikan Wang Yoo .
***
Di Istana , Seungnyang bergegas menuju kediaman Tahwan di pagi hari . Tal Tal mencegat Seungnyang , dan meminta Bulhwa dan yang lainnya pergi untuk memberikan privasi berbincang berdua dengan Seungnyang.
Setelah berdua saja , Tal Tal meminta Seungnyang untuk tidak menemui Seungnyang .  Dan Seungnyang menatap tajam dengan wajah kesal mempertanyakan kenapa Tal Tal melarangnya ? .  Tal Tal tidak ingin Kaisar dan Ratu , Tahwan dan Seungnyang menjadi musuh .
Seungnyang bersikeras hendak menuju kediaman Tahwan dan bertekad untuk paling tidak bertanya apa alasan kematian Wang Yoo . Tal Tal kembali mencegatnya , menjelaskan kalau Tahwan berniat melindungi Seungnyang .
Seungnyang teringat perkataan terakhir Dangkise sebelum mati ditangan Tahwan  , dan menyadari bahwa Tahwan telah mengetahui rahasia identitas Maha .  Tal Tal meminta Seungnyang untuk tidak mengatakan apapun jika dirasa tidak nyaman , dan memohon agar Seungnyang tidak menjadikan Tahwan sebagai musuh (dan pada gilirannya akan membuat kondisi negara semakin ruwet ) .
***
Seungnyang tetap mengunjungi Tahwan yang tertidur dalam kondisi tidak sehat (pengaruh racun yang diberikan Golta) . Seungnyang bergumam dalam hati , mempertanyakan kenapa Tahwan tidak mengatakan apapun .  Dengan sedih Seungnyang menyadari Tahwan mencoba bertahan (mengatasi permasalahan) seorang diri .
Tahwan melindur menyerukan nama Seungnyang .
Seungnyang duduk di samping ranjang Tahwan , memegang tangan Tahwan .   Mendadak Tahwan terbangun melihat Seungnyang .
Seungnyang bertanya kenapa Tahwan terlihat gelisah dalam tidurnya ? . Tahwan beralasan itu karena sakitnya belakangan ini . Seungnyang bertanya kenapa Tahwan mengingau nama Seungnyang ? .
Tahwan beralasan itu karena merindukan Seungnyang .

Seungnyang memeluk Tahwan , dan berkata ingin terus memeluk untuk sesaat .  Tahwan menepuk2 bahu Seungnyang berulang kali . Seungnyang berjanji akan mengatakan sesuatu ketika saatnya tiba nanti . Tahwan menghapus air mata Seunngyang yang mengalir di pipi .
Tiba2 Tahwan sakit kepala lagi dan memanggil Golta.
***

Di markas Eagle House , Golta (tanpa mengenakan topeng) menjelaskan pada anak buahnya bahwa obat (racun) yang diberikan Tahwan akan menyebabkan sakit kepala berkelanjutan , menyebabkan Tahwan tidak bisa hidup tanpa tergantung dari obat itu . Segera sesudah itu Tahwan akan kehilangan kepekaan indera dan juga ingatannya.
Golta berencana untuk mengendalikan kekuasaan Tahwan , dan dengan demikian dunia-nya Eagle House akan tiba.
***

Ibu Suri didampingi Guru Jang menemui  Pangeran Bolud Temur yang didampingi Byeongsoo - Jocham .  Bolud Temur mengaku terkejut dan tidak mengira akan mendapat dukungan dari Ibu Suri .
Dalam hati Ibu Suri berpikir tunggu saja Bolud menjadi kaisar dan akan menjadi kaisar boneka .  Bolud disarankan untuk mengumpulkan para pendukung Bayan dan menariknya ke pihak mereka untuk mengirimkan beberapa petisi kepada Tahwan .
Byeongsoo juga menjanjikan dukungan dana dari Eagle House untuk Bolud.
***
Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 



***
Pertemuan Eagle House kali ini berlangsung di ruang outdoor kali ini . Byeongsoo dkk memberi hormat pada Ketua yang kali ini mengenakan topeng . Namun tiba2 Golta muncul sebagai Ketua yang mengenakan topeng juga .  Golta menuntut "Ketua Palsu" untuk mengatakan siapa , yang berani menyamar .  Ketua Palsu membuka topeng. Ternyata Seungnyang .

Golta terperanjat sampai keceplosan menyebut "RATU" .
Semua anak buah Seungnyang membuka topeng masing2 dan menyiapkan senjata , bersiap bertarung dengan Eagle House.

Seungnyang berkata kalau Ketua Eagle House tampak sangat mengenali Seungnyang.
Seungnyang bertanya siapa gerangan Ketua Eagle House ini ?

0 comments:

Post a Comment