Saturday, April 26, 2014

Sinopsis : Empress Ki = Episode 49

Standard

Minggu ini diwarnai oleh 508 Error dan Suspend di layanan hosting yang kami sewa (Dari Kamis sore hingga Sabtu siang tadi ) . Akibatnya baik pembaca maupun admin kesulitan untuk membaca , mengakses dan mengupdate blog .


Padahal kami sedang mengejar dua rekap yang memasuki minggu2 terakhir seperti Empress Ki dan Cunning Single Lady . Kami dan para pembaca rekap ybs tentu kecewa dengan insiden ini , namun apa boleh buat bahwa ini resiko dari memakai hosting sendiri , bukan blogspot gratisan , disatu sisi memberikan keleluasaan bagi kami untuk menata tampilan webblog , disisi lain butuh pengawasan dan maintenance agar blog tidak memberatkan hosting yang kami sewa , berujung pada suspend dan 508 Error .

UPDATE

  • Menambahkan rekap final  ( April 26 ,  07.00 WIB)
  • Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru

Rekap

Empress Ki – Episode 49
Tahwan bersembahyang di biara untuk mendiang Perdana Mentri Bayan .  Seungnyang mendadak muncul disambut wajah marah Tahwan karena baru kehilangan Bayan yang setia .





Sia-sia saja Seungnyang berusaha menjelaskan kekejaman Bayan  , karena Tahwan masih yakin kalau Bayan berusaha membangun negara ini . Tahwan berkata kalau ketamakan Seungnyang telah membuat Tahwan kehilangan Bayan yang setia .
Tahwan meminta Seungnyang untuk menyesal dan mengakui dosanya , dan memohon pengampunan dari Tahwan .
Mata Seungnyang berkaca2 , sementara Golta diam2 tersenyum senang .
***
Seungnyang yang kini hanya mengenakan busana putih sederhana berpapasan dengan Tal Tal . Dan Tal Tal tidak ingin Seungnyang menanggung dosa pembunuhan Bayan sendirian . Seungnyang meminta Tal Tal tidak ikut campur karena ini urusan antara Seungnyang dan Tahwan .
Tal Tal menunjukkan alasan kenapa akhirnya membunuh pamannnya sendiri . Tal Tal memperlihatkan buku catatan marga Han - Chinese.
(Red - Dinasti Yuan di kuasai Mongol sebagai kelas pertama . Bangsa2 asing (semu) sebagai middleman atau kelas kedua dan rakyat Han menjadi kelas terbawah. Bayan anti-Han atau Chinese dan berencana untuk membantai marga2 besar Chinese  . Lihat lebih jauh dalam Biography : Bayan Of The Merkid )
Bukti buku itu menunjukkan bahwa Bayan anti - Chinese (anti rakyat Han) dan punya rencana besar untuk menyingkirkan marga2 besar Chinese yang hampir mencakup sebagian besar rakyat . Seungnyang terperanjat .
Tal Tal meminta Seungnyang memberikan bukti ini kepada Tahwan , namun Seungnyang mencegah karena khawatir Tahwan mengira bukti ini palsu dan  Tal Tal akan mendapat masalah besar . Tal Tal masih tidak ingin Seungnyang menanggung kesalahan seorang diri .
Seungnyang tidak ingin Tal Tal terluka .  Tal Tal menangis mendengar hal ini .
(Red - Aigoo seperti pasangan kekasih gelap saja ini Tal Tal dan Seungnyang )

Seungnyang mengatakan masih banyak yang harus dilakukan Tal Tal untuk rakyat , untuk Kaisar dan untuk Negara Yuan .  Seungnyang menenangkan akan mengatasi masalah ini . Tal Tal menghapus air matanya .
Seungnyang dkk berlalu dari hadapan Tal Tal .
***

Seungnyang menunggu di halaman luar Ruang Tahta didampingi oleh orang2 terdekatnya , anak buah dan rekan2 selir .
Tak lama Tahwan keluar dengan wajah masamnya .

Tahwan : Apakah "penebusan dosa" adalah idemu ? . Seungnyang : Para dewata tahu bahwa aku tidak bersalah .  Dan tidak ada yang harus disesali .  Tahwan : Aku sudah katakan padamu , aku tidak akan mengampunimu kali ini .  Seungnyang : Aku tidak berdusta , aku tidak ada keinginan untuk melarikan diri .  Tahwan : Kamu di liburkan . Siapapun yang mendampingimu akan menghadapi hukuman yang sama .
Para rekan2 dan anak buah Seungnyang berlalu mendengar ucapan Tahwan . Kini Seungnyang berdiri seorang diri .  Tahwan pun berlalu bersama Golta dkk .
***
Malam hari , Seungnyang masih berlutut di luar Ruang Tahta .  Didalam ruang Tahta , Golta mengatakan Seungnyang tidak ada tanda2 menyesal . Golta juga mengkhawatirkan kesehatan Tahwan .

Tahwan keluar menemui Seungnyang .
Tahwan berkata : Saat fajar tiba , kamu dan staff2 Goryeo-mu akan pergi  , mengundurkan diri ke Biara dan menerima pukulan 100 kali setiap hari . Akui dosamu saat menerima setiap pukulan . Jika kamu masih menolak untuk menyesal , jangan pernah kembali lagi !!
Tahwan berlalu .
Seungnyang menangis dalam diam . Tal Tal dengan prihatin  mengamati Seungnyang dari kejauhan .
***
Tahwan sendiri stress dan menangis seorang diri , dan berusaha meyakinkan diri tidak akan menarik kembali ucapannya.
***
Diluar ruangan , Golta berbincang pelan2 dengan asistennya , bahwa kini Tahwan tidak punya orang yang setia setelah Seungnyang tiada untuk sementara.  Golta tersenyum berkata walaupun Tahwan berkuasa di negara ini , tetapi sesungguhnya negara ini milik dari "pemilik" Kaisar .
Asisten melaporkan bahwa suplai beras Eagle House  telah di likuidasi  , membuat harga jatuh .  Golta mengatakan negara ini telah mengalami tahun2 kelaparan dan seharusnya harga terus menaik dan menghasilkan keuntungan bagi Eagle House.  Asisten ingin menyelidiki lebih jauh tentang hal ini , namun Golta mengatakan tidak usah terganggu oleh masalah ini , lebih baik terus memantau dan membeli komoditas disaat yang tepat .
***

Walaupun suplai beras melimpah namun rakyat tidak bisa membelinya , sehingga terjadi kekacauan ditengah kota . Para warga rusuh dan berebut beras yang tercecer di jalanan .
Wang Yoo dkk mengawasi semua itu . Para anak buah Wang Yoo menerka , para pedagang Eagle House mengalihkan aset mereka kedalam bentuk voucher  , , hal ini mengakibatkan para pejabat yang menimbun beras jadi panik dan berusaha menjualnya karena harga menukik tajam .  Jeombakyi merasa pasar melimpah tetapi kaum miskin tidak bisa mendapatkan beras.
Wang Yoo bertanya berapa harga sekarung beras ? . Jeombakyi menjawab 2.5 voucher . Kasim Bang bertanya apakah sudah saatnya mereka membeli beras itu ? . Wang Yoo memerintahkan untuk menanti saja .
Tiba2 Jeokhoo tiba dan melaporkan bahwa Seungnyang akan dikirim ke Biara .
***
Golta melaporkan pada Tahwan bahwa Seungnyang hendak memberi hormat sebelum pergi .  Tahwan menolak untuk menerima .

Golta keluar ruangan untuk menemui Seungnyang , dan mengatakan Tahwan tidak mau menerima .  Seungnyang mencoba untuk memanggil Tahwan dari luar ruangan .
Tahwan menjawab dari dalam ruangan ,  mempersilahkan Seungnyang langsung pergi saja .  Seungnyang bertanya pada Golta apakah Tahwan mabuk2an lagi ? .  Golta berjanji akan mencegah Tahwan minum arak lagi , dan meminta Seungnyang tidak usah khawatir .

Ibu Suri muncul , dan tidak ingin melewatkan kesempatan untuk menyaksikan sendiri bagaimana kejatuhan Seungnyang . Ibu Suri tersenyum seakan mengejek Seungnyang yang sudah berusaha keras tetapi jadi begini juga .  Seungnyang mencoba bersikap tenang dan mengingatkan Ibu Suri agar berhenti mencoba menggunakan Tahwan .

Ibu Suri mengucapkan goodluck untuk Seungnyang saat berada di biara nanti  , agar tidak bernasib sama dengan Khutugh ( yang tewas oleh Seungnyang via perantaraan Bulhwa sebagai eksekutor ) .
Seungnyang berlalu .
Ibu Suri tertawa menyeringai .
***
Diruang Tahta , Tiga Paduka membahas kemungkinan mengajukan petisi untuk mendesak Kaisar menarik kembali Seungnyang dari masa hukumannya.
Namun Tahwan muncul dengan ekspresi dan sikap berbeda , bahkan menyeret pedang tak bersarung ke lantai . Tahwan langsung menuding Tiga Paduka dkk sebagai kroni-nya Seungnyang . Dengan ekspresi setengah mabuk dan pandangan melecehkan , Tahwan juga melihat beberapa pejabat lain yang dianggapnya pro - Bayan .


Tahwan melihat Guru Jang dan berkata : Ahaaaa , dan inilah dia anjingnya Ibu Suri .
Tahwan juga melihat Tal Tal dan berkata : Oh yess , berbeda dengan yang lainnya , kamu ini setengah pro Bayan dan setengah pro - Seungnyang. Ah tidak sebagai pembantai pamanmu sendiri , kamu ini pro Seungnyang juga.
Tahwan berdiri dan berkata pada semua : Kini Bayan telah mati , Seungnyang telah pergi juga . Lalu tinggal siapa yang kupunya sekarang ?
Tiga Paduka memotong kalau mereka mengabdi pada Tahwan . Dan Tahwan menghardik mereka untuk diam , dan memberikan kesempatan pada mereka semua untuk menyembah kepada Tahwan sebagai tanda hidup mereka milik Kaisar , dan barang siapa yang tidak mau dianggap tidak pro - Tahwan , dan bisa dibunuh dengan pedang di genggamannnya .
Tahwan memerintahkan Golta untuk menghitung sampai 1 2 dan 3. Semua pejabat tinggi kecuali Tal Tal , membungkuk seperti anjing setia dihadapan Tahwan .  Tahwan tersenyum melihat hampir semua pejabat membungkuk di lantai .

Tahwan memandang Tal Tal dan mempertanyakan kenapa Tal Tal tidak mau membungkuk .  Tal Tal berkata : Aku bisa saja bersujud sebagai tanda kesetiaan , tetapi melihat Anda sekarang ini aku tidak bisa menyatakan kesetiaanku .
Tahwan tersenyum dalam mabuknya , berkata hanya Tal Tal yang punya keberanian , sementara pejabat lainnya adalah para pengecut yang takut terhadap pedang Tahwan .  Tahwan berniat membunuh para pejabat itu , dan bersiap menebas salah satu dari Tiga Paduka .



Tiba2 Ibu Suri muncul mencegah Tahwan berbuat liar . Ibu Suri mendesak Tahwan untuk tetap tenang . Namun Tahwan meminta Ibu Suri untuk berlutut juga.  Ibu Suri tampak keberatan . Tahwan mempertanyakan kenapa Ibu Suri tidak mau berlutut , apa merasa bukan subjek kekuasaan Kaisar ? .
Ibu Suri dengan tegas  memerintahkan Golta untuk membawa Tahwan kembali ke kediamannya . Golta patuh dan memberi isyarat pada dua pengawal Kaisar untuk membawa paksa Tahwan kembali .  Tahwan di papah (digiring) kembali , dan masih sempat meracau dalam mabuknya  , meminta pengawal melepaskannya , dan menegaskan dirinya sebagai sang Penguasa . Tahwan terkekeh sebelum berlalu dari ruang Tahta.
***
Guru Jang menyatakan kekhawatirannya tentang sikap Tahwan yang semakin memburuk pasca perginya Seungnyang keluar Istana . Namun Ibu Suri merasa ini kesempatan bagus untuk menyingkirkan Pangeran Ayushiridara dan menggantinya dengan pewaris Tahta yang lain .
Ibu Suri tertawa menyeringai seperti Nenek Sihir .
***
Golta merawat dan menyelimuti Tahwan yang sedang tertidur .  Golta kemudian duduk di samping ranjang Tahwan , memegangi tangan Tahwan .

Golta bergumam sendiri dihadapan Tahwan yang tertidur : Apakah anda tahu berapa lama aku telah menantikan saat ini ?  Apa yang menjadi milikmu akan menjadi milikku .  Ini paling tidak yang bisa anda lakukan setelah tahun2 pengabdianku pada anda .
***
Seungnyang terbangun dari mimpi buruknya. Hongdan bertanya apa yang terjadi ? . Seungnyang mengaku bermimpi buruk bahwa orang2 menyerang Tahwan .

Seungnyang bangkit dari ranjangnya dan berdoa untuk keselamatan Tahwan pada altar patung Buddha .
***
Tahwan terbangun dan melihat Golta sudah berdiri disampingnya. Tahwan merasa sakit kepala . Golta menyodorkan minuman obat .
Sebuah kilas balik . Disaksikan asistennya , Golta menaruh sesuatu bubuk pada minuman untuk Tahwan .

Tahwan meminumnya , dan pada saat itu Tal Tal masuk ruangan menghadap Tahwan .

Tal Tal menyerahkan barang bukti buku rencana Bayan untuk memusnahkan lima marga besar Han-Chinese.  Tal Tal juga menyodorkan buku lain berisi bukti kesepakatan Bayan dengan Eagle House , dimana Bayan menerima dana sebagai imbalan untuk menekan para pedagang asing .
Tal Tal mendesak Tahwan untuk memberantas Eagle House hingga keakarnya karena telah melakukan praktek monopoli dan menghisap rakyat hingga kering.
Diam2 Golta merasa terganggu oleh ucapan Tal Tal .
Part 2 (of 3)

Tahwan ingin menyerahkan masalah ini untuk ditangani Tal Tal , namun Tal Tal mengaku akan pensiun dan menghabiskan waktu dengan belajar , terlebih Tal Tal merasa tidak enak dan tidak layak berada di posisi sekarang ini setelah membunuh pamannya sendiri .
Tahwan menghela nafas , mengeluh kalau Tal Tal juga ingin meninggalkannya . Tal Tal menyarankan bahwa Seungnyang satu2nya orang yang bisa di percaya oleh Tahwan .
***
Seungnyang berlutut di hadapan altar Buddha sambil menerima pukulan bambu (ringan) di bahu .
Tahwan dkk diam2 mengawasi Seungnyang dari jauh . Golta mengompori bahwa Seungnyang sama sekali tidak mengakui kesalahannya , dan menyalahkan Tahwan .  Golta menyarankan agar Tahwan tidak menggubris nasehat Tal Tal yang absurd.

Tahwan berlalu , tetapi berbalik lagi menyempatkan memandang Seungnyang sekilas .
***

Anak buah Wang Yoo dkk berkerja sama dengan para pedagang yang sempat di tangkap Bayan sebelumnya (terlihat dari cap kriminal di wajah mereka) untuk memalsukan uang .

Jeokho melihat salah satu sample produksi uang palsu dan tampak puas dengan kemiripan yang sempurna dengan uang yang asli .  Jeombakyi juga tampak puas merasa produksi uang palsu mereka sama baiknya dengan produksi Eagle House.
***
Kasim Bang melaporkan pada Wang Yoo bahwa proses produksi uang palsu sudah berjalan sesuai instruksi Wang Yoo .
Wang Yoo bertanya bagaimana dengan harga beras ? . Kasim Bang menjawab harganya sepertiga harga resmi awal .  Wang Yoo menginstruksikan agar para pedagang Goryeo memborong komoditas yang tersedia di pasaran .
Moosong bertanya bukankah Wang Yoo ingin menunggu sampai harganya mencapai seperlima harga awal ? .
Kasim Bang menerka keputusan Wang Yoo yang bergerak lebih awal ini dipengaruhi oleh kondisi Seungnyang .
Wang Yoo menekankah kalau mereka harus bergerak lebih cepat daripada Eagle House.
***
Golta dan Asisten berada di markas Eagle House . Mereka gusar melihat anak buah Eagle House menjual stok beras milik Eagle House . Byeongsoo menjelaskan bahwa hal ini sesuai perintah Ketua Eagle House.

Golta (Ketua Eagle House yang asli dan bertopeng) menggebrak meja dan menghardik , bertanya kapan dia memerintahkan hal itu ? . Byeongsoo dengan wajah polos menjawab dua minggu lalu mendapat instruksi itu .
Golta (Ketua Eagle House) bangkit dari meja dan menginstruksikan untuk membeli kembali .
***
Byeongsoo dkk mulai menjalankan instruksi dengan survey pasar , namun menemukan komoditas beras sudah diborong habis .  Jocham menjelaskan bahwa yang membelinya adalah orang2 yang punya cap kriminal di wajahnya (para pedagang Goryeo yang pernah ditangkap oleh Bayan ) .
Byeongsoo heran dapat uang darimana mereka itu ?  Dimana pula Dangkise ?

Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 

Diam2 Tal Tal dkk mengawasi Byeongsoo .  Tal Tal menyimpulkan bahwa hanya seorang figur Goryeo yang tidak di cap wajahnya , dan ini berarti Wang Yoo telah berada di Ibukota.  Tal Tal memerintahkan anak buahnya untuk mencari Wang Yoo .
***
Dangkise sendiri sedang sibuk dengan urusannya sendiri . Diam2 Dangkise bertemu dengan Komandan Pengawal Istana yang pernah menjadi anak buahnya . Dangkise meminta bantuan pada Komandan untuk menaruh beberapa anak buah Dangkise didalam .
Komandan Istana heran karena ini bukan hal sulit dan bertanya apa maksud Dangkise ? . Dangkise mengambil kotak emas sebagai sogokan , dan menyinggung kalau sang Komandan pernah setia pada Dangkise .
Demi masa lalu , Dangkise berharap Komandan bisa membantunya.  Komandan tentu saja bersedia dan senang melihat emas itu .
***
Golta berbincang diam2 di Istana bersama Asistennya . Golta menerka ada seseorang yang menyamar menjadi dirinya sebagai Ketua Eagle House.  Asisten menyarankan agar para pedagang Eagle House diberitahu .
Golta merasa lebih baik diam2 dan menunggu kesempatan untuk menangkap pelakunya.
***
Tahwan memanggil Golta masuk keruangan . Tahwan curhat bahwa dia memerintah dunia , tetapi merasa kosong dan mulai merasa muak disebut "Yang Mulia" . Golta menawarkan arak agar Tahwan bisa beristirahat .
Tahwan menolak dan lebih ingin udara segar .
***
Tahwan berjalan2 disekitar Istana didampingi Golta dkk .  Tahwan melewati area jemuran pakaian dan teringat sesuatu .
Sebuah kilas balik . Tahwan mencari2 dan menemukan Seungnyang sedang menjemur pakaian . Seungnyang terperanjat .
Malam hari Tahwan berjalan2 di jembatan Istana . Tahwan teringat sesuatu dan duduk di jembatan .

Sebuah kilas balik . Tahwan dan Seungnyang sedang bersama di jembatan . Seungnyang : Mata dan telingaku tertutup . Aku tidak melihat dan mendengar apapun . Duduklah dan tenanglah . Tahwan menghela nafas dan bersandar di bahu Seungnyang dalam posisi saling membelakangi .
Tahwan menghela nafas . Golta menghampiri Tahwan . Dan Tahwan tiba2 bangkit menyatakan ingin pergi ke biara dimana Seungnyang berada. Tahwan beralasan sudah cukup dan kini saatnya  memberi pelajaran pada Seungnyang .
***
Seungnyang masih berlutut dihadapan altar Buddha dan menerima pukulan sebilah bambu oleh seorang biksu .
Diluar , Dokman dan Bulhwa menyambut kedatangan Tahwan .  Tahwan bertanya apakah Seungnyang masih di pukuli ? . Dokman membenarkan .
Tahwan membuka pintu dan menyaksikan Seungnyang sedang menjalani hukuman . Tahwan terperanjat melihat Seungnyang malah mendoakan keselamatan dan kebijaksanaan Tahwan .

Tahwan hendak melangkah , namun Dokman mengingatkan sangat tidak elok mengganggu proses berdoa .  Tahwan jelas terharu dengan doa Seungnyang .
***
Seungnyang tampak letih usai menjalani hukuman dan beristirahat di kamar . Tahwan masuk kamar dan menghampiri ranjang Seungnyang.
Seungnyang mengira Hongdan yang datang . Tahwan mengoleskan obat ke bahu Seungnyang yang nyeri dan memar .
Lama2 Seungnyang menyadari bukan Hongdan , melainkan Tahwan yang sedang mengoleskan obat.
Tahwan kemudian duduk dibelakang Seungnyang sambil memegang kedua tangannya. Tahwan berbisik meminta Seungnyang kembali ke Istana .  Seungnyang mengaku mendoakan Tahwan dan Pangeran Ayu selama ini , dan ritual doanya belum selesai juga , meminta Tahwan kembali saja .
Tahwan memeluk Seungnyang dari belakang , dan meminta Seungnyang agar jangan menentang perintahnya lagi . Tahwan berkata bahwa ini mungkin terakhir kali dia memaafkan Seungnyang .

Seungnyang menitikkan air mata.
***
Seungnyang kembali mengenakan jubah kebesarannya dan kembali ke Istana . Seungnyang dkk disambut hangat oleh rekan2 selir .

Tak lama Pangeran Ayu muncul menyambut Ibunya . Mereka saling berpelukan .  Pangeran Ayu merajuk agar Ibu tidak meninggalkannya lagi , karena Pangeran Ayu menangis merindukan Ibunya selama ini .  Seungnyang berjanji tidak akan membuat Ayu menangis lagi .
Ibu Suri berada disekitar dan tidak suka dengan kembalinya Seungnyang . Ibu Suri mengeluh pada Guru Jang , setelah menikmati kedamaian di Istana , kini sang Iblis (Seungnyang) sudah kembali .
Guru Jang menenangkan bahwa para pendukung Seungnyang sudah disingkirkan dari posisinya, karena itu kondisi Seungnyang sekarang sudah berbeda dengan yang dulu . Ibu Suri bertekad bahwa nanti Seungnyang akan meninggalkan Istana sebagai mayat.
***
Wang Yoo dkk mulai mendistribusikan uang palsu kepada para pedagang . Wang Yoo bertanya berapa banyak beras yang bisa mereka kumpulkan ? . Kasim Bang menjelaskan sekitar 99 gudang terisi penuh disetiap provinsi . Wang Yoo memutuskan sudah saatnya untuk mulai menyebarkan uang palsu .
Wang Yoo mengkonfirmasi setiap pedagang berdasarkan provinsi , Liaoyang , Yunnan , Lingbei dstnya .  Wang Yoo menyerahkan urusan Ibukota kepada Jeokhoo .
Jeombakyi masuk ruangan dan mengabarkan Tal Tal ingin bertemu .
***
Seungnyang menyerahkan pembukuan kepada Tahwan .  Seungnyang menjelaskan bahwa rakyat Yuan hidup melarat , dan sebagai hasilnya , peti2 simpanan juga hampir kosong .  Seungnyang juga menyerahkan dokumen yang membuat Tahwan dapat mengontrol militer dengan mudah . Seungnyang juga menyerahkan informasi mengenai Eagle House.  Seunngyang menjelaskan bahwa dana bantuan untuk bencana kelaparan telah di keruk , dan menyarankan Tahwan untuk menangkap kelompok Eagle House.
Tahwan bertanya kenapa Seungnyang menyerahkan semua dokumen ini .  Seungnyang menjelaskan bahwa pertarungannya dengan Bayan semata2 karena hendak melindungi diri dan melindungi Pangeran Ayu . Seungnyang menegaskan bahwa pertarungan Bayan sudah usai , dan tidak membutuhkan kekuasaan lagi , bisa sepenuhnya fokus untuk melayani Tahwan dan Pangeran Ayu .
Tahwan meminta maaf karena tidak menyadari tujuan Seungnyang yang sebenarnya., Seungnyang menasehati Tahwan untuk tetap sehat dan jangan mabuk2an lagi , demi Pangeran Ayu juga .
Tahwan menganggukan kepala pertanda setuju .  Seungnyang hendak mengajukan satu permohonan lagi . (Kita tidak bisa mendengar apa itu , tapi kuterka pemohonan Seungnyang agar Tahwan mengangkat Tal Tal sebagai Perdana Mentri) .
***
Diluar halaman Istana , Golta mulai berpikir untuk membunuh Seungnyang dengan tangannya sendiri . Asisten muncul dan melaporkan uang palsu mulai beredar di pasaran .
Golta menyimpulkan manuver uang palsu itu bermaksud untuk menentangnya dan menentang Eagle House . Golta memerintahkan Asisten untuk menyelidiki siapa dalang dibalik semua itu .
***
Sebagaimana yang pernah dikatakan pada Tahwan , kini Tal Tal menghabiskan waktu sebagaimana kaum terpelajar , melukis dengan indah .  Seungnyang tiba2 muncul menemui Tal Tal .

Seungnyang berkata telah mengirim Bulhwa tiga kali , dan kini merasa perlu menemui Tal Tal secara pribadi . Seungnyang juga mengatakan bahwa Tahwan telah menyetujui mengangkat Tal Tal sebagai Perdana Mentri yang baru .
Tal Tal menolak karena merasa posisi itu tidak layak untuknya.
(Part 3 of 3 )

Seungnyang meyakinkan kalau Tal Tal tidak seperti El Temur dan Bayan yang nyaris meruntuhkan Negara Yuan . Seungnyang yakin Tal Tal akan membuat keputusan yang tepat. Seungnyang akan berlalu karena merasa yakin Tal Tal akan menerima . Tal Tal tiba2 berkata bahwa ada uang palsu yang beredar .

***

Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 


***

Kasim Bang tersenyum membahas reformasi mata uang Yuan yang baru , yang bisa membuat para pedagang Eagle House tidak berkutik .  Para anak buah Wang Yoo senang dengan krisis yang akan menimpa musuh mereka , Eagle House.Wang Yoo tiba2 memutuskan untuk mengirim beras ke Istana . Wang Yoo mulai menuliskan surat pengantar.
***
Dokman tersenyum menerima kiriman beras dalam jumlah sangat besar ke Istana . Tahwan dan Seungnyang melihat proses pengiriman ini jadi heran dan bertanya2 pihak mana dan siapa yang mengirimkan beras ini .
Dokman dengan wajah riang berkata kalau gerobak kereta yang mengantarkan beras sambung menyambung begitu panjangnya .
Dokman menyerahkan surat pengantar .Tahwan membaca surat itu dan tidak menemukan identitas asli pengirim .  Tahwan menjelaskan kalau pengirim hanya ingin beras itu digunakan untuk memberi makan rakyat.
***
Seungnyang dan Tal Tal mengawasi proses pemindahan beras ke gudang . Seungnyang bertanya apa Tal Tal tahu siapa orang yang mengantarkan beras ini .Tal Tal sepertinya tahu (bahwa Wang Yoo yang melakukan ini) tapi memilih untuk tidak mengungkap pada Seungnyang , kecuali jika saatnya tiba.
***
Byeongsoo dan Jocham dipanggil untuk menghadap Golta aka Ketua Eagle House bertopeng .  Diluar dugaan , Golta membuka topengnya dan memperlihatkan wajah aslinya yang bengis .
Jocham dan Byeongsoo terperanjat menyerukan nama Golta.

Golta dengan wajah bengis menghampiri mereka dan berkata hanya ada dua nasib bagi siapapun yang melihat wajah aslinya sebagai Ketua Eagle House , yakni mati atau mengabdi padanya .
Byeongsoo dan Jocham ketakutan dan tentu saja memilih untuk mengabdi . Golta memerintahkan Byeongsoo untuk mencari tahu siapa orang yang menentang Eagle House.
***
Suri melaporkan surat Dangkise yang meminta pertemuan dengan pihak Eagle House.  Wang Yoo membaca surat itu , dimana Dangkise berencana untuk membunuh Lady Ki dan Tahwan .
Para anak buah Wang Yoo menjadi gemas dan menanti perintah dari Wang Yoo untuk menghabisi Dangkise . Namun Wang Yoo memilih untuk bertemu dengan Dangkise dulu .
***
Dangkise berpapasan dengan Dayang Seo yang telah lama menantinya . Dayang Seo memberitahu Dangkise bahwa Maha adalah anak Seungnyang dan Wang Yoo . Dangkise terperanjat . Dayang Seo meminta Dangkise untuk mengatakan hal ini kepada Tahwan .  Jika begitu maka Dayang Seo merasa sudah melakukan sesuatu untuk Tanashiri .Dangkise bersumpah untuk membunuh Seungnyang dengan tangannya sendiri .
***
Dangkise menghadiri pertemuan dengan pihak Eagle House.  Dangkise menuntut Ketua Eagle House untuk membuka topeng mereka , agar Dangkise bisa yakin bahwa dia tidak bersama orang2 yang berpihak pada Seungnyang.  Dangkise mengancam akan bertarung sampai mati kalau Ketua Eagle House tidak mau membuka topeng .  Bersamaan dengan itu anak buah Dangkise muncul mendampingi Dangkise.

Ketegangan terjadi akibat permintaan lancang Dangkise ini , tetapi akhirnya Ketua Eagle House membuka topeng dan terlihat lah wajah yang lain (bukan Golta , bukan pula Wang Yoo) .
Dangkise merasa lega .
Padahal Wang Yoo dkk berdiri disamping Dangkise dan sedang menyamar sebagai anggota biasa Eagle House.
Dangkise mulai berkata serius : Aku katakan pihak kalian telah mengalami kerugian besar karena masalah voucher . Dan hanya ada satu solusi , seorang Kaisar baru .
Ide Dangkise itu dianggap absurd oleh pihak Eagle House.
Dangkise melanjutkan : Tidaklah absurd jika Tahwan kehilangan Mandat Langit .  Rakyat akan memohon untuk kaisar baru pengganti .
Pihak Eagle House : Lantas siapa Kaisar pengganti Tahwan ?
Dangkise :  Sepupunya Tahwan bernama Bolad Temur , yang gemar bersenang2 dan akan menjadi kaisar boneka yang sempurna. Kalian dukung Bolad Temur dan Ibu Suri . Aku sendiri yang akan membunuh Tahwan , Pangeran Ayu dan Lady Ki .  Beberapa anak buahku telah menyusup menjadi Pengawal Istana .
(Terlihat sepotong adegan , Bolad Temur yang dimaksud Dangkise sedang bersenang2 dengan para wanita cantik ) .

***
Tahwan dan Seungnyang melakukan perjalanan keluar istana untuk menyaksikan langsung pembagian beras yang didistribusikan untuk rakyat . Dokman , Hongdan dan Bulhwa bahkan ikut terlibat langsung dengan penuh senyuman membagikan beras kepada rakyat.

Seungnyang : Yang Mulia , apakah anda tahu harta apa yang paling berharga didunia ini ? Yakni hati dari rakyatmu . Dan Anda akan meningkatkan harta karun anda itu setiap hari . Tahwan : Itu benar sekali . Aku menjadi pria yang sangat bahagia .Para rakyat mulai mengelu2kan Tahwan .Diam2 Komandan yang telah di sogok Dangkise bermain mata dengan Dangkise yang mengintai dari jauh .
***
Tahwan dkk dalam perjalanan kembali ke Istana .  Tiba2 mereka dicegat oleh dua pria misterius bercaping . Dangkise memperlihatkan wajahnya , membuat Tahwan dan Seungnyang terperanjat.Tahwan memerintahkan para Pengawal Istana untuk menghabisi Dangkise . Namun para pengawal telah menjadi orang2 Dangkise dan malah menyerang para kasim pengawal . Dayang2 menjadi panik .
Dangkise dengan wajah penuh dendam merasa percaya diri bisa menghabisi Tahwan dan Seungnyang kali ini .
Tiba2 Wang Yoo dkk mengenakan penutup wajah , muncul menyerang Dangkise dkk .  Satu persatu anak buah Dangkise berjatuhan .
Pertarungan sengit berlangsung , sementara Tahwan dkk hanya berdiri menonton .
Wang Yoo dkk mengungguli Dangkise dkk .  Seungnyang juga mulai menyiapkan senjata andalan , busur dan panah untuk menghabisi Dangkise.  Seungnyang berhasil menembakkan panah tepat di dada Dangkise .

Namun Dangkise masih kuat bertahan dan perlahan2 maju . Seungnyang dengan sigap menyiapkan panah berikutnya namun malah mengenai anak buah Wang Yoo yang dijadikan sandera oleh Dangkise.
Dangkise perlahan2 mencoba maju mendekati Tahwan dkk .  Seungnyang menyiapkan panah berikutnya , namun Dangkise sudah terlampau dekat dan hampir menebas Seungnyang kalau tidak dicegah Wang Yoo .

Wang Yoo - Dangkise bertarung sesaat , sebelum Seungnyang menembakkan dua panah tepat di tubuh Dangkise.
Dangkise semakin sekarat setelah Wang Yoo menebas dari belakang .
Wang Yoo mendadak menghilang untuk memburu sisa anak buah Dangkise.  Seungnyang tersadar kalau Wang Yoo yang telah datang menolong.
Entah kenapa Tahwan penasaran dan mendekati mayat Dangkise. Tiba2 Dangkise dengan mengerahkan tenaga terakhirnya mencengkram leher Tahwan dan mengatakan kalau Maha adalah anak Wang Yoo dan Seungnyang.

Tahwan meronta dari cekikan Dangkise , dan membantah perkataan Dangkise .
Dangkise dengan perkataan terakhir meminta Tahwan untuk mengkonfirmasi pada Dayang Seo .
Sebelum menghembuskan nafas terakhir , Dangkise sempat2 menertawai Tahwan yang selalu di nomerduakan oleh Seungnyang .  Dangkise tertawa terkekeh menertawai Tahwan yang patetik .
Seungnyang terperanjat dan menghampiri menyerukan nama Tahwan .

Tahwan menatap marah pada Seungnyang (seperti tatapan saat Bayan terbunuh) . Hal ini diperparah lagi oleh Wang Yoo yang sudah kembali dan membuka cadarnya.



0 comments:

Post a Comment